News
Meriah dan Penuh Warna, Hari Pertama AFAID26 Sukses Digelar di ICE BSD City Hari Kedua AFAID26 Jadi Puncak Kemeriahan dengan Debut TOGENASHI TOGEARI dan Talk Show Bersama Ilustrator LAM
www.gwigwi.com –
Kemeriahan langsung terasa sejak pagi hari di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Hall 1 & 2, saat Anime Festival Asia Indonesia 2026 (AFAID26) resmi membuka gerbang festivalnya pukul 10.00 WIB. Hari pertama dari perayaan satu dekade AFA di Indonesia ini menghadirkan rangkaian acara nonstop dari pagi hingga malam, memadukan pameran, panggung komunitas, sesi temu penggemar, hingga konser musik yang membakar semangat ribuan pengunjung bertema “Celebrate the Magic of Japan Pop Culture” yang diselenggarakan oleh SOZO Pte Ltd bersama PK Entertainment.
Panggung AFA Next Stage: Sepanjang Hari Tanpa Jeda
Sejak siang, panggung AFA Next Stage menjadi pusat keseruan dengan rangkaian program yang berjalan hampir tanpa jeda:
• 11.00 — Idol Showcase bersama Meishohikokai, membuka hari dengan penampilan idol grup yang energik.
• 11.30 — VTuber Showcase menghadirkan Pandavva, memanjakan penggemar budaya virtual streamer.
• 12.15 — Music Showcase dari Daruma Rollin', menghadirkan warna musik segar khas J-pop.
• 13.00 — Sesi Featured Anime Detective Conan menghadirkan langsung pengisi suara legendaris Noriko Hidaka, disambut antusias para penggemar anime detektif ini.
• 14.00 — Featured Content bersama Manabu Otsuka (Presiden & CEO MAPPA) dan Kiyoshi Matsuda, membuka wawasan di balik layar studio animasi kenamaan Jepang.
• 15.00 — Music Showcase spesial bersama Dave Rodgers, sang legenda Eurobeat dari Initial D.
• 15.45 — Cosplay Showcase menampilkan Rukia, Romu, dan Kumose Chio, memukau penonton dengan kostum dan penampilan detail.
• 16.30 — Featured Anime Needy Girl Overdose bersama seiyu Sally Amaki, salah satu sesi paling dinanti hari itu.
• 17.15 — Keseruan berlanjut dengan Stamp Rally Lucky Draw, memberi kejutan hadiah bagi pengunjung yang berhasil mengumpulkan cap di seluruh area festival.
Malam Puncak: AFA Music Fest Guncang ICE BSD City
Malam pertama konser AFAID26 Music Fest sukses mengguncang ICE BSD City dengan deretan penampil spektakuler asal Jepang yang berhasil membius ribuan penggemar sejak gerbang dibuka pukul 18.00 WIB! Panggung langsung memanas sejak aksi pembuka dari Sally Amaki, yang kemudian disusul oleh deretan musisi legendaris mulai dari vokal bertenaga ASCA, ketukan elektronik magis dari kz (livetune), hingga penampilan estetik VSING isekaijoucho. Kemeriahan pun mencapai puncaknya berkat distorsi distingtif dan energi tanpa batas dari dua raksasa J-Rock, BACK-ON dan SPYAIR, yang sukses membakar arena lewat lagu-lagu tema anime ikonis mereka hingga menciptakan momen SING-along massal yang tak terlupakan sepanjang malam.
Photo Concert AFAID26 Music Fest Day One di sini.
Kombinasi line-up ini menjadikan malam pertama AFAID26 sebagai salah satu perayaan musik Jepang paling meriah yang pernah digelar di Indonesia.
AFA Music Fest. Line-up spesial malam pertama AFAID26 menghadirkan:
• Sally Amaki sebagai Opening Act, membuka konser dengan penampilan yang hangat dan penuh energi.
• ASCA, penyanyi anisong yang dikenal lewat lagu tema Fate/Apocrypha dan Sword Art Online: Alicization.

• BACK-ON, duo rock asal Tokyo dengan perpaduan rock, hip-hop, dan rap yang selalu berhasil membakar suasana.

• Isekaijoucho, menghadirkan nuansa musik alternatif yang unik dan memikat.

• kz (livetune), produser musik digital di balik lagu ikonik Tell Your World.
• SPYAIR, penutup panggung malam ini, tampil membawakan deretan lagu tema anime populer yang membuat seluruh penonton bernyanyi bersama.

Pameran, Booth, dan Kolaborasi Brand yang Semarak
Sepanjang hari, area Exhibition Hall dipenuhi puluhan booth dari brand dan IP ternama, menghadirkan pengalaman interaktif bagi seluruh pengunjung:
• Deretan brand yang turut hadir antara lain: AVEX, Crunchyroll, Fitbar, Hello Kingdom, Honda, Honor of Kings, Hydro Coco, iQOO, Kyou Hobby, Lumica, Phoenix Gramedia Indonesia, Rexus, Universal Music Indonesia, dan masih banyak lagi.
• Booth tematik seperti Hatsune Miku: Colorful Stage lengkap dengan Hatsune Miku Café yang menawarkan merchandise eksklusif dan minuman bertema khusus.
• JOJOCARAVAN menjadi salah satu spot favorit untuk berfoto dan berburu merchandise eksklusif.
• Area AFA Cardverse – zona baru bagi pecinta trading card AFA Cardverse menghadirkan 8 eksibitor TCG, yaitu Plan-B, High Label TCG, StoreVS TCG, MeongTCG, Gameopoly TCG, J Collection TCG, dan Celestial Vault. Cardverse menjadi destinasi lengkap bagi para penggemar Trading Card Game (TCG). Uji keberuntungan Anda dan dapatkan kesempatan untuk membawa pulang kartu-kartu langka dari para eksibitor TCG yang hadir!
• Booth Astra Honda Motor sukses mengguncang panggung satu dekade Anime Festival Asia Indonesia (AFAID26) di ICE BSD City dengan menyajikan perpaduan epik antara teknologi otomotif futuristik dan kreativitas kultur pop Jepang (AFAID26). Di area pameran interaktif Hall 2, Honda memamerkan lini kendaraan roda dua Genio and Beat yang super keren dan instagenic (AFAID26). Aktivitas seru di booth ini berhasil menjadi magnet utama yang menyatukan ribuan penggemar otomotif, cosplayer, serta komunitas jejepangan dalam satu ruang penuh energi sepanjang festival (AFAID26).
• Menjaga stamina pengunjung menjadi fokus booth kolaborasi Hydro Coco x Fitbar di ajang AFAID26 ICE BSD City. Berperan sebagai stasiun rehidrasi resmi, booth ini menyediakan paket kombinasi minuman air kelapa asli dan camilan sehat tinggi serat untuk mengantisipasi kelelahan fisik pengunjung festival. Selain menawarkan paket belanja ekonomis berhadiah suvenir eksklusif, booth interaktif ini juga membagikan ratusan produk gratis melalui aktivitas mini games yang digelar sepanjang hari.
Cosplay Hub dan Creators Hub: Panggung Kreativitas Komunitas
Area Cosplay Hub dipadati pengunjung yang antusias berfoto dan berinteraksi dengan sejumlah cosplayer tamu, termasuk Cxiela, JIAJIA佳佳, Preston Les, Yukitora Keiji, dan XIAOYUKIKO, yang tampil membawakan karakter-karakter ikonik dari berbagai judul anime dan gim populer.
Sementara itu, Creators Hub menjadi rumah bagi puluhan kreator lokal yang memamerkan karya orisinal mereka, mulai dari ilustrasi, aksesori handmade, hingga merchandise custom dari nama-nama seperti Anibow, Basakila, CATHZ, Kuromitsu Kitsune, Lunacerra, dan Pixelo, menciptakan suasana pasar kreatif yang hangat dan penuh warna sepanjang hari.
Food Street dan Community Hub: Lengkapi Pengalaman Festival
Rasa lapar pengunjung pun terjawab di Food Street, yang menghadirkan pilihan kuliner dari Yoshinoya, FamilyMart, Kopi Kenangan, Floridina, hingga jajanan khas seperti Ayam Pak Gembus, Telur Dadar Bangkok, Home Oishi, Street Mentai, Best Culinary dan Mie Sedaap Ramen Yes turut hadir memeriahkan Food Street di AFAID26 (Anime Festival Asia Indonesia 2026) yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di ICE BSD City Hall 1 & 2. Menghadirkan pengalaman kuliner bernuansa Jepang, Mie Sedaap Ramen Yes menawarkan menu special Mi Goreng Tokyo Chicken Yakitori, yang memadukan cita rasa khas Jepang dengan sensasi gurih Mi Goreng nikmat dengan Chicken Yakitori. Kehadiran menu spesial ini menjadi pilihan kuliner menarik bagi para pengunjung untuk melengkapi pengalaman mereka menikmati keseruan AFAID26. menjadikan festival ini juga surga kuliner bagi para pengunjung yang ingin mengisi tenaga di sela-sela keseruan.
Tak kalah semarak, Community Hub dipenuhi belasan komunitas penggemar budaya pop Jepang dari seluruh Jabodetabek dan sekitarnya, termasuk Blue Archive Community Jabodetabek, Uma Musume Indonesia, YOASOBI Indonesia, Wuthering Waves Indonesia, dan Jabodetabek Airdasher, memperlihatkan betapa hidupnya komunitas J-pop culture di Indonesia.
Menuju Hari Kedua yang Tak Kalah Seru
Kesuksesan hari pertama ini menjadi pemanasan sempurna menuju puncak acara AFAID26 pada Minggu, 16 Agustus 2026, yang akan menghadirkan konser perdana TOGENASHI TOGEARI di Asia Tenggara lewat tur “Rinne no Kotowari”, talk show bersama ilustrator Jepang LAM, penampilan Aya Emori dan Yuina dari Love Live! Superstar!!, hingga AFA Cosplay SING Competition yang memperebutkan hadiah tunai.
Seluruh update dan momen keseruan festival dapat terus diikuti melalui akun Instagram resmi @afaid_ig dan @animefestivalasia, serta situs resmi animefestival.asia/afaid26.
Tentang AFAID26
Anime Festival Asia Indonesia (AFAID) merupakan festival budaya pop Jepang terbesar di Asia Tenggara, diselenggarakan oleh SOZO Pte Ltd. Tahun 2026 menandai penyelenggaraan ke-10 AFA di Indonesia, dengan tema “Celebrate the Magic of Japan Pop Culture”, berlangsung di Hall 1 & 2 ICE BSD City pada 15–16 Agustus 2026.
Hadir untuk menyatukan para penggemar J-Culture di Asia Tenggara sejak 2008, Anime Festival Asia (AFA) merupakan konvensi budaya pop Jepang terkemuka di kawasan ini. AFA telah menyelenggarakan lebih dari 30 acara, menghadirkan lebih dari 520 penampil, menampilkan lebih dari 2.300 eksibitor, serta menyambut lebih dari 2,3 juta pengunjung di 6 kota, dari SING hingga Tokyo.
Acara unggulan AFA SING juga telah beberapa kali menerima penghargaan Outstanding Leisure Event dalam ajang SING Tourism Awards.
News
Kreator Haganai Yomi Hirasaka Resmi Pensiun dari Dunia Menulis
Yomi Hirasaka, penulis yang dikenal melalui seri Boku wa Tomodachi ga Sukunai atau Haganai, mengumumkan bahwa dirinya telah memutuskan untuk pensiun dari aktivitas menulis. Keputusan tersebut disampaikan setelah ia menyelesaikan sejumlah proyek utama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Hirasaka menjelaskan bahwa keputusan untuk berhenti menulis bukan disebabkan oleh masalah kesehatan maupun kelelahan akibat pekerjaan. Ia memilih mengakhiri karier karena merasa sudah mencapai kondisi finansial yang cukup untuk menjalani kehidupan tanpa harus terus menghasilkan karya baru.
Dengan kondisi tersebut, Hirasaka ingin menikmati hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Ia merasa berbagai karya yang telah dibuat sebelumnya sudah memberikan pencapaian yang cukup untuk memasuki fase baru dalam kehidupannya.
Salah satu proyek yang menjadi penutup perjalanan kariernya adalah A Salad Bowl of Eccentrics. Volume ke-10 sekaligus volume terakhir seri tersebut telah diterbitkan pada 17 Juli 2026. Penyelesaian novel tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Hirasaka untuk menuntaskan karya-karya besarnya sebelum benar-benar meninggalkan profesi sebagai penulis.
Nama Yomi Hirasaka sendiri sudah cukup dikenal di industri light novel Jepang. Salah satu karyanya yang paling populer adalah Boku wa Tomodachi ga Sukunai, yang lebih dikenal dengan nama Haganai. Seri tersebut berhasil mendapatkan perhatian luas dan kemudian diadaptasi menjadi anime.
Sepanjang kariernya, karya-karya Hirasaka dilaporkan telah mencapai lebih dari 7 juta kopi dalam penjualan. Selain Haganai, beberapa karyanya juga mendapatkan adaptasi anime, sehingga namanya semakin dikenal oleh penggemar anime dan light novel.
Total terdapat tiga karya Hirasaka yang mendapatkan adaptasi anime, menunjukkan pengaruh sejumlah novelnya terhadap industri hiburan Jepang.
Keputusan pensiun ini menjadi penutup dari perjalanan panjang Hirasaka sebagai penulis. Alih-alih meninggalkan profesi karena tekanan pekerjaan atau kondisi kesehatan, ia memilih berhenti setelah merasa telah mencapai target yang diinginkan.
Kini, Hirasaka dapat menikmati hasil dari berbagai karya yang telah dibuatnya selama bertahun-tahun. Bagi penggemar Haganai dan karya lainnya, keputusan tersebut tentu menandai berakhirnya salah satu perjalanan kreator yang telah menghasilkan sejumlah judul populer di dunia light novel Jepang.
News
Gabe Newell Disebut Pernah Berlatih Nyanyian Tenggorokan Mongolia Selama 5 Bulan di Valve
Minh “Gooseman” Le, salah satu kreator Counter-Strike, membagikan cerita menarik mengenai masa kerjanya bersama Valve. Dalam sebuah wawancara, Le menceritakan kebiasaan tidak biasa yang pernah dilakukan Gabe Newell, salah satu pendiri Valve, ketika berada di kantor perusahaan.
Menurut Le, Newell sempat menghabiskan waktu sekitar lima bulan untuk mempelajari teknik nyanyian tenggorokan Mongolia atau Mongolian throat singing. Menariknya, latihan tersebut disebut dilakukan hampir setiap hari di lingkungan kantor Valve.
Ketertarikan Newell terhadap teknik vokal tersebut bermula setelah dirinya menonton sebuah dokumenter yang membahas nyanyian tradisional Mongolia. Setelah mengetahui teknik tersebut, ia kemudian tertarik untuk mempelajarinya secara langsung.
Le menceritakan bahwa Newell bahkan kerap berjalan menyusuri lorong kantor sambil berlatih. Aktivitas tersebut tentu menghasilkan suara yang cukup keras dan akhirnya menarik perhatian karyawan lain.
Suara latihan yang terdengar dari lorong bahkan disebut membuat sejumlah karyawan merasa terganggu. Beberapa di antaranya memilih menutup pintu ruang kerja masing-masing ketika Newell mulai berlatih.
Meski demikian, kebiasaan tersebut ternyata tidak berlangsung selamanya. Setelah kurang lebih lima bulan, Newell akhirnya berhenti berlatih nyanyian tenggorokan dan kemudian mulai tertarik pada hobi lain.
Salah satu hobi berikutnya yang diceritakan Le adalah ketertarikan Newell terhadap senjata tajam dan benda-benda bergaya abad pertengahan. Menurut cerita tersebut, ia mulai mengoleksi berbagai jenis pisau dan bahkan memenuhi ruangannya dengan sejumlah kapak serta pedang.
Cerita tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari pengalaman Le selama bekerja di Valve. Alih-alih membahas perkembangan game atau bisnis perusahaan, kisah ini justru memperlihatkan sisi lain dari kehidupan sehari-hari di lingkungan studio pengembang yang dikenal lewat Half-Life, Portal, Dota 2, dan Counter-Strike.
Minh Le sendiri merupakan salah satu sosok penting dalam sejarah Counter-Strike. Ia mengembangkan modifikasi Half-Life bersama Jess Cliffe yang kemudian berkembang menjadi salah satu franchise FPS terbesar di industri game.
Sementara itu, cerita mengenai hobi Gabe Newell tersebut menjadi pengalaman pribadi yang dibagikan Le dalam konteks kenangannya selama berada di Valve. Detail tersebut tidak berkaitan dengan proyek game tertentu, tetapi memberikan gambaran unik mengenai suasana kerja di balik salah satu perusahaan game terbesar di dunia.
News
SophieChat: AI Resmi Diumumkan, Aplikasi Percakapan dengan xdari Atelier
Setelah menghadirkan RyzaChat AI, Koei Tecmo kembali memperkenalkan proyek serupa yang mengambil karakter dari franchise Atelier. Kali ini, perusahaan mengumumkan SophieChat: AI, sebuah aplikasi resmi berlisensi yang memungkinkan penggemar berinteraksi dengan Sophie Neuenmuller dari seri Atelier Sophie.
Aplikasi tersebut masih berada dalam tahap pengembangan dan direncanakan hadir dalam waktu dekat. Pengembangannya dipercayakan kepada SpiralAI, dengan konsep utama berupa pengalaman percakapan berbasis kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, pengguna nantinya dapat berbicara dengan Sophie menggunakan teks maupun suara.
SophieChat menawarkan beberapa fitur yang dirancang untuk membuat interaksi terasa lebih personal. Pengguna dapat mengirimkan pesan melalui mode teks dan memperoleh respons dari Sophie. Selain itu, tersedia opsi untuk mendengarkan jawaban menggunakan suara karakter, termasuk fitur ASMR yang menghadirkan suara Sophie dengan gaya bisikan dari jarak dekat.
Gaya percakapan juga dapat disesuaikan sesuai kebutuhan pengguna. Mode teks menjadi pilihan bagi mereka yang ingin berinteraksi dengan Sophie secara praktis, sementara fitur suara memberikan pengalaman yang lebih imersif.
Menariknya, Koei Tecmo turut menjelaskan pendekatan mereka dalam menjaga keterlibatan kreator asli. Ilustrasi yang digunakan dalam aplikasi tidak dibuat menggunakan teknologi image-generating AI. Materi visual tersebut dikerjakan secara manual dengan pengawasan NOCO, desainer karakter asli Atelier Sophie.
Dari sisi audio, suara Sophie akan menggunakan rekaman khusus dari Yuka Aisaka, pengisi suara karakter tersebut. Koei Tecmo menyatakan bahwa rekaman tersebut dibuat dengan izin langsung dari sang pengisi suara. Pengembang juga menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan suara tanpa izin untuk melatih sistem AI.
Saat ini, SophieChat: AI telah membuka pra-registrasi menggunakan alamat email. Namun, tahap awal pendaftaran masih dibatasi untuk pengguna yang berada di Jepang.
Aplikasi ini menjadi bagian dari proyek resmi berlisensi yang juga dirancang untuk memberikan sebagian pendapatan kepada kreator yang terlibat. Koei Tecmo belum mengungkap tanggal rilis SophieChat secara pasti dan berencana membagikan in
-
Smartphone3 weeks agoPeran Ekosistem Samsung Galaxy dalam Mendukung Hidup yang Lebih Seimbang
-
TV & Movies4 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
TV & Movies4 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming4 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming4 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Gaming4 weeks agoThe Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Resmi Rilis November 2026
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Zach Cregger’s Resident Evil, ketika NPC menghadapi neraka di Racoon City
-
Berita Anime & Manga3 weeks agoTemplate Rating Anime Fall 2026: Cara Menilai Cerita, Visual, Musik, dan Karakter





