Fakta Menarik tentang Wasabi Si Pedas dari Jepang

GwiGwi.com – Wasabi memang identik dengan Jepang, rasanya yang unik bukanlah satu-satunya daya tarik wasabi. Sejak jaman kuno, wasabi sudah digunakan oleh masyarakat Jepang sebagai obat tradisional, rempah-rempah dan makanan pendamping. Namun ternyata terdapat beberapa fakta menarik tentang wasabi yang mungkin tak banyak orang tahu.

Wasabi Bukan Lobak

Walaupun bentuknya hampir mirip tapi wasabi tidak termasuk dalam keluarga lobak karena wasabi merupakan tanaman khas berasal dari Jepang dan termasuk dalam keluarga tanaman seperti kol dan sawi. Rasanya sendiri sangat tajam dan cenderung agak pedas.

Wasabi Awalnya Terkenal Sebagai Obat

Walaupun sekarang wasabi lebih terkenal sebagai jenis tumbuhan yang dapat dimakan. Namun pada jaman dulu ketika pertama kali digunakan di Jepang bukan sebagai rempah-rempah tapi sebagai obat-obatan tradisional. Kebiasaan orang Jepang yang suka menyantap ikan mentah sangat rentan mengalami keracunan makanan oleh karena itu wasabi selalu disajikan sebagai makanan pendamping sushi karena kemampuan wasabi dalam mengatasi keracunan. Tanaman ini juga mengandung kandungan anti bakteri, anti inflamatori dan juga mengandung zat-zat yang nyaman untuk lambung.

Wasabi Ternyata Merupakan Tanaman Sakral

Tidak banyak orang tahu bahwa ternyata di antara masyarakat Jepang sendiri wasabi termasuk jenis tanaman yang sakral, karena ternyata tidak mudah menanam wasabi. Habitat alami wasabi adalah di lembah-lembah sungai dimana tidak ada sinar matahari langsung. Jadi tidak mudah menanam wasabi di areal perkebunan biasa.

Baca Juga:  10 Etika Dasar Ketika Berkunjung ke Kuil Yang Harus Kamu Ketahui

Wasabi Dijual dengan Harga Yang Mahal

Karena tidak mudah ditanam, wasabi ternyata harganya sangat mahal di pasaran. Oleh karena itu jangan terkecoh dengan produk-produk terbuat dari wasabi yang ditawarkan dengan harga yang murah, karena bisa saja produk tersebut tidak terbuat dari wasabi sama sekali tapi dari campuran lobak, mustard pedas dan pewarna makanan. Bahkan di Jepang sendiri mungkin hanya sekitar 5% restoran saja yang menyajikan wasabi asli dan segar.

Penyajian wasabi sangatlah unik, yaitu baru boleh diparut ketika hendak disajikan dan itupun harus segera dikonsumsi. Kalau tidak, rasa pedas wasabi akan hilang hanya dalam waktu setengah jam setelah diparut. Secara tradisional, wasabi tadinya diparut dengan menggunakan kulit dari ikan hiu tapi dalam dunia modern sudah tidak lagi dilakukan dengan alasan animal friendly dan tentunya kepraktisan.

  • 139 Posts
  • 0 Comments
Who Am I? Just A PROUD Full-time Mommy and Part-time Daydreamer.