News
Selamat Datang POCO F2 Pro, Siap Dijual Di Lazada, Ini Spesifikasi dan Harganya!
GwiGwi.com – POCO atau dikenal juga sebagai POCOPHONE di Indonesia akhirnya kembali meluncurkan produk terbarunya. POCO F1 atau POCOPHONE F1 sudah pernah menggebrak pasar dengan spesifikasi full-flagship dengan harga yang sangat affordable. Kini, 2 tahun setelah peluncuran smartphone pertamanya, POCO Global memperkenalkan sequel True Flagship Killer-nya yaitu POCO F2 Pro. Secara Global, POCO F2 Pro ini nantinya akan segera bisa dibeli di Lazada dan juga JD.com. Tapi jangan senang dulu, karena ini bukan untuk Lazada dan JD Indonesia. Namun seperti apa spesifikasi dan harga dari POCO F2 Pro? Simak berita lengkapnya dibawah ini.
POCO F2 Pro baru saja diumumkan secara global melalui online live streaming launch-nya yang cukup membuat penasaran. Setelah melihat peluncurannya, jelas saja terlihat bahwa POCO F2 Pro kembali merupakan sebuah perangkat rebranding dari Redmi K30 Pro. Berikut adalah spesifikasi lengjkapnya:
POCO F2 Pro (sumber GSMArena)
| NETWORK | Technology | GSM / HSPA / LTE / 5G |
|---|---|---|
| LAUNCH | Announced | 2020, May 12 |
| Status | Coming soon. Exp. release 2020, May 19 | |
| BODY | Dimensions | 163.3 x 75.4 x 8.9 mm (6.43 x 2.97 x 0.35 in) |
| Weight | 219 g (7.72 oz) | |
| Build | Glass front (Gorilla Glass 5), glass back (Gorilla Glass 5), aluminum frame | |
| SIM | Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by) | |
| DISPLAY | Type | Super AMOLED capacitive touchscreen, 16M colors |
| Size | 6.67 inches, 107.4 cm2 (~87.2% screen-to-body ratio) | |
| Resolution | 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~395 ppi density) | |
| Protection | Corning Gorilla Glass 5 | |
| HDR10+ 500 nits typ. brightness (advertised) |
||
| PLATFORM | OS | Android 10, MIUI 11 |
| Chipset | Qualcomm SM8250 Snapdragon 865 (7 nm+) | |
| CPU | Octa-core (1×2.84 GHz Kryo 585 & 3×2.42 GHz Kryo 585 & 4×1.80 GHz Kryo 585) | |
| GPU | Adreno 650 | |
| MEMORY | Card slot | No |
| Internal | 128GB 6GB RAM, 256GB 8GB RAM | |
| UFS 3.1 6GB RAM (LPDDR4X) 8GB RAM (LPDDR5) |
||
| MAIN CAMERA | Quad | 64 MP, f/1.9, 26mm (wide), 1/1.72″, 0.8µm, PDAF 5 MP, f/2.2, 50mm (telephoto macro), AF 13 MP, f/2.4, 123° (ultrawide), 1.12µm 2 MP, f/2.4, (depth) |
| Features | Dual-LED dual-tone flash, HDR, panorama | |
| Video | 8K Recording, 4320p@24/30fps, 2160p@30/60fps, 1080p@30/60/120/240fps, 1080p@960fps; gyro-EIS | |
| SELFIE CAMERA | Single | Motorized pop-up 20 MP, (wide), 1/3.4″, 0.8µm |
| Features | HDR | |
| Video | 1080p@30fps, 720p@120fps | |
| SOUND | Loudspeaker | Yes |
| 3.5mm jack | Yes | |
| 24-bit/192kHz audio | ||
| COMMS | WLAN | Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/ax, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot |
| Bluetooth | 5.1, A2DP, LE, aptX HD, aptX Adaptive | |
| GPS | Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS | |
| NFC | Yes | |
| Infrared port | Yes | |
| Radio | FM radio | |
| USB | 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go | |
| FEATURES | Sensors | Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, barometer |
| BATTERY | Non-removable Li-Po 4700 mAh battery | |
| Charging | Fast charging 30W, 100% in 63 min (advertised) USB Power Delivery 3.0 Quick Charge 4+ |
|
| MISC | Colors | Neon Blue, Phantom White, Electric Purple, Cyber Gray |
| Models | M2004J11G | |
| Price | $ 499.00 |
Spesifikasi diatas sama persis dengan yang sudah ada di Redmi K30 Pro. Ini juga merupakan spesifikasi standard, tanpa ada perubahan dengan nantinya perangkat ini dirilis dimanapun. Itu berarti, jika perangkat ini memang akan masuk ke Indonesia, maka dia juga akan memiliki spesifikasi yang sama persis.
Layar 90hz, baterai 4700mAh, RAM LPDDR5, Memory UFS3.1, Quad Camera, dan tentu saja Snapdragon 865 akan menjadi andalan dari si POCO F2 Pro. Dengan segudang fitur flagship seperti ini, tentu saja POCO Global akan berusaha kembali menekankan posisinya sebagai flagship killer. Untuk soal software, POCO F2 Pro ditemani dengan MIUI for POCO dengan POCO Launcher 2.0 yang mengikutsertakan beberapa update spesifik untuk POCO F2 Pro.
Soal harga, POCO F2 Pro memiliki 2 harga yaitu untuk 2 konfigurasi memori yang berbeda. Untuk Memori RAM 6GB dan Memori penyimpanan 128GB akan dibanderol sehara 499 Euro, atau sekitar 8 Jutaan rupiah, dan untuk RAM 8GB dengan memori penyimpanan 256GB akan dibanderol seharga 599 Euro atau sekitar 9.7 Jutaan Rupiah. Hal ini menempatkan POCO F2 Pro, jika di Indonesia tepat di bawah Mi 10, yang dibanderol dengan harga 9.999 Juta untuk konfigurasi memori 8+256GB. Dan jika nantinya di Indonesia POCO F2 Pro akan dirilis dengan harga demikian, sangat besar kemungkinan ketertarikan terhadap POCO F2 Pro agak membingungkan. Ini dikarenakan price-pointnya terlalu dekat dengan harga Flagship vendor lain yang memiliki spesifikasi serupa, bahkan saudara 1 kubunya sendiri seperti Mi 10 dan juga Black Shark 3. Selain itu POCO F2 Pro juga menghilangkan suatu fitur yang sepertinya memang sudah mulai ditanggalkan yaitu support terhadap memori penyimpanan external melalui SD Card. Namun apabila POCO F2 Pro atau yang sangat besar di rename menjadi POCOPHONE F2 Pro di Indonesia, akan dibanderol dengan harga yang lebih rendah, maka tidak menutup kemungkinan akan sangat mudah terjual bagaikan kacang goreng.
Jejak langkah POCO atau POCOPHONE di Indonesia sangatlah luar biasa pada saat meluncurkan smartphone pertamanya yaitu POCOPHONE F1. Perangkat ini memiliki segudang fitur dan spesifikasi smartphone flagship pada masa itu, namun dengan harga yang setara dengan smartphone budget plus sedikit. Ini membuat POCOPHONE terkenal dan memiliki nilai penjualan yang sangat tinggi. Namun, tahun ini, di tahun 2020, spesifikasi flagship memiliki harga yang mulai melambung tinggi. Selain karena adanya Pandemi COVID-19, yang membuat daya beli kebanyakan orang menurun, sepertinya trend Snapdragon 865 yang sudah mewajibkan vendor untuk memakai Modem 5G, membuat chipset ini menjadi cukup mahal. Hal ini terlihat dari harga yang sudah diluncurkan dengan perangkat saudara dari POCO F2 Pro, yaitu Mi 10 dan juga Black Shark 3 di Indonesia yang mulai kehilangan esensi budget dari brand Group Xiaomi.
Nantinya POCO F2 Pro akan mulai dijual di Gearbest dan juga Aliexpress yang tentunya dapat mengirimkan ke Indonesia. Selain itu POCO juga berencana untuk menjual di Lazada, Shopee, serta JD, namun sayangnya sepertinya ini bukan untuk marketplace dari grup yang sama di Indonesia. Jika masuk, maka POCO F2 Pro akan menjadi perangkat Snapdragon 865 termurah di Indonesia walaupun memakai harga Euro, ataupun harga yang sudah disesuaikan nantinya.
News
Fate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks
www.gwigwi.com – Pameran Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing menghadirkan kejutan bagi para penggemar dengan merilis video pembuka yang sebelumnya hanya ditayangkan di area pameran. Video tersebut kini dapat disaksikan secara online dan menampilkan animasi berkualitas tinggi dari CloverWorks.
Video pembuka ini awalnya dibuat khusus untuk teater pembukaan pameran. Isinya merangkum perjalanan panjang para protagonis dalam Fate/Grand Order, sekaligus menghadirkan kembali sejumlah momen penting dari perjalanan mereka. Karakter Mash Kyrielight juga tampil dalam video dengan suara dari Rie Takahashi.
Keterlibatan CloverWorks bukan pertama kalinya studio tersebut mengerjakan materi animasi untuk game Fate/Grand Order. Sebelumnya, mereka juga menangani trailer khusus yang memperkenalkan update game dengan kehadiran Servant bintang lima baru, End of the World Archer.
Untuk video pembuka pameran ini, Haruka Fujita dipercaya menangani posisi sutradara, storyboard, sekaligus episode director. Sementara itu, Masayoshi Tanaka bertugas sebagai animation director.
Bagian visual lainnya ditangani oleh sejumlah staf berpengalaman. Kyoko Hara mengerjakan color design, sedangkan Ryoko Itaya bertanggung jawab sebagai art director. Posisi director of photography diisi oleh Yuya Sakuma, sementara bagian 3DCG dikerjakan oleh Capsule.
Dari sisi produksi, Yuichi Fukushima bertugas sebagai animation producer dan CloverWorks menjadi studio yang menangani keseluruhan produksi animasi.
Video tersebut semakin menarik berkat lagu “Unmei ~Hoshimi no Kairo~” yang menjadi musik pengiring. Lagu ini digubah oleh Keita Haga, kemudian diaransemen bersama Ryota Kikuchi.
Fate/Grand Order Exhibition: Corridor of Stargazing sendiri merupakan pameran khusus yang membawa pengunjung menyelami berbagai aspek dari perjalanan franchise Fate/Grand Order. Berbagai materi visual dan pengalaman interaktif disiapkan untuk memperlihatkan perjalanan para karakter serta dunia yang telah dibangun game tersebut selama bertahun-tahun.
Pameran ini saat ini berlangsung di Mori Arts Center Gallery, Tokyo, Jepang. Pengunjung masih dapat mendatanginya hingga 14 September 2026.
Dengan dirilisnya video pembuka secara online, penggemar yang tidak dapat hadir langsung di Tokyo kini tetap memiliki kesempatan untuk melihat salah satu materi eksklusif dari pameran tersebut. Kehadiran animasi CloverWorks juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penggemar yang mengikuti perkembangan proyek animasi Fate/Grand Order.
News
Mikeneko Mulai Jual Foto Pribadi lewat Membership, Tuai Dukungan Penggemar
www.gwigwi.com – Mantan anggota Hololive, Uruha Rushia, yang kini beraktivitas dengan nama Mikeneko, kembali menjadi perhatian komunitas setelah mengungkap langkah baru dalam aktivitas kreatifnya. Ia mulai menawarkan foto dirinya melalui sistem membership berbayar yang dikelolanya secara mandiri.
Langkah tersebut dilakukan setelah Mikeneko menerima sebuah hadiah pakaian dari salah satu penggemar. Ia kemudian mengenakan pakaian tersebut, melakukan sesi pemotretan, dan menjadikan hasilnya sebagai bagian dari konten eksklusif untuk anggota membership.
Konten tersebut menjadi salah satu bentuk monetisasi yang kini dapat dilakukan Mikeneko secara lebih bebas setelah menjalani aktivitas sebagai kreator independen. Berbeda dengan ketika masih berada di bawah agensi, model membership memberikan ruang bagi dirinya untuk menentukan sendiri jenis konten yang ingin ditawarkan kepada komunitas.
Kabar tersebut kemudian menarik perhatian para penggemarnya di media sosial. Alih-alih mendapat respons negatif, banyak penggemar justru memberikan dukungan terhadap keputusan Mikeneko untuk memperluas cara monetisasi kontennya.
Bagi sebagian penggemar, langkah tersebut menunjukkan bahwa Mikeneko memiliki lebih banyak kebebasan dalam mengelola aktivitas kreatif dan menentukan bagaimana karyanya dapat dinikmati oleh pendukung.
Sistem membership sendiri memungkinkan kreator memberikan konten tambahan kepada penggemar yang berlangganan secara rutin. Model ini semakin umum digunakan oleh kreator digital karena dapat menjadi sumber pendapatan langsung sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan komunitas.
Dalam kasus Mikeneko, kehadiran konten foto eksklusif menjadi salah satu bentuk baru dari aktivitas membership tersebut. Dukungan besar dari penggemar juga menunjukkan bahwa komunitasnya masih memiliki antusiasme tinggi terhadap berbagai proyek yang ia jalankan setelah meninggalkan dunia agensi VTuber.
Mikeneko sebelumnya dikenal luas sebagai Uruha Rushia selama bergabung dengan Hololive. Setelah keluar dari agensi tersebut, ia melanjutkan aktivitas sebagai kreator independen dan tetap memiliki basis penggemar yang cukup besar.
Perubahan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengeksplorasi berbagai bentuk konten dan model bisnis tanpa harus mengikuti struktur produksi sebuah agensi. Membership menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan aktivitas kreatifnya.
Meski begitu, konten yang ditawarkan melalui membership tetap menjadi bagian dari aktivitas kreator dan tidak selalu tersedia untuk publik secara umum. Penggemar yang tertarik dapat mengikuti kanal resmi Mikeneko untuk mengetahui jenis konten serta sistem membership yang tersedia.
Dengan semakin banyaknya kreator digital yang memanfaatkan membership sebagai sumber pendapatan, langkah Mikeneko menunjukkan bagaimana mantan talent agensi dapat membangun kembali ekosistem komunitasnya secara mandiri. Dukungan dari ribuan penggemar juga menjadi indikasi bahwa perjalanan Mikeneko sebagai kreator independen masih mendapatkan perhatian besar.
Entertainment
Akemi ID Hadirkan Dua Member Baru, Ochi dan Mika Sebagai Bagian dari Regenerasi Grup
www.gwigwi.com – Jakarta, Agustus 2026 — Independent girl group asal Jakarta, Akemi ID, mengumumkan perubahan dalam susunan member sekaligus memperkenalkan dua wajah baru yang akan melanjutkan perjalanan grup.
Sebelumnya, Manajemen Akemi ID telah memutuskan untuk mengakhiri status keanggotaan Aiko sebagai Member Akemi ID setelah melalui proses evaluasi dan komunikasi bersama Manajemen. Keputusan tersebut menjadi bagian dari dinamika dan perkembangan Akemi ID dalam menjaga komitmen serta profesionalisme seluruh member.
Di tengah perubahan tersebut, Akemi ID kini menyambut dua member baru, Ochi dan Mika, yang diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perjalanan grup ke depannya.
Ochi Kembali Bergabung dengan Akemi ID
Ochi bukanlah nama baru bagi Akemi ID. Ia merupakan mantan member Akemi yang kini kembali bergabung sebagai bagian dari perjalanan baru grup. Ochi secara resmi diperkenalkan kembali sebagai Member Akemi ID dalam penampilan di Indonesia Designer Art-Toys Expo Vol. 4 pada 9 Agustus 2026.
Dalam formasi barunya, Ochi akan membawa identitas warna orange dengan branding bunga orange marigold.
Kembalinya Ochi diharapkan dapat memperkuat dinamika internal maupun penampilan Akemi ID, khususnya melalui kemampuan public speaking yang dimilikinya.
Mika Resmi Naik Menjadi Member Akemi ID
Sementara itu, Mika merupakan trainee yang telah menjalani proses latihan bersama Akemi ID sejak Desember 2025. Setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi sebagai trainee, Mika akhirnya resmi bergabung sebagai Member Akemi ID dan diperkenalkan kepada publik dalam event School of Rock pada 17 Agustus 2026.
Mika akan membawa identitas warna white dengan branding bunga white jasmine.
Dengan karakter vokalnya yang memiliki suara merdu, Mika diharapkan dapat memberikan warna tambahan bagi musik dan penampilan Akemi ID.
Menyambut Babak Baru Akemi ID
Dengan bergabungnya Ochi dan Mika, Akemi ID memasuki fase baru dalam perjalanan grup. Keduanya membawa karakter dan kemampuan yang berbeda, namun diharapkan dapat saling melengkapi dengan member Akemi ID lainnya.
“Kami berharap kehadiran Ochi dan Mika bisa memberikan warna baru untuk Akemi ID. Ochi dengan kemampuan public speaking-nya, dan Mika dengan karakter vokalnya, tentunya akan menjadi tambahan yang menarik untuk perkembangan Akemi ke depan,” ujar Manajemen Akemi ID.
Sebagai independent girl group yang telah aktif sejak 2018 dan memiliki pengalaman tampil di berbagai panggung, Akemi ID akan terus mengembangkan karya, pertunjukan, serta program-programnya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam bagi para penggemar.
Kehadiran Ochi dan Mika menjadi bagian dari langkah Akemi ID untuk terus bertumbuh dan memasuki babak baru dengan semangat serta warna yang baru.
Akemi Operation Team
AKEMI ID

Kontak Akemi
Instagram: https://www.instagram.com/akemiofficial.id/
Facebook: https://www.facebook.com/akemiofficial.id
TikTok: https://www.tiktok.com/@akemiofficial.id
Youtube: https://www.youtube.com/@akemiofficial2756
Spotify: https://open.spotify.com/artist/0dwjZ0qHyZxRynpZFycg01
Whatsapp: 08551614433
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Mutiny: Klasik Statham Yang Kurang Menggebuk
-
Gaming3 weeks agoArknights Resmi Rilis Versi PC, Berikut Spesifikasi yang Dibutuhkan
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Dear You, Surat yang Terlupakan
-
Gaming3 weeks agoArknights: Endfield Segera Hadir di Steam, Akses Pemain PC Bakal Lebih Mudah
-
TV & Movies3 weeks agoReview Film Seni Merayu Tuhan, Drama Religi 2.0?
-
TV & Movies2 weeks agoReview Film Kung Fu Soccer, Evolusi Komedi Absurd Stephen Chow di Era Modern
-
Berita Anime & Manga2 weeks agoOvergeared Ungkap Trailer Kedua, Visual Baru, dan 6 Karakter Tambahan
-
News2 weeks agoFate/Grand Order Rilis Video Pembuka Pameran, Dianimasikan oleh CloverWorks







