Connect with us

News

Begini Cara Orang Jepang merayakan hari Valentine

Published

on

GwiGwi.com – Hmm kalian sudah punya rencana apa di hari Valentine? ini sudah masuk minggu valentine yang katanya minggu yang paling membahagikan. Bagaimana cara kamu merayakan valentine? pasti punya cara atau ritual masing-masing kali ya untuk merayakan hari valentine. Nah, kali ini gwimin mau share tentang bagaimana orang Jepang merayakan hari valentine.

Maaf Anda Melihat Iklan

Kebudayaan merayakan hari Valentine pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1957 oleh seorang eksekutif dari perusahaan Mary Chocolate. Dia percaya bahwa hari Valentine merupakan hari dimana para wanita memberikan cokelat kepada para pria. Perusahaan tersebut memulai penjualan yang agresif pada tahun 1958, promosi berjalan sukses dan semakin dikenal oleh orang Jepang hingga menjadi budaya yang populer di Jepang.

Di Jepang, pada umumnya hari dimana para wanita memberikan hadiah, yang biasanya cokelat kepada para pria. Kalau lihat di anime-anime atau drama-drama Jepang umumnya wanita Jepang itu pemalu untuk menyatakan cintanya. Nah justru di momen Valentine inilah dimanfaatkan sang wanita sebagai kesempatan baik untuk menyatakan perasaan mereka. Para wanita Jepang akan dengan semangat membuat cokelat buatan mereka sendiri dengan sekreatif dan seenak mungkin untuk diberikan kepada pria yang mereka cintai. Tentu saja, momen ini juga dimanfaatkan oleh perusahaan cokelat, toko roti dan toko cemilan untuk membuat cokelat unik bahkan cokelat yang bisa dikostumisasi oleh sang pembeli, hal ini terbukti sukses, karena saat ini banyak wanita yang tidak banyak waktu untuk membuat cokelat.

Bagaimana? keren bukan, pasti banyak diantara kamu yang ingin diberikan cokelat oleh wanita Jepang bukan!! Ada istilah yang disebut Giri-choko atau kewajiban cokelat, maksudnya disini para wanita wajib memberikan cokelat kepada pria tanpa harus ada perasaan mencintai. Nah untuk yang namanya memberikan cokelat kepada pria yang mereka sayangi sebutannya Honmei-choko. Kembali ke Giri-choko, pria yang dimaksud disini seperti, kolega, rekan kerja, teman pria yang hanya dalam hal ini berteman saja. Sebenarnya konsep seperti ini biasa ditemui sehari-hari, karena di Jepang sendiri budaya saling memberi sering dilakukan. Ketika seseorang membantu kamu, kamu juga wajib untuk memberikan bantuan dikemudian hari kepada orang tersebut. Khusus untuk sahabat atau teman dekat biasanya ada juga sebutannya Tomo-choko, sesuai namanya teman cokelat.

Maaf Anda Melihat Iklan

Honmei-choko yang saya sebutkan sebelumnya, biasa berupa cokelat yang spesial. Kenapa spesial? karena cokelat ini dibuat sendiri oleh sang wanita dengan sepenuh hati. Tabu untuk memberikan cokelat yang dibeli jadi ditoko-toko. Kepada orang spesial, cokelat spesial juga yang harus diberikan. Mau nantinya rasanya enak atau tidak enak, yang terpenting adalah perasaan yang wanita curahkan dalam bentuk cokelat tersebut. Sang pria juga harus menghargai pemberian cokelat tersebut.

Baca Juga:  Potret Romantis Ungkapan Bahasa Cinta Selebriti Tanah Air, Kolaborasi Disney+ Hotstar dan FD Photography

Nah sekarang bagaimana dengan sang pria? kalau Valentine di Jepang hari dimana sang wanita memberi cokelat, kalau sang pria mau memberi cokelat ada hari lain. Di Jepang disebut hari Putih atau White Day, tepat sebulan setelah hari Valentine yaitu 14 Maret. Pada White Day, pria wajib memberikan hadiah kembali kepada wanita yang telah memberikan mereka hadiah pada hari Valentine. Sama dengan namanya, cokelat yang umumnya diberikan ialah cokelat berwarna putih. Selain cokelat, biasanya bunga dan permen atau hadiah lainnya juga diberikan. Baik hari Valentine dan White Day, sama dirayakan di Jepang, suasananya begitu terasa di pusat perbelanjaan. White Day ini juga dirayakan di Korea, China dan Taiwan.

source about, japantravelinfo, japanful, gambar dari google

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Japan

Jepang Memperpanjang Keadaan Darurat di Area Tokyo Hingga 21 Maret

Published

on

GwiGwi.com – Pemerintah Jepang mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan memperpanjang status darurat COVID-19 saat ini di empat prefektur di wilayah Tokyo – termasuk Tokyo, Kanagawa, Chiba, dan Saitama – hingga 21 Maret. Keadaan darurat sebelumnya direncanakan untuk dicabut pada hari Minggu (satu hari sebelum Evangelion: 3.0 + 1.0: film Thrice Upon A Time dibuka di Jepang).

Pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat saat ini di Tokyo dan prefektur tetangga Saitama, Kanagawa, dan Chiba pada 8 Januari. Pemerintah Jepang memperluas keadaan darurat menjadi tujuh prefektur lagi pada 13 Januari. Keadaan darurat itu direncanakan untuk berakhir pada 7 Februari, tetapi diperpanjang hingga 7 Maret di prefektur Tokyo, Osaka, Hyogo, Kyoto, Aichi, Fukuoka, Gifu, Saitama, Kanagawa, dan Chiba. Keadaan darurat mencakup delapan dari 10 prefektur terpadat di Jepang dan lebih dari setengah populasi negara.

Maaf Anda Melihat Iklan

Pemerintah mencabut keadaan darurat di enam prefektur termasuk Aichi, Gifu, Osaka, Kyoto, Hyogo, dan Fukuoka pada 1 Maret.

Baca Juga:  Potret Romantis Ungkapan Bahasa Cinta Selebriti Tanah Air, Kolaborasi Disney+ Hotstar dan FD Photography

Jepang memulai rencana vaksinasi COVID-19 pada 17 Februari, dan saat ini memprioritaskan pekerja medis. Tahap kedua rencananya akan dimulai pada 12 April mendatang dengan melibatkan para lansia.

Sumber:  ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Entertainment

Model Fujita Nicole membantah melakukan operasi plastik

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada tanggal 1 Maret, model Fujita Nicole memperbarui akun Twitter-nya menyangkal rumor operasi plastik yang beredar di internet.

Fujita menulis, “Sepertinya orang-orang membuat keributan bahwa saya menjalani operasi plastik. Tapi saat ini, saya belum melakukannya. Saya memang ingin, dan saya tidak akan menyangkal orang yang melakukannya. Hanya saja seiring bertambahnya usia, saya bekerja keras untuk memperbaiki kecantikan saya.” Dia menambahkan, “Jika saya memikirkannya secara positif, itu berarti saya telah berubah dengan cara yang orang anggap saya telah menjalani operasi plastik! Terima kasih!

Baca Juga:  Bagaimana Prosesor AMD Ryzen™ Threadripper™ Pro Mendorong Efisiensi dan Inovasi Manufaktur

.

Maaf Anda Melihat Iklan

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Japan

Jepang akan Mengakhiri Keadaan Darurat COVID-19 di 6 Prefektur pada 28 Februari

Published

on

GwiGwi.com – Pemerintah Jepang mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan mencabut status deklarasi darurat akibat penyakit virus korona baru (COVID-19) di enam prefektur termasuk Aichi, Gifu, Osaka, Kyoto, Hyogo, dan Fukuoka pada akhir Februari. Keadaan darurat di empat prefektur di wilayah Tokyo – termasuk Tokyo, Kanagawa, Chiba, dan Saitama – akan berlanjut hingga 7 Maret seperti yang direncanakan sebelumnya.

Yasutoshi Nishimura, menteri yang bertanggung jawab atas tanggapan COVID-19, menyatakan, “Kami akan melonggarkan pembatasan secara bertahap untuk menghindari gelombang infeksi baru.”

Sekitar 40 gubernur prefektur bertemu pada hari Sabtu untuk membahas langkah-langkah untuk mencegah kebangkitan kembali dalam kasus-kasus. Beberapa gubernur menyatakan beberapa pembatasan akan tetap diberlakukan bahkan setelah keadaan darurat dicabut.

Baca Juga:  Potret Romantis Ungkapan Bahasa Cinta Selebriti Tanah Air, Kolaborasi Disney+ Hotstar dan FD Photography

Pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat saat ini di Tokyo dan prefektur tetangga Saitama, Kanagawa, dan Chiba pada 8 Januari. Pemerintah Jepang memperluas keadaan darurat menjadi tujuh prefektur lagi pada 13 Januari. Keadaan darurat itu direncanakan untuk berakhir pada 7 Februari, tetapi diperpanjang hingga 7 Maret di prefektur Tokyo, Osaka, Hyogo, Kyoto, Aichi, Fukuoka, Gifu, Saitama, Kanagawa, dan Chiba. Keadaan darurat mencakup delapan dari 10 prefektur terpadat di Jepang dan lebih dari setengah populasi negara.

Maaf Anda Melihat Iklan

Jepang memulai rencana vaksinasi COVID-19 pada 17 Februari, dan saat ini memprioritaskan pekerja medis. Tahap kedua rencananya akan dimulai pada 12 April mendatang dengan melibatkan para lansia.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading
Maaf Anda Melihat Iklan

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x