Connect with us

TV & Movies

Mio Imada Akan Berperan Dalam Film Live-Action “Tokyo Revengers”

Published

on

GwiGwi.com – Mio Imada berperan sebagai pemeran utama wanita dalam film live-action Tokyo Revengers yang dibintangi bersama Takumi Kitamura, Yuki Yamada, & Yosuke Sugino. Film ini didasarkan pada serial manga “Tokyo Revengers” oleh Ken Wakui dan disutradarai oleh Tsutomu Hanabusa.

Mio Imada akan memerankan Hinata Tachibana dalam film tersebut. Saat ini, dia terlibat dalam perkelahian dan mati. Hal ini membuat Takemichi Hanagaki (Takumi Kitamura) bersumpah akan membalas dendam atas kematiannya.

Sinopsis oleh AsianWiki: Takemichi Hanagaki (Takumi Kitamura) hidup sebagai seorang pria bebas berusia 26 tahun. Hidupnya pada dasarnya sengsara. Suatu hari, dia mengetahui dari berita bahwa Hinata Tachibana dan adik laki-lakinya Naoto Tachibana (Yosuke Sugino) dibunuh oleh Geng Tokyo Manjikai. Takemichi Hanagaki tercengang dengan berita tersebut, karena Hinata Tachibana adalah cinta pertamanya saat masa SMP.

Keesokan harinya, Takemichi Hanagaki didorong oleh seseorang di peron stasiun dan jatuh ke jalur kereta api. Pada saat itu, dia kembali ke 10 tahun yang lalu. Di sana, dia memberi tahu Naoto Tachibana bahwa dalam 10 tahun, Hinata Tachibana akan dibunuh. Ini mengubah hari ini. Kini, Naoto Tachibana bekerja sebagai detektif dan menghindari pembunuhan oleh Geng Tokyo Manjikai, namun nasib Hinata Tachibana berbeda. Dia dibunuh oleh Tokyo Manjikai Gang.

Takemichi Hanagaki kemudian meminta bantuan dari Detektif Naoto Tachibana. Dia ingin menyelamatkan Hinata Tachibana dengan kembali ke masa lalu untuk menghancurkan Tokyo Manjikai Gang.

AsianWiki

Advertisement

Box Office

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan yang Santai

Published

on

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

www.gwigwi.com – Cash Out adalah film aksi perampokan karya Randdal Emmet dan Dipo Oseni yang dibintangi John Travolta (Mason), Kristin Davis (Amelia), dan Lucas Haas (Shawn). Mason, seorang mantan perampok professional yang terpaksa harus kembali dalam dunia kriminalitas demi menyelamatkan adiknya, Shawn yang secara serampangan mencoba merampok sebuah bank.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Polisi dengan cepat mengepung bank tersebut dan negosiasi pun berjalan dengan lancer, Mason pun segera memikirkan rencana untuk bisa kabur dari kepungan polisi setelah mendapatkan target yang perlu diambil dari bank itu.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Cash Out terbilang tidak mengikuti pakem film-film aksi yang bertema perampokan karena tidak ada aksi tembak-tembakan, tidak ada konflik yang serius baik antar crew perampokan maupun dengan para sandera.

Proses Negosiasi dengan polisi dan FBI pun berjalan lancer-lancar saja. Sebagai gantinya film ini memberikan humor ringan dan sedikit plot twist mengenai barang incaran Shawn.

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Review Film Cash Out, Aksi Perampokan Yang Santai

Dari segi cast sudah tidak dapat dipungkiri karismanya John Travolta masih terlihat di film ini, jadinya itu merupakan sebuah nilai plus. Akting bintang-bintang pendukung lainnya juga baik dan menghibur.

Pada akhirnya, bila Gwiple mencari film yang santai namun masih berbobot, bisa menyaksikan Cash Out ekslusif hanya di bioskop XXI.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film Tarot, ramalan membawa petaka

Published

on

By

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

www.gwigwi.com – Dikisahkan tentang enam orang remaja yang liburan di sebuah rumah tua.

Kemudian mereka menemukan kartu tarot yang dilukis dengan tangan. Kemudian mereka mencoba meramal melalui kartu tersebut.

Ternyata, ada peraturan tidak tertulis tentang pembacaan Tarot yakni jangan pernah menggunakan kartu orang lain.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Tanpa mereka sadari, setelah meramal menggunakan kartu tarot tersebut mereka melepaskan iblis yang terperangkap di dalam kartu tersebut. Satu per satu dari mereka kemudian berpacu dengan maut untuk melarikan diri dari kematian yang telah diramalkan dari kartu tersebut.

Film yang dibintangi oleh Harriet Slater, Adain Bradley, Avantika, Wolfgang Novogratz, Humberly González, Larsen Thompson, dan Jacob Batalon.

Filmnya ditulis dan disutradarai oleh Spenser Cohen & Anna Halberg dan diproduseri Leslie Morgenstein, Elysa Koplovitz Dutton, dan juga Scott Glassgold.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Film ini merupakan debut penyutradaraan bagi Cohen dan Halberg berangkat dari plot “Horrorscope,” novel tahun 1992 karya Nicholas Adams. Yang berkisah tentang seorang pembunuh berantai yang memilih korbannya berdasarkan tanda-tanda zodiak.

Cohen dan Albert kemudian ter-influence dari film “Final Destination” dan “Ten Little Indians”. Hal ini terlihat dari cara mengeksekusi adegan kematian para korban di film ini yang identik dengan kecelakaan tetapi memiliki unsur horor dengan kemunculan sosok iblis yang menyeramkan.

Film Tarot berhasil menyajikan pengalaman horor yang intens dan menegangkan. Dari segi akting, sinematografi serta scoring cukup mampu memberikan atmosfer yang mencekam.

Namun bagaikan gading yang tak retak, film ini seharusnya mampu memberikan pendalaman cerita dari berbagai karakter yang ada di film ini.

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Review Film Tarot, Ramalan Membawa Petaka

Kita langsung dihidangkan kepada karakter yang berkumpul, bermain kartu tarot, kemudian melawan sebuah entitas yang ada di kartu terkutuk tersebut. Namun penonton tidak diberikan sedikit gambaran bagaimana karakter dapat bermain tarot dan meramal, hingga ramalannya tersebut menjadi nyata.

Belum lagi darı sisi cerita mungkin akan lebih menarik, khususnya di bagian penutup film ini.

Secara keseluruhan, film Tarot merupakan film yang menarik untuk penikmat film horror. Meskipun ada yang kurang di film ini namun tetap menghibur dan menegangkan.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film IF: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Published

on

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

www.gwigwi.com – IF: Imaginary Friends atau Teman Khayalan adalah film fantasi terbaru Paramount Pictures karya John Krasinski mengenai Bea (Cailey Flaming), seorang piatu yang sedang dirundung kekhawatiran krn ayahnya akan menjalani operasi jantung. Selama masa perawatan ayahnya, Bea tinggal bersama neneknya di sebuah apartemen di New York. Kehidupannya berubah total pd suatu malam setelah bertemu Blossom (Phoebe Waller) dan Cal (Ryan Reynolds) yg mencoba membantu para Imaginary Friends yg sudah dilupakan anak-anaknya terdahulu untuk mendapatkan anak-anak pengganti.
Setelah beberapa kali Bea denial bahwa dia masih anak-anak, tidak lama kemudian ia setuju utk membantu Cal (tidak jelas motivasi apa yg membuatnya berubah pikiran) . Dan dimulailah usaha Bae dan Cal membantu para IF ini. Banyak karakter IF yang muncul namun hanya beberapa yang bisa diingat seperti Lewis si Teddy Bear senior (Louis Gossett) dan Blue (Steve Carell) , yang mirip Grimace nya Mcdonald’s.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Seiring dengan perkembangan plot, ternyata misi Bae dan Cal berubah menjadi bagaiman mempertemukan kembali para IF dengan majikan-majikan lamanya yang sekarang sudah menjadi orang dewasa dan mencoba mengingat impian dan kenangan masa kecilnya.  Perkembangan ini menjadi membingungkan karena tema film menjadi ditujukan untuk orang-orang dewasa dan bukan anak-anak seperti target awal. Film IF juga kurang mendalami bagaimana kenangan masa kecil orang-orang dewasa yang akan dipertemukan kembali dengan teman-teman khayalannya; bagaimana imajinasi mereka dalam menciptakan wujud teman khayalannya ; bagaimana pertemanan mereka dengan teman khayalan di saat kecil.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Satu hal yang bisa menimbulkan kerancuan adalah bagaimana para IF bisa berinteraksi dengan benda-benda yang jelas dapat membuat orang-orang panik namun  mungkin demi tidak membuat plot lebih rumit, sepertinya hal ini “diabaikan” oleh orang-orang awam di film itu kecuali pada beberapa scene. Bahkan mereka seringkali mengabaikan saat Bea ngobrol dengan para IF (yang tidak dapat dilihat) di tempat ramai.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Gwiple yang masih penasaran dengan IF (ada plot twist di film ini yang cukup mengejutkan), dan melihat Ryan Reynolds dalam drama komedi yang ingin orang-orang dewasa untuk menemukan  kembali koneksinya dengan kenangan masa kecil; sudah dapat menontonnya di bioskop bioskop kesayangan.

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Review Film If: Imaginary Friends, Teman Khayalan Orang Dewasa

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending