Connect with us

Box Office

Review Film Foxtrot Six, film aksi indonesia yang gak main-main

Published

on

GwiGwi.com – Randy Korompis memiliki konsep sebuah film aksi Indonesia dengan rasa Hollywood.

Setelah dikonsepkan selama 9 tahun dengan menggebet produser film Hollywood yaitu Mario Kassar yang terkenal pernah memproduseri film Rambo I-III, Terminator trilogy, Chaplin, dan masih banyak lagi. Menghasilkan sebuah film dalam negeri yang berjudul Foxtrot Six.

Film Dystopian Ini berlatar di negara Indonesia di tahun 2031 dimana tanah air kita telah menjadi negara adikuasa dan kuat di sektor produksi bahan pangan.

Indonesia menjadi negara kaya namun kekayaan itu hanya dinikmati oleh kaum elit. Sementara banyak masyarakat Indonesia yang kelaparan dan hidup miskin.

Para kaum elit dari partai piranas yang kejam dan otoriter menguasai kekayaan negara Ini dan mengontrol seluruh komponen negara termasuk paramiliter untuk menjaga kestabilan kondisi internal negara terutama ancaman dari kaum pemberontak yang menamai dirinya reformation.

Angga (Oka Antara) anggota Dewan yang merupakan mantan marinir Indonesia secara tiba-tiba diculik oleh kaum reformasi yang ternyata kaum pemberontak ini dipimpin oleh Sari (Julie Estelle) yang ternyata mantan tunangan nya.

Sari pun menjelaskan bahwa selama ini Angga membela pihak yang Salah karena telah mengorbankan rakyat nya sendiri demi kepentingan para elit politik.

Diduga membelot kepada pihak reformasi, Wisnu (Edward akbar) yang merupakan pemimpin paramiliter milik partai piranas memburu Angga dan dianggap sebagai musuh negara.

Lantas, Angga kembali mengumpulkan para rekan-rekannya dulu di marinir seperti Bara (Rio Dewanto), Oggy (Verdi solaiman), Ethan (Mike Lewis), dan Tino (Arifin Putra), dan penembak jitu reformasi Yang misterius Spec (Chicco Jerikho) mereka mencari tahu rencana jahat Piranas untuk menghancurkan reformasi dan rencana pembunuhan massal para pentinggi negara Yang disebut dengan “heroic act”.

Baca Juga:  Unboxing Lenovo Z5 Pro GT, hape android dengan Snapdragon 855 pertama di dunia

Mampukah mereka menyelamatkan Bumi pertiwi dari sekelompok paramiliter yang memiliki alutsista yang mumpuni??

Film ini merupakan debut dari sang sutradara Randy Korompis yang menampilkan beberapa cast jawara dan performanya sudah tidak diragukan lagi.

Sebelumnya gue meragukan proyek film Ini, karena sutradaranya pun terbilang pemula di kancah perfilman Indonesia. Namun hasilnya film ini sangat Luar biasa mengagumkan.

Film Ini memiliki dialog dalam bahasa Inggris dengan subtitle bahasa Indonesia. Yang gue salut dialognya Hollywood banget karena scriptnya ditulis langsung dalam bahasa Inggris bukan gubahan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Hasilnya pun gak terlihat kaku malah terlihat natural begitu saja.

Alasannya film Ini dibuat dengan dialog bahasa Inggris agar bisa dilirik oleh pasar internasional yang menjadi tujuan dari perfilman indonesia untuk “go international”.

Adegan aksinya pun tidak tanggung-tanggung karena digarap oleh uwais team namun sayang teknik pengambilan untuk adegan close combat sedikit kurang enak untuk dilihat.

Film ini juga diambil dengan full CGI ada yang terlihat sangat rapi ala film Hollywood namun ada beberapa scene yang kurang but that’s okay for me.

Cerita di film Ini sebelumnya pernah dibuat untuk perfilman internasional. Ada kelemahan sedikit untuk pengenalan beberapa karakter di menit awal film namun sisanya terlihat membaik ditambah aksi di film ini yang fantastis.

Namun dibalik kekurangan di film ini, secara keseluruhan Film Foxtrot Six menjadi sebuah batu loncatan untuk perkembangan film Indonesia yang semakin membaik dari tahun ke tahun.

Jangan beranjak dari bangku bioskop karena ada 2 post credit scene yang mengindikasikan keberlanjutan filmnya.

Sekuel ?? It could be

Box Office

Review Film Us, mimpi buruk ala Jordan Peele

Published

on

GwiGwi.com – Keluarga kecil Gabe dan Adelaide beserta anak mereka Zora dan Jason, menghabiskan liburan musim panas dengan berlibur di rumah mendiang Ibu dari Adelaide di daerah Santa Cruz.

Alih-alih liburan musim panas yang menyenangkan buat keluarga. Sekonyong-konyong ketenangan mereka segera berubah menjadi ketegangan dan kekacauan ketika sekelompok orang asing yang tidak dikenal menyerang mereka dan bentuk fisiknya bagai pinang dibelah dua.

Apa yang sebenarnya telah terjadi?

Film garapan sutradara Jordan Peele yang berhasil meraih beberapa penghargaan bergengsi lewat film Get Out dan BlacKkKlansman, di tahun 2019 ini memberikan suguhan mimpi buruk versi si sutradara.

Didukung juga oleh cast yang sudah tidak asing lagi seperti; Lupita Nyong’o, Winston Duke, Elisabeth Moss, dan Tim Heidecker. Membuahkan sajian film thriller dengan berbagai misteri dan kejutan di tiap menit filmnya.

“Bagaimana jika kalian bertemu dengan kembaran kalian yang sifat dan perilakunya berbanding terbalik dengan kalian sendiri?”

Bahkan kembaran anda berniat membunuh diri anda sendiri saat Ini dan ingin membuat tatanan dunia yang lebih baru.

Kira-kira seperti itulah premis dari film Ini, disertai dengan beberapa Easter egg dan film ini dengan suguhan adegan gore dan jumpscare ala film horror.

Baca Juga:  Review Film Captain Marvel, compliment menuju Avengers: Endgame

Tetapi film Ini bukan bergenre horror melainkan thriller Karena lebih menitikberatkan kepada misteri yang terjadi di film ini.

Gue rasa juga film ini menunjukkan secara tersirat bahwa orang kulit hitam juga bisa membuat karya yang luar biasa di industri perfilman internasional. Sudah terbukti dengan beberapa contoh seperti ; creed, Black Panther, dsb Yang bisa menjadi trendsetter di dunia hiburan.

Film ini Juga sedikit menyindir isu-isu sosial seperti masalah ras, kelaparan di masyarakat negara miskin, kesenjangan sosial dan masih banyak lagi yang disinggung oleh Jordan Peele yang menulis naskah, memproduseri dan menyutradarai film ini.

Namun, surprise di film ini terlihat mudah sekali ditebak setelah sajian how to survive from the terror. Tapi kita dengan mudah menduga tentang “apa kejutan di film Ini?”.

Hal Ini ditambah lagi dengan pertanyaan “siapa dalang dari Ini semua??” Sayang sekali tidak ditampilkan dan menjadi titik lemah dari film ini.

Secara keseluruhan, film Us berhasil menyuguhkan film thriller yang menegangkan serta penuh dengan misteri di sepanjang film. Namun film ini memiliki beberapa kelemahan dan tertutup dengan sajian misterinya hingga di akhir film dan membuat kita berfikir dan berteori dengan versi kita sendiri.

Continue Reading

Box Office

Review Film Five Feet Apart, kisah cinta muda mudi pengidap penyakit langka

Published

on

Gwigwi – Stella Grant yang menghabiskan masa mudanya di rumah sakit karena mengidap penyakit cystic fibrosis. Maka ia pun harus dirawat dengan intens di rumah sakit sambil menunggu penanganan selanjutnya dari dokter yang menangani penyakit tersebut.

Suatu ketika, Stella bertemu dengan Will seorang pemuda yang terkesan bad boys tipikal anak remaja seumurannya namun ia juga memiliki penyakit yang sama.

Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka semakin intens bahkan menumbuhkan benih-benih cinta diantara mereka. Sementara karena mereka sama-sama menderita CF (Cystic Fibrosis) membuat mereka terpisah secara fisik.

Lantas, Bagaimana mereka berusaha memahami keyakinan satu sama lain tentang CF dan cita-cita kehidupannya?

Film yang diadaptasi dari buku yang tulis oleh Rachel Lippincott yang menjadi best seller di beberapa negara ini. Dinahkodai oleh Justin Baldoni sebagai sutradara.

Premis Five Feet Apart sederhana namun kompleks. Ya cinta-cintaan ala remaja namun diberi bumbu dengan sama-sama mengidap penyakit yang berbahaya.

Film ini juga berhasil memvisualisasikan tentang apa yang ada di novelnya yang bisa bikin baper penonton. Disertai dengan humor situasional film ini juga membuat penonton terhanyut dalam sajian filmnya.

Film Ini dibintangi oleh Cole Sprouse dan Hayley Lu Richardson sebagai Will dan Stella. Sebagai pemeran utama adalah Sprouse dan Richardson.

Sepertinya penonton angkatan lama mungkin mengingat Sprouse sebagai salah satu putra kembar Adam Sandler di Big Daddy (1999). Sedangkan para penonton muda kemungkinan mengenalnya sebagai Jughead Jones di serial Riverdale.

Baca Juga:  Unboxing Lenovo Z5 Pro GT, hape android dengan Snapdragon 855 pertama di dunia

Sebelumnya, Sprouse muncul dalam film fitur sejak 2010 diantaranya adalah Kung Fu Magoo. Sedangkan Richardson, baru-baru ini muncul di film-film profil tinggi seperti film komedi Kelly Fremon Craig dan The Edge of Seventeen. Lalu, film horor psikologis yang disutradarai M Night Shyamalan, Split (2018), serta drama historis Chris Weitz, Operation Finale (2018).

Dalam film ini, selain Sprouse dan Richardson, juga ada Moisés Arias (Pitch Perfect 3) dan Kimberly Hébert Gregory (Vice Principals) sebagai peran pendukung.

Lalu, di film Ini Juga menjelaskan penyakit yang diidap oleh mereka yaitu cystic fibrosis atau fibrosis kistik adalah penyakit genetik progresif yang menyebabkan infeksi paru-paru terus-menerus dan membatasi kemampuan untuk bernapas dari waktu ke waktu.

Menurut gue, keseharian mereka dari tahap pedekate sampe jadian terlalu mendayu-dayu namun datar saja dan sangat disayangkan tidak ada suatu kejadian misal penyakitnya kumat, atau sekarat dsb.

Namun, film Ini juga menyajikan bahwa meskipun mereka mengidap penyakit Yang cukup parah namun mereka bisa menantang dunia dan mereka juga berusaha untuk tetap menerima keadaan tersebut. Dan dieksekusi dengan pas oleh cast-nya.

Secara tidak langsung, film Ini mengingatkan akan film seperti A Walk to Remember, The Fault in Our Star, serta Me Before You.

Overall, film Ini cukup bikin baper tapi gak sampe bikin nangis buat gue. Tapi Film ini dapat menjadi pilihan jika ditonton bareng temen, gebetan, asal jangan pasangan orang.

Continue Reading

Box Office

Marvel rilis Video trailer baru Avengers: Endgame

Published

on

By

GwiGwi.com – Marvel kembali merilis video trailer terbaru Avengers: Endgame. Pada video ini diperlihatkan keputusasaan para anggota Avengers yang tersisa dari kehancuran dunia. Captain Marvel untuk pertama kali muncul disini.

Continue Reading

Trending