Connect with us

News

Review : Xiaomi Mi A1, Android One, Dual Camera, 3jt-an. Kurang Apa Lagi?

Published

on

GwiGwi.com – Setelah Samsung mengeluarkan penerus dan penghilang rasa sakit hati fans yaitu Galaxy Note 8 dengan fitur kamera dua lensa yang waw, dan juga Motorola dengan G5S Plus yang resmi masuk di Indonesia dengan fitur kamera dua lensa color+monochrome juga yang dijanjikan bisa menghasilkan kualitas yang oke, Xiaomi memboyong smartphone budget-nya yang juga mengsung Dual-Lens Camera yaitu Xiaomi Mi A1.

Maaf Anda Melihat Iklan

Xiaomi terkenal dengan budget smartphones-nya yang bisa dibilang gahar dibandingkan pesaingnya di kelas yang sama seperti Lenovo K-series, dan juga Samsung J Series. Tahun 2017 awal pun Xiaomi cukup handal dalam hal penjualan melalui Redmi Note 4 yang memang resmi masuk ke Indonesia melalui Erajaya dan juga Lazada Indonesia. Pada 5 September lalu, Xiaomi resmi meluncurkan Mi A1 sebagai petarung di kelas budget dengan fitur dua buah kamera, sebuah fitur yang mulai menjadi trending setelah iPhone memperkenalkan portrait mode yang membuat kamera smartphone bagaikan kamera DSLR dan akhirnya juga ditekankan oleh manufaktur lainnya yang juga memboyong 2 buah mata untuk smartphone mereka seperti LG G6One Plus 5, dan juga Samsung Galaxy Note 8. Xiaomi kemudian mengumumkan kehadiran Mi A1 di beberapa negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan tentunya Indonesia dimana launchingnya sendiri di tanah air adalah pada 22 September 2017, dan penjualan perdana pada 2 Oktober 2017 melalui Mi Store di Summarecon Serpong, dan juga Summarecon Bekasi.

Namun, tentunya dengan konsep budget tidak akan bisa membawa Mi A1 ke panggung yang sangat besar. Akan tetapi ada satu langkah menarik yang diambil oleh Xiaomi untuk Mi A1 ini. Mi A1 terlahir dari kerjasama Google, sebagai perusahaan pemilik Android OS dan juga Xiaomi. Ini membuat Mi A1 masuk dalam projek Android One yang sudah lama terpendam dan bisa dibilang “gagal” pada masanya. Inilah sepertinya yang dapat menjadi taring terkuat Mi A1 dibandingkan para kompetitor.

Silahkan simak artikel dibawah untuk Review lebih dalam mengenai Mi A1 dan juga kenapa Mi A1 bisa menjadi pilihan tepat untuk yang sedang ingin upgrade ke Budget Smartphone, atau ingin mencicipi teknologi yang tergolong cukup baru tapi tidak ingin merogoh kocek hingga belasan juta rupiah.

Spesifikasi Xiaomi Mi A1

Operating System Android 7.1.2 Nougat
Layar Display 5.5-inch IPS LCD 1920 x 1080 (403ppi)
Gorilla Glass, 2.5D curved glass
Prosesor Qualcomm Snapdragon 625
2.0GHz octa-core Cortex A53
14nm FinFET
GPU Adreno 506
RAM 4GB
Penyimpanan 64GB
Penyimpanan Eksternal Ya, sampai dengan 128GB
Baterai 3080mAh
Charger USB-Type C
Kamera Belakang Wide : 12MP wide-angle (OmniVision OV12A10) f/2.2, 1.25-micron pixels
Dual tone flash, PDAF
[email protected] : 12MP telephoto (OmniVision OV13880) f/2.6, 1.1-micron pixels
Kamera Depan 5MP
1080p video
Koneksi Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2
IR blaster, 3.5mm jack
GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou
Audio 3.5mm colokan Headphone
Amplifier tersendiri
Fitur Keamanan Sensor sidik jari pada bagian belakang.
SIM Dual SIM slot (hybrid slot)
Dimensi 155.4 x 75.8 x 7.3mm
165g
Opsi Warna Black, Gold, Rose Gold

Xiaomi Mi A1 – Design | 8/10

Design dari Mi A1 tidak terlalu mencengangkan. Tidak ada fullview display ataupun infinity display yang sekarang mulai menjajal menjadi trend seperti yang dapat ditemukan pada smartphone kelas atas seperti Galaxy S8/S8+/Note 8iPhone X, dan juga LG G6. Namun demikian, design yang diusung Mi A1 tidaklah murahan. Badannya terbalut oleh desain yang premium dan juga full metal chasis yang berarti di keseluruhan tubuhnya kecuali layar depan, terbuat dari aluminium kualitas premium, mirip dengan yang dimiliki oleh iPhone.

Selain itu, antena yang dimiliki Mi A1 tertutup rapih, melengkung dibagian atas dan dibawah atau gampangnya disebut u-shaped jadi tidak kentara terlihat seperti yang ditemukan pada lini Redmi Note dari Xiaomi. Lengkungan yang dimiliki oleh Xiaomi juga nyaman dipegang, walaupun memang hingga saat ini, saya masih sangat merasa nyaman dengan bentuk dari Galaxy S8 yang melekung. Namun demikian, Mi A1 tetap terlihat tipis dan oke banget mengingat, kembali lagi, Mi A1 jatuh di segmentasi budget.

This slideshow requires JavaScript.

Ketipisan yang dimiliki Mi A1 tadi memang memiliki kekurangan. Walau nyaman dipegang dan beratnya yang cukup pas di 165 gram saja, kamera yang menjadi pionir dari Mi A1 ini terlihat timbul dan memberi rasa was-was apabila bagian belakang bersentuhan langsung dengan permukaan, tanpa adanya case yang memberikan perlindungan. Namun demikian, selain rasa was-was, tonjolan kameranya tidak membuat design Mi A1 menjadi jelek.

Perlu diketahui, bahwa sebenernya Mi A1 sudah dirilis sebelumnya di China dengan nama Mi 5X dan tetap mengusung OS Android hasil racikan Xiaomi, MIUI.

Xiaomi Mi A1 – Display | 7/10

Layar yang selalu menjadi jendela antara pengguna dan juga smartphone menjadi concern utama beberapa manufaktor smartphone. Layar Mi A1 cukup baik, tapi cukup sampai disitu saja. Hasil reproduksi layar Mi A1 dalam balutan Kaca 2.5D dan juga Corning Gorilla Glass 3 sebagai perlindungannya, dalam resolusi Full HD sebesar 5.5 inci mampu menghasilkan display yang cukup baik, namun tidak memukau seperti yang dimiliki oleh AMOLED Display.

Dibawah cahaya matahari, layarnya cukup terang untungnya, dan area penglihatan dari Mi A1 pun cukup oke jadi bisa dimaklumi kenapa layar yang dipakai tidak menggunakan panel yang memang top-end seperti AMOLED.

Xiaomi Mi A1 – Hardware | 7/10

Prosesor yang diusung oleh Mi A1 adalah Qualcomm Snapdragon 625. Xiaomi sepertinya sudah sangat nyaman dengan prosesor ini karena sejak Redmi Note 4, Xiaomi selalu mengusung prosesor ini untuk kelas bawah, sedangkan untuk Mi 6 memakai SD 835, sama seperti yang digunakan oleh flagship kebanyakan. Secara spesifikasi di kertas, 625 memang cukup fleksibel dikarenakan oleh teknologi yang diusungnya yaitu 14nm FinFET yang digadang oleh Qualcomm dan juga Xiaomi sebagai proses yang kuat, namun hemat energi, seperti mana yang merupakan impian Xiaomi untuk merilis smartphone seharga 3jt-an namun mampu melewati sehari-dua hari saat lupa di charge.

RAM yang diusungnya sebesar 4GB, dan juga ROM 64GB, tanpa ada konfigurasi lain seperti 6+128, ataupun 3/32. Ini membuat Mi A1 kurang lebih setara atau sedikit lebih baik dibandingkan Redmi Note 4 dengan konfigurasi 4+64. Apakah bisa dibilang cukup? Menurut saya cukup banget. Benchmark untuk smartphone beberapa tahun terakhir terpaku pada konfiguras 4GB untuk RAM dan 64GB atau 32GB untuk ROM, dan ini sudah cukup bertahan selama 2 tahun terakhir bahkan untuk smartphone kelas atas yang memiliki konfigurasi serupa seperti Galaxy Note 5, S8, dan juga G6. Apabila kapasitas penyimpanannya kurang, slot SIM Card yang kedua dapat digunakan juga sebagai slot microSD, namun dengan mengorbankan ketersediaan SIM ke-2.

Sensor-sensor yang dimilikinya bisa dibilang cukup standard. Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2, IR blaster, 3.5mm jack, GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou telah disematkan dalam bodi ramping dari Mi A1. Namun sangat disayangkan, sesuatu NFC atau Near Field Communication tidak diikutsertakan kedalam Mi A1. Padahal, Indonesia sedang memasuki era cashless dan NFC sepertinya sangat bisa dipercaya untuk meng-handle perubahan yang sedang dialami di Indonesia.

Xiaomi juga menyematkan capacitive buttons untuk urusan navigasi Home, Recent Apps, dan juga Back. Ini merupakan ciri khas Xiaomi sejak dulu, dan sepertinya akan menetap. Menurut saya, inilah kekurangan dari Xiaomi. Capacitive Buttons dengan backlit seperti ini adalah tombol navigasi yang umum ditemukan di smartphone china, dan kebanyakan kurang menunjukan kesan premium. Seandainya Xiaomi menyematkan Home Button sebagai physical button ataupun menggunakan model navigasi yang dimiliki oleh iPhone 7 Plus yaitu Force Touch, ataupun embedded seperti yang dimiliki oleh S8 dan juga Note 8, atau opsi lainnya, On-Screen Navigation yang memang a la Google banget. Namun demikian, yang pasti navigation button ini berfungsi dengan cukup baik.

Untuk hal security, Xiaomi bergantung dengan One-Touch Fingerprint Sensor yang diletakan dibelakang ditengah atas yang menurut banyak orang “Inilah lokasi Fingerprint yang pas” *ehem Samsung*. Waktu membuka kunci menggunakan Fingerprint ini pun cukup cepat dan dari 15 kali mencoba dengan cepat, hanya 2 atau 3 kali sensor ini meleset dan tidak pernah gagal apabila menggunakan jari yang salah.

Baterai yang diusung Mi A1  adalah sebesar 3080mAh. Baterai ini 1020mAh lebih kecil dibandingkan saudaranya, Redmi Note 4 yang memiliki baterai 4100mAh. Namun demikian, karena menggunakan SD 625, saat digunakan sehari-hari untuk browsingmessaging ringan, dan juga menggunakan kameranya beserta koneksi hanya melalui WiFi, Mi A1 berhasil melewati hari hingga jam 10 malam, sejak menyala dari jam 8 pagi. Ini bukanlah hal yang buruk mengingat bahkan sekelas flagship Galaxy Note 5 pun hanya bertahan dari jam 7 pagi hingga 3 sore saat butuh mengisi baterai kembali. Namun sayang, fast charging tidak diikutsertakan, padahal mengingat penggunaan SD 625 sebagai SoC berarti Quick Charge dari Qualcomm sebenarnya bisa ikut menaikan daya guna Mi A1 dan mampu mengisi baterai dengan cepat bila dibutuhkan. Mungkin saja, saat ini masih dinonaktifkan oleh Xiaomi untuk suatu alasan. Selain itu, interface koneksi yang dipakainya menggunakan USB-C sehingga kedepannya akan lebih mudah untuk hal aksesoris mengingat sekarang banyak sekali elektronik yang sudah mengupdate menjadi USB-C.

Untuk soal body-nya, bisa dibilang cukup mirip dengan iPhone 7 atau 7 Plus, dan itu bukanlah hal yang buruk. Mi A1 nyaman digenggam, dan cukup ringan untuk dibawa-bawa. Namun, pastikan untuk menggunakan case agar tidak ada rasa takut-takut karena Aluminium milik Xiaomi terkenal cukup rentan.

Baca Juga:  Xiaomi Gelar Fashion Show Padukan Teknologi dan Lifestyle untuk Perkenalkan Smartphone Tertipis dan Stylish Mi 11 Lite

Xiaomi Mi A1 – Software | 9/10

Created by Xiaomi, Powered by Google

Inilah yang menurut saya menjadi nilai jual terbesar dari Mi A1. Google Pixel 2 baru saja di announce belum lama ini, dan menyuguhkan pengalaman terbaik dari Google melalui stock android. Namun, Pixel 2 bisa diprediksi memiliki harga yang cukup tinggi. Disinilah Mi A1 bisa menunjukan taringnya. Mi A1 merupakan smartphone pertama dari Xiaomi yang tidak disematkan MIUI. Xiaomi bekerjasama dengan Google untuk menaruh Mi A1 kedalam projek Android One, yang dulu pernah diciptakan oleh Google dengan tujuan untuk memperkenalkan jutaan orang dengan Android sebagai smartphone mereka. Dengan demikian, Mi A1 memiliki pengalaman Vanilla Android yang hampir serupa dengan yang kita rasakan denga lini Nexus, ataupun Pixel. Simple-nya, kalian tidak akan menemukan bloatwarere-skin Android bagaikan iPhone KW, dan yang paling saya sukai adalah, janji Google dan Xiaomi untuk memberikan update lebih cepat dibandingkan vendor lain karena memang masih Pure Android tanpa ada campur tangan terlalu banyak dari manufaktor.

Maaf Anda Melihat Iklan

Xiaomi dan Google menjanjikan update Android 8.0 – Oreo sebelum tahun 2017 berakhir, dan juga Google sendiri menyatakan pada waktu launch di India September lalu, bahwa Mi A1 bakal jadi salah satu smartphone pertama yang akan mendapatkan update Android P bersamaan dengan Google Pixel.

Xiaomi Mi A1 – Camera | 7.5/10

Inilah juga yang diunggulkan oleh Xiami dan diagadang sebagai Flagship dual kamera. Kamera yang dimiliki Xiaomi memiliki setup Wide(Color) + Tele(Color) dan memiliki sensor 12MP untuk kedua kamera dan sensornya dibuat oleh OmniVision. Kameranya juga ditemani oleh dual-tone flash yang berfungsi untuk menghasilkan warna natural karena bukan hanya memiliki flash berwarna putih saja, tapi ada juga berwarna orange-kuning untuk menaturalisasikan warna yang dikeluarkan.

Setup inilah yang nantinya mampu membawa Mi A1 untuk memiliki kemampuan Portrait Mode dan menghasilkan foto ber-bokeh dan membuat kualitas fotonya seolah berasal dari kamera DSLR. Kedua kamera akan menangkap foto secara bersamaan, dan memprosesnya menjadi satu dimana subyek dari foto akan terlihat tajam, dan latar belakangnya menjadi blur. Ini memang bukan fitur baru di ranah smartphone. Beberapa smartphone sebelumnya sudah menjual fitur ini bersamaan dengan dual kameranya, namun kocek yang perlu dikeluarkan bisa dibilang cukup dalam dan Mi A1 mengatasinya dengan mengeluarkan smartphone dengan fitur yang sama di sekitar 1/3 atau 1/4 harga dari smartphone kelas atas itu.

Tapi, apakah hasilnya muantap? Fotonya … okedeh lumayan bagus. Dalam kondisi cahaya yang cukup baik, foto yang dihasilkan bisa sangat jerning, dan kadang mata saya sendiri tidak begitu percaya bahwa smartphone ini hanya 1/4 dari harga Galaxy Note 8 dan 1/5 dari iPhone 7 Plus. Gambar yang dihasilkan apabila dilihat dari layar Mi A1 cukup oke, dan saat dipindahkan atau diupload masih cukup joss. Memang bokeh yang dihasilkan tidak se-refine hasil dari iPhone 7 Plus, but it's okay.

This slideshow requires JavaScript.

Namun, kamera ini akan mulai kesulitan jika kita memasukin keadaan lowlight. Salah satu kekurangan yang saya selalu temui dari smartphone Xiaomi adalah kameranya akan cukup bergumul saat kekurangan cahaya. Flash yang dimilikinya memang sangat membantu, namun, portrait mode yang dijual oleh Xiaomi ternyata tidak bisa digunakan bersamaan dengan flash tersebut. Hasil foto akan terlihat sangat noisy dalam lowlight walaupun detail yang ditangkap masih cukup oke. Mungkin beberapa orang akan menyukai noise yang muncul sebagai filter artistik, namun, untuk fotografer, ini akan cukup mengganggu. Selain itu, kamera Mi A1 juga tidak memiliki OIS atau Optical Image Stabilization ataupun EIS atau Electronic Image Stabilization sehingga tidak jarang kita melihat foto yang sedikit blur karena pergerakan smartphone.

This slideshow requires JavaScript.

Selain dual kamera dan flashnya, Xiaomi juga menyematkan kamera depan yang … harusnya bisa lebih baik. Hasil foto kamera depan sangat biasa menuju kurang, dan fiturnya pun tidak begitu banyak. Namun demikian, memang Xiaomi tidak pernah mengusung AMAZING SELFIES tapi yang ditonjolkan adalah kamera belakang, dan juga smartphone yang cukup powerful dengan harga yang bersahabat untuk dompet.

Hasil HDR - Mi A1

Hasil HDR – Mi A1

Hal lain yang bisa ditemukan di Mi A1 adalah HDR. Hasil foto HDR-nya pun cukup oke, bisa memperlihatkan kontras yang cukup baik untuk foto lanskap, dan juga detail yang dikeluarkan cukup oke. Sayangnya HDR ini tidak langsung menyala pada saat membuka aplikasi kamera, jadi kalau kalian ingin menggunakannya, jangan lupa untuk menekan opsi HDR terlebih dahulu. Oh ya, selain itu HDR juga tidak bisa digunakan untuk portrait mode.

Overall, kameranya cukup oke, namun masih ada beberapa tweaks yang harus diimplementasikan oleh Xiaomi untuk membuat kamera ini menjadi lebih baik lagi. Mungkin ini bisa dilakukan melalui software update karena sepertinya bukan batasan dari hardware Mi A1.

Xiaomi Mi A1 – Kesimpulan

Mi A1 memiliki desain yang cukup baik, namun tidak waw seperti S8/S8+/Note 8 ataupun iPhone X. Penggunaannya sehari-hari cukup oke, dan dibawa sedikit berat, tenaganya bersama dengan Qualcomm Snapdragon 625 cukup mumpuni dibantu dengan RAM sebesar 4GB DDR3. Baterainya juga lumayan mampu untuk bertahan seharian walau hanya sebesar 3080mAh. Selain itu, USB-C membuat Mi A1 memiliki masa depan yang cukup baik mengingat sekarang banyak elektronik yang merubah interfacenya yang dari beragam  menjadi USB3.0-Type C yang multifungsi. Displaynya yang cukup oke mampu memperlihatkan multimedia dengan baik dalam resolui Full HD dan dibawah terik matahari, masih cukup terang dan dapat digunakan dengan baik. Fingerprintnya cukup akurat, dan sensor lain yang disematkanpun sudah cukup lengkap dan mumpuni. Kamera yang dijualnya pun bisa dibilang diatas rata-rata. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan foto bokeh hasil produksi dari software dengan 2 kamera 12MP Wide(Color)+Tele(Color) membuat fitur portrait mode dari Mi A1 cukup joss.

Kelebihan lain dari Mi A1 adalah adanya campur tangan Google secara langsung dengan device ini. Mi 5X yang di rebrand menjadi Mi A1 memiliki kesempatan untuk bersaing dengan budget smartphone lainnya melalui kerjasama ini dimana hampir bisa dipastikan bahwa smartphone ini bakal dapat update paling tidak untuk 2 update kedepan yaitu Oreo dan Android P. Selain itu, karena softwarenya yang bersifat Pure Android membuat Mi A1 cukup responsif karena tidak adanya bloatware yang membuat smartphone ini terlalu sesak. Simple-nya, Mi A1 cocok untuk yang ingin merasakan smartphone dengan cita-cita Google, namun tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Terlebih lagi, Google Photos memberikan unlimited storage sebagai penyimpanan cloud untuk foto-foto #bokehlicious dari Mi A1.

Namun demikian, Mi A1 bukan 100% Perfect. Tidak adanya NFC di jaman sekarang dimana Indonesia sedang berubah menjadi negara yang “butuh NFC” membuat future-proofing dari Mi A1 sedikit kurang. Selain itu, saingan dari Mi A1, Moto G5S Plus, memiliki NFC dan juga Water-Resistance yang membuat Mi A1 terkesan “kok masih gitu-gitu aja” karena 2 fitur tadi sudah menjadi kewajiban. Fast charging juga tidak diikutsertakan yang membuat effort untuk mengisi daya menjadi lebih besar dan menunggu cukup lama.

Selain itu, masih banyak adjustment yang harus dibuat untuk menyempurnakan hasil fotonya. Di kondisi lowlight, Xiaomi Mi A1 masih sangat struggling sehingga karya fotonya dimalam hari tidak begitu berkesan.

Xiaomi Mi A1 – Jadi, Apakah Layak Dibeli? | IYA PAKE BANGET!

Kalau Gwiples ingin upgrade smartphone kalian yang sudah jadul, mungkin sudah berusia lebih dari 3 tahun, tapi belum ada budget terlalu tinggi atau memang tidak ingin merogoh kocek sampe harus membuat bolong dompet dan juga tabungan di Bank, mungkin Mi A1 bisa menjadi pilihan yang sangat cocok. Desainnya yang cukup premium, nyaman dipegang, dan bisa bikin gaya kalian sedikit upgrade mungkin adalah salah satu pilihan yang tepat. Kameranya juga cukup oke, dan kalian bisa merasakan update instagram dengan foto-foto kece bokeh bagaikan menggunakan smartphone di harga 8jt-keatas. Dengan harga segini-pun kalian dapat merasakan Android sebagai mana mestinya, dan tidak perlu takut untuk tidak bisa update dan merasakan fitur Android terbaru, karena Mi A1 adalah device Android One.

Smartphone ini tentunya akan sedikit tidak cocok bagi kalian yang memang sudah pernah menggunakan kelas atas flagship seperti iPhone 7 Plus ataupun Galaxy S8. Tapi tentunya itu tidak membandingkan apple-to-apple sehingga sepertinya Mi A1 memang bukan ditargetkan untuk pengguna kelas atas seperti itu.

Sebagai alternatif, masih ada smartphone yang memiliki fitur serupa seperti Motorola G5S Plus, Lenovo K8, Galaxy J7+, dan lainnya. Namun demikian, tiap alternatif memiliki plus-minus tersendiri dan tidak ada yang perfect, tetapi Mi A1 adalah salah satu smartphone budget dengan fitur melimpah dan juga pengalaman Android yang lebih bersih.

Gimana kalau menurut kalian Gwiples? Apakah Mi A1 will be the one? Atau kalian masih mau menunggu apabila ada Android One lainnya yang akan meluncur?

Sekian review dari Mi A1 kali ini, sampai jumpa di review berikutnya!

fsp out!

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
1 Comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Entertainment

Berapa banyak uang yang dihasilkan Yua Mikami?

Published

on

By

GwiGwi.com – Dalam industri film dewasa di negeri sakura saat ini, sulit menemukan nama yang lebih terkenal dari Yua Mikami. Berasal dari penyanyi idola yang tidak terlalu sukses, ia pindah ke bidang 18+ dan dengan cepat menjadi salah satu bintang paling populer, tidak hanya di Jepang tetapi juga di seluruh Asia saat ini.

Saat ini, Yua Mikami sangat sukses di semua bidang yang ia ikuti. Tidak hanya menduduki puncak tangga lagu film dewasa hari ini, ia juga mencapai kesuksesan besar di bidang menyanyi ketika berpartisipasi dalam kedua grup Ebisu Muscats dan Honey Popcorn. Tidak hanya itu, dia juga sangat sibuk dengan proyeknya sendiri seperti modeling, berpartisipasi dalam acara TV atau mengembangkan merek fashion pribadi bernama Miyour's.

Pada tanggal 1 Juni, Yua Mikami membual kepada penggemar tentang ulang tahunnya yang ke-6 memasuki industri 18+. Di usianya yang ke-15, dia masih menjadi idola muda ketika dia menjadi anggota grup SKE48 dan tidak dapat membayangkan bahwa dia akan menjadi bintang nomor 1 di industri film dewasa seperti sekarang.

Setelah bergabung dengan industri 18+, Yua Mikami menerima kritik pedas dari publik. Namun, gadis kelahiran 1993 itu masih dengan tenang menjawab: “Tunggu saja, saya akan membuktikan diri. Saya akan menjadi pemimpin.”

Memang, Yua Mikami tidak bercanda. Setelah 6 tahun bekerja, dia kini telah melampaui semua seniornya dan merupakan bintang mahal di industri AV. Yua telah memenangkan serangkaian penghargaan, selain itu, pada grafik penjualan rekor di Jepang, Yua tidak pernah masuk 3 teratas dari nama paling populer.

Sukses datang, uang akan mengikuti. Remunerasi Yua Mikami meningkat dari hari ke hari. Pada awal karirnya, Yua dibayar sejumlah besar uang. Meski tidak disebutkan jumlah pastinya, penghasilan gadis ini cukup untuk membeli apartemen kelas dua di kawasan Setagaya, Tokyo.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pers di Hong Kong dan Taiwan juga melaporkan bahwa pendapatan Yua Mikami di bidang 18+ lebih dari 20 juta yen/bulan. Namun, nomor ini ditolak olehnya dan dianggap tidak benar. Namun, dia berbagi bahwa pendapatan dari industri 18+ masih memberikan kontribusi yang sangat signifikan dan dia tidak berniat untuk berhenti berakting.

Baca Juga:  Razer Mengumumkan Earbuds Gaming Terbaru, Razer Hammerhead True Wireless X

Sekarang, dengan reputasi Yua Mikami, jumlah ini harus digandakan. Untuk membandingkan dengan bintang mainstream, pers mengambil gaji dua mantan anggota top AKB48, Rino Sashihara dan Yuki Kashiwagi, masing-masing, dengan angka 43 juta yen (Rp. 5,6M) dan 33 juta yen (Rp. 4,3M).

Menurut berbagai sumber, pendapatan Yua Mikami tidak terlalu tinggi dari bintang mainstream, tetapi juga pada level “setara”. Gaji gadis 27 tahun ini bisa berkisar antara 30 – 50 juta yen/bulan (Rp. 2,9 – 6,5 miliar).

Saat ini, selain AV, pendapatan Yua terutama berasal dari penjualan merek fesyennya sendiri, modeling, menyanyi, serta menjual buku foto. Setiap peluncuran, produknya selalu terjual habis dalam beberapa hari. Tidak sulit untuk memahami mengapa, orang menyebut Yua Mikami sebagai mesin penghasil uang dari industri film Jepang 18+.

Saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa Yua Mikami akan kehilangan posisinya di masa depan. Meskipun industri film 18+ terus-menerus muncul pendatang baru, tetapi posisi gadis kelahiran 1993 saat ini dapat disebut “tidak dapat diubah”. Selama dia masih ingin berakting di film 18+, dia akan tetap menjadi bintang paling populer.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Japan

Jepang Ingin Cabut Keadaan Darurat COVID-19 di Semua Wilayah Kecuali Okinawa

Published

on

GwiGwi.com – Pemerintah Jepang bertujuan untuk mencabut keadaan darurat penyakit coronavirus baru (COVID-19) di sembilan prefektur: Tokyo, Kyoto, Osaka, Hyogo, Aichi, Fukuoka, Hokkaido, Okayama, dan Fukushima. Pemerintah berencana untuk memperpanjang keadaan darurat untuk prefektur ke-10, Okinawa, hingga 11 Juli karena sistem perawatan kesehatan di sana masih mendekati kapasitas.

Pemerintah sebelumnya telah memperpanjang keadaan darurat saat ini hingga 20 Juni. Bahkan tanpa protokol keadaan darurat yang lebih ketat, tujuh prefektur yang terkena dampak – Hokkaido, Tokyo, Aichi, Osaka, Hyogo, Kyoto, dan Fukuoka – bertujuan untuk mempertahankan pencegahan intensif. tindakan hingga 11 Juli.

Lima prefektur lagi tidak dalam keadaan darurat sekarang, tetapi telah menerapkan tindakan pencegahan intensif. Langkah-langkah ini akan dicabut pada 20 Juni untuk Gifu dan Mie, tetapi akan tetap berlaku di Saitama, Chiba, dan Kanagawa hingga 11 Juli.

Pemerintah akan berkonsultasi dengan komite ahli penyakit menular pada hari Kamis mengenai rencana ini. Jika rencana tersebut disetujui, mereka akan difinalisasi pada rapat tugas pemerintah. Panitia juga membahas apakah akan mempertahankan beberapa tindakan, dan juga apakah akan melonggarkan beberapa pembatasan seperti batas kehadiran acara.

Maaf Anda Melihat Iklan

Keadaan darurat saat ini mencakup lebih dari 40% populasi Jepang.

Komite Olimpiade Internasional dan pemerintah Tokyo masih berniat untuk mengadakan Olimpiade Tokyo (yang sudah ditunda dari tahun lalu dan dijadwalkan ulang menjadi 23 Juli-8 Agustus tahun ini) meskipun ada seruan dari mayoritas warga Jepang yang disurvei dan orang-orang di luar Jepang untuk membatalkannya. permainan. Tim softball nasional Australia yang divaksinasi lengkap, terdiri dari 30 atlet dan staf, adalah atlet Olimpiade pertama yang tiba di Jepang pada 1 Juni, mendirikan kamp pelatihan di Gunma.

Baca Juga:  Prosesor AMD EPYC™ Tenagai Penyimpanan Hewlett Packard Enterprise

Di bawah perpanjangan, pemerintah telah meminta department store besar dan pusat perbelanjaan (lebih besar dari 1.000 meter persegi atau sekitar 10.800 kaki persegi), panti pachinko, arcade, dan pemandian umum untuk tutup paling lambat pukul 8:00 malam. pada hari kerja, dan tutup seluruhnya pada akhir pekan. Pemerintah juga telah meminta agar acara tidak lebih dari 5.000 peserta (atau tidak lebih dari 50% dari kapasitas) dan berakhir pada pukul 21:00. Sebelum perpanjangan, pemerintah telah meminta perusahaan-perusahaan ini untuk tutup, dan acara-acara tidak memiliki audiensi langsung.

Pemerintah Jepang telah mengumumkan keadaan darurat saat ini di prefektur Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Hyogo pada 23 April. Keadaan darurat ini semula dijadwalkan untuk dicabut pada 11 Mei. Keadaan darurat dimaksudkan untuk membatasi jumlah perjalanan selama liburan Minggu Emas negara itu pada awal Mei. Pemerintah Jepang kemudian memperpanjang keadaan darurat hingga 31 Mei, dan menambahkan prefektur Aichi dan Fukuoka mulai 12 Mei. Pemerintah kemudian menambahkan Hokkaido, Okayama, dan Hiroshima pada 16 Mei. Keadaan darurat diperpanjang hingga 20 Juni.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

News

Prosesor AMD EPYC™ Tenagai Penyimpanan Hewlett Packard Enterprise

Published

on

By

GwiGwi.com – AMD (NASDAQ: AMD) mengumumkan bahwa prosesor AMD EPYC™  mentenagai Hewlett Packard Enterprise (HPE)  Alletra 6000, sebuah solusi penyimpanan infrastruktur data cloud-native yang mendukung aplikasi bisnis penting dengan pengalaman cloud.

HPE Alletra 6000 yang baru memanfaatkan prosesor seri AMD EPYC 7002, yang memiliki kemampuan untuk menskalakan dari 8 hingga 64 core performa tinggi dan bandwidth dukungan PCIe® 4 yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa hingga 3X lebih cepat dari HPE Nimble Storage All Flash Arrays sebelumnya. HPE Alletra 6000 mewakili perubahan besar paradigma untuk infrastruktur data karena memungkinkan IT untuk beralih dari memiliki dan memelihara infrastruktur data menjadi sekedar mengakses dan memanfaatkannya sesuai permintaan dan sebagai sebuah layanan.

“Prosesor AMD EPYC memberikan HPE Alletra 6000 arsitektur ultra-efisien yang dirancang untuk memberikan performa yang cepat dan konsisten dengan efisiensi data terdepan di industri,” kata Omer Asad, vice president and general manager, Primary Storage, HCI & Data Management Services, HPE. “Kami mampu memanfaatkan jumlah core yang tinggi dan peningkatan bandwidth yang didukung oleh kemampuan PCIe® 4 dari prosesor AMD EPYC, untuk menghadirkan sistem berkinerja tinggi, yang memberikan efisiensi luar biasa untuk beban kerja bisnis dengan SLA yang ketat untuk ketersediaan dan performa.”

Maaf Anda Melihat Iklan

Dengan HPE Alletra 6000 baru, prosesor AMD EPYC membantu HPE mentenagai pada penyimpanan generasi berikutnya dan memungkinkan pelanggan mendapatkan akses ke solusi baru yang:

  • Menghadirkan varian jumlah core dari 8 hingga 64 dengan EPYC 7252, EPYC 7302, EPYC 7502 atau EPYC 7742,
  • Menggandakan jumlah pemrosesan penyimpanan per soket dibandingkan generasi sebelumnya,
  • Mendukung hingga 54 node SAP Hana, dan maksimal 216 node SAP Hana menggunakan HPE Alletra 6090[i] yang diaktifkan oleh fitur komputasi dan konektivitas tinggi dari prosesor AMD EPYC 7002,
  • Menciptakan sistem holistik HPE GreenLake yang ditenagai oleh prosesor AMD EPYC, yang memberikan visi Unified DataOps, dengan Data Services Cloud Console dan layanan data cloud.
Baca Juga:  Band Rock Jepang tricot Rilis Single dan MV Baru Berjudul INAI

“Kami sangat antusias untuk lebih memperkuat hubungan kami dengan HPE dengan tujuan era baru mereka pada solusi penyimpanan enterprise,” kata Rajneesh Gaur, corporate vice president and general manager, Embedded Business Unit, AMD. “Prosesor AMD EPYC menghadirkan 2X core per soket dibandingkan dengan solusi penyimpanan HPE generasi sebelumnya dan bandwidth penyimpanan yang tak tertandingi dengan 128 jalur PCIe® 4, memungkinkan pelanggan penyimpanan HPE dengan tingkat kepadatan core dan performa penyimpanan yang baru.”

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x