Connect with us
Maaf Anda Melihat Iklan

Box Office

Review Film Jurassic World Dominion, Another Day of Being Chased by Dinosaur

Published

on

GwiGwi.com – Semuanya berkumpul! Cast era JURASSIC WORLD seperti Chris Pratt, Bryce Dallas Howard juga cast ikonik film-film era JURASSIC PARK seperti Sam Neill, Laura Dern, dan Jeff Goldblum. Ditambah embel-embel film penutup cerita panjang dari film pertamanya, filmmaker seolah ingin membuat “Avengers Endgame” versi mereka sendiri. Hasilnya, mungkin yang namanya ngumpul atau better with friends itu tak selalu asik.

Maaf Anda Melihat Iklan

Owen Grady (Chris Pratt) hidup di hutan terpencil bersama Claire (Bryce Dallas Howard). Tujuannya adalah menjaga Maisie Lockwood (Isabella Sermon) yang memiliki kelainan genetik di tubuhnya dari orang-orang oportunis jahat. Kedamaian ini pecah saat Maisie dan anak raptor Blue yang bernama Beta diculik. Owen dan Claire kemudian berkeliling dunia untuk mencari mereka. Sementara itu, serbuan belalang rekayasa genetik yang menghabisi pertanian di amerika menarik perhatian Dr. Ellie Sattler (Laura Dern). Dia meminta bantuan Dr. Alan Grant (Sam Neill) dan bersama pergi menemui Dr. Ian Malcolm (Jeff Goldblum) untuk mencari tahu sumber masalahnya.

Premis Jurassic World Dominion adalah dinosaurus yang berkeliaran lepas di dunia. Fans mungkin ingat hebohnya satu T-REX merusak satu kota di The Lost World: Jurassic Park (1997). Bagaimana kalau segerombolan?. Menariknya (atau membosankannya?) opening film begitu menjelaskan kalau para dinosaurus liar ini banyak yang sudah tertangani dan disiapkan wilayah karatinanya. Kemudian seolah dibuat yang berpotensi bahaya adalah bisnis perdagangan gelapnya. Oke, bukankah ini merusak serunya premis itu sendiri?

Cepatnya orang beradaptasi dengan dinosaurus dan terkesan kecilnya ancaman mereka di dunia luar ini yang membingungkan. Buat apa dibikin heboh resiko dinosaurus lepas di film silam kalau situasi tak jadi begitu menyeramkan? Scratch that, bahaya dinosaurus keluar kandang itu kan fundamentalnya franchise ini sedari awal? Aneh melihat filmmaker seolah berusaha mengecilkan skala dan ancaman dinosaurusnya. Klimaks T-REX mengamuk di The Lost World: Jurassic Park (1997) dan film pendek untuk promo film ini, Battle at Big Rock jauh lebih menjual premisenya dibanding Jurassic World Dominion.

Baca Juga:  Daftar Anime Musim Panas 2022 yang Tayang di Animax Asia

Ramai ngumpul karakternya tapi barely anything significant happen to them? Hanya menyelidiki dan bertahan hidup saja kebanyakan. Memang ada asiknya sih dapat melihat pemeran ikoniknya berinteraksi namun untuk film yang digadang sebagai “penutup” tidak ada hal dramatis signifikan yang terjadi sama mereka. Seperti sekedar fan service aja kumpul-kumpul untuk episode minggu ini. Adegan aksinya pun rasanya kurang menohok. Seolah tiap adegan kejar-kejaran atau sembunyi dari dinosaurus besaaar, fans sudah pernah disuguhi variasi yang lebih baik di film-film sebelumnya.

Dikatakan semua dinosaurus di film ini otentik dan ada bukti penelitian sungguhan. Barangkali kalau mereka ikuti Jurrasic World (2015) yang banyak dinosaurus hasil modifikasi lab seperti Indominus Rex yang bisa kasat mata maka aksi lebih seru? Mungkin. Barangkali juga aksi terasa lebih jemu karena memang sulit membuat teror dikejar kadal besar tetap segar di film ke enam. Jurassic World Dominion terkesan kurang berhasil mencapai janjinya dan berakhir menjadi hanya salah satu sekuel franchise ini. Kembali bicara soal akibat manusia bermain Tuhan, kerakusan manusia dan akibatnya pada alam “lagi”. It's just Another day of being chased by dinosaur.

So Gwiples, buat kalian yang ingin menonton film dinosaurus berpadu aksi bisa menonton film Jurassic World Dominion di bioskop bioskop kesayang kalian ya Gwiples!

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Advertisement
Click to comment
0 0 votes
Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Box Office

Review Film Way Down, Pencurian Saat Piala Dunia

Published

on

GwiGwi.com – Way Down atau juga disebut juga The Vault adalah film Spanyol berbahasa Inggris yang dibintangi aktor-aktor Inggris seperti Freddie Highmore, Sam Riley, dan Liam Cunningham sedangkan bintang asal Spanyol-nya adalah Luis Tosar dan Astrid-Berges.

Maaf Anda Melihat Iklan

Way Down menceritakan bagaimana Walter (Liam Cunningham) dan komplotannya berusaha mencuri harta karun peninggalan bajak laut terkenal asal Inggris yaitu Kapten Drake yang disimpan dalam Bank Nasional Spanyol. Yang menjadi tantangan terbesar adalah brankas tempat penyimpanannya dikenal tidak dapat dibobol dan memiliki mekanisme misterius yang berbeda dengan brankas-brankas bank lainnya.

Walter pun meminta Lorraine (Astrid-Berges) untuk merekrut Thom (Freddie Highmore), seorang mahasiswa teknik asal Cambridge yang masuk dalam kategori anak baik. Thom yang tertarik dengan Lorraine pun menyanggupi tawaran Walter dan mulailah karirnya sebagai pembobol bank. Aksi pencurian direncanakan dilakukan bersamaan dengan momen Piala Dunia 2010 karena banyak masyarakat yang akan berkumpul untuk nobar di plaza depan Bank Nasional Spanyol sehingga dapat mengalihkan perhatian aparat setempat. Perencanaan dan persiapan yang seksama dilakukan oleh Thom dkk agar berhasil mencuri harta karun tersebut, dan Gwiple dapat menyaksikannya nanti di bioskop untuk mengetahui akhir dari pencurian tersebut.

Baca Juga:  Daftar Anime Musim Panas 2022 Yang Tayang Di Aniplus Asia

Way Down ini bukanlah film action namun bukan berarti jadi membosankan, amatlah seru melihat persiapan yang dilakukan dan bagaimana Thom memecahkan misteri brankas yang menurut legenda belum pernah berhasil dibobol. Selain itu aksi saat pencurian dan bagaimana mereka mengecoh para penjaga bank sangatlah menghibur.

Mungkin yang agak janggal adalah kondisi fisik Thom yang pada awalnya tidaklah atletis namun hanya dalam hitungan hari sanggup berlari di atap dan sanggup kabur dari kejaran para penjaga tanpa terengah-engah. Tapi itu satu hal yang bisa Gwiple kesampingkan saat menonton film yang menyenangkan ini.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Kreator Fairy Tail, Hiro Mashima Menggambar Ulang Poster Karakter untuk Film ‘Bullet Train’

Published

on

GwiGwi.com – Sebelum pemutaran perdana teater blockbuster akhir tahun ini, Bullet Train telah meminta seorang seniman manga superstar untuk membantu mereka: Delapan poster karakter di bawah ini dibuat ulang oleh Hiro Mashima dari Fairy Tail, penggemar Brad Pitt dan novel asli karya Kotaro Isaka yang diadaptasi dari film tersebut. Mashima dikenal dengan estetika khasnya.

Maaf Anda Melihat Iklan

Ladybug, diperankan oleh Brad Pitt

Bullet Train Ladybug poster

 

Prince, diperankan oleh Joey King

Bullet Train Prince poster

 

Tangerine, diperankan oleh Aaron Taylor-Johnson

Bullet Train Tangerine poster

 

Lemon, diperankan oleh Brian Tyree Henry

Bullet Train Lemon poster

 

Wolf, diperankan oleh Bad Bunny

Bullet Train Wolf poster

 

The Hornet, diperankan oleh Zazie Beetz

Bullet Train Hornet poster

 

Bullet Train Kimura poster

 

The Elder, diperankan oleh Hiroyuki Sanada

Bullet Train Elder poster

David Leitch (Atomic Blonde, Deadpool 2) bertanggung jawab untuk mengarahkan Bullet Train, yang akan debut di Amerika Utara pada 5 Agustus dan Jepang pada 1 September. Produser film, Sony Pictures Entertainment, mendefinisikannya sebagai berikut:

Baca Juga:  Shun Horie Positif COVID-19

Brad Pitt memainkan Ladybug di Bullet Train, seorang pembunuh malang yang bertekad untuk menjalankan misinya tanpa kekerasan setelah serangkaian pekerjaan yang salah. Kereta tercepat di dunia menempatkan Ladybug di jalur tabrakan dengan musuh mematikan dari seluruh dunia yang semuanya bekerja menuju tujuan yang terkait tetapi berlawanan. Nasib, bagaimanapun, mungkin memiliki niat lain. Sutradara dari perjalanan sensasional nonstop Deadpool 2 melalui Jepang kontemporer, David Leitch, dimulai di akhir baris.

 

Source: Crunchyroll

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Box Office

Review Film Thor: Love and Thunder, The Lightning Second Strike Miss The Mark

Published

on

GwiGwi.com – THOR: RAGNAROK adalah perubahan radikal dari arah kreatif dua film Thor sebelumnya; lebih ringan, lebih banyak komedi dan Thor yang lebih luwes tak kaku dengan dialog ala teater Shakespeare seperti debutnya. Meski beberapa fans tak menyukai arah tersebut, film ketiga itu adalah film Thor tersukses yang pernah ada baik secara box office atau penerimaan kritikus dan penontonnya.

Maaf Anda Melihat Iklan

Maka tentu saja Taika Waititi, sutradara THOR: RAGNAROK, diminta kembali melanjutkan kesuksesan gaya filmnya dengan THOR: LOVE AND THUNDER, tapi apakah film ke 4 ini lebih fun atau justru mulai kehilangan “thunder” nya?

Dibuka dengan origin sang villain baru, Gorr (Christian Bell) mengenai kenapa ia sangat dendam kepada para dewa.

Akting mantan Batman zaman Nolan itu di awal film begitu kuat dan mengundang simpati. He really bring his A game. Sampai rasanya ingin melihat penampilannya lebih lama lagi, di mana itu dibutuhkan untuk lebih menjual tragedi dan keseramannya.

Thor (Chris Hemsworth) sedang mencari orang yang balik mencintainya setelah begitu banyak kehilangan orang terdekat di film-film sebelumnya. Dia mengisi kekosongan hati ini dengan pergi menjadi hero bersama Guardians of The Galaxy. Sampai saat bahaya mencapai New Asgard, dia terkejut melihat senjata lamanya, Mjolnir, digunakan oleh kenalan lamanya, Jane Foster (Natalie Portman)

Dengan judul THOR: LOVE AND THUNDER, jelas apa yang difokuskan cerita ini; Romansa. Namun saya melihat sebenarnya ada tema yang bisa jadi lebih menarik bila dieksplor lebih utama yakni mengenai hipokrasi kepahlawanan dewa yang diomongkan Gorr.

Baca Juga:  Review Indonesia Biner, Web Series Indonesia Pertama Bertema Cyber War

Secara halus memang hubungan dewa dan orang biasa memang diceritakan. Seperti Zeus (Russel Crowe) yang sombong dan lalim, kontras dengan Thor yang selalu mencoba menolong orang. Coba saja ini fokusnya. Bisa ngasih film ini plot yang lebih dramatis dan berbeda. Memang filmnya akan jadi lebih serius, tapi ngeliat kurang nendangnya joke film ini, mungkin saatnya harus ganti tone lagi?

Natalie Portman diberi lebih banyak ruang daripada jadi pacar aja seperti film sebelumnya. Cukup meyakinkan sebagai The Mighty Thor dan lumayan saat komedi. Valkyrie (Tessa Thompson) rasanya jadi pembantu saja. Dia tidak ada story arc seperti di THOR: RAGNAROK. Begitu pula dengan Korg (Taika Waititi).

THOR: LOVE AND THUNDER berasa seperti versi inferior dari THOR: RAGNAROK. Seolah apa yang dicoba film ini, sudah ada versi superiornya dulu. Sekali lagi, apa sekarang saatnya mereka kembali mengganti arah kreatif si dewa petir ini?

Terakhir, baru-baru ini LIGHTYEAR tak jadi tayang karena konten LGBTnya yang frontal. THOR: LOVE AND THUNDER sebenarnya punya lebih banyak yang diselipkan sepanjang film. Saya penasaran bagaimana reaksi masyarakat nanti saat rilis.

Some swear word stuff in it and some intimacy stuff.

Maaf Anda Melihat Iklan
Maaf Anda Melihat Iklan
Continue Reading

Trakteer

Interview on GwiGwi

Join Us

Subscribe GwiGwi on Youtube

Trending

GwiGwi
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x