Connect with us

Box Office

Review Film Terminator: Dark Fate, Kembalinya Duet Epik Legenda Terminator

Published

on

GwiGwi.comTerminator: Dark Fate menceritakan tentang Rev-9 (Gabriel Luna) yang merupakan Terminator teranyar dari masa depan yang mengejar targetnya, Dani Ramos (Natalia Reyes). Dani dilindungi oleh Grace (Mackenzie Davis), prajurit dari masa depan yang tubuhnya sudah dimodifikasi untuk siap melawan robot pembunuh itu. Sutradara Tim Miller mengemas adegan kejar-kejaran mereka dengan banyak memakai handheld dan shaky cam untuk menjual kesan real dan menaikkan intensitasnya, namun aksi tetap bisa dinikmati sejelas-jelasnya.

Lebih cepat, lebih brutal, dan lebih “ramai” dari film-film sebelumnya. Penyutradaraannya memang sedikit membantu, tetapi rasa lelah dengan tema “robot pembunuh masa depan” yang datang ke masa lalu untuk “membunuh pengacau rencana mereka” sulit untuk dihilangkan. Kita sudah disuguhi cerita serupa dari film-film sebelumnya dan rasanya saya menonton aksi menggelegar awal film ini hanya untuk menunggu apa hal baru yang ditawarkan Terminator: Dark Fate

Saat Grace dan Dani terdesak oleh Rev-9 yang bisa membelah diri bagaikan ninja berambut kuning, datanglah sang penyegar cerita dalam bentuk Sarah Connor (Linda Hamilton) dan dia sangat, sangat, sangatlah keren. Sudah saya bilang kembalinya Linda Hamilton sebagai Sarah Connor sangat keren? Karena dia memang keren. Bahkan rasanya sudah terbayar harga tiket masuk hanya dari penampilan beliau.

Usianya yang sudah senja justru membuatnya terlihat lebih tangguh nan berpengalaman. Melihat Sarah begitu tenangnya menembaki Rev-9 dengan shotgun mungkin adalah momen aksi terkeren tahun ini selain baku tembak di klimaks film John Wick: Chapter 3 (2019).

Ketangguhan Sarah ini lantas tak membuatnya kaku seperti robot. Kita bisa melihat kemanusiawiaannya dari iba-nya dia pada Dani yang bernasib sama sepertinya dulu saat di film The Terminator (1984), sinisnya, kesukaannya akan snack kentang, efek pada psikologisnya karena trauma masa lalu dan perang yang panjang dengan Terminator. Sarah Connor mampu mengundang simpati, membuat komedi, kuat dan sekedar dilihat saja sudah keren. Ratu film aksi benar-benar sudah kembali.

Baca Juga:  10 Anime Reverse Harem yang Dianggap Tidak Berguna

Terminator: Dark Fate tak mempedulikan sekuel-sekuel paska film Terminator 2: Judgemnet Day (1991) dan melanjutkan cerita selang beberapa tahun dari situ. Story arc Sarah Connor di kedua film pertama adalah tema kuat yang diusung film ini, yakni dari yang dilindungi menjadi pelindung. Ini adalah sesuatu yang mau diajarkan oleh Sarah kepada Dani meskipun ditentang oleh Grace. Ketika tiga orang ini bersama, film ini bersinar. Konflik antar mereka menarik begitu pun usaha mereka untuk saling mengenal dan bertahan. Sayangnya, perubahan Dani menjadi tangguh terganggu oleh kembalinya Terminator T-800 (Arnold Schwarzenegger).

Penambahan Arnold ke film ini secara garis besar menyenangkan; dry humor nya selalu lucu, karismanya tak terbantahkan dan menggambarkan efek kehidupan yang ternyata berpengaruh banyak pada seorang robot. Tapi kemampuan bertarungnya justru membuat film tak begitu menegangkan, karena penonton tahu dia robot dan dia bisa bertahan lama dari banyak ledakan dan serangan lainnya daripada karakter lain.

Justru film akan lebih banyak suspense bila adegan baku hantam banyak diserahkan pada Grace karena; pertama, meski sudah dimodifikasi Grace tetap manusia yang mempunyai batasan; kedua, Grace bukanlah tokoh utama dan bisa mati kapan saja; ketiga, dengan batasannya, Grace akan butuh lebih banyak bantuan dari Sarah dan khususnya Dani, yang bisa lebih proaktif, sesuatu yang karakternya sangat butuhkan buat menonjol.

Terminator: Dark Fate tidak jauh berbeda dengan film Terminator sebelumnya. Walaupun hal hal baru ditambahkan, sayangnya masih terasa kurang dalam menggali tema barunya. Akan tetapi bagi kalian yang memang fans berat dari Terminator terutama jagoan kita Sarah Connor, maka Terminator: Dark Fate ini wajib kamu tonton!

Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Peter Rabbit 2, Sajian Film Keluarga yang Apik

Published

on

Gwigwi.com – Thomas (Domnhall Glesson) dan Bea (Rose Brune) Akhirnya menikah, begitu juga Peter, Benjamin, Mopsy, Flopsy, dan Cotton Tail tinggal bersama dan memulai hidup baru.

Bea pun menulis buku anak-anak yang terinspirasi dari kelinci peliharaan nya yaitu Peter dan kawan-kawan hingga bertemu dengan penerbit besar dan menjanjikan kisah Peter Rabbit mendunia.

Peter pun digambarkan sebagai kelinci yang nakal dan selalu bikin ulah, ia pun ingin sekali saja terlihat baik di mata Thomas dan Bea dan juga ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah seekor kelinci yang baik.

Disinilah ia bertemu Barnabas, seekor kelinci liar yang nakal yang merupakan teman lama ayah dari Peter. Ia pun memiliki rencana pencurian makanan terbesar.

Langsung aja ke filmnya, film Ini Akhirnya rilis Setelah mengalami penundaan dikarenakan kondisi pandemi covid-19 yang akhirnya film Ini tayang di awal tahun 2022 untuk di Indonesia.

Film yang berdasarkan adaptasi dari buku anak-anak karangan Beatrix Potter Ini, memang cukup terkenal di seluruh dunia hingga diadaptasi ke film layar lebar dengan sajian cerita yang fresh tanpa merusak cerita aslinya yang Sudah kita kenal.

Baca Juga:  Turning Red dari Disney dan Pixar akan Premier Eksklusif di Disney+ Hotstar

Sebagai sebuah sekuel dari film pertamanya yang rilis di tahun 2018. Film Ini berhasil sukses secara kualitas Karena membawa kisah yang segar untuk generasi sekarang.

Petualangan Peter yang sedang mengalami krisis identitas berhasil disajikan dengan menyenangkan dan mudah dicerna oleh semua kalangan dan sangat relate dengan kehidupan kita sebagai manusia.

Cerita dan jokes yang disajikan pun gak ada yang miss menurut gue, semua sesuai dan tampil di saat yang tepat. Alhasil membuat penonton tertawa Karena melihat kelucuan para kelinci dan hewan lainnya hingga dibawa Sedikit aksi yang menegangkan tetap seru untuk ditonton hingga akhir.

Ditambah dengan soundtrack dari beberapa Lagu yang gak asing seperti Boulevard of broken dreams nya Green Day dan Alright milik Supergrass membuat film Ini menyenangkan dan relate dengan cerita yang disajikan.

Secara keseluruhan, Peter Rabbit 2. Merupakan sajian yang asik untuk ditonton bersama keluarga Karena melihat para hewan yang menggemaskan dan juga cerita yang seru untuk dinikmati.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Published

on

GwiGwi.com – Untuk merayakan perilisan 20th Century Studios’ “Death on the Nile” yang akan hadir secara eksklusif di bioskop pada 11 Februari 2022, 20th Century Studios merilis klip spesial untuk kisah kecemburuan penuh emosi yang disutradarai dan dibintangi peraih lima nominasi Academy Award® Kenneth Branagh. Selain itu, rangkaian poster karakter dari sederet bintang papan atas yang menjadi ‘tersangka’ juga telah tersedia.

Berdasarkan novel tahun 1937 karya Agatha Christie, Death on the Nile adalah cerita misteri tentang konflik emosional dan konsekuensi mematikan yang dipicu oleh cinta yang obsesif. Kenneth Branagh, kembali sebagai detektif ikonik Hercule Poirot, bergabung dengan Tom Bateman, peraih empat nominasi Oscar® Annette Bening, Russell Brand, Ali Fazal, Dawn French, Gal Gadot, Armie Hammer, Rose Leslie, Emma Mackey, Sophie Okonedo, Jennifer Saunders dan Letitia Wright. “Death on the Nile,” yang menyatukan kembali tim pembuat film di balik film ternama pada tahun 2017 “Murder on the Orient Express” ditulis oleh Michael Green, diadaptasi dari novel Christie, dan diproduksi oleh Ridley Scott, Kenneth Branagh, Judy Hofflund, dan Kevin J. Walsh, dengan Mark Gordon, Simon Kinberg, Matthew Jenkins, James Prichard dan Mathew Prichard sebagai produser eksekutif.

Baca Juga:  Death on the Nile Tayang Eksklusif di Bioskop Pada 11 Februari 2022

Bercerita tentang detektif Belgia, Hercule Poirot, yang sedang melakukan perjalanan dengan kapal glamor ke Mesir. Perjalanan tersebut berubah menjadi pencarian yang menakutkan ketika pasangan sempurna yang sedang bulan madu dibunuh secara tragis oleh sosok misterius. Berlatar di pemandangan indah gurun yang luas dan megahnya piramida Giza, kisah dramatis tentang cinta yang berakhir nahas ini menampilkan sekelompok turis kosmopolitan yang elegan dengan cerita yang dipenuhi oleh misteri dan kejutan yang akan membuat penonton penasaran sampai akhir.

Direkam dengan kamera Panavision 65mm pada akhir 2019, “Death on the Nile” membawa penonton ke tahun 1930-an, menciptakan ulang ragam lokasi yang menjadi inspirasi bagi Christie dalam menciptakan cerita misteri tentang masyarakat kelas atas yang glamor. Film ini juga akan diproyeksikan dengan format 70mm di beberapa layar terpilih di New York, Los Angeles dan London.

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film The 355, Aksi Mata-Mata Wanita Seluruh Dunia

Published

on

GwiGwi.com – Film The 355 (yang artinya akan dijelaskan di dalam film) merupakan film aksi mata-mata besutan Simon Kinberg; mengenai agen CIA, Mace (Jessica Chastain) yang ditugaskan bersama partnernya, Nick Fowler (Sebastian Stan) untuk mengambil sebuah alat peretas yang sangat canggih dari seorang agen Colombia yang berkhianat. Sayangnya Nick terbunuh dalam operasi yang gagal itu karena intervensi agen BND, Marie Schmit (Diane Kruger). Mace pun diinvestigasi oleh CIA karena alat itu dicuri oleh kelompok tidak dikenal; namun Mace tidak ditahan.

Untuk mencari alat itu, Mace memutuskan untuk bekerja sama dengan Khadijah (Lupita Nyong’o), seorang mantan agen MI6 yang juga teman lamanya. Dan karena keadaan mendesak, Marie pun akhirnya bekerja sama dengan mereka. Seorang staf intelijen Colombia, Graciela (Penelope Cruz) juga terpaksa bergabung dengan 3 agen Wanita tersebut. Dengan dukungan yang minim dari negara masing-masing, mereka harus membongkar dalang pencurian alat itu dan menghentikannya sebelum digunakan untuk mengacaukan dunia.

Baca Juga:  The King’s Man Ungkap Rahasia Besar Asal Usul Agen Rahasia Kingsman

The 355 ini sayangnya kurang istimewa karena banyak dialog yang cringe dan klise sehingga susah untuk menganggap ini sebagai film serius. Selain itu sebagian adegan Close Quarter Combat dalam film terlihat seperti orang yang sedang berlatih bela diri sehingga adegannya kurang sinematik. Apalagi banyak plot yang dipaksakan dan menimbulkan beberapa pertanyaan, sebagai contoh saat agen musuh akan melakukan pertukaran alat di sebuah pasar di Maroko, tiba-tiba ada sekelompok orang yang ingin membunuh sang agen namun tidak jelas kelompok ini dari pihak yang mana. Untungnya film ini masih terangkat dengan akting-akting dari para bintangnya. Bagi Gwiples yang ingin menonton film aksi para agen wanita yang lebih down to earth dibandingkan Charlie’s Angels, kalian dapat menonton The 355 di bioskop kesayangkan kalian ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x