Connect with us

News

POCO F2 Pro Dirilis, Harga, Spesifikasi dan Dimana Belinya!

Published

on

GwiGwi.com – Setelah 2 tahun menghilang tanpa kabar di Indonesia,  Indonesia yang dulu disebut POCOPHONE akhirnya meluncurkan flagship terbarunya  ke Indonesia bersamaan dengan Redmi 9. Walau memang ini bukan menjadi kejutan yang cukup baru karena sudah banyak teaser akan kehadirannya, namun kedatangan membuat persaingan pasar di ranah flagship semakin sengit. Seperti apakah spesifikasi dan harganya? Dan dimanakan nantinya bisa dibeli? Berikut adalah informasi lengkapnya.

Flagship POCO ke-2, Smartphone POCO ke-3 Global

POCO pertama kali dikenal dari POCO F1 atau POCOPHONE F1, yang berhasil memanaskan pasar flagship killer yang sayangnya hingga saat ini belum sepenuhnya diambil alih oleh kompetitor lain. Walau sudah 2 tahun berselang, POCO F1 tetap menjadi buah bibir di kalangan penggiat smartphone karena harganya yang sudah semakin murah, tetapi menggunakan Prosesor Flagship yaitu Qualcomm Snapdragon 845. Walau demikian, POCO F2 Pro bukanlah smartphone kedua dari POCO. Yang kedua adalah POCO X2 yang merupakan rebranding dari Xiaomi Redmi K30. Sayangnya POCO X2 Pro tidak dibawa ke Indonesia, maupun si Redmi K30.

POCO F2 Pro Merupakan Rebranding dari Redmi K30 Pro

Serupa dengan pendahulunya yaitu POCO X2, POCO F2 Pro merupakan hasil rebranding dari Redmi K30 Pro yang merupakan seri flagship Redmi di China. Ini memang disayangkan karena tidak seperti POCO F1, POCO terkesan mulai aga malas dan hanya melakukan rebranding terus menerus dari produk Redmi yang sudah ada. Ini juga terlihat dari POCO M2 Pro yang merupakan rebranding dari Redmi Note 9 Pro. Walau demikian, memang ini merupakan strategi yang bagus mengingat POCO memang masih sub-brand dari Xiaomi, dan memang sah-sah saja melakukan hal tersebut, untuk mempermudah dan mempercepat sebagian besar proses development.

Berikut adalah spesifikasi lengkap POCO F2 Pro

Qualcomm® Snapdragon™ 865 flagship platform

Qualcomm® Kryo™ 585, 7 nm Process Technology
CPU frequency: Octa-core processor, up to 2.84 GHz
Qualcomm's trifecta design: 1 x 2.84GHz super large core + 3 x 2.42GHz large core + 4 x 1.80GHz small core
GPU: Adreno 650 GPU, up to 587MHz
AIE: 5th generation AIE processor

8GB + 256GB

LPDDR5 + UFS 3.1

6GB + 128GB

LPDDR4X + UFS 3.1

6.67” AMOLED Full Screen Display

Corning® Gorilla® Glass 5 front and back
Resolution: 2400×1080 FHD+
Aspect ratio: 20:9 | 92.7% screen-to-body ratio
Contrast ratio: 5,000,000:1(typ) | Color range: NTSC 98%(typ)
60Hz refresh rate, 180Hz sample rate
TÜV Rheinland Full Care Display Certification
Support HDR10+ and Netflix HD streaming

64MP quad rear camera

64MP main wide sensor
Sony IMX686, 1.6μm 4-in-1 Super Pixel, 1/1.7“ sensor size, ƒ/1.89 aperture
13MP ultra wide-angle sensor – 123° FoV, ƒ/2.4 aperture
5MP macro sensor – 1.12μm pixel size, ƒ/2.2 aperture, AF (3cm-10cm)
2MP depth sensor – 1.75μm pixel size, ƒ/2.4 aperture
Rear camera photography features
64MP HD | AI camera | Pro mode | Night mode 2.0 | Document mode | Portrait mode background blurring | Panorama mode | Pro mode | Photo timer | Leveling | Burst mode | Face recognition | HDR | AI Beautify | AI smart slimming | Ultra wide-angle edge distortion correction | Group photo face correction | Custom watermark | Portrait mode background blur adjustment | AI light trails | AI Studio lighting | AI high resolution photos
Rear camera video features
AI 8K video | 4K recording | Video bokeh | Shootsteady video | Vlog mode | Video filters | Cinematic mode | Movie frame | Macro slow-motion video | 960 fps slow motion video | Rear Short video smart slimming | Rear video beautify

20MP pop-up front camera

4700mAh(typ) / 4600mAh(min)*

Supports 30W fast charge
Built-in rechargeable battery
USB Type-C reversible connector port
Supports QC4.0+/ PD 3.0 quick charging protocol
33W charger included in-box , PD charging protocol

Harga yang Fantastis untuk Flagship di Indonesia

Baca Juga:  Simak Isi Kotak realme narzo 20 Pro dan Detail Promo Diskon 50% Pada 11.11 Salebration

POCO F2 Pro tetap mempertahankan kualitas utama yang dijualnya sejak awal, yaitu harganya yang sangat menarik, untuk kelasan spesifikasinya. Di Indonesia, POCO F2 Pro memiliki 2 konfigurasi yaitu RAM 6GB dengan Memori Penyimpanan Internal 128GB, dan juga RAM 8GB dengan Memori Penyimpanan Internal 256GB. Harga keduanya bisa dibilang adalah harga smartphone flagship terbaik di pasar Indonesia, tanpa ada yang bisa menyentuh harga yang sama dekatnya termasuk saudara sekandangnya, Black Shark 3 Series, dan Mi 10 Series. Berikut adalah harganya:

  • Memory 6GB/128GB (LPDDR4X): Rp. 6.999.000,-
  • Memory 8GB/256GB (LPDDR5): Rp. 7.999.000,-

Keduanya dapat mulai dibeli di Official Mi Store, Mi.com, dan juga JD.id mulai tanggal 16 Juli 2020 nanti. Ini bukan harga perkenalan, jadi seharusnya sudah menandakan harga yang resmi kalian bisa dapatkan tanpa promosi apapun.

Hal yang perlu diketahui, soal RAM-nya

Untuk saat ini memang belum diinfokan lebih detail apakah ada perbedaan di spesifikasi RAM-nya. Namun, jika mengikuti spesifikasi global yang sudah pernah ada sebelumnya, kemungkinan besar kejadian yang dialami oleh Black Shark 3 dapat terjadi lagi di POCO F2 Pro yaitu RAM 6GBnya akan memanfaatkan teknologi LPDDR4X, bukan LPDDR5 sesuai yang diiklankan. Ini masuk akal karena kecepatan minimal LPDDR5 sepertinya saat ini hanya bisa dicapai oleh RAM spesifikasi yang lebih tinggi saja. Namun demikian, bisa saja spesifikasi itu berubah untuk menyesuaikan kondisi pasar.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Entertainment

Sayaka Otoshiro Ungkap Alasan Terjun Ke Industri AV

Published

on

By

GwiGwi.com –  Sayaka Otoshiro adalah nama terbaru yang memasuki industri 18+ Jepang. Gadis muda kelahiran tahun 2001 ini merupakan aktris yang dimiliki oleh S1, studio paling terkenal di bidang film dewasa Jepang saat ini.

Sejak awal, Sayaka Otoshiro membuat kesan yang sangat kuat dengan wajah cantik dan lembut seperti bidadari, tetapi dengan tubuh yang panas dan tinggi yang mengesankan – 169cm.

Diketahui bahwa Sayaka adalah penggemar Asuka Kiara, Moe Amatsuka dan Mana Sakura dan saat ini dianggap sebagai “pewaris” dari Moe Amatsuka, yang memiliki julukan “malaikat” dan merupakan salah satu gadis paling populer di studio ini selama masa lalu 5 tahun.

Dalam wawancara baru-baru ini, gadis muda kelahiran 2001 itu berbagi pemikirannya tentang industri film dewasa. Dia adalah penggemar berat Moe, sampai bertemu dengan idolanya di industri yang sama. Tujuan Sayaka Otoshiro adalah menjadi terkenal dan sesukses seniornya.

Baca Juga:  Ponsel Mid-Range OnePlus Nord N10 5G dan N100 Resmi Diluncurkan

Berbicara tentang dirinya sendiri, pria berusia 19 tahun ini sudah mengenal dunia film dewasa sejak kecil, namun tidak terlalu penasaran. Namun, hingga SMA, dia menjadi lebih tertarik pada bidang tersebut dan membuat keputusan yang cukup sembrono. Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-18, dia segera berlari ke toko film untuk membeli produk 18+ pertama dalam hidupnya. Pada usia 19 tahun, dia pertama kali berhubungan dengan seorang rekannya hanya karena dia terlalu penasaran. Namun, Sayaka tidak memiliki terlalu banyak kenangan tentang “hubungan pertamanya” ini.

Saat ini, Sayaka Otoshiro tidak lagi peduli dengan cinta. Dia ingin lebih fokus pada pekerjaannya dan berharap dia bisa menjadi terkenal dan lebih populer, seperti idolanya di industri 18+.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Entertainment

Aktris AV Marina Shiraishi Bahas Industri Film 18+ di Era Lama dan Baru

Published

on

By

GwiGwi.com – Marina Shiraishi, lahir pada 10 Agustus 1986, adalah salah satu nama paling veteran di industri film dewasa Jepang. Memulai karirnya pada tahun 2013 dengan Soft on Demand, ia dengan cepat menarik perhatian penggemar dengan kecantikannya yang cantik dan tubuhnya yang panas tepat setelah debut.

Setelah hanya 1 tahun, ia memenangkan penghargaan pendatang baru film dewasa terbaik di Fanza Adult Award, penghargaan “Oscar film dewasa” Jepang. Lebih khusus lagi, kemenangan Marina Shiraishi adalah pada usia 28 tahun – masih menjadi orang tertua yang memenangkan penghargaan ini.

Baru-baru ini, di kanal Youtube pribadinya, Marina Shiraishi mengungkapkan ceritanya tentang industri hiburan di era lama dan baru. Menurut aktris kelahiran 1986 itu, satu-satunya hal yang dia rasakan berbeda adalah pendapatan. Memang benar sekarang, tarif sudah berubah, nilai para aktornya juga sedikit berubah, membuat banyak orang merasa AV Idol punya gaji lebih tinggi dari dulu. Meski begitu, Marina Shiraishi sendiri merasa penghasilannya jauh lebih buruk sekarang. Bahkan jika dibandingkan dengan generasi 10-20 tahun yang lalu, aktria av sekarang masih memiliki pendapatan 5-10 kali lebih sedikit.

Ini Alasannya Mengapa Demikian

Menurut aktris kelahiran 1986 ini, sebelum membuat AV sangat mudah untuk menjadi kayadan berharga. Kadang-kadang, bahkan setelah pensiun, ada keuangan yang sangat stabil, bahkan “membeli rumah atau membeli mobil” itu mudah.

Idola AV modern benar-benar menghasilkan uang dengan mudah, dan sama fleksibelnya dengan idola mainstream. Selain membuat film AV, mereka juga dapat berpartisipasi dalam acara, bernyanyi, streaming atau membuat Youtube, dll. Setiap tahun, ada 6.000 aktor baru yang debut, membuat industri AV benar-benar kewalahan dan nilai keseluruhan dari semua gadis turun. Secara bertahap, keuntungan yang lebih sedikit menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah, dan gaji didorong kembali ke tingkat saat ini.

Baca Juga:  vivo secara resmi mengonfirmasi Origin OS menggantikan Funtouch OS

Menurut ibu satu anak ini, penyebabnya karena dua masalah. Pertama, terlalu banyak orang menonton film sehingga arus kas tidak mengalir, padahal pengeluaran tidak bisa diukur. Selain itu, alasan kedua adalah ada begitu banyak batasan saat ini, yang mengarah pada sesuatu yang “tidak dapat dilakukan lagi”, tidak peduli seberapa keras kita mencoba melakukannya.

Lantas, berapa penghasilan Marina Shiraishi saat ini?

Anehnya, pendapatan terbesar Marina adalah ketika dia berusia 14 tahun, ketika dia menandatangani kontrak iklan selama 1 tahun. Hanya bekerja 1 hari, pada saat itu dia juga menghasilkan setidaknya sejumlah uang dengan “4 nol di belakang”. Jika kalian mengonversi jumlah ramen selama 1 tahun, itu akan setara dengan 28571 mangkuk, atau setara 6 kali ganti mobil baru.

Dengan asumsi semangkuk ramen seharga 700 yen, maka Marina akan mendapat sekitar 20 juta yen. Ya, itu berarti 4,5 miliar pada usia 14 tahun, angka yang sangat mengesankan. Belum lagi, jumlahnya dihitung oleh penulis dengan nilai tukar saat ini, bukan 20 tahun yang lalu, yang nilainya jauh lebih tinggi. Mungkin karena dia menghasilkan begitu banyak uang sehingga Marina Shiraishi baru saja menikah, melahirkan lebih awal, lalu kembali ke industri ini untuk mengejar mimpinya.

 

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Entertainment

Mai Ishioka mengumumkan Photobook Terakhir, Pensiun dari Industri Gravure

Published

on

By

GwiGwi.com – Biasanya perilisan photobook baru oleh seorang idola akan menjadi alasan untuk dirayakan, tapi “After the Rain” yang akan datang oleh Mai Ishioka (石 岡 真 衣) (@ishiokamai) tampaknya menjadi yang terakhir baginya.

Ishioka telah mengumumkan bahwa dia “lulus” – yaitu, pensiun dari industri. Ini bisa lebih salah satu dari beberapa hal: karirnya terhenti dan karena itu agensinya mencabutnya di akhir kontrak; dia muak dengan industri dan karirnya, dan ingin melakukan sesuatu yang lain (atau menikah, yang sulit dilakukan saat tetap menjadi lulusan); atau dia berpindah agensi dan perlu mengubah nama profesionalnya karena alasan kontrak.

Baca Juga:  realme Ungkap Rahasia Sukses dengan 50 Juta Pengguna: Komunikasi dan Kreasi Bersama dengan Pengguna

Ishioka telah bekerja sebagai idola gravure (gradol) selama sekitar sembilan tahun dan sekarang berusia 30 tahun, ketika gradol harus beralih dari penampilan muda ke gaya jukujo “lebih tua” yang lebih memikat dan sensual.

“After the Rain” diambil gambarnya di Okinawa dan dirilis pada 1 Desember dari Kobunsha, yang juga menerbitkan majalah mingguan FLASH, yang pertama kali memuat cerita tentang pensiunnya Ishioka dalam sebuah terbitan minggu lalu.

Meskipun dia telah merilis banyak photobook digital dan DVD, “After the Rain” hanyalah photobook cetak keduanya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x