Connect with us

Box Office

Review Film The Policeman’s Lineage, Rahasia Kelam Dunia Kepolisian

Published

on

GwiGwi.com – Choi Woo-Shik, publik awam barangkali mengenalnya dari film fenomenal sutradara Bong Joon Ho, PARASITE. Buat fans K-Drama wah mungkin ada yang hafidz karir dia dari nol lebih dari saya. Spesifik nyebut dia karena menarik lihat jadi anak muda cerdik licik di PARASITE bisa berubah jadi polisi muda idealis by the book di film terbarunya, The Policeman's Lineage. Akting dia dan jajaran pemainnya is certainly the highlight in an other wise kinda competent movie.

Choi Min-Jae (Choi Woo-Shik) ditugaskan oleh Hwang In-Ho (Park Hee-Son) untuk masuk ke dalam divisi investigasi demi menyelidiki pemimpinnya, Park Kang-Yoon (Cho Jin-Woong). Park memiliki rekam jejak luar biasa dalam memberantas narkoba yang justru membuatnya dicurigai. Min-Jae melihat dari dekat metode Park yang memang tak konvensional dan mencurigakan, tapi efektif. Semakin ia mendalami misteri Park dan bertambah dekat dengannya, Min-Jae jadi memikirkan ulang prinsip lurus berpolisinya dan bagaimana seharusnya menegakkan keadilan.

Film adaptasi novel karya Joh Sasaki, BLOOD OF THE POLICEMAN ini berasa padat sekali. Banyak, buanyak dialog yang mungkin lebih banyak daripada film-film penulis Aaron Sorkin (THE SOCIAL NETWORK, CHARLIE WILSON'S WAR). Bagi yang familiar dengan film beliau dan film seperti GOODFELLAS, sudah dapat gambaran seperti apa panjang rentetan dialognya. Jenis film yang menuntut fokus di mana anda bisa ketinggalan detail dan membuat bingung kalau. Walau pada akhirnya plotnya tak terasa spesial.

Baca Juga:  Review Film Doctor Strange: Multiverse of Madness, a whole new step for MCU

Lantas apa membosankan? Sebenarnya tidak karena serunya investigasi Min-Jae, celetukan lucu dan gonjang-ganjing plotnya masih terus menghibur. Saat anda mulai paham dan terbiasa dengan alurnya, it truly is engaging.

Sayang eksekusinya secara teknis berasa kurang dan mungkin gambaran kesulitan filmmaker mengadaptasi materi dengan banyak dialog seperti ini.

Suara terasa belum maksimal seperti mendem (bisa jadi problem di bioskop? tapi saya baca reviewer di luar ada yang berkata sama), resolusi gambar kadang terlihat begitu rendah seolah film dari awal 2000an, cutting editing yang kurang nyaman sampai suka cut ke shot yang sebenarnya tidak perlu walau bisa jadi mencoba ngasih suasana tergesa-gesa yang tegang tapi mubazir (seringkali cut closed up ke muka karakter yang rasanya tak perlu), alurnya yang imbang antara kecepetan dan pas tapi sekalinya ketinggalan berpotensi bikin bingung.

KNIVES OUT saat keluar menjadi penyegar bioskop yang kangen pengalaman sinema misteri di layar lebar dengan twist penggarapan ciamik Ryan Johnson. The Policeman's Lineage mungkin tak serevolusioner itu membawa perubahan ke genre, tapi film ini bisa jadi pilihan kalau bosen liat Peter gelayutan.

There maybe some violent language. Just be advised.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film ‘Srimulat: Hil yang Mustahal – Babak Pertama,’ Lucune Puooolll

Published

on

GwiGwi.com – Siapa yang tidak tahu Srimulat? Grup Lawak yang didirikan oleh mendiang Raden Ayu Srimulat dan Teguh Slamet Rahardjo sejak 1951 masih tetap eksis hingga sekarang dan menjadi grup lawak dengan personil terbanyak.

Guyonannya yang khas dan timeless mampu membuat orang terhibur dan tertawa terpingkal-pingkal dan menjadi sebuah subkultur baru.

Namun, kesuksesan dan eksistensi tersebut melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan.

Dikisahkan, Sebuah grup lawak asal Surakarta yang bernama Srimulat memulai pertunjukannya di Teater Sriwedari. Nama Srimulat semakin menanjak dan selalu dinanti oleh masyarakat.

Suatu ketika, mereka mendapatkan telegram untuk tampil di Jakarta dan di depan presiden Republik Indonesia di masa itu. Di sisi lain pemuda yang bernama Gepeng (Bio One) dipilih oleh pak Teguh (Rukman Rosadi) selaku pimpinan grup lawak Srimulat untuk ikut ke Jakarta bersama personil yang lain seperti Asmuni (Teuku Rifnu Wikana), Tarzan (Ibnu Jamil), Nunung (Zulfa Maharani), Timbul (Dimas Anggara) dan Basuki (Elang El Gibran).

Berangkatlah mereka ke Jakarta, namun mereka menghadapi kendala terkait penggunaan bahasa. Mereka harus beradaptasi karena penonton Srimulat kurang paham dengan Bahasa Jawa yang dipakai dalam pertunjukan dan juga beradaptasi akan kehidupan di ibukota.

Lantas Apakah mereka berhasil menghibur dengan skala penonton yang lebih besar?? Tentu Ini merupakan hil yang mustahal bagi mereka.

Langsung aja Ke filmnya, film hasil kerjasama MNC Pictures dan IDN Pictures dan dinahkodai oleh Fajar Nugros sudah pasti menjadi proyek yang menjanjikan dan menjadi kuda hitam untuk film Indonesia tahun ini.

Konsep biopic yang disajikan lewat film ini merupakan langkah yang terbaik dibanding membuat konsep “reborn” Karena menurut gue legend never born twice.

Baca Juga:  Review Game Ravenous Devils, Setan-Setan Rakus

Sudah pasti semua orang yang terlibat di film Ini mengerjakan film ini dengan Totalitas. Terbukti jajaran cast di film Ini hampir mirip semua dengan personil asli Srimulat. Disamping membuat bentuk fisik yang mirip mereka juga melakukan riset dibantu dengan personil asli Srimulat yang masih ada.

Hasilnya, semua cast dan orang terlibat disini berhasil memberikan yang terbaik. Bravo!!!

Meskipun ini merupakan film biopic, film Ini juga membagi segmen adegan seperti sebuah sketsa ala srimulat. Editing yang terlihat tumpang tindih Ini terasa kurang mengena, namun dapat tertutup akan guyonan lawas bahkan yang baru sekalipun berhasil membuat penonton tertawa.

Mengapa film Ini dipecah menjadi dua bagian atau mungkin lebih?? Menurut gue untuk mengisahkan grup Srimulat tidak cukup di satu film saja, akan banyak dinamika dan bongkar pasang personil dari grup ini yang cukup menarik jika dituangkan dalam sebuah biopik.

Cameo beberapa komedian dan personil srimulat yang asli pun juga menjadi bagian yang menarik dalam film ini dan juga berhasil membuat film Ini dinamis.

Mungkin kelak di babak selanjutnya, akan ada penambahan personil baru serta cameo yang tidak disangka-sangka. Sehingga sekuelnya kelak tetap menarik untuk ditonton.

Akhir kata, film Srimulat Hil yang Mustahal adalah film yang wajib ditonton untuk mengetahui proses panjang dari sebuah grup lawak dan juga meyakinkan bahwa Srimulat Ini timeless.

So gwiples, Sempatkanlah menonton film Srimulat Hil yang Mustahal: Babak Pertama di Bioskop mulai 19 Mei 2022 dan sudah #saatnyaindonesiatertawa

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film The Ambush, Film Patriotik Ala UEA

Published

on

GwiGwi.com – Konflik di Yaman yang berawal dari pemberontakan kaum Houthi pada 2014 kemudian berkembang menjadi perang saudara yang menyebabkan pemerintah Yaman digulingkan dan meminta bantuan para sekutunya di jazirah Arab untuk merebut kembali Yaman dari tangan pemberontak. Uni Emirat Arab menjadi salah satu negara yang mengirimkan pasukannya ke Yaman.

The Ambush yang berlatar belakang konflik Yaman ini disusun oleh Brandon dan Kurtis Birtell dan disutradarai oleh Pierre Morel (Taken) menceritakan mengenai satu tim patroli tentara UEA; Ali, Hindasi, dan Bilal yang menyelidiki laporan seorang penduduk desa namun ternyata mereka disergap pemberontak Houthi dalam jumlah besar sehingga terperangkap karena kendaraannya rusak dihajar RPG.

Untungnya markas mengetahui situasi mereka dan segera mengirimkan URC untuk menyelamatkan mereka namun aksi penyelamatan ini tidak mudah karena para pemberontak mempunyai banyak RPG dan mortir yang membahayakan tim URC. Aksi tembak-tembakan di film ini amat seru dan menegangkan namun tidak sampai lebay, mungkin dalam film ini tidak 100% akurat menampilkan rules of engagement dan cara pemakaian senjata (lebih sering menembak tanpa aiming) namun sudah memuaskan dan menghibur.

Baca Juga:  Review Anime Shuumatsu No Harem

Penulis tidak mengenal nama-nama para aktornya namun akting mereka sudah bagus, tidak kaku dan berkesan terutama dalam menampilkan rasa persaudaraan di antara para anggota tentara tersebut.

Bila Gwiple ingin mengetahui bagaimana akhir penyelamatan yang penuh emosional ini, amat disarankan untuk menonton film ini. Semoga lebih banyak lagi film-film perang non Holywood lainnya di bioskop Indo.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Film Animasi Disney dan Pixar ‘Elemental’ Akan Hadir Juni 2023

Published

on

By

GwiGwi.com – Pixar Animation Studios membagikan informasi terbaru tentang film ke-27 mereka yang berjudul “Elemental”, segera dirilis pada Juni 2023 mendatang. Disutradarai oleh Peter Sohn (“The Good Dinosaur,” film pendek “Partly Cloudy”) bersama Denise Ream (“The Good Dinosaur,” “Cars 2”) sebagai produser, film ini akan mengikuti kisah dua karakter utama bernama Ember dan Wade yang tinggal di sebuah kota di mana rakyat api, air, tanah, dan udara hidup bersama. Karakter perempuan yang berapi-api tersebut dan rekannya yang tenang seperti air akan mempelajari hal dasar yang tidak mereka duga sebelumnya, yaitu banyaknya kesamaan yang mereka miliki.

“Elemental” merupakan film original terbaru yang terinspirasi dari masa kecil Sohn di New York. “Kedua orang tua saya pindah dari Korea pada awal tahun 1970-an dan membangun sebuah toko di Bronx,” ungkap sang sutradara. “Kami adalah salah satu dari banyak keluarga yang pindah ke kota baru dengan harapan dan impian – kami semua melebur menjadi satu dalam sebuah wadah dengan aneka budaya dan bahasa yang berbeda, dalam lingkungan kecil yang Indah. Hal ini yang akhirnya membawa saya kepada ‘Elemental.’

Baca Juga:  Review Film 'Srimulat: Hil yang Mustahal - Babak Pertama,' Lucune Puooolll

“Kisah kami mengangkat elemen-elemen dasar – api, air, tanah, dan udara,” lanjut Sohn. “Beberapa elemen tersebut dapat bersatu dengan yang lain, namun sebagian tidak. Apa jadinya jika elemen-elemen ini hidup?”

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x