Connect with us

News

Review : Xiaomi Mi A1, Android One, Dual Camera, 3jt-an. Kurang Apa Lagi?

Published

on

GwiGwi.com – Setelah Samsung mengeluarkan penerus dan penghilang rasa sakit hati fans yaitu Galaxy Note 8 dengan fitur kamera dua lensa yang waw, dan juga Motorola dengan G5S Plus yang resmi masuk di Indonesia dengan fitur kamera dua lensa color+monochrome juga yang dijanjikan bisa menghasilkan kualitas yang oke, Xiaomi memboyong smartphone budget-nya yang juga mengsung Dual-Lens Camera yaitu Xiaomi Mi A1.

Xiaomi terkenal dengan budget smartphones-nya yang bisa dibilang gahar dibandingkan pesaingnya di kelas yang sama seperti Lenovo K-series, dan juga Samsung J Series. Tahun 2017 awal pun Xiaomi cukup handal dalam hal penjualan melalui Redmi Note 4 yang memang resmi masuk ke Indonesia melalui Erajaya dan juga Lazada Indonesia. Pada 5 September lalu, Xiaomi resmi meluncurkan Mi A1 sebagai petarung di kelas budget dengan fitur dua buah kamera, sebuah fitur yang mulai menjadi trending setelah iPhone memperkenalkan portrait mode yang membuat kamera smartphone bagaikan kamera DSLR dan akhirnya juga ditekankan oleh manufaktur lainnya yang juga memboyong 2 buah mata untuk smartphone mereka seperti LG G6One Plus 5, dan juga Samsung Galaxy Note 8. Xiaomi kemudian mengumumkan kehadiran Mi A1 di beberapa negara lain, seperti Malaysia, Singapura, dan tentunya Indonesia dimana launchingnya sendiri di tanah air adalah pada 22 September 2017, dan penjualan perdana pada 2 Oktober 2017 melalui Mi Store di Summarecon Serpong, dan juga Summarecon Bekasi.

Namun, tentunya dengan konsep budget tidak akan bisa membawa Mi A1 ke panggung yang sangat besar. Akan tetapi ada satu langkah menarik yang diambil oleh Xiaomi untuk Mi A1 ini. Mi A1 terlahir dari kerjasama Google, sebagai perusahaan pemilik Android OS dan juga Xiaomi. Ini membuat Mi A1 masuk dalam projek Android One yang sudah lama terpendam dan bisa dibilang “gagal” pada masanya. Inilah sepertinya yang dapat menjadi taring terkuat Mi A1 dibandingkan para kompetitor.

Silahkan simak artikel dibawah untuk Review lebih dalam mengenai Mi A1 dan juga kenapa Mi A1 bisa menjadi pilihan tepat untuk yang sedang ingin upgrade ke Budget Smartphone, atau ingin mencicipi teknologi yang tergolong cukup baru tapi tidak ingin merogoh kocek hingga belasan juta rupiah.

Spesifikasi Xiaomi Mi A1

Operating System Android 7.1.2 Nougat
Layar Display 5.5-inch IPS LCD 1920 x 1080 (403ppi)
Gorilla Glass, 2.5D curved glass
Prosesor Qualcomm Snapdragon 625
2.0GHz octa-core Cortex A53
14nm FinFET
GPU Adreno 506
RAM 4GB
Penyimpanan 64GB
Penyimpanan Eksternal Ya, sampai dengan 128GB
Baterai 3080mAh
Charger USB-Type C
Kamera Belakang Wide : 12MP wide-angle (OmniVision OV12A10) f/2.2, 1.25-micron pixels
Dual tone flash, PDAF
4K@30FPSTele : 12MP telephoto (OmniVision OV13880) f/2.6, 1.1-micron pixels
Kamera Depan 5MP
1080p video
Koneksi Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2
IR blaster, 3.5mm jack
GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou
Audio 3.5mm colokan Headphone
Amplifier tersendiri
Fitur Keamanan Sensor sidik jari pada bagian belakang.
SIM Dual SIM slot (hybrid slot)
Dimensi 155.4 x 75.8 x 7.3mm
165g
Opsi Warna Black, Gold, Rose Gold

Xiaomi Mi A1 – Design | 8/10

Design dari Mi A1 tidak terlalu mencengangkan. Tidak ada fullview display ataupun infinity display yang sekarang mulai menjajal menjadi trend seperti yang dapat ditemukan pada smartphone kelas atas seperti Galaxy S8/S8+/Note 8iPhone X, dan juga LG G6. Namun demikian, design yang diusung Mi A1 tidaklah murahan. Badannya terbalut oleh desain yang premium dan juga full metal chasis yang berarti di keseluruhan tubuhnya kecuali layar depan, terbuat dari aluminium kualitas premium, mirip dengan yang dimiliki oleh iPhone.

Selain itu, antena yang dimiliki Mi A1 tertutup rapih, melengkung dibagian atas dan dibawah atau gampangnya disebut u-shaped jadi tidak kentara terlihat seperti yang ditemukan pada lini Redmi Note dari Xiaomi. Lengkungan yang dimiliki oleh Xiaomi juga nyaman dipegang, walaupun memang hingga saat ini, saya masih sangat merasa nyaman dengan bentuk dari Galaxy S8 yang melekung. Namun demikian, Mi A1 tetap terlihat tipis dan oke banget mengingat, kembali lagi, Mi A1 jatuh di segmentasi budget.

Ketipisan yang dimiliki Mi A1 tadi memang memiliki kekurangan. Walau nyaman dipegang dan beratnya yang cukup pas di 165 gram saja, kamera yang menjadi pionir dari Mi A1 ini terlihat timbul dan memberi rasa was-was apabila bagian belakang bersentuhan langsung dengan permukaan, tanpa adanya case yang memberikan perlindungan. Namun demikian, selain rasa was-was, tonjolan kameranya tidak membuat design Mi A1 menjadi jelek.

Perlu diketahui, bahwa sebenernya Mi A1 sudah dirilis sebelumnya di China dengan nama Mi 5X dan tetap mengusung OS Android hasil racikan Xiaomi, MIUI.

Xiaomi Mi A1 – Display | 7/10

Layar yang selalu menjadi jendela antara pengguna dan juga smartphone menjadi concern utama beberapa manufaktor smartphone. Layar Mi A1 cukup baik, tapi cukup sampai disitu saja. Hasil reproduksi layar Mi A1 dalam balutan Kaca 2.5D dan juga Corning Gorilla Glass 3 sebagai perlindungannya, dalam resolusi Full HD sebesar 5.5 inci mampu menghasilkan display yang cukup baik, namun tidak memukau seperti yang dimiliki oleh AMOLED Display.

Dibawah cahaya matahari, layarnya cukup terang untungnya, dan area penglihatan dari Mi A1 pun cukup oke jadi bisa dimaklumi kenapa layar yang dipakai tidak menggunakan panel yang memang top-end seperti AMOLED.

Xiaomi Mi A1 – Hardware | 7/10

Prosesor yang diusung oleh Mi A1 adalah Qualcomm Snapdragon 625. Xiaomi sepertinya sudah sangat nyaman dengan prosesor ini karena sejak Redmi Note 4, Xiaomi selalu mengusung prosesor ini untuk kelas bawah, sedangkan untuk Mi 6 memakai SD 835, sama seperti yang digunakan oleh flagship kebanyakan. Secara spesifikasi di kertas, 625 memang cukup fleksibel dikarenakan oleh teknologi yang diusungnya yaitu 14nm FinFET yang digadang oleh Qualcomm dan juga Xiaomi sebagai proses yang kuat, namun hemat energi, seperti mana yang merupakan impian Xiaomi untuk merilis smartphone seharga 3jt-an namun mampu melewati sehari-dua hari saat lupa di charge.

RAM yang diusungnya sebesar 4GB, dan juga ROM 64GB, tanpa ada konfigurasi lain seperti 6+128, ataupun 3/32. Ini membuat Mi A1 kurang lebih setara atau sedikit lebih baik dibandingkan Redmi Note 4 dengan konfigurasi 4+64. Apakah bisa dibilang cukup? Menurut saya cukup banget. Benchmark untuk smartphone beberapa tahun terakhir terpaku pada konfiguras 4GB untuk RAM dan 64GB atau 32GB untuk ROM, dan ini sudah cukup bertahan selama 2 tahun terakhir bahkan untuk smartphone kelas atas yang memiliki konfigurasi serupa seperti Galaxy Note 5, S8, dan juga G6. Apabila kapasitas penyimpanannya kurang, slot SIM Card yang kedua dapat digunakan juga sebagai slot microSD, namun dengan mengorbankan ketersediaan SIM ke-2.

Sensor-sensor yang dimilikinya bisa dibilang cukup standard. Wi-Fi 802.11 ac, Bluetooth 4.2, IR blaster, 3.5mm jack, GPS/AGPS, GLONASS, BeiDou telah disematkan dalam bodi ramping dari Mi A1. Namun sangat disayangkan, sesuatu NFC atau Near Field Communication tidak diikutsertakan kedalam Mi A1. Padahal, Indonesia sedang memasuki era cashless dan NFC sepertinya sangat bisa dipercaya untuk meng-handle perubahan yang sedang dialami di Indonesia.

Xiaomi juga menyematkan capacitive buttons untuk urusan navigasi Home, Recent Apps, dan juga Back. Ini merupakan ciri khas Xiaomi sejak dulu, dan sepertinya akan menetap. Menurut saya, inilah kekurangan dari Xiaomi. Capacitive Buttons dengan backlit seperti ini adalah tombol navigasi yang umum ditemukan di smartphone china, dan kebanyakan kurang menunjukan kesan premium. Seandainya Xiaomi menyematkan Home Button sebagai physical button ataupun menggunakan model navigasi yang dimiliki oleh iPhone 7 Plus yaitu Force Touch, ataupun embedded seperti yang dimiliki oleh S8 dan juga Note 8, atau opsi lainnya, On-Screen Navigation yang memang a la Google banget. Namun demikian, yang pasti navigation button ini berfungsi dengan cukup baik.

Untuk hal security, Xiaomi bergantung dengan One-Touch Fingerprint Sensor yang diletakan dibelakang ditengah atas yang menurut banyak orang “Inilah lokasi Fingerprint yang pas” *ehem Samsung*. Waktu membuka kunci menggunakan Fingerprint ini pun cukup cepat dan dari 15 kali mencoba dengan cepat, hanya 2 atau 3 kali sensor ini meleset dan tidak pernah gagal apabila menggunakan jari yang salah.

Baterai yang diusung Mi A1  adalah sebesar 3080mAh. Baterai ini 1020mAh lebih kecil dibandingkan saudaranya, Redmi Note 4 yang memiliki baterai 4100mAh. Namun demikian, karena menggunakan SD 625, saat digunakan sehari-hari untuk browsingmessaging ringan, dan juga menggunakan kameranya beserta koneksi hanya melalui WiFi, Mi A1 berhasil melewati hari hingga jam 10 malam, sejak menyala dari jam 8 pagi. Ini bukanlah hal yang buruk mengingat bahkan sekelas flagship Galaxy Note 5 pun hanya bertahan dari jam 7 pagi hingga 3 sore saat butuh mengisi baterai kembali. Namun sayang, fast charging tidak diikutsertakan, padahal mengingat penggunaan SD 625 sebagai SoC berarti Quick Charge dari Qualcomm sebenarnya bisa ikut menaikan daya guna Mi A1 dan mampu mengisi baterai dengan cepat bila dibutuhkan. Mungkin saja, saat ini masih dinonaktifkan oleh Xiaomi untuk suatu alasan. Selain itu, interface koneksi yang dipakainya menggunakan USB-C sehingga kedepannya akan lebih mudah untuk hal aksesoris mengingat sekarang banyak sekali elektronik yang sudah mengupdate menjadi USB-C.

Untuk soal body-nya, bisa dibilang cukup mirip dengan iPhone 7 atau 7 Plus, dan itu bukanlah hal yang buruk. Mi A1 nyaman digenggam, dan cukup ringan untuk dibawa-bawa. Namun, pastikan untuk menggunakan case agar tidak ada rasa takut-takut karena Aluminium milik Xiaomi terkenal cukup rentan.

Xiaomi Mi A1 – Software | 9/10

Created by Xiaomi, Powered by Google

Inilah yang menurut saya menjadi nilai jual terbesar dari Mi A1. Google Pixel 2 baru saja di announce belum lama ini, dan menyuguhkan pengalaman terbaik dari Google melalui stock android. Namun, Pixel 2 bisa diprediksi memiliki harga yang cukup tinggi. Disinilah Mi A1 bisa menunjukan taringnya. Mi A1 merupakan smartphone pertama dari Xiaomi yang tidak disematkan MIUI. Xiaomi bekerjasama dengan Google untuk menaruh Mi A1 kedalam projek Android One, yang dulu pernah diciptakan oleh Google dengan tujuan untuk memperkenalkan jutaan orang dengan Android sebagai smartphone mereka. Dengan demikian, Mi A1 memiliki pengalaman Vanilla Android yang hampir serupa dengan yang kita rasakan denga lini Nexus, ataupun Pixel. Simple-nya, kalian tidak akan menemukan bloatwarere-skin Android bagaikan iPhone KW, dan yang paling saya sukai adalah, janji Google dan Xiaomi untuk memberikan update lebih cepat dibandingkan vendor lain karena memang masih Pure Android tanpa ada campur tangan terlalu banyak dari manufaktor.

Xiaomi dan Google menjanjikan update Android 8.0 – Oreo sebelum tahun 2017 berakhir, dan juga Google sendiri menyatakan pada waktu launch di India September lalu, bahwa Mi A1 bakal jadi salah satu smartphone pertama yang akan mendapatkan update Android P bersamaan dengan Google Pixel.

Xiaomi Mi A1 – Camera | 7.5/10

Inilah juga yang diunggulkan oleh Xiami dan diagadang sebagai Flagship dual kamera. Kamera yang dimiliki Xiaomi memiliki setup Wide(Color) + Tele(Color) dan memiliki sensor 12MP untuk kedua kamera dan sensornya dibuat oleh OmniVision. Kameranya juga ditemani oleh dual-tone flash yang berfungsi untuk menghasilkan warna natural karena bukan hanya memiliki flash berwarna putih saja, tapi ada juga berwarna orange-kuning untuk menaturalisasikan warna yang dikeluarkan.

Setup inilah yang nantinya mampu membawa Mi A1 untuk memiliki kemampuan Portrait Mode dan menghasilkan foto ber-bokeh dan membuat kualitas fotonya seolah berasal dari kamera DSLR. Kedua kamera akan menangkap foto secara bersamaan, dan memprosesnya menjadi satu dimana subyek dari foto akan terlihat tajam, dan latar belakangnya menjadi blur. Ini memang bukan fitur baru di ranah smartphone. Beberapa smartphone sebelumnya sudah menjual fitur ini bersamaan dengan dual kameranya, namun kocek yang perlu dikeluarkan bisa dibilang cukup dalam dan Mi A1 mengatasinya dengan mengeluarkan smartphone dengan fitur yang sama di sekitar 1/3 atau 1/4 harga dari smartphone kelas atas itu.

Tapi, apakah hasilnya muantap? Fotonya … okedeh lumayan bagus. Dalam kondisi cahaya yang cukup baik, foto yang dihasilkan bisa sangat jerning, dan kadang mata saya sendiri tidak begitu percaya bahwa smartphone ini hanya 1/4 dari harga Galaxy Note 8 dan 1/5 dari iPhone 7 Plus. Gambar yang dihasilkan apabila dilihat dari layar Mi A1 cukup oke, dan saat dipindahkan atau diupload masih cukup joss. Memang bokeh yang dihasilkan tidak se-refine hasil dari iPhone 7 Plus, but it's okay.

Namun, kamera ini akan mulai kesulitan jika kita memasukin keadaan lowlight. Salah satu kekurangan yang saya selalu temui dari smartphone Xiaomi adalah kameranya akan cukup bergumul saat kekurangan cahaya. Flash yang dimilikinya memang sangat membantu, namun, portrait mode yang dijual oleh Xiaomi ternyata tidak bisa digunakan bersamaan dengan flash tersebut. Hasil foto akan terlihat sangat noisy dalam lowlight walaupun detail yang ditangkap masih cukup oke. Mungkin beberapa orang akan menyukai noise yang muncul sebagai filter artistik, namun, untuk fotografer, ini akan cukup mengganggu. Selain itu, kamera Mi A1 juga tidak memiliki OIS atau Optical Image Stabilization ataupun EIS atau Electronic Image Stabilization sehingga tidak jarang kita melihat foto yang sedikit blur karena pergerakan smartphone.

Selain dual kamera dan flashnya, Xiaomi juga menyematkan kamera depan yang … harusnya bisa lebih baik. Hasil foto kamera depan sangat biasa menuju kurang, dan fiturnya pun tidak begitu banyak. Namun demikian, memang Xiaomi tidak pernah mengusung AMAZING SELFIES tapi yang ditonjolkan adalah kamera belakang, dan juga smartphone yang cukup powerful dengan harga yang bersahabat untuk dompet.

Hal lain yang bisa ditemukan di Mi A1 adalah HDR. Hasil foto HDR-nya pun cukup oke, bisa memperlihatkan kontras yang cukup baik untuk foto lanskap, dan juga detail yang dikeluarkan cukup oke. Sayangnya HDR ini tidak langsung menyala pada saat membuka aplikasi kamera, jadi kalau kalian ingin menggunakannya, jangan lupa untuk menekan opsi HDR terlebih dahulu. Oh ya, selain itu HDR juga tidak bisa digunakan untuk portrait mode.

Overall, kameranya cukup oke, namun masih ada beberapa tweaks yang harus diimplementasikan oleh Xiaomi untuk membuat kamera ini menjadi lebih baik lagi. Mungkin ini bisa dilakukan melalui software update karena sepertinya bukan batasan dari hardware Mi A1.

Xiaomi Mi A1 – Kesimpulan

Mi A1 memiliki desain yang cukup baik, namun tidak waw seperti S8/S8+/Note 8 ataupun iPhone X. Penggunaannya sehari-hari cukup oke, dan dibawa sedikit berat, tenaganya bersama dengan Qualcomm Snapdragon 625 cukup mumpuni dibantu dengan RAM sebesar 4GB DDR3. Baterainya juga lumayan mampu untuk bertahan seharian walau hanya sebesar 3080mAh. Selain itu, USB-C membuat Mi A1 memiliki masa depan yang cukup baik mengingat sekarang banyak elektronik yang merubah interfacenya yang dari beragam  menjadi USB3.0-Type C yang multifungsi. Displaynya yang cukup oke mampu memperlihatkan multimedia dengan baik dalam resolui Full HD dan dibawah terik matahari, masih cukup terang dan dapat digunakan dengan baik. Fingerprintnya cukup akurat, dan sensor lain yang disematkanpun sudah cukup lengkap dan mumpuni. Kamera yang dijualnya pun bisa dibilang diatas rata-rata. Dengan kemampuannya untuk menghasilkan foto bokeh hasil produksi dari software dengan 2 kamera 12MP Wide(Color)+Tele(Color) membuat fitur portrait mode dari Mi A1 cukup joss.

Kelebihan lain dari Mi A1 adalah adanya campur tangan Google secara langsung dengan device ini. Mi 5X yang di rebrand menjadi Mi A1 memiliki kesempatan untuk bersaing dengan budget smartphone lainnya melalui kerjasama ini dimana hampir bisa dipastikan bahwa smartphone ini bakal dapat update paling tidak untuk 2 update kedepan yaitu Oreo dan Android P. Selain itu, karena softwarenya yang bersifat Pure Android membuat Mi A1 cukup responsif karena tidak adanya bloatware yang membuat smartphone ini terlalu sesak. Simple-nya, Mi A1 cocok untuk yang ingin merasakan smartphone dengan cita-cita Google, namun tidak perlu merogoh kocek yang terlalu dalam. Terlebih lagi, Google Photos memberikan unlimited storage sebagai penyimpanan cloud untuk foto-foto #bokehlicious dari Mi A1.

Namun demikian, Mi A1 bukan 100% Perfect. Tidak adanya NFC di jaman sekarang dimana Indonesia sedang berubah menjadi negara yang “butuh NFC” membuat future-proofing dari Mi A1 sedikit kurang. Selain itu, saingan dari Mi A1, Moto G5S Plus, memiliki NFC dan juga Water-Resistance yang membuat Mi A1 terkesan “kok masih gitu-gitu aja” karena 2 fitur tadi sudah menjadi kewajiban. Fast charging juga tidak diikutsertakan yang membuat effort untuk mengisi daya menjadi lebih besar dan menunggu cukup lama.

Selain itu, masih banyak adjustment yang harus dibuat untuk menyempurnakan hasil fotonya. Di kondisi lowlight, Xiaomi Mi A1 masih sangat struggling sehingga karya fotonya dimalam hari tidak begitu berkesan.

Xiaomi Mi A1 – Jadi, Apakah Layak Dibeli? | IYA PAKE BANGET!

Kalau Gwiples ingin upgrade smartphone kalian yang sudah jadul, mungkin sudah berusia lebih dari 3 tahun, tapi belum ada budget terlalu tinggi atau memang tidak ingin merogoh kocek sampe harus membuat bolong dompet dan juga tabungan di Bank, mungkin Mi A1 bisa menjadi pilihan yang sangat cocok. Desainnya yang cukup premium, nyaman dipegang, dan bisa bikin gaya kalian sedikit upgrade mungkin adalah salah satu pilihan yang tepat. Kameranya juga cukup oke, dan kalian bisa merasakan update instagram dengan foto-foto kece bokeh bagaikan menggunakan smartphone di harga 8jt-keatas. Dengan harga segini-pun kalian dapat merasakan Android sebagai mana mestinya, dan tidak perlu takut untuk tidak bisa update dan merasakan fitur Android terbaru, karena Mi A1 adalah device Android One.

Smartphone ini tentunya akan sedikit tidak cocok bagi kalian yang memang sudah pernah menggunakan kelas atas flagship seperti iPhone 7 Plus ataupun Galaxy S8. Tapi tentunya itu tidak membandingkan apple-to-apple sehingga sepertinya Mi A1 memang bukan ditargetkan untuk pengguna kelas atas seperti itu.

Sebagai alternatif, masih ada smartphone yang memiliki fitur serupa seperti Motorola G5S Plus, Lenovo K8, Galaxy J7+, dan lainnya. Namun demikian, tiap alternatif memiliki plus-minus tersendiri dan tidak ada yang perfect, tetapi Mi A1 adalah salah satu smartphone budget dengan fitur melimpah dan juga pengalaman Android yang lebih bersih.

Gimana kalau menurut kalian Gwiples? Apakah Mi A1 will be the one? Atau kalian masih mau menunggu apabila ada Android One lainnya yang akan meluncur?

Sekian review dari Mi A1 kali ini, sampai jumpa di review berikutnya!

fsp out!

Advertisement

News

Pihak Hololive Terminated Vtuber Bernama Hizaki Gamma

Published

on

Pihak Hololive Terminated Vtuber Bernama Hizaki Gamma

www.gwigwi.com – Pada tanggal 19 Juli 2024 ini, yang dimana pihak Hololive memberitahukan kepada publik yang sedikit mengejutkan karena pada tahun 2024 ini pihak Hololive baru kali ini mengumumkan untuk Terminated salah satu talentnya yaitu bernama Hizaki Gamma pada sebelumnya dirinya sudah debut dari tanggal 30 Maret 2022.

Yang dimana pada sebelumnya dirinya memutuskan untuk rehat, akan tetapi pihak Hololive tidak mendapatkan kabar secara pasti dan hilang kontak kepada dirinya tersebut kini pihaknya melakukan Terminated kepada dirinya tersebut. Agar menjadi pembelajaran kepada para talentnya nanti, yang dimana juga beberapa pihak secara pasti akan segera menghapus berbagai macam video dan live nya tersebut di kanal youtubenya tersebut.

Vtuber dari Hololive bernama Hizaki Gamma pada saat ini sudah mendapatkan subscribers sebanyak, 161 ribu subscribers dari dirinya debut pada 2 tahun yang lalu tersebut dan kini dirinya harus kehilangan semua itu dengan beberapa alasan lainnya tersebut.
Terlebih lagi juga pihak Hololive akan memberikan kompensasi kepada dirinya, yang dimana ada beberapa berbagai macam hal lainnya tersebut dan juga beberapa pertimbangan lainnya pada saat sebelum mengumumkan hal ini kepada pihak publiknya tersebut.

Continue Reading

Gaming

Honkai Impact 3 Merilis v7.6 Mimpi dan Fajar Pada 25 Juli 2024 Serta Berkolaborasi Dengan RAZER

Published

on

Honkai Impact 3 Merilis V7.6 Mimpi Dan Fajar Pada 25 Juli 2024 Serta Berkolaborasi Dengan Razer

www.gwigwi.com – Tim Honkai Impact 3 mengumumkan bahwa v7.6 Mimpi dan Fajar akan dirilis pada tanggal 25 Juli! Kapten bisa bertempur bersama dengan Battlesuit baru Songque [Jovial Deception: Shadowdimmer] dan bekerja sama dengan orangorang Langqiu untuk membangun kembali kampung halaman mereka sambil mengenang orang-orang yang telah berkorban. Versi baru ini akan menghadirkan event baru, Outfit baru, dan hadiah berlimpah! Jangan sampai kelewatan ya!

Animasi pendek Summertime Reminiscences juga akan dirilis pada tanggal 21 Juli.

Ayo nikmati sinar matahari, pasir, dan olahraga di pantai bersama Songque, Sena, Coralie, dan Helia! Event spesial dalam game akan hadir mulai 18 Juli! Ikuti event seru, rasakan angin laut yang menyegarkan di musim panas yang terik, dan dapatkan berbagai hadiah menarik!

Selain event dalam game, kolaborasi antara Honkai Impact 3 dan Razer akan resmi dirilis pada 19 Juli! Kapten dapat membeli Razer Kishi Ultra Controller bertema Mobius dan mendapatkan 3 hadiah edisi terbatas serta gantungan kunci eksklusif dalam game! Kontroler dapat dibeli dari toko Razer dan situs resmi Razer.

Songque juga akan berkolaborasi dengan IBUYPOWER-HYTE untuk menghadirkan casing komputer dan banyak item eksklusif lainnya. Pre-order akan dimulai pada pertengahan Juli dan berhadiah print eksklusif Songque! Untuk informasi lebih lanjut, pantau terus media sosial Honkai Impact 3!

Pada update versi baru, Kapten akan menyambut Battlesuit baru Songque [Jovial Deception: Shadowdimmer], Battlesuit Rank-S tipe SD yang mengakibatkan Physical DMG dan menggunakan tipe senjata baru yaitu Trick Staff. Jovial Deception: Shadowdimmer memiliki dua wujud. Yang pertama, Spiritual Verdure, menampilkan pakaian hijau tua yang kita semua kenal. Namun, saat berada di Stellar Outburst, dia akan mengubah dirinya di balik layar dan memasuki medan pertempuran dengan wujud Divine Gold. Dalam wujud pertama, Songque akan melancarkan serangan jarak jauh sambil menjaga jarak dari musuh. Pada wujud kedua, Songque akan melancarkan skill baru dan serangannya akan menjadi lebih lincah.

Di Story v7.6, beberapa wajah yang familier akan muncul lagi: Vita, Bronya, dan Schicksal Overseer akan muncul di versi baru dan membangkitkan kembali kenangan masa lalu. Dalam event v7.6 [Panduan Kerja Schicksal], Kapten harus membantu Theresa mengalahkan Monster Kerja dan membebaskan semua orang dari siksaan pekerjaan. Kapten perlu atur karyawan yang sesuai untuk membentuk tim 4 orang dan melawan Monster Kerja!

Pada Februari 2024, Honkai Impact 3 resmi memulai perjalanan baru di Mars pada Bagian 2. Game Honkai Impact 3 terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman bermain yang imersif dan mendebarkan kepada seluruh penggemar dan pemain, yang banyak disukai oleh penggemar internasional sejak perilisannya. Honkai Impact 3 tidak hanya mendukung cross-save data untuk PC dan mobile, namun juga telah resmi dirilis di Mac pada 25 April.

Untuk informasi lebih lanjut terkait Honkai Impact 3, silakan kunjungi situs resmi kami: honkaiimpact3.hoyoverse.com, atau ikuti @HonkaiImpact3rd di X (Twitter), Instagram, dan Facebook. Ikuti terus untuk info menarik lainnya!

Continue Reading

News

Rahasia Performa Ekstrem POCO Pad akan Dibeberkan di Musim Baru POCO Extreme League by Team Liquid Aura

Published

on

Rahasia Performa Ekstrem Poco Pad Akan Dibeberkan Di Musim Baru Poco Extreme League By Team Liquid Aura

www.gwigwi.com – POCO, brand teknologi global yang populer di kalangan anak muda penggemar teknologi baru-baru ini telah merilis POCO Pad, tablet pertama yang dihadirkan secara khusus untuk para digital mobile lifestyler (pelaku gaya hidup digital mobile) yang membutuhkan keleluasaan lebih untuk mengakses berbagai multimedia, baik untuk bekerja, bermain mobile game, maupun untuk berkreasi. Lalu apa sih yang membuat POCO Pad menjadi tablet yang andal untuk berbagai kegiatan ini? Berikut alasannya:

  • Chipset Snapdragon 7s Gen 2

 

Diciptakan di atas proses fabrikasi 4nm, chipset flagship ini berada di balik performa ekstrem POCO Pad sekaligus mereduksi konsumsi dayanya. Mengakses multimedia maupun gaming secara simultan dan effortless, dengan stabilitas nonstop menjadikan POCO Pad cocok banget buat anak muda yang aktif, baik yang suka bikin konten livestream, belajar, bekerja dan juga gaming, lho!

 

  • Layar besar 12,1 inci

 

Layar berkapabilitas DCI-P3 milik POCO Pad ini menyajikan tampilan kelas profesional, dengan kedalaman warna yang menakjubkan. Berkat resolusi ultra-jernih 2.5K (2560 x 1600 piksel), setiap detail begitu jelas, serta dukungan refresh rate 120Hz dengan DynamicSwitch memungkinkan visual yang lebih halus. Ditambah, aspect ratio 16:10 yang bukan cuma memberi sudut pandang lebih luas, tapi juga menyempurnakan pengalaman hiburan dan aktivitas santai lainnya. Maka secara keseluruhan, kita dapat menikmati visual yang lebih baik, entah itu saat nonton film, bermain game, membaca, bekerja dengan dokumen, maupun berkreasi mengekspresikan kreativitas.

 

  • Baterai 10.000mAh

Baterai besar 10.000mAh(typ) yang mendukung pengisian cepat 33W menjamin ketersediaan daya selama bekerja, livestream, maupun bermain game dengan POCO Pad selama berjam-jam.

Andi Renreng, Associate Director Marketing POCO Indonesia, menyatakan, “POCO Pad menjadi opsi terbaik untuk para digital mobile lifestyler dengan layar besar yang imersif untuk kepuasan menikmati hiburan, dan juga menunjang aktivitas harian penggunanya. Jadi buat para anak muda yang suka nonton film, mobile gaming dengan tampilan yang lebih luas, atau bahkan konten kreator yang ingin membuat konten, POCO Pad adalah pilihan tepat!”

Lebih lanjut Bung Andi menambahkan, ”Nggak cuma buat hiburan aja loh! POCO Pad ini juga dapat menjadi all-in-one device yang dapat menunjang kegiatan dan kreativitas. Cocok banget buat konten kreator, maupun gamers yang membutuhkan fleksibilitas kapanpun, dimanapun. POCO Pad juga punya fitur unik, POCO Interconnectivity, dimana POCO Pad dapat terhubung dengan smartphone POCO, memudahkan kalian saat mau mengedit foto, maupun dokumen. Buat pro-player, fitur ini bahkan juga bisa buat latihan dan menganalisa permainan. Keren kan!”

Kemampuan POCO Pad memang nggak perlu diragukan. Pengalaman menggunakan kamera POCO Pad buat livestream dan gaming pun sudah dirasakan sendiri oleh Inayma, cewek gamer dan content creator. “Livestream dan main game di POCO Pad ternyata seru juga!” ungkapnya antusias. “Layar besar dan dukungan performa yang smooth banget benar-benar ngasih pengalaman gaming yang lebih maksimal kepuasannya. Udah gitu, sebagai seorang content creator aku butuh banget perangkat yang punya fleksibilitas tinggi dan bisa mendukung kesibukan aku, mulai dari bikin konten, ngedit, baca dokumen sampai main game, dan POCO Pad ini bisa jawab kebutuhan aku, karena kapasitas baterainya yang besar 10.000mAh(typ), performa yang stabil, dan didukung dengan fast charging; buat nge-game sambil livestream dalam waktu lama pokoknya aman.”

Kini, POCO Pad beserta aksesorisnya dapat dijangkau oleh anak muda dan tech enthusiast di Tanah Air melalui kanal penjualan online resmi POCO di Mi.com dan berbagai store resmi POCO Indonesia termasuk di Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Lazada. POCO Pad dengan varian 8/256GB ini dijual dengan harga Rp3.999.000,- beserta POCO Pad Keyboard dan POCO Smart Pen yang dijual secara terpisah, dengan harga masing-masing sebesar Rp699.000,-

POCO Extreme League by Team Liquid Aura akan segera digelar

POCO akan menghadirkan kembali ajang kompetisi esports bersama mitra gamingnya, Team Liquid Aura, melalui POCO Extreme League sebagai salah satu cara POCO untuk mendukung industri gaming di Indonesia dan memperkenalkan perangkat berperforma ekstremnya ke para pengguna secara langsung. Dihelatnya POCO Extreme League by Team Liquid Aura ini merupakan bukti konsistensi POCO dalam mencari anak-anak muda yang memiliki potensi ekstrem dalam skena mobile gaming.

Bakat-bakat muda Indonesia akan bersaing dalam pertarungan kompetitif game Mobile Legend: Bang Bang yang akan dilaksanakan di tiga wilayah, yaitu Palembang, Bandung, dan Manado, yang mana setiap wilayah akan melaksanakan dua tahap tournament, online dan offline tournament. Dan babak grand final di Jakarta yang mempertemukan masing-masing juara dari tiga wilayah tersebut.

Andi Renreng, Associate Director Marketing POCO Indonesia, menyatakan, “POCO Extreme League by Team Liquid Aura sekali lagi menjadi bukti konsistensi POCO dalam membuka kesempatan bagi anak-anak muda Indonesia, yang memiliki potensi ekstrem dalam skena mobile gaming, untuk mewujudkan mimpinya menjadi pro player. Selain itu, lewat turnamen ini, POCO ingin terus berperan membangun industri esport di Tanah Air. Nah, buat anak-anak muda di Palembang, Bandung, dan Manado siapkan diri buat menampilkan kemampuan terekstrem lo!”

Sepakat dengan hal tersebut, Daniel Santoso, CBO Liquid Aura Indonesia menegaskan, “Kami di Team Liquid Aura merasa memiliki kesamaan visi dengan POCO, yakni membangun industri esport di Indonesia. Karena itu kami sangat bersemangat buat kembali berkolaborasi menggelar ajang ini. Semoga POCO Extreme League by Team Liquid Aura akan terus lahirkan pro player yang nggak cuma punya kemampuan mumpuni, tapi juga bermental juara!”

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending