Connect with us

News

11 Bar Paling Unik di Jepang

Published

on

GwiGwi.com Jepang memang memiliki hal atau budaya yang aneh-aneh, bahkan dapat dibilang cukup unik bagi kita. Kali ini, saya akan menampilkan 11 bar paling unik yang berada di Jepang.

Vibe Bar

Shibuya adalah salah satu kota yang terujung di Tokyo, dan banyak tempat minum yang tidak biasa disini. Vibe Bar Wildbone menawarkan pilihan lebih dari 30 ABS (Alat Bantu Seks) untuk dicoba pada saat anda menunggu minuman anda. Mencoba pada saat melihat-lihat tidak diperbolehkan. Akan tetapi, setelah anda melewati pintu yang berbentuk seperti kelamin wanita, dan membayar biaya tambahan, kamu dapat mencoba dan memeriksa ABS yang anda bawa selama 2 jam penuh. Apabila anda menemukan yang anda suka, anda dapat membelinya dan membawanya pulang.

Neko Bar Akanasu

Di Jepang, jarang sekali ada yang memiliki hewan peliharaan. Hal itu disebabkan karena ruang hidup yang kecil, dan kecenderungan budaya yang mengutamakan kebersihan. Akan tetapi, hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersahabat dengan hewan. Salah satu tempat dimana anda dapat menikmati beberapa pelukkan lembut adalah di Neko Bar Akanasu, sebuah izakaya yang berada di dekat Stasiun Ekoda.

Lima kucing berkeliaran di sekitar tempat tersebut, membuat pelanggan merasa nyaman dan bahkan duduk di pangkuan mereka. Para kucing lah yang menjadi menarik pelanggan, walaupun tanda-tanda disekitar tempat memperingatkan pelanggan untuk tidak mengambil mereka atau bermain dengan mereka ketika mereka sedang tidak mood.

Alcatraz ER

Bila anda ingin merasakan rasa takut pada saat anda sedang minum, mungkin anda dapat berkunjung ke Tokyo Alcatraz ER. Restoran ini memiliki tema yang unik. Yaitu menggabungkan “penjara” dan “rumah sakit” menjadi campuran “darah” dan “sesuatu yang tak lazim

Minuman disini disajikan dalam jarum suntik raksasa, pelayan berpakaian seperti perawat gila, dan jika anda ingin mendapatkan perhatian mereka, anda harus menggunakan sebuah pipa untuk memukul jeruji penjara yang ada di bar tersebut. Lantai di bar ini meningkatkan suasana di bar, dengan adanya badut menyeramkan yang membawa senjata plastik serta abs raksasa.

Shooting Bar EA

Jepang adalah salah satu negara yang memiliki undang-undang yang ketat terkait dengan senjata api dibandingkan dengan negara lain, tetapi itu tidak berarti orang disana menjauhi senjata api. Pernahkan anda berpikir untuk menggabungkan senjata api dengan alkohol? Hal itulah yang dilakukan setiap malam di Shooting Bar EA, dimana kamu bisa menembak sambil meminum alkohol.

Tentu saja semua senjata disini hanyalah senapan angin dan anda hanya membidik sebuah kertas yang dijadikan target. Sementara anda menunggu untuk mencoba menembak dari replika AK-47s hingga “Samurai Edge” (pistol dari game Resident Evil), anda dapat menikmati minuman dari menu.

Kayabukiya Tavern

Tidak seperti bar lainnya, Kayabukiya Tavern terlihat biasa-biasa saja dari jalan. Dekorasinya sangatlah standard seperti tempat minum lainnya di Utsunomiya, dengan dinding yang terbuat dari kayu dan foto-foto berbingkai dari pelanggan yang senang.

Dua pelayan yang terkenal di Kayabukiya bukanlah manusia, melainkan seekor kera. Yat-chan dan Fuku-chan, akan mengantarkan minuman ke pelanggan dan diberi kacang sebagai gantinya. Hebatnya, pemilik bar tidak pernah mengajarkan bagaimana cara untuk melayani pelanggan. Mereka hanya belajar dari mengamati dari sang pemilik bar.

Baca Juga:  Turning Red dari Disney dan Pixar akan Premier Eksklusif di Disney+ Hotstar

Christon

Agama barat bukanlah hal yang besar di Jepang, tetapi mereka masih menghargai ornamennya. Itulah latar belakang Christon, sebuah tempat minum mewah di Tokyo yang dari lantai hingga ke langit-langitnya dihiasi oleh salib dan lambang-lambang ke-Kristen-an.

Beberapa item, termasuk altar utama, benar-benar dibeli dari Gereja abad pertengahan di Eropa untuk sentuhan lebih. Gaya ini sangat menarik bagi yang menyukai gaya “gothic lolita”, terutama kalangan gadis-gadis remaja disana. Sehingga tidak mengherankan bahwa Christon, kadang digunakan semalam suntuk untuk pesta bondage.

Office

Pergi ke bar setelah bekerja adalah hal yang mungkin diperlukan bagi jutaan karyawan kantor. Jadi, kenapa anda ingin menghabiskan waktu luang anda di sebuah bar yang terlihat seperti kantor?

Bar Tokyo's Office sangat sempurna dalam menduplikasi tempat kerja, lengkap dengan mesin fotokopi dan presentasi PowerPoint di dinding dengan tabel yang tersusun rapih. Tempat ini sangat populer bagi orang yang kreatif dan menyukai pencahayaan yang lembut serta lagu-lagu lembut yang dimainkan oleh DJ di bar tersebut.

Penguin Bar Ikebukuro

Penguin Bar Ikebukuro didedikasikan untuk penguin, tidak hanya dindingnya yang dilapisi dengan gambar burung, tetapi tangki di belakang ruangan juga terdapat 3 burung yang penasaran melihat pengunjung. Dengan memberi uang ekstra, anda juga dapat memberi makan penguin dengan ikan mati.

Little TGV

Otaku – pada dasarnya adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti “kutu buku“, tetapi dalam ketertarikan yang berbeda-beda. Akan tetapi, tidak seperti di Amerika, mereka lebih diterima oleh masyarakat luas. Adakah cara lain untuk menjelaskan kesuksesan dari Akihabara's Little TGV yang merupakan sebuah bar dan juga restoran idaman yang didedikasikan bagi para penggemar kereta model?

Bar serta kafe ini memiliki TV yang selalu menyala, serta dengan tempat yang luas, anda bahkan dapat membawa kereta model anda sendiri. Serta jangan lupa dengan para pelayan lucu yang bercosplay ala petugas kereta api.

Kaiju Sakaba

Jelas kita menyukai monster raksasa Jepang, tetapi apakah anda pernah ingin minum dengan salah satu dari mereka? Itulah tujuan dari Kaiju Sakaba, sebuah bar yang berada di daerah Kawasaki, yang didedikasikan untuk monster-monster raksasa Jepang.

Tempat pajangan penuh dengan model plastik berbentuk monster, dan manajernya, menggunakan kostum yang monster yang konyol, untuk memastikan agar pelanggannya puas. Semua makanan dan minuman bertema Ultraman. Sayangnya, disini hanya untuk para monster atau penjahat saja, superhero tidak ada disini.

Kagaya

Bar ini terlihat biasa saja, seperti izakaya lainnya dan berada di bawah tanah sebuah mall, dilengkapi dekorasi yang kalem dan musik yang ringan. Akan tetapi, begitu anda bertemu pemilik bar ini, Mark Kagaya, kenormalan tersebut seakan hilang begitu saja.

Mengenakan kostum yang aneh atau memanipulasi boneka besar, Kagaya menyajikan minuman dalam air mancur yang mengalir seperti kencing, menggoyangkan cangkir, dan cara-cara aneh lainnya. Untuk bilnya ditampilkna secara pantomim, dan kadang-kadang, ibu Mark yang telah berumur 70 tahun, membantu untuk bersenang-senang.

 

Jadi, dari 11 bar unik yang diatas, bar manakah yang akan kalian kunjungi? Semoga artikel ini dapat menjadi panduan bagi kalian.

Via Geek

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Entertainment

Kuroba Mario & Sakurai Yuki mengumumkan pernikahan

Published

on

By

GwiGwi.com – Aktor Kuroba Mario (28) dan aktris Sakurai Yuki (34) telah mengumumkan pernikahan mereka melalui akun SNS masing-masing.

Menurut orang yang dekat dengan pasangan itu, keduanya mengikat janji suci setelah 8 bulan berpacaran. Mereka sudah hidup bersama dan saat ini tidak memiliki rencana untuk upacara pernikahan dan resepsi.

Dalam pernyataan bersama, pasangan itu menulis, “Kami bertemu tahun lalu setelah ikut membintangi sebuah proyek. Tidak terlalu lama untuk mencapai hari ini, tetapi setiap hari, kami merasakan betapa berharganya menghabiskan waktu bersama. Juga, kami merasakan keinginan untuk menjalani sisa hidup kami bersama, yang membawa kami ke sini [marriage]. Kami berharap dapat saling mendukung dan membangun keluarga yang ceria.

Baca Juga:  Turning Red dari Disney dan Pixar akan Premier Eksklusif di Disney+ Hotstar

Keduanya ikut membintangi cerita asli Paravi ‘Rikohigh' pada tahun 2021.

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Entertainment

Hamaguchi Masaru & Minami Akina terinfeksi COVID-19

Published

on

By

GwiGwi.com – Pada 13 Januari, Shochiku Geino mengumumkan komedian Hamaguchi Masaru (49) dan istrinya, Minami Akina keduanya telah terinfeksi COVID-19.

Menurut pengumuman itu, Hamaguchi mengalami demam pada tanggal 12 sehingga dia melakukan tes PCR dan mengetahui bahwa dia positif terkena virus. Istrinya juga diuji pada saat yang sama dan menerima diagnosis positif. Mereka berdua dalam masa pemulihan di bawah bimbingan Puskesmas.

Adapun Arino Shinya, separuh lainnya dari duo komedi YoikoMeski tidak melakukan kontak dekat, ia melakukan tes PCR untuk jaga-jaga dan dipastikan negatif.

Baca Juga:  AMD Luncurkan Prosesor Mobile Ryzen Baru core “Zen 3+” dan Grafis AMD RDNA 2 dalam satu chip dengan Desain Bertenaga

Sumber: (1)

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Untuk merayakan perilisan 20th Century Studios’ “Death on the Nile” yang akan hadir secara eksklusif di bioskop pada 11 Februari 2022, 20th Century Studios merilis klip spesial untuk kisah kecemburuan penuh emosi yang disutradarai dan dibintangi peraih lima nominasi Academy Award® Kenneth Branagh. Selain itu, rangkaian poster karakter dari sederet bintang papan atas yang menjadi ‘tersangka’ juga telah tersedia.

Berdasarkan novel tahun 1937 karya Agatha Christie, Death on the Nile adalah cerita misteri tentang konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu oleh cinta yang obsesif. Kenneth Branagh, kembali sebagai detektif ikonik Hercule Poirot, bergabung dengan Tom Bateman, peraih empat nominasi Oscar® Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. “Death on the Nile,” yang menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 “Murder on the Orient Express” ditulis oleh Michael Green, diadaptasi dari novel Christie, dan diproduksi oleh Ridley Scott, Kenneth Branagh, Judy Hofflund, dan Kevin J. Walsh, dengan Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Baca Juga:  ASUS MD100, Dual Wireless Mouse Ringan dan Mungil

Bercerita tentang detektif Belgia, Hercule Poirot, yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal glamor ke Mesir. Perjalanan tersebut berubah menjadi pencarian yang menakutkan ketika pasangan sempurna yang sedang bulan madu dibunuh secara tragis oleh sosok misterius. Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita yang dipenuhi oleh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Direkam dengan kamera Panavision 65mm pada akhir 2019, “Death on the Nile” membawa penonton ke tahun 1930-an, menciptakan ulang ragam lokasi yang menjadi inspirasi bagi Christie dalam menciptakan cerita misteri tentang masyarakat kelas atas yang glamor. Film ini juga akan diproyeksikan dengan format 70mm di beberapa layar terpilih di New York, Los Angeles dan London.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x