Connect with us

Berita Anime & Manga

Tetsuya Kakihara, Seiyuu Populer dari Anime Fairy Tail Akan Hadir di POPCON ASIA 2018

Published

on

GwiGwi.com – Satu lagi nama besar yang bergabung dalam deretan POPSTAR POPCON ASIA 2018, Tetsuya Kakihara. seiyuu (pengisi suara) populer dari Negeri Matahari Terbit.

Seiyuu yang mempunyai panggilan akrab “Kakki” ini terkenal dengan ciri khas suaranya yang cool dan hot. Karakter yang di-dubbing olehnya biasanya adalah karakter anak muda dengan semangat yang berapi-api. Di Indonesia para penggemar anime mengenalnya sebagai pengisi suara karakter Natsu Dragneel dari serial animasi “Fairy Tail” yang terkenal dengan catchphraseMoete kitta zo.

Kelebihan pria kelahiran 24 Desember 1982 ini dibanding seiyuu yang lainnya adalah dia fasih menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman. Kemampuannya dalam menggunakan Bahasa Jerman ditunjukkan saat ia mengisi suara Laevatein, senjata yang dimiliki oleh karakter Signum pada serial anime Mahou Shoujo Lyrical Nanoha. Meski kedua orang tuanya adalah orang Jepang tapi ia dilahirkan di Dusseldorf, Jerman dan tinggal disana selama belasan tahun.

Kehadiran Kakki di POPCON Asia 2018 adalah sebuah hal yang sangat istimewa karena ini adalah pertama kalinya Tetsuya Kakihara bertemu dengan para fansnya di Indonesia secara langsung. Pengalamannya mengisi berbagai karakter yang cukup fenomenal di berbagai anime dan game membuat kehadiran seiyuu yang satu ini menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan oleh seluruh penggemar anime di tanah air.

Selain itu, tahun 2018 adalah tahun yang spesial bagi franchise “Fairy Tail” yang saat ini mulai booming kembali. Meskipun seri manga ini sudah tamat, Hiro Mashima melanjutkan cerita dengan merilis manga terbarunya, “Fairy Tail: 100 Years Quest” beberapa waktu yang lalu. Serial animasi “Fairy Tail” juga akan memasuki season terakhir yang akan berlanjut di bulan Oktober. Kegembiraan masih belum selesai, karena “Fairy Tail” akan hadir dalam format mobile game lewat “Fairy Tail Dice Magic” yang dibuat bergaya Action RPG.

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc menjelaskan,“Kehadiran Tetsuya Kakihara yang merupakan seiyuu kelas dunia adalah untuk memuaskan keinginan para penggemarnya di Tanah Air sekaligus menjadikan POPCON Asia 2018 sebagai ajang pop culture yang wajib dikunjungi  di Indonesia yang tidak hanya menghadirkan talenta-talenta berbakat dari Nusantara tapi juga dari Mancanegara”.

Ada begitu banyak karakter-karakter menarik dari serial animasi, video game dan tokusatsu yang telah diisi suaranya oleh Kakki. Dia mengisi suara Simon di “Tengen Toppa Gurren Lagann”, Kouichi Hayase di “Linebarrels of Iron”, Garma Zabi di “Mobile Suit Gundam the Origins”, Shing Meteoryte di “Tales of Hearts”, Avatar di “Xenoblade Chronicles X”. Prompto Argentum di “Final Fantasy XV”, Jin Kisaragi dan Hakumen di “Blazblue”, Pegasus Tenma di “Saint Seiya: the Lost Canvas”, Imajin Piggies di “Kamen Rider × Kamen Rider × Kamen Rider The Movie: Cho-Den-O Trilogy Episode Red” dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya berpengalaman mengisi suara dalam anime, game, dan tokusatsu, Pemenang Seiyuu Awards tahun 2007 untuk penghargaan Best Male Newcomer/Rookie ini juga memiliki bakat sebagai seorang penyanyi. Karir Kakki sebagai penyanyi dimulai pada tahun 2010 saat ia bergabung dalam label Kiramune dari Bandai Visual dan Lantis. Di bawah naungan Kiramune, Kakki merilis mini album pertamanya yang bertajuk “Still on Journey”.

Sebagai seorang penyanyi, Kakki sempat merilis beberapa single yang menjadi soundtrack dari berbagai seri anime. Single pertamanya yang berjudul “String of Pain” terpilih menjadi lagu ending untuk seri anime Hakkenden: Eight Dogs of The East. Selain itu ia juga pernah menyanyikan lagu untuk seri anime Brave10, B-Project (sebagai anggota B-Project), Hozuki no Reitetsu, Nanbaka, Pretty Rhytm Rainbow Live, Shonen Hollywood (sebagai anggota Shonen Hollywood), Show by Rock (sebagai anggota ShinganCrimsonZ), Tsukiuta The Animation (sebagai anggota Procellarum), dan Yowamushi Pedal.

Bagi penggemar serial animasi “Fairy Tail”, “Tengen Toppa Gurren Lagann”  dan “Saint Seiya: Lost Canvas” yang ingin berjumpa langsung Tetsuya Kakihara, musti datang ke POPCON Asia 2018 yang kali ini berlangsung di venue yang lebih besar, yaitu di ICE BSD City pada tanggal 22-23 September 2018.

Terkait dengan kehadiran Tetsuya Kakihara, POPCON Inc. juga mengadakan Seiyuu Challenge (lomba sulih suara) dari beberapa karakter populer yang suaranya diisi oleh Kakki. Pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga 2 September 2018.

Penjualan tiket awal POPCON Asia 2018 (early bird) telah dibuka seharga Rp.75.000 (satu hari) dan Rp. 130.000 (untuk dua hari). Pesan tiketnya di situs resmi Popcon.Asia. Untuk anak-anak yang tinggi badannya di bawah 100 cm, masuk ke POPCON Asia 2018-nya gratis.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Film Anime

Review Film Anime Tenki No Ko, Menantang Alam Demi Cinta

Published

on

GwiGwi.com – Tenki No Ko atau yang dalam Bahasa Inggris berjudul “Weathering With You” menceritakan Tokyo yang dilanda curah hujan yang abnormal dan hanyalah seorang “Anak Cuaca” bernama Hina Amano (Nana Mori) yang dapat mengembalikan cuaca menjadi cerah.

Rahasia ini hanya diketahui oleh Hodaka Morishima (Kotaro Daigo), yang kabur dari rumahnya dan ditampung oleh Keisuke Suga, seorang editor majalah supernatural dan mistis.

Hodaka mengusulkan agar Hina menjadikan kemampuannya sebagai pekerjaan untuk menghidupi Hina yang hanya tinggal berdua dengan adiknya.

Lantas banyak kejutan menanti di sepanjang film Ini bergulir. Dalam film ini, Makoto Shinkai kembali menggunakan unsur agama Shinto sebagai tema cerita.

Diceritakan dalam Film Ini dalam agama Shinto mempercayai adanya gadis-gadis kuil yang terpilih sebagai “Anak Cuaca” dan dapat mempengaruhi perubahan cuaca lewat permintaan.

Namun apakah seseorang bisa terus menerus meminta para dewa untuk mengubah cuaca sesuai keinginannya tanpa adanya balasan yang setimpal? Dan apakah imbalan yang diinginkan oleh para dewa ? Itulah yang akah diketahui oleh Hodaka dan Hina jika kekuatan untuk mengubah cuaca terus menerus digunakan.

Soal visualnya? Udah pasti jadi gak diragukan lagi. Di tiap menit film Ini visual nya sangat apik dan memanjakan mata disertai dengan scoring yang selaras dengan adegan nya.

Kemudian dari segi soundtrack dan scoring yang dibawakan oleh Radwimps dipadukan dengan scene-scene memukau dan penuh warna mampu membuat penonton terharu dan membuat tiap adegan lebih hidup.

Secara keseluruhan, lewat Tenki no Ko sutradara Makoto Shinkai kembali menghasilkan sebuah kisah romance dengan bumbu mistisisme Shinto yang bisa ditonton bukan hanya oleh penggemar anime tapi juga penonton umum.

Continue Reading

Serial Anime

Karakter Hewan Anime yang Paling Unik

Published

on

GwiGwi.com – Karakter hewan anime sebenarnya bukanlah yang baru, tapi sepertinya masih sering ada karena penggemar anime tidak bosan-bosannya dengan mereka. Hewan adalah salah satu makhluk yang kehidupannya dekat dengan manusia. Berikut ini adalah karakter hewan anime terbaru yang menyita perhatian para penggemar anime. Mereka adalah hewan yang banyak tingkah, tapi tetap berhasil mengambil hati siapa saja yang melihatnya.

1. Chibi Dragon (Endro!)

Chibi adalah naga mungil yang menggemaskan. Ia milik tokoh utama di anime ini. Meskipun menggemaskan, ia adalah karakter hewan anime yang bisa diandalkan ketika keadaan dalam bahaya. Chibi mampu memakan monster-monster yang berusaha menyerang tuannya. Jadi jangan galak-galak sama dia, karena kalau sudah marah ia tidak ragu untuk memakan orang yang membuatnya marah.

2. Chitose (Okoshiyasu, Chitose-chan)

Chitose adalah penguin yang hobi jalan-jalan di sekitar Kyoto. Selama dalam perjalanan, ia bertemu dengan beberapa macam orang yang sebagian dari mereka akhirnya menjadi temannya. Kamu yang menontonnya akan gemas sendiri karena Chitose selalu berhasil membawa kebahagiaan di tempat-tempat yang ia kunjungi. Menonton anime ini juga akan membuatmu jadi ingin berkunjung ke Kyoto. Setting Kyoto-nya sangat detail.

3. Mozuku (New Game!)

Mozuku adalah karakter hewan anime yang patut kamu perhitungkan juga. Ia adalah seekor kucing tua milik Hazuki. Kerjaannya adalah bermalas-malasan, tapi meski sudah tua dan sering tidur, ia selalu berhasil mengambil hati para teman Hazuki yang terdiri dari cewek-cewek cantik. Mozuku yang gemuk memang kadang cocok dijadikan bantal, tapi ia memang cuma ramah pada manusia yang ramah padanya. Ia juga senang jadi pusat perhatian.

4. Romero (Zombieland Saga)

Romero adalah anjing zombie yang awalnya mungkin terlihat menyeramkan karena ia akan menggigit siapa saja yang mencoba kabur dari rumah Franchouchou. Rumah tersebut berisikan para idol zombie yang sehari-harinya disibukkan dengan pekerjaan. Mereka jadi sering kelelahan dan ingin bersenang-senang di luar rumah. Karena hal itu terlarang, maka Romero akan dengan sigap menangkap para idol yang berusaha mangkir dari tugas.

5. Morgana (Persona 5: The Animation)

Morgana dikenal sebagai kucing yang serbabisa. Ia memiliki kostum menarik yang sesuai dengan tugasnya yang membantu tokoh utama dalam melaksanakan misi. Ia kadang adalah hewan yang sok tahu, tapi kemampuannya dalam menggunakan beberapa macam senjata tidak bisa diremehkan. Karena itu kamu juga pasti ingin memiliki hewan seperti Morgana.

 

Continue Reading

Film Anime

Review Film Detective Conan the Movie: The Fist of Blue Sapphire, aksi menegangkan memecahkan kasus di Singapura

Published

on

GwiGwi.com – Perhiasan Blue Sapphire dipamerkan di Marina Bay Sands, Singapura. Kemudian di saat yang sama terjadi pembunuhan yang menghebohkan dan terdapat sebuah kartu milik Kaito Kid di TKP, sehingga membuat pihak polisi curiga karenanya.

Lewat kasus ini Kaito Kid asli yang ingin membersihkan namanya dari tuduhan itu, membawa Conan Edogawa ke dalam kopernya menuju Singapura.

Kaito Kid juga menyamar menjadi Shinichi Kudo supaya dia bisa dekat dengan detektif Kogoro Mouri yang diminta bantuannya dalam menyelidiki kasus ini.

Siapa pelaku sebenarnya? Bagaimana kasus ini terpecahkan?

Film Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire (Meitantei Konan: Konjō no Fisuto) merupakan film ke-23 dari serial anime dan manga Detektif Conan karangan Aoyama Gosho.

Film ini sempat mengalahkan Avengers: Endgame di Box Office Jepang pada minggu keempat penayangannya.

Film yang tayang mulai 24 Juli 2019 di Bioskop Indonesia yang tayang di jaringan bioskop CGV, Cinemaxx dan Flix Ini, memiliki cerita yang sangat menegangkan dan seru untuk diikuti. Gimana gak seru? Kali Ini Conan dan Kaito Kid suka gak suka bekerjasama untuk menyelesaikan kasus ini meskipun setelah beberapa kali bersitegang.

Lewat Film ini, hubungan mereka digambarkan seperti love-hate relationship atau bisa juga bagai yin dan yang, mereka memang seringkali tidak sependapat dalam banyak hal dan bisa dikatakan sebagai musuh, namun seringkali memiliki tujuan yang sama maupun rasa ingin membantu dan akhirnya menjadi saling melengkapi.

Dengan latar negara Asia Tenggara, bisa dibilang Film Ini merupakan film anime pertamayang menampilkan negara Singapura dengan sangat realistis dan tampak sama dengan aslinya.

Berbagai lokasi iconic di Singapura diperlihatkan dengan real seperti Marina Bay Sands, Garden at the Bays, Haji Lane, Merlion Park hingga Maxwell Food Centre.

Bagian terbaik adalah saat pemandangan malam hari pada shot dari udara yang memperlihatkan Singapura begitu indah dan gemerlap….Beuhhh kerenn pisan!!

Film Conan kali ini masih terdapat jokes-jokes yang dapat mengundang tawa dan ada juga kisah asmara dari Shinichi Kudo dengan Ran Mouri serta sahabatnya Sonoko dengan Makoto Kyogoku.

Even terasa cheesy, namun seringkali membuat penonton menjadi tersenyum melihat bagaimana romantisme para muda-mudi itu di sepanjang film.

Berbagai adegan aksinya pun seru dan berjalan dengan rapi, banyak adegan aksi yang melibatkan Kaito Kid maupun Conan yang membuat kita menahan nafas.

Kaito Kid ini memang sangat licin dan cerdik, banyak adegan-adegan yang seakan stuck in the moment maupun adegan di mana Kaito Kid sedikit lagi tertangkap namun dia berkali-kali bisa lepas.

Adegan aksi lainnya yang mencuri perhatian adalah dari tokoh atlet karateka Makoto Kyogoku, dia sungguh sangat bad-ass dalam menghabisi semua lawan-lawannya.

Secara keseluruhan, Film Detective Conan: The Fist of Blue Sapphire Ini masih menggunakan formula klasik ala komik dan serial animasinya , namun kali ini kembali munculnya Kaito Kid yang harus bekerjasama dengan Conan Edogawa membuat Film Ini terlihat segar. Latar kota Singapura yang begitu mirip dengan aslinya turut menjadi nilai plus dibandingkan dengan film layar lebar Detective Conan sebelumnya.

Continue Reading
Advertisement SGCC 2019
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending