News
Review : Xiaomi Mi A1, Android One, Dual Camera, 3jt-an. Kurang Apa Lagi?
GwiGwi.com – Setelah Samsung mengeluarkan penerus dan penghilang rasa sakit hati fans yaitu Galaxy Note 8 dengan fitur kamera dua lensa yang waw, dan juga Motorola dengan G5S Plus yang resmi masuk di Indonesia dengan fitur kamera dua lensa color+monochrome juga yang dijanjikan bisa menghasilkan kualitas yang oke, Xiaomi memboyong smartphone budget-nya yang juga mengsung Dual-Lens Camera yaitu Xiaomi Mi A1.
Xiaomi terkenal dengan budget smartphones-nya yang bisa dibilang gahar dibandingkan pesaingnya di kelas yang sama seperti Lenovo K-series, dan juga Samsung J Series. Tahun 2017 awal pun Xiaomi cukup handal dalam hal penjualan melalui Redmi Note 4 yang memang resmi masuk ke Indonesia melalui Erajaya dan juga Lazada Indonesia. Pada 5 September lalu, Xiaomi resmi meluncurkan Mi A1 sebagai petarung di kelas budget dengan fitur dua buah kamera, sebuah fitur yang mulai menjadi trending setelah iPhone memperkenalkan portrait mode yang membuat kamera smartphone bagaikan kamera DSLR dan akhirnya juga ditekankan oleh manufaktur lainnya yang juga memboyong 2 buah mata untuk smartphone mereka seperti LG G6, One Plus 5, dan juga Samsung Galaxy Note 8. Xiaomi kemudian mengumumkan kehadiran Mi A1 di beberapa negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan tentunya Indonesia dimana launchingnya sendiri di tanah air adalah pada 22 September 2017, dan penjualan perdana pada 2 Oktober 2017 melalui Mi Store di Summarecon Serpong, dan juga Summarecon Bekasi.
Namun, tentunya dengan konsep budget tidak akan bisa membawa Mi A1 ke panggung yang sangat besar. Akan tetapi ada satu langkah menarik yang diambil oleh Xiaomi untuk Mi A1 ini. Mi A1 terlahir dari kerjasama Google, sebagai perusahaan pemilik Android OS dan juga Xiaomi. Ini membuat Mi A1 masuk dalam projek Android One yang sudah lama terpendam dan bisa dibilang “gagal” pada masanya. Inilah sepertinya yang dapat menjadi taring terkuat Mi A1 dibandingkan para kompetitor.
Silahkan simak artikel dibawah untuk Review lebih dalam mengenai Mi A1 dan juga kenapa Mi A1 bisa menjadi pilihan tepat untuk yang sedang ingin upgrade ke Budget Smartphone, atau ingin mencicipi teknologi yang tergolong cukup baru tapi tidak ingin merogoh kocek hingga belasan juta rupiah.
Spesifikasi Xiaomi Mi A1
| Operating System | Android 7.1.2 Nougat |
| Layar Display | 5.5-inch IPS LCD 1920 x 1080 (403ppi) Gorilla Glass, 2.5D curved glass |
| Prosesor | Qualcomm Snapdragon 625 2.0GHz octa-core Cortex A53 14nm FinFET |
| GPU | Adreno 506 |
| RAM | 4GB |
| Penyimpanan | 64GB |
| Penyimpanan Eksternal | Ya, sampai dengan 128GB |
| Baterai | 3080mAh |
| Charger | USB-Type C |
| Kamera Belakang | Wide : 12MP wide-angle (OmniVision OV12A10) f/2.2, 1.25-micron pixels Dual tone flash, PDAF 4K@30FPSTele : 12MP telephoto (OmniVision OV13880) f/2.6, 1.1-micron pixels |
| Kamera Depan | 5MP 1080p video |
| Koneksi | Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2 IR blaster, 3.5mm jack GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou |
| Audio | 3.5mm colokan Headphone Amplifier tersendiri |
| Fitur Keamanan | Sensor sidik jari pada bagian belakang. |
| SIM | Dual SIM slot (hybrid slot) |
| Dimensi | 155.4 x 75.8 x 7.3mm 165g |
| Opsi Warna | Black, Gold, Rose Gold |
Xiaomi Mi A1 – Design | 8/10
Design dari Mi A1 tidak terlalu mencengangkan. Tidak ada fullview display ataupun infinity display yang sekarang mulai menjajal menjadi trend seperti yang dapat ditemukan pada smartphone kelas atas seperti Galaxy S8/S8+/Note 8, iPhone X, dan juga LG G6. Namun demikian, design yang diusung Mi A1 tidaklah murahan. Badannya terbalut oleh desain yang premium dan juga full metal chasis yang berarti di keseluruhan tubuhnya kecuali layar depan, terbuat dari aluminium kualitas premium, mirip dengan yang dimiliki oleh iPhone.
Selain itu, antena yang dimiliki Mi A1 tertutup rapih, melengkung dibagian atas dan dibawah atau gampangnya disebut u-shaped jadi tidak kentara terlihat seperti yang ditemukan pada lini Redmi Note dari Xiaomi. Lengkungan yang dimiliki oleh Xiaomi juga nyaman dipegang, walaupun memang hingga saat ini, saya masih sangat merasa nyaman dengan bentuk dari Galaxy S8 yang melekung. Namun demikian, Mi A1 tetap terlihat tipis dan oke banget mengingat, kembali lagi, Mi A1 jatuh di segmentasi budget.
Ketipisan yang dimiliki Mi A1 tadi memang memiliki kekurangan. Walau nyaman dipegang dan beratnya yang cukup pas di 165 gram saja, kamera yang menjadi pionir dari Mi A1 ini terlihat timbul dan memberi rasa was-was apabila bagian belakang bersentuhan langsung dengan permukaan, tanpa adanya case yang memberikan perlindungan. Namun demikian, selain rasa was-was, tonjolan kameranya tidak membuat design Mi A1 menjadi jelek.
Perlu diketahui, bahwa sebenernya Mi A1 sudah dirilis sebelumnya di China dengan nama Mi 5X dan tetap mengusung OS Android hasil racikan Xiaomi, MIUI.
Xiaomi Mi A1 – Display | 7/10
Layar yang selalu menjadi jendela antara pengguna dan juga smartphone menjadi concern utama beberapa manufaktor smartphone. Layar Mi A1 cukup baik, tapi cukup sampai disitu saja. Hasil reproduksi layar Mi A1 dalam balutan Kaca 2.5D dan juga Corning Gorilla Glass 3 sebagai perlindungannya, dalam resolusi Full HD sebesar 5.5 inci mampu menghasilkan display yang cukup baik, namun tidak memukau seperti yang dimiliki oleh AMOLED Display.
Dibawah cahaya matahari, layarnya cukup terang untungnya, dan area penglihatan dari Mi A1 pun cukup oke jadi bisa dimaklumi kenapa layar yang dipakai tidak menggunakan panel yang memang top-end seperti AMOLED.
Xiaomi Mi A1 – Hardware | 7/10
Prosesor yang diusung oleh Mi A1 adalah Qualcomm Snapdragon 625. Xiaomi sepertinya sudah sangat nyaman dengan prosesor ini karena sejak Redmi Note 4, Xiaomi selalu mengusung prosesor ini untuk kelas bawah, sedangkan untuk Mi 6 memakai SD 835, sama seperti yang digunakan oleh flagship kebanyakan. Secara spesifikasi di kertas, 625 memang cukup fleksibel dikarenakan oleh teknologi yang diusungnya yaitu 14nm FinFET yang digadang oleh Qualcomm dan juga Xiaomi sebagai proses yang kuat, namun hemat energi, seperti mana yang merupakan impian Xiaomi untuk merilis smartphone seharga 3jt-an namun mampu melewati sehari-dua hari saat lupa di charge.
RAM yang diusungnya sebesar 4GB, dan juga ROM 64GB, tanpa ada konfigurasi lain seperti 6+128, ataupun 3/32. Ini membuat Mi A1 kurang lebih setara atau sedikit lebih baik dibandingkan Redmi Note 4 dengan konfigurasi 4+64. Apakah bisa dibilang cukup? Menurut saya cukup banget. Benchmark untuk smartphone beberapa tahun terakhir terpaku pada konfiguras 4GB untuk RAM dan 64GB atau 32GB untuk ROM, dan ini sudah cukup bertahan selama 2 tahun terakhir bahkan untuk smartphone kelas atas yang memiliki konfigurasi serupa seperti Galaxy Note 5, S8, dan juga G6. Apabila kapasitas penyimpanannya kurang, slot SIM Card yang kedua dapat digunakan juga sebagai slot microSD, namun dengan mengorbankan ketersediaan SIM ke-2.
Sensor-sensor yang dimilikinya bisa dibilang cukup standard. Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2, IR blaster, 3.5mm jack, GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou telah disematkan dalam bodi ramping dari Mi A1. Namun sangat disayangkan, sesuatu NFC atau Near Field Communication tidak diikutsertakan kedalam Mi A1. Padahal, Indonesia sedang memasuki era cashless dan NFC sepertinya sangat bisa dipercaya untuk meng-handle perubahan yang sedang dialami di Indonesia.
Xiaomi juga menyematkan capacitive buttons untuk urusan navigasi Home, Recent Apps, dan juga Back. Ini merupakan ciri khas Xiaomi sejak dulu, dan sepertinya akan menetap. Menurut saya, inilah kekurangan dari Xiaomi. Capacitive Buttons dengan backlit seperti ini adalah tombol navigasi yang umum ditemukan di smartphone china, dan kebanyakan kurang menunjukan kesan premium. Seandainya Xiaomi menyematkan Home Button sebagai physical button ataupun menggunakan model navigasi yang dimiliki oleh iPhone 7 Plus yaitu Force Touch, ataupun embedded seperti yang dimiliki oleh S8 dan juga Note 8, atau opsi lainnya, On-Screen Navigation yang memang a la Google banget. Namun demikian, yang pasti navigation button ini berfungsi dengan cukup baik.
Untuk hal security, Xiaomi bergantung dengan One-Touch Fingerprint Sensor yang diletakan dibelakang ditengah atas yang menurut banyak orang “Inilah lokasi Fingerprint yang pas” *ehem Samsung*. Waktu membuka kunci menggunakan Fingerprint ini pun cukup cepat dan dari 15 kali mencoba dengan cepat, hanya 2 atau 3 kali sensor ini meleset dan tidak pernah gagal apabila menggunakan jari yang salah.
Baterai yang diusung Mi A1 adalah sebesar 3080mAh. Baterai ini 1020mAh lebih kecil dibandingkan saudaranya, Redmi Note 4 yang memiliki baterai 4100mAh. Namun demikian, karena menggunakan SD 625, saat digunakan sehari-hari untuk browsing, messaging ringan, dan juga menggunakan kameranya beserta koneksi hanya melalui WiFi, Mi A1 berhasil melewati hari hingga jam 10 malam, sejak menyala dari jam 8 pagi. Ini bukanlah hal yang buruk mengingat bahkan sekelas flagship Galaxy Note 5 pun hanya bertahan dari jam 7 pagi hingga 3 sore saat butuh mengisi baterai kembali. Namun sayang, fast charging tidak diikutsertakan, padahal mengingat penggunaan SD 625 sebagai SoC berarti Quick Charge dari Qualcomm sebenarnya bisa ikut menaikan daya guna Mi A1 dan mampu mengisi baterai dengan cepat bila dibutuhkan. Mungkin saja, saat ini masih dinonaktifkan oleh Xiaomi untuk suatu alasan. Selain itu, interface koneksi yang dipakainya menggunakan USB-C sehingga kedepannya akan lebih mudah untuk hal aksesoris mengingat sekarang banyak sekali elektronik yang sudah mengupdate menjadi USB-C.
Untuk soal body-nya, bisa dibilang cukup mirip dengan iPhone 7 atau 7 Plus, dan itu bukanlah hal yang buruk. Mi A1 nyaman digenggam, dan cukup ringan untuk dibawa-bawa. Namun, pastikan untuk menggunakan case agar tidak ada rasa takut-takut karena Aluminium milik Xiaomi terkenal cukup rentan.
Xiaomi Mi A1 – Software | 9/10
Created by Xiaomi, Powered by Google
Inilah yang menurut saya menjadi nilai jual terbesar dari Mi A1. Google Pixel 2 baru saja di announce belum lama ini, dan menyuguhkan pengalaman terbaik dari Google melalui stock android. Namun, Pixel 2 bisa diprediksi memiliki harga yang cukup tinggi. Disinilah Mi A1 bisa menunjukan taringnya. Mi A1 merupakan smartphone pertama dari Xiaomi yang tidak disematkan MIUI. Xiaomi bekerjasama dengan Google untuk menaruh Mi A1 kedalam projek Android One, yang dulu pernah diciptakan oleh Google dengan tujuan untuk memperkenalkan jutaan orang dengan Android sebagai smartphone mereka. Dengan demikian, Mi A1 memiliki pengalaman Vanilla Android yang hampir serupa dengan yang kita rasakan denga lini Nexus, ataupun Pixel. Simple-nya, kalian tidak akan menemukan bloatware, re-skin Android bagaikan iPhone KW, dan yang paling saya sukai adalah, janji Google dan Xiaomi untuk memberikan update lebih cepat dibandingkan vendor lain karena memang masih Pure Android tanpa ada campur tangan terlalu banyak dari manufaktor.
Xiaomi dan Google menjanjikan update Android 8.0 – Oreo sebelum tahun 2017 berakhir, dan juga Google sendiri menyatakan pada waktu launch di India September lalu, bahwa Mi A1 bakal jadi salah satu smartphone pertama yang akan mendapatkan update Android P bersamaan dengan Google Pixel.
Xiaomi Mi A1 – Camera | 7.5/10
Inilah juga yang diunggulkan oleh Xiami dan diagadang sebagai Flagship dual kamera. Kamera yang dimiliki Xiaomi memiliki setup Wide(Color) + Tele(Color) dan memiliki sensor 12MP untuk kedua kamera dan sensornya dibuat oleh OmniVision. Kameranya juga ditemani oleh dual-tone flash yang berfungsi untuk menghasilkan warna natural karena bukan hanya memiliki flash berwarna putih saja, tapi ada juga berwarna orange-kuning untuk menaturalisasikan warna yang dikeluarkan.
Setup inilah yang nantinya mampu membawa Mi A1 untuk memiliki kemampuan Portrait Mode dan menghasilkan foto ber-bokeh dan membuat kualitas fotonya seolah berasal dari kamera DSLR. Kedua kamera akan menangkap foto secara bersamaan, dan memprosesnya menjadi satu dimana subyek dari foto akan terlihat tajam, dan latar belakangnya menjadi blur. Ini memang bukan fitur baru di ranah smartphone. Beberapa smartphone sebelumnya sudah menjual fitur ini bersamaan dengan dual kameranya, namun kocek yang perlu dikeluarkan bisa dibilang cukup dalam dan Mi A1 mengatasinya dengan mengeluarkan smartphone dengan fitur yang sama di sekitar 1/3 atau 1/4 harga dari smartphone kelas atas itu.
Tapi, apakah hasilnya muantap? Fotonya … okedeh lumayan bagus. Dalam kondisi cahaya yang cukup baik, foto yang dihasilkan bisa sangat jerning, dan kadang mata saya sendiri tidak begitu percaya bahwa smartphone ini hanya 1/4 dari harga Galaxy Note 8 dan 1/5 dari iPhone 7 Plus. Gambar yang dihasilkan apabila dilihat dari layar Mi A1 cukup oke, dan saat dipindahkan atau diupload masih cukup joss. Memang bokeh yang dihasilkan tidak se-refine hasil dari iPhone 7 Plus, but it's okay.
Namun, kamera ini akan mulai kesulitan jika kita memasukin keadaan lowlight. Salah satu kekurangan yang saya selalu temui dari smartphone Xiaomi adalah kameranya akan cukup bergumul saat kekurangan cahaya. Flash yang dimilikinya memang sangat membantu, namun, portrait mode yang dijual oleh Xiaomi ternyata tidak bisa digunakan bersamaan dengan flash tersebut. Hasil foto akan terlihat sangat noisy dalam lowlight walaupun detail yang ditangkap masih cukup oke. Mungkin beberapa orang akan menyukai noise yang muncul sebagai filter artistik, namun, untuk fotografer, ini akan cukup mengganggu. Selain itu, kamera Mi A1 juga tidak memiliki OIS atau Optical Image Stabilization ataupun EIS atau Electronic Image Stabilization sehingga tidak jarang kita melihat foto yang sedikit blur karena pergerakan smartphone.
Selain dual kamera dan flashnya, Xiaomi juga menyematkan kamera depan yang … harusnya bisa lebih baik. Hasil foto kamera depan sangat biasa menuju kurang, dan fiturnya pun tidak begitu banyak. Namun demikian, memang Xiaomi tidak pernah mengusung AMAZING SELFIES tapi yang ditonjolkan adalah kamera belakang, dan juga smartphone yang cukup powerful dengan harga yang bersahabat untuk dompet.
Hal lain yang bisa ditemukan di Mi A1 adalah HDR. Hasil foto HDR-nya pun cukup oke, bisa memperlihatkan kontras yang cukup baik untuk foto lanskap, dan juga detail yang dikeluarkan cukup oke. Sayangnya HDR ini tidak langsung menyala pada saat membuka aplikasi kamera, jadi kalau kalian ingin menggunakannya, jangan lupa untuk menekan opsi HDR terlebih dahulu. Oh ya, selain itu HDR juga tidak bisa digunakan untuk portrait mode.
Overall, kameranya cukup oke, namun masih ada beberapa tweaks yang harus diimplementasikan oleh Xiaomi untuk membuat kamera ini menjadi lebih baik lagi. Mungkin ini bisa dilakukan melalui software update karena sepertinya bukan batasan dari hardware Mi A1.
Xiaomi Mi A1 – Kesimpulan
Mi A1 memiliki desain yang cukup baik, namun tidak waw seperti S8/S8+/Note 8 ataupun iPhone X. Penggunaannya sehari-hari cukup oke, dan dibawa sedikit berat, tenaganya bersama dengan Qualcomm Snapdragon 625 cukup mumpuni dibantu dengan RAM sebesar 4GB DDR3. Baterainya juga lumayan mampu untuk bertahan seharian walau hanya sebesar 3080mAh. Selain itu, USB-C membuat Mi A1 memiliki masa depan yang cukup baik mengingat sekarang banyak elektronik yang merubah interfacenya yang dari beragam menjadi USB3.0-Type C yang multifungsi. Displaynya yang cukup oke mampu memperlihatkan multimedia dengan baik dalam resolui Full HD dan dibawah terik matahari, masih cukup terang dan dapat digunakan dengan baik. Fingerprintnya cukup akurat, dan sensor lain yang disematkanpun sudah cukup lengkap dan mumpuni. Kamera yang dijualnya pun bisa dibilang diatas rata-rata. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan foto bokeh hasil produksi dari software dengan 2 kamera 12MP Wide(Color)+Tele(Color) membuat fitur portrait mode dari Mi A1 cukup joss.
Kelebihan lain dari Mi A1 adalah adanya campur tangan Google secara langsung dengan device ini. Mi 5X yang di rebrand menjadi Mi A1 memiliki kesempatan untuk bersaing dengan budget smartphone lainnya melalui kerjasama ini dimana hampir bisa dipastikan bahwa smartphone ini bakal dapat update paling tidak untuk 2 update kedepan yaitu Oreo dan Android P. Selain itu, karena softwarenya yang bersifat Pure Android membuat Mi A1 cukup responsif karena tidak adanya bloatware yang membuat smartphone ini terlalu sesak. Simple-nya, Mi A1 cocok untuk yang ingin merasakan smartphone dengan cita-cita Google, namun tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Terlebih lagi, Google Photos memberikan unlimited storage sebagai penyimpanan cloud untuk foto-foto #bokehlicious dari Mi A1.
Namun demikian, Mi A1 bukan 100% Perfect. Tidak adanya NFC di jaman sekarang dimana Indonesia sedang berubah menjadi negara yang “butuh NFC” membuat future-proofing dari Mi A1 sedikit kurang. Selain itu, saingan dari Mi A1, Moto G5S Plus, memiliki NFC dan juga Water-Resistance yang membuat Mi A1 terkesan “kok masih gitu-gitu aja” karena 2 fitur tadi sudah menjadi kewajiban. Fast charging juga tidak diikutsertakan yang membuat effort untuk mengisi daya menjadi lebih besar dan menunggu cukup lama.
Selain itu, masih banyak adjustment yang harus dibuat untuk menyempurnakan hasil fotonya. Di kondisi lowlight, Xiaomi Mi A1 masih sangat struggling sehingga karya fotonya dimalam hari tidak begitu berkesan.
Xiaomi Mi A1 – Jadi, Apakah Layak Dibeli? | IYA PAKE BANGET!
Kalau Gwiples ingin upgrade smartphone kalian yang sudah jadul, mungkin sudah berusia lebih dari 3 tahun, tapi belum ada budget terlalu tinggi atau memang tidak ingin merogoh kocek sampe harus membuat bolong dompet dan juga tabungan di Bank, mungkin Mi A1 bisa menjadi pilihan yang sangat cocok. Desainnya yang cukup premium, nyaman dipegang, dan bisa bikin gaya kalian sedikit upgrade mungkin adalah salah satu pilihan yang tepat. Kameranya juga cukup oke, dan kalian bisa merasakan update instagram dengan foto-foto kece bokeh bagaikan menggunakan smartphone di harga 8jt-keatas. Dengan harga segini-pun kalian dapat merasakan Android sebagai mana mestinya, dan tidak perlu takut untuk tidak bisa update dan merasakan fitur Android terbaru, karena Mi A1 adalah device Android One.
Smartphone ini tentunya akan sedikit tidak cocok bagi kalian yang memang sudah pernah menggunakan kelas atas flagship seperti iPhone 7 Plus ataupun Galaxy S8. Tapi tentunya itu tidak membandingkan apple-to-apple sehingga sepertinya Mi A1 memang bukan ditargetkan untuk pengguna kelas atas seperti itu.
Sebagai alternatif, masih ada smartphone yang memiliki fitur serupa seperti Motorola G5S Plus, Lenovo K8, Galaxy J7+, dan lainnya. Namun demikian, tiap alternatif memiliki plus-minus tersendiri dan tidak ada yang perfect, tetapi Mi A1 adalah salah satu smartphone budget dengan fitur melimpah dan juga pengalaman Android yang lebih bersih.
Gimana kalau menurut kalian Gwiples? Apakah Mi A1 will be the one? Atau kalian masih mau menunggu apabila ada Android One lainnya yang akan meluncur?
Sekian review dari Mi A1 kali ini, sampai jumpa di review berikutnya!
fsp out!
News
Siap Mengguncang Musim Panas! VTuber NIJISANJI EN “BY THE BEAT” Rilis Single Digital Kedua “MERORI” dalam Dua Bahasa
www.gwigwi.com –
Unit VTuber pria beranggotakan empat orang di bawah naungan proyek NIJISANJI EN (ANYCOLOR Inc.), BY THE BEAT, bersiap kembali menggebrak industri musik global. Bekerja sama dengan Virgin Music (label musik Jepang di bawah Universal Music G.K.), BY THE BEAT akan merilis single digital kedua mereka bertajuk “MERORI” pada Jumat, 31 Juli 2026 JST untuk versi bahasa Inggris, diikuti versi bahasa Jepang bertajuk “Boku ni Mero-ri” pada Rabu, 5 Agustus 2026 JST.
Proyek ambisius ini dirancang khusus untuk menemani musim panas para penggemar di seluruh dunia dengan dance track yang melodis, energik, dan candu.
Kolaborasi Musisi Hits dan Koreografer Ternama
Untuk memastikan single ini menjadi killer track, BY THE BEAT menggandeng produser musik papan atas, MUTEKI DEAD SNAKE, yang bertanggung jawab atas penulisan lirik dan komposisi lagu. MUTEKI DEAD SNAKE dikenal lewat karya-karya hitnya untuk grup idola papan atas seperti Snow Man (“Charisma Max”) dan M!LK (“I Love You So Much I'm Destroyed!”).
Lagu “MERORI” mengusung melodi pop adiktif yang dipadukan dengan sentuhan musik Latin. Menghadirkan hook yang sangat membekas di telinga—“Boku ni Mero Mero Mero Mero ri”—lagu ini sukses menggambarkan keseruan dan euforia dari sebuah pesta kolam renang di malam musim panas (summer night pool party).
Tak hanya dari segi audio, visual dance untuk lagu ini pun dipastikan akan memukau. Koreografi versi penuhnya digarap langsung oleh Getz, koreografer ternama yang sering terlibat dalam berbagai proyek anime, game, VTuber, dan kolaborasi artis besar.
Kampanye Interaktif Bersama Penggemar Global
Sebelum lagu ini resmi diproduksi, BY THE BEAT telah melibatkan penggemar secara langsung lewat kampanye media sosial pada bulan April lalu. Mereka mengajak fans dari dalam dan luar Jepang untuk mengirimkan ide “kalimat yang ingin mereka dengar dari BY THE BEAT di pesta kolam renang malam hari”. Antusiasme yang tinggi ini berhasil membangun hype dan menghidupkan dunia (worldview) dari lagu ini jauh sebelum perilisannya.
Intip Cuplikannya Lebih Awal di Media Sosial!
Bagi para penggemar yang sudah tidak sabar, potongan singkat (short clips) dari versi Inggris dan Jepang sudah resmi tersedia di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts sejak Minggu, 19 Juli 2026 pukul 00:00 JST.
Catatan untuk Fans:
Klip animasi dance yang menampilkan maskot resmi grup kini sudah bisa diunduh di kanal YouTube dan media sosial resmi BY THE BEAT. Penggemar diajak untuk mencoba Twist Dance yang ikonik dan menggunakan audio resmi ini untuk konten buatan pengguna (UGC) mereka.
Langkah Ambisius BY THE BEAT Selanjutnya
Setelah sukses dengan single debut mereka, “Double Vision,” perilisan “MERORI” dalam dua versi bahasa ini mempertegas komitmen BY THE BEAT untuk terus mendobrak batas sebagai musisi global sekaligus VTuber yang terhubung erat dengan fans di seluruh dunia.
Bersiaplah untuk berdansa dan biarkan musim panas Anda diwarnai oleh pesona melodis dari BY THE BEAT!
“MERORI” TikTok Audio Link:
https://www.tiktok.com/share/
“Boku ni Merori” TikTok Audio Link:
https://www.tiktok.com/share/
2nd Digital Single “MERORI” *English-language track
Release Date: Friday, July 31, 2026 JST
Pre-add / Pre-save: :https://BY-THE-BEAT.lnk.to/
2nd Digital Single “Boku ni Merori” *Japanese-language track
Release Date: Wednesday, August 5, 2026 JST
Pre-add / Pre-save:https://BY-THE-BEAT.
News
ASUS Republic of Gamers Umumkan Ketersediaan Monitor Gaming ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM Tandem RGB OLED
www.gwigwi.com – ASUS Republic of Gamers (ROG) mengumumkan ketersediaan monitor gaming ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM yang masing-masing dilengkapi teknologi 4K true Tandem RGB OLED. Hadirkan teknologi panel flagship ke pengaturan enthusiast, PG27UCWM (26,5 inci) dan PG32UCWM (31,5 inci) mengintegrasikan teknologi true RGB Stripe OLED dengan lapisan TrueBlack Glossy™ dan Dual Mode (4K@240Hz / FHD@480Hz) untuk menyuguhkan keseimbangan terbaik antara ketepatan dan kecepatan. Teknologi efisiensi daya GaNFET inovatif dan peningkatan fitur OLED Care Pro berfungsi untuk memperpanjang masa pakai panel, sementara dukungan Dolby Vision ®, standar VESA ® DisplayHDR™ 400 True Black, dan konektivitas UHBR20 DisplayPort™ 2.1A membuat kedua monitor ini siap untuk game HDR yang paling intensif.
True Tandem RGB OLED
Kedua monitor hadir dengan panel 4K true Tandem RGB OLED dengan lapisan Glossy TrueBlack eksklusif untuk menampilkan visual super tajam dan warna yang sangat akurat. Teknologi True RGB Stripe OLED menghilangkan subpiksel putih yang seringkali ditemukan pada panel WOLED standar. Hasilnya, tepian teks terlihat jelas dan reproduksi warna menjadi lebih akurat dengan peningkatan volume hingga 27%, meski dalam pencahayaan puncak. Fleksibilitas fitur Dual Mode memudahkan gamer berganti antara visual memukau dari 4K@240Hz dan aksi super responsif dari FHD@480Hz. Selain itu, response time 0,03ms super cepat menghilangkan ghosting dan motion blur pada game bergerak cepat.
Dirancang tahan lama
Desain power supply menggunakan teknologi GaNFET Inovatif untuk mengoptimalkan pembuangan panas dan efisiensi daya, sehingga panas berkurang hampir 35% dan suhu ventilasi turun 10%. Kemampuan tersebut membuat OLED lebih tahan lama dengan performa lebih andal dibandingkan monitor OLED tanpa GaNFET Inovatif sebelumnya. Di sisi lain, peningkatan fitur OLED Care Pro melindungi panel lebih jauh, dengan pembaruan teknologi Neo Proximity Sensor yang menawarkan fitur penyesuaian Motion Sensitivity serta kustomisasi timer Auto Away. Lima opsi level Motion Sensitivity menyuguhkan peningkatan akurasi deteksi sekaligus sangat berguna bagi gamer yang fokus pada permainannya. Timer Auto Away dapat diatur dari rentang 1-15 menit, kemudian saat waktu berakhir layar akan menampilkan background image secara otomatis. Semua fitur OLED Care Pro dapat diatur dengan mudah melalui aplikasi ASUS DisplayWidget Center eksklusif melalui mouse.
HDR dan akurasi warna kelas profesional
ROG Swift OLED PG27UCWM dan PG32UCWM dirancang untuk gaming HDR yang sangat realistis melalui Dolby Vision, standar VESA DisplayHDR 400 True Black, gamut 99% DCI-P3, warna true 10-bit, dan akurasi warna Delta E<2. Secara bersamaan, fitur tersebut menghasilkan kualitas hitam yang pekat, highlight yang jernih, dan akurasi warna yang nyata pada game dan konten visual.
Kontrol AI agent-ready
Dengan ASUS Display Control CLI dan Agent Skill bawaan, pengguna dapat meminta AI agent untuk menanyakan dan menyesuaikan pengaturan monitor yang didukung melalui bahasa sehari-hari. Satu permintaan dapat melibatkan beberapa pengaturan di satu atau lebih monitor ASUS yang kompatibel. Misalnya, agent AI dapat menjadwalkan layar agar lebih cerah di pagi hari dengan level brightness lebih tinggi, color temperature 6500K, Gamma 2.2, dan Blue Light Filter mati. Agent AI ini juga dapat mengatur profil malam dengan kecerahan lebih rendah, color temperature 4000K, dan peningkatan Blue Light Filter supaya pandangan lebih nyaman sebelum tidur. Untuk tugas dengan warna intensif, satu permintaan pada Agent AI dapat mengatur mode sRGB, color temperature 6500K, Gamma 2.2, Uniform Brightness, dan level brightness yang nyaman. Untuk game kompetitif, Agent AI bisa mengganti layar ke mode FHD@480Hz, lalu mengaktifkan mode FPS dan OLED Anti-Flicker, serta menyesuaikan kecerahan yang disukai pengguna. CLI menjalankan perintah kontrol monitor secara lokal di workstation, sementara Agent AI mengubah maksud pengguna menjadi urutan tindakan yang memungkinkan.
Konektivitas masa depan
Kedua monitor menawarkan konektivitas yang komprehensif agar kompatibel dengan hardware generasi berikutnya. Beberapa opsi koneksi adalah DisplayPort 2.1a UHBR20 dengan full bandwidth 80Gbps, HDMI ® 2.1, dan USB-C ® dengan Power Delivery 90-watt untuk koneksi dengan satu kabel ke laptop yang kompatibel.
Ketersediaan & Harga
Silakan menghubungi perwakilan ASUS setempat terkait ketersedian barang dan harga.
News
Rayakan Ulang Ulang Tahun ke-20 Persona 3, SEGA Rilis Video Musik Spesial dan Diskon Besar-besaran!
www.gwigwi.com – www.gwigwi.com – SEGA dan ATLUS secara resmi merayakan hari jadi yang ke-20 untuk salah satu game RPG paling berpengaruh dalam sejarah industri game, Persona 3. Franchise ini terus membuktikan popularitasnya yang tak lekang oleh waktu, di mana versi remake modernnya, Persona 3 Reload, tercatat telah sukses terjual lebih dari 3 juta kopi di seluruh dunia.
Untuk menandai pencapaian bersejarah ini, SEGA menyuguhkan serangkaian kejutan spesial bagi para penggemar, mulai dari peluncuran ilustrasi peringatan dari desainer karakter orisinalnya, Shigenori Soejima, hingga perilisan video musik (music video) bertajuk “Persona 3: 20th Anniversary Remix”.

Rayakan Ulang Ulang Tahun Ke 20 Persona 3, Sega Rilis Video Musik Spesial Dan Diskon Besar Besaran!
Kolaborasi Kreatif Video Musik “Persona 3: 20th Anniversary Remix”
Video musik yang baru saja diluncurkan ini mengombinasikan aransemen musik chill garapan DJ VaVa (dari kru hip-hop Jepang ternama Creative Drug Store) dengan visual pixel art retro estetik karya sutradara seni Motocross Saito. Video musik ini dirancang untuk membawa para penggemar bernostalgia dan merasakan atmosfer unik dunia Persona 3, baik saat sedang belajar, bekerja, maupun bersantai.
Menariknya, aransemen lagu perayaan ini juga menghadirkan kejutan besar di mana musisi legendaris seri Persona, Lotus Juice, turut turun tangan langsung merekam vokal baru (brand-new vocals) khusus untuk proyek ini.
Pixel artist Motocross Saito mengungkapkan kebahagiaannya dalam menggarap proyek ini. “Ini adalah kehormatan besar bisa merayakan ulang tahun ke-20 Persona 3 sekaligus ulang tahun ke-2 Persona 3 Reload. Tim pengembang dan saya bekerja erat untuk menangkap detail-detail terkecil agar fans merasa masuk kembali ke dunia game tersebut,” ungkapnya, seraya menambahkan bahwa ia sangat senang mendapat kesempatan menggambar Koromaru, karakter anjing favoritnya di game tersebut.
Proyek video musik yang emosional ini disutradarai oleh Arito Chida, yang sukses menerjemahkan kecintaan mendalam para kreator dan tim ATLUS terhadap warisan Persona 3 menjadi sebuah karya audio visual yang memukau.
Diskon 50% Persona 3 Reload di PlayStation Store
Sebagai bagian dari festival perayaan ini, SEGA juga memberikan penawaran terbatas bagi para gamer yang belum sempat mencicipi keseruan Persona 3 Reload. Untuk waktu terbatas, versi Standard Edition dari game ini mendapatkan potongan harga sebesar 50% di PlayStation Store.
-
Periode Promo: 10 Juli (pukul 23.00) hingga 29 Juli 2026 (pukul 22.59 WIB).
-
Platform: PlayStation®4 dan PlayStation®5.
Gamer juga dapat mengunduh versi demo gratis terlebih dahulu, dan nantinya seluruh data progres permainan (save data) bisa langsung ditransfer ke dalam versi game penuh saat dibeli.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!


















