Connect with us

Daftar Anime

Anime Genre Musik Dan Idol Di Musim Panas 2021

Published

on

Gwigwi.com – Genre idol pada dunia anime merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Sejak kesuksesan Idol Master dan Love Live, genre Idol terus ada dari waktu ke waktu. Kini di musim panas 2021 nanti, ada beberapa anime yang berfokus pada genre Idol maupun musik. Ingin tahu apa saja anime tersebut, kita simak ulasannya di bawah ini.

Maaf Anda Melihat Iklan

1. Love Live! Superstars!!

Waralaba Love Live kembali hadir pada musim panas 2021. Anime ini masih dibuat oleh Studio Sunrise dan memakai cerita dengan karakter yang baru. Kisah Love Live! Superstars!! menceritakan di sekitar SMA Putri Yuigaoka. Sekolah ini baru didirikan dan terletak di antara daerah Harajuku, Omotesando, dan Aoyama. Tahun ini, sekolah tersebut menerima siswa baru.

Sekolah tersebut tidak ada sejarah maupun dikenal di seluruh dunia. Akan tetapi, sekolah tersebut merupakan tempat Kanon Shibuya akan memulai kegiatan idiol bersama dengan keempat temannya. Kecintaanya pada kegiatan menyanyi dan keinginan mencapai sesuatu sangat kuat.

Kelima gadis tersebut mempunyai harapan dan keinginan berbeda. Namun, mereka tetap bersama-sama mewujudkan impian yang besar. Kini, mereka memulai perjalanan sebagai idol di sekolah baru yang bisa jadi ada kejutan di sana.

2. Tsukipro The Animation 2

Selain Love Live, waralaba Tsukipro juga cukup kuat di mata para fans. Hal itu terbukti dengan munculnya Musim kedua di musim panas 2021 nanti. Kisah di musim kedua Tsukipro ini menceritakan empat idol grup yang terdiri dari SOARA, Growth, Solids, dan QUELL yang semuanya berada di naungan Tsukino Entertainment Production (Tsukipro).

Baca Juga:  Review Anime SSSS.Dynazenon: Sekuel Gridman dengan Pemain baru

Saat berada di panggung, mereka adalah idol yang sangat bersinar. Akan tetapi, di balik layar, mereka harus menghadapi hal-hal yang sangat sulit. Meskipun penonton melihat sisi lemah dari setiap anggota, hari-hari mereka telah dihabiskan bersama teman-temannya.

Tentunya, salah satu cara untuk mencurahkan energi, perasaan, dan harapan setiap anggotanya adalah melalui musik. Hal ini dilakukan demi masa depan mereka sendiri.

3. IDOLISH7: Third BEAT!

Anime terakhir yang memiliki genre musik pada musim panas 2021 adalah IDOLISH7: Third BEAT!. Bisa dikatakan anime ini merupakan musim ketiga dari waralaba IDOLISH7.

Anime ini menceritakan tentang perjuangan sebuah grup Idol yang memiliki nama IDOLISH7. Tujuan mereka menyanyi adalahuntuk mewujudkan cita-cita setiap member, yakni menjadi sebuah Grup Idol yang sangat dicintai banyak orang. Meskipun begitu, perjuangan untuk bisa ke arah itu harus melewati jalan terjal.

Demikian beberapa anime yang memiliki genre musik pada musim panas 2021. Semoga artikel ini bisa memberikan informasi bermanfaat.

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Daftar Anime

Review Anime SSSS.Dynazenon: Sekuel Gridman dengan Pemain baru

Published

on

Gwigwi.com – Bagi kamu yang sebelumnya pernah menonton Gridman baik versi anime maupun tokusatsu, pastinya juga sedang menunggu kehadiran Dynazenon. Anime ini pada dasarnya merupakan sekuel dari Gridman yang sudah tayang beberapa musim lalu. Hanya saja, sedikit berbeda dengan jenis sekuel lainnya, yakni hampir semua karakter yang ditampilkan merupakan orang baru.

Maaf Anda Melihat Iklan

Nah, Apakah SSSS. Dynazenon masih sama menariknya dengan Gridman? Kita simak ulasannya di bawah ini.

Sekuel yang ternyata mengasyikan

Seperti yang sudha disebutkan di awal bahwa semua karakter di musim kedua ini memakai karakter baru Hal itu tentunya membuat para fans memiliki kekhawatiran tersendiri. Sebab, tentunya penonton diharuskan mengenal kembali karakter tersebut yag belum tentu sebaik di musim pertama. Akan tetapi, kekhawatiran itu tidak terbukti!

SSSS. Dynazenon cukup menyajikan konsep yang hampir mirip dengan SSSS Gridman dengan sedikit perbedaan (tentunya perbedaan karakter dan seiyu). Meskipun secara seklias Dynazenon masih menggunakan dunia milik Gridman, namun sang pahlawan baru memiliki banyak keragaman. Penonton senang dengan cerita latar belakang setiap karakter meskipun agak cepat.

Dynazenon yang lebih mulus dan epic

Tentunya bagian yang sangat menarik dari Gridman maupun Dynazenon adalah pertarungan antara kaiju dengan sang robot. Hal yang menarik di sini adalah Gridknight kembali muncul pada Dynazenon dan saling membantu untuk memberantas kaiju.

Studio Trigger yang bertanggung jawab pada Gridman dan Dynanzenon juga terlihat lebih mulus dalam pemberian efek khusus serta visual yang sangat memukau. Saat Dynazenon melakukan penggabungan pada episode 9 merupakan momen yang sangat epic untuk digambarkan.

Baca Juga:  Review Anime SSSS.Dynazenon: Sekuel Gridman dengan Pemain baru

Kaiju terlalu lemah

Salah satu kekurangan yang paling terlihat pada Dynazenon adalah kaiju dan musuh yang lemah. Padahal pada serial Gridman, konsep kreasi kaiju dari Akane Shinjou dan Alexis Kerib benar-benar brilian. Sayangnya hal itu tidak terjadi pada Dynazenon. Konsep kaiju yang diberi nama Eugenika Kaiju tidak mengesankan dan bahkan merusak setengah plot pada serinya.

Para Eugenika kaiju juga tidak begitu penting karena pengembangan karakternya memakan waktu lama. Dengan begitu, kaiju ini tidak memiliki motivasi layaknya tokoh jahat. Ironisnya, saat penonton melihat ahli Eugenika, mereka terlihat sebagai manusia ketimbang penjahat. Secara keseluruhan, tokoh antagonis dalam Dynazenon kurang memberikan efek baik seperti pada Gridman.

Peran karakter pendukung yang kurang

Selain kaiju, peran karakter pendukung pada Dynazenon juga kurang. Karakter seperti Chise Asukagawa, Koyomi Yamanaka, dan beberapa karakter dari Gridman tidak berkembang. Koyomi diberi cerita latar semigelap (saat dia mencintai wanita yang sudah menikah). Namun, ceritanya sendiri dibuat buru-buru dan terlalu sederhana.

Chise juga ternyata diberi peran kecil. Padahal banyak fans yang berharap dia memiliki peran besar dalam cerita. Memang, Chise mendapatkan Kaiju yang dijuluki Goldburn, namun, plotnya terburu-buru. Dynazenon terlalu banyak karakter yang perannya tidak begitu mencolok.

Kesimpulan

SSSS Dynazenon merupakan sekuel yang menyenangkan tapi masih tetap memiliki kekurangan. Dari sisi action dan desain robotnya memang termasuk sangat baik. Hanya saja untuk pengembangan karakternya tergesa-gesa. Meskipun begitu, sekuel dari Gridman ini masih cocok ditonton, khususnya untuk kamu yang merupakan fans Gridman maupun tokusatsu sejenisnya.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Daftar Anime

Review Vivy: Fluorite Eye’s Song: Saat AI Bercerita Lewat Musik

Published

on

Gwigwi.com – Anime dengan tema musik saat ini lebih banyak didominasi oleh idol grup. Meskipun begitu, masih ada beberapa anime yang mencoba keluar dari konsep idol seperti Carole & Tuesday beberapa tahun yang lalu. Untuk musim semi 2021 kemarin, ada anime Vivy: Fluorite Eye’s Song.

Maaf Anda Melihat Iklan

Vivy yang lebih dikenal sebagai Diva merupakan AI pertama yang bertujuan untuk membawa senyum ke wajah semua orang melalui nyanyian. Di dunia tersebut, setiap AI diberikan satu misi untuk menghilangkan kemungkinan adanya kesalahan hingga kegagalan. Secara teknis, Vivy bebas menafsirkan misinya berdasarkan alasannya sendiri. Ayo kita simak apa yang membuat anime Vivy ini sangat menonjol.

Cerita dalam musik

Tidaklah mengherankan jika hampir setiap episode akan selalu ada musik di dalamnya. Akan tetapi, musik pada Vivy mulai dari judul lagu hingga musik layarnya berfungsi untuk mengungkapkan banyak cerita sehingga penonton lebih terhanyut di dalamnya. Bahkan, ada anime idol yang musiknya tidak sebagus Vivy. Kamu akan benar-benar dapat mendengar berbagai tingkat kemanusiaan dalam karakter.

Anda tidak akan mendengar Vivy bernyanyi sejak awal seri. Akan tetapi, saat kamu mendengar AI benar-benar memahami panggilannya lewat misi untuk bernyanyi, hal itu terdengar indah dan bermakna dengan cara yang sulit dijelaskan. Kamu bisa mendengar setiap evolusi dalam suara Vivy sehingga penonton bisa tahu isi hatinya.

Cliffhanger yang membuat penonton terkejut

 

Di dalam Vivy tidak hanya berbicara tentang peristiwa buruk yang terjadi ketika kamu tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. Tetapi juga tentang sebuah lukisan masa depan sebuah gambar yang tidak cukup beresonansi dengan apa yang kita lihat hanya ditunjukan sesuatu yang melampaui imajinasi penonton.

Baca Juga:  Review Vivy: Fluorite Eye's Song: Saat AI Bercerita Lewat Musik

Peristiwa yang dipengaruhi oleh Vivy dan Matsumoto ternyata berbeda dari bagaimana mereka bermain di masa depan namun konsekuensinya tidak terduga. Sebetulnya konsep ini bukanlah hal yang aneh untuk serial dengan tema perjalanan waktu untuk melihat seorang karakter gagal menciptakan perubahan berarti yang menyimpang dari masa depan. Hal tersebut merupakan cara kecil saat adanya umat manusia menuju akhir yang tragis.

Animasi yang sangat bervariasi

Sekarang kita beralih ke sisi animasi pada anime ini. Ada banyak waktu saat kamu menyadari bahwa teknik animasi pada Vivy terlihat berbeda. Di satu sisi, hal ini bisa menjadi keuntungan sekaligus kerugian. Teknologi tinggi yang digunakan AI sering disajikan dengan sangat indah dan menciptakan suasana yang benar-benar fururistik. Karakter Vivy juga digambarkan dengan warna cerah yang sangta jauh dari persepsi manusia.

Sementara para Ai hanya bergerak dengan kode mereka sendiri. Mereka terlihay kurang tajam dengan gerakan yang tidak begitu rinci. Saat kamu melihat momen pemikiran yang unik, terkadang sering mata mereka terlihat sangat detail dalam gaya berbeda.

Kesimpulan

Vivy: Fluorite Eye’s Song merupakan anime yang pas untuk kamu yang dapat menahan sakit hati dan kekecewaan. Kombinasi scifi, musik, thriller, misteri, dan bahkan komedi sangat baik. Apalagi ceritanya tidak terlalu berbelit sehingga penonton tidak begitu berpikir terlalu keras. Jadi, sudahkah kamu menonton Vivy?

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Daftar Anime

Review Anime 86: Kisah Perang Yang Membuatmu Berpikir Keras

Published

on

Gwigwi.com – Saat anime ini pertama kali muncul, netizen Indonesia banyak yang memplesetkan judulnya dengan program kriminal yang cukup populer. Terlepas dari lelucon tersebut, anime original buatan A1 Picture ini cukup memberikan pandangan penonton akan sebuah peperangan. Penindasan yang sistematis, kekejaman perang, hingga banyaknya orang yang mengabaikan masalah di dunia perang.

Maaf Anda Melihat Iklan

Anime 86 memiliki genre action-scifi ini baru saja selesai beberapa minggu yang lalu. Kini, kita simak seperti apa ulasan anime yang satu ini.

Perang tidak selalu Hitam dan Putih

Kisah anime ini berada di Republik San Magnolia yang dihuni secara eklusif oleh orang-orang yang berkulit putih dan bermata perak. Mereka telah berperang dengan pasukan Legiun robot yang mengancam wilayah mereka sejak lama. Untunglah, di negara tersebut telah dilindungi oleh robot autonomos sehingga tidak mengorbankan nyawa manusia. Setidaknya, itulah yang diyakini oleh masyarakat.

Kenyataan di belakang layar, robot usang tersebut dikendalikan oleh 86, yakni orang-orang yang berasal dari negara terjajah dan tidak sesuai dengan esensi Republik. Maka dari itu, secara hukum tidak dihitung sebagai “manusia”. Jenderal San Magnolian mengarahkan 86 melalui komunikasi jarak jauh dari balik keamanan tembok negara meskipun mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mayor Vladilena Milize yang masih muda dan juga idealis (sering disebut Lena) menemukan penderitaan anggota 86 saat dia dipilih untuk memimpin Squadron Spearhead elite. Dia mendapat tantangan dari semua sisi saat mencoba membuat segalanya lebih baik dari mereka. Para atasan dan teman-temannya memperingatkan bahwa menjulurkan lehernya tidak sebanding dengan keamanan prajurit.

Baca Juga:  Review Vivy: Fluorite Eye's Song: Saat AI Bercerita Lewat Musik

Konsep seperti ini sangat berbeda dengan shounen mainstream yang membuat persahabatan bisa menyelesaikan masalah. Terkadang, niat baik saja tidak cukup untuk membongkar penindasan selama berabad-abad. Perubahan nyata sangat membutuhkan tindakan langsung dari banyak orang dalam jangka waktu lama. Hal itu pun tidak menghilangkan rasa sakit masa lalu sepenuhnya.

Pandai mengocok emosi penonton

 

Saat Lena dan penonton mengenal anggota SpearHead Squadron dari waktu ke waktu, mereka mulai merasa seperti sekelompok anak-anak biasa yang mencoba menjalani kehidupan normal. Mereka mendekorasi barak dengan kardus dan patung-patung yang terbuat dari sampah. Mereka juga merawat kucing liar yang namanya sering menjadi perdebatan.

Akan tetapi, kenyataan yang tidak bisa dihindari adalah kebanyakan semuanya akan mati dan tinggal menunggu giliran saja. Ekeskusi anime tentang bagian ini cukup berhasil menguras emosi penonton. Bahkan pesan terakhir yang sangat samar hanya bisa terdengar melalui komunikator milik Lena. Kenangan-kenangan indah dengan cepat berlalu dengan robot yang meledak. Meskipun beberapa karakter yang muncul hanya sebentar, namun efek kehilangan mereka yang sudah mati sangat terasa.

Kesimpulan

Anime 86 menyajikan plot yang mirip roller coaster untuk memainkan emosi para penonton setiap episode. Tentunya anime ini bukan untuk kamu yang memiliki hati lemah lembut. Namun, jika kamu siap untuk menerima berbagai “hantaman” perasaan saat menontonnya, anime ini merupakan salah satu yang terbaik di Musim semi 2021.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

CryptoTab Browser

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x