Connect with us

TV & Movies

Resmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah

Published

on

Resmi Meluncur, Xiaomi Tv S Mini Led 2026 Standar Baru Hiburan Premium Di Rumah

www.gwigwi.com – Xiaomi Indonesia hari ini resmi memperkenalkan lini terbarunya, Xiaomi TV S Mini LED 2026. Peluncuran ini mempertegas dedikasi Xiaomi dalam menghadirkan inovasi visual terdepan di Indonesia. Dengan mengusung visi “Live Right, Live Smart”, seri ini dirancang untuk mengintegrasikan ekosistem teknologi ke dalam gaya hidup keluarga Indonesia secara lebih harmonis, manusiawi, dan cerdas.

Evolusi Mini LED: Melampaui Batas Visual Konvensional

Di tengah tren layar lebar, Xiaomi menetapkan teknologi Mini LED sebagai standar baru pada perangkat televisi. Berbeda dengan panel LED standar, teknologi Mini LED memanfaatkan ribuan dioda cahaya yang jauh lebih kecil untuk menghasilkan kontrol pencahayaan yang sangat presisi.

Inovasi ini mampu menghadirkan tingkat kecerahan tinggi sekaligus mempertahankan warna hitam yang pekat, sehingga memberikan rentang dinamis dan detail yang sangat tajam. Inilah keunggulan utama Xiaomi TV S Mini LED 2026. Perangkat ini mampu mengoptimalkan dimensi layar yang besar dengan menghadirkan kualitas gambar yang lebih hidup, akurat, dan mendalam di setiap pikselnya.

“Hadirnya Xiaomi TV S Mini LED 2026 adalah wujud komitmen kami untuk terus menaikkan standar hiburan di rumah. Kami memahami bahwa konsumen kini menginginkan lebih dari sekadar layar besar; mereka mendambakan kualitas visual yang mampu menghidupkan setiap detail di setiap momen berharga,” ujar Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.

“Mengedepankan value dari kualitas produk, kami memastikan inovasi ini tidak hanya menciptakan pengalaman home entertainment terbaik, tetapi juga memperkaya estetika dan gaya hidup keluarga Indonesia melalui ekosistem yang saling terhubung,” tambahnya.

Presisi Visual: Melampaui Batas Layar Lebar

Teknologi QD-Mini LED pada seri ini menghadirkan kedalaman visual yang setara dengan monitor studio profesional. Dengan peak brightness hingga 1.200 nits, setiap detail cahaya tampil jernih bahkan di ruangan dengan pencahayaan alami yang kuat, bahkan saat nobar pertandingan atau bahkan menyaksikan siaran ulang di siang hari dengan cahaya matahari masuk, setiap momen penting tetap terlihat jelas tanpa kompromi. Sementara itu, kontrol zona cahaya yang presisi menghasilkan warna hitam yang pekat, menciptakan kontras yang lebih dramatis dan hidup. Memberikan kedalaman ekstra saat menikmati pertandingan yang dinanti dengan suasana yang lebih hidup.

Bagi pencinta olahraga dan gamer, Xiaomi menghadirkan performa tanpa hambatan. Dengan native 144Hz refresh rate (pada model 85″ dan 98″) serta fitur Game Boost, setiap transisi gambar bergerak terasa sangat mulus, menjaga setiap pergerakan cepat, dari aksi di lapangan hingga momen clutch dalam game, tetap tajam dan responsif.

Resmi Meluncur, Xiaomi Tv S Mini Led 2026 Standar Baru Hiburan Premium Di Rumah

Resmi Meluncur, Xiaomi Tv S Mini Led 2026 Standar Baru Hiburan Premium Di Rumah

Dukungan Dolby Vision dan Dolby Atmos melengkapi unit ini menjadi sebuah High-Fidelity Sanctuary, mengubah ruang keluarga menjadi stadion pribadi atau bioskop kelas dunia menciptakan pengalaman nobar yang terasa hidup, seolah berada langsung di tengah sorakan penonton.

“Digital Window”: Harmoni Estetika dalam Ruangan

Xiaomi TV S Mini LED 2026 didesain untuk menyatu secara struktural dengan arsitektur hunian modern. Tersedia dalam lima ukuran mulai dari 55”, 65”, 75”, 85”, hingga 98”, seri ini mengusung konsep “Digital Window”. Melalui pendekatan ini, layar besar tidak lagi dipandang sebagai perangkat elektronik yang masif, melainkan elemen desain yang mempercantik ruangan, menghasilkan perpaduan sempurna antara teknologi mutakhir dan estetika gaya hidup.

Resmi Meluncur, Xiaomi Tv S Mini Led 2026 Standar Baru Hiburan Premium Di Rumah

Resmi Meluncur, Xiaomi Tv S Mini Led 2026 Standar Baru Hiburan Premium Di Rumah

Menggunakan material ultra-slim metallic, TV ini tampil elegan dan ramping, menjadikannya pusat perhatian yang tetap selaras dengan berbagai tipe interior rumah. Ditambah lagi, perangkat ini mampu menyesuaikan diri dengan suasana ruangan berkat keunggulan QD-Mini LED. Tetap vibrant untuk aktivitas siang hari seperti kumpul santai atau nobar dan bertransformasi lebih lembut di malam hari untuk pengalaman menonton yang nyaman dan imersif.

Xiaomi Connect: Menciptakan Harmoni dalam Satu Ekosistem

Melalui sistem operasi Xiaomi HyperOS, Xiaomi TV S Mini LED 2026 menjadi pusat kendali dari sebuah “Choreographed Home.” Inovasi ini memungkinkan seluruh perangkat pintar di rumah bergerak dalam satu irama; satu ketukan pada layar dapat mengaktifkan skenario yang terintegrasi, mulai dari menutup tirai pintar, meredupkan pencahayaan arsitektural, hingga menyesuaikan suhu udara demi menciptakan atmosfer menonton yang sempurna.

Value dan Ketersediaan

Siap upgrade pengalaman hiburan di rumah dengan visual yang lebih memukau? Xiaomi TV S Mini LED Series 2026 kini hadir dengan value mulai dari Rp9.999.000 untuk varian 65 inci, Rp14.999.000 untuk varian 75 inci, Rp22.999.000 untuk varian 85 inci, hingga Rp29.999.000 untuk varian 98 inci. Produk ini tersedia secara offline di Xiaomi Store dan Erafone, serta tersedia online melalui mi.com dan Xiaomi Official Store di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli.

Menariknya, setiap pembelian Xiaomi TV S Mini LED 2026 (varian 65″, 75″, 85″, dan 98″), Anda akan mendapatkan hadiah eksklusif berupa Xiaomi TV A Pro 32″ 2026 selama persediaan masih ada. Khusus untuk pembelian melalui Xiaomi Store dan mi.com, nikmati juga layanan gratis ongkir ke seluruh wilayah Jawa. Selain itu, tersedia layanan pemasangan gratis khusus untuk pembelian varian 85″ dan 98″. Khusus varian 55 inci, produk akan segera tersedia dalam waktu dekat, jadi nantikan kehadirannya untuk melengkapi pengalaman menonton yang lebih imersif.

Produk

Ketersediaan

Value

Xiaomi TV S Mini LED 55 2026

Offline

Xiaomi Store, Erafone

Online

Mi.com dan Xiaomi Official Store di

Shopee, Tokopedia, Blibli, TikTok Shop

Available soon

Xiaomi TV S Mini LED 65 2026

Rp11.999.000

Rp9.999.000

Xiaomi TV S Mini LED 75 2026

Rp16.999.000

Rp14.999.000

Xiaomi TV S Mini LED 85 2026

Rp24.999.000

Rp22.999.000

Xiaomi TV S Mini LED 98 2026

Rp34.999.000

Rp29.999.000

Advertisement

TV & Movies

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

Published

on

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

www.gwigwi.com – Toy Story, salah satu IP milik Pixar-Disney yang masih kuat bertahan di industri perfilman dunia pada tahun 2026 ini kembali menghibur seluruh kalangan Gwiple di bioskop-bioskop.

Seri ke-5 ini menitikberatkan pada pengalaman Jessie (Joan Cusack) yang masih mengalami PTSD saat ditinggalkan oleh pemilik pertamanya, yaitu Emily.

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

Walaupun ia dan Buzz (Tim Allen) beserta teman-teman mainan lainnya masih bahagia karena dimiliki oleh Bonnie (Scarlett Spears) namun Jessie tetap tidak bisa melupakan Emily dan merasa takut suatu saat Bonnie akan meninggalkannya juga.

Kekhawatirannya semakin menjadi-jadi saat orang tua Bonnie membelikannya Lilypad (Greta Lee), sebuah tablet khusus anak-anak berwujud kodok yang dengan cepat menjadi mainan favoritnya Bonnie.

Jessie harus menerima kenyataan bahwa makin banyak anak (dan juga orang tua) yang sudah ketergantungan dengan berbagai device dan gadget.

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

Jessie tidak menyukai Lilypad dan begitu juga sebaliknya karena Lilypad yakin bahwa ia dapat membuat Bonnie memiliki banyak teman online.

Dalam persaingan untuk membuat Bonnie memiliki teman main, Jessie dan Bullseye tidak sengaja tersasar dan ditemukan sepasang nenek dan kakek yang mengirim mereka ke ranch tempat Emily dulu tinggal.

Namun sekarang ditinggali oleh seorang anak bernama Blaze (Mykal-Michelle Harris )dan keluarganya. Jessie berkenalan dengan trio gadget tua yaitu Smartypants ( Conan O’Brien) si pelatih penggunaan toilet untuk anak-anak, Atlas (Craig Robinson) alat GPS berwujud kuda nil, dan Snappy (Shelby Rabara) si digital camera mini.

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

Review Film Toy Story 5: Toys Vs Devices

Jessie pun melihat bahwa Blaze juga senang bermain dengan mainannya serta memiliki imajinasi yang sangat kreatif mirip dengan Bonnie karenanya Jessie merencanakan agar Blaze dapat bertemu dengan Bonnie.

Mungkin ada sebagian dari Gwiple merasa sangsi dengan film ke-5 ini dan merasa IP ini sudah terlalu lama eksis. Namun percayalah bahwa para anggota tim di balik Toy Sotry masih dapat memberikan cerita yang bermakna namun tetap menghibur terutama bagi anak-anak.

Sebagaimana Woodie mencari tujuan hidupnya di film ke-4 dengan mendedikasikan dirinya untuk menyelamatkan mainan-mainan yang terbuang/dibuang; Jessie di dalam film ini berupaya mengatasi PTSD ditinggalkan oleh manusianya dengan berupaya membuat Bonnie memiliki teman main walaupun konsekuensinya adalah ia nanti akan ditinggalkan oleh Bonnie seiring umurnya bertambah terus.

Pesan lainnya adalah pentingnya orang tua dapat membagi waktu anak-anak dalam menggunakan devices dengan permainan lainnya agar anak-anak tetap dapat menumbuhkan kreatifitas dan imajinasi mereka.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Published

on

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

www.gwigwi.com –

Steven Spielberg sudah menyutradarai beberapa film terkait keberadaan alien yang datang ke bumi seperti: Close Encounters Of The Third Kind, ET, War of The Worlds, bahkan Indiana Jones And The Kingdom Of The Crystal Skull pun bertemakan alien yang datang ke bumi.
Pada tahun 2026 ini ia kembali menghadirkan film Disclosure Day dengan tema keberadaan alien yang ditutup-tutupi oleh pemerintah Amerika Serikat dan kontraktor militer swasta bernama Wardex sejak insiden Rosswell tahun 1947.
Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Namun Daniel Kellner (Josh O’Connor), mantan karyawan Wardex yang jenius dalam hacking dan matematika ingin mengumumkan pada dunia tentang keberadaan Alien yang disembunyikan oleh Wardex.
Ia dibantu oleh Hugo (Coman Domingo) seorang mantan karyawan lain yang menginspirasi Kellner dan beberapa karyawan lainnya untuk membangkang karena Wardex yang dipimpin oleh Noah Scanlon (Colin Firth) melakukan banyak interogasi dan eksperimen kejam terhadap para alien yang mendarat/jatuh di Amerika Serikat.
Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Ternyata Kellner tidak sendirian karena Margaret Fairchild (Emily Blunt), seorang presenter ramalan cuaca di stasiun TV KCXE tiba-tiba dapat berbicara banyak bahasa asing (yang hanya muncul di awal saja) dan kekuatan untuk membaca pikiran orang yang ditatapnya lalu menggali berbagai informasi privat tentang orang tersebut.
Setelah kekuatannya bangkit, Margaret berupaya menemui Kellner seolah-olah ada yang mengarahkannya.
Adalah suatu misteri kenapa mereka berdua yang mendapatkan kekuatan misterius dan apakah kesamaan di antara mereka.
Kalau Gwiple mengharapkan banyak adegan kejar-kejaran hingga tabrakan mobil dan aksi tembak-tembakan, Disclosure Day bukanlah film seperti itu.
Wardex yang digadang-gadang kontraktor militer profesional dan kejam seperti tidak berdaya melawan Kellner dan Margaret, terlihat sekali saat mencoba mengepung targetnya, personel Wardex membiarkan satu atau dua sisi gedung tidak dijaga sehingga dengan mudahnya target kabur, bahkan ada satu adegan dimana Kellner dengan mudahnya mengendap ngendap tidak ketahuan oleh puluhan agen dan dengan mudah mencuri mobil milik Wardex.
Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Review Film Disclosure Day, Obsesi Spielberg Tentang Alien

Dan sering diucapkan bahwa Kellner akan dibunuh oleh agen-agen Wardex tapi tidak pernah dilakukan saat mereka menemukan Kellner bahkan tidak banyak yang berusaha menembaknya.
Masih ada plot hole lainnya namun biarlah Gwiple yang menilainya saat menonton film ini di bioskop-bioskop.
Disclosure Day juga ingin memunculkan diskusi apakah penduduk bumi terutama yang beragama dan meyakini kekuatan ilahi menanggapi berita tentang kemunculan alien namun pembahasannya kurang dalam dan konklusinya juga kurang memuaskan dan sepertinya bermain aman saja supaya tidak memunculkan protes dari kelompok agama.
Jadi, apakah semua hype yang mengelilingi Disclosure Day terbayar lunas?
Jawabannya mungkin berbeda bagi tiap Gwiple yang menontonnya , tetapi film berdurasi 145 menit ini jelas menyisakan bahan diskusi bahkan setelah kredit penutup bergulir.
https://www.youtube.com/watch?v=icDuEHSxE-w
Continue Reading

TV & Movies

Review Film The Masters of The Universe, Not Enough Power

Published

on

By

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

www.gwigwi.com – Franchise legenda lagi akan tayang setelah MORTAL KOMBAT 2 dan THE MANDALORIAN AND GROGU. HE-MAN! Laama sekali penantian setelah begitu banyak rumor dan segala macamnya, MASTERS OF THE UNIVERSE akhirnya jadi film juga. Nah, apakah akan hanya menyenangkan fans lama saja?

Adam (Nicholas Galitzine) rindu dengan kampung halamannya, Eternia sampai mengganggu pekerjaannya di kantor.

Naas, saat kerajaannya diserang dulu, dia terpaksa kabur ke bumi. Sampai akhirnya dia menemukan lagi pedang yang akan menuntunnya pulang, Sword of Power.

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Namun, baru saja dia panggul pedang itu lagi, Adam diserang monster dan dilindungi teman lamanya, Theela (Camila Mendes) yang membawanya pulang.

Sang pangeran tak menyangka Eternia kini rusak akibat lalimnya sang musuh utama, Skeletor (Jared Leto). Menggunakan Sword of Power dan sekutunya seperti Man At-Arms (Idris Elba), maka Adam harus berjuang menyelamatkan dunianya.

Sebagai adaptasi mainan HE-MAN, tentu visual dan baku hantamnya lah salah satu pesona utama. Kostumnya untungnya tidak direalistiskan tapi total mencoba setia pada mainannya. Begitu pun aksinya menghentak bahkan sedari awal. Berkat koreografi energik dan sinematografi dinamis yang cakap.

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Nicholas Galatzine seakan menchannel man child ala Star Lord-nya Chris Pratt, tapi tetap punya keunikan sendiri. Meski berbadan besar hanya dengan tatapan saja dia bisa terkesan lembut dan membuat iba.

Sisi itulah yang membuat hero ini tak hanya sekedar mas berotot tangguh bawa pedang saja. Terdapat kualitas heroik lain yang menyokong tenaga itu, membuatnya cukup berbeda dibanding tipikal penampilannya. Dan Nicholas Galitzine berhasil menampilkannya.

Mungkin yang mengherankan adalah pilihan membuat badannya sudah bongsor walau belum berubah jadi HE-MAN. Meski visual henshinnya keren, tapi perubahan fisiknya terasa kurang sedrastis Chris Evans saat menjadi Captain America. Jadinya, efek wow transformasinya berasa kurang.

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Review Film The Masters Of The Universe, Not Enough Power

Di sisi lain, Jared Leto mengejutkan sebagai si antagonis. Tak sekalipun kita melihat wajahnya, tapi dia bisa melebur total dalam balutan kostum dan wajah tengkorak. Gesturnya begitu hidup dan dia bisa terlihat mengancam tapi kemudian lucu dengan seketika.

Secara cerita memang…klasik, maka film tampak mengandalkan atraksi, banter antar karakter yang memang oke saja dan komedi. Walau servicable, rasanya bila ingin menjadi franchise jaya kembali, THE MASTERS OF THE UNIVERSE tampaknya butuh lebih banyak kejutan dan selling point untuk memenangkan penonton sekarang yang sudah terhujani banyak konten, tak seperti tahun-tahun keemasannya dulu.

Bila tidak, yang senang sekali bisa jadi hanya para fans tua saja sementara penonton lain menggangguk saja kurang terkesan, seperti yang penulis rasakan.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending