Connect with us

TV & Movies

Henry Cavill dikabarkan tak lagi perankan Superman Di DCEU?

Published

on

GwiGwi.com – Sebuah kabar yang lumayan mengagetkan dikatakan oleh The Hollywood Reporter baru-baru ini. Henry Cavill, yang telah membintangi Superman/Clark Kent dalam tiga film kesudahannya berpiresmi dengan Warner Bros. Meskipun belum terdapat pihak yang mengkonfirmasi, aktor Inggris yang pertama kali mengenakan konstum biru Superman di Man of Steel pada tahun 2013 dan lantas membintangi Batman v. Superman tahun 2016 serta Justice League tahun lalu, disebutkan telah mengundurkan diri sebagai pemeran superhero sangat ikonik di dunia komik ini.

Warner telah mengupayakan untuk meminta Cavill untuk tampil sebagai cameo di Shazam! yang diperankan oleh Zachary Levi, tetapi pembicaraan kontrak antara kedua pihak gagal. Salah satu hal yang memprovokasi gagalnya percakapan kontrak antar Cavill dan Warner Bros. ialah fokus stuio ini. Mereka diduga sedang memindahkan perharian ke hgenerasi superhero yang lebih muda seperti Supergirl.

Baca Juga:  Review Film Battle Angel Alita

Hal ini menyebabkan WB tidak mungkin menciptakan film Superman minimal selama sejumlah tahun ini. Berdasarkan keterangan dari salah satu sumber dari pihak studio, Superman seperti James Bond, dan setelah sejumlah tahun, Anda mesti menggali aktor baru. Dengan demikian, Cavill bakal bergabung dengan Ben Affleck yang mungkin pun tidak bakal mengulangi perannya sebagai Batman/Bruce Wayne di film garapan Matt Reeves yang bakal datang.

Meskipun Affleck dan Cavill sedang “bermasalah,” semua anggota Justice League lainnya terus maju. Gal Gadot kembali untuk Wonder Woman 1984 pada November 2019. Jason Momoa menjadi headline film solo Aquaman bulan Desember ini. Dan Ezra Miller tetap di jalur yang tepat untuk memerankan sebuah film The Flash, yang (mungkin) akan dibuka diproduksi pada mula 2019.

Chief dan editor, suka nonton anime mainstream yang ga ribet, mulai mendalami yang namanya cameco (cameramen cosplay)

Box Office

Review Film Foxtrot Six, film aksi indonesia yang gak main-main

Published

on

By

GwiGwi.com – Randy Korompis memiliki konsep sebuah film aksi Indonesia dengan rasa Hollywood.

Setelah dikonsepkan selama 9 tahun dengan menggebet produser film Hollywood yaitu Mario Kassar yang terkenal pernah memproduseri film Rambo I-III, Terminator trilogy, Chaplin, dan masih banyak lagi. Menghasilkan sebuah film dalam negeri yang berjudul Foxtrot Six.

Film Dystopian Ini berlatar di negara Indonesia di tahun 2031 dimana tanah air kita telah menjadi negara adikuasa dan kuat di sektor produksi bahan pangan.

Indonesia menjadi negara kaya namun kekayaan itu hanya dinikmati oleh kaum elit. Sementara banyak masyarakat Indonesia yang kelaparan dan hidup miskin.

Para kaum elit dari partai piranas yang kejam dan otoriter menguasai kekayaan negara Ini dan mengontrol seluruh komponen negara termasuk paramiliter untuk menjaga kestabilan kondisi internal negara terutama ancaman dari kaum pemberontak yang menamai dirinya reformation.

Angga (Oka Antara) anggota Dewan yang merupakan mantan marinir Indonesia secara tiba-tiba diculik oleh kaum reformasi yang ternyata kaum pemberontak ini dipimpin oleh Sari (Julie Estelle) yang ternyata mantan tunangan nya.

Sari pun menjelaskan bahwa selama ini Angga membela pihak yang Salah karena telah mengorbankan rakyat nya sendiri demi kepentingan para elit politik.

Diduga membelot kepada pihak reformasi, Wisnu (Edward akbar) yang merupakan pemimpin paramiliter milik partai piranas memburu Angga dan dianggap sebagai musuh negara.

Lantas, Angga kembali mengumpulkan para rekan-rekannya dulu di marinir seperti Bara (Rio Dewanto), Oggy (Verdi solaiman), Ethan (Mike Lewis), dan Tino (Arifin Putra), dan penembak jitu reformasi Yang misterius Spec (Chicco Jerikho) mereka mencari tahu rencana jahat Piranas untuk menghancurkan reformasi dan rencana pembunuhan massal para pentinggi negara Yang disebut dengan “heroic act”.

Baca Juga:  Review Film Battle Angel Alita

Mampukah mereka menyelamatkan Bumi pertiwi dari sekelompok paramiliter yang memiliki alutsista yang mumpuni??

Film ini merupakan debut dari sang sutradara Randy Korompis yang menampilkan beberapa cast jawara dan performanya sudah tidak diragukan lagi.

Sebelumnya gue meragukan proyek film Ini, karena sutradaranya pun terbilang pemula di kancah perfilman Indonesia. Namun hasilnya film ini sangat Luar biasa mengagumkan.

Film Ini memiliki dialog dalam bahasa Inggris dengan subtitle bahasa Indonesia. Yang gue salut dialognya Hollywood banget karena scriptnya ditulis langsung dalam bahasa Inggris bukan gubahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Hasilnya pun gak terlihat kaku malah terlihat natural begitu saja.

Alasannya film Ini dibuat dengan dialog bahasa Inggris agar bisa dilirik oleh pasar internasional yang menjadi tujuan dari perfilman indonesia untuk “go international”.

Adegan aksinya pun tidak tanggung-tanggung karena digarap oleh uwais team namun sayang teknik pengambilan untuk adegan close combat sedikit kurang enak untuk dilihat.

Film ini juga diambil dengan full CGI ada yang terlihat sangat rapi ala film Hollywood namun ada beberapa scene yang kurang but that’s okay for me.

Cerita di film Ini sebelumnya pernah dibuat untuk perfilman internasional. Ada kelemahan sedikit untuk pengenalan beberapa karakter di menit awal film namun sisanya terlihat membaik ditambah aksi di film ini yang fantastis.

Namun dibalik kekurangan di film ini, secara keseluruhan Film Foxtrot Six menjadi sebuah batu loncatan untuk perkembangan film Indonesia yang semakin membaik dari tahun ke tahun.

Jangan beranjak dari bangku bioskop karena ada 2 post credit scene yang mengindikasikan keberlanjutan filmnya.

Sekuel ?? It could be

Continue Reading

Live Action

Review Film Battle Angel Alita

Published

on

GwiGwi.com- Battle Angel Alita merupakan proyek Bersama karya James Cameron dan Robert Rodriguez  yang merupakan adaptasi dari manga Gunm karangan Yukito Kishiro. Proyek yang sebetulnya sudah diumumkan sejak tahun 2003 ini baru bisa diwujudkan pada tahun 2016 dan akan rilis pada 14 Februari 2019 di Amerika Serikat (Indonesia mendapatkan kehormatan bisa menonton lebih awal pd tanggal 5 Februari).


Battle Angel Alita atau singkatnya Alita ber-setting di abad 26, 300 tahun setelah perang besar yang disebut The Fall. Dr. Ido (Christopher Waltz) seorang dokter cybernetic menemukan potongan badan cyborg  di tempat pembuangan Iron City. Cyborg yang kemudian dinamai Alita (diperankan Rosa Salazar) ini berhasil dihidupkan kembali. Alita yang tidak punya ingatan akan dirinya sendiri mulai belajar banyak hal tentang keadaan dunia yang tidak adil, bagaimana penduduk Iron City harus bekerja keras demi Zalem (kota yang melayang di atas Iron City dan tempat tinggal para elit).   Alita juga mengalami bagaimana rasanya jatuh cinta kepada Hugo (Keean Johnson) seorang pemuda yang bercita-cita pindah ke Zalem dan punya koneksi dengan Vector (Mahershala Ali), promotor Motorball yang ingin menangkap Alita sesuai instruksi dari majikannya di Zalem, Nova (Edward Norton).

Baca Juga:  Review Film The Mule, veteran perang yang punya nyali besar

James Cameron dan Robert Rodriguez terlihat berhasil menggabungkan beberapa plot dari manga Gunm menjadi satu cerita yang memuaskan untuk ditonton walaupun ada beberapa modifikasi dari cerita originalnya. Hal lain yang menarik dari Alita adalah adegan-adegan pertarungan  yang memukau dan seru. Namun hal yang mengganjal dari film ini adalah keputusan untuk membuat film ini tidak 100% CGI sehingga jadi timpang melihat Alita yang full CGI dengan mata besar bersanding dengan para pemain yang sepenuhnya manusia dan juga beberapa cyborg dengan muka manusia terasa seperti CGI dari film sci-fi Lawnmowerman.

Akhir kata, Alita merupakan film sci-fi adaptasi yang cukup setia pada manga aslinya dan memuaskan karena bisa melihat perkembangan Alita yang semakin kuat dan semakin dewasa. Film ini juga cocok bagi para penonton awam yang tidak mengikuti manga-nya karena terdapat penjelasan tentang keadaan dunia dan sekelumit latar belakang siapa itu Alita diatur agar tidak merusak plot utama. Segera tonton di bioskop-bioskop pilihan kalian.

Continue Reading

TV & Movies

Review Film The Mule, veteran perang yang punya nyali besar

Published

on

Gwigwi – Earl Stone (Clint Eastwood), seorang veteran perang telah memasuki usia senja mengalami kegamangan apa yang harus dilakukan di sisa umurnya.

Anggota keluarganya pun sudah mencampakannya lebih dari 10 tahun, Ia tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya.

Ia merasakan perlu pembuktian bahwa Earl mampu membayar semuanya. Hingga suatu saat, Veteran perang Korea Ini bertemu dengan sekelompok imigran Meksiko yang mengubah hidup Earl.

Ia menjadi kurir yang mengantar sebuah barang dan berjalan ratusan kilometer mengendarai truk tuanya lalu mendapatkan upah yang luar biasa.

Perubahan itulah yang membuat Earl ingin menebus kesalahannya di masa Lalu.

Film yang disutradarai dan dibintangi oleh Clint Eastwood Ini juga menjadi ajang pembuktian untuk dirinya bahwa ia masih eksis di dunia hiburan.

Selain Clint Eastwood, Ada Bradley Cooper, Michael Pena, Andy Garcia, dan Laurence Fishburne yang turut meramaikan film Ini.

Baca Juga:  Review Film Battle Angel Alita

Film ini memiliki kekuatan di alur cerita, semua diceritakan dengan pelan-pelan dan pace-nya pun cukup lamban.

Di menit awal film semua terasa datar hingga kita terbawa ke dalam konflik di film Ini.

Bagaimana awal bertemunya ia dengan anak buah kartel narkoba, hingga diundang oleh si bos kartel ke tempatnya langsung, bahkan saat ia bertemu kembali dengan istri dan anaknya?

Semua diceritakan dengan detil dan rapi hingga membentuk sebuah konflik. Tanpa kejutan atau plot twist, namun film ini memiliki sensasi yang berbeda.

Secara keseluruhan, Film The Mule mengisahkan tentang Pergolakan batin seorang veteran yang ingin melakukan apa yang harus dilakukan untuk keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Semua diceritakan dengan baik, porsi pemainnya pas, dan disertakan dengan dialog yang menyentil kehidupan nyata.

Continue Reading

Trending