Connect with us

News

Review Redmi 5 Plus Indonesia – Layar 18:9 Paling Affordable?

Published

on

[vc_row][vc_column][vc_column_text]GwiGwi.com – Xiaomi merilis Redmi 5 dan Redmi 5 Plus sebagai penantang di dunia smarpthone 18:9 atau yang banyak dikenal sebagai FullViewInfinity Display, dan lain-lainnya bulan lalu di Indonesia. Perangkat

Full screen display for everyone

Tagline Xiaomi untuk Redmi 5 dan Redmi 5 Plus.

Redmi 5 dan Redmi 5 Plus diharapkan Xiaomi bisa jadi penantang kuat terutama melawan Vivo dan Oppo di pasar Indonesia dimana kedua brand itu sebelumnya sudah pernah merilis perangkat dengan model layar serupa.

Sebelum melanjutkan reviewnya, perlu diketahui bahwa Redmi 5 dan Redmi 5 Plus dikenal juga sebagai Redmi Note 5 di India, sehingga akan sangat mungkin terdapat kerancuan dalam penamaannya. Dalam hal lain, Xiaomi juga memiliki Redmi Note 5 Pro, yang saat ini hanya dirilis di india (dan kemungkinan segera di China) yang merupakan versi paling atas dari lini atau seri Xiaomi ke-5 ini.

Perangkat Redmi 5 dan Redmi 5 Plus ini serupa dengan perangkat yang diluncurkan Xiaomi pada tahun lalu yaitu Redmi Note 4. Namun, apakah berarti Xiaomi hanya meng-copas hardware mereka tahun lalu dan hanya menggantikan layarnya saja supaya “kekinian”? Lalu, worth-it ga yah Redmi 5 atau Redmi 5 Plus ini? Silahkan baca Review Redmi 5 Plus (4GB/64GB) veri GwiGwi dibawah ini yah Gwiples!

Spesifikasi Redmi 5 dan Redmi 5 Plus

Secara garis besar, internal hardware dari Redmi 5 dan Redmi 5 Plus sangat mirip dengan pendahulunya. Sebelumnya, mari kita lihat spesifikasi lengkapnya.

Operating System MIUI 9.2 based on Android 7.1.1 Nougat
Display 5.99-inch 18:9 FHD+ (2160×1080) IPS LCD panel
403ppi pixel density
450nits maximum brightness
SoC Octa-core Qualcomm Snapdragon 625 (Redmi 5 Plus) / Snapdragon 450 (Redmi 5)
Eight Cortex A53 cores at 2.0GHz
14nm
GPU Adreno 506 with Vulkan API, OpenCL 2.0, and OpenGL ES 3.1
650MHz
RAM 2GB (Redmi 5)/3GB/4GB
Memori Penyimpanan 32GB/64GB
microSD slot up to 128GB
Kamera Belakang 12MP with 1.25um pixel size and f/2.2 lens
PDAF, LED flash
1080p video recording
Kamera Depan 5MP with LED light
1080p video recording
Beautify 3.0
Konektivitas LTE with VoLTE
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n, Bluetooth 4.1, GPS, GLONASS
Micro-USB, 3.5mm audio jack, IR blaster
Jaringan LTE: 1/3/5/40/41
GSM: 2/3/5/8
WCDMA: 1/2/5/8
Baterai 4000mAh battery (Redmi 5 Plus) / 3300mAh battery (Redmi 5)
Fast charging (5V/2A)
Fingerprint Rear fingerprint sensor
Dimensi 158.5×75.45×8.05mm
Berat 180g
Pilihan Warna Gold, Rose Gold, Blue, Black

Redmi 5 Plus – Hardware | Hardware tahun lalu tapi …

Secara jelas, Redmi 5 Plus memiliki hardware yang masih 11/12 dengan yang telah dimiliki oleh Redmi Note 4 yang sudah menjadi hits pada tahun sebelumnya. Namun demikian, Redmi 5 Plus ini (paling tidak untuk saat ini) bukanlah Redmi Note 5 yang sudah banyak menjadi rumor, atau mungkin ini adalah “rebranding” dari Redmi Note 5 karena seperti yang kita lihat di India, Redmi 5 Plus ini dinamakan Redmi Note 5, dan versi paling canggih sebagai Redmi Note 5 Pro.

Melihat dari jajaran spesifikasinya, tentunya akan lebih baik jika opsi yang dipilih adalah opsi tertinggi yang tersedia di Indonesia yaitu Redmi 5 Plus. Hal ini masih justifiable, paling tidak jika kita bahas soal Processor-nya dimana prosesor yang digunakan oleh Redmi 5 Plus terbukti sudah paling maknyus dari Xiaomi karena selama beberapa perangkat terakhir, Xiaomi selalu menggunakan Snapdragon 625 seperti yang bisa dilihat dari Redmi Note 4 (Redmi Note 4X) dan juga Xiaomi MiA1 (lihat review kita disini).

Opsi memori yang dibawa kedua varian ini pun berbeda. Redmi 5 memiliki opsi 2GB/16GB dan 3GB/32GB sedangkan Redmi 5 Plus memiliki opsi 3GB/32GB dan 4GB/64GB. Unit yang kita miliki untuk direview merupakan tipe teratas yaitu Redmi 5 Plus 4GB/64GB. Namun demikian, dampak RAM dan ROM yang dimiliki oleh Redmi 5 Plus sebenarnya tidak membuat perbedaan jauh, kecuali untuk Redmi 5 2GB/16GB yang tentunya akan sedikit “sesak” bagi kalian yang suka multitasking.

Secara garis besar, intinya smartphone ini mampu menelan banyak aplikasi yang ringan sekali hingga yang sedikit berat. Dalam uji coba ini, saya mencoba untuk memainkan salah satu game “berat” yang cukup populer seperti World of Warships. Game ini bisa berjalan dengan cukup baik dan tidak begitu mengejutkan. Snapdragon 625 sebenarnya sudah cukup menjadi barometer yang baik untuk menjadikan smartphone sebagai semi-flagship class. Walau disandingkan dengan kakaknya seperti Snapdragon 8xx Series, seri 6 dari Snapdragon mungkin bisa kalah, tapi itu kalau kita sebagai user jeli yang sangat mementingkan angka.

Multitasking-pun dapat ditelan dengan cukup baik oleh Redmi 5 Plus dan Multi-Window pun telah diikutsertakan oleh MIUI 9 untuk memberikan multitasking yang sangat menarik dimana 2 aplikasi bisa dijalankan bersamaan. Namun demikian, MIUI memiliki suatu kelemahan yang cukup fatal menurut saya yang nantinya akan dibahas pada bagian software.

Redmi 5 Plus – Software | Android Nougat dan MIUI 9 menjadi tombaknya.

Android Nougat 7.0 dan MIUI 9 menjadi tombak Redmi 5 Plus sebagai sistem operasinya. Duo Kombinasi ini sebenernya tidak terlalu baru karena Xiaomi Redmi Note 4, Note 5A, dan 5A, dan beberapa perangkat Xiaomi sebelumnya sudah mendapatkan kombinasi ini kecuali Mi A1 yang memang dikhususkan sebagai perangkat Android One yang berarti perangkat itu berbasis Android murni layaknya yang dimiliki Google Pixel.

MIUI 9 adalah salah satu update yang cukup signifikan untuk lini Xiaomi yang mendapatkannya karena salah satu fitur yang paling dinanti-nanti, yaitu multi-window akhirnya bisa dirasakan bagi pemilik perangkat Xiaomi. Namun demikian, MIUI 9 yang disuguhkan untuk Redmi 5 Plus ini pun tidak terlalu berbeda dengan apa yang sudah ada.

Hal yang paling menonjol di Redmi 5 Plus untuk MIUI 9 menurut pengamatan saya adalah pada sektor “visual”. MIUI 9 memperlihatkan tampilan yang lebih segar dan membuat turunan dari Android ini menjadi lebih unik dan menarik untuk dilihat tidak seperti smartphone yang dibuat dari China pada umumnya. Hal itu didukung juga dengan tampilan dari Redmi 5 Plus yang mengusung layar Full HD + sehingga tampilan pada layar Redmi 5 Plus ini terlihat lebih tajam dibandingkan Redmi Note 4 atau yang sederajat.

Selain itu, hal yang sangat terlihat adalah berpindahnya capacitive-navigation button dari “dagu” smartphone besutan Xiaomi pada umumnya kedalam layar. Ini tentunya sangat menarik dan disaat yang bersamaan aga annoying karena akhirnya tombol navigasi ini memakan layar yang digadang sebagai full screen display. Walau kecil, ini sedikit mengganggu. Pada perangkat besutan Samsung, Home Button walau bersifat on-screen navigation button, memiliki sebuah sistem haptic feedback dan force touch a la Apple dimana dengan memberikan sedikit tekanan, tombol kembali ke halaman utama bisa terasa tertekan tanpa perlu memunculkan navigation button. Dikarenakan Redmi 5 Plus tidak memiliki hal ini, maka tombol navigasi harus selalu ada. Yasudahlah yah, namanya juga smartphone on budget. Masa mau minta lebih harga murah. Ya ga Gwiples?

Redmi 5 Plus – Display | Full Screen Display … for everyone?

Layar yang diusung oleh Redmi 5 Plus berada di resolusi FHD+. Gampangnya, layar Redmi 5 Plus itu 5.99inci (tanggung banget yah), dan memiliki resolusi layar sebesar 2160×1080 yang berasio 18:9 dimana umumnya smartphone sebelum era 18:9 (coba jadi tahun gitu 1899 *ganyambung*), memiliki rasio 16:9 dan resolusi FHD atau Full HD pada 1920×1080 saja.

Full Screen Display ini terlihat apik apalagi dengan musimnya cinematic video yang mulai bertebaran di Youtube membuat konsumsi media video sekarang pun mulai berubah menjadi dalam rasio 18:9, dan bukan lagi 16:9 yang mulai terlihat lebih kotak.

Namun demikian, seperti yang sudah disebutkan pada bagian sebelumnya, tombol navigasi yang dipindahkan ke layar akhirnya malah memotong “halus” layar yang luas ini dalam posisi portrait. Tombol navigasi tentunya akan hilang secara otomatis saat kita bermain pada posisi landscape atau sedang nonton video di Youtube.

Redmi 5 Plus – Camera | Oke oke aja sih. Andai bisa lebih lagi …

Hal lainnya yang di push oleh Xiaomi untuk Redmi 5 dan Redmi 5 Plus adalah bagaimana kamera yang disematkan oleh Xiaomi ini bisa sekelas flagship kamera. Tentunya ini bukan cuman sekedar pernyataan, akan tetapi memang kualitas foto yang dihasilkan …. oke oke aja. Ohiya, kameranya cuman satu yah. Bukan 2 seperti MiA1.

Kenapa oke-oke aja? Karena sebenarnya untuk segi kamera sepertinya Xiaomi memang kurang bisa bersaing dengan beberapa pemangsa pasar kamera. Sebagai contoh, S8 tentunya bisa melibas Redmi 5 Plus dari segi ketajaman. Akan tetapi, tentu saja tidak apple to apple. Jadi kalau dibandingkan dengan yang sekelas, yah kamera Redmi 5 Plus tentu oke-oke saja. Not too bad, tapi tidak impresive seperti ikan yang ada di kasta atas.

Sebagai catatan, Xiaomi ternyata sedikit merubah design kameranya. Yang awalnya flushed alias masuk atau sejajar dengan bodinya untuk kamera Xiaomi seperti contohnya di Redmi Note 4, Redmi 5 Plus dan mungkin juga Redmi 5 memiliki kamera yang menonjol keluar. Artinya apa loh? Artinya kalian harus extra hati-hati apabila meletakan smartphone ini ke permukaan dengan bodi belakang yang menyentuh surface-nya. Kasar sedikit dan lensa kameranya bisa menjadi baret yang berarti bisa saja merusak hasil foto nantinya.

Perihal kamera depan, yah memang tidak ada yang terlalu wow banget. Sensornya masih sama dengan seri sebelumnya, namun ada 1 penambahan, yaitu Selfie Flashlight yang berada disebelah proximity sensorFlash-nya cukup terang, jadi buat kalian yang demen selfie selagi mungkin, nonton konser Anisong(?), ini bisa jadi selfie kamera yang cukup oke.

Redmi 5 Plus – Design | Layar kekinian … ada lagi?

Dan … kita sampai ke point terakhir untuk di review. Setelah melihat keseluruhan luar dalam dari Redmi 5 Plus, bagaimanakah design dari Redmi 5 Plus ini? Jawabannya adalah, yah tetep gitu aja. Selain dari bagian depan yang sudah dirombak untuk menjadi rumah baru dari layar fullscreen yang memang lagi trending, bagian belakangnya memang terkesan Xiaomi banget. Ini bukannya hal yang buruk. Justru bisa dibilang “better” bahkan dibandingkan smartphone lain yang salah menempatkan fingerprint sensor atau bahkan menghilangkannya. Akan tetapi, setelah dari Redmi Note 3, Note 4, dan juga seri Redmi lainnya, sepertinya dengan adanya perombakan layar depan, bagian belakang juga bisa dibuat lebih fresh.

Selain itu dari segi desing, menurut saya bagian bawah juga sudah perlu sedikit perombakan. Speaker Grill-nya memang terlihat ada 2, namun demikian, sayangnya yang berfungsi hanya sebelah kanan saja. Sepertinya yang kiri hanya dummy sama seperti yang ada di Redmi Note 4. Bagian bawah sepertinya akan lebih fungsional jika dibuat seperti Mi A1 dimana bagian tengah micro USB diganti dengan USB Type-C, dan juga adanya lubang earphone jack disebelah kiri.

Secara overall, design dari Redmi 5 Plus sudah sedikit berubah paling tidak dibagian depan agar bisa terlihat lebih apik untuk layar fullscreen-nya. Namun, beberapa bagian masih Xiaomi banget, dan walau tidak buruk, ada baiknya untuk diupgrade. Selain itu, walau layar depan yang fullscreen, sayangnya dagu dan jidat dari Redmi 5 Plus ini masih terlalu “jenong” sehingga masih terkesan bagaikan smartphone biasa dan terkadang membuat saya salah pencet kirain navigation button masih di bodi dan bukan di layar.

Redmi 5 Plus – Kesimpulan 

Jadi, intinya apa?

Redmi 5 Plus adalah salah satu smartphone budget yang lebih on-point dan worth secara harga. Dibandingkan dengan kompetitornya, Redmi 5 Plus atau Redmi 5 menjadi kandidat yang sangat lezat untuk dicaplok bagi yang sedang ingin upgrade ke “yang baru” tapi tidak mau merogoh kocek yang dalam. Jeroan yang mirip dengan Redmi Note 4 tentunya membuat Redmi 5 Plus akan memiliki reputasi yang sangat baik mengingat kemampuan Redmi Note 4 yang sudah cukup mumpuni, dan hanya berkisar di harga 2jt-an pada saat secara resmi diumumkan di Indonesia.

Namun demikian, Redmi 5 Plus dan Redmi 5 bisa saja menjadi “biasa saja” karena walau memiliki “layar kekinian”, sisahnya masih biasa saja. Sensor kamera yang dipakai sama seperti Mi A1, jeroan yang secara garis besar mirip Redmi Note 4, tidak adanya Fast Charging (mungkin untuk saat ini?), dan juga salah satu yang sangat disayangkan adalah walau Mi A1 sudah memakai port USB-C, lini Redmi masih sangat bergantung dengan micro-USB yang sudah mulai sedikit ketinggalan jaman (mungkin karena Mi A1 itu berada di seri Mi yang harusnya menjadi flagship, maka Redmi tetap mendapat versi budet). Selain itu salah satu komplain yang saya miliki adalah betapa rapatnya tombol navigasi yang membuat jempol besar saya kurang “lihai” untuk manuver diatas tombol navigasi.

Tapi tentunya Redmi 5 Plus tidak semuanya negatif. Dengan harga mulai dari 1.6 Juta untuk versi paling dasar yaitu Redmi 5 2GB/16GB, dan harga 2.699 Juta, kita akan mendapatkan otak Snapdragon 450 (Redmi 5) atau Snapdragon 625 (Redmi 5 Plus), kamera yang cukup oke dicahaya terang, body yang cukup kokoh, layar kekinian rasio 18:9 yang cukup menawan, dan juga opsi hybrid Dual-Sim | microSD-SIM yang juga sudah mendukung 4G di Indonesia.

Redmi 5 Plus – Jadi, Apakah Layak Dibeli? | Punya yah oke, kalau tidak …

Salah satu value yang saya temukan dari Redmi 5 Plus adalah kalau bisa punya yah oke, kalau tidak … yasudahlah mungkin emang belom cocok. Kenapa demikian? Secara spesifikasi, Redmi 5 Plus belum bisa dibilang sebagia “major bump” dari pendahulunya. Redmi Note 4 sudah memiliki hampir keseluruhan dari apa yang Redmi 5 Plus bisa berikan. Namun demikian, dengan logika “dagang” elektronik sesuai engko-engko Roxy, Redmi Note 4 tentunya perlahan akan mulai di phase-out atau bahasa jawanya “dipensiunkan”, membuat Redmi 5 Plus menjadi opsi terdekat (atau Redmi 5 kalau mau yang lebih affordable).

Lalu kenapa bisa dibilang belum cocok? Ada beberapa kemungkinan untuk mengapa upgrade ke Redmi 5 atau Redmi 5 Plus bisa dilewatkan. Salah satunya adalah, jika kalian pengguna Redmi Note 4, alasannya sudah seringkali disebutkan diatas yaitu upgrade-nya ga jauh-jauh amat. Selain itu, ada juga flash sale yang cukup menyulitkan untuk Gwiples agar dapat hands-on dengan perangkat ini. Selain itu, untuk mengantri di Xiaomi Official Store seperti yang saya temukan di Summarecon Mall Serpong, ada batas penjualan perangkat ini setiap harinya, dan cuman bisa didapatkan apabila kita mengantri pagi-pagi buta bahkan sebelum mall buka.

Yang terakhir, adalah kemungkinan Redmi Note 5 Pro (mungkin disebut Redmi 5 Pro kali yah kalau masuk Indonesia) untuk masuk ke Indonesia dalam waktu yang singkat nanti. Mengingat kejadian dimana Mi A1 dirilis tidak lama setelah Mi 5X dijual di pasar China sebagai perangkat MIUI sedangkan Mi A1 dirilis di Indonesia dan India dalam waktu dekat sebagai perangkat Android One. Hal ini tentunya membuat Redmi Note 5 Pro sebagai jawara dari seri Redmi 5 Xiaomi pada tahun 2018 dikarenakan adanya beberapa upgrade yang lebih signifikan.

Jadi intinya Gwiples, kalau kalian mungkin masih memegang Redmi Note 3, atau mungkin Redmi 1S kali yah biar paling jadul, Redmi 5 dan Redmi 5 Plus bakalan bikin hidup “ngelag” kalian akan menjadi lebih baik dan lebih “mewah” dengan fitur-fitur elegan yang diberikan Xiaomi di Redmi 5 Plus. Akan tetapi, bagi kalian yang memakai Redmi Note 4, mugkin ada baiknya untuk menunggu Redmi Note 5 Pro karena ini lebih disebut “beast” sedangkan adik-adiknya di seri Redmi 5 adalah trainee.

Sekian Review Redmi 5 Plus ini. Jangan sampai ketinggalan informasi, review, dan berita menarik seputar Anime, Manga, Pop Culture, Events, Teknologi, dan juga Games dengan cara subscribe ke mail-list dari GwiGwi.com.

Sampai jumpa di review berikuta, FSPlus signing out!

Mengenai Review Redmi 5 Plus

Perangkat yang direview merupakan Redmi 5 Plus 4GB/64GB yang merupakan versi teratas dari seri Redmi 5 dan dijual resmi oleh Mi Indonesia melalui PT.Erajaya dan TAM. Perangkat ini telah diuji coba untuk review ini selama kurang lebih sebulan dan yang tertulis adalah pengalaman menggunakan perangkat ini melalui point-of-view pengguna awam atau penggunaan pada umumnya.

Redmi 5 Plus ini menjalankan sistem operasi Android Nougat 7.0 dan berada dalam lingkup ROM MIUI 9 versi Indonesia yang memiliki akses untuk Google Play Store. Perangkat ini dipasangkan dengan Operator XL untuk uji cobanya dan tidak dipasangkan dengan memori penyimpanan external.

Gallery[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_gallery interval=”3″ images=”37997,37995,37993,37994,37992,37991,37990,37989,37988,37987,37986,37985,37984,37983,37982,37981,37980,37979,37978,37977,37976,37975,37974,37973,37972,37971,37970,37969,37968,37967,37966″ img_size=”full” onclick=””][/vc_column][/vc_row]

Advertisement

News

Fate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks

Published

on

Fate/grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan Oleh Cloverworks

www.gwigwi.com – Pameran Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing menghadirkan kejutan bagi para penggemar dengan merilis video pembuka yang sebelumnya hanya ditayangkan di area pameran. Video tersebut kini dapat disaksikan secara online dan menampilkan animasi berkualitas tinggi dari CloverWorks.

Video pembuka ini awalnya dibuat khusus untuk teater pembukaan pameran. Isinya merangkum perjalanan panjang para protagonis dalam Fate/Grand Order, sekaligus menghadirkan kembali sejumlah momen penting dari perjalanan mereka. Karakter Mash Kyrielight juga tampil dalam video dengan suara dari Rie Takahashi.

Keterlibatan CloverWorks bukan pertama kalinya studio tersebut mengerjakan materi animasi untuk game Fate/Grand Order. Sebelumnya, mereka juga menangani trailer khusus yang memperkenalkan update game dengan kehadiran Servant bintang lima baru, End of the World Archer.

Untuk video pembuka pameran ini, Haruka Fujita dipercaya menangani posisi sutradara, storyboard, sekaligus episode director. Sementara itu, Masayoshi Tanaka bertugas sebagai animation director.

Bagian visual lainnya ditangani oleh sejumlah staf berpengalaman. Kyoko Hara mengerjakan color design, sedangkan Ryoko Itaya bertanggung jawab sebagai art director. Posisi director of photography diisi oleh Yuya Sakuma, sementara bagian 3DCG dikerjakan oleh Capsule.

Dari sisi produksi, Yuichi Fukushima bertugas sebagai animation producer dan CloverWorks menjadi studio yang menangani keseluruhan produksi animasi.

Video tersebut semakin menarik berkat lagu “Unmei ~Hoshimi no Kairo~” yang menjadi musik pengiring. Lagu ini digubah oleh Keita Haga, kemudian diaransemen bersama Ryota Kikuchi.

Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing sendiri merupakan pameran khusus yang membawa pengunjung menyelami berbagai aspek dari perjalanan franchise Fate/Grand Order. Berbagai materi visual dan pengalaman interaktif disiapkan untuk memperlihatkan perjalanan para karakter serta dunia yang telah dibangun game tersebut selama bertahun-tahun.

Pameran ini saat ini berlangsung di Mori Arts Center Gallery, Tokyo, Jepang. Pengunjung masih dapat mendatanginya hingga 14 September 2026.

Dengan dirilisnya video pembuka secara online, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Tokyo kini tetap memiliki kesempatan untuk melihat salah satu materi eksklusif dari pameran tersebut. Kehadiran animasi CloverWorks juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan proyek animasi Fate/Grand Order.

Continue Reading

News

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

Published

on

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi Lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

www.gwigwi.com – Mantan anggota Hololive, Uruha Rushia, yang kini beraktivitas dengan nama Mikeneko, kembali menjadi perhatian komunitas setelah mengungkap langkah baru dalam aktivitas kreatifnya. Ia mulai menawarkan foto dirinya melalui sistem membership berbayar yang dikelolanya secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan setelah Mikeneko menerima sebuah hadiah pakaian dari salah satu penggemar. Ia kemudian mengenakan pakaian tersebut, melakukan sesi pemotretan, dan menjadikan hasilnya sebagai bagian dari konten eksklusif untuk anggota membership.

Konten tersebut menjadi salah satu bentuk monetisasi yang kini dapat dilakukan Mikeneko secara lebih bebas setelah menjalani aktivitas sebagai kreator independen. Berbeda dengan ketika masih berada di bawah agensi, model membership memberikan ruang bagi dirinya untuk menentukan sendiri jenis konten yang ingin ditawarkan kepada komunitas.

Kabar tersebut kemudian menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Alih-alih mendapat respons negatif, banyak penggemar justru memberikan dukungan terhadap keputusan Mikeneko untuk memperluas cara monetisasi kontennya.

Bagi sebagian penggemar, langkah tersebut menunjukkan bahwa Mikeneko memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengelola aktivitas kreatif dan menentukan bagaimana karyanya dapat dinikmati oleh pendukung.

Sistem membership sendiri memungkinkan kreator memberikan konten tambahan kepada penggemar yang berlangganan secara rutin. Model ini semakin umum digunakan oleh kreator digital karena dapat menjadi sumber pendapatan langsung sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas.

Dalam kasus Mikeneko, kehadiran konten foto eksklusif menjadi salah satu bentuk baru dari aktivitas membership tersebut. Dukungan besar dari penggemar juga menunjukkan bahwa komunitasnya masih memiliki antusiasme tinggi terhadap berbagai proyek yang ia jalankan setelah meninggalkan dunia agensi VTuber.

Mikeneko sebelumnya dikenal luas sebagai Uruha Rushia selama bergabung dengan Hololive. Setelah keluar dari agensi tersebut, ia melanjutkan aktivitas sebagai kreator independen dan tetap memiliki basis penggemar yang cukup besar.

Perubahan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi berbagai bentuk konten dan model bisnis tanpa harus mengikuti struktur produksi sebuah agensi. Membership menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas kreatifnya.

Meski begitu, konten yang ditawarkan melalui membership tetap menjadi bagian dari aktivitas kreator dan tidak selalu tersedia untuk publik secara umum. Penggemar yang tertarik dapat mengikuti kanal resmi Mikeneko untuk mengetahui jenis konten serta sistem membership yang tersedia.

Dengan semakin banyaknya kreator digital yang memanfaatkan membership sebagai sumber pendapatan, langkah Mikeneko menunjukkan bagaimana mantan talent agensi dapat membangun kembali ekosistem komunitasnya secara mandiri. Dukungan dari ribuan penggemar juga menjadi indikasi bahwa perjalanan Mikeneko sebagai kreator independen masih mendapatkan perhatian besar.

Continue Reading

Entertainment

Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup

Published

on

Akemi Id Hadirkan Dua Member Baru, Ochi Dan Mika Sebagai Bagian Dari Regenerasi Grup

www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.

Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.

Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.

Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID

Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.

Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.

Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.

Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID

Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.

Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.

Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.

Menyambut Babak Baru Akemi ID

Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.

Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.

Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.

Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.

Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending