Connect with us

Travel

Survival Kits untuk Menghadapi Musim Dingin di Jepang

Published

on

GwiGwi.com – Saat pertama kali punya kesempatan untuk mengunjungi Jepang pada musim dingin, yang pertama terlintas dalam fikiran pasti “Wow, asyik pasti banyak salju!”. Well, tahukan kamu, musim dingin di Jepang tidak melulu tentang salju dan nggak selalu asyik lho? Musim dingin di Jepang bisa sangat dingin dan sangat kering sehingga kalau fisik kamu nggak kuat bisa gampang terserang flu dan kalau kamu datang tanpa persiapan bisa-bisa rencana liburan musim dingin kamu berantakan. Berikut survival kits yang harus kamu punya untuk menghadapi musim dingin di Jepang:

  1. Pakaian Khusus Musim Dingin

Kalo ngomongin pakaian musim dingin, yang kepikiran pasti baju tebal, coat berlapis-lapis dan aneka atributnya seperti topi wol, penutup telinga, sarung tangan dan masker. Coba deh hitung kira-kira seberapa berat bagasi kita cuma buat bawa pakaian doang? Bukan Jepang namanya kalau tidak berinovasi dan bantu buat hidup kamu jadi lebih mudah. UNIQLO merupakan salah satu perusahaan retailer asal Jepang mengembangkan sebuah produk pakaian yang dikenal dengan sebutan Heattech. Heattech adalah survival kits yang wajib kamu punya berupa pakaian penghangat namun sangat elastis dan tidak tebal sehingga bisa menghemat bagasi kamu karena dengan memadukan Heattech dengan sweater dan mantel musim dingin, kamu udah siap menjelajahi Jepang.

survival-kits-menghadapi-musim-dingin-di-jepang

  1. Hokkairo

Apa itu hokkairo? Hokkairo adalah sejenis stiker tapi bisa menghangatkan yang bisa kamu taruh di dalam baju dan bisa bertahan antara 12-20 jam. Ada pula hokkairo yang didesain khusus untuk menghangatkan kaki kamu dengan cara diselipkan di ujung sepatu. Jadi, rencana jalan-jalan kamu selama di Jepang nggak akan terhalangi hanya karena musim dingin.

  1. Pelembab

Jangan anggap enteng survival kits yang satu ini karena produk pelembab seperti body lotion dan lip balm sangat penting karena musim dingin di Jepang bisa sangat kering. Jadi untuk menjaga agar kulit kamu tetap lembab dan bibir kamu nggak pecah-pecah, jangan lupa membawa pelembab kemanapun kamu pergi.

  1. Multivitamin

Multivitamin penting untuk menjaga tubuh agar tetap fit. Jika tidak, kamu akan mudah sekali terserang flu dan kalau sudah begitu, selain biaya perawatan dan pengobatan untuk orang asing di Jepang tergolong mahal, rencana jalan-jalanmu di Jepang juga bisa gagal.

  1. Sarung Tangan Touch Screen

Satu lagi survival kit yang harus kamu punya yaitu sarung tangan touch screen. Nggak lucu dong, jalan-jalan ke Jepang saat musim dingin tapi nggak bisa selfie cuma gara-gara kamu pake sarung tangan. So, jangan lupa ya beli sarung tangah khusus ini supaya tetap eksis.

Nah, barang-barang di atas adalah survival kits yang wajib kamu punya kalau ingin liburan musim dinginmu di Jepang sukses dan berkesan. Inget lho, musim dingin itu nggak melulu soal salju ya walaupun emang sih orang Indonesia kadang emang suka norak kalau liat salju, tapi masih bisa dimaklumi, mending norak dari pada ke Jepang cuma bisa nonton Pororo di kamar hotel gara-gara nggak bisa keluar kan rugi.

Happy Travelling and Happy Holiday!

Travel

Tips Puasa saat di Jepang

Published

on

By

GwiGwi.com – Ada yang penasaran, bagaimana rasanya melewatkan ramadhan di Jepang tahun 2018 ini? Saat berpuasa di Jepang, kamu ditantang untuk tetap beraktivitas seperti biasa tanpa ditemani suara adzan magrib yang berkumandang dari masjid.

Atau, saat teman-teman di Indonesia asik membanjiri feed Instagram dengan foto ngabuburit, kamu harus gigit jari karena belum balik dari kerja. Yup, saya ada kabar buruk buatmu. Karena kamu nggak akan dapat perlakukan istimewa saat bekerja di Jepang.

Meski begitu, melewatkan ramadhan di Jepang bisa jadi pengalaman tak terlupakan, lho. Bagaimana ya rasanya menjadi minoritas dan tetap berpuasa di negara non-muslim? Lalu,  salat tarawih dan idul fitrinya di mana dong? Tenang, kami telah merangkum tips melewatkan ramadhan di Jepang agar tetap khusyuk dan produktif. Buat minasan yang tengah bekerja, business trip atau wisata di Jepang, bisa mencoba tips di bawah ini.

  1. Perbanyak Minum saat Sahur

Ternyata, pilihan menu untuk sahur bisa jadi penentu kualitas dalam berpuasa, lho. Kalau minasan memilih menu yang salah, maka siap-siap loyo di tengah-tengah puasa. Apalagi, kamu harus melewati puasa super panjang di Jepang.

  1. Persiapkan Menu Sahur pada Malam Sebelumnya

Nah, tips ini berlaku buat minasna yang numpang mampir puasa di Jepang, nih. Berbeda jauh dengan di Indonesia, tak banyak restoran yang buka saat sahur. Mau tak mau, kamu harus mempersiapkan menu sahur pada  malam sebelumnya. Seperti membeli buah-buahan, roti  atau makanan yang bisa dihangatkan di microwave. Biasanya, ada beberapa penginapan yang memiliki fasilitas microwave di dapur.

  1. Bawa Bekal untuk Berbuka

Pasti seru ya ngabuburit dan buka puasa bareng-bareng dengan teman di Jepang! Eits, namun apa daya kamu masih terjebak di kantor dengan tumpukan pekerjaan yang menggunung. Impian untuk buka bareng pun pupus sudah.

Jika kondisi ini tengah terjadi padamu, solusinya adalah bawa bekal untuk buka puasa. Terpenting, kamu bisa membatalkan puasa terlebih dahulu dengan segelas air dan roti. Atau bisa juga dengan membawa makanan ringan lain yang bisa dipakai untuk membatalkan puasa.

Sekali seumur hidup, sepertinya seru juga melewarkan lebaran di Jepang. Sudah banyak kok keluarga yang sengaja terbang ke Jepang untuk menghabiskan lebaran di sana. Tak perlu khawatir, kamu tetap bisa sallat Idul Fitri di masjid atau kedubes Indonesia kok.

Mungkin kamu nggak bisa lebaran bareng dengan keluarga besar di Indonesia. Namun, kamu bisa mendapatkan keluarga baru di Jepang. Ini dia beberapa tips melewatkan Ramadhan di Jepang. Meski banyak tantangannya, kamu tetap bisa puasa dengan khusyuk dan tetap produktif di Jepang.

Continue Reading

Travel

10 Toko Souvenir Keren yang Tersebar di Tokyo

Published

on

GwiGwi.com – Mau beli oleh-oleh kece di Tokyo? Jangan lupa berkunjung ke salah satu toko souvenir di bawah ini. Kalau mau semuanya dikunjungi pun boleh banget. Toko-toko souvenir ini menjual oleh-oleh yang beragam dan harganya juga termasuk terjangkau. Kamu pun bisa membeli oleh-oleh dalam jumlah banyak.

Penasaran toko souvenir keren apa saja yang ada di Tokyo? Inilah daftarnya!

1. Nakamise Street (Asakusa)

Jalan ini berada berdekatan dengan Kuil Senso-ji dan merupakan jalan yang selalu ramai dikunjungi. Selain punya suasana tradisional Jepang yang kental, di jalan ini juga terdapat berbagai macam toko souvenir yang bisa kamu kunjungi satu per satu.

2. Ameyoko Market, Ueno

Toko souvenir yang cukup luas ini berada di dekat Taman Ueno yang cantik itu. Berbagai macam souvenir yang dijual mulai dari jam tangan, gadget, dan benda-benda unik lainnya dengan harga terjangkau.

Sumber: dannychoo.com

3. Oriental Bazaar, Omotesando

Souvenir yang dijual di sini kebanyakan berbentuk tradisional Jepang. Jadi jika kamu mencari benda-benda khas Jepang, tempat sangat pas untuk kamu kunjungi. Mau mencari kimono dan samurai pun kamu akan menemukannya di sini.

Sumber: timeout.com

4. Seria

Toko ini menjual berbagai macam barang yang harganya hanya 100 yen. Tidak mengherankan tokonya selalu ramai dikunjungi orang. Toko Seria bisa kamu temukan di distrik-distrik Jepang, seperti Shinjuku, Shibuya, Ueno. Toko ini termasuk mudah untuk kamu temukan.

Sumber: livejapan.com

5. Matsumoto Kiyoshi

Matsumoto Kiyoshi merupakan toko obat yang tersebar di Tokyo. Mengapa kamu harus berkunjung ke sini? Karena Matsumoto Kiyoshi menyediakan berbagai macam produk kecantikan dan perawatan wajah yang cukup murah. Para cewek pasti bakal senang banget ke sini.

Sumber: globalcosmeticsnews.com

6. Kiddy Land, Harajuku

Buat kamu yang suka mengoleksi mainan atau ingin membeli mainan untuk saudara dan keponakan, bisa banget mendapatkan mainan-mainan dengan harga murah di Kiddy Land. Harganya pun termasuk standar.

Sumber: youtube.com

7. Don Quijote

Toko souvenir ini juga tersebar di Tokyo, seperti di Shinjuku, Shibuya, dan Ikebukuro. Toko ini menjual benda-benda unik yang pasti kamu suka. Kamu bisa menemukan kostum untuk cosplay, alat rias, aksesoris, dan benda lainnya yang tidak kamu dapatkan di tempat lain.

Sumber: timeout.com

8. Glicoya Kitchen, Shibuya

Kalau kamu ingin membeli snack dari Jepang, kamu wajib datang ke Glicoya Kitchen. Berbagai macam snack yang diproduksi oleh Glico bisa kamu bawa pulang. Rasanya juga bermacam-macam dan hanya bisa kamu temukan di toko snack ini.

Sumber: livejapan.com

9. Antique Mall, Ginza

Sesuai dengan namanya, toko ini menjual barang-barang antik bernuansa Asia. Sering mengadakan diskon besar-besaran lho. Kebanyakan barang yang dijual adalah barang pecah-belah.

Sumber: centraltokyo-tourism.com

10. Sanrio Shop

Toko souvenir Sanrio menjual berbagai macam pernak-pernik yang berkaitan dengan Sanrio. Kamu yang penggemar karakter-karakter dari Sanrio jangan lupa ke sini ya. Lokasinya yang paling terkenal ada di Ginza dan Ikebukuro.

Sumber: muza-chan.net

Continue Reading

Travel

9 Hal Keren yang Bisa Dilakukan di Omotesando

Published

on

GwiGwi.com – Omotesando merupakan tempat di mana kamu bisa menemukan toko-toko yang dimiliki oleh brand ternama. Omotesando juga terkenal dengan gedung-gedungnya yang berdesain indah. Kamu akan terkagum-kagum melihatnya. Maka dari itu Omotesando sayang untuk dilewatkan begitu saja. Kamu bisa mendapatkan suasana baru ketika memutuskan berkeliling.

Selain itu, 9 hal mengasyikkan di bawah ini bisa kamu lakukan di sana.

1. Belanja di Omotesando Hills

Merupakan tempat berbelanja yang dipenuhi dengan toko-toko yang dimiliki brand ternama. Lokasinya juga dikenal punya interior yang unik, jadi cocok juga dijadikan sebagai tempat untuk berswafoto-ria.

Sumber: tiptoeingworld.com

2. Makan pancake super enak di Eggs’n Things

Pancake di sini tidak hanya disajikan satu dua buah, tapi bisa bertumpuk-tumpuk. Belum lagi krimnya yang super banyak. Karena itu setelah keluar dari cafe ini dijamin kamu akan kekenyangan. Pancakenya juga lezat.

Sumber: travelience.com

3. Melihat-lihat di Prada Building

Dikenal dengan desainnya yang indah dan tampak berkilauan dari luar. Kamu bisa menjadikannya latar belakang untuk berfoto. Masuk ke dalamnya pun bisa. Jika kamu sampai di lantai atas, kamu akan leluasa melihat sebagian pemandangan Tokyo yang sangat sibuk.

Sumber: Amusing Planet

4.  Menikmati keindahan karya seni di Espace Gallery

Lokasinya berada di lantai atas gedung Louis Vuitton. Di sini kamu bisa melihat berbagai macam karya seni yang super keren. Mungkin beberapa di antaranya akan sulit dimengerti, tapi dari jendelanya kamu bisa leluasa juga melihat Tokyo dari atas.

Sumber: broketourist.net

5. Ngemil Luke’s Lobster

Camilan roti isi lobster ini sangat banyak peminatnya di Omotesando. Rasanya memang tidak diragukan lagi. Jika kamu tidak ingin mengantri, sebaiknya datang ke sini pagi-pagi. Ketika siang antriannya bisa membludak.

Sumber: tiptoeingworld.com

6. Jalan-jalan di sekitar Cat Street

Cat Street bukanlah jalanan yang dipenuhi kucing, tapi jalan setapak di Omotesando yang biasanya ramai dilalui orang-orang. Di sekitarnya terdapat berbagai macam kafe, toko-toko mini, dan jajanan khas Jepang. Kamu bisa saja menemukan sesuatu yang baru di sini.

Sumber: tiptoeingworld.com

7. Membeli pernak-pernik anak-anak di Kiddy Land

Kiddy Land memang toko khusus anak-anak. Di sini menjual banyak mainan. Namun kamu pun bisa masuk ke dalamnya. Dari Disney hingga Ghibli bisa kamu temukan di sini. Jangan sampai dilewatkan, apalagi kamu yang penggemar mainan.

Sumber: att-japan.net

8. Memburu oleh-oleh di Oriental Bazaar

Toko ini memiliki empat lantai dan semuanya menjual pernak-pernik khas Jepang. Kamu bisa membeli kimono juga di sini. Kamu bisa berkeliling jika ingin mendapatkan oleh-oleh yang diincar.

Sumber: timeout.com

9. Belanja di Tokyu Plaza

Mall satu ini lebih sering dikunjungi oleh para cewek. Terkenal dengan produk-produk fashion-nya yang kekinian. Yang membuatnya terkenal juga adalah interior dalamnya yang dipenuhi denga kaca-kaca. Kamu pasti akan merasa berkilauan di dalam.

Sumber: tiptoeingworld.com

Continue Reading

Trending