Connect with us

TV & Movies

Satria Naga Kai, hero baru untuk serial Satria heroes

Published

on

GwiGwi.com – Setelah sukses dengan serial Bima Satria Garuda dan Satria Garuda Bima-X, franchise Satria Heroes kembali berlanjut di season ke 3-nya.

Di event Popcon Asia 2018 Reino Barrack selaku kreator Satria Heroes memperkenalkan sosok Satria baru yang akan dibuat serialnya.

Bersama dengan Arnandha Wyanto yang sebelumnya pernah menggarap Bima dan Bima-X kembali menahkodai sebagai Salah satu sutradara untuk serial Ini.

Kemudian di Popcon Asia 2018 Ini, Reino Barrack Juga mengumumkan nama resmi dari di Satria naga yang sebelumnya muncul di post credit film Satria Heroes: Revenge on Darkness.

Nama Satria baru tersebut adalah “Satria Naga Kai” dengan mengambil motif hewan fiktif naga dan kostum yang didominasi dengan warna biru.

Baca Juga:  Review Film The Grinch, kelakuan si monster hijau yang ingin merusak Natal

Selain itu sang sutradara Arnandha Wyanto juga mengumumkan bahwa serial Ini akan memasuki tahap produksi di bulan November 2018 dan Siap tayang Januari 2019 Di saluran televisi SCTV.

Untuk gimmick dari serial Ini Reino Barrack juga mengumumkan bahwa Satria naga akan menggunakan gimmick berupa Kartu yang akan menjadi sumber kekuatan nya Serta menjadi Salah satu merchandise yang akan dijual di pasaran.

Jadi, bersiaplah tahun depan dengan kembalinya Satria heroes di layar kaca pada tahun 2019 mendatang.

Advertisement
Click to comment

Box Office

Review Film: Robin Hood, Adaptasi Teranyar Si Pencuri Bertudung

Published

on

GwiGwi.com – Kisah Robin Hood si pencuri budiman sudah sering diadaptasi dalam berbagai versi film. Kali ini, sutradara Otto Bathurst (Black Mirror dan Peaky Blinders) bersama penulis Ben Chandler dan David james Kelly menyajikan film terbaru Robin Hood dengan lebih menekankan awal mula Robin of Loxley menjadi Robin Hood.

Robin (Taron Egerton), seorang bangsawan sudah memiliki segalanya, tanah, kastil, dan kekasih yang cantik yaitu Marian (Eve Hewson)  namun atas suruhan Sheriff of Nottingham (Ben Mendelsohn), Robin harus bergabung dengan Tentara Salib berperang di Timur Tengah. Disana ia hampir mati dibunuh oleh seorang tentara Moor bernama Yahya (Jamie Foxx) namun berhasil diselamatkan komandannya, Gisborne (Paul Anderson) dan Yahya pun ditawan.

Namun tindakan Gisborne yang semena-mena terhadap para tawanan perang mengakibatkan Robin melawannya sehingga Yahya berhasil kabur sedangkan Robin ditahan dan dipulangkan ke Inggris.

Sekembalinya ke Inggris, Robin harus menerima kenyataan pahit bahwa dia dinyatakan gugur sehingga seluruh asetnya disita oleh Sheriff untuk membiayai perang Salib. Ia menemui sahabat lamanya, Friar Tuck (Tim Minchin) untuk mencari tahu keberadaan Marian, sayangnya Marian menikah dengan Will (Jamie Dornan) yang punya tujuan membantu rakyat miskin yang menjadi korban kesewenang-sewenangan Sheriff.

Baca Juga:  Review Film: Robin Hood, Adaptasi Teranyar Si Pencuri Bertudung

Di saat-saat putus asa, Yahya menemui Robin dan memperkenalkan diri sebagai John agar mudah diingat serta menawarkan Robin untuk membalas dendam terhadap Sheriff dan mengungkap kejahatan yang sudah dilakukannya terhadap rakyat Nottingham.

Dimulailah dua kehidupan Robin sebagai Robin Hood, simbol perlawanan terhadap tirani dan sebagai Robin of Loxley, bangsawan kaya dan flamboyan yang berhasil kembali dari Perang Salib yang  menyusup di antara kalangan bangsawan demi mencari informasi-informasi. Patut ditonton bagaimana aksi Robin dalam melawan sang Sheriff.

Salah satu yang menarik dari film ini adalah setting waktu masih pada jaman medieval namun dengan sentuhan lebih modern yang terlihat pada pakaian, persenjataan dan beberapa bangunannya. Selain itu juga banyak aksi-aksi akrobatik terutama dalam memanah para musuh amatlah seru dan memukau. Taron Egerton yang sudah piawai berakting di Kingsman amatlah cocok memainkan peran Robin Hood.

Continue Reading

Box Office

Review Film The Girl In The Spider’s Web, aksi perang cyber yang menegangkan

Published

on

GwiGwi.com – Lisbeth Salander seorang hacker dan pemburu bayaran yang sering menolong orang yang teraniaya mendapatkan sebuah misi yang sepertinya sangat sulit.

Seorang mantan anggota national security agent Frans Balder merekrutnya untuk sebuah misi yaitu “mengambil” program firewall yang ia rancang dan menjadi milik negara.

Firewall adalah sebuah piranti lunak yang bisa mengakses kode untuk mengaktifkan senjata nuklir milik negara yang ada di seluruh dunia. Masalah mulai muncul ketika mafia Russia juga mengincar piranti tersebut dan mencelakai Lisbeth dan mengincar Frans Balder dan anaknya.

Lisbeth Salander (Claire Foy) in Columbia Pictures’ THE GIRL IN THE SPIDER’S WEB.

Lisbeth pun bersumpah akan menuntut balas dan berjanji akan menyelamatkan Frans Balder dan anaknya dari tangan para mafia tersebut.

Langsung ke filmnya, film Ini merupakan sekuel dari The Girl with Dragon Tattoo versi remake Hollywood.

Film Ini juga menjadi soft-reboot dari film sebelumnya karena peran Lisbeth Yang sebelumnya diperankan oleh Rooney mara digantikan oleh Claire Foy, dan untuk peran wartawan Mikael Blomkvist yang sebelumnya diperankan Daniel Craig juga diganti dengan aktor Sverrir Gudnason serta beberapa cast di film sebelumnya juga diganti dengan cast baru.

Baca Juga:  Mayu Matsuoka dan Tori Matsuzaka bermain di Film “Honeybees and Distant Thunder”

Menurut gue di sekuelnya kali Ini bukan hanya sekedar thriller saja namun ditambah dengan bumbu action dengan cyber war. Selain aksi yang menegangkan, kita juga akan disuguhi cyber war yang memberikan kejutan di setiap adegan demi adegan.

Performa para castnya pun juga terlihat aksi Claire Foy membuktikan kalau ia juga gak kalah dari pemeran Lisbeth sebelumnya dan berpotensi akan mendapatkan proyek film yang lebih besar.

Secara keseluruhan, film Ini boleh banget ditonton Kalo kalian bosen dengan selera pasar yang lagi seneng-senengnya sci-fi, fantasy dll film Ini mungkin bisa menjadi tontonan alternatif jika anda bosan dengan sajian yang itu-itu saja.

Continue Reading

Box Office

Review Film Fantastic Beasts: Crimes of Grindelwald, aksi magis yang mengungkap tabir kegelapan

Published

on

GwiGwi.com – Setelah 3 bulan kemudian pasca momen di film Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) Newt Scamander mendapatkan larangan untuk bepergian dari kementerian sihir.

Namun, agar ia mendapatkan keringanan dengan mendapatkan tugas untuk mencari dan menghabisi Credence sebelum ia ditemukan oleh Grindelwald seorang penjahat sihir kelas kakap yang berhasil kabur dan mempunyai rencana untuk menguasai dunia sihir dan alam semesta.

Newt juga akan menjadi anggota kementerian sihir jika mengemban tugas tersebut, tetap Ia menolak tawaran tersebut karena ia tidak ingin terikat dan ia percaya bahwa Credence tidak bersalah.

Di sisi lain Tina Goldstein yang sudah menjadi auror secara diam-diam sedang mencari informasi tentang keberadaan Credence serta mencegah rencana jahat dari Grindelwald.

Sementara itu, Newt bertemu dengan mantan gurunya Di Hogwarts yaitu Albus Dumbledore untuk menghabisi Grindelwald dan rencana jahatnya dan ia menerima tawaran tersebut, namun hal tersebut jika diketahui oleh kementerian sihir akan sangat beresiko dan Newt Bisa dihukum Di penjara Azkaban.

Berhasilkah Newt menghentikan Grindelwald? Seberapa pentingnya Credence untuk rencana besar Grindelwald??

Film ini merupakan sekuel dari Fantastic Beasts yang pertama dan film ke-10 dari “wizarding world” yaitu sebuah semesta untuk franchise Harry Potter dari novel karangan J.K Rowling.

Kalo menurut gue, Film ini memiliki beberapa peningkatan dari sebelumnya bisa dilihat dari dipasangnya Jude Law sebagai Albus Dumbledore muda dan Johnny Depp sebagai Grindelwald serta cast utama dari film sebelumnya juga kembali ke film Ini.

Baca Juga:  Penampakan Perdana dari Milla Jovovich di Film Live Action Monster Hunter

Gue pun sebelum nonton film Ini memiliki ekspektasi yang rendah karena di film sebelumnya kurang menyihir hati gue gak seperti saga Harry Potter yang betul-betul make a magic world looks real.

Namun ketika gue nonton Film Ini pendapat gue tentang prekuel wizarding world pun berubah, karena apa yang disajikan di film Ini benar-benar memiliki imbas yang besar buat franchise Harry Potter.

Kita jadi tahu siapa si ini?? Dan mengapa begini?? Dan mengapa begitu disertakan dengan Easter egg yang mengingatkan kita akan apa yang terjadi di cerita Harry Potter kelak.

Tapi entah kenapa seperti Ada yang masih kurang dan gue ngerasa Kalo J.K Rowling mulai seperti George Lucas yang membuat prequel trilogy dari Star Wars.

Karena mereka sukses menciptakan sebuah saga ketika dibuat awal mula dari semuanya bisa sebagai pelengkap keseluruhan semesta namun prekuel nya terkesan kayak “Oke, dinikmatin aja dan tunggu kejutannya”.

Secara keseluruhan film Ini sangat mengobati rasa rindu fans Harry Potter yang jika di ingat lagi franchise Ini sudah mencapai usia 15 tahun dengan adanya Fantastic Beasts dapat memberikan angin segar dan melengkapi bagian dari wizarding world.

Continue Reading

Trending