Connect with us

News

Black Shark 3 Series Beredar Resmi 8 Mei 2020 di Indonesia! Berikut Adalah Spesifikasi dan Harganya.

Published

on

GwiGwi.com – Menjelang pengumuman Xiaomi Indonesia untuk Mi 10 semakin dekat, pasar Indonesia semakin dibuat panas dari brand yang serumah dengan Xiaomi, namun menyongsong pasar gaming. Brand tersebut adalah Black Shark. Setelah selama beberapa waktu dirumorkan akan hadir ke Indonesia, kini laman sosial media Black Shark Indonesia resmi menginformasikan bahwa Black Shark 3 Series akan resmi diluncurkan di Indonesia pada 8 Mei 2020 mendatang, pada hari yang sama diluncurkannya Xiaomi Mi 10. Seperti apakah spesifikasi Black Shark 3 Series? Berapa harga perkiraannya di Indonesia? Berikut adalah informasinya.

Black Shark dikenal sebagai brand smartphone yang berfokus dengan spesifikasi gahar untuk gaming. Keseluruhan seri Black Shark sudah pasti memboyong Prosesor atau SoC paling atas yang tersedia di pasar. Pada tahun lalu kita sudah mereview Black Shark 2 Pro, yang walau masih memiliki beberapa kekurangan, terbukti telah menunjukan taring hiu yang sangat tajam jika berkompetisi langsung dengan pesaing utamanya yaitu ASUS ROG Phone II yang juga sebelumnya sudah kita ulas.

Seri kelanjutannya adalah Black Shark 3 Series yang terdiri dari Black Shark 3 dan juga Black Shark 3 Pro. Keduanya ditenagai oleh dapur pacu yang paling maksimal dari Qualcomm yaitu Snapdragon 865, yang tentunya sudah memiliki Modem 5G tertanam didalamnya. Selain itu, RAMnya yang dimiliki mulai dari 8GB hingga 12GB, dengan memori penyimpanan internal mulai dari 256GB hingga 512GB. Keduanya dikonfigurasi dengan Android 10 serta JOYUI 11 dengan segudang optimalisasi gaming.

Tidak sampai disitu saja, BlackShark juga kali ini menyematkan susunan kamera yang ga kalah dengan flagship lainnya. Walau masih mengusung Triple-Camera saja, tetapi kali ini kamera 64 Megapiksel dari yang sebelumnya hanya 48 Megapiksel di Black Shark 2 Pro, dan kali ini, Black Shark juga menambahkan 120 derajat Ultra-Wide Angle Camera sebagai lensa utama kedua yang dapat memberikan hasil tangkapan foto yang lebih luas. Lalu ada kamera utama terakhir yang berfungsi sebagai Depth Sensor untuk mendapatkan hasil portrait yang sangat baik.

Urusan tenaga, keduanya dibekali oleh baterai 5,000mAh dengan Quick Charge 56W yang dapat membuat tenaga si Black Shark 3 dan juga Black Shark 3 Pro tidak habis-habis. Yang berbeda, kali ini Black Shark 3 Series juga memiliki cara alternatif pengisian ulang kembali baterai melalui Magnetic Charging 18 Watt.

Belum diketahui apakah Modem 5G yang dimiliki oleh si Black Shark 3 akan dinonaktifkan seperti yang dilakukan vendor lainnya di Indonesia mengingat kita belum memiliki infrastruktur Sinyal 5G.

Lalu berapa harga Black Shark 3 dan juga Black Shark 3 Pro di Indonesia? Jika kita lihat dari perkiraan harganya di China, untuk Black Shark 3 dibanderol sekitar 7 Jutaan Rupiah, sedangkan untuk versi Pronya disekitaran 9 Juta Rupiah. Di Eropa, dimana biasanya harga Smartphone dibanderol lebih mahal, belum diketahui karena Black Shark 3 baru akan dirlis pada pekan depan di Eropa. Untuk di Indonesia sendiri, jika Black Shark 3 Pro dibanderol pada angka nyaman 9 Jutaan rupiah, maka Black Shark 3 Pro bisa menjadi jawara smartphone flagship dengan harga termurah, bahkan dibawah saudaranya sendiri si Mi 10 yang diperkirakan dibanderol dengan rentang harga 10 hingga 12 Juta Rupiah.

Black Shark 3 Series akan diperkenalkan secara resmi di Indonesia pada 8 Mei 2020 nanti, namun belum diketahui apakah kanal penjualan hanya akan melalui rekanan e-Commerce seperti Lazada dan Shopee seperti sebelumnya, atau akan ikut serta hadir di mi.com seperti kakaknya si Black Shark 2 Pro. Pada hari itu juga, sang saudara, Xiaomi Indonesia, juga akan memperkenalkan Mi 10 ke pasar Indonesia.

Sepertinya kali ini Xiaomi akan semakin gencar mendatangkan perangkat-perangkat unggulannya. Setelah Mi 10 dan juga Black Shark 3 Series, Xiaomi melalui sub-brand lainnya antara Redmi ataupun POCOPHONE sepertinya siap memperkenalkan versi flagship mereka sendiri, antara Redmi K30 Pro, atau POCOPHONE F2, mengingat kode perangkat tersebut sudah melewati proses TKDN.

Video Unboxing Black Shark 2 Pro

Media Sosial: Black Shark Indonesia

Advertisement

News

Arc System Works Dirikan Studio Takumi di Tokyo, Siapkan Game Fighting Baru

Published

on

By

Arc System Works Dirikan Studio Takumi Di Tokyo, Siapkan Game Fighting Baru

Arc System Works mengumumkan pembentukan studio pengembangan baru bernama Arc System Works Tokyo Studio “Takumi” pada 2 November 2026. Berlokasi di Urban Center Shinjuku, Tokyo, Jepang, studio ini dibentuk untuk memperkuat kapasitas produksi perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan proyek game baru.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Arc System Works untuk meningkatkan kemampuan pengembangan dan memperluas jangkauan produknya ke pasar internasional. Perusahaan berharap studio baru ini dapat membantu menghadirkan pengalaman bermain yang menarik bagi komunitas gaming di berbagai negara.

Studio Takumi Dukung Pengembangan Game Fighting Baru

Salah satu proyek yang akan mendapatkan dukungan adalah game fighting baru yang terpilih dalam program IP360 milik Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).

Program tersebut dirancang untuk memberikan dukungan berskala besar dan berjangka panjang bagi industri konten Jepang agar mampu bersaing di pasar global. IP360 juga memiliki target ambisius, yakni meningkatkan nilai penjualan konten Jepang di luar negeri hingga 20 triliun yen pada 2033.

Keterlibatan Arc System Works dalam program ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas distribusi karya mereka ke audiens internasional. Meski demikian, detail mengenai game fighting yang dimaksud masih belum diungkapkan, termasuk judul, mekanisme pertarungan, platform, dan jadwal peluncurannya.

Fokus pada Kolaborasi dan Ekspansi Global

Arc System Works menempatkan Studio Takumi sebagai bagian strategis dari rencana pengembangan perusahaan. Selain memperbesar kapasitas produksi, studio ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi yang mendukung penciptaan game dengan daya tarik lebih luas.

Pendekatan tersebut sejalan dengan ambisi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pemain di luar Jepang. Melalui penguatan tim dan kemampuan pengembangan, Arc System Works ingin menciptakan karya yang dapat diterima oleh komunitas internasional tanpa kehilangan kualitas pengalaman bermain yang menjadi perhatian utama mereka.

Pembentukan studio baru ini juga menunjukkan upaya perusahaan untuk mempersiapkan sumber daya tambahan dalam menghadapi proyek-proyek mendatang.

 

Arc System Works Buka Perekrutan Anggota Pendiri

Seiring persiapan operasional Studio Takumi, Arc System Works mulai meningkatkan aktivitas perekrutan untuk mencari kreator yang akan bergabung sebagai anggota pendiri.

Kesempatan tersebut ditujukan bagi talenta yang ingin terlibat dalam pembentukan tim pengembangan baru dan mendukung proyek-proyek perusahaan berikutnya. Informasi mengenai posisi yang tersedia serta proses pendaftaran dapat ditemukan melalui halaman rekrutmen resmi Arc System Works.

Untuk saat ini, belum ada pengumuman lebih lanjut mengenai identitas game fighting yang dikembangkan melalui program IP360. Informasi mengenai proyek tersebut dan rencana produksi Studio Takumi masih dinantikan oleh para penggemar.

Continue Reading

News

Activision Siapkan Subseri Baru Call of Duty, Tinggalkan Pola Modern Warfare dan Black Ops?

Published

on

By

Activision Siapkan Subseri Baru Call Of Duty, Tinggalkan Pola Modern Warfare Dan Black Ops?

Activision dikabarkan mulai mempersiapkan subseri baru untuk franchise Call of Duty. Rencana ini muncul setelah perusahaan merilis game utama yang berfokus pada Modern Warfare dan Black Ops secara bergantian selama beberapa tahun terakhir.

Dalam wawancara bersama The Game Business, Chief Marketing Officer Activision, Tyler Bahl, mengonfirmasi bahwa perusahaan telah memulai persiapan awal untuk mengembangkan cabang baru tersebut. Langkah ini menjadi respons terhadap keinginan pemain yang mengharapkan pengalaman berbeda dari dua subseri yang selama ini mendominasi franchise.

Meski pengembangan awal telah dimulai, Activision belum mengungkapkan nama, latar cerita, mekanisme permainan, maupun perkiraan jadwal peluncurannya.

Call of Duty Butuh Arah Baru Setelah Lima Tahun

Jika melihat sejarah perilisan beberapa tahun terakhir, Call of Duty: Vanguard menjadi judul terakhir yang memperkenalkan subseri berbeda di luar Modern Warfare dan Black Ops. Game tersebut dirilis pada 2021, setelah Call of Duty: Black Ops Cold War pada 2020 dan sebelum Call of Duty: Modern Warfare II pada 2022.

Setelah itu, Activision kembali bergantian merilis judul dari kedua subseri tersebut. Pola ini membuat sebagian pemain menginginkan sesuatu yang lebih segar, baik dari segi konsep maupun pengalaman bermain.

Bahl menjelaskan bahwa ekspektasi pemain terus berkembang seiring perubahan industri game. Menurutnya, komunitas menginginkan pengalaman yang lebih baik, baru, atau benar-benar berbeda dari apa yang sudah mereka kenal.

Perbedaan latar, cerita, dan mekanisme permainan memang dapat memberikan variasi. Namun, perubahan tersebut belum tentu menghasilkan identitas yang cukup berbeda untuk memenuhi harapan seluruh pemain.

Subseri Baru Bisa Membawa Identitas Berbeda

Kehadiran subseri baru berpotensi memberi Activision ruang untuk bereksperimen dengan pendekatan yang tidak sepenuhnya terikat pada formula Modern Warfare maupun Black Ops.

Namun, belum ada informasi apakah proyek ini akan mengambil latar perang yang berbeda, memperkenalkan karakter baru, atau menghadirkan perubahan besar pada gameplay. Semua kemungkinan tersebut masih belum dapat dipastikan sebelum Activision mengungkap detail resmi.

Jika dikembangkan lebih jauh, proyek ini juga dapat menjadi kesempatan bagi franchise Call of Duty untuk memperluas identitasnya tanpa harus meninggalkan elemen inti yang selama ini dikenal pemain.

Modern Warfare 4 Dikabarkan Menutup Cerita Sejak 2019

Di sisi lain, Call of Duty: Modern Warfare 4 disebut dijadwalkan hadir pada 2026 dan akan melanjutkan pola perilisan yang sudah berjalan. Menurut keterangan Bahl, game tersebut juga akan mengakhiri rangkaian cerita yang dibangun oleh subseri Modern Warfare sejak kebangkitannya pada 2019.

Meski demikian, belum diketahui bagaimana rencana tersebut akan berhubungan dengan pengembangan subseri baru. Activision belum menjelaskan apakah proyek anyar itu akan diperkenalkan setelah cerita Modern Warfare berakhir atau dikembangkan secara paralel.

Untuk saat ini, informasi yang tersedia baru sebatas konfirmasi bahwa persiapan awal subseri baru telah dimulai. Penggemar masih perlu menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui arah berikutnya dari franchise Call of Duty.

 

Continue Reading

News

PS5 Bakal Punya Hub Anime Khusus dari Sony dan Crunchyroll

Published

on

By

Ps5 Bakal Punya Hub Anime Khusus Dari Sony Dan Crunchyroll

Pengguna PlayStation 5 nantinya akan memiliki tempat khusus untuk menemukan berbagai konten yang berkaitan dengan anime. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan sebuah anime hub di PS5.

Fitur baru tersebut dirancang sebagai ruang bagi pemain untuk menemukan anime sekaligus game yang terinspirasi dari anime. Meski nama resmi hub ini belum diumumkan, Sony dan Crunchyroll menargetkan peluncurannya pada musim semi 2027.

Informasi lebih lengkap mengenai fitur serta layanan yang ditawarkan dijanjikan akan diumumkan menjelang peluncurannya.

Jadi Tempat Menemukan Anime dan Game

Anime hub ini akan menjadi bagian dari ekosistem PS5 yang mempertemukan dua komunitas besar, yaitu penggemar anime dan gamer.

Melalui fitur tersebut, pemain nantinya dapat menemukan game yang menggunakan karakter atau dunia dari anime favorit mereka. Di sisi lain, hub ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan franchise baru yang sebelumnya belum dikenal oleh pengguna.

Selain menjadi pusat penemuan konten, hub tersebut juga akan memberikan akses yang lebih mudah menuju Crunchyroll.

Kehadirannya akan melengkapi aplikasi Crunchyroll yang saat ini sudah tersedia di PS5. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menikmati berbagai tayangan anime, mulai dari episode terbaru, film, seri klasik, hingga konten populer lainnya.

Bagian dari Kolaborasi Sony dan Crunchyroll

Presiden Crunchyroll Rahul Purini menyebut kehadiran hub baru ini sebagai langkah berikutnya dalam kerja sama antara Crunchyroll dan Sony Interactive Entertainment.

Menurutnya, pengembangan fitur tersebut sejalan dengan upaya Crunchyroll untuk menghadirkan pengalaman anime di tempat yang memang sudah sering dikunjungi oleh para penggemarnya.

Kolaborasi antara kedua perusahaan sendiri bukanlah sesuatu yang baru. Crunchyroll telah memiliki integrasi dengan ekosistem PlayStation melalui layanan streaming dan berbagai inisiatif terkait keanggotaan.

Dengan anime hub mendatang, hubungan antara konten anime dan gaming di platform PlayStation akan semakin diperluas.

Sony Terus Perluas Konten Anime di PlayStation

Pengumuman ini juga menunjukkan bagaimana Sony terus memperkuat kehadiran anime dalam ekosistem hiburannya.

Pada 2025, Sony turut mengumumkan proyek anime Ghost of Tsushima: Legends yang dijadwalkan hadir melalui Crunchyroll pada 2027.

Sementara itu, anime hub untuk PS5 masih belum memiliki nama resmi. Sony Interactive Entertainment dan Crunchyroll dijadwalkan mengungkap lebih banyak informasi sebelum fitur tersebut meluncur pada musim semi 2027.

Bagi penggemar anime sekaligus pengguna PS5, fitur ini berpotensi menjadi salah satu tempat baru untuk menemukan rekomendasi anime dan game dalam satu ekosistem.

 

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending