Connect with us
Maaf Anda Melihat Iklan

TV & Movies

Review Netflix Resident Evil, Nikmati Saja

Published

on

GwiGwi.com – Apa yang membuat Resident Evil begitu disayangi sehingga melahirkan begitu banyak adaptasi? Versi game nya memang menjadi salah satu franchise game yang sangat digandrungi oleh para gamer

Maaf Anda Melihat Iklan

Hampir semua pecinta film pasti familier dengan film Resident Evil dan sekuel-sekuel nya yang melambungkan nama Milla Jovovich sebagai jagoannya. Hingga menjadi Salah satu film adaptasi game tersukses sejauh Ini.

Tahun lalu, bahkan sempat ada upaya untuk membuat reboot dengan judul Resident Evil: Welcome to Racoon City yang mendapatkan respons yang adem ayem.

Lantas bagaimana dengan Resident Evil terbaru yang sekarang mendapatkan giliran untuk menjadi format serial??

Dimulai dari episode pertama ini kita bisa melihat upaya Resident Evil versi serial untuk membedakan dirinya dengan versi yang sudah familier di benak orang.

Dengan terbagi dalam dua timeline yang berbeda, masa lalu dan masa depan, kita mendengar Jane dewasa (Ella Balinska, mungkin Anda pernah melihatnya dalam reboot Charlie's Angels beberapa tahun lalu) yang mengatakan bahwa dunia sudah hancur beberapa tahun lalu.

Dia melanjutkan bahwa manusia yang sekarang tersisa di tahun 2039 adalah para pejuang hidup yang bertahan dari… zeroes (sebutan “zombie” versi mereka) dan berbagai makhluk lain yang telah bermutasi akibat wabah T-virus.

Sementara di latar tahun 2039 dikemas dengan genre action sci-fi, cerita tentang masa lalu di tahun 2022 adalah tentang Jade remaja (Tamara Smart) dan Billie (Siena Agudong) yang baru saja pindah ke perumahan Umbrella untuk mengikuti ayah mereka, Al (Lance Reddick).

Versi masa lalu jelas sangat berbeda dengan versi masa depan. Masih belum ada zombie, masih belum ada hewan bermutasi. Drama Billie dan Jade lebih ke soal beradaptasi dengan lingkungan sekitar, cara menghadapi bully, bagaimana menghadapi cinta pertama, sampai akhirnya mereka mengetahui pekerjaan ayah mereka yang membawa mereka ke dalam laboratorium. Tentu saja tidak ada yang bagus mengenai ini semua.

Pembuat serial Resident Evil sama sekali tidak menggunakan formula “less is more”. Resident Evil versi serial ini sangat heboh dan besar. Dari segi action, drama sampai konflik. Tidak ada subtlety. Kadang kala ini berhasil, tapi banyak juga yang rasanya jadi berlebihan. Bagian versi masa depannya dipenuhi dengan ledakan dan bagaimana cara mempertahankan hidup.

Baca Juga:  Review Film The Invitation, Kisah Klasik dengan Sentuhan Modern

Dengan adanya para survivor lain dan juga makhluk-makluk baru, bagian versi masa depan ini terasa begitu menegangkan. Bagian masa lalunya meskipun minim ketegangan, dipenuhi dengan banyak klise yang ditemukan di cerita remaja. First love, cemburu, semuanya mewarnai bagian masa lalu Resident Evil.

Keputusan ini membuat Resident Evil agak timpang karena ketegangan di cerita tahun 2036 langsung kendor begitu kita mundur lagi untuk melihat kisah remaja di tahun 2022. Meskipun ada misteri besar “bagaimana ini bisa terjadi?” dan juga “bagaimana Jade dan Billie terpisah?” mewarnai dua plot ini, tapi rasanya seperti menonton dua cerita yang sangat berbeda.

Bisa jadi karena Resident Evil yang ini adalah serial sehingga mereka butuh waktu untuk mewarnai ceritanya dengan konflik dan character development sehingga hal yang membuat serial ini begitu populer, alias zombie dan makhluk-makhluk lainnya, kurang mendapatkan jatah yang lebih banyak.

Sangat berbeda dengan versi filmnya yang sebentar-sebentar sudah narsis di depan kamera. To be honest, Resident Evil terasa seperti serial zombie lain sampai akhirnya dia menawarkan sesuatu yang gila di dua episode terakhir. Episode satu sampai episode enam, Resident Evil masih bermain seperti kebanyakan tontonan zombie sampai akhirnya saya tiba di episode tujuh dan delapan.

Dua episode ini, saking berhasilnya, mengubah perspektif saya terhadap episode-episode sebelumnya. Tanpa memberikan banyak petunjuk, episode tujuh dan delapan membuat satu sosok yang tadinya terlihat sangat pasif menjadi punya peranan besar terhadap teror yang terjadi.

Secara keseluruhan, gue gak begitu yakin bahwa adaptasi Resident Evil yang baru ini akan memuaskan penggemar game-nya.

Pecinta franchise film lamanya juga sepertinya akan bingung dengan versi ini. Tapi kalau mau mencoba, Resident Evil versi serial Ini cukup menyajikan lumayan banyak ketegangan (setiap adegan memberikan banyak cliffhanger, apalagi akhir episodenya).

Serial ini memang butuh waktu, tapi begitu sampai di akhir, kita mungkin akan menginginkan more actions, more zombies, dan more intric.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Live Action

Live-Action Alice in Borderland Season 2 Rilis Teaser Trailer Baru

Published

on

GwiGwi.com – Selama acara streaming langsung Netflix Tudum pada hari Sabtu, Netflix meluncurkan “trailer mega teaser” untuk musim kedua dari adaptasi live-action dari manga Alice in Borderland (Imawa no Kuni no Alice) karya Haro Aso.

Pada Desember 2022, musim kedua akan membuat debut global Netflix. Aktor berikut telah bergabung dengan pemeran: Yuri Tsunematsu sebagai Heiya, seorang siswa sekolah menengah; Tomohisa Yamashita sebagai Kyoma, “Raja Klub”; Hayato Isomura sebagai Banda; Kai Inowaki sebagai Matsushita; Katsuya Maiguma sebagai Yaba; dan Honami Sato sebagai Kotoko.

Maaf Anda Melihat Iklan

Menurut Netflix, plot musim kedua adalah sebagai berikut:

Untuk kembali ke planet mereka, Arisu dan Usagi harus memecahkan teka-teki Borderland.
Lokasi musim ini adalah Shibuya yang rusak dan diselimuti tanaman, sangat kontras dengan Shibuya yang sebelumnya kosong. Jangan lewatkan satu detik pun dari game bertahan hidup yang penuh aksi ini dengan narasi yang mencekam!

Pada Desember 2020, musim pertama Netflix tayang perdana. Itu ditempatkan di 10 besar di Netflix di 40 negara dan wilayah berbeda di seluruh dunia, dan itu adalah seri live-action yang paling banyak ditonton di Jepang pada tahun 2020.

Baca Juga:  Takashi Miike Menyutradarai Anime dari Game Onimusha

Manga berkonsentrasi pada Ryohei Arisu, seorang siswa SMA laki-laki yang kesal dengan kehidupan sehari-hari yang tidak menyenangkan (Ryohei Arisu diucapkan mirip dengan “Alice” dalam bahasa Jepang). Dia pergi ke kota suatu malam dengan teman jahatnya Chota dan Karube. Namun, pertunjukan kembang api besar-besaran tiba-tiba menutupi seluruh kota. Ryohei menyadari bahwa tidak ada orang lain yang hadir saat dia sadar kembali. Ryohei, Karube, dan Chota menemukan diri mereka berada di lingkungan yang tidak dikenal dan dipaksa untuk bermain game bertahan hidup atau langsung binasa. Ketiganya berjuang untuk bertahan hidup dan kembali ke planet mereka sendiri.

Source: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Live Action

Video Baru Film Live-Action ‘Whisper of the Heart’ Menjelajahi Set Toko Barang Antik

Published

on

GwiGwi.com – Pada hari Sabtu, sebuah video baru telah diunggah oleh tim produksi untuk film sekuel live-action dari manga Whisper of the Heart (Mimi wo Sumaseba) oleh Aoi Hiiragi. Video tersebut membahas World Emporium, rekreasi film dari toko barang antik yang penting untuk plot aslinya:

Patung Baron yang legendaris adalah salah satu barang antik di toko yang disorot dalam video. Teks bahasa Jepang video menyiratkan bahwa orang mungkin mendengar cello di lantai atas, persis seperti di film anime sebelumnya, karena memiliki musik cello di latar belakang.

Maaf Anda Melihat Iklan

Karena pandemi COVID-19, tanggal rilis awal film live-action pada 18 September 2020, dimundurkan menjadi 14 Oktober.

Film ini dibintangi Nana Seino sebagai Shizuku Tsukishima dan Tori Matsuzaka sebagai Seiji Amasawa. Nana Seino terkenal karena peran live-action-nya dalam film Kyou Kara Ore Wa!!, After the Rain, Nowhere Girl, dan Tokyo Tribe. Tori Matsuzaka terkenal karena perannya dalam HELLO WORLD, Himitsu – Top Secret,.hack/The Movie, Gatchaman, Ky, Koi o Shizuku dan Seiji diperankan oleh Runa Yasuhara dan Tsubasa Nakagawa masing-masing saat mereka masih di sekolah menengah.

Tatsuya Sugimura, anggota tim bisbol Shizuku dan teman masa kecilnya, diperankan oleh Yuki Yamada. Tatsuya naksir Shizuku. Sahabat Shizuku, Yko Harada, yang diperankan oleh Rio Uchida, mengembangkan emosi untuk Sugimura di sekolah menengah. Sugimura dan Yko diperankan oleh Towa Araki dan Sara Sumitomo saat mereka masih di sekolah menengah:

Film ini disutradarai oleh Yichir Hirakawa dan akan dirilis oleh Sony Pictures Entertainment dan Shochiku. Dia sebelumnya telah mengerjakan versi live-action dari The Promised Neverland, ERASED/Boku dake ga Inai Machi, Waiting for Spring, Rookies, dan proyek JIN. Lagu tema untuk film tersebut adalah membawakan lagu “Tsubasa o Kudasai” oleh Michio Yamagami oleh Anne Watanabe.

Baca Juga:  Review Film 'Where the Crawdads Sing' Me too di paya dengan twist

Narasi film baru berlangsung 10 tahun setelah peristiwa manga aslinya. Shizuku, sekarang berusia 24 tahun, telah berhenti menulis novel tetapi masih berusaha keras sebagai editor buku anak-anak di sebuah penerbit untuk mempromosikan buku. Meskipun Seiji dan Shizuku lebih terpisah satu sama lain, dia masih mengejar keinginannya untuk tinggal di luar negeri.

Sebuah film animasi 1995 yang diproduksi oleh Yoshifumi Kond dan Studio Ghibli didasarkan pada manga aslinya. Narasi berpusat pada Shizuku, kutu buku sekolah menengah pertama, saat dia bertemu Seiji Amasawa, cucu pemilik toko, dan toko barang antik yang aneh. Shizuku juga tertarik pada Seiji, pembuat biola pemula, karena dia telah lama melihat namanya di kartu checkout dari buku yang dia pinjam dari perpustakaan. Shizuku termotivasi untuk bekerja menuju tujuannya menerbitkan buku dengan kecintaan Seiji dalam membuat biola.

Manga ini dirilis oleh Hiiragi pada Ribon edisi 1989 dari majalah manga shjo Shueisha. Pada tahun 1995, Hiiragi merilis sekuel manga berjudul Mimi o Sumaseba: Shiawase na Jikan, dan pada tahun 2002, ia merilis spin-off berjudul Baron: The Cat Returns. Baron: The Cat Returns dirilis oleh Viz Media dalam bahasa Inggris. Film 2002 The Cat Returns oleh Studio Ghibli dan Hiroyuki Morita terinspirasi oleh komik itu.

Source: Comic Natalie, ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

TV & Movies

Review Serial TV Andor: Masa Lalu Cassian

Published

on

GwiGwi.com – Pada 20 September, GwiGwi berkesempatan menonton 3 episode pertama dari serial Andor yang mulai tayang pada 21 September di Disney+. Serial yang diciptakan oleh Tony Gilroy dan disutradarai Toby Haynes berada dalam Star Wars Universe yang mengisahkan Cassian Andor (diperankan kembali oleh Diego Luna) sebelum terlibat dalam misi bunuh diri di film Rogue One.

Maaf Anda Melihat Iklan

Andor rencananya dibuat menjadi 2 season dengan season pertama adalah 5 tahun sebelum Rogue One dan menceritakan bagaimana Cassian Andor akhirnya menjadi pemberontak terhadap Empire dan season kedua mencakup sisa tahun Cassian menjelang Rogue One.

Dari 3 episode yang sudah ditonton, seri ini amat menjanjikan dengan mengupas bagaimana Andor hidup di Ferrix yang serba terbatas dan mencoba pergi dari planet itu untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan juga mencari adiknya. Gwiple juga akan diberikan flashback-flashback masa kecil Cassian sebelum tinggal di Ferrix.

Baca Juga:  Review Film Anime One Piece Film: Red, Sajian Musikal Ala One Piece

Dua episode pertama masih sebagai perkenalan terhadap karakter-karakternya namun pada episode 3 cerita menjadi seru dimana ia sudah mulai terlibat dalam pemberontakan sejak bertemu Luthen Rael, seorang sosok misterius yang membenci Empire (diperankan oleh Stellan Skarsgård).

Dari foto-foto yang beredar, Mon Mothma dan Saw Gerrera akan tampil juga di serial ini. Dari kostum, efek, dan setting lokasi tidak banyak berbeda dengan Obi Wan/Boba Fett/Mandalorian. Plot cerita yang sepertinya akan penuh intrik dan casting yang baik membuat Andor dapat menjadi tontonan pilihan Gwiple di Disney+ melengkapi seri-seri Star Wars yang sudah ada sebelumnya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x