Berita Anime & Manga
Review: Kuroko no Basuke 3 Episode 2 (Episode 52)
[alert-warning]SPOILER ALERT! Read at your own risk![/alert-warning]
GwiGwi.com – yo~ kembali lagi dengan saya dalam review Kuroko no Basuke 3 kali ini. Seperti yang kuduga, episode kali ini benar-benar seru. Yak… langsung saja berikut ulasan Kuroko no Basuke 3 episode 52.
Episode diawali dengan flashback Kiseki no Sedai saat masih bersekolah di SMP Teiko. Saat jam makan siang para pemain Kiseki no Sedai yang terdiri Akashi, Aomine, Midorima, Murasakibara serta Kuroko sedang menyantap makan siang dalam satu meja. Tiba-tiba Haizaki muncul dari belakang lalu mengambil dan memakan salah satu bola daging milik Kuroko. Aomine membentaknya walau sebenarnya Kuroko tidak terlalu menghiraukannya. Haizaki pun membalasnya dengan bahwa dia sama saja dengannya.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/teiko_zps1dab9424.jpg
Saat Haizaki hendak mengambil karage miliki Murasakibara, Murasakibara langsung melindungi karagenya sambil mengeluarkan aura yang menyeramkan. Haizaki pun berkata bahwa dia makan bukan karena lapar, saat orang makan, itu terlihat enak, jadi dia tidak tahan untuk mengambilnya. Setelah mendengar itu mereka semua langsung terdiam. Sampai akhirnya Midorima memecahkan kesunyian dengan mengatakan bahwa ada pemain kelas dua yang baru naik ke grup pertama hari itu. Dia baru mulai bermain basket selama 2 minggu. Saat Kuroko menanyakan namanya, Midorima menjawab bahwa dia adalah Kise Ryouta. Setelah mendengarnya, Haizaki menyebut nama Kise Ryouta. Midorima heran karena tidak biasanya dia bisa mengingat nama seseorang. Haizaki menjawab bahwa hanya perasaannya saja tapi kelihatannya dia lumayan dan mungkin mereka tidak akan akrab.
Kembali ke pertandingan antara Kaijo melawan Fukuda Sogo. Saat melihat pemain Fukuda Sogo, tampaknya ada satu orang yang kelihatannya tidak asing… tapi sudahlah. Saat Kise serius menatap Haizaki, Kasamatsu mendekatinya dan langsung menyikut perut Kise.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/sikut_zps15a2361e.jpg
Kise pun langsung menanyakannya lalu Kasamatsu menjawabnya bahwa wajah Kise tegang, dia juga memberitahu supaya jangan sampai terpancing. Pertandingan pun dimulai, tim Kaijo yang pertama kali mendapat bola. Saat Kasamatsu mendapat bola, dia memperhatikan Kise yang sedang dijaga ketat oleh Haizaki, dia pun memutuskan untuk melewati pemain di depannya lalu menggiring bola sampai akhirnya dia mencetak angka. Walaupun Kaijo yang mencetak angka pertama kali, Haizaki tampak tenang. Setelah restart dari tim Fukuda Sogo, bola langsung sampai ke tangan Haizaki. Langkah Haizaki dihadang oleh Kasamatsu, tapi Haizaki melewatinya dengan mudah sehingga membuat Kasamatsu terkejut.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/hadang_zps096c24e7.jpg
Lalu Kise mencoba menghalang Haizaki namun gagal. Haizaki berlari ke arah ring Kaijo dan menerobos teman timnya sehingga membuat beberapa orang ternganga. Saat Haizaki hendak melakukan dunk, Kise dengan cepat menepis bola itu hingga keluar lapangan.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/tepis_zpsd0917a92.jpg
Haizaki pun menjadi kesal dan membentak senior di timnya lalu diakhiri dengan menamparnya. Senior berkepala plontos itu hanya bisa geram dan berkata maaf. Teman setimnya juga menatap Haizaki dengan kesal. Kasamatsu menjadi kesal dan mengatakan bahwa Haizaki adalah tipe orang yang paling dibencinya. Kise hanya bisa tertegun mendengarnya. Pertandingan pun dilanjutkan. Kasamatsu mendapat bola dan dihadang oleh Haizaki. Kasamatsu pun dengan kesal melewatinya dengan drive yang diakhiri dengan bola yang melewati kolong Haizaki.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/drive_zps5c6a8e13.jpg
Namun walau berhasil dilewati, Haizaki dengan cepat menghalaunya. Melihat itu, Kasamatsu mengoper bolanya kepada Kise dan Kise langsung mencetak angka dengan dunk. Lagi-lagi Haizaki tampak tenang. Serangan balik pun dilancarkan Fukuda Sogo, kali ini pemain Fukuda Sogo lain yang mencetak angka dengan Scoop Shot. Tak berapa lama, Kise pun kembali mencetak angka dengan melakukan Scoop Shot seperti pemain tadi. Pertandingan kembali dilanjutkan, kali ini Haizaki yang menggiring bola dan dihadang oleh Kise. Haizaki melewati Kise dengan drive yang persis seperti yang dilakukan Kasamatsu saat melewatinya namun diiringi dengan tawaannya yang menyebalkan.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/gocek_zps14b3a896.jpg
Setelah itu, Haizaki langsung mencetak angka dengan dunk. Pemain Kaijo pun menyadari bahwa kemampuan Haizaki serupa dengan Kise. Kali ini Kasamatsu yang menggiring bola dan kembali dihadang Haizaki. Kasamatsu langsung menggoceknya dan diakhiri dengan operan kepada Moriyama. Moriyama pun langsung mencetak angka dari luar area 3 point dengan melakukan Shot aneh yang menjadi keunikannya. Fukuda Sogo langsung melancarkan serangan balik, tapi yang mengagetkan adalah Haizaki merebut operan temannya sendiri. Hal itu membuat Hyuga dan Riko kesal. Haizaki menggiring bola dan dihadang oleh Kise. Dia menyadari bahwa semua teman timnya sudah dijaga oleh pemain Kaijo. Dia pun melakukan teknik Shot yang dilakukan Moriyama dari luar area 3 point sehingga membuat Moriyama gentar. Kagami pun menyadari bahwa kemampuan Haizaki sama dengan Kise, tapi Kuroko berkata bahwa ini sedikit berbeda.
Skor di quarter kedua saat ini Kaijo 24-30 Fukuda Sogo. Operan yang dilancarkan Kaijo direbut oleh Haizaki lalu dimanfaatkannya untuk mencetak angka. Saat Kasamatsu melakukan drive andalannya, drive tersebut dapat dipatahkan oleh pemain Fukuda Sogo.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/patah_zps12a33c4b.jpg
Dan saat Moriyama melakukan Shot miliknya, tembakan itu meleset. Bola terpantul dari ring, dua pemain Fukuda Sogo langsung lompat untuk mengambilnya tapi Hayakawa dengan cepat merebutnya dengan rebound lalu mencetak angka. Dan saat bola kembali terpantul dari ring, teknik rebound itu ditiru oleh Haizaki. Dan lagi-lagi saat Hayakawa hendak melakukan rebound, bola direbut Haizaki dengan teknik Rebound Hayakawa dan langsung melakukan dunk. Situasi Kaijo semakin memburuk. Kise pun mencetak angka dengan teknik yang pernah dilakukannya saat bertemu Kagami. Namun, Haizaki dapat menirunya dengan sempurna.
Kagami langsung menanyakan Kuroko tentang kemampuan Kise dan Haizaki yang sedikit berbeda. Kuroko menjawab bahwa kemampuannya memang serupa dengan Kise tapi dia mengubah sedikit ritme atau tempo dari gerakan agar sesuai dengannya. Siapapun yang melihatnya pasti akan berpikir kalau itu sama namun ritmenya sedikit berbeda dan ritme yang ditirunya rusak lalu akhirnya yang ditiru tidak bisa menggunakan tekniknya lagi. Tidak hanya meniru, namun Haizaki juga mencuri teknik orang lain.
Quarter kedua pun berakhir dengan skor Kaijo 30-42 Fukuda Sogo. Di ruang ganti, semua pemain Kaijo tampak tegang. Pelatih Kaijo menanyakan apakah Kise masih bisa melanjutkan pertandingan. Kise pun menjawab bahwa dia masih sanggup dan akan mengalahkan Haizaki. Sejenak Kise teringat saat dia dikalahkan Haizaki saat bertanding 1 on 1 waktu latihan di SMP Teiko.
http://i1153.photobucket.com/albums/p504/gwigwicom/kalah_zpsaf7255be.jpg
Yap… itulah akhir dari episode 2. Dalam situasi Kaijo yang semakin terjepit karena ulah Haizaki, apakah Kaijo dapat bangkit di episode berikutnya? Saya jadi tidak sabar menunggu episode berikutnya.
Sampai jumpa di episode berikutnya~
Berita Anime & Manga
Review Tomb Raider King Eps.1-2
Sama-sama mengusung tema dungeon crawling seperti Solo Leveling, mampukah adaptasi anime Tomb Raider King meraih kesuksesan yang sama? Simak ulasan dua episode pertamanya di sini.
www.gwigwi.com – Dikhianati kontraktornya, “Tomb Raider” Jooheon Suh hampir saja mati di sebuah makam/tomb berisikan relik ajaib saat tetiba dia kembali 15 tahun lalu saat God’s Tombs ajaib belum bermunculan. Bertekad untuk membalas, berbekal pengetahuan dan keahliannya, dia pergi mengoleksi berbagai elik dengan tangannya sendiri.
TOMB RAIDER KING dianimasikan! Manhwa karya Sanji Jiksong ini tampaknya ingin ikut mencicipi kesuksesan SOLO LEVELING. Sesama sub genre Lit-RPG (cerita dengan mekanisme gim) dan dungeon crawling, mampukah mereka meraup harta kesuksesan yang sama?
Menjanjikan petualangan, misteri, atraksi aksi yang dibumbui strategi cerdik tak terduga, TOMB RAIDER KING memiliki banyak key selling point buat penyuka sub genre ini.
Cerita dengan cerdas tidak dimulai dari awal mula karir Jooheon. Penonton langsung disuguhi misteri pengkhianatan, kenapa dia bisa kembali ke masa lalu dan protagonis yang sudah jago, cepat memahami situasi dan langsung bertindak.
Alur ringkas cepat ini membantu memaku perhatian saat animasi dan art style gambar terasa cukup saja. Sisa informasi world building dieksposisikan tokoh utama sambil jalan yang untungnya lore TOMB RAIDER KING ini cukup sederhana dan mudah dicerna.
Mungkin karena keliatan sederhana ini juga, rasanya dunianya kurang terasa spesial. Tomb yang didatangi Jooheon saat baru sadar terinspirasi dari kisah populer ‘Kapak Emas’ dari dongeng Aesop. Memang boleh saja terinspirasi demikian, tapi seperti kurang ada polesan unik ala TOMB RAIDER KING itu sendiri. Ya, ada twist berbeda, namun kurang terasa menghentak.
Entah karena Jooheon yang digambarkan dengan istilah “OP” atau over power kah? Pemuda ini sudah sakti, pede, cerdas, pokoknya wah. Dari dua episode ini, belum ada tantangan berarti mau itu dari menghajar orang atau melawan monster. Fokus memperlihatkan hebatnya dia memang boleh saja, tetapi cerita seperti lupa memberikan suspense atau pembeda dari sub genre yang sama saat sekarang dunia sudah mengenal SOLO LEVELING dan SHANGRI-LA FRONTIER (tentang petualangan seorang gamer di dunia gim, Shangri-La Frontier).
Rakurou Hizutome atau Sunraku, protagonis SHANGRI-LA FRONTIER memang jago tapi diperlihatkan juga dia tidak bisa memakai armor hingga terkena serangan sekali saja sudah fatal. Hal demikian belum ada di TOMB RAIDER KING. Karakter Jooheon terkesan power fantasy untuk para pembaca merasa strong dan kurang memiliki kedalaman lain supaya audiens bisa relate, malahan dia kadang terasa angkuh menyebalkan.
Bila ingin sekedar melihat protagonis doing cool, strong, smart stuff dibumbui misteri dan petualangan, dan diakhiri dengan mendapat harta yang bisa bikin lebih cool, strong, smart lagi, TOMB RAIDER KING mungkin bisa jadi pilihan.

Review Tomb Raider King Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 2: Otak Di Atas Otot, Kemenangan Strategi Tanpa Cheat!
www.gwigwi.com – Banyak anime fantasi memulai cerita dengan tokoh utama yang dibuang karena dianggap tidak berguna. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Masalah Elymas bukan karena ia lemah, melainkan karena semua orang terlalu cepat menyimpulkan nilai seseorang hanya dari label kelas yang ia terima. Gelar Heavy Knight dianggap sebagai jalan buntu, sementara Swordmaster diperlakukan seperti satu-satunya masa depan yang layak. Keputusan ayahnya mengusir Elymas dan mengangkat adik tirinya dari cabang keluarga sebagai pewaris terasa lebih sebagai cerminan obsesi terhadap status daripada keputusan yang benar-benar rasional.
Yang menarik, Elymas tidak menghabiskan waktunya untuk meratapi nasib atau berteriak ingin balas dendam. Ia justru melihat pengasingan itu sebagai kesempatan memulai hidup tanpa ekspektasi keluarganya. Berbekal pengetahuan tentang mekanisme dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah membaca seluruh buku panduan, setiap keputusan yang diambil terasa penuh perhitungan. Kekuatan utama anime ini bukan aksi besar pada dua episode pertama, melainkan kepuasan melihat seseorang perlahan membalikkan stigma dengan logika, pengalaman, dan strategi.
Dari sisi produksi, GoHands kembali mempertahankan identitas visualnya. Desain karakter terlihat bersih dengan pencahayaan yang kaya, sementara latar memiliki detail yang membuat dunia fantasinya terasa hidup. Sayangnya, gaya penyutradaraan mereka masih sulit diabaikan. Kamera terus bergerak, melakukan panning, zoom in, dan zoom out bahkan ketika adegannya hanya percakapan sederhana. Ada momen ketika pergerakan kamera justru lebih aktif daripada karakter yang sedang berbicara. Bagi sebagian penonton ini menjadi ciri khas, tetapi bagi yang lain justru terasa mengalihkan perhatian dari cerita.
Dua episode pembuka ini belum menawarkan kejutan besar, tetapi berhasil menanam rasa penasaran. Anime ini tidak mencoba meyakinkan penonton bahwa Heavy Knight adalah kelas terkuat. Sebaliknya, ia mengajak penonton mempertanyakan apakah sebuah sistem benar-benar salah, atau manusianya saja yang terlalu cepat memberi cap pada sesuatu yang belum dipahami. Pendekatan tersebut membuat perjalanan Elymas terasa lebih menarik daripada sekadar kisah “tokoh yang diremehkan lalu menjadi overpowered.”
Nilai: 8,5/10. Premisnya memang familier, tetapi cara membangun karakter utama dan tema tentang prasangka terhadap potensi seseorang membuat serial ini memiliki identitas yang cukup kuat. Jika GoHands sedikit mengurangi “kamera yang hiperaktif”, pengalaman menontonnya akan terasa jauh lebih nyaman.

Review Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Eps.1 2
Berita Anime & Manga
Review Anime The Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System Episode 1: Bukti Kelas Ampas yang Ternyata Overpowered!
www.gwigwi.com – Anime fantasi dengan tema tokoh utama yang diusir keluarganya memang bukan hal baru. Namun Exiled Heavy Knight Knows How To Game The System (Tsuihou sareta Tensei Juukishi wa Game Chishiki de Musou suru) menghadirkan konflik yang cukup menarik sejak episode pertamanya. Elymas, putra keluarga bangsawan Edvaughn, dianggap gagal memenuhi harapan karena memperoleh kelas Heavy Knight, kelas yang dipandang tidak memiliki masa depan dibandingkan Swordmaster. Pandangan sempit tersebut membuat ayahnya mengambil keputusan yang sangat drastis.
Situasi semakin rumit ketika Malice, adik tiri Elymas yang berasal dari cabang keluarga, memperoleh kelas Swordmaster. Berbekal status tersebut, Malice dengan cepat menggantikan posisi Elymas sebagai pewaris resmi keluarga Edvaughn. Kudeta terhadap hak waris itu berlangsung tanpa banyak perlawanan karena seluruh keluarga lebih memilih mengejar prestise daripada menilai kemampuan seseorang secara objektif. Adegan ini menjadi fondasi konflik utama serial, sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah label mampu mengubah nasib seseorang dalam sekejap.
Menariknya, Elymas tidak tenggelam dalam amarah atau sibuk merencanakan balas dendam. Ia menerima pengasingannya sebagai awal kehidupan baru. Berkat pengetahuannya mengenai sistem dunia yang ia pahami layaknya seorang pemain yang telah menguasai seluruh mekanisme permainan, Elymas menyadari bahwa Heavy Knight bukanlah kelas yang seburuk anggapan banyak orang. Cara berpikirnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat tokoh utama terasa berbeda dibanding protagonis fantasi pada umumnya yang sering mengandalkan ledakan emosi.
Dari sisi visual, GoHands kembali mempertahankan ciri khasnya. Desain karakter terlihat tajam dengan efek pencahayaan yang kaya, sementara latar dunia fantasinya memiliki detail yang memanjakan mata. Sayangnya, gaya sinematografi mereka masih menjadi pedang bermata dua. Kamera terus bergerak dengan panning, zoom, dan perubahan sudut yang cukup agresif, bahkan saat adegan dialog berlangsung. Bagi sebagian penonton hal ini memberikan kesan dinamis, tetapi tidak sedikit yang justru merasa pergerakannya terlalu berlebihan sehingga mengalihkan fokus dari percakapan para karakter.
Sebagai episode pembuka, anime ini berhasil memperkenalkan dunia, sistem kelas, serta konflik keluarga yang menjadi pemicu perjalanan Elymas. Alih-alih hanya menyajikan kisah tokoh yang diremehkan lalu menjadi sangat kuat, episode pertama lebih menekankan bagaimana prasangka dan obsesi terhadap status dapat membuat seseorang kehilangan haknya. Itulah yang membuat perjalanan Elymas terasa layak untuk terus diikuti.
Nilai: 8,5/10. Episode pertama berhasil membangun konflik dengan baik dan memperkenalkan karakter utama yang cerdas serta tenang. Jika GoHands sedikit mengurangi pergerakan kameranya yang terlalu aktif, pengalaman menonton akan terasa lebih nyaman tanpa mengurangi kualitas visual yang memang menjadi kekuatan mereka.
-
Box Office4 weeks agoReview Film Phi Phong: The Blood Demon, Hantu Asli dari Vietnam
-
Laptop3 weeks agoHP EliteBook 8 G1i 14 AI: Tangguh untuk Bisnis, Siap Gaming Ringan
-
Box Office2 weeks agoReview The Death of Robin Hood, Akhir Tragis Sang Legenda
-
Serial Anime1 week agoReview Clevatess Season 2 Episode 1: Misi Rahasia Klen dan Alicia Dimulai, Visual Makin Manjakan Mata!
-
TV & Movies1 week agoREVIEW FILM MOANA (2026), Keindahan Visual Kepulauan Pasifik
-
TV & Movies1 week agoReview Film Love Barista, Megabintang yang Terdampar
-
News1 week agoAnime Festival Asia Rayakan Edisi ke-10 di Indonesia!
-
Gaming1 week agoAkhirnya Rilis! Wuthering Waves Versi 3.5 Hadirkan Region Baru dan Resmi Tuju Xbox!





