Lokal
Bersiaplah Untuk CLAS:H Yogyakarta 2018!
GwiGwi.com – Seusai meramaikan kota Surabaya pada tanggal 17-18 Februari 2018 dan hadir kota Bandung tanggal 15 April 2018 kemarin, event tahunan CLAS:H (Cosplay Live Action Show Hybrid) akan melanjutkan roadshow ke Yogyakarta. CLAS:H Yogyakarta 2018 akan diselenggarakan pada 12 Mei 2018 di Jogja Expo Center, dengan harga tiket masuk sebesar Rp 35.000,- yang bisa didapatkan di hari H event. Seluruh roadshow CLAS:H 2018 sendiri akan menjadi event yang spesial karena termasuk ke dalam peringatan 60 tahun persahabatan Jepang dan Indonesia serta didukung oleh Japan Embassy, Japan Foundation, Jetro dan juga JNTO.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, akan ada berbagai macam kompetisi yang digelar oleh CLAS:H:
• ICGP (Indonesia Cosplay Grand Prix)
Ajang bagi para cosplayer untuk menambawakan penampilan selama 3 menit dengan konsep yang telah disiapkan oleh masing-masing tim. Satu tim sendiri wajib terdiri dari 2 orang. Pemenang dari kIGCP kemudian otomatis melaju ke grand final yang diadakan di Ennichisai Jakarta (30 Juni – 1 Juli 2018) untuk pemilihan wakil Indonesia pada World Cosplay Summit 2018 di Nagoya.
• Anisong Competition
Para peserta berkompetisi dalam menyanyikan lagu dari anime/tokusatsu sembari meng-cosplay-kan karakter dari serial yang dinyanyikan. Pemenang dari kompetisi ini juga berhak mengikuti grand final di Ennichisai Jakarta.
• Seiyuu Contest
Dalam kontes ini, para peserta diharuskan mengisi suara karakter dari salah satu serial anime layaknya seiyuu/voice actor.
• Odorite Competition
Lomba dance yang mewajibkan kontestan untuk menari menggunakan latar belakang lagu J-Pop serta membawa koreografi hasil karya masing-masing peserta.
CLAS:H Yogyakarta 2018 juga membawa 2 guest internasional dan beberapa guest lokal yaitu:
- Melochin
Salah satu artis odorite dari situs Nico Nico Douga yang terkenal dengan gayanya yang penuh semangat dan
ceria. Koreografi tarian Melochin yang simpel dan terkesan lucu membuat karya-karyanya sangat populer di komunitas odottemita.
- Usako
Cosplayer asal Jepang yang memiliki banyak followers serta telah meng-cosplay-kan banyak karakter tampan dalam berbagai photoshoot.
- John Switch, wakil Indonesia pada World Cosplay Summit 2015.
- Yonchan, rekan satu tim John Switch dalam mengikuti World Cosplay Summit 2015.
- Lola Zieta, wakil Indonesia untuk Tokyo Game Show 2016.
- Rian CYD, mewakili Indonesia dan berhasil menjadi juara 1 pada event World Cosplay Summit 2016 serta merupakan juara 3 Polymanga – Global Easter Cosplay Competition di Switzerland.
- Dimboyz, wakil Indonesia untuk ajang World Cosplay Summit 2017.
- Wawa, bersama Dimboyz menjadi perwakilan Indonesia pada World Cosplay Summit 2017.
Selain itu, untuk semakin memeriahkan acara, sebagai MC dari CLAS:H Yogyakarta 2018, akan hadir Viviyona JKT 48 dan Sokorahen Genki, komedian asal Jepang yang kini tinggal di Indonesia.
Informasi teknis lainnya mengenai CLAS:H Yogyakarta 2018 bisa kalian lihat di:
Website: http://clashcosplay.com
Facebook: fb.com/clashcosplay
Yuk, persiapkan diri kalian untuk datang ke CLAS:H Yogyakarta 2018!
Lokal
Crunchyroll Hadir di AFA Indonesia 2026, Bangun Replika Café dari Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc dan Hadirkan Boneka Jumbo Kimetsu no Yaiba
www.gwigwi.com – Crunchyroll dipastikan akan meramaikan Anime Festival Asia (AFA) Indonesia 2026 dengan menghadirkan berbagai atraksi spesial bagi para penggemar anime. Pada edisi tahun ini, platform streaming anime tersebut akan membawa pengalaman yang berbeda melalui replika lokasi ikonik dari film anime Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc, sekaligus menghadirkan boneka jumbo dari serial Kimetsu no Yaiba atau Demon Slayer.
Salah satu daya tarik utama di booth Crunchyroll adalah replika café yang terinspirasi dari lokasi pertemuan pertama Denji dan Reze dalam Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc. Area ini bukan merupakan café yang menjual makanan atau minuman, melainkan sebuah instalasi tematik yang dibuat menyerupai latar dalam film sehingga pengunjung dapat merasakan suasana yang sama seperti di adegan tersebut.

Replika tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu spot foto favorit selama penyelenggaraan AFA Indonesia 2026. Penggemar dapat mengabadikan momen di lokasi yang didesain menyerupai adegan ikonik dari film, menjadikannya pengalaman yang menarik bagi para pencinta serial Chainsaw Man.
Selain menghadirkan instalasi bertema Chainsaw Man, Crunchyroll juga akan membawa boneka jumbo Kimetsu no Yaiba (Demon Slayer). Kehadiran instalasi berukuran besar ini diprediksi menjadi salah satu ikon di area pameran dan akan menarik perhatian para pengunjung yang ingin berfoto maupun sekadar melihatnya secara langsung.
Partisipasi Crunchyroll menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih imersif bagi penggemar anime di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan promosi untuk serial dan film populer, perusahaan juga berusaha membawa elemen-elemen ikonik dari dunia anime ke dalam bentuk instalasi yang dapat dinikmati langsung oleh pengunjung.

AFA Indonesia 2026 sendiri akan berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 dan kembali menjadi salah satu festival budaya pop Jepang terbesar di Indonesia. Acara ini akan menghadirkan berbagai exhibitor, merchandise resmi, pertunjukan panggung, hingga beragam aktivitas menarik dari industri anime, manga, game, dan budaya pop Jepang.
Dengan hadirnya replika café dari adegan pertemuan Denji dan Reze serta boneka jumbo Kimetsu no Yaiba, booth Crunchyroll diprediksi menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi selama acara berlangsung. Bagi para penggemar kedua serial tersebut, kesempatan ini menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan saat mengunjungi AFA Indonesia 2026.
Event
AKEMI ID SIAP GELAR ‘KEMISTAGE VOL. 1: THE BEGINNING’, AWAL BARU PERTUNJUKAN KONSEPTUAL BERKALA DI ZONA KOREA
www.gwigwi.com – JAKARTA, 19 MEI 2026 – Girl group independent asal Jakarta, Akemi ID, secara resmi mengumumkan gelaran pertunjukan mandiri terbaru mereka yang bertajuk “Kemistage Vol. 1: The Beginning”. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 31 Mei 2026, bertempat di Zona Korea, Mangga Dua Square, Jakarta, dengan gerbang utama (Open Gate) yang akan dibuka tepat pukul 12.00 WIB.
Berbeda dengan rangkaian konser mandiri yang pernah diadakan sebelumnya, Kemistage hadir sebagai gebrakan baru Akemi ID dalam menyajikan rangkaian pertunjukan konseptual yang akan digelar secara berkala setiap dua bulan sekali. Melalui edisi perdana bertajuk “The Beginning”, Akemi ID akan membawa para penggemar masuk ke dalam era baru group yang lebih intim, matang, dan sarat akan konsep visual yang segar.
Dalam pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini, Akemi ID dijadwalkan akan membawakan deretan lagu original mereka, penampilan khusus dari Trainee terbaru, hingga sesi interactive games interaktif di atas panggung. Rangkaian acara kemudian akan ditutup dengan sesi Meet & Greet eksklusif berupa sesi foto dua arah (Ceki session) antara member dan para pengunjung.
Untuk menjaga keintiman jalannya acara, pihak manajemen menerapkan batasan kuota yang sangat eksklusif, di mana hanya tersedia 24 kursi prioritas bagi penonton tercepat, sementara area lainnya dialokasikan sebagai standing area. Pembelian tiket Pre-Order (PO) telah dibuka dengan harga Rp 50.000,- yang sudah mencakup akses All Day Pass serta merchandise eksklusif. Pihak manajemen juga menyediakan opsi tiket On The Spot (OTS) pada hari-H dengan harga Rp 60.000,-.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap loyalitas basis penggemar, manajemen Akemi ID memberikan program khusus berupa potongan harga tiket sebesar Rp 5.000,- bagi para pengunjung yang dapat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi Kemifirst, baik dalam bentuk fisik maupun digital pada saat registrasi ulang di lokasi.
Informasi lebih lanjut mengenai registrasi tiket Pre-Order dan pembaruan berkala mengenai Kemistage Vol. 1: The Beginning dapat diakses melalui akun Instagram resmi @akemiofficial_id atau melalui tautan formulir pendaftaran di https://forms.gle/jbfeYjF4XBy5e7Hr7.
Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433

Akemi Id Siap Gelar ‘kemistage Vol. 1: The Beginning’, Awal Baru Pertunjukan Konseptual Berkala Di Zona Korea
Event
Bang Kenneth: Otaku yang Kebetulan Juga Anggota Dewan
www.gwigwi.com – Otaku, sebuah label terhadap seseorang yang sangat memahami sesuatu hal secara mendalam, yang kemudian bergeser maknanya sebagai pecinta anime. Di Kantor DPRD DKI Jakarta yang formal, penuh rapat kebijakan dan rutinitas kerja publik yang padat, ada seorang otaku yang berani tampil beda dan menunjukkan dirinya apa adanya.
Dia adalah Bang Ken—sapaan akrab Hardiyanto Kenneth, Ketua Umum Festival Budaya Jepang Internasional Djakarta Ennichi— sekaligus anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan. Kali ini kita tidak akan membahas politik atau kebijakan pemerintah, tetapi bagaimana seorang otaku bisa tetap konsisten menjalani hobinya di antara kesibukan sehari-sehari sebagai pejabat publik, serta bagaimana sikapnya sebagai orang yang ingin lebih bergaul bersama sesama otaku lainnya

Bang Kenneth: Otaku Yang Kebetulan Juga Anggota Dewan
Mengkoleksi Figur serta Menonton Anime
Beliau bercerita bagaimana ia memulai hobi ini dari memainkan mobil tamiya Dash! Yonkuro. “Saya dulu main tamiya, andalan saya Dash Cannonball punya Punkuro tuh, yang berwarna hijau,” ujarnya. Karena menggemari Dragon Ball, ia juga mengoleksi figur Son Goku kecil bersama Master Roshi dan Krilin, serta figur Vegeta sebagai set figur pertama yang ia miliki.
Beliau juga sempat mencoba merakit Gunpla, namun karena prosesnya membutuhkan waktu lebih luang dan tingkat fokus yang tinggi, akhirnya ia memutuskan beralih mengoleksi figur karakter yang sudah jadi. Pilihan ini menunjukkan bahwa meskipun terkendala keterbatasan waktu, esensi kecintaannya terhadap anime dan karakter yang ia sukai tetap tidak luntur.
Bagi Bang Ken, anime merupakan sumber nilai kehidupan. Beliau sangat mengagumi Demon Slayer (Kimetsu no Yaiba) karena alur ceritanya yang menyentuh sisi kemanusiaan yang realistis. Ia mengaku sering tersentuh, bahkan sedih, melihat latar belakang para karakter termasuk para iblis seperti kisah kelam Akaza atau Daki dan Gyutaro yang menjadi jahat karena keadaan yang memaksa.
“Karakter favorit saya adalah Rengoku Kyojuro, sang Hashira Api,” akunya. Ia merasa memiliki koneksi personal dengan karakter ini karena ketika bekerja ia selalu mengeluarkan semangat yang meledak-ledak namun tetap memiliki integritas tinggi. Ia bahkan mengadopsi “Semangat Hashira” dalam tugasnya sebagai pejabat publik: setia kawan, berdedikasi, dan keberanian untuk melindungi.
Selain Demon Slayer, ia juga menyampaikan bahwa dalam ONE PIECE, karakter favoritnya adalah Roronoa Zoro karena ia sangat menyukai semangat Bushido dan Samurai.
“Saya ini tipe lone wolf (penyendiri). Saya terbiasa berjalan sendiri, bahkan saat ke Akihabara di Jepang. Zoro itu karakter yang ‘laki banget’, besar, kuat, dan bicaranya ceplas-ceplos tanpa tedeng aling-aling. Itu mirip dengan gaya saya. Namun, di balik sikap kasarnya, ia memiliki loyalitas tinggi pada kawan-kawannya (nakama). Semangat Bushido dan kesetiakawanan itulah yang saya ambil,” jelasnya.
Selain itu, beliau juga menyampaikan kegemarannya pada tokoh wayang, Tampak jelas ada gunungan serta wayang golek Gatot Kaca dan Kresna di ruang kerjanya.
“Kalau karakter superhero Indonesia saya suka Gundala, Panji Manusia Millenium, dan tentunya wayang Gatot Kaca. Ini wayang golek Gatot Kaca, Kresna dan Bima, saya pesan langsung dari Sumedang. Ketiga karakter itu juga saya sukai, karena sikap superhero nya, banyak pesan tersirat dari cerita karakter mereka. Saya juga suka cerita Tumaritis, tahu kan? Tempat tinggal Semar, Cepot, Petruk, dan Gareng, itu kisah rakyat yang real dengan kehidupan,” jelasnya.

Bang Kenneth: Otaku Yang Kebetulan Juga Anggota Dewan
Djakarta Ennichi sebagai Wadah Komunitas Kejepangan
Bang Ken menyampaikan bahwa keputusannya menjadi ketua didasari persahabatannya dengan Zhuge Kamiya, salah satu perwakilan komunitas yang juga pernah menjadi komite Ennichisai, yang meminta dirinya memayungi festival legendaris tersebut dalam bentuk yang baru. Keputusan ini juga muncul dari keinginan tulus untuk memberikan ruang bagi kaum pecinta budaya Jepang agar pemerintah dapat memfasilitasi dan mendukung kegiatan mereka.
“Anak muda kalau nggak ada tempat, nanti takutnya kan mereka itu melampiaskan di tempat yang salah,” ujarnya, menekankan pentingnya intervensi pemerintah untuk mencegah hal negatif seperti tawuran atau narkoba.
Bang Ken memiliki visi pragmatis untuk Djakarta Ennichi. Ia tidak ingin festival ini hanya menjadi ajang kumpul-kumpul, tetapi juga sebuah ekosistem yang dapat mengembangkan kemampuan generasi muda penggemar budaya Jepang, serta menyoroti pentingnya pemerintah hadir untuk mendukung.
“Pemerintah harus hadir untuk menjadi jembatan. Membuat kegiatan komunitas kreatif ini tidak lagi membebani kantong anak muda dan menjadi mahal. Saya siap berdiskusi dengan siapapun baik otaku, wibu, cosplayer maupun pehobi jejepangan lainnya, beri tahu saya supaya saya bisa lebih paham bagaimana kalian mengekspresikan hobi kalian dalam bentuk yang berbeda-beda, saya akan coba membantu membuka ruang di Jakarta ini, jadi kita bisa berjalan bersama menikmati hobi ini.”
Menghapus Jarak antara Pejabat Publik dengan Gen-Z
Ia menyadari bahwa dengan berpakaian karakter anime, hal ini mungkin memancing komentar miring, namun ia memilih untuk tidak mempedulikannya.
“Saya ingin menunjukkan bahwa saya adalah bagian dari komunitas ini, penggemar anime dan budaya jepang dan saya tidak malu. Mungkin ada yang bilang, ‘Anggota dewan kok gayanya seperti anak kecil?’. Biarkan saja. Saya lebih memilih tampil orisinal daripada berpura-pura, kalau saya suka ya suka,” tegasnya.
Sikap ini diambilnya sebagai strategi komunikasi untuk menghapus jarak antara pejabat publik dan konstituen millennial serta Gen Z. Dengan memiliki kesamaan minat, ia berharap lebih mudah menyerap aspirasi mereka.
Bang Ken bercerita bahwa ia pernah diundang menjadi juri tamu di Jakarta International Cosplay Championship, mewakili Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengalaman tersebut semakin menghubungkannya dengan komunitas kreatif dan para pelaku budaya pop di ibu kota. Ia melihat langsung bagaimana kreativitas anak muda tumbuh dan bagaimana dunia cosplay menjadi wadah ekspresi yang positif.

Bang Kenneth: Otaku Yang Kebetulan Juga Anggota Dewan
Pesan untuk Komunitas
Bang Ken menyampaikan pesan persatuan bagi seluruh komunitas penggemar anime, manga, dan game di Indonesia. Ia mengajak agar tidak ada lagi perdebatan yang memecah belah komunitas.
“Pesan saya untuk teman-teman komunitas: Ekspresikan diri kalian. Jangan malu menjadi diri sendiri. Kalian bukan kaum minoritas yang harus sembunyi, kalian adalah kekuatan kreatif yang besar. Sekarang sudah ada wadahnya, pemerintah mulai melirik dan mendukung. Ayo bergandengan tangan, kita buktikan bahwa komunitas ini bisa berkarya, santun, dan berprestasi. Tunjukkan pada orang lain bukan dengan balasan kasar, tapi dengan karya nyata,” ujarnya.
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film HOPE, Big Trouble in Little Village
-
Gaming3 weeks agoFate/EXTRA Record Akhirnya Umumkan Jadwal Rilis Global pada Januari 2027
-
Gaming3 weeks agoRev. NOiR Kembali Dipamerkan di State of Play, Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series, dan PC
-
TV & Movies3 weeks agoBuka Proyek Solo Perdana, Tomohiro Kamiyama (WEST.) Rilis Album “INPUT⇄OUTPUT” Secara Global!
-
TV & Movies3 weeks agoMagnifique Group Angkat Diskusi tentang Masa Depan Media dan Kepercayaan terhadap AI melalui Dua Kelas Khusus di IdeaFest 2026
-
Gaming3 weeks agoBrown Dust 2 Kolaborasi dengan Chained Soldier 2, Hadirkan Tiga Karakter
-
Gaming3 weeks agoAtelier Karia Resmi Dapatkan Jadwal Rilis Februari 2027
-
Gaming3 weeks agoThe Legend of Zelda: Ocarina of Time Remake Resmi Rilis November 2026





