Connect with us

Box Office

Review Film First Man, manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan

Published

on

GwiGwi.com – Di masa perang dingin pada era 1960an Amerika dan Uni Soviet berlomba lomba menjadi Yang terbaik di segala bidang. Termasuk di bidang antariksa.

Untuk itu, NASA badan antariksa milik Amerika melakukan riset dengan segala kalkulasinya akan membuat sebuah proyek ambisius yaitu membuat manusia melakukan perjalanan ke bulan.

Neil Armstrong, seorang teknisi aeronautika terpilih oleh NASA untuk melakukan misi Ini sebuah misi yang cukup berat dan ia pun harus mengorbankan semuanya demi negara dan umat manusia.

Film ini disutradarai oleh Damien Chazelle sutradara kaliber Oscars yang sukses lewat Whiplash dan La La Land, Untuk proyek ini ia menghadapi sesuatu Yang melampaui batas dirinya. Yaitu menggarap sebuah Film biopic dan kali Ini gak Ada hubungan nya sama musik.

Dengan menggebet kembali Ryan Gosling menurut gue merupakan sosok aktor yang pas Buat film orang yang pertama kali pergi ke bulan.

Film ini juga dibintangi oleh Claire Foy, Kyle Chandler, Corey Stoll dan Jason Clarke.

Film yang mengadaptasi dari buku biografi First Man : The life of Neil Armstrong karangan James R. Hansen Ini juga menceritakan bagaimana proses NASA mengembangkan proyek Ini Yang bukan saja demi bangsa dan negara namun juga merupakan hal fantastis untuk sejarah umat manusia.

Baca Juga:  Film layar lebar Alita: Battle Angel kembali diundur ke bulan Februari 2019

Selain dari sisi NASA kita juga melihat dari sisi seorang Neil Armstrong yang tadinya hanya seorang ahli aeronautika dimana ia memiliki kehidupan keluarga Yang cukup miris dan secara sukarela untuk melakukan proyek “bunuh diri” Karena para rekan nya yang telah tewas dalam proyek Ini maupun gagal karena telah mengecewakan negara dan umat manusia.

Film ini juga mengajarkan kita, bahwa untuk melakukan hal Yang kita yakini diperlukan kerja keras dan harus menghadapi pro dan kontra dari orang di sekitar kita namun selama kita fokus dan Optimis serta belajar dari pengalaman orang lain maka akan menghasilkan sesuatu Yang manis.

Pace di film ini juga membuat sisi dramatis dari seorang Neil Armstrong serta momen-momen penting Yang dilakukan NASA demi merealisasikan proyek Ini. Alur yang agak mendayu-Dayu agar penonton juga merasakan emosi dari Film Ini.

FYI. Film Ini masih memakai footage rekaman radio komunikasi asli di Apollo 11 dengan NASA pada saat momen-momen penting peristiwa Ini.

Secara keseluruhan, sepertinya Film Ini berpotensi masuk nominasi di ajang academy awards tahun depan bahkan mungkin saja memenangkan nominasi. Karena sepertinya Damian Chazelle beserta semua Yang terlibat dalam film Ini mengincar piala Oscars.

Box Office

Review Film – Goosebumps 2: Haunted Halloween – Pesta Halloween bersama para mahluknya.

Published

on

GwiGwi.com – Sesuai dengan judulnya, film ini bercerita tentang Halloween di sebuah kota bernama Wardenclyffe di daerah New York, Amerika. Cerita dimulai ketika Sonny (Jeremy Ray Taylor) dan teman sekolahnya Sam (Caleel Harris) yang membuka bisnis pengumpul barang bekas mendapat pesanan untuk membuang barang-barang bekas pada suatu rumah tua.

Di rumah tua itu Sam dan Sonny menemukan berbagai macam barang-barang tua termasuk buku tua dan boneka ventriloquisme yang imut namun sedikit menyeramkan. Namun ternyata penemuan mereka membuat mahluk-mahluk Halloween di kota mereka menjadi benar-benar hidup dan menteror semua penduduk.

(l to r) Caleel Harris, Madison Iseman, Slappy and Jeremy Ray Taylor in Columbia Pictures’ GOOSEBUMPS 2: HAUNTED HALLOWEEN.

Dengan disutradai oleh Ari Sandel, karya-karya R. L. Stine menjadi dasar cerita film ini namun tidak secara spesifik mengambil cerita salah satu karyanya. Film ini juga dibintangi oleh Madison Iseman yang berperan sebagai Sarah kakak wanita dari Sonny. Ken Jeong sebagai Mr. Chu, tetangga Sonny yang senang sekali dengan perayaan Halloween.

Film Goosebumps2: Haunted Halloween memilki durasi tayang 1 jam 40 menit dengan rating untuk 13 tahun ke atas tayang di bioskop XXI dan lainya di Indonesia mulai 12 Oktober 2018.

Baca Juga:  Review Film Live-Action Bleach, adaptasi yang sukses dari animenya

Pace di film ini cukup baik dengan tidak cepat dan tidak lambat. Cerita dimulai dari pengenalan tokoh, persiapan kemunculan masalah, munculnya masalah sampai akhir dari cerita atau selesainya masalah. Akhir cerita pun ditutup dengan tetap memunculkan suasana Halloween kembali.

Madison Iseman, Jeremy Ray Taylor and Caleel Harris star in Columbia Pictures’ GOOSEBUMPS 2: HAUNTED HALLOWEEN.

Cerita pada film ini tidak terlalu rumit dan mudah diikuti. Desain mahluk-mahluk Goosebumps pada film ini disajikan dengan desain yang sedikit menyeramkan, warna-warni dengan dukungan kompurer grafis yang indah. Ada banyak humor dan referensi pop culture masa kini yang menambahkan nilai menyenangkan dan warna-warni pada film ini.

Karena berdasar pada sebuah karya serial buku terkenal, film ini juga mempunyai pelajaran tentang bagaimana caranya menjadi penulis sebuah buku yang baik.

Dengan dua tokoh utama adalah murid sekolah menengah bersama kakaknya Sarah murid sekolah menengah umum yang tengah mengikuti ujian masuk universitas dan bertema Halloween, film ini cocok untuk ditonton bersama keluarga untuk penonton remaja dan remaji 13 tahun ke atas. Cocok juga untuk ditonton bersama pacar jika anda memilikinya, namun akan tetap menyenangkan bila ditonton sendiri di bioskop.

Madison Iseman, Jeremy Ray Taylor and Caleel Harris star in Columbia Pictures’ GOOSEBUMPS 2: HAUNTED HALLOWEEN.

Continue Reading

Box Office

Review Film Venom, aksi si antihero musuh bebuyutan Spider-Man

Published

on

GwiGwi.com – Eddie Brock (Tom Hardy) si wartawan yang suka membuat sensasi ingin mencari tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh life foundation? Setelah terjadi insiden yang mengorbankan tim astronot Yang sedang melakukan riset untuk mencari sumber daya alam dari Planet selain Bumi.

Ternyata mereka menemukan symbiote yaitu sebuah entitas berasal dari Luar angkasa yang menjadi aset penting bagi life foundation untuk menciptakan sesuatu.

Ternyata symbiote Ini adalah sel yang bisa memilih inang/host-nya dan bekerjasama untuk menjadi kuat dan life foundation melakukan eksperimen Ini dengan manusia sebagai bahan percobaan namun hasilnya nihil.

Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi Eddie pun melakukan wawancara dengan pimpinan yayasan yaitu Carlton Drake namun berakhir dengan tidak enak.

Dengan rasa ‘kepo berat’-nya Eddie ia pun menyusup ke laboratorium milik life foundation dan menemukan symbiote yang agresif dan memilih Eddie Brock sebagai host-nya.

Lantas, Eddie pun dicari-cari oleh Carlton drake untuk mengembalikan symbiote yang merupakan aset penting dan mencegah Eddie Brock mengungkap semuanya ke media tentang kebusukan life foundation.

Langsung ke filmnya, Venom merupakan proyek ambisius milik Sony Pictures yang bekerjasama dengan Marvel Comics merupakan film untuk membayar kesalahan yang mereka Buat saat menggambarkan Venom difilm Spider-Man 3 (2007).

Memang sudah lama direncanakan namun baru terealisasi Di tahun 2018 ini.

Baca Juga:  Kupas Trailer Perdana Captain Marvel, ada si Meong lho

Dengan pilihan Tom Hardy yang memerankan Eddie Brock merupakan pilihan yang pas untuk menghidupkan kembali Venom di layar lebar.

Riz Ahmed pun yang memerankan Carlton Drake seorang CEO dari perusahaan yang terlihat “baik” tampil dengan cukup meyakinkan sebagai sosok antagonis yang ngeselin.

Namun film Ini sepertinya tampil dengan ragu-ragu Karena di film Ini sama sekali tidak memunculkan rival abadi venom yaitu Spider-Man.

Film Ini mau terkesan dibilang Film yang Bisa berdiri sendiri Karena spidey telah masuk marvel cinematic universe bersama para anggota Avengers dan tanpa dia venom Bisa punya cerita sendiri.

Padahal Kalo dilihat dari komiknya awal mula munculnya Venom itu adalah dari Spider-Man dan di film spider-Man 3 lah itu merupakan origin dari karakter Venom.

Lalu Venom membuat perjanjian damai dengan spidey dengan judul komik Venom: Lethal Protector ia pindah ke kota lain Lalu menghadapi life foundation.

Jangan langsung buru-buru beranjak keluar dari bioskop karena ada dua post-credits scene yang memberikan petunjuk untuk kisah Venom selanjutnya.

Secara keseluruhan, Nikmati aja Film Ini jangan berekspektasi apapun dan jangan Kaitkan dengan Marvel cinematic universe Karena Venom has it own story.

Satu lagi gue berharap, semoga Sony Pictures tergerak hatinya untuk melakukan crossover venom dengan Spider-Man versi Tom Holland di Marvel Cinematic Universe…. Aminnn

Continue Reading

Box Office

Film layar lebar Alita: Battle Angel kembali diundur ke bulan Februari 2019

Published

on

By

GwiGwi.com – 20th Century Fox kembali mengundur perilisan film Alita: Battle Angle, yang merupakan adaptasi dari manga Battle Angel Alita (GUNNM) karya Yukito Kishiro.

Rencana sebelumnya film ini akan rilis pada tanggal 21 Desember 2018, namun kini telah diumumkan kembali bahwa film ini akan dirilis 14 Februari 2019.

Manga Battle Angel Alita atau Alita: Battle Angel adalahkarya dari Yukito Kishiro yang sudah lama direncanakan untuk difilmkan oleh James Cameron. Tapi sejak proyek sekuel dari Avatar menyita perhatian sang sineas, proyek ini agak terbengkalai. Bagi menghindari masalah persiapan buatan dari adaptasi manga ini, maka Cameron menunjuk Robert Rodrigez untuk menangani proyek ini, sementara Cameron dan rekannya Jon Landau bakal menjabat sebagai produser. Proyek adaptasi manga ini bakal didukung oleh peruresmiaan kepunyaan Cameron, Lightstorm Entertaiment bareng dengan 20th Century Fox.

Baca Juga:  Review Film Venom, aksi si antihero musuh bebuyutan Spider-Man

Film ini diperankan oleh Rosa Salazar, Eiza González, Jennifer Connelly, Michelle Rodriguez, Christoph Waltz, Jackie Earle Haley, Mahershala Ali, Ed Skrein, and Casper Van Dien.

Continue Reading
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement South East Asia Cyber Arena 2018
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending