Connect with us

Box Office

Review Film The Nun, Spin-Off yang Mendebarkan dan Menarik

Published

on

GwiGwi.com – Di pertengahan tahun 2016, sekuel dari film horror The Conjuring yaitu The Conjuring 2 The Enfield Poltergeist dirilis namun yang menjadi suatu histeria tersendiri dari film tersebut adalah sosok iblis yang menjadi antagonis di film tersebut yaitu Valak, mengapa tidak ? kemunculannya memberikan efek seram bagi penontonnya waktu itu.Melihat betapa “terkenal” nya sosok Valak ini memberikan sang Valak ini film solo spin-off nya sendiri yang berjudul The Nun

Berawal dari kejadian bunuh diri salah satu suster gereja di Rumania membuat Father Burke (Demian Bichir) dan Suster Irene (Taissa Farmiga) ditugaskan untuk mencari tau apa penyebab dari peristiwa tersebut namun apa yang mereka temukan adalah rahasia yang mengandung suatu entitas yang gelap dan mengerikan yang belum pernah mereka alami.Film The Nun sendiri adalah prekuel dari semua film yang masuk ke dalam The Conjuring Universe (Annabelle Creation, Annabelle, The Conjuring, The Conjuring 2 Enfield Poltergeist) selain itu film ini akan bersifat menceritakan sejarah atau awal mula kemunculan Valak.

Dengan durasi film yang tidak terlalu lama dan tidak sebentar juga cukup berhasil memberikan jalan cerita yang memuaskan untuk diterima perihal mengetahui awal mula atau sejarah munculnya Valak, semua diceritakan sedemikian rupa walaupun singkat tapi kalian akan cukup paham apa yang sebenarnya terjadi untuk memahami sebab munculnya si Valak melalui film ini, selain itu rasa penasaran akan terus muncul selama film berjalan dan tidak lupa situasi di tempat kejadian perkara yang cukup memberikan kesan senam jantung dengan segala kemungkinan munculnya Jumpscare namun bicara perihal Jumpscare nya film ini masih dirasa kurang dibanding film film di Conjuring Universe sebelumnya.Scoring film ini adalah hal yang begitu memberikan sisi gelap dan betapa mengerikan nya sang Valak dan segala peristiwa di film ini.Film ini memberikan beberapa adegan humor yang memang akan bersifat sebagai hiburan tersendiri setelah rasa deg deg an di beberapa segmen film ini namun pemberian humor ringan tersebut dirasa seperti suatu blunder di film ini.

Baca Juga:  Review Film John Wick: Chapter 3 - Parabellum, aksi memukau dengan cerita yang solid

Taissa Farmiga adalah saudara perempuan dari aktris Vera Varmiga yang merupakan pemeran Lorraine Warren di dua film the Conjuring sebelumnya, penampilan dia sebagai seorang suster irene yang memiliki suatu “keistimewaan” adalah penampilan yang cukup baik begitu pula pemeran Father Burke yaitu Demian Bichir.dua karakter ini pun masih sempat diberikan latar belakang mereka yang tidak kalah menariknya untuk dilihat disamping sang Valak itu sendiri karena cerita masa lalu mereka akan menjadi suatu kunci dan ketakutan mereka di film ini.

Sebelumnya. spin-off solo dari salah satu iblis yaitu Annabelle sudah mendapatkan ketenarannya, tidak mau kalah dengan sang boneka iblis membuat Valak mendapatkan solo spin-off nya sendiri yang memfokuskan pada awal mula sang Valak muncul.Jalan cerita yang singkat namun tidak terburu buru dalam hal penyampaian adalah hal yang memuaskan untuk memahami kenapa sang Valak muncul dan menjadi salah satu ikon iblis yang menyeramkan selain itu film ini memiliki beberapa adegan jumpscare yang tidak terlalu buruk namun dirasa kurang bila dibandingkan dengan film film di the Conjuring Universe sebelumnya.Pada akhirnya film The Nun memberikan sensasi film horror yang sangat menarik untuk diikuti di bagian cerita yang akan mempunyai hubungan di dua film the Conjuring namun beberapa adegan jumpscare masih belum sesempurna film sebelumnya tapi itu bukan alasan untuk menikmati film ini terlebih bila kalian merasa kangen dengan kemunculan Valak.

Box Office

Review Film Pokémon Detective Pikachu, menguak Misteri di dunia Pokémon

Published

on

GwiGwi.com – Siapa sih Yang tidak tahu Pokémon? Franchise yang berasal dari video game hasil kerjasama perusahaan Nintendo, game freak, dan creatures ini telah menghipnotis dunia sejak 1996 dan menjadi dan menjadi salah satu franchise video game raksasa hingga saat Ini. Tentu kita masih ingat lewat video game, anime, permainan trading card, dsb.

Di tahun ini, Warner Bros dan the Pokémon company menggarap film hasil adaptasi dari salah satu gamenya yaitu Detective Pikachu. Dikisahkan Tim (Justice smith) seorang pekerja kantoran di sebuah kota kecil, mendapatkan kabar duka bahwa ayahnya tewas dalam kecelakaan.

Merasa sangat terpukul atas kepergian sang ayah, Tiba-Tiba muncul Pikachu (Ryan Reynolds) dan Tim Bisa berbicara dengan Pikachu. Usut punya usut ternyata Pikachu merupakan Pokémon buddy milik sang ayah Yang terkena amnesia pasca kecelakaan tersebut.

Pikachu kemudian meyakinkan Tim bahwa Ada sesuatu Yang janggal di kecelakaan tersebut. Maka disini lah petualangan mereka dimulai untuk mengungkap tabir kejahatan yang mengancam kehidupan manusia dan juga para Pokémon.

Akankah mereka berhasil mengungkap tabir misteri ini?

Film Ini penuh akan Misteri dan perlahan semakin terkuak Apa yang menimpa ayahnya Tim belum begitu jelas. Apalagi posisi Pikachu terlihat mencurigakan.
Dan gaya penceritaannya pun terlihat sangat terbatas, Penonton hanya mengetahui serta mengalami peristiwa yang diketahui dan dirasakan oleh sang karakter yang bersangkutan.

Di dalam film, jelas karakter-karakter tertentu ini merujuk kepada Tim dan Pikachu. Kita hanya akan mengikuti mereka dan menikmati misteri-misteri yang semakin terkuak. Sebagai permulaan, awal film ini akan menampilkan sebuah prolog.

Prolog ini jangan sampai dilewatkan karena akan menjadi kasus yang nanti tidak hanya mesti dipecahkan namun juga menjadi bagian Yang menguras emosi bagi karakter Tim.

Penggunaan teknik penceritaan Ini sangat beresiko. Meski menghasilkan kejutan demi kejutan, teknik ini jika terlalu membatasi cerita akan membuat kita frustasi dan kebingungan.

Kita jadi tidak mengerti apa yang sebetulnya mau dituju. Belum selesai, metode seperti ini juga bisa menimbulkan jarak kepada penonton. Kita hanya dibuat untuk melihat karakter utama pergi kesana-kemari mencari petunjuk.

Unsur emosi dijadikan fondasi di konflik ini sehingga penonton diharapkan bisa berinvestasi, jika belum kepada ceritanya ya kita dibuat fokus kepada permasalahan yang menimpa Tim. Hal ini terlihat pada tahap persiapan konflik Film Ini. Di sini kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Tim.

Mengacu kepada tuntutan naratif, film membuatkan sebuah set sederhana yang ternyata sangat bermakna. Hal Ini akan mengubah persepsi penonton terhadap perilaku ayahnya selama ini.

Baca Juga:  Setelah dikritik Netizen, Sutradara Film Sonic the Hedgehog Janjikan Desain Ulang Karakter Sonic

Disini terjadi kelemahan, dengan memanfaatkan momen “masalah keluarga” membuat penonton sedikit bosan. Lalu mulai lah dibumbui dengan jokes yang ada.

Tapi sayang jokes yang dilempar pada Film Ini bertebaran dan ada yang gak pas secara momentum. Pikachu Yang diisi suara nya oleh Ryan Reynolds menunjukkan kemampuan sang pikachu mampu berbicara.

Namun untuk sebuah Film keluarga rasanya ada beberapa jokes yang gak pas bahkan ada yang terkesan jayus.

Mungkin sebaiknya jika Film Ini sedikit membuat sudut pandang yang hanya ditujukan kepada Tim dan Pikachu saja, agar kita juga bisa merasakan suspense di dalam menguak misteri yang Ada.

Kathryn Newton yang berperan sebagai Lucy tampil cukup baik. Karakternya dibuat berperan dalam memberikan sebuah petunjuk, lalu hubungan yang terjalin dengan Tim juga cukup menghibur, namun Sayang sekali karakter Ini menjadi kurang Berguna. Kemudian di Film Ini kita Juga gak tau apa sih motivasi dan tujuan dari tokoh antagonis di Film Ini? Yang terlihat sangar namun gak terselesaikan sampai tuntas. Tapi bagian Ini membuat kita ingin terus mengikuti cerita sepanjang Film.

Untuk visualnya, hadir juga beberapa Pokémon lain seperti Bulbasaur, Psyduck, Jigglypuff yang terlihat gemesin. Dan terlihat sama dengan animenya yang terlihat realistis namun tetap keren.

Serta konsep kota Ryme City dimana manusia dan Pokémon hidup berdampingan dan mengambil konsep cyberpunk ala Film-film dark future seperti blade runner.

Emang Film Ini yang menjadi jualan utamanya adalah visualnya yang memanjakan mata banget.

Adegan pertarungan Pokémon-nya pun juga terlihat sangat keren dan dieksekusi dengan pas. Teknik long shot membuat bagian Ini menjadi dramatis namun agak kurang pas di momen-momen tertentu.

Secara keseluruhan, film Detective Pikachu menjadi film adaptasi video game yang gak biasa karena memiliki cerita yang cukup berat. Mungkin akan susah dicerna untuk penonton anak-anak karena penuh dengan jebakan untuk bagian kasus yang harus dipecahkan oleh Tim dan Pikachu. Serta masih ada beberapa pertanyaan yang tidak terselesaikan sampai akhir Film.

Namun film ini mempunyai visual yang Oke banget dan jika Kalian fans dari Pocket Monsters akan sangat melepas dahaga kalian. Lumayan untuk mengenang masa kecil kalian yang ditemani dengan franchise Pokémon. Atau mungkin bisa membangun kembali hype Pokémon yang sempat booming di era 90-2000an ini.

Continue Reading

Box Office

Review Film John Wick: Chapter 3 – Parabellum, aksi memukau dengan cerita yang solid

Published

on

GwiGwi.com- Pasca menghabisi nyawa anggota High Table dalam The Continental di film sebelumnya, John wick (Keanu Reeves) mulai diburu dengan bayaran kepala seharga 14 juta USD.

Lantas, gerak-gerik John pun menjadi tidak tenang dimanapun ia berada karena diburu oleh pembunuh bayaran dari seluruh dunia. You can run but you can’t hide.

Keanu Reeves stars as ‘John Wick’ in JOHN WICK: CHAPTER 3 – PARABELLUM.

Dalam masa waktu tersebut, ia mendapatkan pertolongan dari pembunuh bayaran yang masih percaya dengannya bernama Sofia (Halle Berry). Dengan sekuat tenaga, John harus berkutat dengan waktu dan para pembunuh bayaran yang Siap mengincar kepalanya kapanpun dan dimanapun.

Mampukah ia berhasil lolos dari perburuan Ini? Atau malah berakhir dengan maut?

Film yang dinahkodai oleh Chad Stahelski dan naskahnya dikerjakan kembali oleh Derek Kolstad yang menulis dua film John wick sebelumnya.

Film Ini memiliki aksi yang intens dari awal hingga akhir. Judul film ini diambil dari kutipan militer Romawi abad ke-4 yang terkenal “Si vis pacem, para bellum,” yang artinya, “Jika Anda menginginkan perdamaian, bersiaplah untuk perang.”

Performa Keanu Reeves pun dalam saga John Wick Ini pun seakan melepas dahaga para penonton seperti bangkit kembali sebagai aktor film action, setelah namanya meredup usai membintangi Constantine (2005).

Untuk sebuah sekuel, film Ini makin memiliki lingkup yang lebih besar dari para pembunuh bayaran yang mengincar John Wick dengan harga bounty yang besar.

Penulis naskahnya pun juga memahami apa yang diinginkan penonton. Terbukti tanpa banyak basa-basi penonton sudah dibuat terpukau lewat serangkaian adegan aksi John Wick dengan senjata yang seadanya.

Baca Juga:  Setelah dikritik Netizen, Sutradara Film Sonic the Hedgehog Janjikan Desain Ulang Karakter Sonic

Pengembangan karakternya pun juga terlihat di film Ini, dengan skala aksi yang lebih besar sudah pasti karakternya pun juga ikut tumbuh berkembang seiring berjalannya cerita.

Tidak hanya mengandalkan aksi yang memukau, film ini juga memiliki narasi cerita yang solid dibandingkan dua film sebelumnya.

Si sutradara dan penulis naskah mengetahui bagaimana menyajikan film Ini, cerita beserta aksinya bersinergi dengan baik dan diimbangi dengan kemunculan tokoh-tokoh yang sudah dikenal dalam saga Ini maupun tokoh yang baru muncul di film Ini.

Bagian paling menarik adalah kemunculan dua aktor laga asal Indonesia yaitu Yayan Ruhiyan dan Cecep Arif Rahman yang terkenal lewat film The Raid.

Bukan hanya unjuk kebolehan kemampuan bela dirinya saja, namun juga berdialog dengan bahasa Indonesia dan Keanu Reeves sebagai John Wick juga membalas dengan bahasa Indonesia juga. Mungkin kita akan terpukau di bagian ini, Karena mereka berdua memiliki screen time yang cukup banyak tidak seperti di film-film lain dimana Kang Yayan dan Kang Cecep terlibat.

Secara keseluruhan, John Wick 3: Parabellum Ini merupakan sebuah film dengan paket lengkap. Aksi yang intens serta narasi cerita yang solid dan tidak lupa sinematografi yang indah secara estetika untuk sebuah film.

Meskipun film Ini konon menjadi penutup dari kisah John Wick si pembunuh bayaran. Mungkin saja setelah menyaksikan film Ini, kemungkinan besar akan membuat penonton ingin terus melihat aksi Keanu Reeves sebagai John Wick.

Ya, mungkin saja akan seperti franchise Fast and Furious wannabe yang ditunggu oleh penggemar maupun penikmat film awam yang mencari hiburan di layar lebar.

Continue Reading

Box Office

Review Film Brightburn, ancaman dari bocah yang memiliki kekuatan super

Published

on

GwiGwi.com – Kehidupan keluarga Breyers mendapatkan kejutan, saat sebuah benda asing dari langit terjatuh Di lahan properti mereka. Usut punya usut, ternyata benda tersebut adalah kapal luar angkasa dan berisi seorang bayi laki-laki.

Lantas, merekapun mengadopsi bayi tersebut setelah pernikahan mereka belum dikarunai keturunan dan menamai bayi tersebut dengan nama Brandon Breyer. Ketika Brandon menginjak usia 12 tahun, ia mengalami transformasi yang terbilang luar biasa.

Namun bagai pisau bermata dua, perubahan dalam diri Brandon malah menjadi ancaman bagi orang-orang sekitar.

Apa penyebab dari transformasi dalam diri Brandon? Siapakah jati diri sebenarnya?

Film yang diproduseri oleh James Gunn beserta saudaranya Mark dan Brian Gunn, kali Ini mereka memutar balik kisah asal usul dari tokoh Superman ciptaan Jerry Siegel dan Joe Shuster ketika tokoh superhero Ini bukan manusia bumi melainkan makhluk luar angkasa yang dikirim oleh orang tua kandungnya lalu diadopsi oleh pasangan petani Kent dan menjadi penyelamat Bumi.

Namun Lewat film Brightburn, dengan unsur “andai” mereka mengembangkan cerita bagaimana jika bayi dari luar angkasa tersebut bukan menjadi pahlawan tapi justru malah menjadi sebuah ancaman?

Meskipun Film ini kental akan unsur komik, namun perlu ditekankan bahwa Brightburn merupakan film horror bukan bergenre action superhero.

Terlihat dari bagaimana penuturan storyline-nya, pengemasan adegan per adegan, serta adegan jumpscare yang ngagetin penonton.

Baca Juga:  Setelah dikritik Netizen, Sutradara Film Sonic the Hedgehog Janjikan Desain Ulang Karakter Sonic

Even James Gunn hanya sebagai produser di Film Ini Karena Tengah disibukkan dengan proyek the Suicide Squad-nya DC Comics, David Yarovensky yang merupakan tandemannya Gunn di film Slither.

Brandon Breyer (Jackson A. Dunn) in Screen Gems’ BRIGHTBURN.

David berhasil membuktikan kapasitasnya dengan mengeksekusi konsep superhero dan horror menjadi sebuah sajian Film yang gak umum.

Dengan budget yang kecil mampu menghadirkan visual efek Yang meyakinkan, ia pun tidak mengerem adegan kekerasan dan gore dalam Film Ini. Ya isu gore ini sedang hangat-hangat nya ketika film Hellboy yang rilis bulan April lalu mengalami pemotongan adegan yang merusak cerita ketika tayang di tanah air.

Dari segi para pemerannya, Elizabeth banks dan David Denman mampu bermain dengan baik. Yang menjadi Spotlight untuk Film Ini adalah pemeran Brandon Breyer yaitu Jackson A. Dunn yang menjadi sosok pembawa teror bahkan Inisial namanya pun menjadi simbol dari karakternya yang mengingatkan kita akan gimmick superhero.

Secara keseluruhan, Brightburn mampu memenuhi ekspektasi gue dan pihak kreator pun tidak mengupas terlalu dalam soal dibalik kekuatan Brandon. Tapi premis Film Ini Bisa saja Ada sekuelnya ataupun menjadi sebuah franchise Karena menurut gue sangat disayangkan jika Brightburn hanya Berakhir sampai di titik Ini saja.

Continue Reading

Trending