Connect with us

News

Para Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta

Published

on

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

www.gwigwi.com – Warner Bros. Pictures akan menggelar “Mortal Kombat II” Global Tour di Jakarta, menandai pertama kalinya kota ini dipilih sebagai salah satu destinasi dalam tur global film Hollywood berskala besar. Digelar pada 3 Mei di Epiwalk Mall, rangkaian acara di Jakarta akan menghadirkan fan event dan red carpet eksklusif, menghadirkan kesempatan bagi para penggemar untuk bisa lebih dekat dengan para bintang dari salah satu film aksi paling di nanti tahun ini yang diadaptasi dari video game ikonik. Acara ini akan dihadiri oleh para pemeran “Mortal Kombat II”: Ludi Lin, Tadanobu Asano, Joe Taslim, dan Max Huang.

Aktor Indonesia, Joe Taslim kembali memerankan Bi-Han, karakter dari Netherrealm yang perjalanannya dalam “Mortal Kombat II” mengambil arah yang jauh lebih gelap dari sebelumnya. Dihantui oleh berbagai kejadian masa lalu, Bi-Han digambarkan sebagai sosok yang tersiksa yang semakin tenggelam dalam kegelapan, berevolusi menjadi seorang pembunuh yang kejam dan tangguh. “Mortal Kombat II” mengembangkan karakternya dengan kompleksitas emosional yang lebih dalam, menempatkannya di pusat konflik yang kian memanas antara berbagai alam semesta.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Ludi Lin memerankan Liu Kang, tokoh sentral yang menjadi jantung dan kompas moral utama dari saga Mortal Kombat. Dikenal karena kekuatan, kedisiplinan, dan kesetiaannya yang tak tergoyahkan, Liu Kang mencerminkan keseimbangan sempurna antara kekuatan dan tujuan. Karakternya semakin dipertegas oleh kemampuan apinya yang mistis, mencerminkan gairah batin dan intensitas emosi. Dalam “Mortal Kombat II”, perjalanan Liu Kang dipengaruhi oleh kehilangan pribadi dan tanggung jawab yang semakin besar, menghadirkan kedalaman emosional yang kuat dalam perannya.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Max Huang memerankan Kung Lao, seorang petarung yang sangat terampil  sekaligus mantan biksu Shaolin yang dibesarkan bersama Liu Kang. Dikenal karena tingkat akurasinya serta topi bertepi pisaunya yang ikonik. Kung Lao menjadi salah satu karakter yang paling tangguh di semesta Mortal Kombat. Dalam “Mortal Kombat II” karakternya menjalani sebuah perjalanan yang kompleks dan penuh emosi, didorong oleh rasa terabaikan dan tekad untuk balas dendam. Evolusi ini menambahkan cerita-cerita baru yang menarik dalam perjalanannya, menyoroti konflik batin sekaligus transformasi yang dialaminya.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Tadanobu Asano memerankan Lord Raiden, seorang Dewa Petir yang disegani serta menjadi pemandu bagi para juara di Earthrealm. Dengan kemampuan luar biasa, termasuk kekuatan mengendalikan petir dan melintasi berbagai alam semesta, Raiden memainkan peranan penting dalam memilih serta membimbing para pejuang yang melindungi Earthrealm. Dalam “Mortal Kombat II”, misinya berlanjut saat dirinya mengenali potensi tersembunyi dalam diri sekutu-sekutunya yang tak terduga, hal ini semakin mempertegas perannya sebagai pemimpin dan mentor yang legendaris.

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Dalam fan event dan red carpet di Jakarta nanti, komunitas penggemar lokal: Kombatant ID akan turut berpartisipasi. Hal ini tentunya menggambarkan antusiasme yang luar biasa dari para penggemar film ini di Indonesia. “Momen ini bukan sekadar bertemu para pemeran, tapi mencerminkan bagaimana Mortal Kombat terus berkembang dan relevan dengan para penggemar lintas generasi,” kata Kiki Kai, perwakilan dari Kombatant ID. “Melihat Jakarta menjadi salah satu lokasi global tour tentunya jadi sebuah pengakuan yang luar biasa bagi komunitas Indonesia.”

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

Para Pemain “mortal Kombat Ii” Meriahkan Tur Global Di Jakarta Lewat Kehadiran Di Fan Event Dan Red Carpet Di Jakarta

“Mortal Kombat II” melanjutkan kesuksesan film tahun 2021 dengan memperluas semesta cerita melalui dunia-dunia baru, karakter ikonik, serta adegan pertarungan yang intens dan visceral. Dengan lebih banyak aksi, humor yang tajam, serta emosi yang kuat, film ini menjanjikan pengalaman yang LEBIH BESAR, LEBIH SERU, DAN LEBIH BRUTAL—menghadirkan pengalaman Mortal Kombat yang selama ini dinantikan para penggemar.

“Mortal Kombat II” akan tayang di bioskop dan IMAX® di seluruh Indonesia pada 6 Mei 2026.

Advertisement

News

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis

Published

on

By

Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun Dari Dunia Menulis

Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.

Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.

Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.

Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.

Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.

Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.

Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.

Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.

Continue Reading

News

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve

Published

on

By

Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan Di Valve

Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.

Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.

Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.

Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.

Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.

Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.

Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.

Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.

Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.

Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.

Continue Reading

News

SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier

Published

on

By

Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.

Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.

SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.

Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.

Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.

Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.

Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.

Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending