Connect with us

News

*GEBRAK MEJA* First Impression POCOPHONE F1 – Beneran Flagship Murah Nih?

Published

on

GwiGwi.com – Seakan tak mau kalah dalam inovasi, Xiaomi memboyong sub-brandnya yaitu POCOPHONE untuk memperkenalkan POCOPHONE F1 ke Indonesia. Perangkat yang dirilis minggu lalu di Jakarta ini telah memukau berbagai macam tingkat masyarakat. Selain harganya yang “murah”, Xiaomi juga menaruh benih flagship didalam smartphone pertama dari sub-brandnya, POCOPHONE ini. Seperti apa sih sebenernya POCOPHONE F1? Berikut adalah first impression dari GwiGwi.com

Kok Exteriornya …

Salah satu yang paling sangat tidak dijadikan point penjualan dari POCOPHONE F1, adalah bodinya. Bodi dari POCOPHONE F1 ini terlihat sangat biasa karena bahan yang digunakan, terutama pada bagian belakang adalah kostumisasi polycarbonate atau biasanya awamnya dikenal bodi plastik, yang diolah untuk menjadi tempat berteduh dari keseluruhan komponen. Walau bukan 1-1nya jenis yang digunakan dimana ada versi premiumnya yang menggunakan bodi kevlar, kesan plastik ini membuat bahan dasar yang digunakan biasa-biasa saja, tidak seperti flagship pada umumnya.

Untuk persoalan layar, bentang layarnya adalah sebesar 6″ LCD IPS, dengan resolusi 1080 x 2246 pixels dan rasio 18:9. Walau bukan menggunakan AMOLED, layarnya tidak jelek. Malah sesungguhnya cukup oke untuk dipandang dan masih sedap untuk melihat karya-karya visual yang indah. Paling kelemahannya adalah outdoor dengan cahaya matahari yang cukup menyorot. Namun demikian, rata-rata layar smartphone memiliki kelemahan yang sama.

Beralih ke soal konektivitas eksternal, Xiaomi, dalam hal ini perusahaan anaknya, POCOPHONE, memberikan koneksi USB Type-C untuk POCOPHONE F1 ini. Tentunya ini menjadi nilai plus untuk Xiaomi yang akhirnya memiliki smartphone kedua di Indonesia yang menggunakan koneksi yang lebih universal ini dibandingkan dengan microUSB yang sudah sangat sering kita temukan di perangkat Xiaomi lainnnya. Selain itu POCOPHONE juga tetap menyisahkan ruang untuk headphone-jack 3.5mm sehingga kita masih bisa menggunakan earphone atau headphone favorit kita tanpa membutuhkan converter atau membeli model nirkabel atau wireless.

Kalau dilihat, memang exterior POCOPHONE ini tidak terlalu memukau. Bahkan biasa saja. Namun demikian, POCOPHONE F1 memiliki build quality yang cukup solid, dan jika kalian bisa membeli versi Armoured, maka tingkat ketahanan POCOPHONE F1 pun cukup naik drastis.

RAW Powernya Nih yang Mantabs…

Beralih ke internal dan interior, disinilah dimana POCOPHONE F1 sangat bersinar. Spesifikasi yang tidak tanggung-tanggung diberikan oleh Xiaomi. Beberapa point nilai penjualan dari POCOPHONE F1 inilah yang membuat dagu para netizen terjun kebawah. Qualcomm Snapdragon 845, RAM 6GB, Memori internal 64 hingga 128GB, Liquid Cooling, dan kamera ganda menjadi tombak POCOPHONE F1 untuk menghasilkan performance diatas rata-rata smartphone yang berada di kelas harga yang sama.

Hasil benchmark menggunakan Antutu Benchmark menghasilkan angka sebesar 260000+, menyaingi beberapa kompetitor kelas atas seperti Galaxy S9 dan S9+Note 9OnePlus 6, di harga yang sama. Hasil ini pun juga berarti POCOPHONE F1 sebenarnya sudah mengalahkan jauh salah satu main driver saya yang sering digunakan untuk dokumentasi di GwiGwi.com ini yaitu Galaxy Note 8.

This slideshow requires JavaScript.

Performa inipun dibuktikan dengan kemampuan dari POCOPHONE F1 diajak bermain beberapa game besar seperti contohnya yang digunakan untuk review ini adalah PUBG MobileWorld of Warships Mobile, dan salah satu game favorit saya yaitu Azur Lane yang baru saja dirilis kedalam versi Inggris. Saat diajak bermain, POCOPHONE F1 ini memang sangat lihai melibas beberapa grafis yang cukup demanding dalam hal mobile. PUBG dapat berjalan cukup lancar untuk grafis maksimum, dan World of Warships mampu diajak berperang diantara kerumunan kapal. Terlebih lagi, dengan adanya Liquid Cooling dalam smartphone ini membuat perangkatnya menurut saya cukup dingin mengingat grafis yang distel saat bermain cukup tinggi.

RAM-nya yang luas yaitu sebesar 6GB membuat pergantian aplikasi cukup mudah dan cepat, dalam beberapa test aplikasi, RAM yang tersedia pun masih diatas 2GB saat menjalankan game sekalipun pada latar belakang, dan beberapa aplikasi tidak langsung tertutup karena RAM yang tersedia masih cukup lega. Memori internal-nya pun cukup oke, dengan besar mulai dari 64GB yang sepertinya sudah menjadi standar semua smartphone mid-range hingga flagship. Namun demikian, untuk kalian yang akan memiliki beberapa game besar terinstall (rata-rata lebih dari 1.2GB seperti Honkai ImpactFate/Grand OrderGirls’ Frontline dan lainnya), ada baiknya untuk sekalian melibas versi dengan memori internal 128GB untuk performa paling maksimal.

Namun demikian, ketika kembali ke soal bermain game, perlu diperhatikan bahwa diatas telah ditulis “PUBG dapat berjalan cukup lancar untuk grafis maksimum“. Disitu disebutkan bahwa “cukup lancar” menjadi acuan. Yup, ada kalanya beberapa kali saya melihat lag atau stutter yang sepertinya bukan karena masalah koneksi. Memang cukup kecil, hanya sepersekian detik, namun cukup mengejutkan karena dengan Snapdragon 845, saya mengekspektasikan performance 100%. Bisa saja mungkin karena optimalisasi software yang masih memiliki beberapa isu, dan tim POCOPHONE sedang mengatasinya semoga bisa diperbaiki pada software update berikutnya.

Kameranya Cukup Wow di Harga Segini

Berkali-kali memakai kamera produk Xiaomi, sesungguhnya hanya ada 1 model yang membuat saya terpukau, yaitu kamera dari Xiaomi Mi A1 yang sudah diberikan label rajanya budget smartphone pada tahun lalu. Namun demikian, sepertinya tahta ini sudah boleh direbut oleh POCOPHONE F1 (dan mungkin Mi A2, namun Mi A2 belum dirilis di Indonesia). Hasil kamera dari POCOPHONE F1 ini cukup memberikan kejutan yang luar biasa saat saya mengabadikan beberapa foto. Gambar yang dihasilkan cukup tajam, warnanya cukup natural dan enak dipandang, serta memiliki tingkat kejernihan layaknya smartphone dengan harga diatas itu. Sony IMX363 dengan resolusi 12megapiksel dan 5megapiksel sensor Samsung, membantu penangkapan gambar yang maksimal dan juga tentunya dengan image processing yang tidak tanggung-tanggung dari Snapdragon 845.

Baca Juga:  Inilah Info Mengenai Galaxy S10 Yang Sudah Diketahui Sebelum Rilis!

This slideshow requires JavaScript.

Hasil portrait mode-nya pun sangat saya sukai. Dengan bokeh yang menurut saya cukup realistis (walau masih aga terlihat artificial) serta adanya perbedaan jarak blur membuat kualitas foto protrait mode yang dihasilkan sangat usable untuk Instagram, ataupun dokumentasi bagaikan memakai DSLR. Salah satu yang sangat saya sukai adalah focal length dari Portrait Mode POCOPHONE F1 ini adalah jarak focal yang lebih wide dibandingkan para pesaingnya yang menggunakan focal length 50mm, sedangkan POCOPHONE F1 jika diestimasi mungkin ada di 20mm atau 35mm.

Namun demikian, saat presentasi memang tidak dijelaskan bahwa sensor itu memiliki mode Wide atau Telephoto, dan sepertinya memang kedua sensor tersebut memiliki focal length yang sama, dan saling membantu untuk menghasilkan hasil akhir foto yang luar biasa. Ini sendiri menjadi sebuah kelemahan karena memiliki opsi Telephoto atau Wide Lens dapat meletakan Xiaomi dan POCOPHONE pada posisi yang cukup tinggi dibandingkan para pesaing. Lossless zoom menjadi sesuatu yang cukup esensial, bahkan Xiaomi sudah pernah menunjukan beberapa kali pada seri smartphone sebelumnya seperti Mi A1, Redmi Note 5, dan juga Redmi S2 yang memiliki lensa telephoto.

