Connect with us

News

#Mending Xiaomi atau #Mending Realme? Genderang Perang Baru Smartphone Murah di Indonesia!

Published

on

GwiGwi.com – Beberapa waktu ini, genderang perang baru smartphone murah di Indonesia mulai berkumandang. Adalah Xiaomi dan RealMe yang menjadi pusat perhatian perang ini. Kedua perusahaan ini adalah produsen smartphone pada segmentasi yang sangat kompetitif di Indonesia, yaitu segmentasi budget smartphone dimana kedua perusahaan mengeluarkan perangkat dengan performa yang sangat baik pada kelasnya, namun menawarkan harga kompetitif yang tidak bisa disaingi oleh kompetitor lainnya yang bertanding di segmentasi market yang sama dengan harga yan lebih premium. Hal ini menjadi pusat perhatian bagi warga Indonesia yang merupakan target yang tepat untuk memiliki solusi dari segmentasi yang mulai dipenuhi kompetitor dan hanya bisa dimenangi melalui kompetisi harga.

Perkenalkan Xiaomi, Perusahaan Asal Negeri Tiongkok yang Menggebrak Pasar Smartphone

Didirikan oleh Lei Jun, Xiaomi dikenal di negeri asalnya sebagai pesaing utama Samsung dan juga Apple yang telah memimpin pasar smartphone selama beberapa waktu. Xiaomi hadir sebagai solusi domestik yang menawarkan perangkat yang memiliki kualitas cukup baik terutama dari segi performa, namun tidak membuat jebol kantong para pengkonsumsi gadget. Hal ini membuat Xiaomi sukses menjadi rajanya pasar smartphone di negeri asalnya kembali lagi, karena harga yang kompetitif.

Tak hanya bersaing di segi smartphone, Xiaomi mulai mengeluarkan inovasi teknologi canggih lainnya, namun tetap dalam tangkapan mindset yang sama, yaitu good tech on a budget. Disini Xiaomi mulai meraih momentum pasar yang semakin kuat. Sebagai negara yang paling besar memproduksi perangkat teknologi, demand di China untuk peralatan canggih yang dapat digunakan konsumer berbasis Internet of Things menjadi peluang besar untuk Xiaomi dan melalui beberapa anak perusahaan seperti Mijia (Rumah Mi), Yi (Young Innovators), dan sejumlah sub-brand lainnya, Xiaomi berhasil menjadi produsen teknologi dengan varias beragam demi memenuhi kebutuhan pasar.

Momentum ini akhirnya digunakan Xiaomi untuk memperluas pasar, hingga akhirnya menjelajah ke negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, India, dan juga akhirnya sampai ke tanah air Indonesia. Xiaomi sudah memiliki pengalaman pasar yang cukup kuat di India, dan keputusannya untuk selalu mengupdate Xiaomi Indonesia hingga ke tahap tertentu menyerupai India, membuat Xiaomi Indonesia sangat diminati di pasar yang baru mulai berkembang, dengan demand yang besar.

Xiaomi pun akhirnya semakin memiliki posisi nyaman di Indonesia pada tahun 2018, dengan memposisikan dirinya sebagai smartphone dengan penjualan terbaik, pengguna terbanyak, dan yang paling diminati pasar nomor 2 di Indonesia, dengan persentasi yang beda tipis dengan Samsung yang sudah lama menjadi rajanya Smartphone di Indonesia. Ini pun dibuktikan dengan mulai bermunculannya Xiaomi Mi Official Store di berbagai area di Indonesia, dan bermunculan hampir setiap bulan di beberapa kota.

Xiaomi pun memiliki komunitas yang besar di Indonesia melalui Mi Fans yang disebut sebagai fans yang sangat antusias, dan selalu mendukung Xiaomi Indonesia pada setiap perjalanannya. Ini pun didukung juga dengan keinginan Xiaomi untuk mendatangkan Mi Fans ke beberapa event mereka seperti Launching, Mi Pop, Mi Community Day, dan lainnya.

Xiaomi tatkala juga menciptakan sebuah sub-brand yang bertujuan untuk menyaingi brand kelas flagship yang sudah semakin mahal dengan menciptakan POCOPHONE atau POCO di India. Tak lama setelah itu, POCOPHONE pun diboyong ke Indonesia dan memperkenalkan smartphone pertamanya, POCOPHONE F1 (baca reviewnya disini).

Namun, pada penghujung tahun 2018, salah satu saingan Xiaomi yang sudah tertanam kuat di Negara kedua terbaiknya selain China yaitu India, RealMe Mobile, akhirnya menancapkan taringnya kedalam pasar kompetitif penuh saingan dari banyak ragam kompetitor di Indonesia.

Perkenalkan RealMe Mobile, Berasal dari Perusahaan Penghasil Smartphone Terindah Secara Aestetika.

Realme Mobile, atau lebih dikenal dengan lebih sederhana sebagai RealMe adalah salah satu perusahaan produsen smartphone dari negara yang sama dari Xiaomi, namun dengan teori yang lebih budget lagi, tapi tidak merusak aestetika dari sebuah Smartphone. Perusahaan ini dimulai oleh Sky Li, mantan Vice President of International Mobile Business dari perusahaan smartphone yang sudah cukup dikenal di Indonesia, yaitu OPPO. RealMe sendiri, pada saat peluncuran smartphone pertamanya, masih mengusung nama OPPO dan pada kala itu masih bernama OPPO Real dan perangkatnya adalah RealMe 1.

Sky Li, kemudian memutuskan untuk memecahkan diri dari OPPO agar lebih memiliki segmentasi market sendiri dan bergerak “mandiri” sebagai perusahaan terpisah, RealMe Mobile. Strategi ini berbeda dengan Xiaomi yang memang menciptakan POCOPHONE untuk mengisi segmentasi yang serupa. Ini bukanlah hal yang baru bagi OPPO Mobile. OPPO sendiri sudah terpisah menjadi 3 kubu sebelum RealMe ikut berpisah. OPPO memiliki 3 brand total dibawah sayapnya yaitu OnePlus One yang berfungsi sebagai produsen smartphone flagship harga budget, OPPO yang menawarkan segmentasi market menengah dengan smartphone yang memiliki estetika yang menarik dan selfie camera yang menyentuh angka 25 megapiksel, dan juga VIVO yang menawarkan segmentasi yang sama di market OPPO sendiri, tapi dengan improvement di beberapa area yang berbeda seperti performa main game, dan juga kamera belakang yang cukup mumpuni serta inovasi seperti on-screen fingerprint sensor.

RealMe lalu memulai perjalanan baru di India, sebagai produsen smartphone yang berusaha menggebrak pasar India. Saat itu India sudah mulai dipenuhi oleh beberapa kompetitor lainnya seperti Xiaomi dan juga OnePlus One yang merupakan saudara dekat dari RealMe. Akan tetapi, RealMe berhasil menggandeng beberapa kerjasama disana-sini di India, dan akhirnya berhasil meraih posisi ke-4 dalam penjualan dengan performa penjualan yang sangat baik dari RealMe 1.

Kedatangan Keduanya di Indonesia Menjadi Sinyal Perang Baru Smartphone Budget

Lalu kita kembali ke pasar Indonesia. Di Indonesia, demand untuk smartphone yang murah namun berkualitas sangatlah tinggi. Terutama setelah adanya gebrakan dari Xiaomi, Nokia, Honor dan bahkan produsen lokal seperti Advan membuat persaingan di pasar ini sangat ketat. Selain itu harga flagship yang semakin tidak affordable bagi berbagai kalangan, membuat pasar ini menjadi santapan lezat bagi setiap produsen yang bisa memberikan smartphone yang memenuhi demand tersebut.

Xiaomi adalah salah satu dari perusahaan yang menggebrak pasar dengan mengeluarkan smartphone dengan harga dibawah 3 juta rupiah, dan sudah menggunakan “prosesor dengan nama besar” yaitu Qualcomm Snapdragon. Tapi ini adalah saat dimana Xiaomi sudah mulai dikenal lebih luas di Indonesia dibawah naungan Grup Erajaya. Xiaomi awalnya datang melalui Lazada dan memperkenalkan “trend” flashsale ke Indonesia dengan perangkat pertamanya yaitu Redmi 1S.

Baca Juga:  Menyusul Redmi Note 7, Redmi 7 Akan Segera Dijual Di Indonesia. Warna Apakah Favoritmu?

Seiring waktu berjalan, market budget smartphone semakin penuh dipimpin oleh produsen lainnya seperti Nokia, Honor, dan lainnya. Tetapi Xiaomi semakin kuat. Hingga, akhirnya beberapa waktu ini dan kedepannya, mungkin akan ada sebuah perubahan sangat signifikan.

RealMe resmi datang ke Indonesia pada 9 Oktober 2018 kemarin dan berencana memperkenalkan 3 perangkat sekaligus yaitu RealMe 2, RealMe 2 Pro, dan RealMe C1. Ke-3 perangkat dari RealMe ini seolah-olah sudah siap menjatuhkan Xiaomi dari tahta yang sudah didukinya selama beberapa waktu. Walau mungkin tidak dalam waktu yang sangat cepat, berbagai tanggapan positif-pun sudah mulai berdatangan.

Di berbagai outlet sosial media-pun, para Netizen sudah mulai menyampaikan perasaan bahwa lebih baik salah satu merk dari yang lainnya dikarenakan 1 faktor, yaitu harga. Kiblat para Netizen seolah mulai bergejolak, sama seperti ketika Xiaomi pertama kali mendarat di Indonesia dan menyebabkan booming budget smartphone. Akan tetapi, terkadang ada faktor lainnya yang dapat dengan mudahnya mematahkan faktor tersebut.

Adalah Brand Loyalty yang nantinya akan menyelamatkan brand-brand yang sudah dikenal di Indonesia. Sebagai pengguna berbagai merk smartphone-pun saya menyadari hal tersebut. Saat ini saya sudah terikat dengan 2 brand utama yang bertolak belakang, yaitu Samsung dan juga Apple. Rasa nyaman terhadap 2 brand tersebut telah menguatkan posisi kedua brand dalam ekosistem keseharian. Beberapa brand lainnya pun sempat bertahan untuk beberapa waktu, hingga akhirnya saya memutuskan untuk kembali.


@SobatHAPE melalu cuitannya menginformasikan tentang Mimin Xiaomi yang mulai direcokin

Loyalist dari #MendingXiaomi juga tidak dalam jumlah sedikit. Komunitas yang sudah kuat didirikan tidak begitu mudah bisa digoyahkan karena kenyamanan dalam sebuah ekosistem. Hanya faktor personal seperti kondisi ekonomi lah yang sepertinya bisa menggoyangkan hal tersebut.


Dilansir dari cuitan @rendy_ricardo yang membagikan tangkapan layar dari Social Media Xiaomi

Xiaomi dan RealMe memiliki beberapa kesamaan. Keduanya sudah berhasil mendatangkan perangkat yang sangat affordable, berada di posisi harga sub-3jtan. Selain itu keduanya memiliki otak prosesor yang hampir serupa, yaitu sama-sama dari Qualcomm Snapdragon. Untuk Xiaomi, mereka memakai mulai dari Snapdragon 425 hingga 835 yang menjadikan segmentasi beragam dari Xiaomi untuk hal prosesor saja. Sedangkan RealMe menggunakan Snapdragon 450 dan 660 sebagai pilihannya.

Keduanya pun menawarkan kapasitas memori penyimpanan yang besar, dan didukung oleh RAM yang cukup besar mulai dari konfigurasi RAM 2GB hingga 8GB, ditambah memori penyimpanan mulai dari 16GB untuk segmentasi budget terendah, hingga 128GB untuk kalian yang suka “unlimited” memory. Akan tetapi, Xiaomi disini memiliki poin kemenangan terutama untuk Xiaomi Mi A Series seperti Mi A1, Mi A2, dan Mi A2 Lite yang didukung oleh Google sebagai hasil kerjasama projek Android One. Android One memberikan kesempatan untuk seri tersebut memiliki kapasitas penyimpanan foto tak terbatas yang diberikan oleh Google.

Akan tetapi, RealMe memiliki nilai lebih yang berbeda. Dari segi kamera, RealMe didukung oleh kemampuan OPPO untuk menghasilkan kamera yang cukup oke, melampaui perangkat Xiaomi pada umumnya (kecuali beberapa model yang memang dipergunakan untuk keperluan fotografi). Keduanya pun memiliki kemampuan Artificial Inteligence yang digunakan pada prosesor gambar dan lensa kamera masing-masing, yang diduga meningkatkan kualitas foto yang ditangkap.

Jadi pada akhirnya, apakah #MendingXiaomi atau #MendingRealMe dapat dimenangkan salah satu pihak? Menurut saya tentu saja tidak. Posisi absolut ini kini sudah menjadi suatu yang sangat lumrah. Jika kita ingat, dulu Samsung pernah menjajaki strategi-strategi yang sama untuk melawan Apple, dan secara harafiah, saat ini keduanya malah sudah memiliki target market masing-masing yang sepertinya tidak memakan satu sama lainnya. Xiaomi dan RealMe sepertinya akan memiliki persaingan ketat yang sama seperti kedua merk raksasa yang tadi disebutkan, hanya dikarenakan segmentasi yang kuat untuk target market mereka di Indonesia.

Toh demikian, keduanya memiliki perangkat yang sangat bagus, dan tentunya diharapkan bisa memiliki penjualan yang sangat baik di Indonesia. Kompetisi sangatlah bagus karena kompetisi meningkatkan Inovasi. Hanya saja, terkadang sebenarnya yang membuat “onar” di Internet adalah para fans fanatik yang lebih menjagokan salah satu brand dibandingkan yang lainnya. Itu wajar. Dan sesungguhnya itulah yang dimaanfatkan dalam teknik marketing untuk meningkatkan sales.

Genderang perang sudah dibunyikan, dan kedua perusahaan asal Tiongkok sedang berusaha merebut market. Masing-masing memiliki nilai jual yang positif dan juga negatif. Baiknya adalah kita sebagai netizen untuk mengatur diri dan memilih brand sesuai beberapa faktor yang dijalani pribadi seperti:

1. Apakah merk ini cocok dengan saya?

2. Apakah saya memang sedang membutuhkannya?

3. Apakah saya memiliki budget yang sesuai?

Paling tidak, ketiga faktor diatas lah yang menjadikan tolak ukur. Toh pula, para produsen hanya berusaha sebaik mungkin untuk menjual perangkat mereka demi kesuksesan perusahaan.

Pada akhir kata, belilah merk yang kalian memang sukai, karena smartphone adalah sebuah aset berharga yang harusnya dapat bertahan untuk waktu yang cukup lumayan, minimal setidaknya 1 tahun digunakan, dan menjadi jendela penghubung kita sebagai makhluk sosial ke jendela dunia.

Jadi kalau kalian, lebih pilih mana? #MendingXiaomi? #MendingRealMe? Atau malah #MendingSamsung dan #MendingApple?

Jangan lupa untuk subscribe di Newsletter GwiGwi.com agar tidak kelewatan informasi-informasi menarik seputar Pop Culture, Games, Gadgets dan Technology yang sedang panas di Indonesia.

Follow juga akun sosial media GwiGwi.com di Facebook, Twitter, dan juga Instagram.

Untuk mendapatkan info-info menarik, foto-foto teknologi dan juga cosplay atau sekedar mengintip “kegiatan” sosial penulis artikel ini, silahkan follow Instagram saya di @fspplus dan jangan lupa say hi agar difollow kembali 😀

Terimakasih,

Sampai bertemu di artikel berikutnya!

FSP signing out~

News

Menyusul Redmi Note 7, Redmi 7 Akan Segera Dijual Di Indonesia. Warna Apakah Favoritmu?

Published

on

By

GwiGwi.com – Sub-brand andalan Xiaomi, yaitu Redmi, akan segera meluncurkan perangkat lainnya ke Indonesia yaitu Redmi 7 setelah merilis Redmi Note 7 dengan harga yang fantastis pada beberapa waktu lalu di Jakarta. Akankah perangkat ini menggoyahkan atau malah memperkuat Lini Redmi yang Ke-7, melengkapi Redmi Note 7? Seperti apakah Spesifikasi dan Harganya?

Melalui Twitter resminya, Xiaomi memberikan sebuah poster teaser yang berisikan “Another 7 is Coming” yang senantias mengkonfirmasi kehadiran Redmi 7 ke Indonesia. Ini berlangsung tepat sebulan setelah Redmi Note 7 resmi diluncurkan di Indonesia.

Diduga akan lebih murah dari pendahulunya yaitu Redmi 6, Redmi 7 memiliki spesifikasi yang sangat oke jika dibandingkan dengan jajaran sekelasnya. Dibekali dengan Qualcomm Snapdragon 632, Variasi RAM mulai dari 2GB hingga 4GB, dan juga dibekali memori penyimpanan mulai dari 16GB hingga yang paling besar 64GB. Di Tiongkok sendiri, perangkat ini dibanderol dengan harga mulai dair 699 CNY atau sekitar 1.5 Jutaan untuk varian terkecil 2/16GB, hingga 999 CNY atau sekitar 2.1 Jutaan untuk varian 4/64GBnya. Jika di Indonesia mengikuti penyesuaian harga yang sama, maka Redmi 7 bisa jadi menjadi perangkat murah berkualitas dari Xiaomi berikutnya yang diluncurkan pada tahun ini.

Walau Serupa, Tetapi Tidak Sama Dengan Redmi Note 7

Secara sekilas, Redmi Note 7 dan Redmi 7 memiliki perawakan yang sama. Dengan bentang layar 6.26 inci dengan resolusi 1.520 x 720 pixel, membuat Redmi 7 sedikit lebih kecil jika dibandingkan dengan Redmi Note 7 yang memiliki bentang layar 6.3 inci FHD+ dengan resolusi 2340×1080 pixel.

Selain itu, Redmi 7 juga tidak memiliki kamera dengang megapiksel besar seperti kakaknya si Redmi Note 7. Kalau Redmi Note 7 (dan Redmi Note 7 Pro yang belum dirilis di Indonesia) dibekali oleh Sensor Kamera 48MP, Redmi 7 hanya memiliki kamera beresolusi 12 MP dan 2 MP yang dimana sensor keduanya adalah sensor kedalaman. Jadi jangan terlalu berharap untuk mendapatkan fitur-fitur kamera premium sebaik yang dimiliki Redmi Note 7.

Baca Juga:  Selamat Datang Samsung Galaxy A70 dan Galaxy A80, Revolusi Mid-Ranger Smartphone Samsung 2019!

Namun kesamaan mereka berdua terdapat di besarnya baterai sebesar 4.000mAh, Fingerprint atau sensor sidik jari dibagian belakang, serta menggunakan Android Pie 9.0 yang dilapisi oleh MIUI 10 dari Xiaomi. Namun demikian, berbeda dengan Redmi Note 7, Redmi 7 hanya memakai MicroUSB untuk jalur pengisi daya atau komunikasinya dimana Redmi Note 7 sudah menggunakan USB Type-C.

Keduanya juga memiliki pewarnaan bergradasi pada bagian panel belakangnya, namun pilihan warnanya sedikit berbeda untuk di Redmi 7. Comet Blue, Eclipse Black dan Lunar Red menjadi nama warna yang tersedia dari Redmi 7.

Redmi 7 ini sebelumnya tersedia eksklusif hanya di China dan sudah dirilis 18 Maret 2019 lalu.

Apakah kalian tertarik untuk meminang Redmi 7 Gwiples? Warna apa nih yang kalian pilih? Redmi 7 akan mendarat di Indonesia secara resmi pada tanggal 23 April besok dengan informasi lebih detail termasuk tanggal ketersediaan dan juga harga resminya di Indonesia.

Simak Video Review Redmi 7 disini:

Continue Reading

News

Selamat Datang Samsung Galaxy A70 dan Galaxy A80, Revolusi Mid-Ranger Smartphone Samsung 2019!

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada event yang dihadiri oleh banyak media dari beberapa negara dan juga hadirnya BLACKPINK, Girl-band yang sedang trending dengan dirilis lagu barunya “Kill This Love”, Samsung memperkenalkan perangkat terbarunya di seri Galaxy A, yaitu Galaxy A70 dan Galaxy A80. Kedua perangkat ini menjadi jawaban tantangan yang hadir untuk Samsung dari kompetitor terutama kompetitor smartphone murah berkualitas dari Tiongkok seperti HonorRealme, dan juga Xiaomi yang mulai menggrogoti pasar Samsung Mid-Range.

Galaxy A Series ini juga menjadi rebrand dari Samsung Seri J yang akan berubah total prinsipnya menjadi “A Live For Live Generations” dimana Samsung melihat generasi muda setelah milenials akan sangat exist live menggunakan perangkat elektronik mereka. Oleh karena itu, Samsung membawa seri A ini sebagai pelengkap kehidupan anak-anak muda yang selalu aktif bersosial media dengan melengkapi seluruh seri Galaxy A dengan kemampuan kamera yang luar biasa, teknologi-teknologi lumayan terkini, dan juga baterai yang cukup besar.

Di Indonesia sendiri, beberapa seri Galaxy A sudah mendarat seperti Galaxy A10, Galaxy A20Galaxy A30, dan juga Galaxy A50. 4 Perangkat ini memiliki fitur “hampir” premium sekelas flagship, dimana A50 sebagai tombak utama yang memiliki setup 3 kamera dan juga in-display fingerprint seperti yang dimiliki kelas flagship Samsung, yaitu lini keluarga Galaxy S10 (lihat reviewnya disini).

Pada event tanggal 10 April kemarin, Samsung menambahkan 2 perangkat lagi untuk seri ini yang menjadi 2 perangkat ter “canggih” yaitu Galaxy A70, dengan fitur-fitur spesifikasi yang cukup oke, seperti prosesor Qualcomm Snapdragon 675, RAM hingga 6GB, penyimpanan internal 128GB, dan juga layar 6.7inci Super-Amoled, yang lebih besar bahkan dari Galaxy S10.  Sedangkat untuk Galaxy A80, peningkatan terbesar adalah di prosesornya yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 730G, dan yang paling menarik adalah kameranya yang bisa berputar, sehingga kamera depan dan belakang sebenarnya memakai sensor yang sama.

Baca Juga:  Hape Android Anti PUBG yang katanya "Haram", Redmi Go Indonesia Review

Kamera pulalah yang menjadi titik terkuat Galaxy A70 dan Galaxy A80. Setelah seri Galaxy S10, Samsung beberapa kali mengeluarkan fitur “Ultra-Wide” Camera di berbagai perangkatnya, termasuk di seluruh seri Galaxy A kecuali Galaxy A10. Fitur ini bahkan juga tersedia di Galaxy M Series, yang belum lama ini juga baru saja diluncurkan. Galaxy A70 dan Galaxy A80 mampu menghasilkan kualitas foto yang sangat baik menggunakan 3 sensor kamera yaitu sensor kamera wide, ultra-wide, dan juga depth sensor. Selain itu, untuk Galaxy A80, fitur Bokeh juga bisa ditangkap oleh kameranya, mengalahkan Galaxy S10 yang tidak (atau belum) memiliki fitur ini.

Namun soal harga, memang tidak bisa dibohongi. Galaxy A80 dibanderol dengan harga sekitar 649 Euro, atau sekitar 10,4 Juta Rupiah, meletakannya sejajar dengan seri Galaxy S10 yang paling disukai karena harganya, yaitu Galaxy S10e. Sedangkan Galaxy A70 di ekspektasi memiliki harga 450 Euro atau sekitar 7 Jutaan, melengkapi kedua serinya untuk menggantikan Galaxy A7 dan A9 yang dirilis tahun lalu, serta meletakannya dikisaran level Galaxy S10 yang sudah digemari oleh banyak pengguna.

Di Indonesia sendiri, Galaxy A70 sudah diumumkan bahwa akan segera diluncurkan, dan sudah dapat diakses dari halaman “Persiapan” Pre-Order di Website Resmi Samsung disini. Untuk Galaxy A80, mungkin baru akan mendarat pada bulan Mei, dan telah menangkap banyak perahtian.

Baca juga: Kapan lagi main game sekalian beramal, Gameloft & CARE kerjasama untuk event spesial Dragon Mania Legends

Continue Reading

Japan

Reiwa, Resmi sebagai Nama untuk Era Baru Kekaisaran Jepang

Published

on

By

GwiGwi.com – Jepang mengumumkankan nama era baru kekaisaran di negara mereka yang akan dibuka bulan depan, sesudah Kaisar Akihito turun takhta pada akhir April mendatang.

“Beberapa ketika lalu, pemerintah menyimpulkan dalam rapat kabinet tentang nama era baru dan teknik mengucapkannya,” ujar Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga.

Ia lantas mengusung papan putih dengan guratan kaligrafi tradisional bertuliskan “Reiwa” di atasnya.

Sebagaimana dikutip AFP, kata itu terdiri dari dua karakter. Pertama, “Rei” yang mempunyai makna ganda, yakni “perintah” dan “peruntungan baik.” Sementara itu, “wa” seringkali diterjemahkan menjadi “damai” atau “harmoni”.

Pemerintahan Jepang nantinya akan menyatakan makna resmi dari kata tersebut, juga teknik pelafalannya dalam bahasa Inggris.

Reiwa bakal menggantikan era kekaisaran Akihito yang dikenal dengan sebutan Heisei. Nama era kekaisaran Heisei tersebut berarti “perdamaian di mana pun.”

Baca Juga:  Saatnya melindungi anak Anda dengan immo Watch Phone

Abdikasi Akihito menorehkan sejarah di Jepang sebab ini adalahkali kesatu seorang kaisar turun takhta dalam dua abad.

Akihito sendiri sekitar ini sebetulnya tidak pernah terlampau tampil di hadapan publik. Selama berpuluh tahun, ia bekerja dari dalam lokasi tinggal atau luar negeri, sembari menyembuhkan luka dampak Perang Dunia II.

Saat memasuki usia 83 tahun, Akihito kesudahannya tampil di hadapan publik dan menuliskan** bahwa ia fobia tak dapat menuntaskan tugasnya dengan baik sebab kondisi kesehatannya sesudah menjalani perawatan kanker prostat dan operasi jantung.

Jepang akhirnya memberitahukan bahwa Akihito bakal turun takhta pada akhir April mendatang. Pusara kekaisaran akan di berikan kepada putranya, Pangeran Naruhito.

Naruhito diperkirakan akan langsung dilantik pada 1 Mei. Ketika Naruhito menerima pusaka kekaisaran, era Reiwa bakal dimulai.

Continue Reading

Trending