Connect with us

News

POCO F1 Resmi Dirilis di India, Segera Launching di Indonesia Sebagai POCOPHONE F1

Published

on

GwiGwi.com – Xiaomi bersama dengan perusahaan barunya POCO resmi merilis POCO F1 dan segera meluncurkannya di Indonesia sebagai POCOPHONE F1. POCO F1 atau POCOPHONE F1 ini merupakan projek baru dari Xiaomi untuk anak perusahaannya yaitu POCO Global sebagai jawaban dari tantangan pasar untuk dikeluarkannya smartphone flagship namun dengan harga budget yang pasti lebih ramah di kantong penggunanya, namun tidak mengkompromi soal performance dasarnya. Bahkan secara patokan, bisa diletakan pada price-point dibawah kelas flagship Xiaomi sendiri seperti Mi 8.

POCOPHONE F1 ini memiliki spesifikasi yang luar biasa. Disemati dengan prosesor kelas flagship yaitu Qualcomm Snapdragon 845 yang merupakan pentolan prosesor dari Qualcomm yang sudah digunakan dibanyak smartphone kelas harga 10 Juta Rupiah keatas seperti OnePlus 6ASUS Zenfone 5 dan Zenfone 5Z, serta Samsung S9 dan juga Note 9. Selain itu yang menjadi hal yang dibanggakan oleh POCO adalah baterai yang disematkan hampir melahap semua pesaing (kecuali Note 9) dengan kapasitas sebesar 4,000mAh yang pastinya membuat jam kerja smartphone ini hampir siap membantu kita seharian penuh.

Selain itu di segi grafis, Adreno 630 hadir bersama dengan SoC yang sudah dipilih yaitu Snapdragon 845 dan siap melibas game yang cukup demanding soal power seperti PUBG MobileFortnite, dan lainnya yang tentunya membuat perangkat ini siap perang. Selain itu dengan bantuan Liquid Cooling, akan membuat performa tinggi POCOPHONE F1 menjadi lebih adem. Semua itu di-backup dengan pasangan RAM dan Memori Penyimpanan mulai dari 6GB/64GB hingga 8GB/256GB. Untuk memoripun masih bisa ditambah lagi dengan menggunakan memori eksternal.

Smartphone ini juga mengusung layar kekinian dengan luas sebesar 6.18-inci, aspek rasio 18.7:9 FullHD yang namun sayangnya, sudah mengikuti trend berponi atau memiliki notch. Untuk kamera utamanya ditenagai dengan sensor Sony 12 megapiksel untuk kamera pertama dan 5 megapiksel dengan sensor dari Samsung untuk kamera keduanya. Sedangkan untuk kamera selfie disematkan kamera beresolusi 20 megapiksel. Semua itu didukung dengan kemampuan AI yang sudah dimiliki Xiaomi melalui Operating System yang digunakan pada POCO dan juga semua perangkat Xiaomi (kecuali seri Mi A) yaitu MIUI dan dibantu dengan kemampuan tambahan dari SoC Snapdragon 845.

Perihal keamanan, selain optimalisasi dari sisi OS dimana MIUI telah dioptimalisasi lebih lanjut untuk POCO, POCOPHONE F1 ini memiliki beberapa cara untuk membuka smartphone ini mulai dari PIN, Pattern, Fingerprint, hingga kecara membuka smartphone yang mulai trending yaitu menggunakan Face Unlock. Selain yang biasa, Face Unlock dari POCOPHONE F1 memiliki cara yang hampir serupa dengan Apple iPhone X yaitu menggunakan sensor inframerah dengan projektor titik yang dapat mengenali wajah kita bahkan dalam gelap.

Tentunya POCOPHONE F1 ini akan menjadi pesaing berat di India bagi OnePlus mengingat popularitas OnePlus yang cukup tinggi di India. Untuk di Indonesia sendiri, ini menjadi pukulan yang cukup tajam bagi ASUS dan juga Samsung dimana yang kedua mematok harga yang cukup fantastis untuk smartphone dengan kelas yang sama walau menggunakan prosesor berbeda (Exynos oleh Samsung). Namun demikian, POCO telah memotong beberapa cost yang harus dikeluarkan dalam pembuatannya yaitu dengan menghilangkan kaca pada bagian belakang dan memilih cover plastik polikarbonat, dan juga hanya menggunakan Corning Gorilla Glass 3 padahal Gorilla Glass 6 sudah dirilis.

Namun demikian, POCOPHONE F1 tidak bisa diabaikan begitu saja. Dengan harga mulai dari 20.000 Rs atau setara dengan 4,6 Juta Rupiah, kemampuan banyak smartphone flagship dengan harga yang berlipat kali lebih mahal telah hadir. Xiaomi-pun mengakui bahwa hal ini muncul oleh karena request dari fans yang tidak begitu mementingkan feels yang lebih premium karena mereka adalah Geek yang lebih mementingkan Raw Power.

Xiaomi akan menghadirkan POCOPHONE F1 ke Indonesia nantinya melalui launching pada tanggal 27 Agustus 2017. POCO F1 nanti akan hadir dengan 3 konfigurasi memori yaitu 6/64GB, 6/128GB, dan 8/256GB. Selain itu POCO juga akan hadir dengan 3 pilihan warna yaitu Hitam, Biru, dan Merah, dengan opsi tambahan yaitu Armroed version atau versi yang lebih tangguh dengan pattern carbon dan setup memori paling tinggi.

Gallery POCOPHONE F1

Baca juga: Psst, Diam-Diam Xiaomi Buka Authorized Mi Store Baru di Lippo Karawaci!

Advertisement

News

Fate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks

Published

on

Fate/grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan Oleh Cloverworks

www.gwigwi.com – Pameran Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing menghadirkan kejutan bagi para penggemar dengan merilis video pembuka yang sebelumnya hanya ditayangkan di area pameran. Video tersebut kini dapat disaksikan secara online dan menampilkan animasi berkualitas tinggi dari CloverWorks.

Video pembuka ini awalnya dibuat khusus untuk teater pembukaan pameran. Isinya merangkum perjalanan panjang para protagonis dalam Fate/Grand Order, sekaligus menghadirkan kembali sejumlah momen penting dari perjalanan mereka. Karakter Mash Kyrielight juga tampil dalam video dengan suara dari Rie Takahashi.

Keterlibatan CloverWorks bukan pertama kalinya studio tersebut mengerjakan materi animasi untuk game Fate/Grand Order. Sebelumnya, mereka juga menangani trailer khusus yang memperkenalkan update game dengan kehadiran Servant bintang lima baru, End of the World Archer.

Untuk video pembuka pameran ini, Haruka Fujita dipercaya menangani posisi sutradara, storyboard, sekaligus episode director. Sementara itu, Masayoshi Tanaka bertugas sebagai animation director.

Bagian visual lainnya ditangani oleh sejumlah staf berpengalaman. Kyoko Hara mengerjakan color design, sedangkan Ryoko Itaya bertanggung jawab sebagai art director. Posisi director of photography diisi oleh Yuya Sakuma, sementara bagian 3DCG dikerjakan oleh Capsule.

Dari sisi produksi, Yuichi Fukushima bertugas sebagai animation producer dan CloverWorks menjadi studio yang menangani keseluruhan produksi animasi.

Video tersebut semakin menarik berkat lagu “Unmei ~Hoshimi no Kairo~” yang menjadi musik pengiring. Lagu ini digubah oleh Keita Haga, kemudian diaransemen bersama Ryota Kikuchi.

Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing sendiri merupakan pameran khusus yang membawa pengunjung menyelami berbagai aspek dari perjalanan franchise Fate/Grand Order. Berbagai materi visual dan pengalaman interaktif disiapkan untuk memperlihatkan perjalanan para karakter serta dunia yang telah dibangun game tersebut selama bertahun-tahun.

Pameran ini saat ini berlangsung di Mori Arts Center Gallery, Tokyo, Jepang. Pengunjung masih dapat mendatanginya hingga 14 September 2026.

Dengan dirilisnya video pembuka secara online, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Tokyo kini tetap memiliki kesempatan untuk melihat salah satu materi eksklusif dari pameran tersebut. Kehadiran animasi CloverWorks juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan proyek animasi Fate/Grand Order.

Continue Reading

News

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

Published

on

Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi Lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar

www.gwigwi.com – Mantan anggota Hololive, Uruha Rushia, yang kini beraktivitas dengan nama Mikeneko, kembali menjadi perhatian komunitas setelah mengungkap langkah baru dalam aktivitas kreatifnya. Ia mulai menawarkan foto dirinya melalui sistem membership berbayar yang dikelolanya secara mandiri.

Langkah tersebut dilakukan setelah Mikeneko menerima sebuah hadiah pakaian dari salah satu penggemar. Ia kemudian mengenakan pakaian tersebut, melakukan sesi pemotretan, dan menjadikan hasilnya sebagai bagian dari konten eksklusif untuk anggota membership.

Konten tersebut menjadi salah satu bentuk monetisasi yang kini dapat dilakukan Mikeneko secara lebih bebas setelah menjalani aktivitas sebagai kreator independen. Berbeda dengan ketika masih berada di bawah agensi, model membership memberikan ruang bagi dirinya untuk menentukan sendiri jenis konten yang ingin ditawarkan kepada komunitas.

Kabar tersebut kemudian menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Alih-alih mendapat respons negatif, banyak penggemar justru memberikan dukungan terhadap keputusan Mikeneko untuk memperluas cara monetisasi kontennya.

Bagi sebagian penggemar, langkah tersebut menunjukkan bahwa Mikeneko memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengelola aktivitas kreatif dan menentukan bagaimana karyanya dapat dinikmati oleh pendukung.

Sistem membership sendiri memungkinkan kreator memberikan konten tambahan kepada penggemar yang berlangganan secara rutin. Model ini semakin umum digunakan oleh kreator digital karena dapat menjadi sumber pendapatan langsung sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas.

Dalam kasus Mikeneko, kehadiran konten foto eksklusif menjadi salah satu bentuk baru dari aktivitas membership tersebut. Dukungan besar dari penggemar juga menunjukkan bahwa komunitasnya masih memiliki antusiasme tinggi terhadap berbagai proyek yang ia jalankan setelah meninggalkan dunia agensi VTuber.

Mikeneko sebelumnya dikenal luas sebagai Uruha Rushia selama bergabung dengan Hololive. Setelah keluar dari agensi tersebut, ia melanjutkan aktivitas sebagai kreator independen dan tetap memiliki basis penggemar yang cukup besar.

Perubahan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi berbagai bentuk konten dan model bisnis tanpa harus mengikuti struktur produksi sebuah agensi. Membership menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas kreatifnya.

Meski begitu, konten yang ditawarkan melalui membership tetap menjadi bagian dari aktivitas kreator dan tidak selalu tersedia untuk publik secara umum. Penggemar yang tertarik dapat mengikuti kanal resmi Mikeneko untuk mengetahui jenis konten serta sistem membership yang tersedia.

Dengan semakin banyaknya kreator digital yang memanfaatkan membership sebagai sumber pendapatan, langkah Mikeneko menunjukkan bagaimana mantan talent agensi dapat membangun kembali ekosistem komunitasnya secara mandiri. Dukungan dari ribuan penggemar juga menjadi indikasi bahwa perjalanan Mikeneko sebagai kreator independen masih mendapatkan perhatian besar.

Continue Reading

Entertainment

Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup

Published

on

Akemi Id Hadirkan Dua Member Baru, Ochi Dan Mika Sebagai Bagian Dari Regenerasi Grup

www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.

Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.

Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.

Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID

Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.

Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.

Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.

Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID

Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.

Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.

Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.

Menyambut Babak Baru Akemi ID

Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.

Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.

Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.

Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.

Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi

Web: mez.ink/akemi.official

Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/

Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id

TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id

Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756

Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01

Whatsapp: 08551614433

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending