Review Film Anime, “FIREWORKS Should We See It from the Side or the Bottom?” kisah romantis sepasang anak SMP yang mengubah takdir mereka

GwiGwi.com – Pada musim panas tahun lalu, Your Name, film animasi karya Makoto Shinkai tentang pasangan anak SMA yang bertukar jiwa memulai menjejakkan kakinya di buku rekor box office. Tak mengherankan kalau musim panas kali ini ada lagi film animasi bertema cinta remaja, tapi “Fireworks, Should We See It from the Side or the Bottom?” (打ち上げ花火、下から見るか?横から見るか?) menonjol karena nama-nama yang mengisi film ini, salah satunya adalah produser Genki Kawamura.

Diadaptasi dari serial TV tahun 1993 karya Shunji Iwai, Fireworks mirip dengan Your Name dalam pengambilan sisi imaginatif dari tema yang mirip yakni pasangan kekasih yang ditakdirkan bertemu.

Sebagai ganti dari banyaknya gambaran tentang alam dan narasi yang luas ala Shinkai, sutradara Akiyuki Shinbo dan animator dari studio Shaft fokus dengan intens dan obsesif pada pasangan remaja yang menjadi karakter utama, terutama pada mata yang besar dari sang heroine Nazuna. Dan dengan dunia fantasi 3D CGI yang penuh dengan gambaran sureralis penuh warna seakan mengingatkan pada karya Salvador Dali, film ini sangat berbeda dengan film karya Shinkai atau sang senior yang terkenal, Hayao Miyazaki.

Dapatkah Shinbo menyamai sihir box office Shinkai dan Miyazaki? Kalaupun tak bisa, itu bukan karena kurangnya usaha. Sutradara Hitoshi One (Moteki) telah menulis naskah yang mengikuti garis besar cerita Iwai dan disaat bersamaan mengubahnya dan mengembangkannya menjadi lebih padat di segi struktur dan lebih mengena secara emosional. Kawamura juga memasukkan aktor Suzu Hirose dan Suda Masaki (dua orang yang benar-benar bisa berakting) sebagai pemeran utama.

Film ini dimulai dengan dua orang anak SMP yang berteman baik, Norimichi (Suda) yang pemalu tapi penuh semangat dan Yusuke (Mamoru Miyano) yang cerewet. Mereka sama-sama menyukai temen sekelas mereka, Nazuna (Hirose) yang sukar dipahami. Nazuna yang kecewa dengan keputusan ibunya untuk menikah lagi dan meninggalkan kota pinggiran, berencana untuk kabur dan diam-diam memilih Norimichi untuk menemaninya.

Baca Juga:  Momoiro Clover Z bawakan Lagu Tema Film “Crayon Shin-chan”

Sementara itu Norimichi, Yusuke dan teman-teman mereka berdebat tentang sebuah pertanyaan aneh : Apakah kembang api terlihat bulat atau datar saat dilihat dari samping.

Sebelum mereka menemukan jawabannya pada pertunjukkan kembang api lokal, Nazuna mengajak Norimichi yang kebingungan untuk ikut kabur bersamanya. Ibu dan ayah tiri Nazuna menemukan mereka di stasiun kereta, tapi bola berwana dan bercahaya yang ditemukan Nazuna di pinggir laut memberikan kesempatan untuk lari ke dunia lain di timeline yang berbeda, memungkinkan sebuah akhir baru dari kisah mereka.

Meski dengan judul yang terkesan romantis, Fireworks banyak menampilkan lawakan receh dan juga pemandangan rok pendek Nazuna yang berkibar dan sedikit melenceng dari kisah cinta yang tulus dan romantis dari film ini.

Tapi film ini juga “setia” pada karya asli Iwai, yang sangat realistis meski termasuk dalam genre yang penuh stereotip. Norimichi tidak digambarkan sebagai laki-laki tampan yang tinggi, dia bahkan lebih pendek dari Nazuna, nasib dari anak laki-laki kelas 7.

Yang lebih penting, film ini bisa menangkap keluwesan dari dua karakter utama, yang berpindah-pindah dari masa kanak-kanak dan dewasa dalam waktu singkat, dengan ragu-ragu dan menggugah, menuju perubahan dan perkembangan. Dari ekspresi yang sekejap ditangkap dalam pengambilan gambar dari jarak super dekat ke penempatan karakter dalam lingkungan foto realistis 3D, mungkin akan membuat penikmat anime tradisional 2D tidak begitu suka dengan gaya demikian.

Tapi pendekatan ini boleh dibilang berani, bahkan beresiko. Ketika mata sang heroine memenuhi setengah layar, penonton akan menangkap ekspersinya atau malah kehilangan penonton.

Namun film ini layak ditonton, suatu karya menarik yang mengisi kehausan penggemar akan karya-karya film anime original. Fireworks akan tayang mulai tanggal 1 November di bioskop CGV Indonesia yang dibawa oleh Moxienotion bersama Encore Films.

Video Trailer

  • 2136 Posts
  • 0 Comments
Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)