MIUI 9 + POCO Launcher? Aga … umm …

Perihal perangkat lunak, Xiaomi dan POCOPHONE bekerjasama untuk menciptakan experience yang baru dari MIUI 9. Di dalam POCOPHONE F1, terdapat sebuah launcher custom dari POCO yaitu POCO Launcher. POCO Launcher ini mengambil beberapa inspirasi dari Android LauncherGoogle Launcher yang dipakai di Android Pie 9.0 sehingga walau masih Android Oreo 8.1, POCOPHONE F1 terasa seperti sudah memakai Android Pie. Selain itu, POCO Launcher dapat disetting untuk menggunakan icon pack lain, sehingga kalian tidak akan stuck dengan stok icon aplikasi yang itu-itu saja. POCO Launcher juga mulai dapat dicoba oleh perangkat Android lainnya, dengan cara mendownload POCO Launcher secara resmi dari Google Play Store.

Secara tampilan, memang MIUI 9 mendapatkan sedikit penyegaran yang walau tidak banyak, tetapi tetap terlihat lebih segar dikarenakan adanya tab untuk kategori per aplikasi, ataupun opsi filter sesuai warna aplikasi yang sepertinya cukup berguna untuk mencari aplikasi yang lebih spesifik dalam waktu yang lebih singkat. Secara personal, saya jauh lebih sering menggunakan tab kategori untuk mem-filter aplikasi saat membutuhkan dalam waktu cepat.

Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya, POCOPHONE F1 ini masih menjalani Android 8.1 – Android Oreo. Xiaomi dan POCOPHONE sudah mengkonfirmasi bahwa Android 9.0 – Android Pie akan hadir pada akhir tahun nanti untuk POCOPHONE F1.

Kesimpulan

Jadi apakah POCOPHONE F1 ini beneran flagship terbaik yang harus buru-buru kalian beli karena harganya sangat fantastis? Yah, sebenernya tergantung kebutuhan sih. Kalau memang sedang ingin mengganti hape kalian Gwiples dengan yang baru, dan memiliki budget yang sesuai yaitu diatas 4.5 Juta, tentunya POCOPHONE akan sangat worth bagi kalian yang butuh RAW Power yang luar biasa. Namun demikian, POCOPHONE banyak memotong beberapa fitur flagship yang hadir di flagship pada umumnya seperti NFC atau Near Field Communication, lensa kamera telephoto, wireless charging, dan secara estetika, looks and feel premium dari smartphone flagship pada umumnya.

POCOPHONE F1 memang berfokus pada kemampuan mentah yang luar biasa dengan SoC terbaik dari Qualcomm yaitu Snapdragon 845 yang menjadi pusat inti dari banyak smartphone dengan harga jauh diatas POCOPHONE. Jika memang beberapa fitur yang dipotong tadi memang belum dibutuhkan, tentunya POCOPHONE F1 ini menjadi pilihan absolut yang wajib dimilki. Terutama, dengan spesifikasi seperti itu, 2 tahun (minimal) bisa dilalui dengan mudah tanpa harus mengganti smartphone baru jika POCOPHONE terawat dengan baik.

Lalu adakah kelemahan lainnya? Ada, yaitu POCOPHONE F1 ini adalah iterasi pertama dari POCOPHONE, dan bisa saja akan ada banyak masalah atau kekurangan lain nantinya yang akan muncul paling tidak selama 1 tahun pertama. Mungkin saat itu tiba, POCOPHONE sudah siap merilis iterasi berikutnya seperti F1, ataupun F series lainnya ataupun mungkin seri baru lainnya.

Gallery POCOPHONE F1

Baca juga: Redmi 6 siap dijual di Indonesia 6 September 2018, ada MiTV 4A juga loh!

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: fsp@giwgwi.com.

News

Mending Ini Daripada Galaxy S10! Note 8 Resmi Dapat Android Pie dan One UI

Published

on

By

GwiGwi.com – Samsung sudah meningkatkan hype untuk Samsung Galaxy S10. Namun demikian, sang kakak beda lineupGalaxy Note 8 akhirnya resmi diupdate ke Android Pie, dan juga memiliki TouchWiz UI baru yaitu One UI.

