Connect with us

PC gaming

Ubisoft perkenalkan Assassin’s Creed Odyssey untuk E3 2018

Published

on

GwiGwi.com – Setelah sejumlah waktu kemudian Art Director Ubisoft untuk Assassin’s Creed Origins mengunggah koleksi potret liburan singkatnya di Yunani, yang diartikan oleh gamer sebagai latar selanjutnya dari franchise Assassin’s Creed, sekarang jawabannya terkuak langsung dari Ubisoft.

Lewat akun twitter sah Assassin’s Creed, diunggah suatu cuitan mengandung video teaser dari Assassin’s Creed Odyssey yang rupanya memungut latar Yunani Kuno. Hal ini tampak dari cover mula teaser video itu yang memperlihatkan geometri segitiga khas insignia Assassin’s Creed dengan simbol berupa helm ala pasukan militer Yunani Kuno.

Pada caption cuitan video tersebut, akun Assassin’s Creed menuturkan perkataan sampai jumpa di ajang E3 2018 yang dengan kata lain franchise itu akan dipamerkan pada ajang E3 2018.

Medcom.id menebak bahwa game tersebut bisa jadi akan diluncurkan di tahun fiskal 2019, menilik seri Assassin’s Creed Origins sendiri baru diluncurkan pada Oktober 2017 yang dengan kata lain belum satu tahun penuh.

Tampaknya, Ubisoft melanggar janji sebelumnya yang mengaku tidak merilis tidak sedikit game tahun ini atau minimal tidak terlampau cepat dengan merilis masing-masing tahunnya.

Anda barangkali masih ingat seri Assassin’s Creed Unity dan Assassin’s Creed Syndicate yang muncul dengan begitu tidak sedikit bug dan kesudahannya memutuskan perlu waktu dua tahun untuk lantas merilis Assassin’s Creed Origins.

Kembali ke video teaser dari Assassin’s Creed Odyssey, di dalamnya terlihat adegan seorang karakter dengan pakaian ala prajurit Yunani Kuno menendang seorang prajurit lainnya.

Ini memang sangat serupa dengan adegan film 300 yang mencerminkan pertarungan Leonidas dari Yunani melawan Persia Raja Xerxes dan disalin sebagai Perang Thermopylae di tahun 480 Sebelum Masehi.

Kabar yang beredar melafalkan bahwa gaya RPG seperti di Assassin’s Creed Origins masih bakal dijumpai dan terdapat dua karakter protagonis yaitu Assassin lelaki dan perempuan.

Sebelumnya media game asal Perancis, JeuxVideo-Live, pun sempat mengunggah potret ke internet yang mengandung merchandise Assassin’s Creed Odyssey berupa gantungan kunci dengan helm ala Leonidas.

Tentunya kehadiran Assassin’s Creed Odyssey akan meningkatkan satu game game lagi yang bakal dipamerkan oleh Ubisoft di ajang E3 2018.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

PC gaming

Ubisoft Gratiskan Assassin’s Creed Unity untuk apresiasi kemegahan Notre-Dame paska terbakar

Published

on

By

GwiGWi.com – Setelah berjanji membantu proses restorasi Katedral Notre-Dame lewat model 3D gedung yang terdapat di Assassin’s Creed Unity, Ubisoft pun akan mendonasikan dana sebesar $564,000 atau selama Rp7,9 miliar untuk menolong proses rekonstruksi di antara gedung historik di Paris tersebut.

Bicara soal Asassin’s Creed: Unity, Ubisoft pun telah mengadakan giveaway terbatas guna seri rilisan tahun 2014 tersebut. Lewat pers rilis resmi, mereka menyebutkan “Kami hendak memberikan seluruh orang peluang merasakan kemegahan dan keindahan dari Notre-Dame dengan teknik terbaik yang bisa kami lakukan.”

Giveaway ini terbatas guna platform PC saja dan dapat anda dapatkan dengan teknik mengunjungi Uplay atau mengakses situs resmi Assassin’s Creed ini. Khusus guna kalian yang mengujungi website, kalian melulu perlu mengklik logo PC yang terdapat di situs lalu login memakai akun Uplay.

Event giveaway ini akan dilangsungkan selama satu minggu dibuka dari sekarang, yang berarti promo cuma-cuma ini akan selesai pada 25 April.

Setelah memungut game dari Uplay maupun website, game bisa diakses pada library Uplay kapan saja serta permanen. Maka tak terdapat salahnya guna mengambil peluang ini khususnya andai kamu sempat bermain seri satu ini sekarang.

Continue Reading

PC gaming

Vainglory resmi merambah PC melalui Steam, kini dapat dimainkan di cross-platform

Published

on

By

GwiGwi.com – Vainglory, peraih award dan generasi baru MOBA, sekarang dapat dimainkan di cross-platform yaitu PC & Mac, tidak hanya di HP. Dengan keluarnya Vainglory 4.0, pemain PC, Mac, Android, dan iOS sekarang bisa main bareng dan bertemu di laga yang sama, tidak peduli mereka bermain di HP atau PC mereka. Dibuat dengan E.V.I.L cross platform engine mereka sendiri, Vainglory memungkinkan banyak fitur dengan grafis yang super, kontrol yang akurat, dan balance yang baik dalam match atau pertarungan gamenya. Vainglory didesain berdasarkan kedalaman strategi permainan dan skill mekanikal ala PC, tapi dengan nilai lebih yaitu bisa dimainkan gratis bersama teman kalian memakai peralatan apapun dari PC yang mahal sampai ke HP.

“Super Evil Megacorp dibentuk oleh veteran gamer AAA yang mempunyai tekad untuk memberikan pengalaman bermain yang responsif dan dalam serta mampu dimainkan bersama oleh para gamer dengan menggunakan medium atau kontrol apapun,” kata CEO SEMC, Kristian Segerstrale, “Dengan tekad untuk memberikan sebuah mekanisme gameplay yang balance untuk dimainkan antara banyak medium seperti milyaran HP, PC, Console, dan hybrid medium generasi baru lainnya, kami membangun sebuah visi dimana para gamers dapat bermain dan berkompetisi dimana pun dan dengan siapaun.

Selain support via steam untuk PC dan Mac, Vainglory 4.0 akan membawa hadir beberapa update besar ke dalam gamenya, termasuk UI baru untuk memfasilitasi cross-platform, pergantian ke 5V5 sebagai game mode utama, text chat dalam game, fitur hub pertemanan baru, hero baru San Feng, dan style permainan “counter focused” baru, dan banyak lagi.

“Cross-play” adalah inovasi terbaru dari developer Super Evil Megacorp, yang terus berkomitmen untuk mendorong batas inovasi medium game dan game MOBA, sejak debut pertama Vainglory. Inovasi lainnya:

  • 48+ Hero dengan kombo dan gaya permainan yang unik
  • Unik mekanisme yang bernama “adrenaline” yang memberikan bonus kecepatan attack (attack speed) dengan menggunakan “stutter stepping” yang memberikan imbalan buat pemain yang jago skill mekaniknya.
  • Sungai yang bisa memberikan bonus kecepatan jika berjalan di arus yang sama dan naga untuk menyerang jalur dan objektif, yang berguna untuk mempercepat alur permainan dibatas 25 menit per laga.
  • “Ability overdrive” dan build karakter yang fleksibel sehingga memungkinkan cara bermain Hero dan build karakter Hero yang bervariasi

“Kami sudah men-tes permainan cross-platform ini selama berbulan-bulan terakhir, dan bahkan mengadakan eksibisi PC vs. Mobile di saat acara Vainglory Premier League World Invitational, saat tahun lalu,” kata Q. Wang, Direktur Game Vainglory dan co-founder dari Super Evil Megacorp. “Tim HP menang jauh, tapi tahun ini kami berharap pemain PC atau Steam akan menunjukkan gigi mereka yang sebenarnya!”

Continue Reading

PC gaming

Berkat GTA V, Kasus Pemerkosan Terungkap

Published

on

By

GwiGwi.com – Gamer tidak mesti di anggap negatif sebab mereka pun masih mempunyai kesadaran sosial untuk mengadukan tindak kejahatan. Hal ini seperti yang terungkap dari permasalahan gamer Grand Theft Auto (GTA) V.

Diktuip dari media lokal Florida, Amerika Serikat, Tampa Bay Times, seorang remaja umur 18 tahun mempunyai nama Daniel Enrique Fabian baru saja diciduk atas dakwaan pemerkosaan atas gadis berusia 15 tahun pada akhir bulan Juni lalu.

Penangkapan ini baru dilaksanakan setelah hasil visum yang memakan waktu sampai lima bulan diluncurkan kemarin mengejar ada kesesuaian DNA dengan pelaku yang dipungut dari korban. Namun, laporan terhadap permasalahan ini terungkap lewat aduan gamer berusia 16 tahun.

Gamer itu diketahui tengah bermain bareng Fabian di suatu game GTA V dalam mode online dan dua-duanya sebelumnya tidak saling mengenal. Fabian menyatakan akan rehat sejenak untuk berhubungan intim.

Ternyata Fabian tak sempat mematikan mikrofon dari headset yang terhubung ke game GTA V di PlayStation 4 yang dimainkan. Kepolisian Pasco County menuturkan bahwa pelapor mendengar suatu penolakan dari korban yang berlansung sekitar 15 menit.

Selain tersebut juga terdengar kegiatan yang diperkirakan bahwa Fabian tengah mengerjakan pemerkosaan. Pelapor tidak memahami siapa wanita yang berada di lokasi tinggal pelaku, apakah anggota family atau bukan.

Setelah menerima laporan, kepolisan mengakui mengerjakan penelusuran dan mengejar korban yang menyerahkan pengakuan bahwa dirinya sudah diperkosa. Kepolisian tidak mengungkapkan bagaimana mereka dapat menelusuri pelapor atau saksi mata permasalahan tersebut.

Terungkap bahwa korban yang berada di lokasi tinggal pelaku baru mengenal pelaku sejumlah waktu lalu. Kini Fabian telah diciduk dan ternyata terungkap bahwa dia pernah terganjal permasalahan yang sama, tetapi bebas dengan jaminan.

Continue Reading

Trending