Connect with us

Gaming

Review Game Hotline Miami 2: Wrong Number, Suka Membunuh Orang?

Published

on

GwiGwi.com – Hotline Miami 2 : Wrong Number merupakan sekuel dari seri-nya yang pertama Hotline Miami. Dirilis 10 Maret bersamaan dengan update dari Payday 2. Game ini merupakan action 2d bertemakan retro tahun 80an yang dibuat oleh Dennaton Games. Banyak hal yang berbeda dari game sebelumnya seperti senjata yang lebih banyak, konsep yang unik dan plot twist di akhir cerita. Penasaran bagaimana berdarahnya dunia Miami ini?

Maaf Anda Melihat Iklan

Story

Hotline Miami 2 mengambil tempat setelah dan sebelum kejadian Miami Killers, Kasus pembunuhan berantai mafia russia yang dilakukan oleh Jacket (karakter utama Hotline Miami). Berfokus pada reaksi terhadap kejadian Miami Killers berdasarkan perspektif bermacam-macam karakter. mereka adalah

  1. The Pig Butcher : Personifikasi Jacket dalam film fiksi in-game Midnight Animals.
  2. The Fans : Perkempuluan yang memandang Jacket sebagai seorang pahlawan Amerika.
  3. Detective Manny Pardo : Detektif yang menyelidiki kasus Jacket, manny sendiri melakukan hal yang hampir sama dengan Jacket, yaitu membunuh siapa saja yang melanggar hukum.
  4. Evan a.k.a The Writer : Penulis buku yang menulis novel tentang kejadian pada Hotline Miami.
  5. The Henchman : Anak emas dari mafia russia yang ingin berhenti karena takut akan dibunuh fanatic Jacket
  6. The Son : Boss dari mafia russia. Merupakan anak dari boss mafia sebelumnya yang telah dibunuh oleh Jacket.
  7. The Soldier : Tentara dari spesial unit Ghost Wolves, merupakan teman dekat Jacket.
  8. Richter and Jake : Pembunuh berantai yang hadir kembali dari game pertama.

“Its Time To Wake Up”

Cerita yang di usung game ini cukup unik, karena ada beberapa perspektif yang merupakan halusinasi ataupun kejadian nyata. Seperti The Pig Butcher yang sebenarnya aktor yg telah membunuh banyak orang namun di dalam pikirannya ia mengira semua itu hanyalah film yang sedang ia perankan. Lalu ada juga Detective Manny Pardo yang “gila” akan keadilan. Semua kejadian dan hal yang dilakukan karakter tersebut memiliki koneksi satu sama lain dalam mengungkap kejadian Miami Killers.

Storyline yang kompleks dan  rumit ini sayangnya disuguhkan dengan interface dan penyampaian yang kurang “gamblang”. Dalam dialognya tidak tertulis nama character yang berbicara. Dan tidak adanya narasi membuat terkadang anda bingung dengan hal yang terjadi dalam game ini.

“Are you Detective?”

Gameplay

Storyline aside, its time for the gameplay. Mengusung action 2d theme, Dennaton Games tetap mempertahankan aspek Hotline Miami. Gore, bloody, brutal. Anda hanya perlu dekati musuh, pukul, lalu selesaikan dengan eksekusi yang brutal. Tidak hanya itu anda bisa menggunakan tongkat baseball, pisau atau senjata melee lain untuk one hit kill. sama juga seperti senjata api, yang tentu saja di limit dengan amunisi. Perbedaanya jika menggunakan senjata api, beberapa musuh dalam radius tertentu akan mendengar suara tembakan dan akan bergerak menuju sumber suara.

Baca Juga:  Game 'Gundam: UC Engage' Rilis Trailer Anime 'Nightmare of Solomon' di Jepang

“BRUTALITY!!!”

Semudah itu? Nope. Anda juga akan mati hanya dengan satu tusukan dan satu tembakan. Dan Anda juga harus melawan banyak mobster dalam satu stage yang memiliki senjata masing-masing. Disini dituntut strategi dan juga kelincahan pemain, Penggunaan senjata api yang bisa menarik musuh bisa digunakan sebagai umpan, Penggunaan shotgun sebagai “bomb massacre“, memakai ruang sempit agar mudah membunuh musuh dan taktik lainnya.

Setiap karakter juga memiliki ability-nya masing-masing. Seperti The Henchman yang memiliki starting weapon yaitu Silenced Pistol, The Writer yang bahkan bisa bisa menyelesaikan chapter tanpa membunuh satu orang pun.

Graphic And Soundtrack

Grafiknya terasa seperti tahun 80-an, dimana terdapat scanline warna 16 bit dan sound effect VHS tape. Gradient warna yang digunakan juga khas Miami tahun 80-an. Dan yang tak dilupakan, walaupun dalam bentuk 2d, darah dan potongan tubuh terasa nyata. Character design yang digunakan juga memberikan kesan retro yang diusung game ini.

“Bukan bugs, cuma effect XD”

Untuk soundtrack, saya memberi tempat khusus untuk game ini, kombinasi graphic dan soundtrack benar-benar memberi kesan Miami yang nyata. Dengan soundtrack bervariasi genre techno, seperti chiptune, chillstep, hingga trance. Composer-nya pun bervariasi seperti Magna – Divide (Miami Remix), M.O.O.N – Dust, Scattle – Bloodline dan Composer lainnya. Style soundtrack retro yang dipakai sangat cocok dengan tema dan graphic yang dipakai.

Verdict

Jika anda suka game berdarah, rage inducing dan penuh dengan gore? Ini game yang cocok untuk anda. Dengan phase yang cepat ditemani dengan soundtrack yang pumping. Anda akan merasakan adrenaline dari membunuh banyak orang.

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Mobile Gaming

Game Mobile ‘Saga of Tanya the Evil’ Akan Berakhir pada Januari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Melalui Twitter game mobile Yōjo Senki – Madōshi Kaku Tatakaeri (Saga of Tanya the Evil – Such the Mages Did Clash) berdasarkan seri novel Carlo Zen dan Shinobu Shinotsuki yang berjudul Saga of Tanya the Evil (Yōjo Senki) mengumumkan bahwa game akan mengakhiri layanan pada 17 Januari.

Maaf Anda Melihat Iklan

Yōjo Senki – Madōshi Kaku Tatakaeri diluncurkan pada Desember 2020. Game ini didasarkan pada cerita anime, tetapi memiliki peristiwa cerita orisinal. Game gratis untuk dimainkan di perangkat iOS dan Android, tetapi dengan pembelian item dalam game.

Baca Juga:  Rayakan 20 Tahun Utawarerumono Dengan Game 'Monochrome Moebius'

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Gaming

Game Final Fantasy XIV Kini Memiliki 25 Juta Akun Terdaftar

Published

on

GwiGwi.com – Square Enix ungkap bahwa game Final Fantasy XIV kini memiliki 25 juta akun terdaftar di seluruh dunia.

Maaf Anda Melihat Iklan

Ekspansi game “Endwalker”  akan dirilis pada 7 Desember. Mereka yang memiliki Early Access ke ekspansi baru memperoleh akses pada hari Jumat.

Square Enix merilis Final Fantasy XIV Online untuk komputer pribadi pada bulan September 2010. Setelah mendapat kritik dari penggemar, perusahaan tersebut mengungkapkan versi terbaru dari game berjudul Final Fantasy XIV: A Realm Reborn yang menambahkan dunia dan cerita baru. Final Fantasy XIV: A Realm Reborn diluncurkan di PC Windows dan PS3 pada Agustus 2013, dan kemudian di PS4 pada April 2014. Aplikasi pendamping gim untuk iOS dan Android diluncurkan pada Agustus 2019.

Baca Juga:  BREAK ARTS II untuk PS4 akan diluncurkan pada 2 Desember

Square Enix merilis ekspansi pertama untuk Final Fantasy XIV: A Realm Reborn, berjudul “Heavensward,” pada Juni 2015. Ekspansi kedua, “Stormblood,” diluncurkan pada Juni 2017. Ekspansi ketiga, “Shadowbringers,” diluncurkan pada Juli 2019. Game ini diluncurkan untuk PlayStation 5 pada 25 Mei.

 

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

PlayStation Console

Saingi Xbox Game Pass, Sony akan Luncurkan Layanan Baru untuk PlayStation di Musim Semi 2022

Published

on

GwiGwi.com – Situs web berita Bloomberg melaporkan pada hari Jumat bahwa Sony berencana untuk meluncurkan layanan baru pada musim semi 2022 yang akan menyaingi layanan Microsoft Xbox Game Pass.

Maaf Anda Melihat Iklan

Menurut laporan tersebut, layanan tersebut akan tersedia untuk PlayStation 4 dan PlayStation 5, dan akan memungkinkan pengguna membayar biaya bulanan untuk mengakses katalog game modern dan klasik. Bloomberg menyatakan rencananya termasuk sistem berlangganan tiga tingkat. Tingkat pertama akan menampilkan manfaat PlayStation Plus yang ada, tingkat kedua akan menawarkan judul PS4 dan PS5, dan tingkat ketiga akan menambahkan demo yang diperluas, streaming game, dan katalog game PlayStation 1-3 dan PlayStation Portable.

Laporan tersebut menyatakan bahwa layanan tersebut diberi nama kode “Spartacus,” dan akan menggabungkan layanan PlayStation Plus dan PlayStation Now dari Sony saat ini. Bloomberg menyatakan dokumen yang ditinjau “menyarankan” Sony akan menghapus PlayStation Now tetapi akan mempertahankan PlayStation Plus.

Baca Juga:  Razer Mengumumkan mengenai Razer Kaira Pro dan Kaira untuk Playstation.

PlayStation Plus diperlukan untuk banyak game multipemain online, dan layanan ini juga menawarkan beberapa game gratis setiap bulannya. PlayStation Now memungkinkan pelanggan untuk melakukan streaming atau mengunduh game lama.

Sony tidak menanggapi permintaan komentar dari Bloomberg.

Xbox Game Pass adalah layanan yang memungkinkan pengguna membayar biaya berlangganan bulanan untuk mengakses perpustakaan game tanpa perlu membelinya satu per satu. Layanan ini diluncurkan pada Juni 2017, dan saat ini memiliki lebih dari 18 juta pelanggan.

Sumber: ANN

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x