Connect with us

Box Office

Review Film Knives Out, Misteri Pembunuhan ala Rian Johnson

Published

on

GwiGwi.com – Nama sutradara Rian Johnson santer terdengar semenjak film Star Wars The Last Jedi dirilis. Keputusannya yang dibuat di film tersebut memantik api kemarahan banyak orang di internet. Banyak yang ingin “Ruin Johnson” (sebutan anti fans Ep 8 untuk Rian) membatalkan trilogi Star Wars versinya, mengakhiri karirnya, bahkan meminta nyawanya. Bayangkan bila Rian Johnson menuruti tekanan ini, manut saja pada internet mob, berhenti berkarya, mungkin jadi tukang bolak-balik burger di resto hamburger, maka KNIVES OUT drama klasik misteri pembunuhan yang gurih ini hanya diam mengendap di sudut pikirannya. Mati terbawa hingga liang lahatnya. Sebagaimana kasus yang tak terungkap bila jagoannya menyerah.

Advertisements

Layaknya kisah pembunuhan yang sudah familiar bagi penggemar karakter detektif Hercule Poirot dan Detektif Conan, orang kaya ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah tua. Harlan Thrombey (Christopher Plummer) penulis kisah misteri fenomenal tewas mengenaskan di ruang belajarnya sehari setelah hari ulang tahunnya. Kasus yang terkesan sudah terang benderang kebenarannya ini mengundang kecurigaan dari detektif swasta, Benoit Blanc (Daniel Craig). Investigasinya menguak beragam fakta tentang keluarga Thrombey di mana hampir setiap dari mereka mempunyai motif untuk membunuh.

Knives Out memiliki tipikal kisah misteri pembunuhan yang memberikan beragam serpihan petunjuk sepanjang filmnya dari yang tersirat, terkesan tidak relevan sampai yang jelas di depan mata, dan diakhiri dengan klimaks yang spektakuler. Meskipun sudah menyenangkan nan menegangkan dengan itu saja, hal yang paling unik dari kisah ini bukan hanya tentang mencari kebenaran tapi juga tentang menyimpan kebenaran. Dua aksi itu kerap tarik menarik, mempermainkan simpati penonton dan mempunyai suspense unik yang sepertinya sungguh segar untuk genre ini. Ana De Armas yang memainkan karakter Marta Cabrera yang mempunyai peran vital dan berpotensi memperkuat atau merusak filmnya sendiri, dan dia berhasil melakukannya dengan sangat baik.

Baca Juga:  Review Anime 3DCG 'Ghost in the Shell: SAC_2045,' kembalinya Tim Section 9

Walaupun berkisar tentang pembunuhan, Knives Out sangatlah fun. Penekanannya bukan pada kekejaman hasil perbuatan tapi pada akibatnya dan usaha menerka pelakunya, baik itu yang dilakukan Benoit ataupun penonton. Permasalahan hak waris nya memunculkan beragam sifat negatif yang menyedihkan dari anak-anak keluarga Thrombey. Hal itu dieksplor secara nikmat oleh dialognya yang tajam nan komedik dan dimainkan dengan menyenangkan nan mantap oleh para pemainnya.

 

Penguasaan yang mumpuni pada genre ini ditunjukkan oleh Rian Johnson baik melalui ceritanya dan pengadeganannya. Membelokkan persepsi penonton yang mungkin sudah kenyang dengan tipikal klise misteri ini entah melalui perspektif karakter lain, narator yang tak bisa dipercaya, memberi berbagai twist, menunjukkan misdirection besar atau sekedar karakternya yang panik hingga mengaburkan kenyataan. Pengadeganan yang dinamis dan terkesan seperti playful atau main-main yang padahal memperlihatkan pahamnya dia dengan style khas genre misteri hingga dia bisa melakukan beragam inovasi dan tidak monoton nan kaku.

Knives Out seolah sebuah penghormatan pada penulis misteri Agatha Christie dan genre misteri pembunuhan secara keseluruhan. Memiliki semua hal yang renyah dari kisah semacamnya sekaligus memberi bumbu baru untuk menguatkan identitas unik filmnya sendiri. Rian Johnson menyegarkan sebuah klasik ke era baru. Kisah berdarah ber tone ringan yang menyenangkan untuk memeras otak, untuk dilihat, untuk didengar, untuk dialami. Kapan lagi bisa bilang begitu untuk cerita semacam ini? Selamat menduga duga, So Gwiples, untuk yang gemar dengan film misteri dan detektif, ini adalah film yang wajib kalian tonton!

Box Office

Wonder Woman 1984 ungkap Gambar dan Poster Baru

Published

on

By

GwiGwi.com – Wonder Woman 1984 yang kini tanggal rilisnya telah dimundurkan menjadi 14 Agustus. Baru-baru ini, Empire merilis gambar eksklusif baru untuk film ini bersama dengan dua poster baru yang hampir serupa dengan motion poster yang pernah dirilis sebelumnya.

Advertisements

Dari dua gambar yang dirilis tersebut memperlihatkan Diana dan Steve sedang berpelukan, sementara gambar satu lagi menampilkan gambar close-up dari Diana dengan armor emasnya, lengkap dengan sayap logam yang memungkinkan dia untuk terbang.

Dalam sekuel ini, Diana Prince dikisahkan telah terbiasa hidup di dunia manusia, jauh dari rumahnya di Themyscira. Diana bekerja di sebuah museum yang merenovasi artefak Yunani kuno dan tetap “berperan”sebagai Wonder Woman.

Seperti kita ketahui, Warner Bros. sempat menegaskan bahwa sekuel Wonder Woman tersebut tetap akan dirilis di bioskop untuk memberi pengalaman menonton yang lebih mengesankan, membantah rumor yang mengatakan bahwa mereka akan menayangkannya dalam format digital dan home entertainment.

Baca Juga:  Review Anime 3DCG 'Ghost in the Shell: SAC_2045,' kembalinya Tim Section 9

Detail dan plot kisah film yang kembali diarahkan oleh Patty Jenkins ini masih tertutup rapat, namun beberapa informasi mengatakan bahwa Wonder Woman (Gal Gadot) akan menghadapi negara Uni Soviet (Rusia) dalam era perang dingin. Sedangkan sosok supervillain yang akan dihadapi oleh superhero dari Amazon ini adalah Cheetah yang diperankan oleh Kristen Wiig. Chris Pine juga akan kembali sebagai Steve Trevor, kemudian ikut bergabung juga dalam proyek ini adalah Pedro Pascal yang berperan sebagai Maxwell Lord, Natasha Rothwell (Insecure, Like a Boss), Ravi Patel (Long Shot, Grandfathered), Gabriella Wilde (Poldark, Carrie), Connie Nielsen (Gladiator, The Devil’s Advocate) dan Robin Wright (Unbreakable, House of Cards).

Continue Reading

Box Office

Review Film Bloodshot, Jadi Pembuka Universe tapi Maju Mundur

Published

on

GwiGwi.comSony Pictures bekerjasama dengan Valiant Entertainment sebuah perusahaan buku komik dengan beberapa karakter menarik seperti Bloodshot, Harbringer, dan XO Manowar yang konon akan membuat sebuah cinematic universe dimana karakter adaptasi dari komiknya menjadi satu semesta dan saling berhubungan satu sama lain yang dimulai dari Bloodshot yang komiknya diciptakan oleh Kevin VanHook, Don Perlin, dan Bob Layton yang dibintangi oleh Vin Diesel.

Advertisements

Bloodshot bercerita tentang seorang tentara yang bernama Ray Garrison yang menjadi percobaan sebuah eksperimen yang diprakarsai oleh sebuah perusahaan bernama Rising Spirit tech bernama project Bloodshot.

Well, menurut saya ini merupakan langkah yang memiliki potensi luar biasa untuk Sony Pictures yang mencoba berupaya mendapatkan keuntungan dari adaptasi komik selain mengurusi manusia laba-laba a.k.a Spider-Man. Menciptakan sebuah semesta sinematik dari salah satu penerbit komik medioker. Sebuah simbiosis mutualisme untuk si rumah produksi dan juga penerbit komiknya, well it Looks promising.

Dengan kemasan cerita yang tidak biasa disertai twist yang lumayan sulit untuk ditebak berhasil memberikan impresi yang baik, namun ada beberapa bagian yang di eksekusi dengan nanggung dan cenderung main aman untuk sebuah film yang katanya adaptasi dari komik dan akan Jadi pembuka untuk sesuatu yang lebih besar yaitu cinematic universe. Mungkin memang ini merupakan proyek gambling yang dilakukan oleh Sony dan Valiant comics. Seharusnya Sony bersama Valiant mampu membawakannya dengan lebih percaya diri unutk memperkenalkan proyek film anyar nya ini. Namun sayangnya mereka terlihat kurang PD.

Dari sisi cast nya, pertama kali saat lihat trailer nya. Saya agak berat hati melihat Vin Diesel yang berperan sebagai Ray Garrison, mungkin dengan memasang aktor dengan nama yang menjual bisa menjadi magnet agar orang mau menonton filmnya, tapi hasilnya ia masih sama terlihat dengan imej di film yang sebelumnya ia perankan. Harusnya disini Vin harus terlihat untuk melampaui batas diri nya dan menanggalkan sedikit imej yang di film-film yang sebelumnya ia perankan. Pada beberapa adegan terlihat meyakinkan, tapi di sisi lain terlihat seperti biasa Vin Diesel memerankan jagoan di film-film bergenre action yang ia perankan.

Baca Juga:  Review Anime 3DCG 'Ghost in the Shell: SAC_2045,' kembalinya Tim Section 9

Untuk kalian yang membaca komiknya Bloodshot ini mungkin terlihat kurang pas vin diesel memerankan tokoh Ini, Menurut saya andai saja Scott Adkins atau Kellan Lutz mungkin lebih terlihat pas untuk memerankan Bloodshot.

Selain Vin Diesel, aktris Elza Gonzalez juga steal the screen di film ini. Ia berhasil memerankan Femme Fatale yang mencuri perhatian di film Ini, tidak lupa ada Guy Pearce sebagai Dr. Emil Harting CEO dari Rising Spirit tech sebuah potensi besar untuk para co-starring di film ini untuk keberlanjutan dari Valiant cinematic universe namun sangat disayangkan potensi dari karakter mereka gak digali lebih dalam lagi. Malah Jadi terkesan ya nasib mereka cuman sampai di film Ini saja.

Secara keseluruhan Bloodshot tetap menjadi film yang mengasyikan jika kalian mengharapkan film bergenre action yang menghibur. Namun untuk sebuah pembuka universe yang lebih besar lagi saya rasa film ini masih bisa di push lebih jauh lagi. Semoga saja di proyek film selanjutnya dari Valiant Comics bisa lebih dari Film Ini dikarenakan memang karakter yang ada memiliki cerita dan karakteristik yang berbeda dari yang disajikan oleh publisher comic yang sudah Ada.

So Gwiples, bagi kalian yang mencari “Universe” baru, This is it Gwiples, jangan sampai dilewatkan!

Continue Reading

Box Office

Review Film Her Blue Sky, Drama Kehidupan Yang Generik

Published

on

GwiGwi.comHer Blue Sky atau lebih dikenal sebagai Sora no Aosa o Shiru Hito yo merupakan anime movie buatan studio Clover Works yang disutradarai Tatsuyuki Nagai, ditulis oleh Mari Okada, dan desain karakter oleh Masayoshi Tanaka. Movie ini merupakan kelanjutan kolaborasi mereka setelah Ano Hana dan Anthem of The Heart.

Advertisements

Aioi Aoi senang bermain bass dan ingin meninggalkan kota tempat ia tinggal untuk menjadi anggota band di Tokyo setelah lulus SMU. Keinginan itu tercetus karena ia tidak lagi ingin terus membebani kakaknya, Akane yang sudah merawatnya selama 13 tahun lebih sejak kedua orang tua mereka meninggal. Untuk itu ia tekun berlatih di dalam kuil kosong dekat rumahnya. Kuil tersebut dulunya menjadi base camp tempat gebetan Akane, Shinnosuke beserta bandnya berlatih saat mereka SMU dulu. Shinnosuke sudah belasan tahun meninggalkan kota untuk menjadi musisi di Tokyo dan tidak terdengar lagi kabarnya.

Tak disangka-sangka saat berlatih Aoi dikagetkan dengan kemunculan Shinnosuke yang fisiknya persis saat masih SMU. Aoi pun menyangka bahwa Shinnosuke sudah meninggal dan arwahnya gentayangan di kuil tersebut. Aoi tidak langsung memberitahu Akane karena masih tidak yakin dengan apa yang dialaminya. Dan apakah yang menyebabkan “arwah” Shinnosuke muncul di kuil tersebut? Itulah yang perlu dicari tahu oleh Aoi

Baca Juga:  Review Anime 3DCG 'Ghost in the Shell: SAC_2045,' kembalinya Tim Section 9

Her Blue Sky terasa agak generik untuk sebuah drama tentang rasa cinta antara kakak dan adik serta bagaimana seseorang punya rasa penyesalan ketika memilih karirnya namun harus tetap maju terus. Premis film ini sudah bagus tapi kurang terasa impactnya pada emosi penonton. Jika dibandingkan dengan lika liku kehidupan kakak adik Taylor dan Amy di Violet Evergarden: Eternity and The Auto Memory Doll yang sukses bikin mewek, film ini belum bsia mengalahkannya. Film ini lebih cocok untuk mereka yang sudah berkarir dan berumur pertengahan 20 hingga awal 30-an tahun karena mengupas bagaimana impian saat kita SMU ternyata bisa berbeda realitasnya dengan yang dijalani nantinya. So gwiples buat kalian yang penasaran, jangan lupa disaksikan film satu ini ya

Continue Reading

Trending