Connect with us

News

ZTE Nubia X, Unik! Tanpa Notch Tapi Pakai Layar Kedua Dibelakang. Ini Spesifikasi dan Harganya.

Published

on

GwiGwi.com – Trend notch seakan semakin kuat setelah Apple mengeluarkan iterasi kedua seri iPhone X yaitu iPhone XS, XS Max, dan XR. Tapi ZTE, melalui ZTE Nubia X, mematahkan trend tersebut dan bahkan menghilangkan kamera depan secara keseluruhan untuk layar kedua pada bagian belakang yang bisa menjadi viewfinder.

Berbeda dengan pendekatan yang telah dilakukan beberapa manufaktur lain seperti Vivo dengan Vivo Nex SOPPO dengan OPPO Find X dan Xiaomi melalui Xiaomi Mi Mix 3 yang menggunakan pendekatan mekanis yang membuat kamera bisa dimunculkan dengan model pop-up dimana VIVO dan OPPO menggunakan mekanisme motor, sedangkan Xiaomi dengan slider, ZTE memilih untuk menghilangkan kamera depannya sekaligus. Namun, untuk menangkal masalah anak selfie jaman now, ZTE memasangkan layar kedua pada bagian belakangnya. Oleh karena itu, ZTE memutuskan untuk Nubia X ini agar tidak memiliki kamera depan, sehingga terlahir lah screen-to-body-ratio yang cukup tinggi yaitu 93.6 persen. Layar depannya berukuran 6.26-inci, dengan resolusi 2280×1080 LCD Panel, dan 5.1-inci dengan resolusi 1520×720px yang fungsi utamanya adalah sebagai viewfinder.

Selain nilai jual (yang cukup mahal) melalui solusi penghilang notch yaitu dengan layar kedua, ZTE juga meletakan 2 fingerprint-sensor kepada kedua sisinya. Nantinya ini akan berfungsi agar user dapat membuka kunci smartphone mereka dengan gerakan yang sama baik saat membuka layar depan ataupun belakang. Sayangnya ZTE sepertinya malah menghilangkan salah satu fitur yang sebenarnya masih sangat disukai, yaitu headphone-jack 3.5mm.

Layar belakang dari Nubia X ini ditujukan sebagai pengganti viewfinder yaitu layar utama jika kamera depan tersedia. Namun, oleh karena hilangnya hal tersebut, layar belakang ini lah yang jadi jawaban ZTE. Layar belakangnya juga merupakan sebuah layar touchscreen yang dibuat seolah-olah menyatu dengan backcover-nya. ZTE memperlihatkan fungsi-fungsi tambahan seperti penggunaan wallpaper dan juga widgets yang membuat bagian belakang smartphone ini cukup menarik. Akan tetapi, tentunya akan membuat user boros baterai.

Baca Juga:  Selamat Datang Samsung Galaxy A70 dan Galaxy A80, Revolusi Mid-Ranger Smartphone Samsung 2019!

Selain itu, layar belakang juga berfungsi sebagai layar utuh layaknya layar utama pada sebuah smartphone. Jadi user dapat melakukan apa yang biasanya mereka lakukan di layar utama, pada layar belakang. ZTE juga memperlihatkan sebuah demo dimana layar belakang dirubah menjadi shoulder button saat bermain game, sehingga pengalaman bermain mobile di ZTE Nubia X ini terasa seperti menggunakan kontroler seperti misalnya Xbox Controller.

Spesifikasi yang didapat adalah spesifikasi yang sangat umum dimiliki oleh sebuah flagship di tahun 2018 yaitu Qualcomm Snapdragon 845 dengan Qualcomm QuickCharge 4.0, baterai sebesar 3800mAh, port USB-C, dan hadir dalam beberapa konfigurasi ram dan memori, mulai dari 6GB dan 8GB untuk RAM, serta 64GB dan 128GB untuk memori penyimpanan. Saat ini Nubia X hanya baru tersedia untuk negara China saja, dengan harga yang paling dasar sekitar CNY 3,299 atau 473 USD atau sekitar 7 Juta rupiah, dan untuk tipe paling atas yaitu tipe 8GB/128GB yang dibanderol dengan harga CNY 4,199 atau 602 USD atau sekitar 9 Juta rupiah.

Kira-kira apakah kalian tertarik nih Gwiples?

Gallery Nubia X

This slideshow requires JavaScript.

Baca juga: Meizu Resmi Datang ke Indonesia, Meizu 16th, Meizu M6T, Meizu C9, POP dan EP52 Lite Jadi Andalan!

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: fsp@giwgwi.com.

Advertisement
Click to comment

News

Menyusul Redmi Note 7, Redmi 7 Akan Segera Dijual Di Indonesia. Warna Apakah Favoritmu?

Published

on

By

GwiGwi.com – Sub-brand andalan Xiaomi, yaitu Redmi, akan segera meluncurkan perangkat lainnya ke Indonesia yaitu Redmi 7 setelah merilis Redmi Note 7 dengan harga yang fantastis pada beberapa waktu lalu di Jakarta. Akankah perangkat ini menggoyahkan atau malah memperkuat Lini Redmi yang Ke-7, melengkapi Redmi Note 7? Seperti apakah Spesifikasi dan Harganya?

Melalui Twitter resminya, Xiaomi memberikan sebuah poster teaser yang berisikan “Another 7 is Coming” yang senantias mengkonfirmasi kehadiran Redmi 7 ke Indonesia. Ini berlangsung tepat sebulan setelah Redmi Note 7 resmi diluncurkan di Indonesia.

Diduga akan lebih murah dari pendahulunya yaitu Redmi 6, Redmi 7 memiliki spesifikasi yang sangat oke jika dibandingkan dengan jajaran sekelasnya. Dibekali dengan Qualcomm Snapdragon 632, Variasi RAM mulai dari 2GB hingga 4GB, dan juga dibekali memori penyimpanan mulai dari 16GB hingga yang paling besar 64GB. Di Tiongkok sendiri, perangkat ini dibanderol dengan harga mulai dair 699 CNY atau sekitar 1.5 Jutaan untuk varian terkecil 2/16GB, hingga 999 CNY atau sekitar 2.1 Jutaan untuk varian 4/64GBnya. Jika di Indonesia mengikuti penyesuaian harga yang sama, maka Redmi 7 bisa jadi menjadi perangkat murah berkualitas dari Xiaomi berikutnya yang diluncurkan pada tahun ini.

Walau Serupa, Tetapi Tidak Sama Dengan Redmi Note 7

Secara sekilas, Redmi Note 7 dan Redmi 7 memiliki perawakan yang sama. Dengan bentang layar 6.26 inci dengan resolusi 1.520 x 720 pixel, membuat Redmi 7 sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan Redmi Note 7 yang memiliki bentang layar 6.3 inci FHD+ dengan resolusi 2340×1080 pixel.

Selain itu, Redmi 7 juga tidak memiliki kamera dengang megapiksel besar seperti kakaknya si Redmi Note 7. Kalau Redmi Note 7 (dan Redmi Note 7 Pro yang belum dirilis di Indonesia) dibekali oleh Sensor Kamera 48MP, Redmi 7 hanya memiliki kamera beresolusi 12 MP dan 2 MP yang dimana sensor keduanya adalah sensor kedalaman. Jadi jangan terlalu berharap untuk mendapatkan fitur-fitur kamera premium sebaik yang dimiliki Redmi Note 7.

Baca Juga:  Redmi 7 Indonesia Unboxing & Top Features | Android Entry Level dari Redmi

Namun kesamaan mereka berdua terdapat di besarnya baterai sebesar 4.000mAh, Fingerprint atau sensor sidik jari dibagian belakang, serta menggunakan Android Pie 9.0 yang dilapisi oleh MIUI 10 dari Xiaomi. Namun demikian, berbeda dengan Redmi Note 7, Redmi 7 hanya memakai MicroUSB untuk jalur pengisi daya atau komunikasinya dimana Redmi Note 7 sudah menggunakan USB Type-C.

Keduanya juga memiliki pewarnaan bergradasi pada bagian panel belakangnya, namun pilihan warnanya sedikit berbeda untuk di Redmi 7. Comet Blue, Eclipse Black dan Lunar Red menjadi nama warna yang tersedia dari Redmi 7.

Redmi 7 ini sebelumnya tersedia eksklusif hanya di China dan sudah dirilis 18 Maret 2019 lalu.

Apakah kalian tertarik untuk meminang Redmi 7 Gwiples? Warna apa nih yang kalian pilih? Redmi 7 akan mendarat di Indonesia secara resmi pada tanggal 23 April besok dengan informasi lebih detail termasuk tanggal ketersediaan dan juga harga resminya di Indonesia.

Simak Video Review Redmi 7 disini:

Continue Reading

News

Selamat Datang Samsung Galaxy A70 dan Galaxy A80, Revolusi Mid-Ranger Smartphone Samsung 2019!

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada event yang dihadiri oleh banyak media dari beberapa negara dan juga hadirnya BLACKPINK, Girl-band yang sedang trending dengan dirilis lagu barunya “Kill This Love”, Samsung memperkenalkan perangkat terbarunya di seri Galaxy A, yaitu Galaxy A70 dan Galaxy A80. Kedua perangkat ini menjadi jawaban tantangan yang hadir untuk Samsung dari kompetitor terutama kompetitor smartphone murah berkualitas dari Tiongkok seperti HonorRealme, dan juga Xiaomi yang mulai menggrogoti pasar Samsung Mid-Range.

Galaxy A Series ini juga menjadi rebrand dari Samsung Seri J yang akan berubah total prinsipnya menjadi “A Live For Live Generations” dimana Samsung melihat generasi muda setelah milenials akan sangat exist live menggunakan perangkat elektronik mereka. Oleh karena itu, Samsung membawa seri A ini sebagai pelengkap kehidupan anak-anak muda yang selalu aktif bersosial media dengan melengkapi seluruh seri Galaxy A dengan kemampuan kamera yang luar biasa, teknologi-teknologi lumayan terkini, dan juga baterai yang cukup besar.

Di Indonesia sendiri, beberapa seri Galaxy A sudah mendarat seperti Galaxy A10, Galaxy A20Galaxy A30, dan juga Galaxy A50. 4 Perangkat ini memiliki fitur “hampir” premium sekelas flagship, dimana A50 sebagai tombak utama yang memiliki setup 3 kamera dan juga in-display fingerprint seperti yang dimiliki kelas flagship Samsung, yaitu lini keluarga Galaxy S10 (lihat reviewnya disini).

Pada event tanggal 10 April kemarin, Samsung menambahkan 2 perangkat lagi untuk seri ini yang menjadi 2 perangkat ter “canggih” yaitu Galaxy A70, dengan fitur-fitur spesifikasi yang cukup oke, seperti prosesor Qualcomm Snapdragon 675, RAM hingga 6GB, penyimpanan internal 128GB, dan juga layar 6.7inci Super-Amoled, yang lebih besar bahkan dari Galaxy S10.  Sedangkat untuk Galaxy A80, peningkatan terbesar adalah di prosesornya yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 730G, dan yang paling menarik adalah kameranya yang bisa berputar, sehingga kamera depan dan belakang sebenarnya memakai sensor yang sama.

Baca Juga:  Kapan lagi main game sekalian beramal, Gameloft & CARE kerjasama untuk event spesial Dragon Mania Legends

Kamera pulalah yang menjadi titik terkuat Galaxy A70 dan Galaxy A80. Setelah seri Galaxy S10, Samsung beberapa kali mengeluarkan fitur “Ultra-Wide” Camera di berbagai perangkatnya, termasuk di seluruh seri Galaxy A kecuali Galaxy A10. Fitur ini bahkan juga tersedia di Galaxy M Series, yang belum lama ini juga baru saja diluncurkan. Galaxy A70 dan Galaxy A80 mampu menghasilkan kualitas foto yang sangat baik menggunakan 3 sensor kamera yaitu sensor kamera wide, ultra-wide, dan juga depth sensor. Selain itu, untuk Galaxy A80, fitur Bokeh juga bisa ditangkap oleh kameranya, mengalahkan Galaxy S10 yang tidak (atau belum) memiliki fitur ini.

Namun soal harga, memang tidak bisa dibohongi. Galaxy A80 dibanderol dengan harga sekitar 649 Euro, atau sekitar 10,4 Juta Rupiah, meletakannya sejajar dengan seri Galaxy S10 yang paling disukai karena harganya, yaitu Galaxy S10e. Sedangkan Galaxy A70 di ekspektasi memiliki harga 450 Euro atau sekitar 7 Jutaan, melengkapi kedua serinya untuk menggantikan Galaxy A7 dan A9 yang dirilis tahun lalu, serta meletakannya dikisaran level Galaxy S10 yang sudah digemari oleh banyak pengguna.

Di Indonesia sendiri, Galaxy A70 sudah diumumkan bahwa akan segera diluncurkan, dan sudah dapat diakses dari halaman “Persiapan” Pre-Order di Website Resmi Samsung disini. Untuk Galaxy A80, mungkin baru akan mendarat pada bulan Mei, dan telah menangkap banyak perahtian.

Baca juga: Kapan lagi main game sekalian beramal, Gameloft & CARE kerjasama untuk event spesial Dragon Mania Legends

Continue Reading

Japan

Reiwa, Resmi sebagai Nama untuk Era Baru Kekaisaran Jepang

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang mengumumkankan nama era baru kekaisaran di negara mereka yang akan dibuka bulan depan, sesudah Kaisar Akihito turun takhta pada akhir April mendatang.

“Beberapa ketika lalu, pemerintah menyimpulkan dalam rapat kabinet tentang nama era baru dan teknik mengucapkannya,” ujar Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga.

Ia lantas mengusung papan putih dengan guratan kaligrafi tradisional bertuliskan “Reiwa” di atasnya.

Sebagaimana dikutip AFP, kata itu terdiri dari dua karakter. Pertama, “Rei” yang mempunyai makna ganda, yakni “perintah” dan “peruntungan baik.” Sementara itu, “wa” seringkali diterjemahkan menjadi “damai” atau “harmoni”.

Pemerintahan Jepang nantinya akan menyatakan makna resmi dari kata tersebut, juga teknik pelafalannya dalam bahasa Inggris.

Reiwa bakal menggantikan era kekaisaran Akihito yang dikenal dengan sebutan Heisei. Nama era kekaisaran Heisei tersebut berarti “perdamaian di mana pun.”

Baca Juga:  Redmi 7 Indonesia Unboxing & Top Features | Android Entry Level dari Redmi

Abdikasi Akihito menorehkan sejarah di Jepang sebab ini adalahkali kesatu seorang kaisar turun takhta dalam dua abad.

Akihito sendiri sekitar ini sebetulnya tidak pernah terlampau tampil di hadapan publik. Selama berpuluh tahun, ia bekerja dari dalam lokasi tinggal atau luar negeri, sembari menyembuhkan luka dampak Perang Dunia II.

Saat memasuki usia 83 tahun, Akihito kesudahannya tampil di hadapan publik dan menuliskan** bahwa ia fobia tak dapat menuntaskan tugasnya dengan baik sebab kondisi kesehatannya sesudah menjalani perawatan kanker prostat dan operasi jantung.

Jepang akhirnya memberitahukan bahwa Akihito bakal turun takhta pada akhir April mendatang. Pusara kekaisaran akan di berikan kepada putranya, Pangeran Naruhito.

Naruhito diperkirakan akan langsung dilantik pada 1 Mei. Ketika Naruhito menerima pusaka kekaisaran, era Reiwa bakal dimulai.

Continue Reading

Trending