Teknologi
Review Razer BlackWidow V3 Mini HyperSpeed, Keyboard Gaming 65% Wireless Terbaik?!
GwiGwi.com – Halo Gwiples, Fery disini. Memang gw sendiri baru terjun ke dunia keyboard mechanic bener-bener baru-baru ini. Dan selama belajar ini, ada form factor yang sepertinya menjadi favorit kebanyakan user, yaitu Form Factor 60-an %. Razer, sebagai brand yang dikenal sebagai pencetus atau pioneer dalam dunia peripherals gaming, juga memiliki salah satu keyboard dengan form factor tersebut, yaitu BlackWidow V3 Mini Hyperspeed, dengan size 65%. Didukung dengan teknologi wireless, dan mechanical switches yang mengedepankan para gamers, bagaimana sih performanya si BlackWidow V3 Mini ini? Let's check it out!
Unboxing Experience
Sebelumnya kita mulai dulu dengan unboxing experiencenya. Di boxnya ada segudang fitur yang mungkin kalian perlu tau seperti bentuk form factor 65%, wireless connection Razer Hyperspeed dan Bluetooth, Razer Green Switch, dan dukungan Razer Chroma RGB. Di sampingnya ada info serupa, ditambahkan dengan up to 200 hrs battery life. Kebagian belakang dan kalian bisa melihat lebih detail perihal BlackWidow V3 Mini ini, koneksi USB C Charging Cable, dan juga termasuk informasi perbedaan form factor lain seperti keyless dan 60%.
Langsung saja kita buka dan kita akan langsung menemukan keyboardnya sendiri. Dalam paket penjualannya ada juga buku petunjuk, thankyou card, serta stiker-stiker dari Razer seperti taglinenya, For Gamers, By Gamers. Lalu kita unpack saja keyboardnya, dan di dalam dusnya juga masih ada kabel USB Type C to Type A dari Razer yang bisa dipakai sebagai kabel koneksi dan juga charging untuk keyboard ini.
Build Quality dan Desain
Berikutnya akan dibahas soal desainnya. Dengan form factornya yang 65%, gw merasa Blackwidow ini masih cukup compact dan bisa dibilang pas untuk pengguna keyboard wireless minimalis. Sebelumnya gw sendiri cuman baru pernah nyobain ukuran 68%, dan 65% adalah form factor yang masih cukup oke bagi 60% terasa kekecilan atau kurang lengkap secara keys. Desainnya khas Razer banget, dengan top plate aluminium, bottom cover plastik, keycap Doubleshot ABS, yang semuanya dibuat dengan finish black doff. Dibawahnya ada sebagian finish glossy, sebagai aksen dan tempat duduknya logo razer. Bobot keyboardnya sendiri sekitar 800gram, dan secara keseluruhan keyboard ini sangat stabil saat digunakan. Stabilisasi ini gw rasa merupakan hal penting bagi gamer, yang ingin menggunakannya dalam intense combat. Pada bagian bottom covernya, disini akan ada tempat penyimpanan donglenya, ditemani oleh rubber feet, dan juga tulisan aksen For Gamers. By Gamers. yang merupakan tagline dari Overall buildnya dibuat dengan cukup solid, dengan material high quality.
Masih di seputar fisiknya, tapi kali ini kita beralih ke key dan switchesnya. Switch yang digunakan adalah Razer Green, dengan profile yang cukup tactile dan juga clicky. Ga jarang mungkin ini kurang menjadi preferensi karena suaranya yang cukup kencang, sehingga sebenarnya ada 1 buah opsi lagi, BlackWidow V3 Mini, dengan Switch Razer Yellow yang lebih hening dan juga linear. Switchnya sayangnya tidak hotswappable, jadi pastikan pilihan kalian adalah yang paling tepat. Beberapa hal yang gw suka disini dari BlackWidow V3 Mini ini adalah masih tersedianya RGB LED yang berada dalam jajaran Razer Chroma, dan juga ukuran switchnya yang merupakan Full Height Switch. Ga sedikit yang memilih low profile atau ultra low-profile switch untuk membuat keyboardnya lebih minimalis, namun pilihan razer untuk memakai Full height, itu akan sangat nyaman digunakan oleh para gamers. Untuk keycapsnya sendiri bahannya adalah Doubleshot ABS yang digadang mampu untuk bisa bertahan dalam kondisi intense yang tentunya tidak jarang kita temukan dari gamers.
Wireless Connectivity Hyperspeed Tak Ada Lawan
Fitur utama yang ditonjolkan dari Razer BlackWidow V3 Mini ini adalah kemampuan wirelessnya. Koneksi utama dari keyboard ini tetap bisa menggunakan kabel, dengan koneksi USB Type C ke perangkat kita, baik menggunakan kabel bawaan razer, atau kabel power data lainnya asalkan melalui USB Type C. Namun tujuan utama BlackWidow V3 Mini ini diluncurkan adalah dengan kemampuan wireless, 2.4GHz, dengan fitur HyperSpeed dari Razer yang jawara soal low latency performance. Huntsman Mini, saudaranya si BlackWidow V3 Mini ini, merupakan wired-only keyboard, dan kemampuan ini di BlackWidow V3 Mini mungkin akan menjadi angin segar bagi user yang ingin mengurangi keberadaan kabel semaksimal mungkin dari meja mereka. Koneksi 2.4GHz ini dicapai dengan menggunakan dongle yang dapat disimpan pada bagian bawah dari keyboard ini sendiri, dan cukup secure dengan physical doornya. Hyperspeed Wireless ini digadang Razer memiliki kecepatan 25% lebih cepat dan responsive, dengan memanfaatkan protokol data yang lebih streamline dan efisien. Berkat fitur wireless ini juga, dengan 1 dongle saja, kalian bisa menghubungkan Mouse dan Keyboard dari Razer berteknologi Hyperspeed yang sama, namun masih terbatas dengan lineup NAGA Pro, Deathhadder Pro, dan OROCHI di ranah Mouse, dan BlackWidow Pro selain V3 Mini di lineup Keyboard Razer.
Kedepannya semoga teknologi ini semakin banyak dipakai di perangkat Razer seperti misalnya Baraccuda X Pro dan Nommo Pro V2 mungkin? 1 Dongle untuk semua. Selain itu kalian juga masih punya opsi koneksi bluetooth yang dapat terhubung dengan 3 perangkat bluetooth yang berbeda.
Razer Synapse 3, One Stop Solution App
Yang pastinya ga bisa lepas dari ekosistem razer adalah software yang digunakan untuk pengaturan peripheralsnya yaitu Razer Synapse. Saat ini versi Razer Synapse yang telah tersedia adalah Razer Synapse 3, yang baru bisa mendukung OS Windows saja. Dalam aplikasi ini, sebagian besar fitur tambahan dari BlackWidow V3 Mini ini bisa dieksekusi dengan baik seperti penyetelan Razer Chroma RGB, penghubungan berbagai device dengan 1 dongle hyperspeed, dan tentunya yang paling penting adalah di pengaturan macro yang memanfaatkan extra keys dari BlackWidow V3 Mini ini di bagian kanan. Secara penggunaan di Razer Synapse cukup straightforward, jadi utilisasinya akan cukup berasa contohnya seperti Gaming Mode yang bisa diakftifkan secara otomatis saat kita sedang bermain game, untuk menghindari tombol berbahaya seperti Alt+Tab, Alt+F4, dan sebagainya.
Experience dengan BlackWidow V3 Mini Hyperspeed
Pengalaman penggunaan dari BlackWidow V3 Mini ini gw bisa bilang one of the best experience untuk sebuah keyboard dengan form factor compact. Buildnya yang lebih tinggi dengan switch yang lebih tinggi juga, membuat posisinya cukup nyaman digunakan oleh user dengan proporsional tubuh yang aga tinggi atau posisi setup yang lebih tinggi. Jika kurang dan ingin tilted angle, stand kakinya memiliki 2 buah angle berbeda, yang kecil memberikan angle 6 derajat, dan yang lebih besar 9 derajat. Untuk key travelnya, sebenernya gw lebih memilih untuk ada sedikit gap extra antar keys karena tangan gw yang chubby dan besar suka tabrakan 1 dengan yang lainnya saat mengetik, namun lagi-lagi karena full height switchnya, ini sedikit lebih menolong dan tidak terlalu pegal saat penggunaannya secara casual saat sedang nulis scrypt maupun sedang koding. Penggunaan gaming jangka panjang pun juga sangat nyaman saat kita sedang grinding di Genshin Impact misalnya. Selain itu untuk high paced competitive gaming seperti Call of Duty Modern Warfare atau Warzone, BlackWidow V3 Mini ini bisa memberikan performa terbaiknya dengan delivery latency yang memang rendah sekali, baik wired maupun wireless melalui 2.4GHz. Untuk bluetooth hanya bisa kita uji coba secara casual dengan smartphone kita karena PC kita tidak memiliki modul bluetooth. Untuk bluetooth sendiri, mungkin akan sangat membantu untuk menulis dokumen di perangkat mobile kalian. Untuk gaming sendiri, well gw yakin bakalan ada mapper yang mendukungnya, tapi gw sendiri kurang yakin untuk gaming di Mobile Devices seperti smartphone.
Biar ga makin penasaran, berikut adalah typing test dengan BlackWidow V3 Mini Hyperspeed.
Harga dan Ketersediaan
Lalu untuk harga dan ketersediaan. Saat mereview unit ini, kita crosscheck dengan ketersediaannya di Razer Flagship Store Tokopedia, dan harga yang dibanderol untuk keyboard ini adalah 2.799 Juta Rupiah, sebuah harga yang cukup premium untuk sebuah keyboard 65% Wireless. Apakah cukup tinggi? Well bisa dibilang demikian. Tapi memang perlu diingat bahwa target audience dari keyboard ini memang lebih mengarah kepada Premium Keyboard User, yang ga sedikit merupakan gamers. Benefit lebih dari opsi kompetitor tentu saja berada di performa gamingnya, dan juga wirelessnya yang bisa dibilang tidak bisa dengan mudah ditemukan di kompetitornya.
Apakah Layak Dibeli?
Kesimpulannya, jika kalian memang sedang mencari keyboard gaming, dengan ukuran 65%, gw rasa belum banyak pilihan yang tersedia untuk kalian dengan performa yang sudah cukup overpowered, out of the box. Yes, tentunya komunitas Mechanical Keyboard bisa memberikan opsi lainnya, namun sebagai user ataupun gamers yang pengen punya keyboard dengan usability dan performance terbaik, BlackWidow V3 Mini ini bisa dibilang merupakan jawabannya. Yang kurang suka dengan switchnya, mungkin bisa menantikan versi Razer Yellow nantinya yang punya profile lebih silent. Kenyamanan juga tidak kalah menjadi highlight yang gw rasakan cukup penting. Tinggi dari switch, dan juga ukuran keyboard yang lebih tinggi dibandingkan low-profile keyboard, membuatnya memiliki kenyamanan penggunaan dalam jangka waktu lama yang jauh lebih baik. Battery life sendiri, memang Razer mengklaim 200 jam, tapi gw rasa itu akan sulit untuk didapatkan bagi user yang selalu mengaktifkan RGBnya setiap penggunaan. Akan tetapi, kalau RGBnya dimatikan, tentu saja performa batrenya jauh lebih lama. Terakhir di soal Wirelessnya, gw rasa ini adalah opsi terbaik yang ada, terutama buat kalian yang memang berada di ekosistem Razer sendiri. Hyperspeed merupakan terobosan teknologi wireless yang menarik, terutama dengan performa low latencynya, dan multi device support. Namun soal harga, kalau kalian tidak mempersiapkan budget premium, BlackWidow V3 Mini Hyperspeed ini akan cukup berat untuk digapai, namun dengan target audience, user, dan budget yang tepat, BlackWidow V3 Mini bisa menjadi opsi keyboard terbaik yang bisa dibeli.
Simak Video Reviewnya
Smartphone
realme Siap Luncurkan realme P4 Series, Mendefinisikan Ulang “Power” untuk Generasi Berikutnya
www.gwigwi.com – realme, salah satu brand smartphone dengan pertumbuhan tercepat di dunia, hari ini mengumumkan evolusi terbaru dari lini realme P Series yang diakui secara luas, yakni realme P4 Series. Sebagai lini yang ditujukan khusus untuk penjualan secara online, realme P Series hadir guna memenuhi kebutuhan generasi muda yang mengutamakan kemudahan akses, value terbaik, dan performa tinggi dalam satu perangkat. Dirancang sebagai “Powerful Partner” atau partner bertenaga bagi kehidupan dinamis generasi muda, seri lanjutan ini terdiri dari empat model: realme P4, realme P4x, realme P4 Lite, dan realme P4 Power.
Mengusung filosofi terbaru yaitu “P for Power”, seri ini mendefinisikan ulang kemampuan smartphone melalui tiga pilar utama: power untuk daya tahan baterai yang lebih lama, power untuk pengalaman gaming yang lebih mulus, dan power untuk kecerdasan AI gaming yang lebih pintar. Seri ini dihadirkan sebagai perangkat yang powerful bagi pengguna muda dalam gaming, pembuatan konten, dan konektivitas sehari-hari.
Power untuk Daya Tahan Baterai Lebih Lama
Dalam kata Powerful Partner terdapat daya tahan baterai yang luar biasa. realme P4 Series menghadirkan solusi nyata terhadap kekhawatiran pengguna terkait daya baterai, dengan setiap model yang dirancang sesuai kebutuhan ketahanan berbeda, dan seluruh lini menawarkan baterai berkapasitas besar.
Model realme P4 Power hadir sebagai “Battery Tech Pioneer” dengan baterai berkapasitas 10.000mAh Titan Battery, yang membuka era baru smartphone berbaterai 10.000mAh dengan daya tahan panjang. Smartphone ini menetapkan standar baru untuk penggunaan jangka panjang serta memperkuat posisi realme sebagai pemimpin dalam teknologi baterai.
Model realme P4 standar dilengkapi baterai berkapasitas besar yang memberikan daya tahan setara flagship sekaligus kemampuan pengisian daya cepat untuk pengguna intensif. Sementara itu, realme P4x dan realme P4 Lite memposisikan diri sebagai pemimpin di segmennya dalam hal ketahanan baterai, bahkan mengklaim sebagai smartphone dengan daya tahan paling lama di kelas masing-masing.
Power untuk Pengalaman Gaming yang Lebih Mulus
Performa powerful harus dibarengi pengalaman yang lancar. realme P4 Series dirancang untuk menghadirkan performa yang konsisten dan mulus. Seri ini memanfaatkan layar dengan refresh rate tinggi serta sinergi optimal antara hardware dan software guna menghadirkan pengalaman bebas hambatan.
Mulai dari scrolling media sosial, berpindah aplikasi dengan lancar, hingga bermain game tanpa lag, realme P4 Series memastikan pengalaman yang responsif dan imersif. Baik untuk menjelajah media sosial, mengedit video, maupun sesi gaming intens, smartphone ini mampu mengikuti ritme aktivitas pengguna yang cepat.
Power untuk AI Gaming yang Lebih Cerdas
Jika hardware adalah fondasinya, maka fitur AI pada realme P4 Series menjadikannya bukan hanya sekadar perangkat, tetapi partner gaming sesungguhnya. Seri ini menghadirkan optimalisasi cerdas secara menyeluruh serta pengalaman gaming yang lebih kaya melalui rangkaian fitur AI powerful untuk menjaga performa tetap stabil setiap saat.
Fitur AI tersebut mencakup akselerasi performa, kestabilan jaringan, pengalaman gaming yang imersif, mistouch prevention, hingga optimalisasi resource background. AI Gaming Engine menyeluruh ini akan selalu mengoptimalkan setiap detail gameplay penggunanya.
Hal ini merepresentasikan dimensi ketiga dari konsep “Powerful”, yaitu partner powerful yang mampu “bertarung” bersama penggunanya dalam setiap pengalaman gaming di masing-masing kelasnya.
Ketersediaan
Peluncuran realme P4 Series semakin menegaskan komitmen realme untuk menghadirkan inovasi “Power” ke lebih banyak pengguna. Dengan menggabungkan daya tahan baterai, performa yang mulus, serta AI intuitif dalam satu pengalaman “Powerful Partner”, realme P Series siap menetapkan standar baru dan menjadi pilihan utama bagi pengguna muda yang membutuhkan performa tinggi di seluruh dunia.
realme P4 Series akan segera hadir di beberapa negara. Ketersediaan, harga, pilihan warna, dan spesifikasi dapat berbeda di setiap wilayah.
Smartphone
Review Infinix GT 50 Pro: Standar Baru HP Gaming 6 Jutaan dengan Performa Buas
www.gwigwi.com – Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh gebrakan terbaru dari Infinix. Melalui seri terbarunya, Infinix GT 50 Pro, brand ini seolah ingin menegaskan dominasinya dalam menghadirkan spesifikasi tinggi dengan harga yang tetap kompetitif. Dibanderol mulai dari Rp 6.499.000, perangkat ini tidak hanya menjual estetika gaming, tetapi juga performa yang mampu membuat kompetitor di kelasnya ketar-ketir.
Unboxing dan Paket Penjualan yang Loyal
Infinix konsisten memberikan nilai lebih bagi penggunanya. Dalam kotak penjualannya, selain unit smartphone, kepala charger 45W, dan kabel data, pengguna akan mendapatkan kejutan spesial berupa GT Magcharge Cooler 2.0. Aksesoris pendingin magnetik ini diberikan secara cuma-cuma, sebuah nilai tambah yang jarang ditemukan pada brand lain yang biasanya menjual aksesoris serupa secara terpisah.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Desain Futuristik “Cyber Mecha”
Dari sisi tampilan, Infinix GT 50 Pro membawa DNA desain Cyber Mecha yang sangat kental. Material bodi terasa solid namun tetap nyaman digenggam dengan bobot yang pas. Sorotan utamanya terletak pada RGB Mechanical Lights Wave di bodi belakang yang bisa dikustomisasi sesuai dengan ritme musik atau notifikasi game. Tidak hanya cantik, bodi ini juga sudah mengantongi sertifikasi tahan percikan air dan debu, memberikan rasa aman ekstra untuk penggunaan harian.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Layar AMOLED 1.5K dengan Kecerahan Ekstrem
Beralih ke bagian depan, mata kita akan dimanjakan oleh layar AMOLED 1.5K berukuran 6.78 inci dengan bezel simetris yang sangat tipis. Refresh rate 144Hz memastikan setiap transisi menu dan pergerakan dalam game terlihat sangat mulus. Salah satu aspek yang paling mengesankan adalah tingkat kecerahan puncaknya yang mencapai 4500 nits, membuat layar tetap terbaca dengan sangat jelas bahkan di bawah terik matahari langsung.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Performa “Gak Ngotak” Dimensity 8400 Ultimate
Jantung mekanis dari perangkat ini adalah chipset MediaTek Dimensity 8400 Ultimate (4nm). Dipadukan dengan RAM 12GB LPDDR5X, performanya sangat buas. Dalam pengujian sintetis, skor Antutu tembus hampir 2 Juta poin untuk versi 12/256Gb yang gw review, sebuah angka yang biasanya hanya ditemukan pada HP flagship belasan juta rupiah.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Untuk urusan gaming, Infinix GT 50 Pro mampu melibas game berat seperti Genshin Impact atau Arknights Endfield pada pengaturan Highest 60FPS dengan sangat stabil. Kehadiran sistem pendingin HydroFlow Liquid Cooling memastikan suhu perangkat tetap terjaga meski digunakan untuk sesi bermain yang panjang. Fitur Pressure-Sense GT Trigger juga menjadi nilai tambah bagi gamer kompetitif yang membutuhkan kontrol lebih presisi.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Kamera dan Daya Tahan Baterai
Meskipun fokus pada gaming, sektor kamera tidak dikesampingkan. Kamera utama 50MP yang sudah dilengkapi OIS mampu menghasilkan foto yang tajam dan video yang stabil hingga resolusi 4K 60FPS. Untuk menopang semua fitur tersebut, tertanam baterai jumbo 6500mAh yang didukung pengisian daya 45W wired dan 30W wireless. Fitur Bypass Charging juga tersedia, memungkinkan listrik langsung menyuplai mesin saat bermain game sambil diisi daya, sehingga kesehatan baterai lebih terjaga.

Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Hasil Foto
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
- Review Infinix Gt 50 Pro: Standar Baru Hp Gaming 6 Jutaan Dengan Performa Buas
Kesimpulan
Infinix GT 50 Pro adalah definisi nyata dari “perusak harga”. Dengan harga 6 jutaan, Anda mendapatkan performa flagship, layar mewah, baterai badak, dan fitur gaming lengkap. Bagi Anda yang mencari partner gaming tangguh sekaligus daily driver yang mumpuni, Infinix GT 50 Pro saat ini sulit untuk dikalahkan.
Video Youtube
Tech & life
ASUS Resmi Hadirkan ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD untuk Kreator Profesional
www.gwigwi.com – ASUS resmi mengumumkan kehadiran monitor profesional terbaru mereka, ProArt Display OLED PA27USD dan ProArt Display OLED PA32USD. Kedua monitor QD-OLED 4K ini dirancang khusus untuk kreator konten profesional dengan menghadirkan refresh rate 240Hz, kecerahan puncak hingga 1000 nits, serta dukungan konektivitas 12G-SDI.
Monitor ProArt terbaru tersebut sudah tersedia mulai Mei 2026. Bahkan, model PA27USD berhasil meraih penghargaan CES 2026 Innovation Award dan Red Dot Product Design Awards berkat inovasi dan desain premium yang diusungnya.
Panel QD-OLED 4K dengan Refresh Rate 240Hz
ProArt Display OLED PA27USD hadir dengan ukuran 26,5 inci, sementara PA32USD mengusung panel 31,5 inci. Keduanya menggunakan panel QD-OLED 4K yang mampu menghasilkan kecerahan puncak hingga 1000 nits untuk menampilkan kontras tajam antara area terang dan gelap.
Selain itu, refresh rate 240Hz dan dukungan Variable Refresh Rate (VRR) membuat monitor ini mampu menghadirkan tampilan visual yang sangat mulus, baik untuk rendering maupun pengecekan kualitas konten dalam satu layar. Dukungan HDMI 2.1 dengan output 4K@240Hz juga memastikan visual tetap detail dan responsif.
Akurasi Warna Profesional untuk Editing dan Pasca Produksi
Kedua monitor ProArt ini menawarkan cakupan warna DCI-P3 99%, sRGB 100%, serta kedalaman warna true 10-bit yang mampu menampilkan lebih dari 1,07 miliar warna. Hal tersebut membuat PA27USD dan PA32USD sangat ideal untuk kebutuhan editing video, color grading, hingga workflow pasca produksi profesional.
ASUS juga memastikan akurasi warna tingkat tinggi melalui proses kalibrasi pabrik dengan nilai Delta E < 1. Teknologi grayscale tracking canggih turut digunakan untuk menjaga konsistensi warna dan gradasi agar tetap presisi.

Asus Resmi Hadirkan Proart Display Oled Pa27usd Dan Pa32usd Untuk Kreator Profesional
Dibekali Colorimeter dan Dukungan HDR Lengkap
Salah satu fitur unggulan monitor ini adalah hadirnya motorized flip colorimeter bawaan yang memungkinkan proses kalibrasi otomatis tanpa memerlukan software tambahan. Pengguna bahkan dapat menjadwalkan proses kalibrasi secara berkala melalui menu OSD.
Di sisi lain, ASUS juga menyematkan teknologi Smart HDR yang mendukung berbagai format HDR populer seperti Dolby Vision, HDR10, dan Hybrid Log-Gamma (HLG). Dukungan tersebut membuat monitor cocok untuk kebutuhan produksi video modern maupun konten streaming HDR.
Konektivitas Lengkap dengan Dukungan 12G-SDI
Untuk menunjang workflow profesional, ProArt Display OLED PA27USD dan PA32USD hadir dengan konektivitas yang sangat lengkap. Kedua monitor dibekali dual Thunderbolt 4, HDMI 2.1, DisplayPort 2.1, serta USB hub bawaan.
Monitor PA27USD memiliki satu port 12G-SDI, sedangkan PA32USD dibekali dua port 12G-SDI untuk mendukung transmisi video 4K@60Hz tanpa kompresi. Fitur ini sangat penting bagi kebutuhan color grading profesional, VFX, hingga integrasi capture card di studio produksi.
Selain itu, salah satu port Thunderbolt 4 mendukung Power Delivery hingga 96W sehingga laptop dapat tetap terisi daya hanya menggunakan satu kabel.
ASUS OLED Care Pro untuk Mencegah Burn-In
ASUS juga menghadirkan teknologi ASUS OLED Care Pro untuk melindungi panel OLED dari risiko burn-in. Teknologi ini mencakup berbagai fitur seperti Pixel Shift, Screen Saver, hingga Proximity Sensor yang dapat otomatis meredupkan layar saat tidak ada pengguna di depan monitor.
Harga dan Ketersediaan
ProArt Display OLED PA27USD tersedia mulai Mei 2026 dengan harga US$2199, sementara versi ProArt Display OLED PA27USD Panaro MAX Rugged Case Edition dijual seharga US$2599. Adapun ProArt Display OLED PA32USD dijadwalkan hadir pada Juni 2026 dengan harga US$2699.
Informasi lebih lanjut mengenai produk ini dapat dilihat melalui situs resmi ASUS ProArt.
-
News4 weeks agoGenshin Impact Versi “Candra VII”: Kebenaran di Balik Lembar-Lembar Purana
-
News4 weeks agoPara Pemain “Mortal Kombat II” Meriahkan Tur Global di Jakarta lewat kehadiran di Fan Event dan Red Carpet di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoGrogu Hadir Di Perayaan Star Wars Day Di Jakarta
-
TV & Movies4 weeks agoResmi Meluncur, Xiaomi TV S Mini LED 2026 Standar Baru Hiburan Premium di Rumah
-
TV & Movies4 weeks agoReview Film Mortal Kombat II, Semakin Berani Bermain
-
TV & Movies4 weeks agoREVIEW FILM FUZE, PERAMPOKAN DI TENGAH TEROR BOM YANG PENUH KEJUTAN
-
Box Office3 weeks agoReview Film Gohan: A Heart That Goes Home, Perjalanan Hidup Penuh Haru
-
Gaming3 weeks agoSiap Tempa Takdirmu: Blades of Fire Versi 2.0 Kini Resmi Hadir di Steam!




















