Connect with us

News

Review : Xiaomi Mi A1, Android One, Dual Camera, 3jt-an. Kurang Apa Lagi?

Published

on

GwiGwi.com – Setelah Samsung mengeluarkan penerus dan penghilang rasa sakit hati fans yaitu Galaxy Note 8 dengan fitur kamera dua lensa yang waw, dan juga Motorola dengan G5S Plus yang resmi masuk di Indonesia dengan fitur kamera dua lensa color+monochrome juga yang dijanjikan bisa menghasilkan kualitas yang oke, Xiaomi memboyong smartphone budget-nya yang juga mengsung Dual-Lens Camera yaitu Xiaomi Mi A1.

Xiaomi terkenal dengan budget smartphones-nya yang bisa dibilang gahar dibandingkan pesaingnya di kelas yang sama seperti Lenovo K-series, dan juga Samsung J Series. Tahun 2017 awal pun Xiaomi cukup handal dalam hal penjualan melalui Redmi Note 4 yang memang resmi masuk ke Indonesia melalui Erajaya dan juga Lazada Indonesia. Pada 5 September lalu, Xiaomi resmi meluncurkan Mi A1 sebagai petarung di kelas budget dengan fitur dua buah kamera, sebuah fitur yang mulai menjadi trending setelah iPhone memperkenalkan portrait mode yang membuat kamera smartphone bagaikan kamera DSLR dan akhirnya juga ditekankan oleh manufaktur lainnya yang juga memboyong 2 buah mata untuk smartphone mereka seperti LG G6One Plus 5, dan juga Samsung Galaxy Note 8. Xiaomi kemudian mengumumkan kehadiran Mi A1 di beberapa negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan tentunya Indonesia dimana launchingnya sendiri di tanah air adalah pada 22 September 2017, dan penjualan perdana pada 2 Oktober 2017 melalui Mi Store di Summarecon Serpong, dan juga Summarecon Bekasi.

Namun, tentunya dengan konsep budget tidak akan bisa membawa Mi A1 ke panggung yang sangat besar. Akan tetapi ada satu langkah menarik yang diambil oleh Xiaomi untuk Mi A1 ini. Mi A1 terlahir dari kerjasama Google, sebagai perusahaan pemilik Android OS dan juga Xiaomi. Ini membuat Mi A1 masuk dalam projek Android One yang sudah lama terpendam dan bisa dibilang “gagal” pada masanya. Inilah sepertinya yang dapat menjadi taring terkuat Mi A1 dibandingkan para kompetitor.

Silahkan simak artikel dibawah untuk Review lebih dalam mengenai Mi A1 dan juga kenapa Mi A1 bisa menjadi pilihan tepat untuk yang sedang ingin upgrade ke Budget Smartphone, atau ingin mencicipi teknologi yang tergolong cukup baru tapi tidak ingin merogoh kocek hingga belasan juta rupiah.

Spesifikasi Xiaomi Mi A1

Operating System Android 7.1.2 Nougat
Layar Display 5.5-inch IPS LCD 1920 x 1080 (403ppi)
Gorilla Glass, 2.5D curved glass
Prosesor Qualcomm Snapdragon 625
2.0GHz octa-core Cortex A53
14nm FinFET
GPU Adreno 506
RAM 4GB
Penyimpanan 64GB
Penyimpanan Eksternal Ya, sampai dengan 128GB
Baterai 3080mAh
Charger USB-Type C
Kamera Belakang Wide : 12MP wide-angle (OmniVision OV12A10) f/2.2, 1.25-micron pixels
Dual tone flash, PDAF
4K@30FPSTele : 12MP telephoto (OmniVision OV13880) f/2.6, 1.1-micron pixels
Kamera Depan 5MP
1080p video
Koneksi Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2
IR blaster, 3.5mm jack
GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou
Audio 3.5mm colokan Headphone
Amplifier tersendiri
Fitur Keamanan Sensor sidik jari pada bagian belakang.
SIM Dual SIM slot (hybrid slot)
Dimensi 155.4 x 75.8 x 7.3mm
165g
Opsi Warna Black, Gold, Rose Gold

Xiaomi Mi A1 – Design | 8/10

Design dari Mi A1 tidak terlalu mencengangkan. Tidak ada fullview display ataupun infinity display yang sekarang mulai menjajal menjadi trend seperti yang dapat ditemukan pada smartphone kelas atas seperti Galaxy S8/S8+/Note 8iPhone X, dan juga LG G6. Namun demikian, design yang diusung Mi A1 tidaklah murahan. Badannya terbalut oleh desain yang premium dan juga full metal chasis yang berarti di keseluruhan tubuhnya kecuali layar depan, terbuat dari aluminium kualitas premium, mirip dengan yang dimiliki oleh iPhone.

Selain itu, antena yang dimiliki Mi A1 tertutup rapih, melengkung dibagian atas dan dibawah atau gampangnya disebut u-shaped jadi tidak kentara terlihat seperti yang ditemukan pada lini Redmi Note dari Xiaomi. Lengkungan yang dimiliki oleh Xiaomi juga nyaman dipegang, walaupun memang hingga saat ini, saya masih sangat merasa nyaman dengan bentuk dari Galaxy S8 yang melekung. Namun demikian, Mi A1 tetap terlihat tipis dan oke banget mengingat, kembali lagi, Mi A1 jatuh di segmentasi budget.

This slideshow requires JavaScript.

Ketipisan yang dimiliki Mi A1 tadi memang memiliki kekurangan. Walau nyaman dipegang dan beratnya yang cukup pas di 165 gram saja, kamera yang menjadi pionir dari Mi A1 ini terlihat timbul dan memberi rasa was-was apabila bagian belakang bersentuhan langsung dengan permukaan, tanpa adanya case yang memberikan perlindungan. Namun demikian, selain rasa was-was, tonjolan kameranya tidak membuat design Mi A1 menjadi jelek.

Perlu diketahui, bahwa sebenernya Mi A1 sudah dirilis sebelumnya di China dengan nama Mi 5X dan tetap mengusung OS Android hasil racikan Xiaomi, MIUI.

Xiaomi Mi A1 – Display | 7/10

Layar yang selalu menjadi jendela antara pengguna dan juga smartphone menjadi concern utama beberapa manufaktor smartphone. Layar Mi A1 cukup baik, tapi cukup sampai disitu saja. Hasil reproduksi layar Mi A1 dalam balutan Kaca 2.5D dan juga Corning Gorilla Glass 3 sebagai perlindungannya, dalam resolusi Full HD sebesar 5.5 inci mampu menghasilkan display yang cukup baik, namun tidak memukau seperti yang dimiliki oleh AMOLED Display.

Dibawah cahaya matahari, layarnya cukup terang untungnya, dan area penglihatan dari Mi A1 pun cukup oke jadi bisa dimaklumi kenapa layar yang dipakai tidak menggunakan panel yang memang top-end seperti AMOLED.

Xiaomi Mi A1 – Hardware | 7/10

Prosesor yang diusung oleh Mi A1 adalah Qualcomm Snapdragon 625. Xiaomi sepertinya sudah sangat nyaman dengan prosesor ini karena sejak Redmi Note 4, Xiaomi selalu mengusung prosesor ini untuk kelas bawah, sedangkan untuk Mi 6 memakai SD 835, sama seperti yang digunakan oleh flagship kebanyakan. Secara spesifikasi di kertas, 625 memang cukup fleksibel dikarenakan oleh teknologi yang diusungnya yaitu 14nm FinFET yang digadang oleh Qualcomm dan juga Xiaomi sebagai proses yang kuat, namun hemat energi, seperti mana yang merupakan impian Xiaomi untuk merilis smartphone seharga 3jt-an namun mampu melewati sehari-dua hari saat lupa di charge.

RAM yang diusungnya sebesar 4GB, dan juga ROM 64GB, tanpa ada konfigurasi lain seperti 6+128, ataupun 3/32. Ini membuat Mi A1 kurang lebih setara atau sedikit lebih baik dibandingkan Redmi Note 4 dengan konfigurasi 4+64. Apakah bisa dibilang cukup? Menurut saya cukup banget. Benchmark untuk smartphone beberapa tahun terakhir terpaku pada konfiguras 4GB untuk RAM dan 64GB atau 32GB untuk ROM, dan ini sudah cukup bertahan selama 2 tahun terakhir bahkan untuk smartphone kelas atas yang memiliki konfigurasi serupa seperti Galaxy Note 5, S8, dan juga G6. Apabila kapasitas penyimpanannya kurang, slot SIM Card yang kedua dapat digunakan juga sebagai slot microSD, namun dengan mengorbankan ketersediaan SIM ke-2.

Sensor-sensor yang dimilikinya bisa dibilang cukup standard. Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2, IR blaster, 3.5mm jack, GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou telah disematkan dalam bodi ramping dari Mi A1. Namun sangat disayangkan, sesuatu NFC atau Near Field Communication tidak diikutsertakan kedalam Mi A1. Padahal, Indonesia sedang memasuki era cashless dan NFC sepertinya sangat bisa dipercaya untuk meng-handle perubahan yang sedang dialami di Indonesia.

Xiaomi juga menyematkan capacitive buttons untuk urusan navigasi Home, Recent Apps, dan juga Back. Ini merupakan ciri khas Xiaomi sejak dulu, dan sepertinya akan menetap. Menurut saya, inilah kekurangan dari Xiaomi. Capacitive Buttons dengan backlit seperti ini adalah tombol navigasi yang umum ditemukan di smartphone china, dan kebanyakan kurang menunjukan kesan premium. Seandainya Xiaomi menyematkan Home Button sebagai physical button ataupun menggunakan model navigasi yang dimiliki oleh iPhone 7 Plus yaitu Force Touch, ataupun embedded seperti yang dimiliki oleh S8 dan juga Note 8, atau opsi lainnya, On-Screen Navigation yang memang a la Google banget. Namun demikian, yang pasti navigation button ini berfungsi dengan cukup baik.

Untuk hal security, Xiaomi bergantung dengan One-Touch Fingerprint Sensor yang diletakan dibelakang ditengah atas yang menurut banyak orang “Inilah lokasi Fingerprint yang pas” *ehem Samsung*. Waktu membuka kunci menggunakan Fingerprint ini pun cukup cepat dan dari 15 kali mencoba dengan cepat, hanya 2 atau 3 kali sensor ini meleset dan tidak pernah gagal apabila menggunakan jari yang salah.

Baterai yang diusung Mi A1  adalah sebesar 3080mAh. Baterai ini 1020mAh lebih kecil dibandingkan saudaranya, Redmi Note 4 yang memiliki baterai 4100mAh. Namun demikian, karena menggunakan SD 625, saat digunakan sehari-hari untuk browsingmessaging ringan, dan juga menggunakan kameranya beserta koneksi hanya melalui WiFi, Mi A1 berhasil melewati hari hingga jam 10 malam, sejak menyala dari jam 8 pagi. Ini bukanlah hal yang buruk mengingat bahkan sekelas flagship Galaxy Note 5 pun hanya bertahan dari jam 7 pagi hingga 3 sore saat butuh mengisi baterai kembali. Namun sayang, fast charging tidak diikutsertakan, padahal mengingat penggunaan SD 625 sebagai SoC berarti Quick Charge dari Qualcomm sebenarnya bisa ikut menaikan daya guna Mi A1 dan mampu mengisi baterai dengan cepat bila dibutuhkan. Mungkin saja, saat ini masih dinonaktifkan oleh Xiaomi untuk suatu alasan. Selain itu, interface koneksi yang dipakainya menggunakan USB-C sehingga kedepannya akan lebih mudah untuk hal aksesoris mengingat sekarang banyak sekali elektronik yang sudah mengupdate menjadi USB-C.

Untuk soal body-nya, bisa dibilang cukup mirip dengan iPhone 7 atau 7 Plus, dan itu bukanlah hal yang buruk. Mi A1 nyaman digenggam, dan cukup ringan untuk dibawa-bawa. Namun, pastikan untuk menggunakan case agar tidak ada rasa takut-takut karena Aluminium milik Xiaomi terkenal cukup rentan.

Baca Juga:  Realme 5 dan Realme 5 Pro Akan Segera Hadir Secara Resmi Ke Indonesia! Berikut Spesifikasi dan Harganya

Xiaomi Mi A1 – Software | 9/10

Created by Xiaomi, Powered by Google

Inilah yang menurut saya menjadi nilai jual terbesar dari Mi A1. Google Pixel 2 baru saja di announce belum lama ini, dan menyuguhkan pengalaman terbaik dari Google melalui stock android. Namun, Pixel 2 bisa diprediksi memiliki harga yang cukup tinggi. Disinilah Mi A1 bisa menunjukan taringnya. Mi A1 merupakan smartphone pertama dari Xiaomi yang tidak disematkan MIUI. Xiaomi bekerjasama dengan Google untuk menaruh Mi A1 kedalam projek Android One, yang dulu pernah diciptakan oleh Google dengan tujuan untuk memperkenalkan jutaan orang dengan Android sebagai smartphone mereka. Dengan demikian, Mi A1 memiliki pengalaman Vanilla Android yang hampir serupa dengan yang kita rasakan denga lini Nexus, ataupun Pixel. Simple-nya, kalian tidak akan menemukan bloatwarere-skin Android bagaikan iPhone KW, dan yang paling saya sukai adalah, janji Google dan Xiaomi untuk memberikan update lebih cepat dibandingkan vendor lain karena memang masih Pure Android tanpa ada campur tangan terlalu banyak dari manufaktor.

Xiaomi dan Google menjanjikan update Android 8.0 – Oreo sebelum tahun 2017 berakhir, dan juga Google sendiri menyatakan pada waktu launch di India September lalu, bahwa Mi A1 bakal jadi salah satu smartphone pertama yang akan mendapatkan update Android P bersamaan dengan Google Pixel.

Xiaomi Mi A1 – Camera | 7.5/10

Inilah juga yang diunggulkan oleh Xiami dan diagadang sebagai Flagship dual kamera. Kamera yang dimiliki Xiaomi memiliki setup Wide(Color) + Tele(Color) dan memiliki sensor 12MP untuk kedua kamera dan sensornya dibuat oleh OmniVision. Kameranya juga ditemani oleh dual-tone flash yang berfungsi untuk menghasilkan warna natural karena bukan hanya memiliki flash berwarna putih saja, tapi ada juga berwarna orange-kuning untuk menaturalisasikan warna yang dikeluarkan.

Setup inilah yang nantinya mampu membawa Mi A1 untuk memiliki kemampuan Portrait Mode dan menghasilkan foto ber-bokeh dan membuat kualitas fotonya seolah berasal dari kamera DSLR. Kedua kamera akan menangkap foto secara bersamaan, dan memprosesnya menjadi satu dimana subyek dari foto akan terlihat tajam, dan latar belakangnya menjadi blur. Ini memang bukan fitur baru di ranah smartphone. Beberapa smartphone sebelumnya sudah menjual fitur ini bersamaan dengan dual kameranya, namun kocek yang perlu dikeluarkan bisa dibilang cukup dalam dan Mi A1 mengatasinya dengan mengeluarkan smartphone dengan fitur yang sama di sekitar 1/3 atau 1/4 harga dari smartphone kelas atas itu.

Tapi, apakah hasilnya muantap? Fotonya … okedeh lumayan bagus. Dalam kondisi cahaya yang cukup baik, foto yang dihasilkan bisa sangat jerning, dan kadang mata saya sendiri tidak begitu percaya bahwa smartphone ini hanya 1/4 dari harga Galaxy Note 8 dan 1/5 dari iPhone 7 Plus. Gambar yang dihasilkan apabila dilihat dari layar Mi A1 cukup oke, dan saat dipindahkan atau diupload masih cukup joss. Memang bokeh yang dihasilkan tidak se-refine hasil dari iPhone 7 Plus, but it’s okay.

This slideshow requires JavaScript.

Namun, kamera ini akan mulai kesulitan jika kita memasukin keadaan lowlight. Salah satu kekurangan yang saya selalu temui dari smartphone Xiaomi adalah kameranya akan cukup bergumul saat kekurangan cahaya. Flash yang dimilikinya memang sangat membantu, namun, portrait mode yang dijual oleh Xiaomi ternyata tidak bisa digunakan bersamaan dengan flash tersebut. Hasil foto akan terlihat sangat noisy dalam lowlight walaupun detail yang ditangkap masih cukup oke. Mungkin beberapa orang akan menyukai noise yang muncul sebagai filter artistik, namun, untuk fotografer, ini akan cukup mengganggu. Selain itu, kamera Mi A1 juga tidak memiliki OIS atau Optical Image Stabilization ataupun EIS atau Electronic Image Stabilization sehingga tidak jarang kita melihat foto yang sedikit blur karena pergerakan smartphone.

This slideshow requires JavaScript.

Selain dual kamera dan flashnya, Xiaomi juga menyematkan kamera depan yang … harusnya bisa lebih baik. Hasil foto kamera depan sangat biasa menuju kurang, dan fiturnya pun tidak begitu banyak. Namun demikian, memang Xiaomi tidak pernah mengusung AMAZING SELFIES tapi yang ditonjolkan adalah kamera belakang, dan juga smartphone yang cukup powerful dengan harga yang bersahabat untuk dompet.

Hasil HDR - Mi A1

Hasil HDR – Mi A1

Hal lain yang bisa ditemukan di Mi A1 adalah HDR. Hasil foto HDR-nya pun cukup oke, bisa memperlihatkan kontras yang cukup baik untuk foto lanskap, dan juga detail yang dikeluarkan cukup oke. Sayangnya HDR ini tidak langsung menyala pada saat membuka aplikasi kamera, jadi kalau kalian ingin menggunakannya, jangan lupa untuk menekan opsi HDR terlebih dahulu. Oh ya, selain itu HDR juga tidak bisa digunakan untuk portrait mode.

Overall, kameranya cukup oke, namun masih ada beberapa tweaks yang harus diimplementasikan oleh Xiaomi untuk membuat kamera ini menjadi lebih baik lagi. Mungkin ini bisa dilakukan melalui software update karena sepertinya bukan batasan dari hardware Mi A1.

Xiaomi Mi A1 – Kesimpulan

Mi A1 memiliki desain yang cukup baik, namun tidak waw seperti S8/S8+/Note 8 ataupun iPhone X. Penggunaannya sehari-hari cukup oke, dan dibawa sedikit berat, tenaganya bersama dengan Qualcomm Snapdragon 625 cukup mumpuni dibantu dengan RAM sebesar 4GB DDR3. Baterainya juga lumayan mampu untuk bertahan seharian walau hanya sebesar 3080mAh. Selain itu, USB-C membuat Mi A1 memiliki masa depan yang cukup baik mengingat sekarang banyak elektronik yang merubah interfacenya yang dari beragam  menjadi USB3.0-Type C yang multifungsi. Displaynya yang cukup oke mampu memperlihatkan multimedia dengan baik dalam resolui Full HD dan dibawah terik matahari, masih cukup terang dan dapat digunakan dengan baik. Fingerprintnya cukup akurat, dan sensor lain yang disematkanpun sudah cukup lengkap dan mumpuni. Kamera yang dijualnya pun bisa dibilang diatas rata-rata. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan foto bokeh hasil produksi dari software dengan 2 kamera 12MP Wide(Color)+Tele(Color) membuat fitur portrait mode dari Mi A1 cukup joss.

Kelebihan lain dari Mi A1 adalah adanya campur tangan Google secara langsung dengan device ini. Mi 5X yang di rebrand menjadi Mi A1 memiliki kesempatan untuk bersaing dengan budget smartphone lainnya melalui kerjasama ini dimana hampir bisa dipastikan bahwa smartphone ini bakal dapat update paling tidak untuk 2 update kedepan yaitu Oreo dan Android P. Selain itu, karena softwarenya yang bersifat Pure Android membuat Mi A1 cukup responsif karena tidak adanya bloatware yang membuat smartphone ini terlalu sesak. Simple-nya, Mi A1 cocok untuk yang ingin merasakan smartphone dengan cita-cita Google, namun tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Terlebih lagi, Google Photos memberikan unlimited storage sebagai penyimpanan cloud untuk foto-foto #bokehlicious dari Mi A1.

Namun demikian, Mi A1 bukan 100% Perfect. Tidak adanya NFC di jaman sekarang dimana Indonesia sedang berubah menjadi negara yang “butuh NFC” membuat future-proofing dari Mi A1 sedikit kurang. Selain itu, saingan dari Mi A1, Moto G5S Plus, memiliki NFC dan juga Water-Resistance yang membuat Mi A1 terkesan “kok masih gitu-gitu aja” karena 2 fitur tadi sudah menjadi kewajiban. Fast charging juga tidak diikutsertakan yang membuat effort untuk mengisi daya menjadi lebih besar dan menunggu cukup lama.

Selain itu, masih banyak adjustment yang harus dibuat untuk menyempurnakan hasil fotonya. Di kondisi lowlight, Xiaomi Mi A1 masih sangat struggling sehingga karya fotonya dimalam hari tidak begitu berkesan.

Xiaomi Mi A1 – Jadi, Apakah Layak Dibeli? | IYA PAKE BANGET!

Kalau Gwiples ingin upgrade smartphone kalian yang sudah jadul, mungkin sudah berusia lebih dari 3 tahun, tapi belum ada budget terlalu tinggi atau memang tidak ingin merogoh kocek sampe harus membuat bolong dompet dan juga tabungan di Bank, mungkin Mi A1 bisa menjadi pilihan yang sangat cocok. Desainnya yang cukup premium, nyaman dipegang, dan bisa bikin gaya kalian sedikit upgrade mungkin adalah salah satu pilihan yang tepat. Kameranya juga cukup oke, dan kalian bisa merasakan update instagram dengan foto-foto kece bokeh bagaikan menggunakan smartphone di harga 8jt-keatas. Dengan harga segini-pun kalian dapat merasakan Android sebagai mana mestinya, dan tidak perlu takut untuk tidak bisa update dan merasakan fitur Android terbaru, karena Mi A1 adalah device Android One.

Smartphone ini tentunya akan sedikit tidak cocok bagi kalian yang memang sudah pernah menggunakan kelas atas flagship seperti iPhone 7 Plus ataupun Galaxy S8. Tapi tentunya itu tidak membandingkan apple-to-apple sehingga sepertinya Mi A1 memang bukan ditargetkan untuk pengguna kelas atas seperti itu.

Sebagai alternatif, masih ada smartphone yang memiliki fitur serupa seperti Motorola G5S Plus, Lenovo K8, Galaxy J7+, dan lainnya. Namun demikian, tiap alternatif memiliki plus-minus tersendiri dan tidak ada yang perfect, tetapi Mi A1 adalah salah satu smartphone budget dengan fitur melimpah dan juga pengalaman Android yang lebih bersih.

Gimana kalau menurut kalian Gwiples? Apakah Mi A1 will be the one? Atau kalian masih mau menunggu apabila ada Android One lainnya yang akan meluncur?

Sekian review dari Mi A1 kali ini, sampai jumpa di review berikutnya!

fsp out!

  • 8/10
    Design - 8/10
  • 7/10
    Display - 7/10
  • 7/10
    Hardware - 7/10
  • 9/10
    Software - 9/10
  • 7.5/10
    Kamera - 7.5/10
7.7/10

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: fsp@giwgwi.com.

Berita Anime & Manga

Selain Pocari Sweat, GO-JEK dan Bukalapak Pun Punya Animasi!

Published

on

By

GwiGwi.com – Pocari Sweat belum lama ini membuat suatu TVC atau TV Commercial yang cukup menarik dengan judul Bintang SMA. Namun demikian, ternyata bukan hanya Pocari Sweat saja loh yang punya Iklan Animasi a-la Makoto Shinkai, namun ternyata ada juga untuk GO-JEK, aplikasi transportasi online paling populer karya anak bangsa, dan juga BUKALAPAK, yang merupakan salah satu e-commerce asli karya anak bangsa yang cukup terkenal. Seperti apa animasi tersebut?

Walau memang bukan official melainkan karya dari studio lokal di Indonesia yaitu Renaria Animation (facebook) yang ternyata merupakan studio pembuat Web Series Animation, Musik, dan juga Komik. Pada tahun 2017 lalu, studio ini membuat sebuah animasi untuk GO-JEK (makanya masih menggunakan logo lama), dengan style yang cukup indah layaknya karya dari Makoto Shinkai yang baru-baru ini filmnya ditayangkan di Indonesia dengan judul Weathering with You atau Tenki no Ko. Dengan lighting dan art-design dari dunia “GO-JEK” dalam animasi berjudul Little Things ini seakan membuat kita melihat GO-JEK dan Indonesia dari perspektif yang berbeda bak berada dalam sebuah film karya Shinkai sendiri.



Animasi tersebut dibuat dalam rangka campaign kompetisi pembuatan film oleh GO-JEK yang dilakukan pada tahun 2016 lalu, dan ternyata juga diselenggarakan pada tahun 2017 Silam dengan tema Hidup Tanpa Batas.Jun-D selaku animator tunggal dari video ini mengerjakan videonya selama 1 Bulan, dengan waktu 8 jam perharinya. Ia juga menulis sendiri script serta musiknya dilansir dari AkibaNation

Baca Juga:  Selamat Datang iPhone 11 dan iPhone 11 Pro. Berikut Spesifikasi dan Harganya di Indonesia!

Selain GO-JEK, Renaria Animation juga pernah membuat video untuk BUKALAPAK pada kompetisi #FESTIVALIKLANBUKALAPAK yang dipublikasikan pada 22 Oktober 2016 silam. Style-nya pun juga mengisahkan sebuah relasi unik antara “pengantar barang” yang bisa menjadi pahlawan karena semua dimulai oleh hal kecil.



Karya anak bangsa terutama dalam dunia animasi terkadang masih kurang tersorot. Namun demikian, serupa seperti Studio Game, sebenarnya Indonesia memiliki beberapa studio berkualitas yang bahkan sudah sempat membantu studio-studio animasi ternama seperti DisneyKyoto Animation, dan juga A1 Studio. Namun demikian, memang terkadang “animasi” masih terlalu erat dengan audiens anak-anak sehingga terlihat kurang menjanjikan dan kurang berkembang.

Bintang SMA sendiri merupakan iklan TV dari perusahaan pembuat minuman Isotonik asal Jepang yang sudah sangat terkenal yaitu Pocari Sweat dimana perusahaan utamanya adalah Otsuka. Iklan ini ditujukan sebagai “opening” dari Ajang Pencarian Bakat atau Kompetisi Talent Show untuk memperlihatkan bahwa aktif sudah harus dimulai sedari muda. Talent Show yang berbasis online ini sendiri melibatkan talenta-talenta muda berbakat di Indonesia seperti Tasya Farasya, Rendy Pandugo, Ernest Prakarsa, Zee Zee Shahab, dan Gading Marten.

Youtube Renaria Animation: https://www.youtube.com/channel/UCf4MqOM5LP2p3_y0Hq85D_Q

Facebook Renaria Animation: https://www.facebook.com/renariaanimation/

 

Continue Reading

Event

Review Comifuro 13, Acara 2x Setahun Yang Jadi Penutup “COMIKET” Indonesia 2019

Published

on

By

GwiGwi.com – Acara 2x setahun yaitu Comifuro 13 sudah diselenggarakan minggu lalu sejak tanggal 7 September 2019 hingga 8 September 2019. Acara ini memang selalu menjadi perhatian terutama dengan adanya penjualan doujinshi, ganci, dan berbagai macam merchandise buatan para kreator di Indonesia seputar Pop Culture. Berikut adalah review saya sebagai wibu, yang sudah mulai jarang menghadiri event.

Comifuro 13 adalah salah satu event “hijrah wibu” terbesar di Indonesia selain berbagai event lainnya di bulan Agustus hingga November nanti. Event yang diselenggarakan di Balai Kartini Jakarta ini memang selalu pada dipenuhi para penggiat Pop Culture mulai dari Penikmat ringan, hingga para fans garis keras berbagai macam konten Pop Culture di Indonesia. Sedikit perubahan yang saya rasakan adalah mulai banyaknya konten budaya pop yang bukan lagi jejepangan 100%. Berbagai konten baik dalam dan luar negri pun mulai berkembang seperti adanya konten-konten kreasi para kreator yang berhubungan dengan Idola K-POP mereka seperti BTSBlackpinkITZY, dan sebagainya. Selain itu ada juga konten-konten berbasis game western seperti Mobile LegendsPUBG, dan sebagainya.

Walau demikian, memang event ini tidak akan pernah terlepas dari fokus utama kontennya seperti lomba Karaoke lagu-lagu J-POP, hadirnya Kyou Hobby Shop sebagai salah satu “Seller Khilafan”, dan segudang kegiatan J-POP lainnya. Selain itu tetap mayoritas, para kreator menjajakan dagangannya yang berisi beragam fandom konten J-POP seperti Games, Anime, Manga, Webtoon, dan sebagainya. Untuk soal harga pun beragam mulai dari 1000 rupiah, hingga ratusan ribu. Harga tersebut diberikan untuk berbagai merchandise seperti Ganci, Stiker, Poster Fanart, Artbook, hingga Komik Doujinshi. Dan seperti biasa, urusan artworknya ada yang family friendly, ada juga yang sedikit “menunjukan konten dewasa”.

Selain itu, yang tak kalah cetar disini adalah kehadiran para Cosplayer Indonesia yang ngga kalah ingin unjuk gigi disini. Walau tidak ada lomba spesifik urusan Cosplay, banyak Cosplayer yang hadir untuk sekedar having-fun hingga memang hadir untuk bertemu sapa, serta difoto oleh para Kameko. Cosplayer-cosplayer ini pun tidak kalah kece dengan event-event besar lainnya karena ada juga yang hadir dengan peralatan “perang” lengkap sesuai dengan karakternya. Beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah beberapa cosplayer mulai andil berani untuk hadir menggunakan costume karakter mereka yang lebih “terbuka”. Ini bukanlah sesuatu yang jelek karena menurut saya ini adalah tanda perkembangan Cosplayer di Indonesia, yang mulai menjadi jauh lebih baik dan tidak ingin kalah dengan Cosplayer dari Luar Negri. Walau ini event ini bisa dibilang masih dalam taraf Lokal dan belum booming seperti event-event berbasis Pop Culture lainnya di Indonesia. I give a big thumbs up for those brave cosplayers.

Overall Comifuro memang selalu menjadi salah satu event yang bisa dibilang melengkapi pengalaman wibu di Indonesia. Hal ini ditunjukan oleh keseriusan para panitia untuk memberikan pengalaman a-la Comiket di Indonesia. Walau banyak event lain yang memang memiliki target serupa, so far bagi saya hanya Comifuro yang mendekati kemiripannya. Ini ditunjukan dari merchandise yang dijual oleh para kreator berbasis booth tiap tahunnya seperti yang bisa dilihat dari Creator’s Corner di Comiket. Untuk urusan attendees pun mulai menarik terutama soal cosplayer dan kamekonya karena kita mulai melihat upgrade di kedua sisi dimana Cosplayer terlihat lebih berani dan lebih serius, dan para kameko pun mulai terlihat lebih profesional.

Baca Juga:  Selamat Datang iPhone 11 dan iPhone 11 Pro. Berikut Spesifikasi dan Harganya di Indonesia!

Namun demikian, event ini masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah mudahnya terjadi pencurian seperti adanya drama soal kamera yang dibawa oleh orang yang tidak di kenal di Venue event, dan juga ada soal kemampuan kapasitas Balai Kartini yang mulai sedikit aga “sempit” melawan pertumbuhan jumlah para pengunjung event yang setiap tahunnya semakin banyak.

Overall, menurut saya, Comifuro 13, is another successful Comifuro. Ada banyak hal yang dapat diimprove lagi, namun demikian bagi saya ini sudah cukup oke. Memang sudah mulai tersebar rumor bahwa Comifuro mungkin akan berpindah venue seperti trend yang mulai terjadi sejak 2019, dimana beberapa event memang memutuskan untuk hiatus sementara antara karena sedang mencari venue baru, atau memang ada restruktur dari event tersebut. But, if next year Comifuro returns, I’ll be glad to attend it once again.

Kurang lebih sekian dulu review event kali ini. Jika kalian penasaran lebih lanjut tentang Cosplayer event tersebut bisa langsung follow Facebook Page FSPlus (Facebook) dan Youtube GwiGwi (Youtube Link) karena nantinya di Page Pribadi saya akan ada update foto-foto Cosplayer serta video CMV di Youtube kita.

Gallery Comifuro 13

Continue Reading

News

Realme 5 dan Realme 5 Pro Akan Segera Hadir Secara Resmi Ke Indonesia! Berikut Spesifikasi dan Harganya

Published

on

By

GwiGwi.com – Realme Indonesia kembali mengumumkan bahwa perangkat teranyar mereka yaitu Realme 5 dan Realme 5 Pro akan segera diluncurkan di Indonesia. Setelah sukses di India, tentunya ini menjadi langkah baru era smartphone bagi anak muda di Indonesia dengan mengusung tagline “Leap to Quad Camera” Realme menjanjikan pengalaman fotografi layaknya profesional melalui perangkat Realme 5 dan Realme 5 Pro dengan setup 4 buah kamera nantinya.

Realme 5 series sendiri akan melanjutkan kesuksesan seri realme 3 series yang berhasil terjual dengan laris di Indonesia. Realme 5 dan Realme 5 Pro akan menjadi tolok ukur baru dalam mobile photographydan menghadirkan pengalaman layaknya pro saat mengambil foto. Di sektor kinerja, realme 5 Pro akan menjadi Quad Camera SpeedMaster di kelasnya untuk pemrosesan gambar & bermain game. Di sektor besaran baterai, realme 5 disebut sebagai Quad Camera PowerHero dan didukung oleh shipset hemat daya dari Qualcomm.

“Tak lama setelah diluncurkan di India, realme 5 dan realme 5 Pro dengan cepat menjadi produk terlaris dan diterima dengan baik oleh pasar. Sekarang, waktunya telah tiba dan kami dengan bangga mengumumkan bahwa kami akan meluncurkan realme 5 Series di Indonesia. Sebagai produk awal dari Leap to Quad Camera, kami percaya dengan spesifikasi dan harga yang kompetitif, realme 5 dan realme 5 Pro akan sukses besar setelah diluncurkan di pasar Indonesia karena seri ini akan menawarkan kepada anak muda di Indonesia pilihan smartphone dengan fitur kamera terbaik,” kata Josef Wang – Marketing Director realme SEA.

realme 5 dan realme 5 Pro menghadirkan konfigurasi quad camera, sebuah peningkatan besar dari realme 3 Series. realme 5 Pro memiliki pengaturan quad camera di bagian belakang yang terdiri dari sensor Sony IMX586 48MP, di samping kamera sudut lebar 8MP dan dua sensor 2MP untuk fotografi makro dan depth sensing.realme 5 Pro ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 712 AIE yang membawa peningkatan kinerja 10% dan peningkatan grafis 35% dibandingkan Snapdragon 710. realme 5 Pro juga membawa teknologi 20W VOOC Flash Charge 3.0, yang menggunakan teknologi rendah tegangan dan pengisian arus tinggi untuk mencegah pemanasan saat mengisi daya. realme 5 Pro juga akan menawarkan kapasitas ROM yang sangat besar dengan 2 pilihan konfigurasi memori; 4GB+128GB & 8GB+128GB yang dapat menyimpan ribuan foto hasil dari Quad Camera SpeedMaster realme 5 Pro.

Baca Juga:  Realme 5 dan Realme 5 Pro Akan Segera Hadir Secara Resmi Ke Indonesia! Berikut Spesifikasi dan Harganya

realme 5 terasa memberikan upgrade yang lebih besar dibandingkan dengan realme 3 dari sisi kapasitas baterai dan kamera. Smartphone ini dilengkapi dengan baterai besar, konfigurasi empat kamera dan prosesor berkinerja cepat di kelasnya. Pengaturan quad camera termasuk kamera utama dengan sensor 12MP dengan aperture f/1.8, dan lensa lainnya juga memiliki konfigurasi yang sama dengan realme 5 Pro. Kamera belakang realme 5 juga mendukung mode Nightscape, Chroma Boost dan HDR. realme 5 ditenagai oleh chipset Snapdragon 665 AIE octa-core 2.0GHz dengan proses produksi 11nm. Upgrade besar lain dari realme 5 adalah baterai besar 5.000mAh yang memungkinkan untuk bertahan lama hanya dengan sekali pengisian daya.

Mulai Pre-order realme 5 Pro pada 16 September 2019

Jadi, untuk anak muda di Indonesia, bersiaplah karena jajaran produk Leap to Quad Camera akan datang ke Indonesia sebentar lagi. Anda dapat mengunjungi toko offline terdekat untuk melakukan pemesanan pada 16 September dengan cashback Rp 100.000 dan Anda dapat mengambil realme 5 Pro Anda pada 21 September.

Untuk pengguna setia Lazada, mulai hari ini Anda bisa mengatur pengingat di link berikut iniagar tidak ketinggalan flash sale tanggal 19 September pukul 19:00 WIB dan mendapatkan voucher cashback Rp 100.000 untuk pembeli realme 5 series.

realme juga menyediakan program pembelian produknya secara cicilan di aplikasi Akulaku dengan penawaran DP 0% untuk pembelian realme 5 series tanggal 19 September. Buka aplikasi Akulaku dan temukan toko reami realme Indonesia untuk informasi lebih lanjut.

Untuk informasi lengkapnya tentang realme 5 series, Anda dapat mengunjungi situs realme di https://www.realme.com/id/.

Perangkat terakhir sebelum Realme 5 dan Realme 5 Pro yang sudah dirilis oleh Realme adalah Realme X dan perangkat tersebut juga sudah berhasil merebut perhatian pasar dengan kualitas yang sangat baik beserta layar full display yang tidak banyak kita temukan di perangkat dengan rentan harga yang sama.

Continue Reading
Advertisement SGCC 2019
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending