Connect with us

Berita Anime & Manga

Review : Denki-gai No Hon’ya-san Episode 2

Published

on

[alert-announce]!!SPOILER!! HANYA UNTUK YANG SUDAH MENONTON !!SPOILER!![/alert-announce]

Maaf Anda Melihat Iklan

Pada Epsisode yang kedua kali ini terfokus pada cerita peperangan antar toko buku. Tetapi sebelum peperangan tersebut dimulai banyak hal yang terjadi. Toko buku sang director kedatangan volume Light Novel terbaru yang sangat di cari-cari para Otaku. Setalah stock habis semua pegawai Umanohone terlihat kelelahan tak terkecuali Director yang tidak terlihat lelah karena dia menyimpan tenaganya untuk membereskan toko sendirian. Setelah itu yang lain memutuskan untuk mengadakan pesta di sebuah restoran fast food disana terlihat Fu Girl yang sudah lelah dan tertidur.

Sommelier memutuskan untuk membawa Fu Girl ke Uma untuk mengistirahatkan Fu Girl. Tak disangka dibalik tubuh besar Sommelier terdapat hati yang baik terhadap Fu Girl.

 

Pada pagi harinya ketika yang lain masih tertidur Fu Girl susah terbangun lebih dahulu dengan keadaan tubuhnya di atas Umio dan mengagetkan Umio. Di situ Fu Girl mengatakan kepada Umio bahwa dia sangat cocok menjadi latihan zombie Fi Girl karena Fu Girl sangat suka terhadap zombie sehingga Umio di make up menyerupai zombie.

Saat kompetisi antar toko buku dengan hadiah bagi pemenangnya yaitu 10.000 yen dan hadiah tambahan yaitu persedian selama setahun sebuah minuman kaleng. Saat babak awal berlangsung Sommelier menjadi peserta pertama dalam lomba “Pantsu Eating Race” dan hasilnya Sommelier menang sebagi juara satu.

Pada Babak keduanya Hiotan menjadi peserta dalam lomba “Golden Ball Roll” yang hanya boleh di ikuti oleh peserta perempuan. Hiotan terlihat sangat malu dalam kompetisi kedua dan hasilnya pun dia kalah dalam lomba tersebut.

Baca Juga:  Tim 'Edens Zero' Ucapkan Terima Kasih Kepada Penggemar dan Konfirmasi Kelanjutan Animenya

Pada Babak ketiga yaitu lomba “Wife carrying Race” pada lomba ini Umio sebagai pemainnya dimana ia memilih PVC Onomi-chan. Dalam pertandingannya ia di goda oleh peserta lain dengan menunjukan Waifu mereka yang lebih bagus dan terbukti Umio tergoda dan menjatuhkan Onomi-channya dan rusak sehingga ia kalah dengan didiskualifikasi.

Pada babak ke-empat yaitu lomba “Tuna War” tarik tambang dengan tuna, Umio dan Hiotan tidak bisa ikut bermain karena mereka sedang meratapi nasib dan terpuruk karena kalah sehingga Kameko pun ikut serta dalam lomba ini. Disaat lomba dimulai team lawan menggoda Kameko dengan menwarkan sebuah lensa kamera yang sangat dia suka dengan harga yang murah, Kameko tidak mau ketinggalan dan akhirnya Kameko tergoda dan team mereka kalah.

Di babak terakhir  yaitu lomba “Refreshing Water Fight” mereka bekerja sebagai team yang terdiri dari 3 orang. Di babak terkahir adalah babak yang paling dramatis karena mereka harus berperang dengan senjata air dan melawan team lain untuk bertahan hidup. Team Hiotan kalah karena di kepung oleh team lawan dan tidak bisa melanjutkan peperangan.

Team Fu Girl dengan Sommelier masih bertahan karena kombinasi dari mereka berdua yang sangat hebat dan bisa mengalahkan team lawan dengan cepat. Dan disaat Fu Girl menjadi target team lawan Sommelier melindungi Fu Girl dengan tubuhnya.

Team Fu Girl diselamtakan oleh Sensei dan tanpa diduga Sensei yang sebagai Solo menjatuhkan Team Fu Girl juga dan memenagkan lomba seorang diri. Dan kompetisi itu menjadi akhiran dari Episode Kedua kali ini.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Anime & Manga

Manga ‘Galaxy Express 999’ Dapatkan Musikal Panggung Baru Pada April Depan

Published

on

GwiGwi.com – Waralaba manga dan anime Galaxy Express 999 dari Leiji Matsumoto menginspirasi pertunjukan musikal yang akan diputar di Aula Nippon Seinen-kan di Tokyo pada April 2022. Akinori Nakagawa (kiri pada gambar di bawah) mengulangi perannya sebagai Tetsurō Hoshino dari tahap manga sebelumnya memainkan adaptasi pada tahun 2018 dan 2019, sementara Sayaka Kanda (kanan) memerankan Maetel.

Yūna Koyama mengarahkan musikal dari naskah oleh Ako Takahashi. Mickie Yoshino, vokalis dan komposer untuk band Godiego, adalah sutradara musik produksi panggung, dan dia juga menyediakan aransemen baru dari lagu tema anime klasik “Ginga Tetsudō 999.” Musikal panggung akan menggabungkan beberapa konten cerita baru untuk membuat cerita yang “lengkap”.

Maaf Anda Melihat Iklan

Kisah anime dan manga mengikuti seorang anak yatim piatu bernama Tetsur saat ia bepergian dengan seorang wanita misterius bernama Maetel melalui galaksi di kereta ruang angkasa, dengan harapan mendapatkan tubuh cybernetic. Kereta berhenti di banyak planet di sepanjang jalan, sering kali mengarah ke petualangan untuk keduanya.

Baca Juga:  Tim 'Edens Zero' Ucapkan Terima Kasih Kepada Penggemar dan Konfirmasi Kelanjutan Animenya

Franchise ini memiliki drama panggung Ginga Tetsudo 999 Galaxy Opera yang ditayangkan pada Juli 2018, dan drama sekuel Ginga Tetsudo 999 Sayonara Maetel ~ Boku no Eien yang berlangsung pada April-Mei 2019.

Manga 18 volume asli berjalan dari 1977-1981 dan serial anime televisi 113 episode ditayangkan dari 1978-1981. Sebuah film anime menceritakan kembali alternatif perdana pada tahun 1979. Franchise kemudian melahirkan beberapa film lainnya, spesial, dan proyek video anime (OVA) asli.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Berita Anime & Manga

Film CG Studio Ghibli ‘Earwig and the Witch’ Akan Tersedia di Netflix Indonesia pada 18 November

Published

on

GwiGwi.com – Netflix mengumumkan pada hari Rabu bahwa mereka akan menambahkan Earwig and the Witch, anime Goro Miyazaki dari novel Diana Wynne Jones dengan nama yang sama dan fitur CG pertama Studio Ghibli, untuk pengguna di luar Amerika Serikat dan Jepang pada 18 November termasuk Indonesia. (Katalog Studio Ghibli Netflix secara keseluruhan tidak tersedia di Amerika Serikat dan Jepang.)

Netflix juga melaporkan bahwa 55 juta rumah tangga telah menayangkan film Ghibli di layanannya sejak tahun lalu.

Maaf Anda Melihat Iklan

Adaptasi anime Goro Miyazaki dari novel Diana Wynne Jones dengan judul yang sama ditayangkan perdana di televisi Jepang melalui NHK General pada 30 Desember tahun lalu. Ayahnya dan salah satu pendiri studio Hayao Miyazaki dikreditkan untuk perencanaan dan pengembangan film. Salah satu pendiri Studio Ghibli, Toshio Suzuki, memproduseri film tersebut. Distributor Prancis Wild Bunch International melayani sebagai agen penjualan internasional fitur tersebut.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Berita Anime & Manga

Game Smartphone ‘Disney Twisted-Wonderland’ Mendapat Proyek Anime

Published

on

GwiGwi.com – Akun Twitter resmi Jepang untuk layanan berlangganan Disney Plus mengumumkan pada hari Kamis bahwa game smartphone Disney Twisted-Wonderland menginspirasi proyek adaptasi anime. Pengumuman itu tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Maaf Anda Melihat Iklan

Game ini diluncurkan di Jepang pada Maret 2020. Iklan TV pertama berfokus pada Asrama Heartslabyul, yang terinspirasi oleh dunia Alice in Wonderland, dan iklan kedua menampilkan Asrama Savanaclaw yang terinspirasi oleh The Lion King.

Pencipta manga Black Butler Yana Toboso menangani konsep utama, skenario, dan desain karakter game. TROYCA menganimasikan film pembuka game, dan Night Ravels membawakan lagu tema pembuka “Piece of my world.”

Game ini berpusat di sekitar karakter yang terinspirasi oleh penjahat dari film Disney, dan digambarkan sebagai “permainan petualangan akademi penjahat” yang memiliki elemen permainan ritme dan pertempuran.

Baca Juga:  Review Game Lawn Mowing Simulator

Cerita permainan dimulai ketika karakter utama dipanggil ke dunia lain oleh cermin ajaib. Di sana, karakter utama tiba di sekolah pelatihan sihir bergengsi “Night Ravens College.” Tanpa tujuan, karakter utama ditawari perlindungan oleh kepala sekolah bertopeng, dan mengenal siswa sekolah yang tidak kooperatif tetapi jenius ketika mencoba menemukan cara untuk kembali ke rumah.

Night Ravens College memiliki tujuh asrama. Karakter untuk setiap asrama terinspirasi oleh karya Disney yang berbeda, termasuk Alice in Wonderland, The Little Mermaid, Aladdin, Snow White, Hercules, The Lion King, dan Sleeping Beauty.

Sumire Kowono dan Wakana Hazuki meluncurkan manga berdasarkan game berjudul Disney Twisted-Wonderland The Comic: Episode of Heartslabyul di majalah Monthly G Fantasy Square Enix pada 18 Maret.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x