Connect with us

News

Minecraft: Dungeon, Game Terbaru Mojang

Published

on

GwiGwi.com – Dalam perhelatan Minecon 2018, publisher sekaligus pengembang Minecraft Mojang memberitahukan kehadiran seri teranyar dari game Minecraft berjudul Minecraft: Dungeons.

Dikutip dari The Verge, game yang masih unsur dar Minecraft Universi itu terinspirasi dari game klasik berbasis dungeon crawler. Jadi, pemain masih bakal menemukan pelbagai karakter dan unsur khas dari Minecraft.

Pemain bakal mengumumpulkan perangkat dan senjata yang diperlukan untuk memberantas musuh arena berupa goa bawah tanah atau dungeon. Mengutip website resmi Minecraft dilafalkan ada sejumlah arena permainan yang disajikan.

Baca Juga:  Review Serial Folklore: A Mother’s Love, kisah Ibu dan anak menghadapi teror wewe gombel

Sesuai dengan video trailer yang diumumkan, pihak Mojang melafalkan bahwa pemain dapat melakukan petualangan di dalam dungeon dalam mode solo atau single player maupun bareng pemain lainnya dalam mode co-op empat pemai.

Sayangnya, baik di video maupun pihak Mojang tidak memberikan cerminan detil tentang gameplay yang disajikan di Minecraft: Dungeons, apakah menawarkan gameplay baru atau sama dengan game utama Minecraft.

Pihak Mojang memberitahukan game itu akan muncul pada tahun depan, masih sekedar untuk PC dan tidak melafalkan tanggal rilis guna platform lainnya.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Advertisement
Click to comment

News

Eh? Xiaomi Mi Official Store AEON Mall BSD City Udah Buka Toh?

Published

on

By

GwiGwi.com – Xiaomi memang paling suka membuka Mi Official Store di Indonesia, dan kali ini AEON Mall BSD City jadi pilihan Xiaomi membuka Mi Official Store!

Kasir Xiaomi AEON Mall BSD City tampak mulai diramiakan oleh pengunjung.

AEON Mall BSD City adalah Mall berbasis culture Jepang karena menyesuaikan gaya dari AEON Mall yang ada pada sumbernya langsung di Jepang loh Gwiples. 3 tahun yang lalu, saya pun mengunjungi mall ini untuk pertama kali sebelum akhirnya rajin kesana. Pada artikel Berkunjung ke Mall “Jepang” Pertama di Indonesia, AEON Mall BSD City! yang telah dipublikasikan pada 1 Juni 2015 lalu, memperlihatkan betapa hip and young-nya mall ini, dan betapa banyak suguhan “Jepang Banget” yang diberikan Mall ini.

Percepat waktu hingga 13 Oktober 2018, ternyata Xiaomi Mi Official Store ketiga di Tangerang telah hadir di Mall ini dan siap melayani kebutuhan gadget Xiaomi kalian loh Gwiples. Untuk saat ini, Mi Official Store AEON Mall BSD masih dalam status soft opening serupa dengan Xiaomi Mi Official Store Lippo Karawaci yang pernah saya cover beberapa waktu lalu. Jadi, jangan terlalu banyak menantikan Promo besar seperti saat Grand Opening, akan tetapi untuk kalian yang berdomisili dekat dengan AEON Mall BSD City, kalian sekarang dapat membeli dan memiliki perangkat-perangkat terbaik dari Xiaomi yang pastinya orisinil karena berasal langsung dari sumbernya di Mi Official Store AEON Mall BSD City ini.

Jajaran Ponsel Pintar Xiaomi siap dijajaki oleh pengunjung.

Eh, tapi sepertinya ada yang kelupaan nih Gwiples. Lupa kasih tau lokasinya hehe. Untuk alamat lengkapnya, Mi Official Store AEON Mall BSD City dapat kalian temui di Lantai 3, 3F-3-30 AEON Mall BSD City. Kalau mau navigasi paling mudahnya, kalian dapat mencari arcade Amazon atau Bioskop XXI yang ada di Mall ini, dan berjalan lurus kedepan di lantai 3 dan kalian akan menemukannya dekat dengan Toko Official JBL – Harman Kardon.

Baca Juga:  Xiaomi Indonesia bersama dengan Aksi Cepat Tanggap bantu korban bencana di Sulawesi Tengah

Nah gimana nih Gwiples? Sudah siap meminang Xiaomi baru kalian di Mi Official Store AEON Mall BSD City? Apa nih yang akan kalian beli pertama kali? Apakah si ganas POCOPHONE F1? Atau si all time affordable Xiaomi Redmi 6A? Atau mungkin kalian mau beli TV Xiaomi Mi Smart TV ukuran 32 inci atau 43 inci? Atau malah kalian ingin beli aksesoris seperti Powerbank, Headphone, Tongsis dan lainnya? Hati-hati jangan sampai kelewat khilaf yah Gwiples hehe~

Gallery Mi Official Store AEON Mall BSD City

Baca juga: Xiaomi Segera Mempersiapkan Perangkat Baru Ke Indonesia? Mi 8 Youth? Drone? Laptop Xiaomi?

Continue Reading

News

#Mending Xiaomi atau #Mending Realme? Genderang Perang Baru Smartphone Murah di Indonesia!

Published

on

By

GwiGwi.com – Beberapa waktu ini, genderang perang baru smartphone murah di Indonesia mulai berkumandang. Adalah Xiaomi dan RealMe yang menjadi pusat perhatian perang ini. Kedua perusahaan ini adalah produsen smartphone pada segmentasi yang sangat kompetitif di Indonesia, yaitu segmentasi budget smartphone dimana kedua perusahaan mengeluarkan perangkat dengan performa yang sangat baik pada kelasnya, namun menawarkan harga kompetitif yang tidak bisa disaingi oleh kompetitor lainnya yang bertanding di segmentasi market yang sama dengan harga yan lebih premium. Hal ini menjadi pusat perhatian bagi warga Indonesia yang merupakan target yang tepat untuk memiliki solusi dari segmentasi yang mulai dipenuhi kompetitor dan hanya bisa dimenangi melalui kompetisi harga.

Perkenalkan Xiaomi, Perusahaan Asal Negeri Tiongkok yang Menggebrak Pasar Smartphone

Didirikan oleh Lei Jun, Xiaomi dikenal di negeri asalnya sebagai pesaing utama Samsung dan juga Apple yang telah memimpin pasar smartphone selama beberapa waktu. Xiaomi hadir sebagai solusi domestik yang menawarkan perangkat yang memiliki kualitas cukup baik terutama dari segi performa, namun tidak membuat jebol kantong para pengkonsumsi gadget. Hal ini membuat Xiaomi sukses menjadi rajanya pasar smartphone di negeri asalnya kembali lagi, karena harga yang kompetitif.

Tak hanya bersaing di segi smartphone, Xiaomi mulai mengeluarkan inovasi teknologi canggih lainnya, namun tetap dalam tangkapan mindset yang sama, yaitu good tech on a budget. Disini Xiaomi mulai meraih momentum pasar yang semakin kuat. Sebagai negara yang paling besar memproduksi perangkat teknologi, demand di China untuk peralatan canggih yang dapat digunakan konsumer berbasis Internet of Things menjadi peluang besar untuk Xiaomi dan melalui beberapa anak perusahaan seperti Mijia (Rumah Mi), Yi (Young Innovators), dan sejumlah sub-brand lainnya, Xiaomi berhasil menjadi produsen teknologi dengan varias beragam demi memenuhi kebutuhan pasar.

Momentum ini akhirnya digunakan Xiaomi untuk memperluas pasar, hingga akhirnya menjelajah ke negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, India, dan juga akhirnya sampai ke tanah air Indonesia. Xiaomi sudah memiliki pengalaman pasar yang cukup kuat di India, dan keputusannya untuk selalu mengupdate Xiaomi Indonesia hingga ke tahap tertentu menyerupai India, membuat Xiaomi Indonesia sangat diminati di pasar yang baru mulai berkembang, dengan demand yang besar.

Xiaomi pun akhirnya semakin memiliki posisi nyaman di Indonesia pada tahun 2018, dengan memposisikan dirinya sebagai smartphone dengan penjualan terbaik, pengguna terbanyak, dan yang paling diminati pasar nomor 2 di Indonesia, dengan persentasi yang beda tipis dengan Samsung yang sudah lama menjadi rajanya Smartphone di Indonesia. Ini pun dibuktikan dengan mulai bermunculannya Xiaomi Mi Official Store di berbagai area di Indonesia, dan bermunculan hampir setiap bulan di beberapa kota.

Xiaomi pun memiliki komunitas yang besar di Indonesia melalui Mi Fans yang disebut sebagai fans yang sangat antusias, dan selalu mendukung Xiaomi Indonesia pada setiap perjalanannya. Ini pun didukung juga dengan keinginan Xiaomi untuk mendatangkan Mi Fans ke beberapa event mereka seperti Launching, Mi Pop, Mi Community Day, dan lainnya.

Xiaomi tatkala juga menciptakan sebuah sub-brand yang bertujuan untuk menyaingi brand kelas flagship yang sudah semakin mahal dengan menciptakan POCOPHONE atau POCO di India. Tak lama setelah itu, POCOPHONE pun diboyong ke Indonesia dan memperkenalkan smartphone pertamanya, POCOPHONE F1 (baca reviewnya disini).

Namun, pada penghujung tahun 2018, salah satu saingan Xiaomi yang sudah tertanam kuat di Negara kedua terbaiknya selain China yaitu India, RealMe Mobile, akhirnya menancapkan taringnya kedalam pasar kompetitif penuh saingan dari banyak ragam kompetitor di Indonesia.

Perkenalkan RealMe Mobile, Berasal dari Perusahaan Penghasil Smartphone Terindah Secara Aestetika.

Realme Mobile, atau lebih dikenal dengan lebih sederhana sebagai RealMe adalah salah satu perusahaan produsen smartphone dari negara yang sama dari Xiaomi, namun dengan teori yang lebih budget lagi, tapi tidak merusak aestetika dari sebuah Smartphone. Perusahaan ini dimulai oleh Sky Li, mantan Vice President of International Mobile Business dari perusahaan smartphone yang sudah cukup dikenal di Indonesia, yaitu OPPO. RealMe sendiri, pada saat peluncuran smartphone pertamanya, masih mengusung nama OPPO dan pada kala itu masih bernama OPPO Real dan perangkatnya adalah RealMe 1.

Sky Li, kemudian memutuskan untuk memecahkan diri dari OPPO agar lebih memiliki segmentasi market sendiri dan bergerak “mandiri” sebagai perusahaan terpisah, RealMe Mobile. Strategi ini berbeda dengan Xiaomi yang memang menciptakan POCOPHONE untuk mengisi segmentasi yang serupa. Ini bukanlah hal yang baru bagi OPPO Mobile. OPPO sendiri sudah terpisah menjadi 3 kubu sebelum RealMe ikut berpisah. OPPO memiliki 3 brand total dibawah sayapnya yaitu OnePlus One yang berfungsi sebagai produsen smartphone flagship harga budget, OPPO yang menawarkan segmentasi market menengah dengan smartphone yang memiliki estetika yang menarik dan selfie camera yang menyentuh angka 25 megapiksel, dan juga VIVO yang menawarkan segmentasi yang sama di market OPPO sendiri, tapi dengan improvement di beberapa area yang berbeda seperti performa main game, dan juga kamera belakang yang cukup mumpuni serta inovasi seperti on-screen fingerprint sensor.

RealMe lalu memulai perjalanan baru di India, sebagai produsen smartphone yang berusaha menggebrak pasar India. Saat itu India sudah mulai dipenuhi oleh beberapa kompetitor lainnya seperti Xiaomi dan juga OnePlus One yang merupakan saudara dekat dari RealMe. Akan tetapi, RealMe berhasil menggandeng beberapa kerjasama disana-sini di India, dan akhirnya berhasil meraih posisi ke-4 dalam penjualan dengan performa penjualan yang sangat baik dari RealMe 1.

Kedatangan Keduanya di Indonesia Menjadi Sinyal Perang Baru Smartphone Budget

Lalu kita kembali ke pasar Indonesia. Di Indonesia, demand untuk smartphone yang murah namun berkualitas sangatlah tinggi. Terutama setelah adanya gebrakan dari Xiaomi, Nokia, Honor dan bahkan produsen lokal seperti Advan membuat persaingan di pasar ini sangat ketat. Selain itu harga flagship yang semakin tidak affordable bagi berbagai kalangan, membuat pasar ini menjadi santapan lezat bagi setiap produsen yang bisa memberikan smartphone yang memenuhi demand tersebut.

Xiaomi adalah salah satu dari perusahaan yang menggebrak pasar dengan mengeluarkan smartphone dengan harga dibawah 3 juta rupiah, dan sudah menggunakan “prosesor dengan nama besar” yaitu Qualcomm Snapdragon. Tapi ini adalah saat dimana Xiaomi sudah mulai dikenal lebih luas di Indonesia dibawah naungan Grup Erajaya. Xiaomi awalnya datang melalui Lazada dan memperkenalkan “trend” flashsale ke Indonesia dengan perangkat pertamanya yaitu Redmi 1S.

Baca Juga:  Xiaomi Indonesia bersama dengan Aksi Cepat Tanggap bantu korban bencana di Sulawesi Tengah

Seiring waktu berjalan, market budget smartphone semakin penuh dipimpin oleh produsen lainnya seperti Nokia, Honor, dan lainnya. Tetapi Xiaomi semakin kuat. Hingga, akhirnya beberapa waktu ini dan kedepannya, mungkin akan ada sebuah perubahan sangat signifikan.

RealMe resmi datang ke Indonesia pada 9 Oktober 2018 kemarin dan berencana memperkenalkan 3 perangkat sekaligus yaitu RealMe 2, RealMe 2 Pro, dan RealMe C1. Ke-3 perangkat dari RealMe ini seolah-olah sudah siap menjatuhkan Xiaomi dari tahta yang sudah didukinya selama beberapa waktu. Walau mungkin tidak dalam waktu yang sangat cepat, berbagai tanggapan positif-pun sudah mulai berdatangan.

Di berbagai outlet sosial media-pun, para Netizen sudah mulai menyampaikan perasaan bahwa lebih baik salah satu merk dari yang lainnya dikarenakan 1 faktor, yaitu harga. Kiblat para Netizen seolah mulai bergejolak, sama seperti ketika Xiaomi pertama kali mendarat di Indonesia dan menyebabkan booming budget smartphone. Akan tetapi, terkadang ada faktor lainnya yang dapat dengan mudahnya mematahkan faktor tersebut.

Adalah Brand Loyalty yang nantinya akan menyelamatkan brand-brand yang sudah dikenal di Indonesia. Sebagai pengguna berbagai merk smartphone-pun saya menyadari hal tersebut. Saat ini saya sudah terikat dengan 2 brand utama yang bertolak belakang, yaitu Samsung dan juga Apple. Rasa nyaman terhadap 2 brand tersebut telah menguatkan posisi kedua brand dalam ekosistem keseharian. Beberapa brand lainnya pun sempat bertahan untuk beberapa waktu, hingga akhirnya saya memutuskan untuk kembali.


@SobatHAPE melalu cuitannya menginformasikan tentang Mimin Xiaomi yang mulai direcokin

Loyalist dari #MendingXiaomi juga tidak dalam jumlah sedikit. Komunitas yang sudah kuat didirikan tidak begitu mudah bisa digoyahkan karena kenyamanan dalam sebuah ekosistem. Hanya faktor personal seperti kondisi ekonomi lah yang sepertinya bisa menggoyangkan hal tersebut.


Dilansir dari cuitan @rendy_ricardo yang membagikan tangkapan layar dari Social Media Xiaomi

Xiaomi dan RealMe memiliki beberapa kesamaan. Keduanya sudah berhasil mendatangkan perangkat yang sangat affordable, berada di posisi harga sub-3jtan. Selain itu keduanya memiliki otak prosesor yang hampir serupa, yaitu sama-sama dari Qualcomm Snapdragon. Untuk Xiaomi, mereka memakai mulai dari Snapdragon 425 hingga 835 yang menjadikan segmentasi beragam dari Xiaomi untuk hal prosesor saja. Sedangkan RealMe menggunakan Snapdragon 450 dan 660 sebagai pilihannya.

Keduanya pun menawarkan kapasitas memori penyimpanan yang besar, dan didukung oleh RAM yang cukup besar mulai dari konfigurasi RAM 2GB hingga 8GB, ditambah memori penyimpanan mulai dari 16GB untuk segmentasi budget terendah, hingga 128GB untuk kalian yang suka “unlimited” memory. Akan tetapi, Xiaomi disini memiliki poin kemenangan terutama untuk Xiaomi Mi A Series seperti Mi A1, Mi A2, dan Mi A2 Lite yang didukung oleh Google sebagai hasil kerjasama projek Android One. Android One memberikan kesempatan untuk seri tersebut memiliki kapasitas penyimpanan foto tak terbatas yang diberikan oleh Google.

Akan tetapi, RealMe memiliki nilai lebih yang berbeda. Dari segi kamera, RealMe didukung oleh kemampuan OPPO untuk menghasilkan kamera yang cukup oke, melampaui perangkat Xiaomi pada umumnya (kecuali beberapa model yang memang dipergunakan untuk keperluan fotografi). Keduanya pun memiliki kemampuan Artificial Inteligence yang digunakan pada prosesor gambar dan lensa kamera masing-masing, yang diduga meningkatkan kualitas foto yang ditangkap.

Jadi pada akhirnya, apakah #MendingXiaomi atau #MendingRealMe dapat dimenangkan salah satu pihak? Menurut saya tentu saja tidak. Posisi absolut ini kini sudah menjadi suatu yang sangat lumrah. Jika kita ingat, dulu Samsung pernah menjajaki strategi-strategi yang sama untuk melawan Apple, dan secara harafiah, saat ini keduanya malah sudah memiliki target market masing-masing yang sepertinya tidak memakan satu sama lainnya. Xiaomi dan RealMe sepertinya akan memiliki persaingan ketat yang sama seperti kedua merk raksasa yang tadi disebutkan, hanya dikarenakan segmentasi yang kuat untuk target market mereka di Indonesia.

Toh demikian, keduanya memiliki perangkat yang sangat bagus, dan tentunya diharapkan bisa memiliki penjualan yang sangat baik di Indonesia. Kompetisi sangatlah bagus karena kompetisi meningkatkan Inovasi. Hanya saja, terkadang sebenarnya yang membuat “onar” di Internet adalah para fans fanatik yang lebih menjagokan salah satu brand dibandingkan yang lainnya. Itu wajar. Dan sesungguhnya itulah yang dimaanfatkan dalam teknik marketing untuk meningkatkan sales.

Genderang perang sudah dibunyikan, dan kedua perusahaan asal Tiongkok sedang berusaha merebut market. Masing-masing memiliki nilai jual yang positif dan juga negatif. Baiknya adalah kita sebagai netizen untuk mengatur diri dan memilih brand sesuai beberapa faktor yang dijalani pribadi seperti:

1. Apakah merk ini cocok dengan saya?

2. Apakah saya memang sedang membutuhkannya?

3. Apakah saya memiliki budget yang sesuai?

Paling tidak, ketiga faktor diatas lah yang menjadikan tolak ukur. Toh pula, para produsen hanya berusaha sebaik mungkin untuk menjual perangkat mereka demi kesuksesan perusahaan.

Pada akhir kata, belilah merk yang kalian memang sukai, karena smartphone adalah sebuah aset berharga yang harusnya dapat bertahan untuk waktu yang cukup lumayan, minimal setidaknya 1 tahun digunakan, dan menjadi jendela penghubung kita sebagai makhluk sosial ke jendela dunia.

Jadi kalau kalian, lebih pilih mana? #MendingXiaomi? #MendingRealMe? Atau malah #MendingSamsung dan #MendingApple?

Jangan lupa untuk subscribe di Newsletter GwiGwi.com agar tidak kelewatan informasi-informasi menarik seputar Pop Culture, Games, Gadgets dan Technology yang sedang panas di Indonesia.

Follow juga akun sosial media GwiGwi.com di Facebook, Twitter, dan juga Instagram.

Untuk mendapatkan info-info menarik, foto-foto teknologi dan juga cosplay atau sekedar mengintip “kegiatan” sosial penulis artikel ini, silahkan follow Instagram saya di @fspplus dan jangan lupa say hi agar difollow kembali 😀

Terimakasih,

Sampai bertemu di artikel berikutnya!

FSP signing out~

Continue Reading

Entertainment

Review Serial Folklore: A Mother’s Love, kisah Ibu dan anak menghadapi teror wewe gombel

Published

on

Gwigwi – Murni (Marissa Anita) harus berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi dirinya dan anak semata wayangnya, Jodi (Muzakki Ramdhan), di tengah sulitnya mencari kerja di ibukota.

Sebagai single parent, Murni pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain demi menghidupi anaknya. Ketika dia ditawari untuk membersihkan sebuah rumah mewah di Jakarta Selatan, tentu dia tidak menolak.

Ia diberi waktu tiga hari untuk melakukan pekerjaannya itu sampai nantinya dia akan dibayar. Belum sampai tiga hari, belum juga dibayar untuk pekerjaannya itu, Murni mengalami hal aneh di rumah tersebut.

Gangguan yang malah membuatnya mengungkap sebuah kejadian misterius yang ternyata sudah dialami oleh masyarakat sekitar selama beberapa waktu. Murni menemukan sekelompok anak kecil berpenampilan kotor dan bau kotoran manusia di loteng rumah yang harus dibersihkannya tersebut. Bagaimana mereka bisa ada di sana?

 

Joko Anwar memulai kisah ini dengan mengajak kita tenggelam bersama kesulitan hidup yang dialami oleh Murni dan Jodi lewat ‘A Mother’s Love’. Masalah hidup di Jakarta ternyata tidak hanya soal uang dan keberuntungan, tapi juga tentang bagaimana tetap bisa bertahan hidup dengan terus memberikan kasih sayang untuk sang buah hati.

Murni adalah seorang ibu yang sebenarnya masih belum bisa benar-benar tahu bagaimana caranya untuk bisa jadi sosok ibu yang baik untuk Jodi. Dia belum punya pekerjaan tetap, dia tidak bisa menyekolahkan anaknya, dia kadang sangat protektif dan sering memarahi Jodi yang sebenarnya ingin bermain seperti anak-anak seusianya.

Tapi ada rasa sayang berlebih terhadap anak semata wayangnya itu. Murni bukanlah sosok ibu yang menelantarkan anaknya tapi justru ingin bekerja keras buat sang anak.

Itulah sisi kehidupan Murni yang membuat sang Wewe kemudian cemburu. Dendam karena “anak-anaknya” direbut oleh Murni dari atas loteng tempat mereka disembunyikan, dan kini sasaran utama sang Wewe adalah Jodi.

Di serial Ini, Wewe tidak hanya sosok besar bak raksasa, hitam, menyeramkan, punya payudara besar dan bisa terbang. Lewat ‘A Mother’s Love’, Joko Anwar ingin menggambarkan sisi lain dari sosok menakutkan yang sering muncul menculik anak kala maghrib.

Baca Juga:  #Mending Xiaomi atau #Mending Realme? Genderang Perang Baru Smartphone Murah di Indonesia!

Bahwa dia pun sebenarnya adalah seorang ibu yang pernah kehilangan anaknya. Wewe versi episode pilot serial folklore punya perasaan cinta dan sayang yang besar buat anaknya, tapi perasaan itu tidak bisa tersampaikan seutuhnya karena dia harus kehilangan anak tersebut.

Selain itu, sang Wewe pun ternyata bisa sangat manipulatif. Ya karena keinginannya untuk memberi kasih sayang buat seorang anak dan juga karena hasratnya untuk balas dendam.

Dalam menonton ‘A Mother’s Love’ kita bakal dibawa ke dalam dua situasi: emosi dan ketakutan.

Meskipun gak banyak jump scare seperti kebanyakan film-film horor Indonesia yang tayang di bioskop, suasana yang ditampilkan dalam ‘A Mother’s Love’ akan membuat kita bergidik dan sesekali menutup mata. Tapi yang pasti, di akhir film ini kita akan bertanya-tanya, ini beneran film horor bukan sih? Kok malah bikin baper !

Keputusan yang brilian dari Joko Anwar untuk memilih Marissa Anita sebagai Murni dan Muzakki Ramdhan sebagai Jodi. Akting mereka 100% sempurna.

Muzakki, meski usianya masih anak-anak, bisa berdialog nyaman dan natural dengan Marissa. Chemistry antara keduanya bikin yang nonton nggak akan rela kalau akhirnya Murni dan Jodi harus jadi korban si Wewe Gombel.

‘A Mother’s Love’ adalah satu dari enam episode serial antologi horor produksi original HBO Asia ‘FOLKLORE’. ‘FOLKLORE’ akan mulai tayang di HBO pada Minggu 7 Oktober 2018 secara eksklusif.

Episode selanjutnya akan tayang pada jam dan hari yang sama. Spesial untuk ‘A Mother’s Love’, untuk yang bukan pelanggan HBO bisa menyaksikan film karya Joko Anwar ini secara gratis di HBO GO pada pukul 21:00 WIB mulai 7 Oktober. Sebelum tayang di HBO, ‘A Mother’s Love’ juga diputar perdana di Toronto International Film Festival 2018 September lalu.

Continue Reading
Advertisement DICARI REPORTER
Advertisement South East Asia Cyber Arena 2018
Advertisement

GwiGwi Space

GWIDEV

Trending