Connect with us

News

Xiaomi Mi Mix 2S, Si Cantik Yang Lebih Baik Dari iPhone X?

Published

on

GwiGwi.com – Xiaomi baru saja mengumumkan produk terbaru dia, Xiaomi Mi Mix 2S. Desain Mi Mix 2S menyerupai Mi Mix 2, tetapi memiliki fitur dan berbagai pembaruan dari Mi Mix 2. Salah satunya yaitu system dual-camera yang baru. Mi Mix 2S ini akan hadir di China mulai minggu depan, dengan peluncuran ke pasar Xiaomi lainnya yang direncanakan tidak lama setelah itu. Sayangnya, Mi Mix 2S ini sepertinya tidak akan dirilis di Amerika Serikat.

Kita membandingkan dengan iPhone X karena banyak orang mengatakan bahwa iPhone X merupakan smartphone yang terbaik. Kita hanya ingin menunjukkan seberapa kita bisa melampaui kelebihan di berbagai fitur.” kata Lei Jun, pendiri Xiaomi di auditorium Sanghai.

Xiaomi Mi Mix 2S ini juga hanya separuh harga dari andalan Apple, sekitar 3,299 yuan atau $527 dalam dolar Amerika (atau sebesar Rp 7.252.574,00 jika dirupiahkan).

Dari depan, Mi Mix 2S memiliki layar sepanjang 5.99 inch, full HD plus LCD dengan bezel langsing di sisi dan bagian atas. Kemudian, terdapat 5-megapixel kamera depan dan tidak ada perubahan seperti Mi Mix 2. Mi Mix 2S ini akan hadir dalam 2 warna yakni warna hitam dengan trim emas dan warna putih dengan trim perak.

Smartphone ini masih terbuat dari aluminium dan keramik, meskipun Xiaomi tidak merencanakan untuk memproduksi full-ceramic “special edition” seperti pada Mi Mix 2. Perubahan fisik yang terlihat pada Mi Mix 2S ini terdapat pada bagian belakangnya dimana kali ini system dual-camera telah menjadi senjata Mi Mix 2S.

Baca Juga:  Xiaomi buka Authorized Mi Store di Yogyakarta

Mi Mix 2S ini menggunakan Xiaomi MIUI 9.5, yang elemen desainnya menyerupai iOS dibandingkan dengan Android seperti biasa sehingga bagi pengguna yang terbiasa memakai Vanilla Android akan tidak terbiasa pada awal pemakaiannya.

Mi Mix 2S ini merupakan smartphone Xiaomi pertama yang mendukung wireless charging. Namun, Mi Mix 2S tidak memiliki water-resistant, tidak seperti banyak smartphone premium lainnya yang tersedia saat ini.

Jeroan yang diusungnya adalah Qualcomm Snapdragon 845 sebagai otak utamanya, opsi konfigurasi memori 6+128GB dan 8+256GB, Baterai sebesar 3.400mAh, Quick Charge 3.0, NFC, Wireless Charging, dan juga USB Type-C walaupun hanya dikonfigurasi untuk USB 2.0. Kamera yang dimiliki Mi Mix 2S adalah salah satu yang pertama dari Xiami dimana kedua kamera belakangnya memiliki OIS atau Optical Image Stabilizer, dan memiliki sensor Sony IMX363 untuk kamera utamanya (1.4ɥm dan ber-aparture f/1.8, dan kamera telephoto dengan sensor Samsung S5K3M3 dengan besar sensor 1ɥm dan juga apartur f/2.4.

Xiaomi memang terkenal memberikan alternatif termurah untuk flagship saingannya yang sudah merajai pasar sebelumnya seperti Samsung dan juga Apple. Sayangnya, seri flagship belum berhasil menembus pasar Indonesia walau sangat diminati. Salah satu flagship yang masuk sejauh ini hanyal Mi A1, dan juga merupakan kolaborasi Google bersama Xiaomi untuk mendatangkan smartphone kualitas tinggi, dengan update yang cukup sering didapatkan layaknya program Nexus ataupun Pixel.

Kira-kira kalau masuk Indonesia, apakah kalian akan mengadopsinya nih Gwiples?

Travel

Berburu kamera analog di toko kamera bekas di Tokyo

Published

on

By

GwiGwi.com – Tren fotografi yang terus berkembang ke dunia digital tidak membuat kamera analog pudar, justru makin kesini makin banyak pecinta kamera film yang mungkin ingin kembali merasakan pengalaman motret di jaman kamera tak ber-LCD.

Jepang menjadi salah satu negara pembuat kamera terkenal sebut saja Canon, Sony dan Nikon yang masih berjaya hingga saat ini. Mereka juga lah yang menjadi pelopor seni ukir cahaya ini. Tentunya Jepang bak surga kamera analog, dan kerennya kualitas fisik masih terjaga dengan baik berkat para pehobi yang selalu manjaga barang kesayangan mereka.

Berkunjung ke Jepang bagi penikmat fotografi sayang melewatkan pengalaman mampir ke toko-toko kamera analog bekas yang memberi suasana tersendiri. Shinjuku misalnya merupakan surga dunia fotografi, salah satu toko favorit ialah Toko Kamera Lucky dan Chuko Camera Box.

Toko Kamera Lucky terletak di dekat Isetan Shinjuki dan bernuansa asing. Tampilan luar toko ini yang berwarna merah dan menarik perhatian. Toko ini penuh dengan kamera berjejer yang dibuat oleh berbagai negara seperti Jepang, Jerman dan Amerika. Toko Kamera Lucky berusaha keras untuk mengumpulkan kamera buatan luar Jepang dan kamera mekanik dengan segala jenis fitur di dalamnya. Ada banyak merk kamera dalam koleksi mereka, salah satunya merk Leica yang sangat terkenal.

Baca Juga:  Atsuko Maeda akan berhijab untuk film “Tabi no Owari, Sekai no Hajimari"

Semua komponen merk Leica sangatlah mahal, body kamera dan lensanya seharga lebih dari 100.000 yen (915 dollar). Di bagian kiri adalah Olympus OM-1 dengan lensa refleksi tunggal sedangkan di bagian kanan adalah Barnack Leica. Film kamera 35mm sekarang sedang populer dan dua kamera tadi adalah model kamera yang pertama menggunakannya. Keduanya berukuran kompak.

Toko selanjutnya adalah Chuko Camera Box. Toko ini adalah toko kamera bekas yang terletak di Shinjuku Denki-gai. Lemari kaca yang ada ditoko ini penuh dengan kamera dan toko ini memberikan nuansa markas rahasia. Penulis mencoba Genba Kantoku yang dibuat oleh Konica. Kalian bisa mengambil foto hanya dengan menekan tombol shutter. Kamera ini memiliki fitur auto fokus, flash dan auto load. Kamera ini sedikit besar tapi harganya terjangkau dan kelihatan mudah dipakai.

Chuko camera box terkenal dengan keramahan para penjaga tokonya dan pelanggan setianya. Genba Kantoku dulunya digunakan untuk mendokumentasikan tempat konstruksi. Kamera ini kokoh dan tidak rusah saat basah ataupun jatuh, juga memiliki lensa yang bagus. Begitulah pengalaman berburu kamera analog yang dikutip dari MoshiMoshiNippon.

Continue Reading

Japan

Korban tewas banjir terparah selama 36 tahun terakhir di Jepang mencapai 200 orang

Published

on

By

GwiGwi.com – Cuaca buruk masih menjadi ancaman serius untuk Jepang sampai-sampai Negara Sakura tersebut harus segera menggali jalan untuk mengatasi bencana. Hujan lebat yang terus-menerus di distrik barat Jepang sampai menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor sudah menewaskan 200 orang.

Wilayah barat Jepang lumpuh semenjak sepekan lalu sebab banjir bandang dan tanah longsor. Beruntung, tidak sedikit komunitas-komunitas masyarakat sekitar berpuluh tahun bermukim di lereng-lereng gunung dan hingga berita ini diturunkan mayoritas dari mereka selamat dari badai.

Cuaca buruk dalam sejumlah tahun terakhir semakin tidak jarang terjadi di Jepang. Hal ini menambah pertanyaan mengenai akibat pemanasan global. Puluhan orang tewas dalam musibah serupa tahun lalu.

“Ini kenyataan yang tak terbantahkan bahwa bencana ini sebab hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya yang hadir lebih tidak jarang dalam sejumlah tahun belakangan. Menyelamatkan nyawa ialah tugas terbesar negara,” kata Kepala Sekertaris Kabinet, Yoshihide Suga, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 12 Juli 2018.

Baca Juga:  Atsuko Maeda akan berhijab untuk film “Tabi no Owari, Sekai no Hajimari"

Suga menuliskan pihaknya menyadari mesti memungut langkah-langkah untuk meminimalisir kerusakan dampak bencana seperti yang dirasakan Jepang ketika ini. Sayang, Suga tidak menyatakan lebih rinci tahapan apa yang dimaksud.

Sudah nyaris sepekan lebih dari 200 ribu kepala family tidak mendapat pasokan air bersih sesudah badai menerjang. Musibah ini pun telah menciptakan ribuan orang kehilangan lokasi tinggal.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mendatangi Kurashiki, di antara wilayah terparah yang terpapar bencana banjir dan tanah longsor. Dia berjanji bakal menurunkan pertolongan segera. Lebih dari 70 ribu personil militer, aparat kepolisian dan pemadan kebakaran diterjunkan untuk menggali jasad yang tertutup puing-puing banuntukn.

Continue Reading

News

Atsuko Maeda akan berhijab untuk film “Tabi no Owari, Sekai no Hajimari”

Published

on

By

GwiGwi.com – Atsuko Maeda bakal berperan dalam film “Tabi no Owari, Sekai no Hajimari.” Film ini disutradarai oleh Kiyoshi Kurosawa dan diciptakan untuk mengenang 25 tahun berdirinya hubungan diplomatik antara Jepang dan Uzbekistan.

Syuting untuk film ini dibuka 30 April 2018 di Uzbekistan dan berlalu 29 Mei 2018. Atsuko Maeda sebelumnya memerankan film yang disutradarai Kiyoshi Kurosawa, “Seventh Code” yang dipungut di Vladivostok, Rusia. Film “Tabi no Owari, Sekai no Hajimari” bakal diluncurkan tahun depan di Jepang.

Baca Juga:  Atsuko Maeda akan berhijab untuk film “Tabi no Owari, Sekai no Hajimari"

Continue Reading

Trending