Connect with us

News

Review Redmi 5 Plus Indonesia – Layar 18:9 Paling Affordable?

Published

on

[vc_row][vc_column][vc_column_text]GwiGwi.com – Xiaomi merilis Redmi 5 dan Redmi 5 Plus sebagai penantang di dunia smarpthone 18:9 atau yang banyak dikenal sebagai FullViewInfinity Display, dan lain-lainnya bulan lalu di Indonesia. Perangkat

Maaf Anda Melihat Iklan

Full screen display for everyone

Tagline Xiaomi untuk Redmi 5 dan Redmi 5 Plus.

Redmi 5 dan Redmi 5 Plus diharapkan Xiaomi bisa jadi penantang kuat terutama melawan Vivo dan Oppo di pasar Indonesia dimana kedua brand itu sebelumnya sudah pernah merilis perangkat dengan model layar serupa.

Sebelum melanjutkan reviewnya, perlu diketahui bahwa Redmi 5 dan Redmi 5 Plus dikenal juga sebagai Redmi Note 5 di India, sehingga akan sangat mungkin terdapat kerancuan dalam penamaannya. Dalam hal lain, Xiaomi juga memiliki Redmi Note 5 Pro, yang saat ini hanya dirilis di india (dan kemungkinan segera di China) yang merupakan versi paling atas dari lini atau seri Xiaomi ke-5 ini.

Perangkat Redmi 5 dan Redmi 5 Plus ini serupa dengan perangkat yang diluncurkan Xiaomi pada tahun lalu yaitu Redmi Note 4. Namun, apakah berarti Xiaomi hanya meng-copas hardware mereka tahun lalu dan hanya menggantikan layarnya saja supaya “kekinian”? Lalu, worth-it ga yah Redmi 5 atau Redmi 5 Plus ini? Silahkan baca Review Redmi 5 Plus (4GB/64GB) veri GwiGwi dibawah ini yah Gwiples!

Spesifikasi Redmi 5 dan Redmi 5 Plus

Secara garis besar, internal hardware dari Redmi 5 dan Redmi 5 Plus sangat mirip dengan pendahulunya. Sebelumnya, mari kita lihat spesifikasi lengkapnya.

Operating System MIUI 9.2 based on Android 7.1.1 Nougat
Display 5.99-inch 18:9 FHD+ (2160×1080) IPS LCD panel
403ppi pixel density
450nits maximum brightness
SoC Octa-core Qualcomm Snapdragon 625 (Redmi 5 Plus) / Snapdragon 450 (Redmi 5)
Eight Cortex A53 cores at 2.0GHz
14nm
GPU Adreno 506 with Vulkan API, OpenCL 2.0, and OpenGL ES 3.1
650MHz
RAM 2GB (Redmi 5)/3GB/4GB
Memori Penyimpanan 32GB/64GB
microSD slot up to 128GB
Kamera Belakang 12MP with 1.25um pixel size and f/2.2 lens
PDAF, LED flash
1080p video recording
Kamera Depan 5MP with LED light
1080p video recording
Beautify 3.0
Konektivitas LTE with VoLTE
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 4.1, GPS, GLONASS
Micro-USB, 3.5mm audio jack, IR blaster
Jaringan LTE: 1/3/5/40/41
GSM: 2/3/5/8
WCDMA: 1/2/5/8
Baterai 4000mAh battery (Redmi 5 Plus) / 3300mAh battery (Redmi 5)
Fast charging (5V/2A)
Fingerprint Rear fingerprint sensor
Dimensi 158.5×75.45×8.05mm
Berat 180g
Pilihan Warna Gold, Rose Gold, Blue, Black

Redmi 5 Plus – Hardware | Hardware tahun lalu tapi …

Secara jelas, Redmi 5 Plus memiliki hardware yang masih 11/12 dengan yang telah dimiliki oleh Redmi Note 4 yang sudah menjadi hits pada tahun sebelumnya. Namun demikian, Redmi 5 Plus ini (paling tidak untuk saat ini) bukanlah Redmi Note 5 yang sudah banyak menjadi rumor, atau mungkin ini adalah “rebranding” dari Redmi Note 5 karena seperti yang kita lihat di India, Redmi 5 Plus ini dinamakan Redmi Note 5, dan versi paling canggih sebagai Redmi Note 5 Pro.

Melihat dari jajaran spesifikasinya, tentunya akan lebih baik jika opsi yang dipilih adalah opsi tertinggi yang tersedia di Indonesia yaitu Redmi 5 Plus. Hal ini masih justifiable, paling tidak jika kita bahas soal Processor-nya dimana prosesor yang digunakan oleh Redmi 5 Plus terbukti sudah paling maknyus dari Xiaomi karena selama beberapa perangkat terakhir, Xiaomi selalu menggunakan Snapdragon 625 seperti yang bisa dilihat dari Redmi Note 4 (Redmi Note 4X) dan juga Xiaomi MiA1 (lihat review kita disini).

Opsi memori yang dibawa kedua varian ini pun berbeda. Redmi 5 memiliki opsi 2GB/16GB dan 3GB/32GB sedangkan Redmi 5 Plus memiliki opsi 3GB/32GB dan 4GB/64GB. Unit yang kita miliki untuk direview merupakan tipe teratas yaitu Redmi 5 Plus 4GB/64GB. Namun demikian, dampak RAM dan ROM yang dimiliki oleh Redmi 5 Plus sebenarnya tidak membuat perbedaan jauh, kecuali untuk Redmi 5 2GB/16GB yang tentunya akan sedikit “sesak” bagi kalian yang suka multitasking.

Secara garis besar, intinya smartphone ini mampu menelan banyak aplikasi yang ringan sekali hingga yang sedikit berat. Dalam uji coba ini, saya mencoba untuk memainkan salah satu game “berat” yang cukup populer seperti World of Warships. Game ini bisa berjalan dengan cukup baik dan tidak begitu mengejutkan. Snapdragon 625 sebenarnya sudah cukup menjadi barometer yang baik untuk menjadikan smartphone sebagai semi-flagship class. Walau disandingkan dengan kakaknya seperti Snapdragon 8xx Series, seri 6 dari Snapdragon mungkin bisa kalah, tapi itu kalau kita sebagai user jeli yang sangat mementingkan angka.

Multitasking-pun dapat ditelan dengan cukup baik oleh Redmi 5 Plus dan Multi-Window pun telah diikutsertakan oleh MIUI 9 untuk memberikan multitasking yang sangat menarik dimana 2 aplikasi bisa dijalankan bersamaan. Namun demikian, MIUI memiliki suatu kelemahan yang cukup fatal menurut saya yang nantinya akan dibahas pada bagian software.

Redmi 5 Plus – Software | Android Nougat dan MIUI 9 menjadi tombaknya.

Android Nougat 7.0 dan MIUI 9 menjadi tombak Redmi 5 Plus sebagai sistem operasinya. Duo Kombinasi ini sebenernya tidak terlalu baru karena Xiaomi Redmi Note 4, Note 5A, dan 5A, dan beberapa perangkat Xiaomi sebelumnya sudah mendapatkan kombinasi ini kecuali Mi A1 yang memang dikhususkan sebagai perangkat Android One yang berarti perangkat itu berbasis Android murni layaknya yang dimiliki Google Pixel.

MIUI 9 adalah salah satu update yang cukup signifikan untuk lini Xiaomi yang mendapatkannya karena salah satu fitur yang paling dinanti-nanti, yaitu multi-window akhirnya bisa dirasakan bagi pemilik perangkat Xiaomi. Namun demikian, MIUI 9 yang disuguhkan untuk Redmi 5 Plus ini pun tidak terlalu berbeda dengan apa yang sudah ada.

Hal yang paling menonjol di Redmi 5 Plus untuk MIUI 9 menurut pengamatan saya adalah pada sektor “visual”. MIUI 9 memperlihatkan tampilan yang lebih segar dan membuat turunan dari Android ini menjadi lebih unik dan menarik untuk dilihat tidak seperti smartphone yang dibuat dari China pada umumnya. Hal itu didukung juga dengan tampilan dari Redmi 5 Plus yang mengusung layar Full HD + sehingga tampilan pada layar Redmi 5 Plus ini terlihat lebih tajam dibandingkan Redmi Note 4 atau yang sederajat.

Selain itu, hal yang sangat terlihat adalah berpindahnya capacitive-navigation button dari “dagu” smartphone besutan Xiaomi pada umumnya kedalam layar. Ini tentunya sangat menarik dan disaat yang bersamaan aga annoying karena akhirnya tombol navigasi ini memakan layar yang digadang sebagai full screen display. Walau kecil, ini sedikit mengganggu. Pada perangkat besutan Samsung, Home Button walau bersifat on-screen navigation button, memiliki sebuah sistem haptic feedback dan force touch a la Apple dimana dengan memberikan sedikit tekanan, tombol kembali ke halaman utama bisa terasa tertekan tanpa perlu memunculkan navigation button. Dikarenakan Redmi 5 Plus tidak memiliki hal ini, maka tombol navigasi harus selalu ada. Yasudahlah yah, namanya juga smartphone on budget. Masa mau minta lebih harga murah. Ya ga Gwiples?

Redmi 5 Plus – Display | Full Screen Display … for everyone?

Layar yang diusung oleh Redmi 5 Plus berada di resolusi FHD+. Gampangnya, layar Redmi 5 Plus itu 5.99inci (tanggung banget yah), dan memiliki resolusi layar sebesar 2160×1080 yang berasio 18:9 dimana umumnya smartphone sebelum era 18:9 (coba jadi tahun gitu 1899 *ganyambung*), memiliki rasio 16:9 dan resolusi FHD atau Full HD pada 1920×1080 saja.

Full Screen Display ini terlihat apik apalagi dengan musimnya cinematic video yang mulai bertebaran di Youtube membuat konsumsi media video sekarang pun mulai berubah menjadi dalam rasio 18:9, dan bukan lagi 16:9 yang mulai terlihat lebih kotak.

Namun demikian, seperti yang sudah disebutkan pada bagian sebelumnya, tombol navigasi yang dipindahkan ke layar akhirnya malah memotong “halus” layar yang luas ini dalam posisi portrait. Tombol navigasi tentunya akan hilang secara otomatis saat kita bermain pada posisi landscape atau sedang nonton video di Youtube.

Redmi 5 Plus – Camera | Oke oke aja sih. Andai bisa lebih lagi …

Hal lainnya yang di push oleh Xiaomi untuk Redmi 5 dan Redmi 5 Plus adalah bagaimana kamera yang disematkan oleh Xiaomi ini bisa sekelas flagship kamera. Tentunya ini bukan cuman sekedar pernyataan, akan tetapi memang kualitas foto yang dihasilkan …. oke oke aja. Ohiya, kameranya cuman satu yah. Bukan 2 seperti MiA1.

Kenapa oke-oke aja? Karena sebenarnya untuk segi kamera sepertinya Xiaomi memang kurang bisa bersaing dengan beberapa pemangsa pasar kamera. Sebagai contoh, S8 tentunya bisa melibas Redmi 5 Plus dari segi ketajaman. Akan tetapi, tentu saja tidak apple to apple. Jadi kalau dibandingkan dengan yang sekelas, yah kamera Redmi 5 Plus tentu oke-oke saja. Not too bad, tapi tidak impresive seperti ikan yang ada di kasta atas.

Baca Juga:  Xiaomi 12/12 Pro versi global dengan SD898 SoC mendapat sertifikasi EEC

Sebagai catatan, Xiaomi ternyata sedikit merubah design kameranya. Yang awalnya flushed alias masuk atau sejajar dengan bodinya untuk kamera Xiaomi seperti contohnya di Redmi Note 4, Redmi 5 Plus dan mungkin juga Redmi 5 memiliki kamera yang menonjol keluar. Artinya apa loh? Artinya kalian harus extra hati-hati apabila meletakan smartphone ini ke permukaan dengan bodi belakang yang menyentuh surface-nya. Kasar sedikit dan lensa kameranya bisa menjadi baret yang berarti bisa saja merusak hasil foto nantinya.

Perihal kamera depan, yah memang tidak ada yang terlalu wow banget. Sensornya masih sama dengan seri sebelumnya, namun ada 1 penambahan, yaitu Selfie Flashlight yang berada disebelah proximity sensorFlash-nya cukup terang, jadi buat kalian yang demen selfie selagi mungkin, nonton konser Anisong(?), ini bisa jadi selfie kamera yang cukup oke.

Redmi 5 Plus – Design | Layar kekinian … ada lagi?

Dan … kita sampai ke point terakhir untuk di review. Setelah melihat keseluruhan luar dalam dari Redmi 5 Plus, bagaimanakah design dari Redmi 5 Plus ini? Jawabannya adalah, yah tetep gitu aja. Selain dari bagian depan yang sudah dirombak untuk menjadi rumah baru dari layar fullscreen yang memang lagi trending, bagian belakangnya memang terkesan Xiaomi banget. Ini bukannya hal yang buruk. Justru bisa dibilang “better” bahkan dibandingkan smartphone lain yang salah menempatkan fingerprint sensor atau bahkan menghilangkannya. Akan tetapi, setelah dari Redmi Note 3, Note 4, dan juga seri Redmi lainnya, sepertinya dengan adanya perombakan layar depan, bagian belakang juga bisa dibuat lebih fresh.

This slideshow requires JavaScript.

Selain itu dari segi desing, menurut saya bagian bawah juga sudah perlu sedikit perombakan. Speaker Grill-nya memang terlihat ada 2, namun demikian, sayangnya yang berfungsi hanya sebelah kanan saja. Sepertinya yang kiri hanya dummy sama seperti yang ada di Redmi Note 4. Bagian bawah sepertinya akan lebih fungsional jika dibuat seperti Mi A1 dimana bagian tengah micro USB diganti dengan USB Type-C, dan juga adanya lubang earphone jack disebelah kiri.

Secara overall, design dari Redmi 5 Plus sudah sedikit berubah paling tidak dibagian depan agar bisa terlihat lebih apik untuk layar fullscreen-nya. Namun, beberapa bagian masih Xiaomi banget, dan walau tidak buruk, ada baiknya untuk diupgrade. Selain itu, walau layar depan yang fullscreen, sayangnya dagu dan jidat dari Redmi 5 Plus ini masih terlalu “jenong” sehingga masih terkesan bagaikan smartphone biasa dan terkadang membuat saya salah pencet kirain navigation button masih di bodi dan bukan di layar.

Redmi 5 Plus – Kesimpulan 

Jadi, intinya apa?

Redmi 5 Plus adalah salah satu smartphone budget yang lebih on-point dan worth secara harga. Dibandingkan dengan kompetitornya, Redmi 5 Plus atau Redmi 5 menjadi kandidat yang sangat lezat untuk dicaplok bagi yang sedang ingin upgrade ke “yang baru” tapi tidak mau merogoh kocek yang dalam. Jeroan yang mirip dengan Redmi Note 4 tentunya membuat Redmi 5 Plus akan memiliki reputasi yang sangat baik mengingat kemampuan Redmi Note 4 yang sudah cukup mumpuni, dan hanya berkisar di harga 2jt-an pada saat secara resmi diumumkan di Indonesia.

Namun demikian, Redmi 5 Plus dan Redmi 5 bisa saja menjadi “biasa saja” karena walau memiliki “layar kekinian”, sisahnya masih biasa saja. Sensor kamera yang dipakai sama seperti Mi A1, jeroan yang secara garis besar mirip Redmi Note 4, tidak adanya Fast Charging (mungkin untuk saat ini?), dan juga salah satu yang sangat disayangkan adalah walau Mi A1 sudah memakai port USB-C, lini Redmi masih sangat bergantung dengan micro-USB yang sudah mulai sedikit ketinggalan jaman (mungkin karena Mi A1 itu berada di seri Mi yang harusnya menjadi flagship, maka Redmi tetap mendapat versi budet). Selain itu salah satu komplain yang saya miliki adalah betapa rapatnya tombol navigasi yang membuat jempol besar saya kurang “lihai” untuk manuver diatas tombol navigasi.

Tapi tentunya Redmi 5 Plus tidak semuanya negatif. Dengan harga mulai dari 1.6 Juta untuk versi paling dasar yaitu Redmi 5 2GB/16GB, dan harga 2.699 Juta, kita akan mendapatkan otak Snapdragon 450 (Redmi 5) atau Snapdragon 625 (Redmi 5 Plus), kamera yang cukup oke dicahaya terang, body yang cukup kokoh, layar kekinian rasio 18:9 yang cukup menawan, dan juga opsi hybrid Dual-Sim | microSD-SIM yang juga sudah mendukung 4G di Indonesia.

Redmi 5 Plus – Jadi, Apakah Layak Dibeli? | Punya yah oke, kalau tidak …

Salah satu value yang saya temukan dari Redmi 5 Plus adalah kalau bisa punya yah oke, kalau tidak … yasudahlah mungkin emang belom cocok. Kenapa demikian? Secara spesifikasi, Redmi 5 Plus belum bisa dibilang sebagia “major bump” dari pendahulunya. Redmi Note 4 sudah memiliki hampir keseluruhan dari apa yang Redmi 5 Plus bisa berikan. Namun demikian, dengan logika “dagang” elektronik sesuai engko-engko Roxy, Redmi Note 4 tentunya perlahan akan mulai di phase-out atau bahasa jawanya “dipensiunkan”, membuat Redmi 5 Plus menjadi opsi terdekat (atau Redmi 5 kalau mau yang lebih affordable).

Lalu kenapa bisa dibilang belum cocok? Ada beberapa kemungkinan untuk mengapa upgrade ke Redmi 5 atau Redmi 5 Plus bisa dilewatkan. Salah satunya adalah, jika kalian pengguna Redmi Note 4, alasannya sudah seringkali disebutkan diatas yaitu upgrade-nya ga jauh-jauh amat. Selain itu, ada juga flash sale yang cukup menyulitkan untuk Gwiples agar dapat hands-on dengan perangkat ini. Selain itu, untuk mengantri di Xiaomi Official Store seperti yang saya temukan di Summarecon Mall Serpong, ada batas penjualan perangkat ini setiap harinya, dan cuman bisa didapatkan apabila kita mengantri pagi-pagi buta bahkan sebelum mall buka.

Yang terakhir, adalah kemungkinan Redmi Note 5 Pro (mungkin disebut Redmi 5 Pro kali yah kalau masuk Indonesia) untuk masuk ke Indonesia dalam waktu yang singkat nanti. Mengingat kejadian dimana Mi A1 dirilis tidak lama setelah Mi 5X dijual di pasar China sebagai perangkat MIUI sedangkan Mi A1 dirilis di Indonesia dan India dalam waktu dekat sebagai perangkat Android One. Hal ini tentunya membuat Redmi Note 5 Pro sebagai jawara dari seri Redmi 5 Xiaomi pada tahun 2018 dikarenakan adanya beberapa upgrade yang lebih signifikan.

Jadi intinya Gwiples, kalau kalian mungkin masih memegang Redmi Note 3, atau mungkin Redmi 1S kali yah biar paling jadul, Redmi 5 dan Redmi 5 Plus bakalan bikin hidup “ngelag” kalian akan menjadi lebih baik dan lebih “mewah” dengan fitur-fitur elegan yang diberikan Xiaomi di Redmi 5 Plus. Akan tetapi, bagi kalian yang memakai Redmi Note 4, mugkin ada baiknya untuk menunggu Redmi Note 5 Pro karena ini lebih disebut “beast” sedangkan adik-adiknya di seri Redmi 5 adalah trainee.

Sekian Review Redmi 5 Plus ini. Jangan sampai ketinggalan informasi, review, dan berita menarik seputar Anime, Manga, Pop Culture, Events, Teknologi, dan juga Games dengan cara subscribe ke mail-list dari GwiGwi.com.

Sampai jumpa di review berikuta, FSPlus signing out!

Mengenai Review Redmi 5 Plus

Perangkat yang direview merupakan Redmi 5 Plus 4GB/64GB yang merupakan versi teratas dari seri Redmi 5 dan dijual resmi oleh Mi Indonesia melalui PT.Erajaya dan TAM. Perangkat ini telah diuji coba untuk review ini selama kurang lebih sebulan dan yang tertulis adalah pengalaman menggunakan perangkat ini melalui point-of-view pengguna awam atau penggunaan pada umumnya.

Redmi 5 Plus ini menjalankan sistem operasi Android Nougat 7.0 dan berada dalam lingkup ROM MIUI 9 versi Indonesia yang memiliki akses untuk Google Play Store. Perangkat ini dipasangkan dengan Operator XL untuk uji cobanya dan tidak dipasangkan dengan memori penyimpanan external.

Gallery[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=”3″ images=”37997,37995,37993,37994,37992,37991,37990,37989,37988,37987,37986,37985,37984,37983,37982,37981,37980,37979,37978,37977,37976,37975,37974,37973,37972,37971,37970,37969,37968,37967,37966″ img_size=”full” onclick=””][/vc_column][/vc_row]

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News

‘DC League of Super-Pets’ Rilis Video Trailer

Published

on

By

GwiGwi.com – Dwayne Johnson berperan sebagai suara Krypto the Super-Dog dalam film fitur petualangan aksi animasi Warner Bros. Pictures “DC League of Super-Pets,” dari sutradara Jared Stern.

Maaf Anda Melihat Iklan

Film ini juga dibintangi suara Kevin Hart (film “Jumanji” dan “Secret Life of Pets”), Kate McKinnon (“Saturday Night Live,” film “Magic School Bus Rides Again”, “Ferdinand”), John Krasinski (film “Quiet Place”, “Free Guy”), Vanessa Bayer (“Saturday Night Live,” “Office Christmas Party,” “Trainwreck”), Natasha Lyonne (“Show Dogs,” “Ballmastrz 9009”), Diego Luna (“Rogue One: A Star Wars Story,” “Maya and the Three”), Marc Maron (“Joker,” “GLOW”), Thomas Middleditch (“Godzilla: King of the Monsters,” “Captain Underpants: The First Epic Film”), Ben Schwartz (“Sonic the Hedgehog,” “Duck Tales”), dan Keanu Reeves (film “Matrix” dan “John Wick”).

Dalam “DC League of Super-Pets,” Krypto the Super-Dog dan Superman adalah sahabat yang tak terpisahkan, berbagi kekuatan super yang sama dan memerangi kejahatan di Metropolis secara berdampingan. Ketika Superman dan anggota Justice League lainnya diculik, Krypto harus meyakinkan paket perlindungan kain-tag—Ace si anjing, PB si babi berperut buncit, Merton si kura-kura dan Chip si tupai—untuk menguasai kekuatan baru mereka sendiri dan membantunya menyelamatkan pahlawan super.

Baca Juga:  Fakta Menarik di Balik Film Super Hero terbaru MCU Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings

Stern, seorang penulis/konsultan veteran di film “LEGO®”, membuat debut penyutradaraan film fitur animasinya, menyutradarai dari skenario yang dia tulis dengan kolaborator sering John Whittington, berdasarkan karakter dari DC, Superman yang dibuat oleh Jerry Siegel dan Joe Shuster. Film ini diproduseri oleh Patricia Hicks, Dwayne Johnson, Dany Garcia, Hiram Garcia dan Jared Stern. Produser eksekutif adalah John Requa, Glenn Ficarra, Nicholas Stoller, Allison Abbate, Chris Leahy, Sharon Taylor dan Courtenay Valenti.

Tim kreatif Stern termasuk desainer produksi Kim Taylor (“The LEGO® Ninjago Movie”) dan editor David Egan (“Game Night,” “Vacation”) dan Jhoanne Reyes (“Teen Titans GO!” “Young Justice”). Musiknya dibuat oleh Steve Jablonsky (film “Transformers”).
Warner Bros. Pictures Menghadirkan Produksi Tujuh Dolar, “DC League of Super-Pets.” Film ini akan dirilis oleh Warner Bros Pictures di bioskop internasional mulai 18 Mei 2022 dan di Amerika Utara pada 20 Mei 2022.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Disney dan Pixar Memperkenalkan 4*Town, Boy Band Pertama dari Pixar untuk Film Turning Red

Published

on

GwiGwi.com – Menurut sutradara film Turning Red, Domee Shi, jika kamu membuat sebuah film tentang seorang anak remaja berusia 13 tahun dengan latar waktu di awal tahun 2000-an, keterlibatan boy band dalam film tersebut merupakan sebuah kewajiban. “Kami ingin karakter Mei terobsesi dengan sesuatu yang ditentang oleh ibunya,” ungkap Domee Shi. “Boy band merupakan langkah pertama anak perempuan untuk mengenal laki-laki di usia mereka. Para anggota boyband itu biasanya terlihat menawan, rapi, lemah lembut, dan mereka punya cara tersendiri untuk mendekatkan para perempuan dan sahabat-sahabat mereka. Dan menurut saya, membuat boyband animasi pasti akan sangat menarik.

Maaf Anda Melihat Iklan

Disney and Pixar’s “Turning Red” akan memperkenalkan boyband pertama Pixar, 4*Town. Para filmmakers menghubungi penyanyi dan penulis lagu pemenang GRAMMY® – Billie Eilish dan FINNEAS untuk menulis lagu bagi band tersebut. Ada tiga lagu yang diciptakan spesial untuk film ini, termasuk lagu “Nobody Like U”, yang menjadi lagu dalam trailer terbaru Turning Red. “Ketika kami mulai membicarakan Billie Eilish dan FINNEAS – bahkan sebelum mereka memenangkan Grammy – kami dapat melihat besarnya bakat dan potensi mereka,” ungkap sang produser Lindsey Collins. “Kami adalah penggemar besar mereka. Kami bertemu dengan mereka dan membicarakan ide gila ini, lalu bertanya, apakah mereka tertarik untuk menulis dan memproduksi lagu-lagu ini. Dan mereka setuju!

Album kedua Billie Eilish, “Happier Than Ever” mendominasi posisi puncak Billboard 200 di AS dan 19 negara lainnya saat pertama kali diluncurkan. Eilish juga mencetak sejarah sebagai penyanyi termuda yang memenangkan semua kategori utama di ajang GRAMMY® Awards yang ke-62. Ia menerima penghargaan sebagai artis pendatang baru terbaik, album terbaik, rekaman terbaik, lagu terbaik, dan album pop vokal terbaik.

Baca Juga:  Xiaomi Bantu Wujudkan Ide Kreatif Manfaatkan Xiaomi 11T Series, Siapkan Rp 111 Juta

FINNEAS, menjadi musisi termuda yang berhasil memenangkan kategori produser terbaik (non-klasikal) di GRAMMY®. Ia merupakan sosok luar biasa di balik berbagai lagu populer, tidak hanya untuk Billie Eilish, tetapi juga Justin Bieber, Demi Lovato, Selena Gomez, Camila Cabello, Tove Lo, Kid Cudi dan Ben Platt, serta penyanyi-penyanyi lainnya. Album pertama FINNEAS yang berjudul “Optimist” juga telah dirilis.

Komposer asal Swedia pemenang penghargaan GRAMMY®-, Oscar®- dan Emmy®- Ludwig Göransson (“Black Panther,” “The Mandalorian”) juga turut mengambil bagian dalam film “Turning Red”. “Saya adalah salah satu penggemarnya,” kata Domee Shi. “Kami sangat menyukai pribadinya yang begitu fleksibel – ia adalah seorang komposer, tetapi ia juga bisa memproduksi lagu pop. Kami yakin, ia dapat membantu kami untuk membuat suara yang unik.

Selain Rosalie Chiang dan Sandra Oh yang sebelumnya telah diumumkan sebagai pengisi suara karakter Mei dan ibunya – Ming, Orion Lee juga ikut bergabung dalam daftar pengisi suara sebagai Jin, ayah Mei, bersama Wai Ching Ho sebagai pengisi suara nenek Mei. Disney and Pixar’s “Turning Red” juga menghadirkan Ava Morse sebagai Miriam, Maitreyi Ramakrishnan sebagai Priya, dan Hyein Park sebagai Abby – para sahabat Mei, serta Jordan Fisher, Grayson Villanueva, Josh Levi, Topher Ngo, dan Finneas O’Connell sebagai pengisi suara para anggota 4*Town.

Saksikan Trailernya

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Dorama

Saksikan Drama Medis yang Mendebarkan, Tokyo MER di Disney+ Hostar

Published

on

GwiGwi.comDisney+ Hotstar hari ini mengumumkan kehadiran serial “Tokyo MER” (Mobile Emergency Room), sebuah serial drama medis yang telah tayang di Indonesia sejak 27 Oktober 2021 dan akan hadir di beberapa pasar lainnya di Asia Pasifik mulai 12 November 2021, bertepatan dengan peluncuran Disney+ di Korea dan Taiwan, serta perayaan Disney+ Hotstar Day.

Maaf Anda Melihat Iklan

Sebuah kolaborasi spesial bersama kanal siaran Jepang, TBS, “Tokyo MER” merupakan serial drama medis mendebarkan yang menceritakan persaingan antara dua dokter, yang secara tidak sengaja menemukan diri mereka terjebak dalam permainan politik yang jauh lebih besar sembari menyelamatkan nyawa para pasiennya. Serial ini mengikuti tim medis elit yang dalam kesehariannya menangani korban kecelakaan serta bencana menggunakan mobil gawat darurat yang canggih demi menyelamatkan nyawa para korban yang membutuhkan perawatan kritis sesegera mungkin.

Baca Juga:  Fakta Menarik di Balik Film Super Hero terbaru MCU Shang-Chi and The Legend of The Ten Rings

“Tokyo MER” merupakan salah satu serial drama Minggu terpopuler di TBS. Serial ini telah diluncurkan sebelumnya di Jepang dan beberapa pasar lainnya pada 27 Oktober lalu. “Tokyo MER” menampilkan aktor pemenang penghargaan Ryohei Suzuki (“Our Little Sister,” “Tokyo Tribe”), Kento Kaku (“From Today, It’s My Turn: The Movie,” “Ranma ½”), Ayami Nakajo (“Let’s Go Jets”), Nanao (“Grasshopper”), Riisa Naka (“The Girl Who Leapt Through Time”), dan Yuriko Ishida (“Princess Mononoke”).

Untuk informasi lebih lanjut mengenai “Tokyo MER” dan informasi menarik lainnya dari Disney+ Hotstar, kunjungi akun media sosial Disney+ Hotstar di Twitter @DisneyPlusID, Instagram di @DisneyPlusHotstarID, dan Facebook di Disney+ Hotstar ID.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x