Ini membuat Note 8 menjadi kompetitor yang lumayan serius bahkan untuk perangkat terbaru Samsung yaitu Galaxy S10. Kenapa? Karena selain fitur yang selalu eksklusif di perangkat baru, Note 8 yang dirilis hampir 2 tahun lalu masih merupakan sebuah monster jika dibandingkan dengan adik lainnya yaitu Galaxy S9/S9+ dan juga Galaxy Note 9.

Melalui update ini, Galaxy Note 8 menjadi sedikit lebih setara dengan para adik-adiknya, dan pengguna Note 8 dapat menikmati beberapa fitur minor dari Android Pie, dan juga fitur-fitur utama dari One UI seperti adanya pembaharuan disusunan Interface yang jauh lebih baik dan lebih nyaman digunakan dengan 1 tangan, ikon-ikon baru yang lebih menarik, navigasi menggunakan gestur, dan yang paling penting, adalah Dark Modgae.

Baca Juga:  Redmi X, Flagship Baru Dari Xiaomi Redmi Dengan In-Display Fingerprint?

Samsung akan segera meluncurkan Galaxy S10 pada tanggal 21 Februari 2019 di Indonesia (20 Februari diluar), dengan fitur-fitur premium yang akan sementara bersifat eksklusif di Galaxy S10, hingga seri Note berikutnya lahir. Note 8 telah dirilis hampir 2 tahun lalu, dan menjadi sebuah comeback dari Samsung setelah kejadian yang cukup fatal dengan Galaxy Note 7, dan seri Note terhenti hampir setahun.

Baca juga: 

Continue Reading

News

Inilah Info Mengenai Galaxy S10 Yang Sudah Diketahui Sebelum Rilis!

Published

on

By

GwiGwi.com – Setiap tahunnya, Samsung mengeluarkan perangkat flagshipnya dibawah naungan seri Galaxy S dan tahun ini menjadi tahun ke 10 dan Galaxy S10 akan segera diluncurkan beberapa saat lagi. Namun demikian, beberapa bocoran mengenai perangkat terbaru Samsung ini sudah banyak beredar, dan berikut adalah beberapa informasinya!

1. In-display Fingerprint Ultrasonic

Nama keren ini adalah salah satu cara menggunakan fingerprint-unlock tanpa harus menggunakan fingerprint-pads yang sudah lumrah ditemui sejak tahun 2016 dan telah digunakan oleh banyak smartphone, murah dan mahal, mulai dari Xiaomi, hingga Apple sebelum akhirnya Apple memutuskan untuk menggunakan face ID.

In-display Fingerprint Ultrasonic ini memungkinkan smartphone untuk menerima input sidik jari menggunakan pantulan ultrasonic, sehingga kaca yang digunakan tetaplah kaca utuh tanpa harus menurunkan kualitas pada bagian untuk sensor fingerprint. Ini berarti layar Galaxy S10 ini nantinya akan lebih terlindungi dibandingkan sensor fingerprint kapasitif. Selain itu, Ultrasonic ini mampu memantulkan 3D Imaging sehingga akurasi sidik jari lebih akurat dibandingkan imaging 2D yang banyak ditemukan dari fingerprint sensor lainnya.

2. Kameranya berada di dalam layar, disudut kanan

Berbeda dengan pendekatan notch, Samsung sepertinya lebih memilih model kamera tertanam dalam layar. Setelah Galaxy A8s dirilis menggunakan inovasi Infinity-O Display dari Samsung, Galaxy S10 dan keluarganya akan menjadi perangkat berikutnya. Namun demikian, cara pendekatan seperti ini digadang akan memiliki masalah sendiri. Mulai dari tidak konsistennya ukuran layar karena akan memotong beberapa area (sama seperti Notch), hingga ketidaknyamanan bagi pengguna karena desain layar yang jadi tidak 100% simetris.

Sayang Samsung sepertinya belum siap atau tidak menyetujui inovasi dari pop-up front-camera yang sudah digunakan oleh Vivo, OPPO, dan juga Xiaomi.

3. Kemungkinan akan ada 3 model Galaxy S10 yaitu S10, S10 Plus, dan S10e

Baca Juga:  Motorola siapkan ponsel layar lipat, RAZR model baru?

Seperti mengenang masa lalu, ada kemungkinan Galaxy S10 dikeluarkan dalam 3 model dimana S10 dan S10 Plus berbeda dari segi luas layar, jumlah kamera, baterai, dan fitur minimalis, serta kemungkinan adanya Galaxy S10 Lite atau S10e sebagai versi “lebih murah”, seperti Galaxy S3 Mini.

Namun untuk hal ini, belum begitu jelas bagaimana segmentasinya, atau apakah Samsung tetap akan mengeluarkan 3 jenis tersebut.

4. Wireless Qi Charging untuk perangkat yang mendukung Qi + Galaxy Earbuds

Huawei sudah pernah memperlihatkan fitur ini di Huawei Mate 20, dan Samsung sepertinya segera menyusul. Ini berarti baterai S10 bisa dibilang cukup besar hingga bisa melakukan charging untuk perangkat lainnya melalui wirelss. Disini pun membuat Galaxy Earbuds , True Wireless baru dari Samsung akan bisa di charge menggunakan Samsung Galaxy S10 ini.

5. Setup 3 Kamera + Wide Angle

Setelah trend Dual Camera usai, sekarang Samsung pun ikut terjun kedunia 3 lensa dimana lensa tambahannya mampu memberikan hasil gambar ultra-wide hingga 120 derajat. Ini bukan kali pertama Samsung menggunakan lebih dari 2 lensa untuk kamera utamanya karena Galaxy A7 dan Galaxy A9 sudah menunjukan kemampuan Samsung terlebih dahulu.

Lalu berapakah harga Galaxy S10 ini nantinya? Sayangnya untuk hal itu kita masih harus menunggu hari ini untuk dibuka harga resmi dari Samsung baik secara Global maupun di Indonesia.

Namun dari beberapa fitur diatas, sepertinya Samsung tetap memberikan inovasi walau minim, kedunia smartphone yang sudah mulai bekecendrungan itu-itu saja dan jarak antara perangkat Flagship dengan Budget sudah tidak begitu jauh kecuali untuk harganya.

Baca juga: Mendahului Redmi Note 7, Samsung Galaxy M20 di Indonesia 14 Februari 2019!

Continue Reading

News

Review Film The LEGO Movie 2: The Second Part, everything still awesome

Published

on

By

GwiGwi.com – Emmet telah menjadi brickmaster, namun makhluk dari planet duplo memporak porandakan semesta Bricksburg.

Sebagai perjanjian damai ratu dari para makhluk duplo Queen Watevra Wa’Nabi ingin menikahi Lego Batman dan teman-teman emmet ditawan yaitu Lucy, Metalbeard, Unikitty dan spaceman Benny.

Untuk itu, Emmet harus menyelamatkan teman-temannya dan membatalkan rencana pernikahan tersebut. Dibantu dengan Rex Dangervest berbekal keberanian dan kreativitas.

Film yang disutradarai oleh Mike Mitchell dan Phil Lord serta Chris Miller yang sukses dengan film pertama nya mereka (lord dan miller) yang kali ini dipercaya untuk menulis naskah dan duduk di bangku sutradara.

Sukses dengan film pertamanya, maka untuk sekuel kita memerlukan skala yang lebih besar dari pengembangan karakter, cerita dsb berhasil dieksekusi dengan baik oleh sutradara dan cast di film ini.

Baca Juga:  Mending Ini Daripada Galaxy S10! Note 8 Resmi Dapat Android Pie dan One UI

Yang menarik selain cerita, naskah dan pengembangan karakter adalah product placing untuk brand LEGO juga di masukan dengan apik tanpa mengganggu cerita dan menunjukkan bahwa mainan Ini bisa dinikmati segala usia dan punya levelnya seperti LEGO duplo untuk usia 1-4 tahun, lego junior yang tidak terlalu rumit untuk pemula. Bahkan LEGO technic untuk usia dewasa yang memiliki part dan komponen yang rumit.

Sampai diberi contoh kasus bahwasanya keinjek LEGO itu sakit bukan main.

Joke di film ini terlihat segar dan terselip pesan moral bahwa tidak apa-apa jika harapan kita tidak sesuai dengan kenyataan. Kita harus tetap optimis dalam menjalani hidup.

Overall, the LEGO Movie 2: the second part still awesome dan sajian Yang bisa dinikmati oleh segala usia.

Continue Reading

Trending