Connect with us

Lokal

Nihon Club SMAN 71 Jakarta siap gelar Sapta Eka no Bunkasai 5

Published

on

✨Nihon Club SMAN 71 Jakarta Presents
🌸Sapta Eka no Bunkasai 5🌸
👺Kamen no Utage👺

👺Let’s have fun and join our Banquet of Masquerade by registering our competition

The event will be held on
📅 Sabtu, 6 Oktober 2018
📍 SMAN 71 JAKARTA
🕣 OPEN GATE 08.30 AM
💸 Ticket OTS : Rp 20.000,-

💸Registration Fee
🍧Kakigori & Ramen🍲
💲Kakigori 🍧 15k
💲Ramen 🍲 25k
Contact👤Nathalie
📞081908335633
LINE : tata0205

👯‍♀️Coswalk👯‍♂️
💲IDR 10k
👤Chalifa
📞087780802589
LINE : chaleone

🎤Karaoke🎶
💲Solo IDR 30k
💲Team IDR 50k
👤Anastacia
📞085885650772
LINE : 220216abc

🖊Fanart✏
💲IDR 25k
👤Nathalie
📞081908335633
LINE : tata0205

👩‍🏫LCT📚
💲IDR 50k
👤Nathalie
📞081908335633
LINE : tata0205

🖋Kana📖
💲IDR 25k
👤Chalifa
📞087780802589
LINE : chaleone

✨GUEST STAR✨
🎤SHOJO COMPLEX
🎶 OTAGROOVE
🎸EGAO
🎵 NIWAKARAA

✨SPECIAL PERFORMANCE ✨
🎌ASOBU UNSADA
🎸MAKUZA
🎶EUPHORIA
🎵DANCE PERFORMANCE

And also
🖌WORKSHOP BY
@ARUGARTS & @LARASDIKOMIK
👻 OBAKE YASHIKI 👻
📚 COMIC ROOM 📚
🍜 JAPANESE FOOD,MERCH STAND 🍧

So, what are you waiting for? Mark the date📆 Put on your mask, and join our masquarede👺

For further information
👺Instagram : @sakanoka71
👺OA LINE : @adx8755k
👺Facebook : facebook.com/sakanoka71
👺Twitter : twitter.com/nihon71

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Advertisement
Click to comment

Event

Liputan Ikimasu! 2019 Yogyakarta, kolaborasi event idol JIF dan kompetisi cosplay ICGP

Published

on

GwiGwi.com – Yogyakarta, tepatnya pada hari Minggu, tanggal 24 Maret 2019 telah berlangsung sebuah acara pop culture yang bertajuk IKIMASU 2019 yang berlokasi di gedung PKKH UGM Yogyakarta. Acara dimulai dari jam 10:00 Pagi sampai jam 21:00 Malam. Dalam event yang berlangsung satu hari ini, akan menjadi saksi untuk lahirnya sebuah Idol dan Perwakilan tim cosplay regional JATENG DIY untuk berkompetisi di ICGP (Indonesia Cosplay Grand Prix). Kali ini MC yang akan memandu acaranya IKIMASU 2019 ada JEANICE dan KEVIN MAULANAK

Event IKIMASU 2019 ini, berkolaborasi dengan kompetisi Jogja Idol Festival 2019 (JIF) dan Indonesia Cosplay Grandprix 2019 (ICGP) regional JATENG DIY yang akan menjadi perwakilan kota Yogyakarta untuk bertarung di kompetisi Final ICGP di ENNICHISAI BLOK M 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 – 23 Juni 2019 di Blok M Jakarta.

Seperti event Japanese Pop Culture biasanya, di event ini banyak sekali performance dan guest star yang tampil. Selain itu juga tersedia beberapa booth mulai dari booth merchandise sampai booth makanan.

Beberapa Guest Star yang tampil di acara ini ada, FIBeats dari kota malang yang pernah menjadi juara di kompetisi JIF 2017, kemudian ada VOIR, MOMIJI VELVET, SAY WON!, NANOKA, dan tim cabaret cosplay WEREWOLF COSPROJECT, Dan ada LUSCA (Lumina Scarlet) idol grup dari kota Bandung yang juga pernah menjadi guest star di JIF 2017 serta DJ asal kota Yogyakarta yang sudah sering tampil di acara Jejepangan juga yaitu DJ SADDAM.

Di kompetisi pertama ada kompetisi SINGLE COSPLAY WAE, kompetisi single cosplay dimana cosplayer maju satu persatu untuk menunjukan kostum dan pose terbaiknya. Di kompetisi ini ada beberapa kategori yang akan dipilih berdasarkan favorit juri yaitu, Iki Favorite Yon, Iki Favorite Yumaki, Iki Favorite John Switch, Best Costume Iki Wae, Best Female Iki Wae, Best Male Iki Wae.

Kemudian untuk kompetisi yang ke 2 adalah kompetisi JIF (Jogja Idol Festival) 2019. Ada 5 peserta yang sebelum nya sudah di seleksi melalui kompetisi offline di acara NYOS (Ngayogyakarta Open Stage). Peserta final tersebut adalah, CAMELIA NOIR, UNMANLY, GOCHIKARA, VICTORY, dan ZUKI IDOL. Dan juri yang akan menilai penampilan mereka ada, YUUCHAN (LUSCA), HABARA, DJ SADDAM, ELIN (MOMIJI VELVET), dan FIRA (FIBeats). 

Setelah melalui kompetisi yang sengit, akhirnya terpilihlah juara dari kompetisi JIF 2019 yang dibagi menjadi 2 pemenang yaitu ada VICTORY yang menjadi juara Runner Up dan UNMANLY yang berhasil menjadi juara pertama dengan tittle BEST IDOL.

Selain itu, di kompetisi yang ke 3, adalah kompetisi ICGP 2019 yang akan menentukan siapa perwakilan dari kota Yogyakarta yang akan maju ke babak Final ICGP 2019. ada 5 Tim Cosplay yang akan bertanding yaitu ada GGWP, HYDRA LEGION, GENESIS TWINS, FF WARIOR, dan WING OF ALBATROSS. Dan juri yang akan menilai kompetisi ICGP ini adalah juri yang sama dari Single Cosplay Wae yaitu, Yon, John Switch, dan Yumaki. Beberapa kategori di kompetisi kali ini yaitu, Best Costume, Best Storyline, Best Performance, Representatif, dan Champion. 

Setelah ke 5 tim cosplay ini berkompetisi, akhirnya keluarlah pemenang yang akan menjadi perwakilan kota Yogyakarta, tapi ada yang berbeda kali ini, ternyata ada 2 tim cosplay yang akan menjadi perwakilan kota Yogyakarta untuk bertarung di Final ICGP yaitu adalah GENESIS TWINS (Representatif) dan GGWP (CHAMPION) yang juga mendapatkan kategori Best Performance. Selamat untukj mereka berdua yang akan membawa nama kota Yogyakarta di kancah kompetisi Cosplay Nasional.

Setelah semua kompetisi utama selesai, pengunjung IKIMASU 2019 dihibur oleh racikan musik Anisong dan J-Music yang sudah di remix oleh DJ SADDAM, dan memanaskan kembali area pengunjung yang sebelumnya sudah mulai reda.

Dan berikut adalah dokumentasi kemeriahan event IKIMASU 2019 oleh tim GWI GWI.

 

Continue Reading

Event

Seminar KRAMIK, Seminar Komik 4 Panel BEM Unsada Bersama Ghosty’s Comic

Published

on

By

GwiGwi.com – BEM Fakultas Sastra Unsada menghadirkan sebuah seminar yang dapat membantu kalian memahami dan mungkin akan menggeluti dunia perkomikan terutama di model komik strip 4 panel. Nama Seminar itu dinamakan KRAMIK.

Apa itu Seminar KRAMIK?

Seminar Kreasi Komik (KRAMIK) adalah event seminar & workshop tentang komik strip 4 panel yang diselenggarakan BEM Fakultas Sastra Unsada sebagai wadah untuk mendukung industri kreatif lokal.

Dengan mendatangkan pembicara ternama yaitu author GHOSTY’s COMIC, Seminar KRAMIK akan menjadi tempat yang tepat untuk para enthusiast yang ingin menjadikan hobinya menggambar komik, untuk masuk ke dalam sebuah industri yang menjanjikan dan mengharumkan nama bangsa.

Diadakan di kampus Unsada, Seminar KRAMIK dijadwalkan terselenggara pada Sabtu, 9 Maret 2019, tepatnya di ruang seminar K307 gedung Fakultas Teknologi Kelautan.

Kapan lagi ada acara positif yang mendukung dunia kreatif lokal kayak gini di Unsada? Ayo buruan daftar karena TIKET sudah bisa dipesan SEKARANG. Dan oh ya! Acara ini terbuka untuk umum lho, kamu yang bukan mahasiswa Unsada juga bisa mendaftar!

Langsung aja klik bit.ly/TiketKRAMIK untuk membeli. Pemesanan akan ditutup pada Kamis, 7 Maret atau sebelum sold out, karena ketersediaan terbatas!

Seminar KRAMIK didukung oleh media partner:
GambArt, KAORI Nusantara, Event Jakarta, KabarKampusCom, Ruang Mahasiswa, Media Formasi, Nawala Karsa, Risa Media, GwiGwi, Nippon Club Binus, dan Wibunews.

Continue Reading

Lokal

Atlet Termuda Menjadi Wakil Indonesia Di Kancah Esport PES 2019 Asia Tenggara

Published

on

By

GwiGwi.com – Finals PRO EVOLUTION SOCCER SOUTH EAST ASIA 2019 akan diadakan pada tanggal 3-Maret 2019 di Thailand Esports Arena, Bangkok. Diselenggarakan oleh Komunitas PES SEA didukung oleh TESF (Thailand E-Sports Federation) dan Siamsports untuk memperebutkan total hadiah USD 1.800 dan 1 slot untuk tampil di Kejuaraan Asia. Melihat hasil kualifikasi ini, besar harapan kita semua tim Indonesia bisa meraih hasil yang terbaik di SEA dan bahkan bisa lolos ke Kejuaraan Asia.

Dengan hasil ini maka 4 wakil Indonesia ke ajang SEA Finals Bangkok Thailand, adalah:

  • Rizky Faidan, Bandung
  • Rommy Hadi Wijaya, Banjarmasin
  • ELga Cahya Putra, Lampung Tengah
  • Ardi Agung Nugroho, Bandar Lampung, yang berhasil lolos dengan menjadi juara di jalur kualifikasi online

Rizky Faidan, 15 tahun, kembali berhasil tampil menjadi wakil Indonesia ke ajang PRO EVOLUTION SOCCER South East Asia Finals 2019 yang akan diadakan pada tanggal 3 Maret di Bangkok, Thailand. Liga1PES baru aja menyelesaikan musim kompetisinya di tahun ini, gelaran final nasional yang diadakan selama dua hari pada tanggal 16-17 Februari lalu menampilkan 25 pemain PES terbaik dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT & NTB, dan tentunya Jakarta.

Di hari pertama, digelar Final Regional untuk regional Jawa Barat, Kalimantan, Sumatera, dan Indonesia Timur. Hasil di tahap ini masih sesuai prediksi, karena pemain-pemain unggulan berhasil menjuarai grup dan lolos ke putaran final nasional. Sore hari, babak grup putaran final nasional dimulai pukul 18.00 WIB yang ditayangkan LIVE di Channel Youtube: Jebreeet TV.

Serunya babak penyisihan dan kualifikasi wakil Indonesia

Di Grup A, Doni pemain asal Lampung yang lolos dari Series Surabaya tampil sempurna dengan 9 POIN, dan kejutan datang dari wakil Indonesia Timur asal Manado, Acel yang berhasil menjadi runner-up mengungguli wakil daerah lainnya dari Sangatta & Wonogiri. Di Grup B terjadi partai sengit antara Rizky Faidan vs Rianwika asal Jakarta, Rizky yg sudah mengumpulkan 4 POIN hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan lolos, sedangkan Rian yang hanya mengumpulkan 3 POIN setelah 2 partai membutuhkan kemenangan agar bisa lolos ke babak selanjutnya. Hasilnya, setelah partai 90 menit Rizky Faidan “the wonder boy” berhasil unggul tipis dengan skor 4-3.

Di Grup C, final nasional tahun ini kedatangan “new wonder boy” Michael asal Surakarta Solo, usianya baru 11 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Di partai pertama dia harus melawan Dom NoLimit yang lolos sebagai Juara Event Pre-Season, dan di luar dugaan, prestasi Michael di Regional Jawa Tengah yang membawa dirinya lolos ke putaran final nasional benar2 bukan “isapan jempol”. Michael berhasil “menggunduli” Udom dengan skor 4-1 yang membuat semua pemain senior yang hadir di Indonesia Esports Stadium bahkan penonton youtube pun kagum melihat penampilannya yang luar biasa. Ketenangan dan juga kemampuannya membaca permainan lawan, seolah-olah sulit membayangkan kalo Michael ini masih seorang bocah yang duduk di kelas 4 SD (Kalian bisa lihat partai ulangan-nya di Group Stages match pertama Channel Jebreeet TV). Di partai kedua, Michael harus melawan perwakilan baru dari Indonesia Timur asal Kupang, Bro Iwan Goro. Partai non-LIVE ini rupanya berlangsung ketat namun tetap berhasil dimenangkan oleh Michael dengan skor 2-1. Di partai terakhir, di partai yang tidak menentukan, Michael harus melawan seorang pemain senior PES asal Surabaya: Ahmad Habibie. Keduanya sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya, tapi hasil ini akan menentukan siapa lawan mereka berikutnya di babak gugur yang sekaligus menjadi partai “adu gengsi” antara senior melawan junior di tengah ketatnya persaingan komunitas PES Indonesia; dan hasilnya benar-benar di luar dugaan, Habibie harus mengakui keunggulan Michael dengan skor cukup telak 5-2!

Kami pun langsung menghampiri Habibie dan melakukan obrolan sedikit ttg hasil tsb: “Kenapa bro? Kok bisa?” Permainan Michael bagus dan benar-benar memiliki kemampuan bermain di atas rata-rata bahkan menyamai kemampuan beberapa pemain PES senior yang udah memiliki pengalaman kompetisi sekalipun, begitu kira2 tutur Habibie. Jadi, hasil yang terpampang di papan skor, benar-benar memperlihatkan kemampuan Michael sebagai salah satu pemain terbaik di PES Indonesia saat ini. Kekalahan Habibie melawan Michael harus dibayar mahal karena sebagai runner-up grup, Habibie harus berhadapan dengan Wakil Indonesia tahun lalu sekaligus pemain PRO Klub Thailand: Adhie QWa di Knock-out.

Grup D adalah “Grup Neraka” di putaran final musim ini, karena di-isi oleh 2 wakil Indonesia SEA Finals 2018 Kuala Lumpur: QWa dari Samarinda dan Rio asal Jakarta; dan 1 orang wakil Indonesia yang tampil di Asian Games 2018: Elga yang lolos dari Series Palembang. Menyisakan Rey seorang diri asal Tangerang di tengah-tengah pertarungan para pemain “berpengalaman”. Lagi-lagi bola itu bundar, setelah 2 partai, QWa yang sudah memastikan diri lolos sebagai juara grup harus mengalami kekalahan pertamanya oleh Rey yang bukan unggulan. Sedangkan Rio & Elga harus melakukan partai “hidup mati” di partai yang terakhir. Partai seru ditayangkan LIVE dan hasilnya, Rio sebagai juara bertahan Liga1PES musim lalu harus rela gagal tampil di putaran knock-out, karena Elga berhasil bermain “sangat baik” dan unggul atas Rio dengan skor tipis 2-1!

Minggu, 17 Februari Final Nasional Liga1PES 2019 menyisakan 8 pemain terbaik dari seluruh Indonesia. Putaran knock-out dimainkan dengan format BO2, dimana masing-masing putaran akan memainkan 2 partai sekaligus, jika jumlah gol setelah 2 partai tersebut adalah imbang maka akan dimainkan 1 partai tambahan dengan extra time dan penalty. Seluruh partai putaran knock-out ditayangkan LIVE, untuk putaran perempat-final ditayangkan LIVE di 2 Channel secara bersamaan: Jebreeet TV & Liga1PES TV!

Partai favorit perempat-final adalah antara Michael v Elga, “the new wonder boy” melawan pemain wakil Indoensia di ajang Asian Games 2018! Di partai yang pertama benar-benar terjadi jual-beli serangan antara dua pemain ini. Elga yang menggunakan Arsenal berhasil unggul terlebih dahulu di menit ke-15 melalui tendangan first-time volley Aubameyang skor 1-0. Michael yang tertinggal benar-benar menunjukkan mampu menguasai dirinya dengan berhasil mendikte permainan dengan mencoba menekan pertahanan Elga, akhirnya di menit ke-35, Michael berhasil memanfaatkan ruang kosong Cavani dengan melesatkan tendangan keras ke arah kanan penjaga gawang skor 1-1! Terlihat di layar kamera setelah gol pertama, Michael meneteskan air mata kegembiraannya, dan akhirnya dengan pola serangan yang hampir sama, menit ke-41 kali ini Michael dengan Neymar-nya melakukan tendangan first-time keras ke arah kiri penjaga gawang, skor 1-2 untuk Michael dan lagi2 Michael tidak bisa menahan air mata kegembiraannya setelah untuk sementara unggul atas Elga. Elga dengan pengalamannya berhasil mengembalikan kedudukan dengan cepat, sedari kick-off umpan lambung kepada Aubameyang tidak terkawal dengan baik oleh pertahanan Michael, Elga berhasil melakukan gol balasan cepat di menit ke-43 skor 2-2! Namun skor belum berakhir, karena meski Michael yang terlihat emosional justru mampu melakukan serangan di menit2 akhir babak pertama setelah bola muntah tepisan penjaga gawang berhasil disambut oleh tendangan first-time Julian Draxler di menit ke-45 sehingga skor menjadi 2-3 di akhir babak pertama untuk keunggulan Michael.

Memulai babak kedua, Elga yang tertinggal mencoba menekan pertahanan Michael sejak menit-menit awal dan menit ke-49 Elga berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 setelah Miki berhasil memberi operan pendek yang dilanjutkan dengan sepakan keras oleh Lacazette. Dan di menit ke-57 Michael menunjukkan kemampuannya bermain PES dengan kombinasi operan 1-2 yang begitu apik antara Cavani & Draxler yang berhasil diselesaikan oleh Draxler melalui sudut sempit skor 3-4 untuk Michael. Entah apa yang terjadi dengan Michael, setelah gol keempatnya, permainannya seperti kehilangan konsentrasi dan Elga dapat memanfaatkan kelemahan itu di menit ke-74 terlihat Elga dapat membagi bola kepada Aubameyang yang tanpa pengawalan dan berhasil menyamakan kedudukan 4-4! Hasil ini bertahan hingga akhir babak kedua dan dilanjutkan dengan partai kedua dimana kedua pemain saling berganti klub.

Di babak kedua, Elga yang memiliki pengalaman lebih berhasil mengendalikan permainan dan membaca pergerakan pemain Michael dengan baik. Michael sendiri seperti kesulitan mengendalikan emosi-nya sehingga hasil partai kedua benar2 didominasi oleh Elga sehingga hasil akhir 4-1 utk kemenangan Elga, dan Elga otomatis lolos putaran semi-final dengan agregat 8-5 atas Michael.

Di partai lainnya, Faidan yang harus melawan Doni asal Surabaya harus bermain “kaca-mata” terlebih dahulu, namun berhasil mendominasi di partai kedua dengan skor 5-2. Rommy asal Banjarmasin juga mengalami hal yg sama saat melawan Acel asal Manado, setelah bermain imbang 2-2 di partai pertama, Rommy akhirnya berhasil unggul dengan 2 gol tanpa balas dan lolos ke putaran semi-final. Partai seru lain-nya di putaran perempat-final ini adalah antara Adhie QWa vs Habibie, banyak pendukung yang mengfavoritkan Adhie QWa untuk bisa lolos ke putaran selanjutnya. Tapi sekali lagi bola itu bundar, partai sengit terjadi antara keduanya, dan di partai yang pertama QWa harus kalah tipis dari Habibie dengan skor 2-1. Di partai kedua, QWa mencoba membalas, sayangnya keberuntungan sedang tidak ada di pihak Adhie QWa, setelah serangan bertubi-tubi dan terjadi saling balas serangan, Habibie cukup bermain imbang 4-4 untuk memastikan dirinya lolos ke putaran semi-final.

Partai semi-final menjadi partai yang paling mendebarkan buat semua penonton dan pendukung, karena semua pemain tampil dengan luar biasa. Hasil akhir benar2 menunjukkan kualitas semua pemain seimbang, hanya keberuntungan dan ketenangan yang menentukan hasil akhir. Faidan yang unggul atas Elga di partai pertama dengan skor 4-2 harus berjibaku melawan gempuran Elga di partai kedua, bahkan sampai di detik terakhir partai kedua, klo saja Faidan gagal membuang bola yang nyaris masuk melewati gawang, penonton akan disuguhkan partai tambahan dari keduanya. Meski Faidan harus kalah 2-1 di partai kedua, dia berhasil lolos ke putaran final dengan agregat tipis 5-4. Di partai semi-final lainnya Habibie vs Rommy jg berlangusng ketat, setelah partai pertama berakhir imbang 2-2, di partai kedua Habibie terlihat seperti “kurang bulat” untuk meraih kemenangan, hasilnya Rommy justru tampil lebih agresif meski hasilnya hanya unggul tipis 3-2, Rommy memastikan tampil di putaran final dengan agregat 5-4.

Partai Juara ketiga antara Elga v Habibie menjadi partai adu gengsi untuk menentukan slot terakhir wakil Indonesia ke ajang SEA Finals Bangkok, Thailand. Di partai pertama Habibie berhasil unggul atas Elga dengan skor 2-1, tapi di partai kedua, Habibie seperti kehilangan “tekad”-nya dan kelihatan begitu kesulitan untuk mencari cara mencetak gol ke gawang Elga. Sebaliknya Elga yang setelah kekalahan tipis dari Faidan di partai kedua tampil luar biasa dengan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor meyakinkan 3-0 atas Habibie dan memastikan slot terakhir sebagai Wakil Indonesia. Di partai puncak, keduanya menjadi partai favorit di final: Faidan vs Rommy. Namun hasilnya justru di luar idaman semua pendukung, entah apa yang terjadi dengan Rommy tapi di partai kedua seolah-olah kita disajikan sebuah partai yang berbeda kelas antara Faidan dengan Rommy. Faidan dengan PSG-nya tampil “beringas”, menguasai semua lini permainan dan bahkan dengan mudah mencetak gol demi gol ke gawang Rommy. Sebagai informasi, ini untuk ketiga kalinya Rizky Faidan tampil di Final Nasional Liga1PES, dia hanya vakum 1x saat SEA Finals 2017 Bandung dikarenankan harus fokus ujian akhir kelas 9. Di level internasional pun, Rizky juga uda sempat menjadi wakil Indonesia 1x ke SEA Finals Hanoi dan bertanding kejuaraan PES di Malaysia dan keluar sebagai Juara 1 mengalahkan semua pemain Malaysia bahkan pemain pro asal Vietnam yg akan tampil di WESG PES 2019 bulan Maret mendatang. Hasil akhir partai final benar-benar menunjukkan kualitas seorang Rizky yang sebenarnya, Rizky unggul agregat dengan skor 7-1 atas Rommy.

Continue Reading

Trending