Connect with us

Gaming

Oktober Fest, Bulannya Esports dan Fans PUBG!

Published

on

GwiGwi.com – Bulan Oktober 2018 ini merupakan bulannya para penggemar permainan PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Bagaimana tidak, AGe Network sebagai salah satu broadcaster esports Indonesia tidak tanggung-tanggung akan menyiarkan tiga event esports sekaligus bekerja sama dengan Telkom Indonesia, Bluehole, True Digital Plus Indonesia dan OGN KOREA!

Ketiga acara ini dirangkum dengan nama Oktober Fest dari October Festival. Simak jadwalnya ya biar kalian gak ketinggalan keseruan Oktober Fest tahun ini!

  • PUBG Korea League (PKL) Season 2

AGe Network telah bekerja sama dengan True Digital Plus Indonesia dan OnGameNet (OGN) sebuah organisasi yang terdedikasi khusus dalam menyiarkan esports. Kali ini kerjasama AGe dengan OGN dengan membawa PKL untuk disiarkan di Indonesia. Bukan hanya seru, sebagai negara asal PUBG, Korea Selatan memiliki tim-tim raksasa esports yang bertanding di kejuaran ini. Sebut saja Gen.G Esports, ROCCAT INV, ACTOZ STARS, dan masih banyak tim raksasa yang akan bertanding di kejuaran PKL Season 2 kali ini. Untuk lebih lanjut Klik disini ya!

Teamwork dan strategi dari tim-tim raksasa di Liga yang terkenal paling kompetitif ini diharapkan bisa menjadi aspirasi bagi para atlet PUBG Nasional untuk mempersiapkan diri untuk Official PUBG Indonesia League di tahun 2019.

  • Indihome Esports League (IEL) Season 2
Baca Juga:  Kostum Kostum di Gim Marvel's Spider-Man dan Darimana Asalnya

AGe Network juga bekerja sama dengan Telkom Indonesia dan Indihome, salah satu penyedia fiber-optic internet tanah air untuk menyiarkan secara langsung IEL 2018. Kali ini IEL sudah memasuki season kedua dengan PUBG sebagai permainan utamanya. Tidak tanggung-tanggung hadiah yang diperebutkan pun mencapai 100 juta rupiah.

Sebagai BUMN, Telkom Indonesia juga berkomitmen untuk memajukan dunia esports di tanah air. Event IEL season 2 akan diselenggarakan mulai Oktober ini. Untuk informasi lebih lanjut Klik disini!

  • AGE MASTER LEAGUE (AML) 2018

AML mini series adalah bagian dari Liga Premier AGe Master League (AML) yang dipersembahkan oleh AGe Network untuk kalian penggemar PUBG atau esports lainnya. Pertandingan ini dijadwalkan pada tanggal 6-7 Oktober 2018. Akan ada prize money dan weapon skin (keys) sebagai hadiah buat tim pemenang yang akan bertanding. Untuk mendaftar silahkan Klik disini ya!

Bagi kalian yang merasa PRO, ayo segera daftar dan catat nama kalian sebagai peraih Chicken Dinner di pertandingan AGE Master League mini series ataupun IndiHome Esports League S2. Yang ingin belajar jadi pro, ikuti streaming PUBG Korea League OGN, IEL S2, dan AML PUBG supaya bisa belajar dari para tim-tim Pro!

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Nintendo Console

Review Game Nintendo Switch, Arena of Valor, ketika moba analog resmi di konsol

Published

on

By

GwiGwi.com – Portingan game mobile bukanlah hal yang baru pada Nintendo Switch. Konsol hibrida ini dibanjiri banyak judul game yang menarik perhatian para pengguna ponsel pintar, tapi hanya ada beberapa judul yang mampu menyaingi kehebatan game MOBA fenomenal, Arena of Valor. Arena of Valor adalah salah satu game dengan pengguna terbanyak, 200 juta, dan sekarang menjadi salah satu game yang dilombakan dalam turnamen eSport. Kalian mungkin tidak mengenali AoV meski AoV punya pemain aktif sebanyak 80 juta orang tiap harinya. Meski begitu, AoV adalah game besar dan versi portingan ke Switch juga berita yang besar.

Meski sangat terkenal di china, AoV tidak begitu terkenal di barat tapi Tencent punya rencana besar untuk versi Nintendo Switch dengan memberikan versi portingan ini dengan remake yang serius. Versi portingan ini bukan sekedar kopian ala kadarnya dari versi ponsel pintar, dengan dukungan hardware yang lebih mumpuni, tampilah AoV mengalami peningkatan yang signifikan dari model karakter sampai dinamika pencahayaan yang lebih halus dan nyaman dilihat. Tencent bahkan menugaskan tim pembuat yang berbeda untuk menggarap versi Nintendo Switch ini, meski begitu dengan adanya perubahan2 ini berarti tidak ada kesempatan untuk bermain lintas platform.

Pada dasarnya, AoV adalah MOBA klasik (Tencent juga merupakan pemilik developer Riot Games yang membuat League of Legends yang bisa dijadikan rujukan). Bermain 1 vs 1 atau 5 vs 5, kalian akan menggunakan mode pandangan top-down untuk mengendalikan hero pilihan kalian dalam usaha menghancurkan core tim musuh di sisi map yang lain (tentunya sambal melindungi core tim kalian). Tiap map dibagi menjadi 3 kanal, dengan tiap kanal dilindungi tower pertahanan.

Tower pertahanan ini akan menyerang semua target yang mendekat, jadi kunci permainan adalah dengan menunggu pasukan yang dikendalikan AI (atau lebih dikenal dengan sebutan minions) untuk mendistraksi serangan tower saat kalian menyerang. Kadang dalam permainan, kalian akan lebih sering meyerang sedikit demi sedikit di 1 sisi untuk menghancurkan tower ini meskipun musuh kadang bisa menyerang balik di sisi lain. Menjaga tower kalian tetap berdiri bukan hanya salah satu bagian dari taktik bertahan, tapi juga membantu hero kalian tetap hidup karena tower-tower ini punya HP dan akan memulihkan sebagian HP hero kalian. Jadi bergantian dalam menyerang dan bertahan adalah hal yang wajib dilakukan.

Ada 39 hero yang bisa kalian pilih, yang menunjukkan kalua AoV sudah bertahan cukup lama di pasar mobile game dan seberapa besar support yang didapat AoV sejak peluncurannya. Hero – hero ini dibagi dalam kategori yang familiar (tank, warrior, mage, dll), kalian harus mempelajari mekanisme penggunaan hero – hero “main” agar kalian bisa mengganti pilihan kalian di lobby sebelum memulai permainan. Hal ini perlu kalian lakukan supaya komposisi tim kalian tidak kacau balau karena game ini adalah game yang mengandalkan kerja sama tim. Kalua kalian tidak mempelajari dan menggunakan fitur on-screen message, seperti kemampuan untuk membuat penanda di map agar tim kalian segera menuju ke arah penanda tadi, kalian akan mati dengan cepat.

Baca Juga:  Kostum Kostum di Gim Marvel's Spider-Man dan Darimana Asalnya

Hal yang paling menonjol adalah bagaimana Tencent sukses mendadopsi control AoV ke JoyCon/Pro Controller yang digunakan Switch, juga bagaimana Tencent membuat tiap fungsi tombol seperti mengambil item, mengeluarkan serangan disaat yang tepat mudah digunakan. Penggunaan tombol-tombol yang ada di Switch terasa sangat natural, bahkan kalian bisa melihat-lihat kondisi map dengan menekan salah satu titik di map saat kalian menunggu hero kalian respawn.

Kalian bisa meng-upgrade serangan-serangan ini dengan menekan tombol X saat ada notifikasi pada setiap pertandingan atau kalian bahkan bisa mengatur agar semuanya bisa diupgrade dan dibeli secara otomatis sehingga kalian bisa fokus pada pertarungan, kalua kalian memang tidak begitu tertarik mengatur status hero kalian. Meski status hero-hero kalian sudah diatur sedemikian rupa untuk menjaga keseimbangan saat dimainkan di konsol, ada banyak hal-hal yang bisa kalian pelajari. Hal-hal ini tidak serumit seperti dalam League of Legends, tapi memang AoV memakai sebagian sistem dari LoL dalam system mereka.

Meski dipresentasikan dengan baik, AoV tetap memiliki kekurangan. Salah satu contohnya adalah saat kalian memilih karakter, game terasa melambat. Juga cara AoV memuat profil dari tiap pemain saat menyiapkan pertandingan bisa membuat waktu menunggu jadi sangat lama. Suara dari tiap-tiap hero juga terasa biasa saja, tapi desain hero2nya (meski ada beberapa yang terlihat membosankan) sangatlah bagus. Bahkan ada dukungan ke beberapa karakter dari DC Comic. AoV dijalankan pada 30fps, walau kadang ada penurunan performa saat ada banyak hero di satu layar secara bersamaan, tapi tidak begitu mempengaruhi kenikmatan bermain.

Hal yang perlu diingat adalah AoV bisa dimainkan dengan gratis, jadi kalian bisa mengunduh game ini dan langsung bermain. Kalian juga bisa memainkan hero-hero yang sekarang tersedia, meski kalian hanya bisa menaikkan level profisiensi hero yang kalian miliki saja. Kalian bisa membuka hero-hero ini seiring berjalannya waktu, tapi kalua kalian ingin benar-benar segera memakai hero-hero yang kalian sukai, kalian harus rajin mencari gold dalam game atau kalian bisa memebelinya dengan uang. Tencent mengkonfirmasi kalua kalian tidak memerlukan subskripsi Nintendo Switch Online untuk memainkan AoV, jadi kalian bisa memainkan game ini tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Bahkan ada mode permainan special bernama Hook Wars dimana kalian bisa menggunakan Joy-Cons untuk memainkan mini-game bebasis motion-control yang tersedia pada akhir pekan.

Kesimpulan

Tencent berharap port konsol AoV bisa membawa kesuksesannya di dunia gaming ponsel pintar ke Nintendo Switch dan dengan gameplay dan konsep MOBA yang solid dan bisa dimainkan dengan gratis, tak ada alasan untuk tidak bisa mencapai kesuksesan yang sama dalam bulan-bulan atau tahun-tahun mendatang. Meski memiliki masalah teknis saat dirilis, hal tersebut tidak menafikan fakta bahwa Switch punya game MOBA yang solid sekarang. Salah satu game ponselpintar paling ramai dimainkan di dunia sekarang ada di Switch, hal yang patut dirayakan.

Continue Reading

Mobile Gaming

Semua Smartphone Android kini bisa download Fortnite Mobile

Published

on

By

GwiGwi.com – Semua smartphone Android sudah dapat mengunduh Fortnite tanpa mesti meregistrasi dan menemukan undangan.

Di mula kemunculam Fortnite Mobile untuk Android, game tersebut tadinya hanya khusus untuk Samsung Galaxy Note 9 sekitar 30 hari, setelah tersebut baru dapat dimainkan smartphone Android lainnya.

Namun, saat tersebut Epic Games pun mengumumkan susunan smartphone Android tertentu yang sudah dapat memainkannya yang dengan kata lain tetap saja terbatas.

Epic Games di website resminya menegaskan sekarang semua smartphone Android dapat memainkan Fortnite Mobile, tapi mesti mengisi prasyarat yang dibutuhkan, yaitu spesifikasi smartphone untuk memainkannya.

Baca Juga:  Kostum Kostum di Gim Marvel's Spider-Man dan Darimana Asalnya

Prasyarat tersebut ialah harus sudah mengangkat Android 8.0 Oreo atau lebih dengan arsitektur 64 bit, kapasitas RAM 4GB atu lebih dan GPU yang dipakai minimal ialah Adreno 530 atau Mali-G71 MP20.

Mengingat sekarang semakin tidak sedikit smartphone Android yang dapat memainkan Fortnite Mobile, unik untuk memahami seberapa tidak sedikit penggemar game ini di Android dikomparasikan PUBG Mobile dalam sejumlah bulan ke depan.

Continue Reading

PlayStation Console

Sony akui siapkan penerus PlayStation 4

Published

on

By

GwiGwi.com – CEO Sony Kenichiro Yoshida mengonfirmasi bahwa mereka akan mengenalkan PlayStation baru, lapor Financial Times.

“Sekarang, apa yang dapat saya katakan ialah kita membutuhkan hardware generasi berikutnya,” kata Yoshida. Dia diadukan menolak guna mengonfirmasi apakah konsol PlayStation berikutnya bakal dinamai PlayStation 5.

Pernyataan Yoshida unik mengingat tingginya perkembangan pasar game mobile, yang tahun ini telah menjangkau lebih dari USD26 miliar (Rp395 triliun).

Sementara itu, pada Mei, PlayStation Head John Kodera menuliskan bahwa dia menyaksikan potensi dalam empiris bermain game portabel, lapor Variety.

Ketika itu, Kodera menuliskan bahwa meskipun game portabel mempunyai potensi, tersebut seharusnya dirasakan sebagai teknik lain untuk merasakan bermain game.

Baca Juga:  Kostum Kostum di Gim Marvel's Spider-Man dan Darimana Asalnya

Seiring dengan munculnya teknik baru untuk konsumen guna bermain game muncul keperluan akan pengembangan hardware yang memenuhi keperluan itu.

Konsol juga diduga akan menjadi tidak relevan, terutama sebab munculnya platform game streaming di cloud. Pada hari Senin, Microsoft mengenalkan teknologi streaming game “Project xLoud”.

Pada bulan Juni, CEO Ubisoft Yves Guillemot memperkirakan, layanan gstreaming game bakal menjadi lebih mudah diperoleh oleh semua gamer. Itu artinya, eksistensi hardware eksklusif game menjadi sesuatu yang tidak perlu.

“Akan terdapat satu konsol generasi baru, sesudah itu, anda akan masuk ke era streaming,” kata Guillemot saat itu.

Continue Reading
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement South East Asia Cyber Arena 2018
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending