Connect with us

Lokal

Atlet Termuda Menjadi Wakil Indonesia Di Kancah Esport PES 2019 Asia Tenggara

Published

on

GwiGwi.com – Finals PRO EVOLUTION SOCCER SOUTH EAST ASIA 2019 akan diadakan pada tanggal 3-Maret 2019 di Thailand Esports Arena, Bangkok. Diselenggarakan oleh Komunitas PES SEA didukung oleh TESF (Thailand E-Sports Federation) dan Siamsports untuk memperebutkan total hadiah USD 1.800 dan 1 slot untuk tampil di Kejuaraan Asia. Melihat hasil kualifikasi ini, besar harapan kita semua tim Indonesia bisa meraih hasil yang terbaik di SEA dan bahkan bisa lolos ke Kejuaraan Asia.

Dengan hasil ini maka 4 wakil Indonesia ke ajang SEA Finals Bangkok Thailand, adalah:

  • Rizky Faidan, Bandung
  • Rommy Hadi Wijaya, Banjarmasin
  • ELga Cahya Putra, Lampung Tengah
  • Ardi Agung Nugroho, Bandar Lampung, yang berhasil lolos dengan menjadi juara di jalur kualifikasi online

Rizky Faidan, 15 tahun, kembali berhasil tampil menjadi wakil Indonesia ke ajang PRO EVOLUTION SOCCER South East Asia Finals 2019 yang akan diadakan pada tanggal 3 Maret di Bangkok, Thailand. Liga1PES baru aja menyelesaikan musim kompetisinya di tahun ini, gelaran final nasional yang diadakan selama dua hari pada tanggal 16-17 Februari lalu menampilkan 25 pemain PES terbaik dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT & NTB, dan tentunya Jakarta.

Di hari pertama, digelar Final Regional untuk regional Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, dan Indonesia Timur. Hasil di tahap ini masih sesuai prediksi, karena pemain-pemain unggulan berhasil menjuarai grup dan lolos ke putaran final nasional. Sore hari, babak grup putaran final nasional dimulai pukul 18.00 WIB yang ditayangkan LIVE di Channel Youtube: Jebreeet TV.

Serunya babak penyisihan dan kualifikasi wakil Indonesia

Di Grup A, Doni pemain asal Lampung yang lolos dari Series Surabaya tampil sempurna dengan 9 POIN, dan kejutan datang dari wakil Indonesia Timur asal Manado, Acel yang berhasil menjadi runner-up mengungguli wakil daerah lainnya dari Sangatta & Wonogiri. Di Grup B terjadi partai sengit antara Rizky Faidan vs Rianwika asal Jakarta, Rizky yg sudah mengumpulkan 4 POIN hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan lolos, sedangkan Rian yang hanya mengumpulkan 3 POIN setelah 2 partai membutuhkan kemenangan agar bisa lolos ke babak selanjutnya. Hasilnya, setelah partai 90 menit Rizky Faidan “the wonder boy” berhasil unggul tipis dengan skor 4-3.

Di Grup C, final nasional tahun ini kedatangan “new wonder boy” Michael asal Surakarta Solo, usianya baru 11 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Di partai pertama dia harus melawan Dom NoLimit yang lolos sebagai Juara Event Pre-Season, dan di luar dugaan, prestasi Michael di Regional Jawa Tengah yang membawa dirinya lolos ke putaran final nasional benar2 bukan “isapan jempol”. Michael berhasil “menggunduli” Udom dengan skor 4-1 yang membuat semua pemain senior yang hadir di Indonesia Esports Stadium bahkan penonton youtube pun kagum melihat penampilannya yang luar biasa. Ketenangan dan juga kemampuannya membaca permainan lawan, seolah-olah sulit membayangkan kalo Michael ini masih seorang bocah yang duduk di kelas 4 SD (Kalian bisa lihat partai ulangan-nya di Group Stages match pertama Channel Jebreeet TV). Di partai kedua, Michael harus melawan perwakilan baru dari Indonesia Timur asal Kupang, Bro Iwan Goro. Partai non-LIVE ini rupanya berlangsung ketat namun tetap berhasil dimenangkan oleh Michael dengan skor 2-1. Di partai terakhir, di partai yang tidak menentukan, Michael harus melawan seorang pemain senior PES asal Surabaya: Ahmad Habibie. Keduanya sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya, tapi hasil ini akan menentukan siapa lawan mereka berikutnya di babak gugur yang sekaligus menjadi partai “adu gengsi” antara senior melawan junior di tengah ketatnya persaingan komunitas PES Indonesia; dan hasilnya benar-benar di luar dugaan, Habibie harus mengakui keunggulan Michael dengan skor cukup telak 5-2!

Kami pun langsung menghampiri Habibie dan melakukan obrolan sedikit ttg hasil tsb: “Kenapa bro? Kok bisa?” Permainan Michael bagus dan benar-benar memiliki kemampuan bermain di atas rata-rata bahkan menyamai kemampuan beberapa pemain PES senior yang udah memiliki pengalaman kompetisi sekalipun, begitu kira2 tutur Habibie. Jadi, hasil yang terpampang di papan skor, benar-benar memperlihatkan kemampuan Michael sebagai salah satu pemain terbaik di PES Indonesia saat ini. Kekalahan Habibie melawan Michael harus dibayar mahal karena sebagai runner-up grup, Habibie harus berhadapan dengan Wakil Indonesia tahun lalu sekaligus pemain PRO Klub Thailand: Adhie QWa di Knock-out.

Grup D adalah “Grup Neraka” di putaran final musim ini, karena di-isi oleh 2 wakil Indonesia SEA Finals 2018 Kuala Lumpur: QWa dari Samarinda dan Rio asal Jakarta; dan 1 orang wakil Indonesia yang tampil di Asian Games 2018: Elga yang lolos dari Series Palembang. Menyisakan Rey seorang diri asal Tangerang di tengah-tengah pertarungan para pemain “berpengalaman”. Lagi-lagi bola itu bundar, setelah 2 partai, QWa yang sudah memastikan diri lolos sebagai juara grup harus mengalami kekalahan pertamanya oleh Rey yang bukan unggulan. Sedangkan Rio & Elga harus melakukan partai “hidup mati” di partai yang terakhir. Partai seru ditayangkan LIVE dan hasilnya, Rio sebagai juara bertahan Liga1PES musim lalu harus rela gagal tampil di putaran knock-out, karena Elga berhasil bermain “sangat baik” dan unggul atas Rio dengan skor tipis 2-1!

Minggu, 17 Februari Final Nasional Liga1PES 2019 menyisakan 8 pemain terbaik dari seluruh Indonesia. Putaran knock-out dimainkan dengan format BO2, dimana masing-masing putaran akan memainkan 2 partai sekaligus, jika jumlah gol setelah 2 partai tersebut adalah imbang maka akan dimainkan 1 partai tambahan dengan extra time dan penalty. Seluruh partai putaran knock-out ditayangkan LIVE, untuk putaran perempat-final ditayangkan LIVE di 2 Channel secara bersamaan: Jebreeet TV & Liga1PES TV!

Partai favorit perempat-final adalah antara Michael v Elga, “the new wonder boy” melawan pemain wakil Indoensia di ajang Asian Games 2018! Di partai yang pertama benar-benar terjadi jual-beli serangan antara dua pemain ini. Elga yang menggunakan Arsenal berhasil unggul terlebih dahulu di menit ke-15 melalui tendangan first-time volley Aubameyang skor 1-0. Michael yang tertinggal benar-benar menunjukkan mampu menguasai dirinya dengan berhasil mendikte permainan dengan mencoba menekan pertahanan Elga, akhirnya di menit ke-35, Michael berhasil memanfaatkan ruang kosong Cavani dengan melesatkan tendangan keras ke arah kanan penjaga gawang skor 1-1! Terlihat di layar kamera setelah gol pertama, Michael meneteskan air mata kegembiraannya, dan akhirnya dengan pola serangan yang hampir sama, menit ke-41 kali ini Michael dengan Neymar-nya melakukan tendangan first-time keras ke arah kiri penjaga gawang, skor 1-2 untuk Michael dan lagi2 Michael tidak bisa menahan air mata kegembiraannya setelah untuk sementara unggul atas Elga. Elga dengan pengalamannya berhasil mengembalikan kedudukan dengan cepat, sedari kick-off umpan lambung kepada Aubameyang tidak terkawal dengan baik oleh pertahanan Michael, Elga berhasil melakukan gol balasan cepat di menit ke-43 skor 2-2! Namun skor belum berakhir, karena meski Michael yang terlihat emosional justru mampu melakukan serangan di menit2 akhir babak pertama setelah bola muntah tepisan penjaga gawang berhasil disambut oleh tendangan first-time Julian Draxler di menit ke-45 sehingga skor menjadi 2-3 di akhir babak pertama untuk keunggulan Michael.

Baca Juga:  Review Comifuro 13, Acara 2x Setahun Yang Jadi Penutup "COMIKET" Indonesia 2019

Memulai babak kedua, Elga yang tertinggal mencoba menekan pertahanan Michael sejak menit-menit awal dan menit ke-49 Elga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah Miki berhasil memberi operan pendek yang dilanjutkan dengan sepakan keras oleh Lacazette. Dan di menit ke-57 Michael menunjukkan kemampuannya bermain PES dengan kombinasi operan 1-2 yang begitu apik antara Cavani & Draxler yang berhasil diselesaikan oleh Draxler melalui sudut sempit skor 3-4 untuk Michael. Entah apa yang terjadi dengan Michael, setelah gol keempatnya, permainannya seperti kehilangan konsentrasi dan Elga dapat memanfaatkan kelemahan itu di menit ke-74 terlihat Elga dapat membagi bola kepada Aubameyang yang tanpa pengawalan dan berhasil menyamakan kedudukan 4-4! Hasil ini bertahan hingga akhir babak kedua dan dilanjutkan dengan partai kedua dimana kedua pemain saling berganti klub.

Di babak kedua, Elga yang memiliki pengalaman lebih berhasil mengendalikan permainan dan membaca pergerakan pemain Michael dengan baik. Michael sendiri seperti kesulitan mengendalikan emosi-nya sehingga hasil partai kedua benar2 didominasi oleh Elga sehingga hasil akhir 4-1 utk kemenangan Elga, dan Elga otomatis lolos putaran semi-final dengan agregat 8-5 atas Michael.

Di partai lainnya, Faidan yang harus melawan Doni asal Surabaya harus bermain “kaca-mata” terlebih dahulu, namun berhasil mendominasi di partai kedua dengan skor 5-2. Rommy asal Banjarmasin juga mengalami hal yg sama saat melawan Acel asal Manado, setelah bermain imbang 2-2 di partai pertama, Rommy akhirnya berhasil unggul dengan 2 gol tanpa balas dan lolos ke putaran semi-final. Partai seru lain-nya di putaran perempat-final ini adalah antara Adhie QWa vs Habibie, banyak pendukung yang mengfavoritkan Adhie QWa untuk bisa lolos ke putaran selanjutnya. Tapi sekali lagi bola itu bundar, partai sengit terjadi antara keduanya, dan di partai yang pertama QWa harus kalah tipis dari Habibie dengan skor 2-1. Di partai kedua, QWa mencoba membalas, sayangnya keberuntungan sedang tidak ada di pihak Adhie QWa, setelah serangan bertubi-tubi dan terjadi saling balas serangan, Habibie cukup bermain imbang 4-4 untuk memastikan dirinya lolos ke putaran semi-final.

Partai semi-final menjadi partai yang paling mendebarkan buat semua penonton dan pendukung, karena semua pemain tampil dengan luar biasa. Hasil akhir benar2 menunjukkan kualitas semua pemain seimbang, hanya keberuntungan dan ketenangan yang menentukan hasil akhir. Faidan yang unggul atas Elga di partai pertama dengan skor 4-2 harus berjibaku melawan gempuran Elga di partai kedua, bahkan sampai di detik terakhir partai kedua, klo saja Faidan gagal membuang bola yang nyaris masuk melewati gawang, penonton akan disuguhkan partai tambahan dari keduanya. Meski Faidan harus kalah 2-1 di partai kedua, dia berhasil lolos ke putaran final dengan agregat tipis 5-4. Di partai semi-final lainnya Habibie vs Rommy jg berlangusng ketat, setelah partai pertama berakhir imbang 2-2, di partai kedua Habibie terlihat seperti “kurang bulat” untuk meraih kemenangan, hasilnya Rommy justru tampil lebih agresif meski hasilnya hanya unggul tipis 3-2, Rommy memastikan tampil di putaran final dengan agregat 5-4.

Partai Juara ketiga antara Elga v Habibie menjadi partai adu gengsi untuk menentukan slot terakhir wakil Indonesia ke ajang SEA Finals Bangkok, Thailand. Di partai pertama Habibie berhasil unggul atas Elga dengan skor 2-1, tapi di partai kedua, Habibie seperti kehilangan “tekad”-nya dan kelihatan begitu kesulitan untuk mencari cara mencetak gol ke gawang Elga. Sebaliknya Elga yang setelah kekalahan tipis dari Faidan di partai kedua tampil luar biasa dengan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan 3-0 atas Habibie dan memastikan slot terakhir sebagai Wakil Indonesia. Di partai puncak, keduanya menjadi partai favorit di final: Faidan vs Rommy. Namun hasilnya justru di luar idaman semua pendukung, entah apa yang terjadi dengan Rommy tapi di partai kedua seolah-olah kita disajikan sebuah partai yang berbeda kelas antara Faidan dengan Rommy. Faidan dengan PSG-nya tampil “beringas”, menguasai semua lini permainan dan bahkan dengan mudah mencetak gol demi gol ke gawang Rommy. Sebagai informasi, ini untuk ketiga kalinya Rizky Faidan tampil di Final Nasional Liga1PES, dia hanya vakum 1x saat SEA Finals 2017 Bandung dikarenankan harus fokus ujian akhir kelas 9. Di level internasional pun, Rizky juga uda sempat menjadi wakil Indonesia 1x ke SEA Finals Hanoi dan bertanding kejuaraan PES di Malaysia dan keluar sebagai Juara 1 mengalahkan semua pemain Malaysia bahkan pemain pro asal Vietnam yg akan tampil di WESG PES 2019 bulan Maret mendatang. Hasil akhir partai final benar-benar menunjukkan kualitas seorang Rizky yang sebenarnya, Rizky unggul agregat dengan skor 7-1 atas Rommy.

Event

Review Comifuro 13, Acara 2x Setahun Yang Jadi Penutup “COMIKET” Indonesia 2019

Published

on

By

GwiGwi.com – Acara 2x setahun yaitu Comifuro 13 sudah diselenggarakan minggu lalu sejak tanggal 7 September 2019 hingga 8 September 2019. Acara ini memang selalu menjadi perhatian terutama dengan adanya penjualan doujinshi, ganci, dan berbagai macam merchandise buatan para kreator di Indonesia seputar Pop Culture. Berikut adalah review saya sebagai wibu, yang sudah mulai jarang menghadiri event.

Comifuro 13 adalah salah satu event “hijrah wibu” terbesar di Indonesia selain berbagai event lainnya di bulan Agustus hingga November nanti. Event yang diselenggarakan di Balai Kartini Jakarta ini memang selalu pada dipenuhi para penggiat Pop Culture mulai dari Penikmat ringan, hingga para fans garis keras berbagai macam konten Pop Culture di Indonesia. Sedikit perubahan yang saya rasakan adalah mulai banyaknya konten budaya pop yang bukan lagi jejepangan 100%. Berbagai konten baik dalam dan luar negri pun mulai berkembang seperti adanya konten-konten kreasi para kreator yang berhubungan dengan Idola K-POP mereka seperti BTSBlackpinkITZY, dan sebagainya. Selain itu ada juga konten-konten berbasis game western seperti Mobile LegendsPUBG, dan sebagainya.

Walau demikian, memang event ini tidak akan pernah terlepas dari fokus utama kontennya seperti lomba Karaoke lagu-lagu J-POP, hadirnya Kyou Hobby Shop sebagai salah satu “Seller Khilafan”, dan segudang kegiatan J-POP lainnya. Selain itu tetap mayoritas, para kreator menjajakan dagangannya yang berisi beragam fandom konten J-POP seperti Games, Anime, Manga, Webtoon, dan sebagainya. Untuk soal harga pun beragam mulai dari 1000 rupiah, hingga ratusan ribu. Harga tersebut diberikan untuk berbagai merchandise seperti Ganci, Stiker, Poster Fanart, Artbook, hingga Komik Doujinshi. Dan seperti biasa, urusan artworknya ada yang family friendly, ada juga yang sedikit “menunjukan konten dewasa”.

Selain itu, yang tak kalah cetar disini adalah kehadiran para Cosplayer Indonesia yang ngga kalah ingin unjuk gigi disini. Walau tidak ada lomba spesifik urusan Cosplay, banyak Cosplayer yang hadir untuk sekedar having-fun hingga memang hadir untuk bertemu sapa, serta difoto oleh para Kameko. Cosplayer-cosplayer ini pun tidak kalah kece dengan event-event besar lainnya karena ada juga yang hadir dengan peralatan “perang” lengkap sesuai dengan karakternya. Beberapa hal yang menarik perhatian saya adalah beberapa cosplayer mulai andil berani untuk hadir menggunakan costume karakter mereka yang lebih “terbuka”. Ini bukanlah sesuatu yang jelek karena menurut saya ini adalah tanda perkembangan Cosplayer di Indonesia, yang mulai menjadi jauh lebih baik dan tidak ingin kalah dengan Cosplayer dari Luar Negri. Walau ini event ini bisa dibilang masih dalam taraf Lokal dan belum booming seperti event-event berbasis Pop Culture lainnya di Indonesia. I give a big thumbs up for those brave cosplayers.

Overall Comifuro memang selalu menjadi salah satu event yang bisa dibilang melengkapi pengalaman wibu di Indonesia. Hal ini ditunjukan oleh keseriusan para panitia untuk memberikan pengalaman a-la Comiket di Indonesia. Walau banyak event lain yang memang memiliki target serupa, so far bagi saya hanya Comifuro yang mendekati kemiripannya. Ini ditunjukan dari merchandise yang dijual oleh para kreator berbasis booth tiap tahunnya seperti yang bisa dilihat dari Creator’s Corner di Comiket. Untuk urusan attendees pun mulai menarik terutama soal cosplayer dan kamekonya karena kita mulai melihat upgrade di kedua sisi dimana Cosplayer terlihat lebih berani dan lebih serius, dan para kameko pun mulai terlihat lebih profesional.

Baca Juga:  Review Comifuro 13, Acara 2x Setahun Yang Jadi Penutup "COMIKET" Indonesia 2019

Namun demikian, event ini masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah mudahnya terjadi pencurian seperti adanya drama soal kamera yang dibawa oleh orang yang tidak di kenal di Venue event, dan juga ada soal kemampuan kapasitas Balai Kartini yang mulai sedikit aga “sempit” melawan pertumbuhan jumlah para pengunjung event yang setiap tahunnya semakin banyak.

Overall, menurut saya, Comifuro 13, is another successful Comifuro. Ada banyak hal yang dapat diimprove lagi, namun demikian bagi saya ini sudah cukup oke. Memang sudah mulai tersebar rumor bahwa Comifuro mungkin akan berpindah venue seperti trend yang mulai terjadi sejak 2019, dimana beberapa event memang memutuskan untuk hiatus sementara antara karena sedang mencari venue baru, atau memang ada restruktur dari event tersebut. But, if next year Comifuro returns, I’ll be glad to attend it once again.

Kurang lebih sekian dulu review event kali ini. Jika kalian penasaran lebih lanjut tentang Cosplayer event tersebut bisa langsung follow Facebook Page FSPlus (Facebook) dan Youtube GwiGwi (Youtube Link) karena nantinya di Page Pribadi saya akan ada update foto-foto Cosplayer serta video CMV di Youtube kita.

Gallery Comifuro 13

Continue Reading

Event

Blok M Square J-Pop Culture Fest 2019 Ramaikan Event Budaya Jepang

Published

on

GwiGwi.com – Setiap tahun kawasan Blok M selalu mengadakan acara akbar tahunan festival kebudayaan Jepang yang menarik banyak sekali massa pecinta kebudayaan tersebut. Terilhami oleh hal tersebut maka Blok M Square bekerjasama dengan salah satu panitia acara festival tersebut membuat sebuah acara yang khusus diselenggarakan di dalam gedung Blok M Square dengan nama Blok M Square J-Pop Culture Fest.

Acara ini sendiri hanya khusus bertema Pop Culture Jepang karena pihak Blok M Square ingin mendukung berkelanjutannya ciri bahwa Blok M tetaplah identik dengan kebudayaan Jepang terutama generasi muda. Acara Blok M Square J-Pop Culture Fest akan dilaksanakan tanggal 21 September 2019 dari pukul 11:30 sampai selesai

Event Content

Blok M Square J-Pop Culture Fest memiliki konten acara utama yaitu penampilan spesial bertajuk “WIBOO BLOK M PARTY” dengan menampilkan DJ Lazurite, local idol group Hira Dazzle dan Aniqueen, utaite Philia Serenade dan DJ HLDN sebagai pendamping cosplay walk. Selain itu ada juga Band performance bertajuk “SATURDAY NITE J-POP ACOUSTIC” bersama band Henohenomoheji, Dissway, Pro Evolution dan 7th Heaven.

Baca Juga:  Review Comifuro 13, Acara 2x Setahun Yang Jadi Penutup "COMIKET" Indonesia 2019

Tidak ketinggalan Aneka contest seperti Anisong Karaoke, Seiyuu Contest, Online Photo Competition dan Beginner Photo Competition. Serta dimeriahkan juga dengan Cosplay Gathering bersama Guest Cosplayer yang hadir diantaranya adalah Mayumi Reena (TGS Indonesia 2018), Yuzu (Juara 3 Rising Star Surabaya), Desy Narita (Finalis Rising Star Surabaya), Liana (Juara 1 Rookie Star Surabaya), Asai (Rising Star Project Jakarta), Jiru Yura (Rising Star Project Jakarta) dan Anzu dari Surabaya.

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

  • Event : Rizki – (0856-9303-9232)
  • Booth : Eki – (0821-6188-4549)

Dan juga dapat mengunjungi event page facebooknya disini

Continue Reading

Lokal

Holiday Fest – Coswalk Indonesia di Airport Pertama! Angkasa Pura II Jakarta

Published

on

By

COSWALK DI AIRPORT?! Kenapa tidak? Kali ini kita lagi ke event Coswalk di Airport yang pertama kali diadakan di Halal Park Terminal 3 – Soekarno Hatta, Indonesia Jakarta. Coswalk ini diiringi oleh lagu-lagu Anisong yang cukup dikenal orang, dan tentunya yang unik adalah ini event jejepangan pertama yang diadakan di Airport di Indonesia.

Continue Reading
Advertisement SGCC 2019
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending