Connect with us

News

Masih Layak kah Xiaomi Mi A1 Dibeli Di Tahun 2018?

Published

on

GwiGwi.com – Xiaomi baru saja merilis penerus dari Xiaomi Mi A1, yaitu Xiaomi Mi A2 dan Mi A2 Lite. Dengan spesifikasi yang ditingkatkan pada seri Mi A2, apakah Mi A1 masih layak dibeli dibandingkan sang adik? Atau malah seharusnya kita malah membeli Mi A1 dibandingkan Mi A2 dan Mi A2 Lite? Yuk simak ulasan berikut.

Xiaomi merilis Mi A1 sebagai langkah baru Xiaomi yang bekerjasama dengan Google didalam projek Android One. Sebelumnya, Android One sendiri merupakan tipe Android dimana operating sistem bermaskot robot hijau ini, diberikan oleh vendor secara murni tanpa ada perubahan skin apapun yang dapat menyebabkan perangkat tersebut jadi dipenuh Bloatware. Xiaomi Mi A1 menjadi perangkat pertama Xiaomi yang mengenalkan “Android Murni” untuk merk asal China ini.

Mi A1 memiliki spesifikasi kelas menengah yang cukup mumpuni pada eranya, bahkan sesungguhnya Xiaomi belum begitu jauh melangkah pada tahun 2018 ini. Salah satunyaa adalah penggunaan Qualcomm Snapdragon 625 yang menjadi otak utama dari perangkat ini. Xiaomi berdalih (pada masa itu bahkan hingga sekarang), bahwa Snapdragon 625 atau yang dikenal juga sebagai SD625, adalah prosesor yang sangat powerful dan masih sanggup melibas sekian banyak aplikasi yang telah beredar di Play Store. Hal ini terbukti melalui dikeluarkannya Mi A2 Lite yang masih memiliki spesifikasi serupa, namun dengan sedikit perubahan. Selain prosesor, Mi A1 dirilis dengan 2 versi, yaitu versi 4/64GB yang pertama kali dikeluarkan, serta 3/32GB yang menyusul beberapa waktu setelah Mi A1 dirilis. Hal ini lebih dari cukup untuk perangkat yang ditargetkan untuk kelas menengah keatas.

Namun, Mi A1 tidak hanya berfokus pada jeroan inti saja. Mi A1 juga menjadi perangkat Xiaomi pertama di Indonesia yang memiliki gabungan 2 lensa yaitu normal dan telephoto, yang dipasangkan menjadi kamera belakang (dan utamanya). Picture Perfect Dual Camera menjadi tagline dari Xiaomi untuk perangkat ini, dan sejujurnya, dari review kami sebelumnya, hal ini memang benar adanya karena hasilnya jauh melebihi ekspektasi dari perangkat ini.

Salah satu yang menarik perhatian saya sebagai pengguna smartphone yang cukup rajin bolak balik, sebenarnya ada di perihal expandable storage atau lebih dikenal sebagai memori eksternal. Mi A2 tidak menyebutkan keberadaan slot microSD saat peluncuran, dan ternyata memang tidak disediakan. Hal ini membuat saya bertanya-tanya, “berarti lebih lengkap Mi A1 dong?” karena Mi A2 memiliki fitur yang sempat membuat saya tidak sukai dari merk Samsung dan beralih ke Xiaomi, yaitu hilangnya slot microSD dari keberadaan semestinya. Mi A1 memiliki slot microSD dengan memanfaatkan slot hybrid pada tempat simcard ke-2.

Lalu, ada lagi yang hilang dari Mi A2 tapi hadir di Mi A1? Untuk Mi A2, hilangnya earphone jackjack 3.5, atau colokan earphone, menandakan bahwa sepertinya Xiaomi mulai mengejar langkah Apple dan melenyapkan lubang kecil favorit audiophile. Sedangkan untuk Mi A2 Lite, salah satu tambahan yang disayangkan adalah pemilihan Xiaomi untuk tetap menggunakan micro-usb dibandingkan USB Type-C yang menjadi trend (dan masih cuman dimiliki) oleh Mi A1.

Jadi kesimpulannya, apakah Xiaomi Mi A1 masih layak dibeli di 2018?

Dengan potongan harga yang mulai terlihat, beserta bundling yang disediakan oleh Xiaomi bersama dengan earphone atau powerbank dari merk yang sama, Mi A1 bisa menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan Mi A2 untuk kalian yang ingin merasakan Android murni, tanpa harus merogoh kocek yang dalam. Itu-pun berarti kalian harus siap untuk meninggalkan kesempatan merasakan layar kekinian yaitu dengan rasio yang lebih panjang (mulai dari 18:9). Namun, jika kalian tidak terlalu memikirkan soal rasio layar, Xiaomi Mi A1 dengan prosesor SD 625, dan Memori Internal 4/64GB, bisa menjadi pilihan smartphone Android One terbaik selain kompetitornya yang ada di Indonesia seperti Asus dan juga Nokia.

Baca juga: Review Redmi 5 Plus Indonesia – Layar 18:9 Paling Affordable?

Advertisement

News

Fate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks

Published

on

Fate/grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan Oleh Cloverworks

www.gwigwi.com – Pameran Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing menghadirkan kejutan bagi para penggemar dengan merilis video pembuka yang sebelumnya hanya ditayangkan di area pameran. Video tersebut kini dapat disaksikan secara online dan menampilkan animasi berkualitas tinggi dari CloverWorks.

Video pembuka ini awalnya dibuat khusus untuk teater pembukaan pameran. Isinya merangkum perjalanan panjang para protagonis dalam Fate/Grand Order, sekaligus menghadirkan kembali sejumlah momen penting dari perjalanan mereka. Karakter Mash Kyrielight juga tampil dalam video dengan suara dari Rie Takahashi.

Keterlibatan CloverWorks bukan pertama kalinya studio tersebut mengerjakan materi animasi untuk game Fate/Grand Order. Sebelumnya, mereka juga menangani trailer khusus yang memperkenalkan update game dengan kehadiran Servant bintang lima baru, End of the World Archer.

Untuk video pembuka pameran ini, Haruka Fujita dipercaya menangani posisi sutradara, storyboard, sekaligus episode director. Sementara itu, Masayoshi Tanaka bertugas sebagai animation director.

Bagian visual lainnya ditangani oleh sejumlah staf berpengalaman. Kyoko Hara mengerjakan color design, sedangkan Ryoko Itaya bertanggung jawab sebagai art director. Posisi director of photography diisi oleh Yuya Sakuma, sementara bagian 3DCG dikerjakan oleh Capsule.

Dari sisi produksi, Yuichi Fukushima bertugas sebagai animation producer dan CloverWorks menjadi studio yang menangani keseluruhan produksi animasi.

Video tersebut semakin menarik berkat lagu “Unmei ~Hoshimi no Kairo~” yang menjadi musik pengiring. Lagu ini digubah oleh Keita Haga, kemudian diaransemen bersama Ryota Kikuchi.

Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing sendiri merupakan pameran khusus yang membawa pengunjung menyelami berbagai aspek dari perjalanan franchise Fate/Grand Order. Berbagai materi visual dan pengalaman interaktif disiapkan untuk memperlihatkan perjalanan para karakter serta dunia yang telah dibangun game tersebut selama bertahun-tahun.

Pameran ini saat ini berlangsung di Mori Arts Center Gallery, Tokyo, Jepang. Pengunjung masih dapat mendatanginya hingga 14 September 2026.

Dengan dirilisnya video pembuka secara online, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Tokyo kini tetap memiliki kesempatan untuk melihat salah satu materi eksklusif dari pameran tersebut. Kehadiran animasi CloverWorks juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan proyek animasi Fate/Grand Order.

Continue Reading

News

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

Published

on

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi Lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

www.gwigwi.com – Mantan anggota Hololive, Uruha Rushia, yang kini beraktivitas dengan nama Mikeneko, kembali menjadi perhatian komunitas setelah mengungkap langkah baru dalam aktivitas kreatifnya. Ia mulai menawarkan foto dirinya melalui sistem membership berbayar yang dikelolanya secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan setelah Mikeneko menerima sebuah hadiah pakaian dari salah satu penggemar. Ia kemudian mengenakan pakaian tersebut, melakukan sesi pemotretan, dan menjadikan hasilnya sebagai bagian dari konten eksklusif untuk anggota membership.

Konten tersebut menjadi salah satu bentuk monetisasi yang kini dapat dilakukan Mikeneko secara lebih bebas setelah menjalani aktivitas sebagai kreator independen. Berbeda dengan ketika masih berada di bawah agensi, model membership memberikan ruang bagi dirinya untuk menentukan sendiri jenis konten yang ingin ditawarkan kepada komunitas.

Kabar tersebut kemudian menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Alih-alih mendapat respons negatif, banyak penggemar justru memberikan dukungan terhadap keputusan Mikeneko untuk memperluas cara monetisasi kontennya.

Bagi sebagian penggemar, langkah tersebut menunjukkan bahwa Mikeneko memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengelola aktivitas kreatif dan menentukan bagaimana karyanya dapat dinikmati oleh pendukung.

Sistem membership sendiri memungkinkan kreator memberikan konten tambahan kepada penggemar yang berlangganan secara rutin. Model ini semakin umum digunakan oleh kreator digital karena dapat menjadi sumber pendapatan langsung sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas.

Dalam kasus Mikeneko, kehadiran konten foto eksklusif menjadi salah satu bentuk baru dari aktivitas membership tersebut. Dukungan besar dari penggemar juga menunjukkan bahwa komunitasnya masih memiliki antusiasme tinggi terhadap berbagai proyek yang ia jalankan setelah meninggalkan dunia agensi VTuber.

Mikeneko sebelumnya dikenal luas sebagai Uruha Rushia selama bergabung dengan Hololive. Setelah keluar dari agensi tersebut, ia melanjutkan aktivitas sebagai kreator independen dan tetap memiliki basis penggemar yang cukup besar.

Perubahan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi berbagai bentuk konten dan model bisnis tanpa harus mengikuti struktur produksi sebuah agensi. Membership menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas kreatifnya.

Meski begitu, konten yang ditawarkan melalui membership tetap menjadi bagian dari aktivitas kreator dan tidak selalu tersedia untuk publik secara umum. Penggemar yang tertarik dapat mengikuti kanal resmi Mikeneko untuk mengetahui jenis konten serta sistem membership yang tersedia.

Dengan semakin banyaknya kreator digital yang memanfaatkan membership sebagai sumber pendapatan, langkah Mikeneko menunjukkan bagaimana mantan talent agensi dapat membangun kembali ekosistem komunitasnya secara mandiri. Dukungan dari ribuan penggemar juga menjadi indikasi bahwa perjalanan Mikeneko sebagai kreator independen masih mendapatkan perhatian besar.

Continue Reading

Entertainment

Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup

Published

on

Akemi Id Hadirkan Dua Member Baru, Ochi Dan Mika Sebagai Bagian Dari Regenerasi Grup

www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.

Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.

Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.

Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID

Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.

Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.

Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.

Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID

Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.

Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.

Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.

Menyambut Babak Baru Akemi ID

Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.

Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.

Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.

Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.

Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending