Connect with us

TV & Movies

Review Film IF: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Published

on

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

www.gwigwi.com – IF: Imaginary Friends atau Teman Khayalan adalah film fantasi terbaru Paramount Pictures karya John Krasinski mengenai Bea (Cailey Flaming), seorang piatu yang sedang dirundung kekhawatiran krn ayahnya akan menjalani operasi jantung. Selama masa perawatan ayahnya, Bea tinggal bersama neneknya di sebuah apartemen di New York. Kehidupannya berubah total pd suatu malam setelah bertemu Blossom (Phoebe Waller) dan Cal (Ryan Reynolds) yg mencoba membantu para Imaginary Friends yg sudah dilupakan anak-anaknya terdahulu untuk mendapatkan anak-anak pengganti.
Setelah beberapa kali Bea denial bahwa dia masih anak-anak, tidak lama kemudian ia setuju utk membantu Cal (tidak jelas motivasi apa yg membuatnya berubah pikiran) . Dan dimulailah usaha Bae dan Cal membantu para IF ini. Banyak karakter IF yang muncul namun hanya beberapa yang bisa diingat seperti Lewis si Teddy Bear senior (Louis Gossett) dan Blue (Steve Carell) , yang mirip Grimace nya Mcdonald’s.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Seiring dengan perkembangan plot, ternyata misi Bae dan Cal berubah menjadi bagaiman mempertemukan kembali para IF dengan majikan-majikan lamanya yang sekarang sudah menjadi orang dewasa dan mencoba mengingat impian dan kenangan masa kecilnya.  Perkembangan ini menjadi membingungkan karena tema film menjadi ditujukan untuk orang-orang dewasa dan bukan anak-anak seperti target awal. Film IF juga kurang mendalami bagaimana kenangan masa kecil orang-orang dewasa yang akan dipertemukan kembali dengan teman-teman khayalannya; bagaimana imajinasi mereka dalam menciptakan wujud teman khayalannya ; bagaimana pertemanan mereka dengan teman khayalan di saat kecil.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Satu hal yang bisa menimbulkan kerancuan adalah bagaimana para IF bisa berinteraksi dengan benda-benda yang jelas dapat membuat orang-orang panik namun  mungkin demi tidak membuat plot lebih rumit, sepertinya hal ini “diabaikan” oleh orang-orang awam di film itu kecuali pada beberapa scene. Bahkan mereka seringkali mengabaikan saat Bea ngobrol dengan para IF (yang tidak dapat dilihat) di tempat ramai.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Gwiple yang masih penasaran dengan IF (ada plot twist di film ini yang cukup mengejutkan), dan melihat Ryan Reynolds dalam drama komedi yang ingin orang-orang dewasa untuk menemukan  kembali koneksinya dengan kenangan masa kecil; sudah dapat menontonnya di bioskop bioskop kesayangan.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Advertisement

Box Office

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Published

on

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

www.gwigwi.com – Setelah 2 jam lebih dan berkali-kali lupa ambil napas saking terwahnya dengan apa yang disajikan, FURIOSA: A MAD MAX SAGA tak disangka, adalah epik menggelegar yang tak kalah dari DUNE PART TWO.

Furiosa (Anya Taylor Joy) diculik dari rumahnya saat masih kecil. Takdir mempertemukannya dengan bos Bikerdom, Dementus (Chris Hemsworth) dan akhirnya dia menetap di Citadel milik pemimpin yang sudah seperti dewa bagi warganya, Immortan Joe (Lachy Hulme).

Meski derita terus menerpa, Furiosa terus bertahan dengan harapan bisa kembali pulang…

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Mematahkan anggapan prekuel yang tidak perlu atau memaksakan masuk ke jalinan cerita film setelahnya, FURIOSA: A MAD MAX SAGA adalah film yang sangat mampu berdiri sendiri dan sangat memiliki alasan eksistensi yang kuat.

Sutradara George Miller tidak memaksakan refrensi film lain yang harus dimasukkan tapi membuatnya sangat organik dan memang dibutuhkan oleh cerita. Mungkin memang itulah rencana beliau sedari lama untuk Furiosa tapi belum saja difilmkan.

Pengadeganan George Miller kental dengan emosi dan atraksi yang dilakukan oleh para karakter yang berpikiran cepat nan cerdik. Seolah selalu satu langkah di depan ekspektasi penonton.

Menjadikan aksi film selalu mengejutkan dan selalu memaku mata sampai lupa nutup mulut…heck, napas.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

George Miller menganggap MAD MAX FURY ROAD sebuah dokumenter maka detail terperinci dalam membuat dunianya, semua memiliki fungsi. FURIOSA: A MAD MAX SAGA mengembangkannya lebih jauh. Semakin membuat penonton larut dalam dunia gila penuh luapan mesin motor ini.

Dementus adalah pemimpin yang jago mengambil tapi tak bisa mempertahankan. Sementara Immortan Joe cakap dalam memimpin. Tidak sangka melihat karakter villain tua di FURY ROAD ini bisa kelihatan cerdas dan keren.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Furiosa mencoba bertahan di dunia patriarki yang dibuat dua pemimpin itu. Anya Taylor Joy tak perlu banyak berkata. Hanya sekedar tatapan sudah banyak menyampaikan derita dan tegarnya Furiosa.

Barangkali yang agak mengganggu adalah background cg yang cukup kentara di berbagai adegan aksi penting. Akan tetapi kuatnya aksi dan emosi di adegan tersebut membuat kekurangannya terlupakan.

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Review Film Furiosa: A Mad Max Saga, Awal Mula Malaikat Tergelap

Alasan kenapa Furios harus menunggu lama sampai FURY ROAD untuk kabur rasanya perlu lebih dikuatkan lagi. Aneh melihat dia punya kesempatan lari di kisah ini, tapi saat posisinya lebih tinggi dia seakan tak punya pilihan.

FURIOSA: A MAD MAX SAGA menunjukkan George Miller masih memiliki bensin di tangki. Gak sabar lihat dia ngegas lagi buat cerita lain Mad Max.

Brutal tapi untuk 13 tahun ke atas? Tak paham saya…

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Published

on

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

www.gwigwi.com – Si kucing oyen Garfield kembali muncul di bioskop-bioskop pada akhir Mei 2024 ini. Film animasi si oyen terbaru ini dibintangi Chris Pratt sebagai Garfield dan Samuel L. Jackson sebagai Vic. Siapakah Vic? Vic adalah ayahnya Garfield yang 5 tahun lalu meninggalkan Garfield kecil di gang yang gelap namun kejadian ini mempertemukan si oyen kecil dengan Jon (Nicholas Hoult), yang langsung menjadi babunya Garfield dan Odie (Harvey Guillen), si anjing yang terlihat bodoh tapi dapat diandalkan.

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Hingga suatu malam, Garfield diculik oleh Roland (Brett Goldstein) dan Nolan (Bowen Yang), sepasang anjing yang merupakan bawahannya Jinx (Hannah Waddingham), seekor kucing betina yang mempunyai dendam terhadap Vic dan ingin memancingnya keluar dari persembunyian dengan menculik anaknya.

Vic pun terpaksa menerima tawaran Jinx yaitu merampok susu dari sebuah peternakan besar. Garfield pun terpaksa ikut karena nyawanya juga terancam dan dimulailah petualangan trio satwa ini yang penuh humor.

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Sebagai film untuk semua umur, Garfield ini sangat menghibur dan penuh kekonyolan yang lucu. Karakter-karakter baru seperti Vic, Jinx dll juga ditampilkan dengan pas dan dengan cepat kita dapat memahami karakter mereka.

Karakter Odie dişini yang merupakan “asisten”nya Garfield juga ditampilkan dengan baik, dalam beberapa adegan ia terlihat amat dapat diandalkan tanpa mengurangi penampilannya Garfield.

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Review Film Garfield The Movie, Petualangan Oyen Gembul

Namun, ada sedikit kekurangan yaitu ada part yang terlihat kewalahan sehingga film ini bingung mau dibawa kemana. Padahal ini film untuk semua umur yang seharusnya bisa dikemas dengan ringan.

Overall, Garfield: The Movie tahun 2024 ini cocok untuk dinikmati Gwiple terutama bagi fans si oyen ini. Dan Garfield idealnya cocok dikemas sebagai film animasi dibandingkan live action seperti di film tahun 2004.

Continue Reading

Box Office

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan yang Santai

Published

on

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

www.gwigwi.com – Cash Out adalah film aksi perampokan karya Randdal Emmet dan Dipo Oseni yang dibintangi John Travolta (Mason), Kristin Davis (Amelia), dan Lucas Haas (Shawn). Mason, seorang mantan perampok professional yang terpaksa harus kembali dalam dunia kriminalitas demi menyelamatkan adiknya, Shawn yang secara serampangan mencoba merampok sebuah bank.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Polisi dengan cepat mengepung bank tersebut dan negosiasi pun berjalan dengan lancer, Mason pun segera memikirkan rencana untuk bisa kabur dari kepungan polisi setelah mendapatkan target yang perlu diambil dari bank itu.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Cash Out terbilang tidak mengikuti pakem film-film aksi yang bertema perampokan karena tidak ada aksi tembak-tembakan, tidak ada konflik yang serius baik antar crew perampokan maupun dengan para sandera.

Proses Negosiasi dengan polisi dan FBI pun berjalan lancer-lancar saja. Sebagai gantinya film ini memberikan humor ringan dan sedikit plot twist mengenai barang incaran Shawn.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Dari segi cast sudah tidak dapat dipungkiri karismanya John Travolta masih terlihat di film ini, jadinya itu merupakan sebuah nilai plus. Akting bintang-bintang pendukung lainnya juga baik dan menghibur.

Pada akhirnya, bila Gwiple mencari film yang santai namun masih berbobot, bisa menyaksikan Cash Out ekslusif hanya di bioskop XXI.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending