Connect with us

Box Office

Review Film The Nightshifter, Berbincang dengan Orang Mati di Kamar Mayat

Published

on

GwiGwi.com – Bila anda mencari judul film horror Brazil keluaran tahun 2018 ini di internet, dari posternya saja anda mungkin bisa salah menduga kalau The Nightshifter adalah film minim dana yang hanya menjual kesadisan. Faktanya, menurut saya film ini tidak kalah menariknya dengan horror berbobot lain seperti Midsommar atau Hereditary dan tetap memiliki daya tarik yang pada umumnya penonton cari dari genre ini.

Stênio (Daniel De Oliveira) bekerja pada jadwal malam di kamar mayat. Dia ternyata memiliki kemampuan untuk berbicara pada orang mati walau itu sama sekali tidak membantu memperbaiki hubungannya dengan istrinya Odete (Fabiula Dascimento). Saat mayat seorang gangster memberi tahunya kenyataan yang pahit, Stênio memutuskan untuk membalas dendam. Dengan tema tentang karma dari perbuatan kejam yang sedikit mirip film horror Thailand SHUTTER (2004), The Nightshifter memiliki banyak kesamaan dari film horror standar yang bisa membuatnya terlupakan. Tetapi dengan arahan sutradara Dennison Ramalho, penampilan bagus dari aktornya, dan penekanannya pada efek horror pada kejatuhan psikologis karakternya, The Nightshifter menjadi suguhan yang spesial sekaligus cukup menyeramkan.

Penggunaan pisau bedah disini tidak hanya untuk menakuti penonton tapi juga berfungsi secara kejam untuk mengiris akal sehat Stênio dan merusak hubungannya dengan kedua anaknya. Digunakan dengan begitu metodikal, rasanya tak ada di film ini yang bertujuan sebagai hiburan semata melainkan dipikirkan secara matang efeknya pada karakternya. Beberapa adegan sebenarnya familiar di film lain tetapi karena pembawaannya yang mengesankan, sampai sekedar pintu yang menutup sendiri pun mempunyai kesan yang menusuk. Film ini pun tak memakai efek yang berlebihan sehingga setiap adegan berkesan walau banyak kejadian supernatural, yang konsisten sepanjang film. Menaruh ide pada penonton bahwa secara tiba-tiba sesuatu bisa terjadi kapan pun di mana pun.

Baca Juga:  Review Anime Komi-san wa: Comyushou desu, Mengungkap Rahasia Komi Si Misterius

Penonton di sebelah saya bilang “spesial efek mayatnya saat bicara kurang bagus karena kurang dana“. Saya tidak setuju, cara ini justru spesifik digunakan untuk memberikan efek keganjilan yang kuat pada kenyataan problem realitas kehidupan Stênio. Kalau efeknya lebih bagus ala film Hollywood atau biar aktornya sendiri yang bicara justru keunikannya akan hilang. Hasilnya malah bisa mengkhianati situasi mereka yang sudah mati menjadi lebih hidup.

Di pertengahan sampai akhir film kejadian supranatural menjadi semakin ekstrim. Seolah film tak mempunyai aturan jelas soal horornya sendiri tetapi karena bagusnya mengolah efek emosional pada karakternya, membuat saya tidak berpikir bagaimana caranya tetapi lebih ke bagaimana akibatnya. Sesuatu yang ditampilkan dengan baik oleh akting para aktornya khususnya Daniel De Olivera. Meskipun Stênio melakukan perbuatan keji yang sulit dimaafkan, penampilan Daniel De Olivera tetap bisa membuat kita iba pada penderitaannya.

The Nightshifter memberikan kritik pada akibat amarah tak terkontrol pada keluarga dan orang sekitar. Menunjukkan siapa korban sesungguhnya setelah emosi mereda. Kesannya seperti menggurui namun kalau penonton mau menyampingkan itu dan menikmati saja horrornya, film sangat patut untuk dinikmati

 

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Peter Rabbit 2, Sajian Film Keluarga yang Apik

Published

on

Gwigwi.com – Thomas (Domnhall Glesson) dan Bea (Rose Brune) Akhirnya menikah, begitu juga Peter, Benjamin, Mopsy, Flopsy, dan Cotton Tail tinggal bersama dan memulai hidup baru.

Bea pun menulis buku anak-anak yang terinspirasi dari kelinci peliharaan nya yaitu Peter dan kawan-kawan hingga bertemu dengan penerbit besar dan menjanjikan kisah Peter Rabbit mendunia.

Peter pun digambarkan sebagai kelinci yang nakal dan selalu bikin ulah, ia pun ingin sekali saja terlihat baik di mata Thomas dan Bea dan juga ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah seekor kelinci yang baik.

Disinilah ia bertemu Barnabas, seekor kelinci liar yang nakal yang merupakan teman lama ayah dari Peter. Ia pun memiliki rencana pencurian makanan terbesar.

Langsung aja ke filmnya, film Ini Akhirnya rilis Setelah mengalami penundaan dikarenakan kondisi pandemi covid-19 yang akhirnya film Ini tayang di awal tahun 2022 untuk di Indonesia.

Film yang berdasarkan adaptasi dari buku anak-anak karangan Beatrix Potter Ini, memang cukup terkenal di seluruh dunia hingga diadaptasi ke film layar lebar dengan sajian cerita yang fresh tanpa merusak cerita aslinya yang Sudah kita kenal.

Baca Juga:  Review Film The 355, Aksi Mata-Mata Wanita Seluruh Dunia

Sebagai sebuah sekuel dari film pertamanya yang rilis di tahun 2018. Film Ini berhasil sukses secara kualitas Karena membawa kisah yang segar untuk generasi sekarang.

Petualangan Peter yang sedang mengalami krisis identitas berhasil disajikan dengan menyenangkan dan mudah dicerna oleh semua kalangan dan sangat relate dengan kehidupan kita sebagai manusia.

Cerita dan jokes yang disajikan pun gak ada yang miss menurut gue, semua sesuai dan tampil di saat yang tepat. Alhasil membuat penonton tertawa Karena melihat kelucuan para kelinci dan hewan lainnya hingga dibawa Sedikit aksi yang menegangkan tetap seru untuk ditonton hingga akhir.

Ditambah dengan soundtrack dari beberapa Lagu yang gak asing seperti Boulevard of broken dreams nya Green Day dan Alright milik Supergrass membuat film Ini menyenangkan dan relate dengan cerita yang disajikan.

Secara keseluruhan, Peter Rabbit 2. Merupakan sajian yang asik untuk ditonton bersama keluarga Karena melihat para hewan yang menggemaskan dan juga cerita yang seru untuk dinikmati.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Untuk merayakan perilisan 20th Century Studios’ “Death on the Nile” yang akan hadir secara eksklusif di bioskop pada 11 Februari 2022, 20th Century Studios merilis klip spesial untuk kisah kecemburuan penuh emosi yang disutradarai dan dibintangi peraih lima nominasi Academy Award® Kenneth Branagh. Selain itu, rangkaian poster karakter dari sederet bintang papan atas yang menjadi ‘tersangka’ juga telah tersedia.

Berdasarkan novel tahun 1937 karya Agatha Christie, Death on the Nile adalah cerita misteri tentang konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu oleh cinta yang obsesif. Kenneth Branagh, kembali sebagai detektif ikonik Hercule Poirot, bergabung dengan Tom Bateman, peraih empat nominasi Oscar® Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. “Death on the Nile,” yang menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 “Murder on the Orient Express” ditulis oleh Michael Green, diadaptasi dari novel Christie, dan diproduksi oleh Ridley Scott, Kenneth Branagh, Judy Hofflund, dan Kevin J. Walsh, dengan Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Baca Juga:  Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Bercerita tentang detektif Belgia, Hercule Poirot, yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal glamor ke Mesir. Perjalanan tersebut berubah menjadi pencarian yang menakutkan ketika pasangan sempurna yang sedang bulan madu dibunuh secara tragis oleh sosok misterius. Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita yang dipenuhi oleh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Direkam dengan kamera Panavision 65mm pada akhir 2019, “Death on the Nile” membawa penonton ke tahun 1930-an, menciptakan ulang ragam lokasi yang menjadi inspirasi bagi Christie dalam menciptakan cerita misteri tentang masyarakat kelas atas yang glamor. Film ini juga akan diproyeksikan dengan format 70mm di beberapa layar terpilih di New York, Los Angeles dan London.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film The 355, Aksi Mata-Mata Wanita Seluruh Dunia

Published

on

GwiGwi.com – Film The 355 (yang artinya akan dijelaskan di dalam film) merupakan film aksi mata-mata besutan Simon Kinberg; mengenai agen CIA, Mace (Jessica Chastain) yang ditugaskan bersama partnernya, Nick Fowler (Sebastian Stan) untuk mengambil sebuah alat peretas yang sangat canggih dari seorang agen Colombia yang berkhianat. Sayangnya Nick terbunuh dalam operasi yang gagal itu karena intervensi agen BND, Marie Schmit (Diane Kruger). Mace pun diinvestigasi oleh CIA karena alat itu dicuri oleh kelompok tidak dikenal; namun Mace tidak ditahan.

Untuk mencari alat itu, Mace memutuskan untuk bekerja sama dengan Khadijah (Lupita Nyong’o), seorang mantan agen MI6 yang juga teman lamanya. Dan karena keadaan mendesak, Marie pun akhirnya bekerja sama dengan mereka. Seorang staf intelijen Colombia, Graciela (Penelope Cruz) juga terpaksa bergabung dengan 3 agen Wanita tersebut. Dengan dukungan yang minim dari negara masing-masing, mereka harus membongkar dalang pencurian alat itu dan menghentikannya sebelum digunakan untuk mengacaukan dunia.

Baca Juga:  Review Film The Matrix Resurrections, Nostalgia dan Jawaban atas Sebuah Misteri

The 355 ini sayangnya kurang istimewa karena banyak dialog yang cringe dan klise sehingga susah untuk menganggap ini sebagai film serius. Selain itu sebagian adegan Close Quarter Combat dalam film terlihat seperti orang yang sedang berlatih bela diri sehingga adegannya kurang sinematik. Apalagi banyak plot yang dipaksakan dan menimbulkan beberapa pertanyaan, sebagai contoh saat agen musuh akan melakukan pertukaran alat di sebuah pasar di Maroko, tiba-tiba ada sekelompok orang yang ingin membunuh sang agen namun tidak jelas kelompok ini dari pihak yang mana. Untungnya film ini masih terangkat dengan akting-akting dari para bintangnya. Bagi Gwiples yang ingin menonton film aksi para agen wanita yang lebih down to earth dibandingkan Charlie’s Angels, kalian dapat menonton The 355 di bioskop kesayangkan kalian ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x