Connect with us

TV & Movies

Ini dia beberapa bocoran penampakan para hero Avengers 4 yang selamat dari Thanos

Published

on

GwiGwi.com – Beberapa gambar promo art dari Avengers 4 sudah mencuat di dunia maya. Melalui MCU Cosmic, gambar-gambar canggih dari Captain America (Chris Evans), Iron Man (Robert Downey Jr.), Thor (Chris Hemsworth), Captain Marvel (Brie Larson), Hulk (Mark Ruffalo) dan Rocket Raccoon (Bradley Cooper) bisa Anda simak dengan lumayan jelas.

Meskipun tidak seluruh karakter superhero MCU terlihat dalam “bocoran” tersebut, mereka terlihat telah “diupgrade,” khususnya Hulk yang tampak bertolak belakang dengan kostum khususnya. Dan andai dicermati, seluruh karakter ini ialah para superhero yang selamat dari “pemusnahan” Thanos di Avengers: Infinity War.

Beberapa hari yang kemudian terungkap bahwa Marvel Studio bakal mereshoot sejumlah adegan untuk menyesuaikan ending atau unsur akhir dari film ke-empat semua Avengers ini.

Baca Juga:  Terminator: Dark Fate merilis trailer pertama

Akan sangat unik untuk disimak bagaimana pihak Marvel mengemas cerita lanjutan ini sebab seperti anda ketahui, beberapa dari populasi Bumi telah dibinasakan oleh Thanos. Demikian pula semua superhero seperti Bucky Barnes/Winter Soldier (Sebastian Stan), King T’Challa/Black Panther (Chadwick Boseman), Groot (Vin Diesel), Wanda Maximoff/Scarlet Witch (Elizabeth Olsen), Sam Wilson/Falcon (Anthony Mackie), Mantis (Pom Klementief), Drax (Dave Bautista), Peter Quill/Star-Lord (Chris Pratt), Dr. Stephen Strange (Benedict Cumberbatch), and Peter Parker/Spider-Man (Tom Holland), as well as Maria Hill (Cobie Smulders), Hank Pym (Michael Douglas), Hope van Dyne/Wasp (Evangeline Lily), Janet van Dyne (Michelle Pfeiffer) dan Nick Fury (Samuel L. Jackson).

Avengers 4 direncanakan untuk rilis pada tanggal 3 Mei 2019.

TV & Movies

Mengenal Jagat Sinema BumiLangit yang siap meramaikan industri perfilman Indonesia

Published

on

GwiGwi.com – Satu dekade terakhir, film genre superhero laku keras di seluruh dunia. Dua perusahaan komik terbesar Amerika Marvel dan DC Comics berhasil membuat sebuah semesta perfilman yang menghubungkan antara satu film superhero dengan film lainnya, yang disebut MCU (Marvel Cinematic Universe) dan DCEU atau Worlds of DC.

Di Indonesia juga enggak kalah ketinggalan. Pada Januari 2019 lalu, diumumkan bahwa Indonesia bakal punya semesta film superhero sendiri yang disebut dengan Jagat Sinema BumiLangit.

BumiLangit merupakan sebuah perusahaan penerbit komik di Indonesia yang didirikan pada 2003 dan mengelola sebanyak 500 karakter superhero lokal.

Kali ini, Bumilangit akan bekerjasama dengan Screenplay Pictures untuk membangun semesta dari komik terbitan Bumilangit.

Meskipun begitu, berdasarkan timeline film-film yang bakal rilis dari 2019 hingga 2023, kemungkinan baru akan mengenalkan delapan karakter saja dan akan terbagi menjadi dua era yaitu era adisatria (sebutan untuk superhero, agar lebih Indonesia banget) dan era jawara.

Pastinya karakter-karakter tersebut patut untuk kita nantikan kemunculan nya di layar lebar karena akan menjadi sebuah langkah baru di industri perfilman Indonesia.

Nah, sebelum karakternya muncul di layar lebar, yuk, kenalan dulu dengan delapan adisatria alias jagoan dan para pendekar yang bakal muncul di Jagat Sinema BumiLangit!

1. Gundala

Karakter yang dibuat oleh Harya Suraminata (Hasmi) ini bakal menjadi film pembuka dari Jagat Sinema BumiLangit.

Gundala merupakan seorang ilmuwan penemu serum anoda anti petir bernama Sancaka yang mendapat kekuatan setelah disambar petir.

Sejak saat itu, karakter yang akan diperankan oleh Abimana Aryasatya dalam versi layar lebarnya ini mampu berlari secepat kilat dan dapat menembakan petir dari tangannya.

Filmnya akan disutradarai oleh Joko Anwar, film Gundala direncanakan rilis pada 29 Agustus 2019.

2. Si Buta dari Gua Hantu

Berawal dari membalaskan dendam kematian ayahnya Paksi Sakti Indrawata dan tunangannya Marni, pria bernama Barda Mandrawata menjadi buta akibat harus berhadapan dengan musuhnya yang dijuluki Mata Malaikat.

Setelah itu, karakter ciptaan Ganes Thiar Santosa tersebut lebih dikenal sebagai pendekar dengan julukan Si Buta dari Gua Hantu.

Meskipun enggak bisa melihat, namun indra penciuman dan pendengarannya di atas manusia biasa.

Terlebih, dia punya bantuan dari peliharaan setianya, yaitu seekor monyet yang bernama Wanara.

Rencananya, film Si Buta dari Gua Hantu: Mata Malaikat bakal dirilis pada tahun 2020 dengan Timo Tjahjanto dipilih untuk menahkodai proyek Ini.

3. Sri Asih

Nani Wijaya merupakan seorang gadis lugu yang lahir dari keluarga kaya dan bisa berubah menjadi pahlawan super bernama Sri Asih. Tokoh karangan mendiang Raden Ahmad Kosasih pionir komik indonesia tersebut cukup mengucapkan “Dewi Asih” untuk berubah menjadi sesosok pahlawan dengan kemampuan luar biasa.

Saat berubah menjadi Sri Asih, Nani memiliki kekuatan yang setara dengan tenaga 250 cowok dan kebal terhadap serangan. Selain itu, Sri Asih juga mampu untuk terbang, menggandakan diri, serta memperbesar tubuhnya.

Baca Juga:  Mengenal Jagat Sinema BumiLangit yang siap meramaikan industri perfilman Indonesia

4. Maza si Penakluk

Suatu ketika, seorang pria bernama Kanigara bermimpi kalau dirinya adalah sesosok pahlawan dengan julukan Maza.

Lalu, ketika terbangun dari mimpinya, karakter yang juga dibuat oleh pak Hasmi ini menemukan sebuah kuas dengan cincin di gagangnya yang tiba-tiba berbicara.

Ternyata, itu adalah suara Jin Kartubi yang mengatakan bahwa hal yang dialami Kanigara bukanlah mimpi dan merupakan takdirnya untuk menjadi Maza.

Setiap kali Kanigara membanting kuas tersebut ke tanah, dia akan berubah menjadi Maza Sang Penakluk yang memiliki kekuatan super.

5. Mandala dari Sungai Ular

Berasal dari Sungai Ular, Mandala merupakan seorang pendekar yang memiliki sejumlah ilmu sakti.

Karakter yang pertama kali muncul di era ’70-an ini sering muncul pada cerita-cerita silat seperti Golok Setan, Selendang biru, dan masih banyak lagi.

Selain itu, tokoh yang dibuat oleh Mansyur Daman ini digambarkan sebagai sosok yang memiliki jiwa yang luhur dan memiliki wajah yang tampan.

6. Godam

Karakter buatan pak Widodo Noor Slamet (Wid.NS) ini berasal dari planet lain dan mendapatkan kekutannya melalui baju dan jubah spesial yang membuatnya menjadi kebal dan bisa terbang.

Namun, karena melanggar suatu perjanjian, Godam akhirnya dikurung dalam sebuah cincin oleh Bapak Kebenaran.

Cincin tersebut pun diberikan kepada seorang supir di Bumi yang bernama Awang. Ketika Awang menggunakan cincin tersebut, dia pun bisa berubah menjadi Godam serta mendapatkan kekuatan supernya.

7. Aquanus

Layaknya Godam, Aquanus juga diciptakan oleh Wid.NS dan berasal dari sebuah planet yang berisikan manusia amfibi bernama Zyba.

Namun, planetnya di serang oleh bangsa Burbur ketika Aquanus masih kecil. Sehingga, dia diungsikan ke Bumi oleh orang tuanya menggunakan roket.

Sesampainya di Bumi Aquanus akhirnya diasuh oleh sebuah keluarga pemburu paus dan diberi nama Dhanus.

Dikarenakan berasal dari ras alien amfibi, Aquanus dapat hidup di darat dan laut, sehingga memiliki kemampuan untuk berenang dengan kecepatan super. Oh iya, Aquanus juga punya sebuah senjata yang dinamakan sabuk pelangi.

8. Tira

Tira merupakan alter ego dari seorang mahasiswi bernama Susie yang jago bela diri.

Selain itu, karakter yang diperkenalkan Nono GM pada 1975 ini mendapat kekuatannya lewat kostum superhero beserta peralatannya yang dibuat oleh ia sendiri.

Selain itu, Tira juga mampu untuk memanggil roh sembilan siluman naga yang dapat berubah wujud menjadi sembilan macam raksasa jika dia bermeditasi.

Nah, itulah kiranya sejumlah superhero yang bakal muncul di film-film Jagat Sinema BumiLangit.

Karakter mana yang jadi favorit kalian? Terus, kalau menurut kalian siapa aja aktor dan aktris Indonesia yang cocok buat memerankan karakter tersebut?

Continue Reading

Box Office

Review Film Annabelle Comes Home, punya jumpscare yang menghentak

Published

on

GwiGwi.com – Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga) masih sibuk bekerja menelusuri ilmu hitam, mengusir roh jahat dan mengoleksi benda-benda yang mematikan.

Mereka pun berhasil mendapatkan boneka penebar roh jahat, boneka ini punya kharismanya di dunia gaib.

Sekali saja ia dilepas, ia siap memanggil makhluk gaib mana pun yang tak pernah dilihat manusia.

Boneka yang bernama Annabelle Ini, disimpan ruang penyimpanan kaca yang sudah dibacakan doa untuk menjaga Annabelle agar tidak menyebarkan pengaruh buruknya memanggil semua roh yang sedang bergentayangan.

Meskipun sudah dikunci, namun karena ulah manusia, Annabelle kembali menebar teror.

Konsekuensinya adalah roh jahat mulai berdarangan. Bukan untuk Ed dan Lorraine. Namun untuk putri kecil mereka, Julie (Mckenna Grace) yang sedang tinggal bersama pengasuhnya Mary Ellen (Madison Iseman).

Semua ini karena ulah penasaran Daniela Rios (Katie Sarife), teman dari Mary yang penasaran dengan pekerjaan Ed dan Lorraine.

Ia menerobos seisi rumah dan mengalihkan perhatian Julie hanya untuk mengetahui pekerjaan pasangan pengusir ruh jahat nan legendaris itu.

Sayangnya, saat mencoba untuk “kepo” akan pekerjaan mereka dan rasa penasaran yang tinggi Daniela memulai sebuah permasalahan.

Permasalahan yang membuat Annabelle ‘lepas’ dari kotak kaca yang sakral itu.

Mau tidak mau, semua roh yang datang dari dalam rumah bergentayangan. Mereka mengincar jiwa yang polos. Semua itu hanya karena ulah Daniela.

Lalu, bagaimana cara menghentikan Annabelle memanggil para roh jahat ini?

Langsung ke filmnya, Annabelle Comes home adalah sebuah prekuel dan masih menjadi bagian dari Conjuring Universe. Namun untuk gaya penyajian horornya jika kamu berharap gaya horor yang sama seperti film-film Conjuring Universe lainnya, maka jauhkan pikiran tersebut.

Karena film ini datang dengan gaya horor yang terasa lebih diam-diam dan kemudian menyentak.

Untuk soal siapa itu Annabelle? Sepertinya film ketiga ini tidak perlu lagi dibahas bagaimana cerita awalnya. Karena kita dapat menonton film Annabelle creation garapan David F. Sandberg.

Baca Juga:  Mengenal Jagat Sinema BumiLangit yang siap meramaikan industri perfilman Indonesia

Kalau dibilang mengerikan? film ini tidak akan sama seperti The Curse of La Llorona atau The Nun, yang menggambarkan sosok fisik makhluk halus yang mengerikan. Ini hanyalah seorang boneka usang yang tak mengerikan sama sekali.

Namun, kuasanya dalam memimpin roh jahat jauh mengerikan ketimbang fisik bonekanya yang gemar tersenyum.

Cerita ini yang dibangun dengan baik. Pelan, namun menyentak dan gak terburu-buru, bahkan alurnya dibuat dengan pelan, sampai pada akhirnya Annabelle memang sedang membuat kisruh di rumah Ed dan Lorraine Warren.

Sisanya, tak ada yang istimewa. Pergerakan kamera dan tone warna terlihat biasa saja. Bahkan, tak mempengaruhi horor yang seharusnya bisa dieksplorasi secara lebih.

Konflik film ini pun terasa standar. Hanya untuk mengambil jiwa-jiwa manusia dan kemudian ruhnya berada di bawah pengaruh Annabelle. Kemudian, gak ada emosi yang dibangun antara satu karakter dengan karakter yang lain.

Buat yang suka kejutan, siap-siap aja dalam gambaran cerita yang diam-diam, para roh jahat yang dikendalikan Annabelle akan menyentak dan mengejutkanmu.

Satu lagi, tak ada ada yang menduga dimana adegan jumpscare dimunculkan. So, be prepare dengan kejutan yang ada di film ini .

Kemudian dari para karakternya, Kurang ada chemistry antara Julie dan Mary Ellen yang sebenarnya bisa dieksplorasi lebih.

Namun, ada satu karakter yang menggemaskan. Membuat penonton terbawa dalam suasana emosi. Yaitu Daniela Rios, yang mau tahu banget apa yang dikerjakan oleh Ed dan Lorraine serta ruangan tempat penyimpanan benda-benda gaibnya.

Secara keseluruhan, Film Annabelle Comes Home memang terkesan standard dari segi sinematografi dan cerita yang disajikan. Namun, film ini punya jumpscare dan penyajian teror yang halus namun sekalinya muncul akan membuat kita tersentak. Akan menjadi sajian menyeramkan dan juga menghibur.

Continue Reading

Box Office

Review Film Toy Story 4, berhasil membuat kita nangis lagi?

Published

on

GwiGwi.com – Pasca hati penonton teriris-iris di Toy Story 3 (2010), ternyata menjadi awal yang baru bagi Woody dan kawan-kawan. Belakangan ini Woody sering tidak diajak Bonnie pemilik baru nya, ia lebih sering bermain bersama Buzz dan Jessie.

Bonnie telah memasuki usia taman kanak-kanak, hal Ini menjadi suatu hal yang baru bagi dirinya. Ia merasa takut bersosialisasi dengan teman di sekolahnya.

Lewat bantuan Woody yang menyelinap di tas Bonnie, ia membuat prakarya berupa mainan yang dibuat dari sendok garpu dan diberi nama Forky.

Woody pun memperkenalkan Forky ke teman-teman mainan yang lain. Namun Forky belum paham mengenai arti menjadi sebuah mainan dan ia ingin sekali membuang dirinya ke tempat sampah.

Hingga suatu hari keluarga Bonnie melakukan roadtrip dan membawa semua mainannya. Hingga suatu saat Forky kabur dan mau tidak mau Woody harus menyelamatkan Forky demi Bonnie.

Dalam pencarian forky pun, Woody bertemu dengan mainan baru serta teman lama yang ia rindukan. Lantas apakah Woody bisa menyelamatkan Forky?

Toy Story 4 yang digarap oleh Josh Cooley dan naskah yang dibuat oleh Andrew Stanton membuat hal yang belum kita pernah kita lihat sebelumnya dalam sebuah Film animasi, yaitu bahwa setiap akhir adalah awal yang baru.

Ya, kita bisa melihat bahwa kita Ini membawa kita ke petualangan yang baru dari Woody dkk bersama pemiliknya yang baru yaitu Bonnie.

Di awal film, kita sedikit diajak bernostalgia ketika Andy bermain dengan para mainan serta ada adegan penting dimana Woody dan Bo Peep berpisah. Disini menjelaskan alasan absennya karakter Bo Peep di Toy Story 3.

Lalu kita disajikan dengan lantunan lagu “You’ve got a friend in me” yang membuat kita merinding dan nostalgic.

Toy story memang memiliki kekuatan tersendiri untuk membuat penonton tertawa. Setiap karakter di film ini memiliki ciri khas masing-masing, seperti ketulusan hati Woody yang ingin membuat seluruh mainan aman dan membuat pemiliknya senang, hingga Buzz Lightyear yang seolah olah kehilangan arah dan ingin mendengarkan suara hatinya.

Serta karakter baru Forky yang merasa dirinya sampah, dan lebih memilih tinggal di tempat sampah yang menurut ia adalah tempat yang nyaman.

Ada lagi Ducky dan Bunny karakter boneka kelinci dan bebek yang diisi suaranya oleh Keegan-Michael Key dan Jordan Peele mereka adalah mainan hadiah di permainan karnaval Yang pengen punya pemilik seorang anak. Tapi memiliki tingkah laku yang konyol serta suka berimajinasi yang jatuhnya hiperbola dan membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Baca Juga:  Mengenal Jagat Sinema BumiLangit yang siap meramaikan industri perfilman Indonesia

Lewat film Toy Story kita bisa menyimpulkan bahwa tidak ada mainan yang jahat, mereka hanya korban sakit hati.

Layaknya Lotso di film sebelumnya, karakter baru di film ini yang terlihat jahat adalah Gabby Gabby dan Benson. Namun setelah melihat filmnya ada kisah terselubung yang membuat kita nyesek.

Ya everything happens for a reason, hal Ini juga terjadi dengan Bo Peep teman lama Woody dan terjadi perubahan karakter di dalam diri Bo Peep, ia berubah menjadi karakter perempuan tangguh.

Terlihat disini bahwa, Disney sedang mengampanyekan girl empowerment yang menjadi isu segar saat Ini.

Satu lagi, karakter Duke Caboom yang diisi suaranya oleh Keanu Reeves juga berhasil menghibur dengan kebolehan atraksi motornya.

Soal visualnya, film animasi Disney dan Pixar Ini tidak perlu diragukan lagi, dengan memakan waktu puluhan bulan dan tuker guling tahun perilisan dengan The Incredibles II hasilnya menjadi animasi yang memanjakan mata dan membuat karakter para mainan lebih hidup.

Tone warnanya pun dibuat sesuai dengan mood filmnya, komposisi seimbang antara feel petualangannya dan sedikit horror namun tetap ramah untuk anak-anak.

Secara keseluruhan, Film Toy Story 4 kali Ini enggak perlu dialog Berat dan adegan serius untuk membuat penonton ngena akan pesan yang terkandung dalam film ini. Toy Story 4 berhasil menyampaikan makna keikhlasan, kebebasan, dan kebahagiaan dengan sederhana.

Lewat dialog dan mimik para karakternya bisa tersampaikan ke penonton dewasa maupun anak-anak.

Apalagi buat yang tumbuh kembang bersama Toy Story sejak film pertamanya di tahun 1995, pasti memaknai film Ini lebih dalam.

Mungkin saja akan sulit mempertahankan franchise film selama 24 tahun, tapi Toy Story berhasil membuktikannya. Walaupun gak serevolusioner film pertama dan klimaksnya di film ketiga, Film Ini masih punya kekuatan magisnya tersendiri.

Film ini juga berakhir dengan pesan tentang pertumbuhan dan penerimaan, akan menjadi akhir yang manis untuk keseluruhan kisah para mainan yang hidup jika tidak ada pemiliknya.

So long buddy, to infinity and beyond.

Continue Reading

Trending