Music
Interview bersama Konomi Suzuki, Senang dapat kembali ke Singapura
GwiGwi.com – C3AFASG17 atau C3 Anime Festival Asia Singapore 2017 baru saja digelar pada tanggal 24 hingga 26 November kemarin di Suntec Singapore International Convention and Exhibition Centre. Salah satu Artist yang datang untuk meramaikan C3AFASG kali ini adalah Konomi Suzuki, yang berbagi ceritanya di sesi Interview kali ini. Simak hasil bincang-bincang kami bersama pembawa lagu There is a Reason ini.
Apa yang anda rasakan tentang C3AFASG tahun ini ?
Ini adalah kali keduanya saya datang ke AFA, saya sangat senang dapat kembali ke Singapur. Selain datang ke Singapur untuk AFA, saya sudah pernah datang ke Singapur secara pribadi dan juga acara School Trips, sehingga Singapur menjadi tempat yang spesial di hati saya dan dapat tampil kembali disini membuat saya sangat senang.
Anime apakah yang menginspirasi anda untuk memulai karir sebagai penyanyi Anisong ?
Macross Frontier ! Bahkan sebelum itu, saat masih kecil saya sudah bercita-cita sebagai penyanyi. Dan saat menonton Macross Frontier saya seperti “Wah ternyata ada Genre Anisong” jadi itulah saya memilih jalur sebagai penyanyi Anisong.
Di awal karir anda apakah anda menemui kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan industri musik ini?
Ketika awal mulai, ini sangat menyenangkan, namun di saat yang bersamaan sangat banyak kerja keras, seperti halnya orang lain mencoba memulai hal yang baru. Salah satu kesulitan saya adalah ketika saya melakukan recording, terkadang hasilnya tidak sesuai dengan ekspet saya dan itu membuat saya frustasi dan pernah hingga saya menangis. Tapi karena itu tercipta lagu dari experience tersebut, dan sebagai penyanyi saya harus terus berusaha dan mencoba hal baru. Itu susah, namun di saat yang bersamaan itu adalah sesuatu hal yang saya sukai dan itu merupakan keseimbangan yang baik untuk saya.
Apakah anda memiliki “Good Luck Ritual” sebelum memulai konser?
Sebelum konser biasanya saya sangat gugup dan mencapai titik dimana saya tidak bisa tidur di malam sebelumnya, dan sampai tidak mau makan. Biasanya saya meminta salah satu orang dari tim untuk memukul saya dari belakang dengan sangat kencang sehingga kecemasan dan kegugupan saya dapat keluar dari badan saya, dan dapat tampil tanpa adanya rasa gugup dan cemas.
Anda melakukan debut sebagai salah satu pemain utama dalam anime berjudul “LOST SONG”. Dapatkah anda menceritakan sedikit tentang karakter yang anda suarai ?
Karakter yang saya suarai, Rin, sangat suka bernyanyi, dan juga makan. Keinginannya adalah untuk bernyanyi. Jadi anda dapat melihat perkembangannya sembari bertemu dengan orang baru dan mendapat pengalaman lebih, dan semua itu menjadikan karakter yang saya harap kalian dapat nantikan. Tahun Depan.
Pada saat Animelo Summer Live 2017, anda berkolaborasi dengan Nishizawa Shiena dan menampilkan “Sorairo Days”. Bagaimanakah perasaan anda? Apakah ada kesulitan dalam melakukan kolaborasi dengan Artist lain ?
Sebenarnya ini pertama kali saya main gitar diluar acara Live dan bermain dengan orang lain. Pertama kali melakukan kolaborasi ini saya sangat kaget dan tidak sengaja tertawa. Saya sangat berlatih dengan keras karena Nishizawa Shiena-chan sangat jago bermain gitarnya, dan karena kita seumuran dan mengambil jalur anisong, kita harus saling berjuang. Untuk kolaborasinya sendiri sangat membutuhkan kerja keras dan ada beberapa kesulitan tersendiri ketika anda berkolaborasi dengan orang lain, seperti “oh ini bukan hanya penampilanku saja, tapi juga penampilan dengan orang lain” dan “oh sepertinya orang ini mau saya nyanyi seperti ini atau mungkin saya harus seperti ini” dan detil kecil seperti inilah yang harus saya terus simpan dalam pikiran saya dan ini menjadikan pengalaman belajar yang baik. Dan setelah kami selesai tampil, perasaan yang saya dapat bersama Shiena-chan menjadi sesuatu yang spesial dan saya benar-benar menikmati kolaborasi dengan orang lain.
Pada awal tahun anda juga tampil di Anime Expo, Amerika. Apa yang anda rasakan tentang itu ?
Itu adalah pertama kalinya saya datang ke Amerika, sangat senang tapi juga khawatir di saat yang bersamaan. First Impression saya adalah semuanya besar dan saya sangat terkejut. Untuk acaranya saya khawatir banyak orang yang tidak mengenal saya, apakah mereka akan menerima saya atau tidak. Namun ketika saya mulai tampil, saya langsung menyadari bahwa tidak ada bedanya ketika tampil di Jepang. Semua orang mulai memanggil dan menyalakan glowstick mereka, dan dari situ saya berpikir bahwa Anisong dan musik benar-benar membawa semua orang bersatu.
Salah satu lagu anda, “There is a Reason” untuk Ending No Game No Life: Zero sangat bagus dan cocok dengan tema ending movie-nya. Apakah anda sudah menonton Movie nya? Apa yang anda rasakan tentang koneksi antara lagu anda dengan Movie-nya ?
Ya, saya sudah menonton Movie nya dan sangat menikmati menontonnya bersama dengan yang lain. Untuk lagunya, ini merupakan sesuatu hal yang baru karena genre-nya lebih ke Rock Ballad, yang dimana itu merupakan pertama kali saya mencobanya.
Apa Inspirasi dibalik lagu “There is a Reason” ?
Pertama kali saya mendengar hasil lagunya, saya langsung berkata “Ini… benarkah lagu saya?”. Saya sangat kaget karena agak berbeda dengan lagu-lagu saya yang lainnya. Yang ini sangat dewasa, dan ketika saya mendapat info tentang 2 protagonis di movie nya, memang berbeda dari Sora dan Shiro dari TV Anime nya. Jadi ketika saya diberitahu storyline-nyam saya merasa lagu ini memang cocok untuk storyline ini dan senang.
Untuk Lagu Ending Sakurasou no pet no Kanojo yang berjudul “Days of Dash” merupakan lagu yang sangat berkesan untuk anda. Dapatkah anda menceritakan cerita dibalik ini ?
Ketika anime keluar, saya masih seorang pelajar. Jadi saya dapat berhubungan langsung dengan karakternya karena mereka semua masih seorang pelajar. Dan cerita secara keseluruhan adalah mengejar impianmu dan saya menaruh diri saya seperti di anime. Juga karena itu merupakan single kedua setelah saya debut, jadi saya masih mengejar impian saya, sehingga itulah yang membuat lagu ini spesial untuk saya.
Apakah ada Artis atau Musisi lain yang ingin anda ajak berkolaborasi?
Jika ada kesempatan, saya ingin berkolaborasi dengan Mei-san dari Macross Frontier, karena dialah yang membuat saya memilih jalur sebagai penyanyi anisong dan semoga ini yang kalian tunggu-tunggu.
Nah, itulah interview bersama Konomi Suzuki, salah satu penyanyi untuk Anime No Game No Live.
Konomi Suzuki merupakan salah satu artiste yang tampil di I LOVE ANISONG C3AFASG17 dan sudah debut untuk anime LOST SONG
Jadi, apakah kalian akan mengikuti anime-nya?
Entertainment
Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup
www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.
Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.
Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.
Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID
Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.
Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.
Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.
Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID
Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.
Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.
Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.
Menyambut Babak Baru Akemi ID
Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.
“Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.
Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.
Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.
Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433
Music
SHIFT UP Dikritik Usai Promosikan Stellar Blade: Bloodrain Lewat Video Musik Berbasis AI
www.gwigwi.com – SHIFT UP menuai sorotan dari komunitas setelah merilis video musik orisinal untuk Stellar Blade: Bloodrain di kanal YouTube resminya. Video berjudul “Wanna be in LOVE” tersebut dipublikasikan hari ini, namun alih-alih mendapat sambutan positif, konten tersebut justru memicu gelombang kritik dari para penggemar.
Sejumlah penonton menilai video musik tersebut tampak dibuat menggunakan teknologi generative AI.
Dugaan ini muncul karena banyak adegan yang memperlihatkan hasil visual dengan karakteristik yang dianggap tidak konsisten, mulai dari perubahan bentuk wajah, proporsi tubuh, hingga detail anatomi karakter yang terlihat berbeda di setiap adegan.
Salah satu aspek yang paling banyak disorot adalah penampilan Evie, karakter utama dalam Stellar Blade: Bloodrain.
Banyak penggemar menilai wajah dan proporsi tubuh Evie dalam video tersebut tidak sesuai dengan desain resminya di dalam game. Perbedaan tersebut memicu berbagai komentar di media sosial, dengan sebagian pemain mengaku kecewa karena kualitas visualnya dianggap tidak mencerminkan standar yang selama ini dikenal dari SHIFT UP.
Komunitas juga mempertanyakan keputusan pengembang menggunakan video bergaya AI untuk mempromosikan game yang selama ini dipuji berkat kualitas grafis dan desain karakternya. Menurut sejumlah penggemar, pendekatan tersebut justru mengurangi identitas visual Stellar Blade yang selama ini dibangun melalui proses produksi konvensional.
Di sisi lain, ada pula pengguna yang berpendapat bahwa SHIFT UP belum memberikan pernyataan resmi mengenai proses pembuatan video tersebut.
Meski menuai kritik, video musik tersebut tetap berhasil menarik perhatian komunitas dan memicu diskusi luas di berbagai platform.
Kini para penggemar menantikan apakah SHIFT UP akan memberikan klarifikasi terkait proses produksi video tersebut atau memilih mempertahankan pendekatan yang digunakan dalam materi promosi Stellar Blade: Bloodrain.
Music
for Revenge Rilis ‘I Miss You Every Brand New Day’, Original Song untuk film Spider-Man: Brand New Day
www.gwigwi.com – for Revenge mempersembahkan ‘I Miss You Every Brand New Day', sebuah original song untuk film Spider-Man: Brand New Day. Kolaborasi ini berawal dari tawaran Sony Music dan Sony Pictures, yang melihat karya-karya for Revenge sejalan dengan emosi cerita dalam film tersebut.
Bagi for Revenge, kesempatan ini menjadi sebuah pencapaian sekaligus tantangan kreatif yang istimewa. Untuk pertama kalinya, mereka menulis karya yang tidak hanya berangkat dari pengalaman personal, tetapi juga dari perjalanan emosional Peter Parker. “Buat kami, ini sebuah kehormatan. Nggak pernah bayangin for Revenge bisa diberi kesempatan untuk menulis karya based on salah satu franchise film terbesar di dunia,” ungkap Boniex. Band ini juga mengaku harus menyelami sudut pandang yang berbeda dalam proses penciptaan lagu tersebut. “Biasanya kami membuat karya berdasarkan apa yang kami alami. Kali ini harus menyatu dengan apa yang dirasakan Peter Parker di film tersebut. Sebagai fanboy Spider-Man, sekali lagi, ini sebuah kebanggaan, untuk menggali sisi emosional seorang Peter Parker,” lanjutnya.
‘I Miss You Every Brand New Day' membawa identitas emosional for Revenge ke dalam semesta Spider-Man: Brand New Day. Lagu ini menjadi pertemuan antara narasi personal yang selama ini kuat dalam karya for Revenge dengan dinamika perjalanan salah satu karakter pahlawan super paling ikonis di dunia. Diperkaya oleh kontribusi sejumlah musisi dan sosok kreatif, lagu ini menghadirkan vokal tamu dari Cynantia Pratita, arahan vokal oleh Kamga, serta paduan suara dari Gege Gumilar, Mulia Aprianto, Nadine Arlyanaza, dan Luginia Raftiane. Proses produksinya turut melibatkan sejumlah nama di balik layar industri musik Indonesia, menegaskan skala dan keseriusan karya ini sebagai original songl.
‘I Miss You Every Brand New Day' akan menjadi karya spesial bagi pendengar for Revenge, penggemar Spider-Man, serta siapa pun yang pernah berhadapan dengan rindu, kehilangan, dan harapan untuk memulai sebuah hari yang baru. Dengarkan sekarang di seluruh digital streaming platform di Indonesia
Executive Producer : Muhammad Soufan for Sony Music Entertainment Indonesia
A&R : Keke Kananta
Performed by : for Revenge
Composed by : Moch Boniex Nurwega & Faisal Riant Sahputra
Music Produced by : for Revenge, Faisal Riant Sahputra & Samuel Theophilus Japutra
Vocal Directed by : Kamga
Vocal Recorded by : Yusup Albantani at Sony Music Studios Indonesia
Guest Vocal by : Cynantia Pratita
Choir by : Gege Gumilar, Mulia Aprianto, Nadine Arlyanaza & Luginia Raftiane
Vocal Edited by : Sinyo Luntungan at Ebony Ivory Studio
Drums Recorded by : Ikhsan Rizaldy at Studio 12
Drums Edited by : Samuel Theophilus Japutra
Mix Prep by : Samuel Theophilus Japutra
Mixed & Mastered by : Dimas Pradipta at Sum It! Studio
Assisted by : Carlo Jogi & Dita Suria at Sum It! Studio
Dolby Atmos by : Gamaliel A. Pradipta at Sony Music Studios Indonesia
Published by : PT. Sony Music Publishing Indonesia
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Berita Anime & Manga2 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
News2 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks





