Connect with us

News

Redmi Note 7, Monster 48 Megapiksel Pertama Redmi Xiaomi, Spesifikasi dan Harga

Published

on

GwiGwi.com – Setelah “berpisah dari Xiaomi, Redmi sudah siap memperkenalkan perangkat terbaru mereka yaitu Redmi Note 7. Menyasar kedaerah spesifikasi dengan prosesor yang sudah sangat “padat”, Redmi yakin bahwa pilihannya menghadirkan kamera “monster” 48 Megapiksel dan harga yang sangat bersaing, bisa membawa merk yang dulunya adalah sebuah seri dari Xiaomi lebih sukses. Berikut adalah spesifikasi dan harganya.

Setelah sekian lama hadir dalam bentuk teaser, akhirnya smartphone dengan resolusi sensor kamera sebesar 48 megapiksel dari seri Redmi yang sekarang sudah menjadi brand independen resmi dirilis. Walau dengan fokus spesifikasi yang sangat menarik ini, nyatanya Redmi Note 7 ternyata adalah perangkat budget.

Dari segi desainnya, terlihat bahwa Redmi Note 7 mengikuti guideline desain baru dari Xiaomi sejak Xiaomi Mi Play yang dirilis belum lama waktu yang lalu. Dengan back-cover kaca 2.5D dengan warna gradasi membuat smartphone ini terlihat paling premium tanpa embel-embel “mirip kaca”. Di bagian belakangnya juga tersedia fingerprint, sayang sekali karena ternyata bukan in-display. Bagian belakang ini juga adalah rumah untuk kamera 48 Megapiksel-nya dengan aparture F/1.8, ditemani oleh depth-sensor 5 Megapiksel.

Selain itu untuk Notch didepannya pun serupa dengan Mi Play yang hanya berbentuk bulat pada bagian kamera saja (atau lebih dikenal sebagai waterdrop notch). dengan kamera selfie 13 megapiksel single-lens walaupun di seri Redmi Note 6 Pro yang dirilis beberapa waktu lalu dipamerkan bahwa Xiaomi mulai menggunakan total 4 kamera, 2 depan dan 2 belakang. Tidak ada sensor Face Recognition seperti yang ditemukan di POCOPHONE F1.

Baca Juga:  NGACO! Redmi Note 7 Memiliki Harga Yang Mengejutkan! Mulai Dari 1 Jutaan!

Spesifikasi lainnya adalah bentang layar 6.3 inci dengan rasio 19.5:9 1080p, Prosesor sejuta umat Qualcomm Snapdragon 660 AIE, baterai sebesar 4,000mAh, USB Type-C untuk charging dan komunikasi melalui kabel, serta headphone jack 3.5mm (untungnya masih ada).

Soal harga, Redmi Note 7 ini membuat kagum dengan harga terendah dengan konfigurasi 3/32GB mulai dari 150$ atau sekitar 2.1 Juta rupiah, hingga 200$ atau 2.8 Juta Rupiah untuk versi paling atas RAM 6GB dan Memori penyimpanan 64GB. Dengan harga segini, spesifikasi yang didapatkan serupa atau bahkan lebih baik (hanya untuk hitungan kamera yah) dibandingkan kompetitor lain yang merilis perangkatnya lebih dulu beberapa bulan yang lalu dengan harga mulai dari 2.9 Juta.

Xiaomi Indonesia melalui cuitannya pun sudah mulai memberikan spekulasi bahwa perangkat ini akan segera hadir di Indonesia dalam waktu dekat, namun belum diketahui kapankah akan didatangkan.

Baca juga: Xiaomi Mi 8 Lite Full Review | kerasa flagshipnya

Freelancer serabutan yang demenannya beragam sampai tidak jelas kemana. Saat ini sedang berkutat sebagai Web Developer sembari mengupdate informasi tentang Gadget Teranyar yang biasanya berada di segmentasi affordable hingga high end flagship. Selain itu juga jadi Youtuber untuk GwiGwi. Kontak: fsp@giwgwi.com.

News

NGACO! Redmi Note 7 Memiliki Harga Yang Mengejutkan! Mulai Dari 1 Jutaan!

Published

on

By

GwiGwi.com – Jakarta, 21 Maret 2019. Hari ini Xiaomi Indonesia melalui sub-brand terbaru mereka yaitu Redmi, menghadirkan perangkat teranyar mereka. Perangkat ini adalah Redmi Note 7, yang sebelumnya sudah pernah dirilis di India, dan sudah memenuhi timeline Youtube sejagat gadget. Yang mengejutkan adalah harga Redmi Note 7 yang dibanderol luar biasa worth it! Berikut adalah rilis lengkapnya.

Xiaomi melalui sub-brand Redmi kembali merilis sebuah perangkat yang menjadi perangkat pertama Xiaomi di 2019 (kalau Redmi Go dihitung, maka menjadi perangkat kedua). Perangkat ini bernama Redmi Note 7. Redmi Note 7 sendiri memiliki spesifikasi luar biasa sebagai berikut:

Spesifikasi Dasar Redmi Note 7

Processor: Qualcomm Snapdragon 660 AIE

Display: 6.3″ 19:5 FHD+ (2340×1080) with Corning Gorilla Glass 5

Back Panel: Gradient Glass Back Cover

Rear Camera: Samsung ISOCELL GM1 – 48MP, 1.6 micrometer + 5MP 1.12 micrometer.

Front Camera: 13MP, 1.12 micrometer

Battery: Battery 4000mAh, USB Type-C with Qualcomm Quick Charge 4.0.

Operating System: MIUI 10 based on Android Pie 9.0

Memory: RAM 3GB with Internal Memory 32GB or RAM 4GB with Internal Memory 64GB.

Kamera Sekelas Flagship

Salah satu nilai jual dari Redmi Note 7 adalah kameranya sebesar 48MP. Angka tersebut mendukung peningkatan kualitas yang sangat baik dari segi fotografi untuk Redmi Note 7. Angka 48MP ini membuat hasil foto yang ditangkap oleh kamera Redmi Note 7 memiliki detail yang sangat baik pada objek-objeknya. Walau hasil output dari Redmi Note 7 sebenarnya bukan dalam resolusi 48MP melainkan 12MP, tapi berhasil mengalahkan sensor 24MP dari kompetitornya.

Selain itu hasil foto Redmi Note 7 pada area kurang pencahayaan bisa dibilang cukup baik karena kemampuan dari Sensor 48MP dari Samsung ISOCELL GM1 mampu merapatkan hasil foto 48MP tadi, ke 12MP dengan teknologi interpolasi sehingga Noise dalam foto berkurang dan haisl tangkapan pun lebih cerah.

Untuk soal software kameranya, Redmi Note 7 memboyong semua kemampuan AI yang sebelumnya sudah ada di kelas kamera flagship Xiaomi seperti AI Scene Detection, AI Beauty, dan AI Portrait. Ini didukung dengan kombinasi peningkatan dair segi Software MIUI, dan juga hardware yang mendukungnya.

Desain Body Premium di Kelas Budget

Hal ini cukup menarik untuk diperhatikan. Biasanya, kelasan budget akan memiliki body yang terbuat dari metal atau aluminium, setelah flagship bergerak menuju bahan kaca. Akan tetapi, belakangan muncul trend Glass-Like Back Panel atau panel belakang yang memiliki bahan dasar plastik, namun memiliki atribut seperti kaca. Namun, kali ini Xiaomi melalui Redmi Note 7 memperkenalkan back-panel yang beneran kaca, dan terlebih lagi, di perangkat segmentasi budget. Walau kembali ke preferensi, adanya back panel kaca membuat Redmi Note 7 menjadi smartphone budget paling premium saat ini karena memiliki kualitas yang serupa dengan perangkat flagship. Kaca belakang dan depan Redmi Note 7 dilindungi dengan menggunakan Corning Gorilla Glass 5.

Selain itu, warna pilihan yang hadir pun mulai mengikuti trend stylish yang baru dimana warnanya memiliki gradasi. Memang ini bukan perangkat Xiaomi yang menggunakan fitur tersebut (masih ingat Mi 8 Lite yang dirilis tahun lalu?). Namun demikian, warna gradasi ini seketika meningkatkan nilai aestetik dari Redmi Note 7.

Performa Yang Ga Perlu Diragukan Lagi

Walau kembali menggunakan Qualcomm Snapdragon 660 AIE, soal performa, kombinasi yang dibawa Xiaomi ini sudah tidak perlu diragukan. Performa Snapdragon 660 mampu mengajak tempur game-game terkenal di mobile seperti PUBG Mobile dan juga Mobile Legend. Selain itu versi SD 660 yang dipakai Xiaomi memiliki clock-speed yang lebih tinggi dari kompetitor dengan spesifikasi serupa yang membuatnya lebih powerfull dibandingkan kompetitor lainnya.

Berikutnya adalah soal baterai. Baterai dari Redmi Note 7 memiliki all-day battery sebesar 4,000mAh. Dengan nilai ketangguhan yang tinggi, membuat Redmi Note 7 tahan lama saat diajak mengkonsumsi media, maupun bermain game. Selain itu, perangkat ini bisa diisi ulang dengan cepat dengan adanya dukungan Qualcomm Quick Charge 4.0 yang bisa diaktifkan jika menggunakan batok charger 18 watt, yang sayangnya belum diikutsertakan dalam paket penjualan. Terlebih lagi, pengisian daya dan transfer data dilakukan melalui Charging Port USB Type-C sehingga Redmi Note 7 memiliki akses kompatibilitas lebih tinggi seiring meningkatnya trend USB Type-C.

Baca Juga:  Xiaomi MI 9 Indonesia Unboxing & Top Features, flagship baru dari Xiaomi

Peripheral Pendukung Yang Melengkapi.

Karena tidak mau ikut-ikutan, Xiaomi tetap melengkapi Redmi Note 7 dengan 3.5mm Headphone Jack yang biasanya sudah mulai hilang di banyak perangkat baik flagship maupun budget. Ini adalah langkah yang sangat baik untuk perangkat ini karena berarti konsumsi media dapat diakses dengan lebih mudah dan tidak selalu terikat dengan kebutuhan memiliki earphone bluetooth ataupun headset USB Type-C.

This slideshow requires JavaScript.

Selain itu, ciri khas Xiaomi mengikutsertakan IR-Blaster tetap dipertahankan sehingga perangkat ini mampu mengontrol AC, TV dan pemutar media melalui media Infra Red.

Audio dari Redmi Note 7 juga ditingkatkan dengan adanya Smart PA Audio yang menghasilkan suara lebih keras dan berkualitas tinggi.

Bodynya yang Dibuat Tangguh

Sebutan Redmi Note 7 di Indonesia adalah Si Gatot Kaca. Ini kabarnya berasal dari bodynya yang dibuat cukup tangguh sehingga Xiaomi Indonesia membuat beberapa video yang dapat kalian lihat di Youtube tentang uji coba “Sadis” dari Redmi Note 7. Selain bodynya yang memang dibuat tangguh dengan kombinasi sandwich Kaca dengan Panel tengahnya, Redmi Note 7 juga memiliki nanocoatting P2i yang membuat perangkat ini tahan percikan air dan hujan ringan. Namun jangan mengujinya untuk ditenggelamkan yah karena Ratingnya tidak sampai IP68.

Garansi 18 Bulan Diberikan Sebagai Komitmen Xiaomi Terhadap Produk yang Lebih Berkualitas

Selain menggebrak di soal kualitas dan harga, Xiaomi Indonesia memberikan garansi hingga 18 Bulan sebagai komitmen dari Xiaomi untuk perangkat-perangkatnya di Indonesia. Ini mungkin salah satu alasan kenapa #MendingResMI menjadi suatu tagline. Ini sebuah langkah berani yang mungkin kedepannya akan mengubah janji produsen Smartphone Indonesia dari garansi yang hanya 12 Bulan, menjadi 18 Bulan atau mungkin lebih.

Harga Fantastis, Merusak Pasar Distributor!

Lalu yang paling penting, berapa harganya? Harga dari Redmi Note 7 di Indonesia di banderol mulai dari 1.999 Juta Rupiah saja! Ini untuk model konfigurasi memory RAM 3GB dan Memory Internal 32GB. Selain model ini, Xiaomi hanya membawa 1 model yang lebih besar yaitu RAM 4GB dan Memory Internal 64GB, dan untuk model ini dibanderol masih dengan harga yang sangat murah yaitu 2.599 Juta Rupiah saja! Harga ini tentu akan mendobrak pasar smartphone kembali kebawah setelah beberapa produsen sudah mulai kembali nyaman memasuki ranah harga lebih dari 3 Juta untuk perangkat di segmentasi budget termasuk salah satunya Xiaomi yang pada tahun lalu dimana Redmi Note 6 Pro dibanderol dengan harga 2.9 Juta untuk konfigurasi paling dasar.

This slideshow requires JavaScript.

Lalu siapa yang senang dan sakit hati disini? Tentunya yang senang adalah para penggiat smartphone atau pengguna smartphone yang tetap bersabar menunggu garansi Resmi dari Xiaomi Indonesia. Selain harganya yang lebih affordable, mereka akan disuguhkan tanggung jawab garansi resmi selama 18 Bulan di gerai servis resmi Xiaomi Indonesia. Lalu siapa yang bersedih? Tentunya early adopter yang sudah keburu gatal dengan lamanya kehadiran Redmi Note 7 ke Indonesia.

Jadi, dengan harga kurang dari 2 Juta rupiah, kalian akan mendapatkan spesifikasi smartphone yang berada di posisi menengah keatas, tentunya dengan improvisasi yang telah disempurnakan oleh Xiaomi dan memang telah diakui bahwa lebih baik dibandingkan kompetitor dengan spesifikasi serupa.

Kemudian pertanyaan terakhir, kenapa Redmi Note 7 sendirian kali ini? Di beberapa negara, Redmi 7 dan Redmi Note 7 Pro sudah mulai menemani seperti contohnya di India. Saat ditanyakan, Tim dari Xiaomi Indonesia menyatakan bahwa Redmi Note 7 sudah cukup oke untuk diterima masyarakat. Namun, mungkin ada waktunya dimana sang adik yang lebih powerfull akan datang ke Indonesia. Saat ini masih eksklusif di China saja.

This slideshow requires JavaScript.

Saat peluncurannya, Redmi Note 7 ditemani beberapa produk ekosistem rumah Xiaomi atau disebut Mi Home Appliance. Kali ini Xiaomi mendatangkan Mi Smart Kettle, Mi Induction Heating Rice Cooker, Mi Compact Bluetooth Speaker 2, Mi Bedside Lamp, Mi LED Smart Bulb, dan Mi LED Desk Lamp. Perangkat-perangkat tersebut dapat di kontrol dan di monitor melalui Mi Home App yang dapat diunduh di Google Play di Android dan juga App Store di iOS.

Gallery Redmi Note 7

This slideshow requires JavaScript.

Baca Juga: Speaker JBL, Speaker Cangih Untuk Membuat Hari-harimu Makin Keren

Continue Reading

News

Kampanye BSA dan Pemerintah untuk Mengedukasi Pengguna tentang Manfaat Aset Software Berlisensi

Published

on

By

GwiGwi.com – Jakarta, Indonesia, 18 Maret 2019, BSA dan pemerintah Indonesia bekerja sama untuk mendorong para pemimpin bisnis dalam mengatasi masalah terkait penggunaan software tidak berlisensi. Kampanye yang diluncurkan hari ini bertujuan untuk menjangkau puluhan ribu pemimpin bisnis dengan pesan mengenai manfaat penggunaan software legal secara hukum, produktivitas, dan keamanan. Ribuan perusahaan di Indonesia masih menggunakan software tidak berlisensi, yang dapat menimbulkan risiko bisnis dan keamanan serius. BSA berharap bahwa hasil dari kampanye ini dapat mendorong ribuan perusahaan untuk melegalkan berbagai asetnya, dari software ilegal yang tidak aman menjadi aset software berlisensi.

“Seluruh rangkaian kegiatan yang kami lakukan hari ini berfokus pada legalisasi software guna melindungi perusahaan dari ancaman software tak berlisensi,” ucap BSA Senior Director, Tarun Sawney. “Tujuan utama kampanye ini membantu para pemimpin bisnis memahami manfaat dan kewajiban melegalisasikan software demi keamanan, reputasi, produktivitas, dan keuntungan perusahaan.”

BSA berkolaborasi dengan pemerintah di kawasan b untuk membantu komunitas bisnis memahami manfaat ekonomi dari penggunaan software legal. International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa perusahaan yang mengambil langkah untuk meningkatkan manajemen softwarenya dapat meningkatkan laba hingga 11 persen. Oleh karena itu, pemerintah berwenang diharapkan dapat memacu komunitas bisnis untuk segera beralih ke aset legal demi meningkatkan daya saing nasional.

Pemerintah telah aktif melakukan berbagai hal dalam mengurangi penggunaan software tidak berlisensi yang terdiri dari kegiatan sosialisasi, himbauan masyarakat, edukasi serta membuka ruang untuk penegakkan hukum dimana masyarakat dapat melakukan pengaduan sebagaimana yang diatur dalam UU Hak Cipta no. 28 tahun 2014.

Irbar Susanto S.H., M.H. selaku Kasubdit Pencegahan & Penyelesaian Sengketa Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pun menambahkan bahwa kampanye pemerintah telah secara aktif dilakukan di beberapa kota besar seperti Medan, Surabaya, dan Makassar.

Pekan ini, BSA meluncurkan kampanye “Legalize and Protect” di Indonesia, Thailand, dan Filipina. Sebelumnya, BSA pun berkolaborasi dengan pemerintah Vietnam telah meluncurkan kampanye serupa dan menuai berbagai hasil positif. Target kampanye ini terdiri dari perusahaan yang bergerak dalam berbagai industri, termasuk tetapi tidak terbatas pada manufaktur, IT, keuangan, layanan profesional, konstruksi, perawatan kesehatan, barang keperluan sehari-hari, teknik, arsitektur, dan desain.

Dalam beberapa bulan ke depan, BSA akan meluncurkan upaya edukasi untuk memastikan para pemimpin bisnis sadar akan risiko dari penggunaan software tidak berlisensi. Usaha tersebut mencakup kegiatan pemasaran, komunikasi, konten media sosial dan dalam beberapa kasus, direct appeals pada perusahan-perusahaan untuk melegalisasikan aset softwarenya.

Baca Juga:  Redmi 7 resmi rilis dengan Snapdragon 632

Wilayah Asia Pasifik memiliki tingkat penggunaan software tak berlisensi tertinggi di dunia, sebesar 57 persen.

Software tanpa lisensi tidak baik bagi perusahaan

Chief Information Officer (CIO) dari berbagai perusahaan menemukan bahwa software tidak berlisensi memiliki risiko dan berpotensi untuk menyebabkan kerugian yang lebih besar.

Satu dari tiga perusahaan memiliki peluang untuk terserang malware ketika mereka menggunakan atau memasang software tidak berlisensi maupun membeli perangkat komputer tanpa software asli di dalamnya. Setiap serangan malware dapat merugikan perusahaan sebesar rata-rata USD 2,4 juta dan akan membutuhkan waktu selama 50 hari untuk memperbaikinya.  Infeksi yang dapat menyebabkan downtime perusahaan, atau kehilangan data bisnis, akan berdampak serius pada merek dan reputasi perusahaan. Biaya untuk mengatasi malware yang menggunakan software tidak berlisensi pun semakin meningkat. Hal tersebut dapat merugikan perusahaan hingga lebih dari USD 10.000 untuk setiap perangkat komputer yang terserang, dan merugikan hampir USD 359 miliar per tahun bagi perusahaan-perusahaan di seluruh dunia.

BSA bekerja sama dengan pemerintah secara terus menerus berupaya mengedukasi para pemimpin bisnis mengenai dampak negatif dari penggunaan software tidak berlisensi. Kerja sama ini telah memberikan berbagai hasil positif yakni penurunan jumlah perusahaan yang menggunakan software tidak berlisensi setiap tahunnya. Meskipun begitu, BSA menyatakan bahwa permasalahan ini masih terus berlanjut.

“Kawasan ASEAN merupakan salah satu wilayah ekonomi paling dinamis di dunia, dimana perusahaan domestik dan multinasional kian tumbuh dan diuntungkan dengan besarnya peluang di Asia Tenggara,” ucap Sawney. “Meski begitu, perusahaan-perusahaan dengan tujuan ambisius perlu menggunakan software aman dan berlisensi. Tidak ada alasan lagi untuk menggunakan software yang tidak berlisensi.”

###

Tentang BSA

BSA | The Software Alliance (www.bsa.org) merupakan advokat terkemuka di industri software global di hadapan pemerintah dan di pasar internasional. Anggotanya terdiri dari berbagai perusahaan-perusahaan paling inovatif di dunia, yang menciptakan solusi software memicu ekonomi dan mengembangkan kehidupan modern. Berkantor pusat di Washington DC dan beroperasi di lebih dari 60 negara, BSA menjadi pelopor penggunaan software legal dan mengadvokasi kebijakan publik yang mendorong inovasi teknologi serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Continue Reading

News

Redmi Go, Solusi Mudah dan Murah Dengan Android GO?

Published

on

By

GwiGwi.com – Xiaomi kembali meggulirkan smartphone paling murah mengikuti kesuksesan seri Redmi 5A dan Redmi 6A. Perangkat ini dinamakan Redmi Go. Kenapa? Karena menggunakan Android Go. Berikut adalah detail tentang perangkat tersebut.


Perangkat ini ditargetkan sebagai perangkat paling user-friendly dimana target pasarnya adalah pengguna “hape jadul” yang disuruh upgrade ke smartphone tapi belum siap mengeluarkan budget besar. Selain itu pengguna Redmi Go juga tidak terlalu perlu pusing mengenai spesifikasi karena perangkat ini menggunakan spesifikasi yang masih dasar banget. So nothing fancy here.

Namun yang paling menarik perhatian adalah perangkat ini mengusung Android Go makanya dinamakan Redmi Go. Basisnya tetap menggunaka Android Oreo 8.1 namun pada seri Go ini, beberapa fitur bawaan Android dipangkas, dan juga beberapa aplikasi menggunakan seri Go dari aplikasi tersebut. Perbedaan kalau disoal aplikasi adalah beberapa aplikasi lebih hemat quota Internet, sehingga untuk pengguna yang lebih “hemat” akan sangat efektif. Selain itu juga aplikasi bawaan ini nantinya menggunakan versi Lite dari yang asli sehingga tidak semua fitur tersedia. Oh ya, Android Go itu pure Android yah. Jadi serupa dengan Android One, tapi versi ringan. Oleh karena itu, di perangkat ini tidak akan muncul iklan dari Xiaomi yang merupakan bawaan dari MIUI.

Redmi Go tetapi masih mengusung beberapa spesifikasi yang bisa dibilang cukup oke. Berbeda dengan opsi perangkat lain berbasis Android Go, Redmi memilih untuk menggunakan prosesor dari merk yang sudah cukup familiar untuk kalangan masyarakat umum yaitu Qualcomm Snapdragon 425. Memang dapur pacu ini adalah seri terendah dari semua yang telah dirilis oleh Qualcomm pada tahun 2017-2019, akan tetapi tidak jarang prosesor ini diadu sampai limit tertentu dan masih cukup kuat melibas aplikasi bahkan hingga beberapa game.

Baca Juga:  Redmi 7 resmi rilis dengan Snapdragon 632

Spesifikasi lainnya meliputi RAM 1GB, memori penyimpanan internal 8GB yang dapat ditambahkan dengan memori eksternal hingga 128GB, kamera utama 8 megapiksel single lens dengan flash, kamera depan 5 megapiksel, dan juga memiliki baterai sebesar 3.000mAh yang seharusnya cukup kuat mengangkat perangkat ini seharian. Untuk konektivitas bisa dibilang biasa saja, 4G Network, Bluetooth, Wifi, dan tidak ada NFC serta USB Type-C karena perangkat ini di charge melalui microUSB. Namun Xiaomi bekerjasama dengan Indosat Ooredoo untuk memberikan beberapa bonus bawaan dari bundling yang akan didapat dan menyasar untuk kalangan Ojek Online, atau orang tua yang ingin tetap berkomunikasi dengan orang terkasih.

Lalu yang terakhir, tentunya yang paling penting sebagai penentu adalah harganya. Redmi Go dibanderol dengan harga yang bahkan dibawah 1 Juta rupiah yaitu 899ribu saja. Sebuah harga yang cukup menarik mengingat saat Redmi 5A dirilis, Xiaomi telah menggebrak pasar dengan smartphone mumpuni dibawah harga 1 Juta rupiah. Perangkat ini akan mulai di jual di JD.id dan Mi.com pada tanggal 11 Maret 2019 nanti, dan akan tersedia di Mi Store serta Indosat Ooredoo Store pada tanggal 20 Maretnya.

Baca juga: Redmi Note 7 Akan Segera Mendarat di Indonesia, Harganya Berapa dan Spesifikasinya Gimana Yah?

Continue Reading

Trending