Connect with us

Box Office

Review Film The Crawl, Aksi menegangkan melawan teror Aligator dan bencana alam

Published

on

GwiGwi.com – Siapa yang bisa menolak kehadiran bencana alam? Dalam keadaan seperti manusia justru harus bisa ‘bersahabat’ dengan alam.

Hal ini yang terjadi pada diri Haley (Kaya Scodelario). Ia berdamai dengan alam hanya untuk bisa mengunjungi Ayahnya.

Tidak cukup sampai di situ, Haley ikut mengabaikan perintah tim penyelamat yang melarangnya masuk ke dalam area berbahaya akibat badai tingkat 5 di wilayah Florida.

Terus mencari dan terjebak, Haley berusaha untuk menyelamatkan sang Ayah.

Sialnya, pada saat yang bersamaan Haley dan Ayahnya menemukan kenyataan lain. Ia berpapasan dengan predator alam yang buas.

Aligator dari tempat penangkaran buaya yang ikut terombang-ambing karena badai dan mencium bau-bau darah yang seperti berserakan di Florida.

Situasi semakin sulit ketika permukaan air mulai naik. Terdapat Pergolakan batin dalam diri Haley melawan alam atau menyelamatkan sang Ayah.

Ia benar-benar berada dalam situasi yang sangat genting. Berbagai tekanan mengalir. Antara keberanian dan ketakutan terus mengalir di nadi Haley.

Mampukah Haley menyelematkan Ayahnya? atau, ia akan menjadi santapan para aligator yang sedang lapar?

Film garapan sutradara Alexander Aja dibuka dengan throwback dan drama keluarga, di mana Haley sedang gagal audisi sebagai perenang dan orang tuanya bercerai. Film bergenre thriller binatang, tak banyak cerita yang bisa digali selain drama keluarga. Hal Ini mengingatkan kita akan film bencana dan teror hewan buas lainnya seperti film The Shallow dan The Meg.

Namun aktris yang berperan sebagai Haley, Kaya Scodelario berhasil tampil rapuh sekaligus ambisius sebagai Haley.

Kita sebelumnya melihat akting dia dalam film The Maze Runner dan Pirates of the Caribbean: Salazar’s Revenge.

Pemeran Dave ayah dari Haley, Yang diperankan oleh Barry Pepper juga berhasil membuat film tidak terlalu serius. Walau dalam suasana yang mencekam, lewat percakapan Dave dan Haley cukup jenaka dan menghibur di tengah ketegangan yang disajikan di film ini.

Salah satunya saat Dave menyuruh Haley mencari tembok yang basah dan Haley menjawab “Semua tembok basah, dad!”

Aspek yang menonjol difilm ini adalah jumpscare, sebelum alligator muncul pun kamu akan terkejut. Jadi bersiap-siap untuk loncat dari kursi.

Kemudian kita akan dibuat ngilu dengan beberapa adegan gigitan, luka, tulang, dan darah di mana-mana.

Belum lagi serangan alligator yang tak terduga akan membuatmu kaget bertub-tubi membuat kalian mengumpat sepanjang Film.

Lebih serunya lagi, ada baiknya sebelum menonton filmnya di bioskop, jangan nonton trailernya. Supaya kalian bisa mendapatkan kejutan yang lebih maksimal.

Untuk penampakan alligator dalam film ini cukup memuaskan. Meskipun CGI, para buaya terlihat meyakinkan, dalam film ini mereka terlihat sangat lapar dan buas. Entah harus makan berapa banyak mangsa hingga mereka kenyang.

Secara keseluruhan, Film the Crawl menyajikan thriller yang mendebarkan yang sangat intens dari awal hingga akhir.

The Crawl bisa menjadi salah satu pilihan film untuk ditonton di bioskop. Sambil bernostalgia akan film-film serangan binatang buas, film ini akan menghibur sekaligus membuatmu terengah-engah.

Advertisement

Box Office

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge-Dilan

Published

on

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

www.gwigwi.com – Tahun 1960an, Kathy (Jodie Comer) diminta temannya untuk ke bar. Bar itu ramai dengan klub motor Vandals pimpinan Johnny (Tom Hardy). Di sana lah Kathy bertemu salah satu anggota Vandals yang kelak akan menjadi suaminya, Benny (Austin Butler).

Diadaptasi dari buku dokumentasi kehidupan biker pada rentang tahun 1965-1973 berjudul sama, THE BIKERIDERS memang kilasan kehidupan klub motor Vandals. Awal mulanya, rekrut anggota, konflik internal hubungan dengan gang lain dan turbulensi drama lainnya.

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Maka penonton seolah diminta untuk menjadi pengamat lika-liku kehidupan mereka tanpa terikat plot film yang super dramatik.

Jodie Comer dengan aksen selatannya dan sikap cueknya membuatnya menonjol di antara maskulinnya anggota Vandals. She chews the scenes easily.

Mudah sekali membuat karakter bos seperti Johnny klise tapi Tom Hardy hanya dengan ekspresi minimal dan tatapannya, memberikan kedalaman nan dimensi yang berbobot. Apalagi saat Johnny sadar Vandals menghadapi zaman baru yang tak dikenalnya.

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Review Film The Bikeriders, Ketika Austin Butler Nge Dilan

Bagaimana dengan Austin Butler? Cukup duduk atau jalan dengan tampang cool nya saja sudah bisa bikin penonton klepek. Sutradara Jeff Nichols sepertinya mempunyai misi membuat Austin Butler sekeren mungkin dan si aktor pemeran ELVIS (2023) itu sangat mampu membawakannya.

Akting para pemainnya inilah yang membuat THE BIKERIDERS begitu memikat, di saat plot “cinta segitiga” antara Benny-Kathy-Johnny ini sudah umum ditemui di kisah lain.

Itulah rasanya kekurangan filmnya; bila segalanya dibuat seotentik mungkin dan dramatisasi film kurang kental…kenapa penonton tidak nonton dokumenter tentang biker saja tak perlu filmnya?

THE BIKERIDERS seolah sedikit penggambaran kematian perlahan suatu zaman yang lebih terhormat digantikan masa yang lebih keras dan bagaimana para pelakunya beradaptasi dengan itu; tertinggal, turun dari motor atau terus tancap gas…

Continue Reading

Box Office

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Published

on

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

www.gwigwi.com – Disney mengalami guncangan kencang belakangan ini. Film-film animasinya gagal baik dari kualitas mau pun penghasilan. Film-film Marvel tak membuahkan hasil semanis dulu setelah cerita besar Thanos beres. Sementara Star Wars mau dari wahana terbarunya yang karam (Star Wars Galactic Starcruiser), seri-serinya memang mengambang tapi tak mampu memuaskan fans nya secara total.

Maka datang INSIDE OUT 2. Sejak keputusan Disney untuk ke depannya berfokus pada sekuel film animasinya yang tergolong sukses, tentu ekspektasi jadi keruh. Takutnya Disney asal bikin, pinjam nama kesuksesan sebelumnya tapi nihil kualitas.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Apakah INSIDE OUT 2 demikian?

Riley (Kensington Tallman) kini sudah remaja. Meski demikian para emosi yang sentient nya; Joy (Amy Pohler), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Tony Hale), Angry (Lewis Black), Disgust (Liza Lapira) tampaknya sudah bisa lebih memegang kendali dan mampu mengontrol badai emosi Riley.

Sampai masa pubertas datang. Turbulensi hebat pada batin Riley ini menampilkan para emosi baru; [Goth], Envy (Ayo Edebiri), Embarassment (Paul Walter Hauser), Anxiety (Maya Ray Thurman-Hawke). Apakah grup baru ini mampu bekerja sama dengan Joy dan kawan-kawan atau melahirkan perubahan yang mengharapkan kontrol dari semuanya?

Masa SMA Riley ini untungnya memiliki banyak konflik emosi yang enak ditambang INSIDE OUT 2 untuk melahirkan plot yang menarik dan mengena secara emosi.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Benturan antara emosi ini sarat makna dan juga tawa walau penyampaiannya barangkali terlalu cepat untuk anak-anak dan sepertinya lebih mengena untuk remaja yang bisa jadi sangat relate dengan konflik kehidupan Riley.

Untuk orang dewasa, INSIDE OUT 2 memiliki kompleksitas dan kedalaman makna pada banyak adegannya yang enak untuk dibedah dan ditelaah maksudnya.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Anxiety berencana segala macam untuk menghadapi segala situasu tapi tindakannya berakar pada rasa takut yang berlebihan dan diam-diam selalu berharap untuk yang terburuk. Di sinilah peran Joy untuk berkata pada semua emosinya, kalau segala macam emosi itu tak apa dan ikhlas dengan konsekuensi dari usaha, itu lebih baik dari ketakutan. Pada akhirnya emosi seperti apa pun itu baik asal dalam kadar yang sehat.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Pesannya ini baik tapi sepertinya kurang lebih sama dengan film pertamanya, INSIDE OUT (2015), meskipun memiliki beragam hal baru. Jadi ingin melihat Riley di jenjang umur lain dan bagaimana emosinya akan bermain lebih kompleks.

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

Review Film Inside Out 2, Kembalinya Kualitas Disney Pixar?

INSIDE OUT 2 terlihat peduli dengan seluk beluk konflik batin anak-anak dan ingin kita juga merasa begitu. Semoga Disney juga peduli pada anak-anak Palestina….

Continue Reading

Box Office

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Published

on

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

www.gwigwi.com – Film yang diadaptasi dari novel karangan A.M Shine ini ditulis oleh M. Night Shyamalan dan disutradarai oleh puytrinya, Ishana Night Shyamalan menceritakan tentang Mina (Dakota Fanning), seorang artis dengan trauma masa kecil karena melihat ibunya meninggal akibat kecelakaan masih sulit untuk menerima kenyataan itu. Ia bekerja di sebuah toko penjualan hewan-hewan dan suatu hari diharuskan mengantar seekor burung nuri ke kota lain.

Ternyata perjalanan itu berubah menjadi pengalaman yang mengerikan karena mobilnya mogok di hutan dan tanpa adanya harapan adanya pertolongan, Mina mencari jalan keluar namun tersesat dan malah menemukan sebuah bunker dengan dinding kaca yang besar. Bunker itu ditinggali oleh Madelene ( Olwen Fouere), Ciara (Georgina Campbell), dan David (Oliver Finnegan).

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Mereka pun senasib dengan Mina, terdampar di tengah hutan dan tidak dapat keluar dari hutan misterius tersebut. Lebih buruk lagi ada mahluk-mahluk gaib yang akan membunuh mereka bila berada di luar bunker pada saat malam.

Mahluk-mahluk yang disebut The Watchers ini setiap malam senang mengamati para manusia yang tinggal di dalam bunker lewat dinding kaca yang terpasang.

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Banyak misteri yang menarik dari film ini, Gwiple akan penasaran dengan siapa yang membangun bunker itu? darimana asal The Watchers? dan apa yang menjadi tujuan mereka mengamati manusia di dalam bunker?

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Ada juga beberapa plothole yang tidak bisa dispoiler disini karena dapat merusak keseruan Gwiple menonton film ini, untungnya plothole-plothole itu tidaklah merusak keutuhan cerita.

Film-film garapan Shyamalan memang ada yang menarik dan kurang menarik, namun untuk The Watchers ini termasuk yang menarik dan seru karena membuat Gwiple tertarik dengan misteri-misteri di dalam hutan dan The Watchers serta adanya plot twist yang cukup mengagetkan.

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Review Film The Watchers, Jangan Melanggar Aturan

Gwiple sudah dapat menyaksikan film ini di bioskop-bioskop di Indonesia.

Continue Reading

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending