Connect with us

TV & Movies

Sebuah Perjalanan ke Dunia Teman Khayalan bersama Ryan Reynolds lewat Film Animasi Live-Action, IF: Imaginary Friends

Published

on

Sebuah Perjalanan Ke Dunia Teman Khayalan Bersama Ryan Reynolds Lewat Film Animasi Live Action, If: Imaginary Friends

www.gwigwi.com – Paramount Pictures kembali mengajak penonton untuk masuk ke dunia fantasi lewat film terbarunya yang berjudul “IF: Imaginary Friends” atau teman khayalan. Film karya John Krasinski ini mengangkat tema persahabatan, perjuangan, dan petualangan eksplorasi di dunia khayalan. Dengan cara yang unik dan menghangatkan hati, kisah dari Bea (Cailey Fleming) dan teman khayalan-pun dimulai.

Setelah mengetahui bahwa Bea bisa melihat IF atau teman khayalan semua orang, ia memulai petualangan ajaib untuk menghubungkan kembali IF yang mulai terlupakan oleh anak-anak lain. Di momen inilah Bea bertemu dengan Cal (Ryan Reynolds) tetangganya yang juga memiliki kemampuan yang sama untuk melihat teman khayalan. Akhirnya mereka berdua menjalankan misi untuk menjaga dan merawat para IF agar mereka tetap hidup. Keduanya memasuki dunia imajinasi untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai mainan juga teman khayalan saat mereka kecil.

John Krasinski – writer, producer, dan director menyampaikan, “Film ini begitu spesial karena film ini 100% diciptakan untuk anak saya. Yes, i’ve always wanted to make a movie for my kids! Film ini dirancang dengan menghadirkan cerita yang sangat relate dengan kehidupan anak-anak. Selain menggali kembali memori masa kecil, saya mencoba menggabungkan elemen fantasi visual lewat cerita family-friendly adventure dalam film ini yang memanjakan mata dan menyentuh hati. Bagi saya, teman-teman khayalan menjadi saluran untuk kita bisa bercerita dan merupakan time-capsule dari harapan, ambisi, dan mimpi”, ujar John.

Film ini meng-highlight karakter Blue, a giant purple creature desain karakter yang menawan mencerminkan penceritaan imajinatif Krasinski. Blue adalah pemimpin IF yang membantu menyelamatkan semua teman khayalan lainnya dan ia ikut dalam perjalanan Bea dan Cal. IF dibintangi oleh Ryan Reynolds, John Krasinski, Cailey Fleming, Fiona Shaw, dan pengisi suara Phoebe Waller-Bridge, Louis Gossett Jr., dan Steve Carell serta banyak lagi lainnya sebagai karakter unik luar biasa yang mencerminkan kekuatan imajinasi anak-anak yang luar biasa. IF, petualangan layar lebar yang ajaib untuk seluruh keluarga yang akan membawa kita tenggelam dalam keajaiban dan penuh humor, IF membuka pintu ke dunia dongeng yang penuh dengan teman khayalan.

“Konsep teman khayalan itu provokatif dan sangat menarik. IF biasanya dibuat karena kebutuhan. Ini adalah mekanisme penanggulangan adaptif bagi anak-anak yang menyadari bahwa mereka tidak bisa hanya mengandalkan orang tua untuk merasa sejahtera. Mereka harus mencari cara lain untuk mengelolanya. Mereka mencarinya dengan menciptakan teman khayalan mereka sendiri. Film ini membawa pesan mendalam yang dapat dinikmati berbagai kalangan usia. IF menjanjikan kisah yang menyentuh hati tentang harapan dan keyakinan. Saya menikmati dan bangga bisa terlibat dalam projek creative dengan pesan yang bagus seperti IF: Imaginary Friends. Cerita ini mengajarkan untuk hidup dalam momen dan menghargai semua teman dalam hidup”, ujar Ryan Reynolds selaku co-producer dan actor.

IF: Imaginary Friends bukan hanya sekedar karakter khayalan yang lucu dan menggemaskan, tetapi mereka adalah teman yang menemani setiap musim perjalanan untuk membuka pintu imajinasi yang dapat melahirkan suatu petualangan yang penuh keajaiban. Sejak masa kanak-kanak kita terpesona oleh dongeng yang membawa kita ke dunia lain, bukankah luar biasa jika Anda bisa membawa semua keajaiban itu ke dalam kehidupan nyata? Film ini mengajak kita untuk terus percaya pada sesuatu yang lebih besar karena all things are possible.

Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Paramount Pictures Indonesia, menyimpulkan “Dalam IF: Imaginary Friends, kami di Paramount Pictures merasa sangat beruntung dapat menjadi bagian dari proyek yang menggabungkan imajinasi yang tak terbatas dengan kualitas produksi yang luar biasa. Film ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebuah perjalanan yang mempesona melintasi dunia imajinasi. Dengan alur cerita yang mendalam dan karakter-karakter yang memikat, IF: Imaginary Friends akan membawa penonton pada petualangan yang tak terlupakan. Kami sangat antusias untuk berbagi karya luar biasa ini dengan para penggemar film di seluruh dunia.”

Film IF sangat unik karena banyaknya karakter CG yang diciptakan dan harus ada di dunia nyata film tersebut. Prosesnya dimulai dengan desain karakter, hingga eksekusi pengambilan gambar. Selama masa post-produksinya IF menggabungkan efek visual berisikan stuffed animals, cardboard cut-outs, 3D models, dan juga para aktor yang terlibat untuk menciptakan film animasi live-action.

IF: Imaginary Friends tayang dalam format 2D di seluruh bioskop di Indonesia mulai tanggal 15 Mei 2024. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun resmi Paramount Pictures Indonesia di Instagram, TikTok, X, dan YouTube.

Advertisement

Box Office

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge-Dilan

Published

on

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

www.gwigwi.com – Tahun 1960an, Kathy (Jodie Comer) diminta temannya untuk ke bar. Bar itu ramai dengan klub motor Vandals pimpinan Johnny (Tom Hardy). Di sana lah Kathy bertemu salah satu anggota Vandals yang kelak akan menjadi suaminya, Benny (Austin Butler).

Diadaptasi dari buku dokumentasi kehidupan biker pada rentang tahun 1965-1973 berjudul sama, THE BIKERIDERS memang kilasan kehidupan klub motor Vandals. Awal mulanya, rekrut anggota, konflik internal hubungan dengan gang lain dan turbulensi drama lainnya.

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Maka penonton seolah diminta untuk menjadi pengamat lika-liku kehidupan mereka tanpa terikat plot film yang super dramatik.

Jodie Comer dengan aksen selatannya dan sikap cueknya membuatnya menonjol di antara maskulinnya anggota Vandals. She chews the scenes easily.

Mudah sekali membuat karakter bos seperti Johnny klise tapi Tom Hardy hanya dengan ekspresi minimal dan tatapannya, memberikan kedalaman nan dimensi yang berbobot. Apalagi saat Johnny sadar Vandals menghadapi zaman baru yang tak dikenalnya.

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Bagaimana dengan Austin Butler? Cukup duduk atau jalan dengan tampang cool nya saja sudah bisa bikin penonton klepek. Sutradara Jeff Nichols sepertinya mempunyai misi membuat Austin Butler sekeren mungkin dan si aktor pemeran ELVIS (2023) itu sangat mampu membawakannya.

Akting para pemainnya inilah yang membuat THE BIKERIDERS begitu memikat, di saat plot “cinta segitiga” antara Benny-Kathy-Johnny ini sudah umum ditemui di kisah lain.

Itulah rasanya kekurangan filmnya; bila segalanya dibuat seotentik mungkin dan dramatisasi film kurang kental…kenapa penonton tidak nonton dokumenter tentang biker saja tak perlu filmnya?

THE BIKERIDERS seolah sedikit penggambaran kematian perlahan suatu zaman yang lebih terhormat digantikan masa yang lebih keras dan bagaimana para pelakunya beradaptasi dengan itu; tertinggal, turun dari motor atau terus tancap gas…

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Chief of Station, Aksi Penuh Intrik

Published

on

Review Film Chief Of Station, Aksi Penuh Intrik

www.gwigwi.com – Benjamin Malloy (Aaron Eckhart) yang merupakan suami dari Farrah (Laetitia Eido), sangat terpukul atas kematian yang menimpa istrinya. Karena bertepatan dengan anniversary pernikahan mereka.

Setelah kepergian Farrah, Ben menyadari bahwa penyebab kejadian tersebut bukanlah sekedar kecelakaan saja. Karena, ledakan bom saat itu juga menewaskan 6 agen rahasia negara lainnya.

Ben mencurigai adanya campur tangan para petinggi kekuasaan. Akhirnya, dia memutuskan untuk kembali ke dunia spionase dan bekerja sama dengan musuh untuk mengungkap konspirasi ini.

Review Film Chief Of Station, Aksi Penuh Intrik

Review Film Chief Of Station, Aksi Penuh Intrik

Ben pun memilih penerbangan ke Budapest tempat dimana sang istri tewas. Sebelum sampai disana, dia singgah terlebih dahulu menemui John Branca (Alex Pettyfer) dan meminta bantuannya untuk mengungkap dalang dibalik kejadian tragis tersebut.

Aaron Eckhart di dua film bergenre action sebelumnya berjudul; Rumble Through The Dark dan The Bricklayer. Gue melihat potensi aktor ini dalam film laga dengan instrumen baku hantam yang cukup intens.

Berbanding dengan Rumble Through the Dark, film The Bricklayer lebih meleluasakan Eckhart untuk mengeksplor talentanya sebagai aktor laga, tentu dengan aksi bakk bukk !

Review Film Chief Of Station, Aksi Penuh Intrik

Review Film Chief Of Station, Aksi Penuh Intrik

Dalam film ini, porsinya lebih gila lagi. Film garapan Jesse V. Johnson menuntut banyak kemampuan Eckhart beraksi dengan jurus mematikan yang lebih padat dan sangat keras ketimbang dua film sebelumnya yang gue sebut tadi.

Hanya saja, kemampuan akting Eckhart dengan jurus baku hantamnya, masih perlu dukungan naskah film yang baik juga.

Namun sangat disayangkan, ketika ia berlelah fisik memainkan jagoan yang sulit terkalahkan namun tidak ditopang dengan naskah yang menurut gue lemah.

Pada beberapa elemen aksi heroik Ben mencari dalang pembunuh istrinya dan menyelamatkan putranya, cukup berjalan baik. Ben memang diposisikan sebagai agen dan jagoan tanpa ampun saat menghabisi lawannya.

Sang sutradara menurut gue terlalu lamban memainkan treatment naskahnya. Semestinya cukup pada durasi 90 menit film ini sudah padat dengan tujuannya.

Bahkan jikalau ada kekurangan lainnya, beberapa scene aksi baku tembak yang semestinya dalam sudut pandang logika,

Review Film Chief Of Station, Aksi Penuh Intrik

Review Film Chief Of Station, Aksi Penuh Intrik

Technically, Ben layak terluka. Dari mulai ia menghindari desingan rentetan peluru dengan berlari bahkan di dalam mobil saat diberondong peluru senapan otomatis, pun ia masih saja selamat.

Tapi gue maklumin, karena  Jesse V. Johnson memang bukan ahlinya membuat film aksi yang terhindar dari kesembronoan. Termasuk beberapa frame pertarungan yang seperti tidak mengindahkan koreografinya.

Kemudian, peran yang dimainkan aktris Ukraina Olga Kurylenko sebagai penyelamat pun tidak serta merta didaulat menjadi potensi besar untuk memainkan duet maut antara ia dan Eckhart.

Ia hanya hadir pada jelang akhir babak ketiga, setelah itu ia menghilang bak mesin pembunuh yang sewaktu-waktu muncul jika film ini ingin bersambung bersama Ben.

Secara keseluruhan, buat yang suka sajian drama-aksi-thriller penuh intrik seperti ciri khas Tom Clancy, gue rasa film Chief of Station cocok menjadi penghibur. Seraya mengenang era perang dingin antara Amerika Serikat vs Uni Soviet.

Continue Reading

Box Office

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Published

on

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

www.gwigwi.com – Disney mengalami guncangan kencang belakangan ini. Film-film animasinya gagal baik dari kualitas mau pun penghasilan. Film-film Marvel tak membuahkan hasil semanis dulu setelah cerita besar Thanos beres. Sementara Star Wars mau dari wahana terbarunya yang karam (Star Wars Galactic Starcruiser), seri-serinya memang mengambang tapi tak mampu memuaskan fans nya secara total.

Maka datang INSIDE OUT 2. Sejak keputusan Disney untuk ke depannya berfokus pada sekuel film animasinya yang tergolong sukses, tentu ekspektasi jadi keruh. Takutnya Disney asal bikin, pinjam nama kesuksesan sebelumnya tapi nihil kualitas.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Apakah INSIDE OUT 2 demikian?

Riley (Kensington Tallman) kini sudah remaja. Meski demikian para emosi yang sentient nya; Joy (Amy Pohler), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Tony Hale), Angry (Lewis Black), Disgust (Liza Lapira) tampaknya sudah bisa lebih memegang kendali dan mampu mengontrol badai emosi Riley.

Sampai masa pubertas datang. Turbulensi hebat pada batin Riley ini menampilkan para emosi baru; [Goth], Envy (Ayo Edebiri), Embarassment (Paul Walter Hauser), Anxiety (Maya Ray Thurman-Hawke). Apakah grup baru ini mampu bekerja sama dengan Joy dan kawan-kawan atau melahirkan perubahan yang mengharapkan kontrol dari semuanya?

Masa SMA Riley ini untungnya memiliki banyak konflik emosi yang enak ditambang INSIDE OUT 2 untuk melahirkan plot yang menarik dan mengena secara emosi.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Benturan antara emosi ini sarat makna dan juga tawa walau penyampaiannya barangkali terlalu cepat untuk anak-anak dan sepertinya lebih mengena untuk remaja yang bisa jadi sangat relate dengan konflik kehidupan Riley.

Untuk orang dewasa, INSIDE OUT 2 memiliki kompleksitas dan kedalaman makna pada banyak adegannya yang enak untuk dibedah dan ditelaah maksudnya.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Anxiety berencana segala macam untuk menghadapi segala situasu tapi tindakannya berakar pada rasa takut yang berlebihan dan diam-diam selalu berharap untuk yang terburuk. Di sinilah peran Joy untuk berkata pada semua emosinya, kalau segala macam emosi itu tak apa dan ikhlas dengan konsekuensi dari usaha, itu lebih baik dari ketakutan. Pada akhirnya emosi seperti apa pun itu baik asal dalam kadar yang sehat.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Pesannya ini baik tapi sepertinya kurang lebih sama dengan film pertamanya, INSIDE OUT (2015), meskipun memiliki beragam hal baru. Jadi ingin melihat Riley di jenjang umur lain dan bagaimana emosinya akan bermain lebih kompleks.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

INSIDE OUT 2 terlihat peduli dengan seluk beluk konflik batin anak-anak dan ingin kita juga merasa begitu. Semoga Disney juga peduli pada anak-anak Palestina….

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending