Connect with us

News

Review Galaxy Buds Plus (Galaxy Buds+), Samsung Berhasil Jadi Jawara True Wireless Lagi?

Published

on

GwiGwi.com – Setelah sukses menduduki posisi atas dengan nyaman, Samsung tidak berhenti disitu saja untuk Earphone True Wirelessnya yaitu Galaxy Buds. Kini Galaxy Buds + sudah turun ke pasar dengan beberapa peningkatan, dan tentunya tetap memiliki nilai2 yang sudah sangat dicintai dalam Galaxy Buds.

Dimulai dari boxnya, bisa dibilang penampakan Galaxy Buds + sama persis jika dibandingkan dengan Galaxy Buds versi pertama. ukurannya pun ga ada berbeda kecuali gambar visual dari si Galaxy Budsnya sendiri, dan fitur yang di highlightnya berpindah dari di sisi, jadi ke bagian belakang.

Warna Galaxy Buds seri pertama gw adalah putih, sedangkan untuk Galaxy Buds+ gw memilih warna biru. Bukan karena sesuatu yang spesifik, kecuali biar beda warna aja. Secara spesifikasi, diboxnya dituliskan bahwa Galaxy Buds + kini memiliki baterai yang lebih tahan lama yaitu 11 jam, 2 way speakers, Triple Mic untuk suara yang lebih baik dan jernih, serta support Qi Wireless Charging.

Langsung aja kita buka boxnya.

Didalamnya, pertama kita akan ketemu kebutuhan dokumentasinya, dan langsung dilanjutkan sama si Galaxy Buds plusnya. Selain itu disebelahnya terdapat charging cable USB Type C, dan juga eartips serta fin pengganti. So far isinya pun sama dengan Galaxy Buds biasa.

So langsung aja kita liat ke fisiknya. Galaxy Buds Plus memiliki body yang sedikit berbeda di finisnya walau masih berbahan dasar plastik. Finishnya lebih glossy dibandingkan warna putih, dan at least di warna biru ini, Galaxy Buds Plus tidak mudah kotor dibandingkan finish matte pada seri pertamanya. Diatasnya masih ada logo, led di bagian depan, dan charging port pada bagian belakang. Bagian bawahnya sedikit lebih keset dibandingkan versi pertama which is itu sangat bagus sebagai sebuah improvement. Dibagian bawah ini pula tempat receiver wireless chargingnya.

Oke langsung kebagian dalemnya. Saat membukanya, gw jujur, aga bingung. saat tertutup, memang buds plus memiliki tekanan yang terasa lebih mantap dan kedap. Namun saat terbuka penuh, ada yang berbeda di higenya krena tidak ada respond klik seperti yang dimiliki buds pertama. Memang tidak sepenuhnya jelek, namun jadi membuat gw ragu apakah ini sudah terbuka sempurna atau tidak. Takut aja terlalu lebih membuka sampi mentok bisa membuatnya patah.

Interiornya juga tidak berbeda dengan buds plus, hanya finish dan tonenya yang berbeda. Glossy dan single tone. Indicator led didalamnya juga masih ada, dan ada indikator left right yang di emboss, bukan hanya di cetak seperti versi 1.

Magnet dari casenya cukup kuat, sesuai ekspektasi dari buds pertama. Pogo pinnya pun juga sama, bahkan bisa bertukar case untuk kedua galaxy buds plus. Intinya casenya mirip banget, hanya ada perubahan di aestetikanya, dan performa baterainya.


Yang cukup menarik, Samsung memang mengcopy suatu nilai fitur yang sangat khas banget dari Airpods dan juga iPhone, yaitu popup notification, ketika kalian membuka tutup kotak Galaxy Buds. Animasinya bisa dibilang juga mirriiiip banget dengan Airpods, padahal Galaxy Buds versi pertama, animasinya ga segitu mirip. Namun ini juga sebuah welcome addition, karena kali ini akhirnya kita bisa melihat berapa persentase batre dari Charging Casenya. Pada Galaxy Buds versi 1, kita hanya bisa mengetahui melalui notifikasi LEDnya, dan kalau di popup notification hanya ada baterai budsnya kiri dan kanan.

Ke budsnya sendiri, bagi kalian yang sudah pernah menggunakan galaxy buds, buds plus juga tidak jauh beda. Bentuknya yang low profile, namun bisa secure ditelinga dengan baik melalui finsnya sudah menjadi ciri khas Galaxy Buds jika dibandinggkan dengan True Wireless competitor lainnya. Yang membuat perubahaan adalah soesifikasi teknisnya. Kini si Buds Plus memiliki 2 driver Tweeter dan juga Woofer yang membuat kualitas audionya mengalami peningkatan. Audio yang keluar sangatlah jelas. Terlebih lagi, pada aplikasi Wear di Samsung, equalizernya bisa di stel, dan memang memberikan pengalaman audio yang lebih baik dari Buds Pertama jika distel di Dynamic Equalizer. Bassnya tidak terlalu tinggi, dan clarity dari vocal serta acoustic yang menurut gw sangatlah baik. Cocok untuk para pecinta treble. Memang Buds + tidak memiliki Active Noise Cancelling, namun modelnya yang in ear ini dapat membuat kedap suara yang sangat baik.

Oh yah btw, aplikasi wear untuk galaxy buds wajib diinstall untuk memiliki fungsi penuh dari galaxy buds. Salah satunya adalah untuk setting ambient soundnya. Memang di buds 1 juga sudah ada, namun disini kalian bisa mengatur seberapa jauh ambient sound ini kalian dengar dengan 3 settingan mudah, light, medium, dan high. Suara ambient diluar menjadi lebih bisa kalian dengar pdahal kalau dimatikan sangat kedap. Ini karena adanya total 2 mic diluar dan di dalam yang mampu menangkap suara di ruangan. Namun demikian, walau audio terdengar sangat bagus, tapi gw berasa kaya di dalam kaleng atau bawah air karena bisa mendengar white noise seprti angin atau mesin pesawat misalnya jika sedang di dalam mobil.

Baca Juga:  AMD Hadirkan Teknologi Terbaru Komputasi Performa Tinggi di Livestream Product Premiere 2022

Ketiga mic ini juga yang membantu kita untuk berkomunikasi. Walau cukup clear sejak buds pertama, tapi memang ada sedikit peningkatan di Buds Plus. Hal serupa juga diimplementasikan untuk voice call. Salah satu kekurangan galaxy buds adalah saat digunakan untuk telfon. Audio yang diterima terkesan kotor dan kurang clear. Di buds plus memang terdapat peningkatan, namun hanya sedikit. Mungkin ini memang karena faktor dari form factornya yang kecil dan micnya lebih jauh dari mulut.

Kemudian soal power. Ini nilai yang beneran plus dari Galaxy Buds Plus. Up time dari masing2 buds diluar casenya adalah 11 jam, dengan baterai berukuran 85mAh. Ini sangatlah impressive mengingat rata2 true wireless mungkin bertahan di kisaran 8 jam tanpa noise cancelling, atau di kisaran 5 hingga 6 dengan ANC. Buds Plus memang tidak memiliki ANC sehingga itu mungkin bisa juga menjadi faktor pendukung. Jika kurang, casenya dapat memberikan tenaga tambahan untuk total 22 jam. Itu sih yang di klaim samsung. Secara real life tetapi, jujur menurut gw mungkin mendekati. Memang gw yakin, ga akan ada yang pakai earbuds 11 jam nonstop. Akan ada pause diantaranya, dan jika dimasukan dalam case, makan budsnya akan terisi ulang kembali. Nah ini juga didukung sama fast chargingnya yang again, walau di real life mungkin tidak seintense itu, dimana mengisi budsnya 3 menit dapat memberikan uptime 1 jam. Selain itu ada juga fitur wired dan wireless charging, so kalau kalian pengguna Samsung seri flagship, reverse wireless charging masih bisa digunakan juga.

True Wireless memang punya kekurangan yaitu adanya latency jika digunakan untuk bermain game. Galaxy Buds, tak luput dari masalah itu juga walau hanya sedikit. Pastikan saja Game Mode sudah kalian aktifkan agar latencynya tidak setinggi defaultnya. Ini juga karena Galaxy Buds sudah menggunakan Bluetooth 5.1

Jika dibandingkan dengan Galaxy Buds versi pertamanya, Galaxy Buds Plus memang menunjang beberapa perbaikan yang sangat welcome. Mulai dari kualitas baterainya yang ditingkatkan jauh lebih baik hampir 2x lipat, audio quality yang sudah baik diperbaiki lagi, bentuknya yang minimalis dan low profile, equalizer yang cukup baik, hingga ambient mode yang bisa meningkatkan awareness kita lebih baik di ranah publik menjadi daya tarik tersendiri untuk memilih Galaxy Buds Plus dibandingkan Buds versi 1. Namun demikian, untuk soal harga, Buds Plus sedikit lebih mahal dibandingkan kakaknya. Dibanderol dengan harga 2.299 Juta, ini berarti si Buds Plus lebih mahal 400rb dibandingkan Buds versi 1 yang dijual perdana pada harga 1.899 Juta. Memang bisa dibilang Buds Plus masih lebih murah jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Airpods dan Airpods Pro, dan Galaxy Buds versi pertama sendiri juga sudah mengalami penurunan harga di eCommerce diantara 1.2 hingga 1.6 juta rata-rata.


Terlebih lagi, sama seperti komentar gw pada Galaxy Buds, mungkin jika kalian datang dari merk berbeda selain samsung, opsi merk serupa dengan smartphone kalian juga bisa dikonsiderasi, mengingat sekarang sudah mulai banyak brand yang mengeluarkan true wirelessnya masing-masing. Ini dikarenakan ada beberapa fitur Galaxy Buds dan Galaxy Buds Plus yang akan kurang kalian bisa nikmati seperti Equalizernya yang mungkin berbeda, pop up interface, serta wireless charging menggunakan smartphone kalian untuk mengisi daya Galaxy Budsnya.

Akan tetapi, jika kalian memiliki smartphone merk samsung, memiliki budget 2jutaan, dan juga ingin kualitas audio yang hanya kurang sedikit dari Airpods Pro dan setara atau lebih baik dari True Wireless di rentang harga diatas 2jutaan, kalian mungkin boleh langsung menyikat si Galaxy Buds Plus ini. Jika butuh budget sedikit lebih rendah, Galaxy Buds versi 1 pun juga masih dijual.

Video Review Galaxy Buds Plus

Gallery Galaxy Buds Plus

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Entertainment

Kuroba Mario & Sakurai Yuki mengumumkan pernikahan

Published

on

By

GwiGwi.com – Aktor Kuroba Mario (28) dan aktris Sakurai Yuki (34) telah mengumumkan pernikahan mereka melalui akun SNS masing-masing.

Menurut orang yang dekat dengan pasangan itu, keduanya mengikat janji suci setelah 8 bulan berpacaran. Mereka sudah hidup bersama dan saat ini tidak memiliki rencana untuk upacara pernikahan dan resepsi.

Dalam pernyataan bersama, pasangan itu menulis, “Kami bertemu tahun lalu setelah ikut membintangi sebuah proyek. Tidak terlalu lama untuk mencapai hari ini, tetapi setiap hari, kami merasakan betapa berharganya menghabiskan waktu bersama. Juga, kami merasakan keinginan untuk menjalani sisa hidup kami bersama, yang membawa kami ke sini [marriage]. Kami berharap dapat saling mendukung dan membangun keluarga yang ceria.

Baca Juga:  RAZER CHROMA RGB MELAMPAUI PC DAN EKSPANSI KE SMART HOME

Keduanya ikut membintangi cerita asli Paravi ‘Rikohigh' pada tahun 2021.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Entertainment

Hamaguchi Masaru & Minami Akina terinfeksi COVID-19

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada 13 Januari, Shochiku Geino mengumumkan komedian Hamaguchi Masaru (49) dan istrinya, Minami Akina keduanya telah terinfeksi COVID-19.

Menurut pengumuman itu, Hamaguchi mengalami demam pada tanggal 12 sehingga dia melakukan tes PCR dan mengetahui bahwa dia positif terkena virus. Istrinya juga diuji pada saat yang sama dan menerima diagnosis positif. Mereka berdua dalam masa pemulihan di bawah bimbingan Puskesmas.

Adapun Arino Shinya, separuh lainnya dari duo komedi YoikoMeski tidak melakukan kontak dekat, ia melakukan tes PCR untuk jaga-jaga dan dipastikan negatif.

Baca Juga:  AMD Hadirkan Teknologi Terbaru Komputasi Performa Tinggi di Livestream Product Premiere 2022

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Untuk merayakan perilisan 20th Century Studios’ “Death on the Nile” yang akan hadir secara eksklusif di bioskop pada 11 Februari 2022, 20th Century Studios merilis klip spesial untuk kisah kecemburuan penuh emosi yang disutradarai dan dibintangi peraih lima nominasi Academy Award® Kenneth Branagh. Selain itu, rangkaian poster karakter dari sederet bintang papan atas yang menjadi ‘tersangka’ juga telah tersedia.

Berdasarkan novel tahun 1937 karya Agatha Christie, Death on the Nile adalah cerita misteri tentang konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu oleh cinta yang obsesif. Kenneth Branagh, kembali sebagai detektif ikonik Hercule Poirot, bergabung dengan Tom Bateman, peraih empat nominasi Oscar® Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. “Death on the Nile,” yang menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 “Murder on the Orient Express” ditulis oleh Michael Green, diadaptasi dari novel Christie, dan diproduksi oleh Ridley Scott, Kenneth Branagh, Judy Hofflund, dan Kevin J. Walsh, dengan Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Baca Juga:  Produk Baru Xiaomi, Redmi Watch 2 Lite dan Redmi Buds 3 Lite Resmi Tersedia!

Bercerita tentang detektif Belgia, Hercule Poirot, yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal glamor ke Mesir. Perjalanan tersebut berubah menjadi pencarian yang menakutkan ketika pasangan sempurna yang sedang bulan madu dibunuh secara tragis oleh sosok misterius. Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita yang dipenuhi oleh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Direkam dengan kamera Panavision 65mm pada akhir 2019, “Death on the Nile” membawa penonton ke tahun 1930-an, menciptakan ulang ragam lokasi yang menjadi inspirasi bagi Christie dalam menciptakan cerita misteri tentang masyarakat kelas atas yang glamor. Film ini juga akan diproyeksikan dengan format 70mm di beberapa layar terpilih di New York, Los Angeles dan London.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x